KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, September 7, 2011

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 06 SEPTEMBER 2011

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 06 SEPTEMBER 2011

Tema:
RUMAH DOA
(Seri 2)
 
Subtema: PENYUCIAN TANPA KOMPROMI
 
Shalom. Salam sejahtera dalam nama TUHAN Yesus Kristus; Oleh karena kasih-Nya besar, kita boleh beribadah kepada TUHAN. biarlah lewat ibadah ini, nyata kemuliaan TUHAN dalam hidup kita, juga nikah rumah tangga kita.
 
Kembali kita melihat Matius 21, dengan perikop: “Yesus menyucikan Bait Allah
Matius 21:12-13
(21:12) Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati (21:13) dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."
 
Ketika Yesus sampai di Yerusalem, selanjutnya Yesus masuk ke Bait Allah, lalu menyucikan Bait Allah. Saya dan saudara adalah Bait Allah (rumah TUHAN), sesuai dengan 1 Korintus 3:16.
 
Kerinduan yang terbesar bagi TUHAN kepada saya dan saudara, sebagai rumah TUHAN, adalah supaya kehidupan saya dan saudara menjadi rumah doa. Tetapi fakta yang terjadi adalah bahwa Bait Allah (rumah TUHAN) telah menjadi sarang penyamun. Sarang penyamun ialah tempat berkumpulnya semua dosa.
 
Nah, supaya kerinduan Yesus terwujud, yaitu rumah TUHAN menjadi rumah doa, maka sesuai dengan perikopnya; Bait Allah (rumah TUHAN) harus disucikan. Oleh sebab itu, biarlah malam hari ini kita disucikan.
Jangan sampai dalam setiap ibadah tidak terjadi penyucian, tetapi biarlah dalam setiap pertemuan-pertemuan ibadah, kita mengalami penyucian, harus ada peningkatan rohani, supaya doa kita di dengar oleh TUHAN.
 
Mari kita melihat: PROSES PENYUCIAN supaya rumah TUHAN disebut rumah doa.
Matius 21:12
(21:12) Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati
 
Yesus mengusir semua orang. Inilah proses supaya rumah TUHAN yang sudah menjadi sarang penyamun menjadi rumah doa.
 
Mengusir, berarti; penyucian tanpa kompromi terhadap daging. Jadi, penyucian itu terjadi bukan dengan cara memohon, melainkan dengan cara mengusir.
Contoh menyucikan Bait Allah dengan cara “memohon”, misalnya;
-          Untuk menyucikan dosa mencuri, maka disucikan dengan berkata:mohon jangan mencuri lagi Ini tidak benar.
-          Untuk menyucikan dosa merokok, maka disucikan dengan berkata: "mohon jangan merokok lagi" Ini tidak benar.
Tetapi yang benr adalah Yesus menyucikan Bait Allah dengan cara mengusir.
 
Banyak orang salah mengerti dalam mengartikan penyucian Bait Allah ini, dengan berkata “Yesus ternyata boleh marah”, bukan seperti itu maksudnya, jangan melihat “marahnya”. Sesungguhnya, ini adalah penyucian tanpa kompromi terhadap daging. Dan biarlah ini terjadi bagi kehidupan saya dan saudara.
 
Contoh penyucian tanpa kompromi, YANG PERTAMA.
Kejadian 3:23-24
(3:23) Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. (3:24) Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.
 
Begitu jatuh di dalam dosa, Adam dan Hawa  diusir dan dihalau dari taman Eden. Mengusir = penyucian tanpa kompromi, berarti; dihalau.
 
Dosa apa saja kalau diusir, berarti dosa itu dihalau, dengan lain kata; tidak ada kompromi sedikitpun! Demikianlah TUHAN mengusir Adam dan Hawa dari taman Eden, karena TUHAN tidak membiarkan ada dosa di taman Eden, tidak dibiarkan menjadi sarang penyamun .
 
Yehezkiel 28:11-16
(28:11) Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: (28:12) "Hai anak manusia, ucapkanlah suatu ratapan mengenai raja Tirus dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman TUHAN ALLAH: Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah. (28:13) Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: yaspis merah, krisolit dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu darah dan malakit. Tempat tatahannya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu. (28:14) Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya. (28:15) Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu. (28:16) Dengan dagangmu yang besar engkau penuh dengan kekerasan dan engkau berbuat dosa. Maka Kubuangkan engkau dari gunung Allah dan kerub yang berjaga membinasakan engkau dari tengah batu-batu yang bercahaya.
 
Taman Eden adalah taman Allah. Itu sebabnya, tentu TUHAN tidak membiarkan ada dosa-dosa di taman Allah, sebab taman Allah itu adalah taman kesukaan.
 
Ada yang unik sekali dari kejatuhan Adam dan Hawa, juga raja Tirus ini: Meskipun sudah jatuh dalam dosa dan diusir, namun TUHAN MASIH BERKEMURAHAN.
 
SEBAGAI BUKTI:
Kejadian 3:24
(3:24) Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.
 
Setelah Adam diusir dan dihalau dari taman Eden, jauh di sebelah timur, di situ ditempatkan beberapa kerub dengan pedang yang menyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan menuju pohon kehidupan. Ini adalah kemurahan TUHAN.
 
Kembali kita melihat Yehezkiel 28.
Yehezkiel 28:16
(28:16) Dengan dagangmu yang besar engkau penuh dengan kekerasan dan engkau berbuat dosa. Maka Kubuangkan engkau dari gunung Allah dan kerub yang berjaga membinasakan engkau dari tengah batu-batu yang bercahaya.
 
Di sini juga kita melihat: Masih ada kerub yang berjaga-jaga. Ini adalah kemurahan TUHAN.
 
Kalau kita kaitkan dengan POLA TERANG TABERNAKEL, di atas tabut perjanjian, terdapat 2 kerub.
-          Kerub pertama à Pribadi Allah Bapa dengan kasih Nya.
-          Kerub kedua à Allah Roh Kudus dengan pengurapan Nya.
Sedangkan pedang yang menyambar-nyambar, itulah pribadi Yesus sebagai firman Yang benar.
Berarti; kehidupan yang berdosa masih mendapat kesempatan, asal melalui kerub-kerub yang memegang pedang yang menyambar dan menyala-nyala. Inilah kemurahan TUHAN, meskipun sudah diusir dan dihalau.
 
Contoh penyucian tanpa kompromi, YANG KEDUA.
Matius 8:14-17
(8:14) Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. (8:15) Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Ia pun bangunlah dan melayani Dia. (8:16) Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. (8:17) Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."
 
Banyak sekali orang Kristen yang keliru, contohnya: Kalau di dalam suatu ruangan ada Setan, atau misalnya ia sedang berada di kuburan, lalu ia permisi kepada Setan; ini adalah kekeliruan. Seharusnya, Setan jangan diajak kompromi, jangan diajak ngobrol dengan berkata “permisi mbah” kepada Setan. Seharusnya, Setan itu diusir, tanpa kompromi, bukan ditakuti.
 
Kalau terjadi penyucian tanpa kompromi, bahkan mengusir setan dengan sepatah kata, seperti yang dilakukan oleh Yesus, itu berarti kita menggenapi hukum Allah, dengan lain kata; firman Allah tinggal diam dan hidup di dalam kehidupan kita, ini sama dengan; dimampukan untuk melakukan firman TUHAN.
 
Itu sebabnya, nubuat dari Yesaya, berkata:Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita Menggenapi firman TUHAN, prakteknya adalah memikul salib Kristus, berarti, menanggung kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan orang lain.
Biarlah hal itu terjadi dalam kehidupan saya dan saudara yang memiliki banyak kekurangan.
 
Singkat kata: Kalau terjadi penyucian tanpa kompromi, maka kita dimampukan untuk melakukan firman TUHAN, mampu untuk menanggung kelemahan-kelemahan orang lain, baik suami terhadap istri dan sebaliknya, anak terhadap orang tua dan sebaliknya.
 
Matius 15: 37-39
(15:37) Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya. (15:38) Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah. (15:39) Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!"
 
Saat Yesus disalibkan di atas kayu salib, Dia berseru: “Eli, Eli, lama sabakhtani? Ini adalah doa seruan kepada Bapa, atau disebut rumah doa. Seruan Yesus ini menunjukkan bahwa Dia adalah rumah doa.
 
Kalau seseorang menjadi rumah doa, berarti; ia melakukan firman TUHAN dan sanggup menutupi kelemahan orang lain, seperti Yesus yang berseru di atas kayu salib, sehingga kepala pasukan dibenarkan dan diselamatkan oleh salib Kristus.
Tanpa salib Kristus, maka tidak ada kebenaran dan keselamatan; maka berilah diri ini, serahkan diri ini untuk dibenarkan sampai diselamatkan, seperti kepala pasukan. Oleh sebab itu, biarlah kita menyadari kekurangan kita tanpa pembenaran diri, karena kebenaran hanya berasal dari salib Kristus.
 
Mari kita melihat: PERISTIWA YESUS DISALIBKAN.
Matius 15:38
(15:38) Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.
 
Ketika Yesus disalibkan, tabir Bait Suci Allah terbelah dua, artinya: terjadi perobekkan daging dari atas -- yaitu kepala -- sampai ke bawah -- yaitu kaki --, dengan lain kata; terpisah dari dosa. Ini adalah kemurahan TUHAN, kasih karunia TUHAN.
 
Keluaran 26:31
(26:31) Haruslah kaubuat tabir dari kain ungu tua, dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya; haruslah dibuat dengan ada kerubnya, buatan ahli tenun.
 
Di sini kita melihat: Tabir Bait Suci haruslah dibuat dengan ada kerubnya.
Berarti, perobekan daging dari atas -- yaitu kepala -- sampai ke bawah -- yaitu kaki --, itu terjadi oleh karena kemurahan TUHAN, yaitu kerub-kerub dengan pedang yang menyala-nyala dan menyambar, itulah;
-          kasih Allah Bapa
-          pengurapan dari Allah Roh Kudus,
-          dan firman, yaitu pribadi Yesus Kristus.
 
Ibrani 10:19-20
(10:19) Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, (10:20) karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,
 
Oleh karena darah Yesus Kristus, kita boleh masuk ke tempat kudus, yaitu menjadi rumah doa, karena tabir Bait Suci Allah sudah terbelah dua, itulah pribadi Yesus Kristus dengan pengorbanan-Nya di atas kayu salib.
Biarlah saya dan saudara menjadi rumah doa bagi TUHAN, bagi sesama, bagi bangsa dan negara, sehingga rumah TUHAN penuh dengan doa-doa orang kudus sampai kemuliaan Allah dinyatakan.
 
 
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
 
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment