KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Saturday, September 3, 2011

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB , 02 AGUSTUS 2011


IBADAH PENDALAMAN ALKITAB , 02 AGUSTUS 2011

Shalom.
Salam sejahtera dalam nama Tuhan Yesus Kristus, karena kasih Nya besar, kita dapat kembali beribadah

Kembali kita membuka kitab Maleakhi
Kita masih pada ayat yang ke 8, dikaitkan dengan 7 hari raya.
Kita sudah melihat hari raya yang pertama, itulah hari raya paskah, lalu hari raya yang kedua, yaitu hari raya roti tak beragi.
Sekarang kita beribadah melayani Tuhan tanpa cacat cela karena hari Raya Paskah, dimana darah Yesus yang tercurah atas kita, menyucikan dosa-dosa kita, sehingga kita tidak hidup dalam hidup yang lama.
Kita pun melayani tanpa ragi, karena kita sudah merayakan hari raya roti tanpa ragi.

Maleakhi 1: 8
(1:8) Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? firman TUHAN semesta alam.

Imam imam yang melayani di Tabernakel, mereka melayani tetapi pelayanan mereka tidak berkenan.
Mereka membawa binatang yang buta, timpang, dan sakit untuk dipersembahkan kepada Tuhan.
Ini adalah persembahan yang jahat di mata Tuhan, sehingga Tuhan memberikan perumpamaan “Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik?
Jelas sekali apa yang dipersembahkan imam-imam di Tabernakel tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Ulangan 17: 1
(17:1) Janganlah engkau mempersembahkan bagi TUHAN, Allahmu, lembu atau domba, yang ada cacatnya, atau sesuatu yang buruk; sebab yang demikian adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu."

Dalam Ulangan 17: 1, jelas sekali ada larangan untuk tidak mempersembahkan lembu / domba / kambing yang bercacat bagi Tuhan, sebab itu adalah kekejian bagi Tuhan.
Kekejian adalah melebihi dari perbuatan jahat.
Contoh jahat: malas, mencuri itu jahat, tetapi kekejian sudah melebihi dari perbuatan jahat.

Lebih terperinci lagi
Imamat 22: 19-20
(22:19) maka supaya TUHAN berkenan akan kamu, haruslah persembahan itu tidak bercela dari lembu jantan, domba atau kambing.
(22:20) Segala yang bercacat badannya janganlah kamu persembahkan, karena dengan itu TUHAN tidak berkenan akan kamu.
(22:21) Juga apabila seseorang mempersembahkan kepada TUHAN korban keselamatan sebagai pembayar nazar khusus atau sebagai korban sukarela dari lembu atau kambing domba, maka korban itu haruslah yang tidak bercela, supaya TUHAN berkenan akan dia, janganlah badannya bercacat sedikit pun.
(22:22) Binatang yang buta atau yang patah tulang, yang luka atau yang berbisul, yang berkedal atau yangberkurap, semuanya itu janganlah kamu persembahkan kepada TUHAN dan binatang yang demikian janganlah kamu taruh sebagai korban api-apian bagi TUHAN ke atas mezbah.

Supaya berkenan di hadapan Tuhan, haruslah persembahan yang kita persembahkan untuk Tuhan yang tidak bercela, sebab jika mempersembahkan binatang yang bercacat cela, yaitu buta, timpang dan sakit, untuk Tuhan, maka Tuhan tidak akan berkenan.

Binatang yang bercacat cela jangan ditaruh di atas mezbah sebagai korban api-apian bagi Tuhan.

Mempersembahkan binatang yang buta, timpang, dan sakit, itu merupakan kekejian bagi Tuhan, dan ini setara dengan orang yang menaikkan doa kepada Tuhan tetapi tidak mau mendengarkan firman Tuhan (Amsal 28: 9).

Dikaitkan dengan 7 Hari Raya orang Israel
‘HARI RAYA KETIGA’/ HARI RAYA BUAH SULUNG

Imamat 23: 9-13
(23:9) TUHAN berfirman kepada Musa:
(23:10) "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila kamu sampai ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, dan kamu menuai hasilnya, maka kamu harus membawa seberkas hasil pertama dari penuaianmu kepada imam,
(23:11) dan imam itu haruslah mengunjukkan berkas itu di hadapan TUHAN, supaya TUHAN berkenan akan kamu. Imam harus mengunjukkannya pada hari sesudah sabat itu.
(23:12) Pada hari kamu mengunjukkan berkas itu kamu harus mempersembahkan seekor domba berumur setahun yang tidak bercela, sebagai korban bakaran bagi TUHAN,
(23:13) serta dengan korban sajiannya dari dua persepuluh efa tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, sebagai korban api-apian bagi TUHAN yakni bau yang menyenangkan, serta dengan korban curahannya dari seperempat hin anggur.

Hari Raya yang ketiga adalah hari raya buah sulung.
Apabila sampai ke tanah Kanaan, harus membawa seberkas hasil pertama dari penuaian kepada imam, dan imam harus mengunjukkan berkas itu di hadapan Tuhan, inilah hari raya buah sulung.
Hasil pertama = hulu hasil = buah sulung.
Bangsa Israel, pada saat merayakan hari raya buah sulung, disertai dengan mempersembahkan korban api-apian bagi Tuhan dari seekor domba yang berumur satu tahun, yaitu domba yang tidak bercela, sehingga baunya menyenangkan hati Tuhan.
Kalau membawa seekor binatang yang buta, timpang, dan sakit, baunya tentu tidak akan menyenangkan hati Tuhan.

Saat merayakan hari raya buah sulung disertai dengan korban api-apian yang baunya menyenangkan hati Tuhan
Amsal 11: 20
(11:20) Orang yang serong hatinya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang tak bercela, jalannya dikenan-Nya.

Orang yang serong hatinya adalah kekejian bagi Tuhan, ini = mempersembahkan binatang yang buta, timpang, dan sakit, bagi Tuhan.
Orang yang tidak bercela, jalan Nya berkenan di hadapan Tuhan = mempersembahkan binatang yang tidak bercela, sebagai korban api-apian bagi Tuhan.
Biarlah kehidupan kita ini, hidup benar tanpa cacat cela di hadapan Tuhan supaya ibadah pelayan kita, apa saja yang kita persembahkan untuk Tuhan berkenan di hadapan Tuhan.

Roma 12: 1
(12:1) Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Ibadah yang sejati adalah ibadah yang berkenan kepada Tuhan, yaitu mempersembahkan hidup / tubuh ini seutuhnya kepada Tuhan;                                             
-      sebagai persembahan yang HIDUP
-      sebagai persembahan yang KUDUS
-      sebagai persembahan yang BERKENAN KEPADA TUHAN.
Biarlah kebenaran firman ini, nyata dalam kehidupan kita supaya benar-benar dalam setiap ibadah, kita mempersembahkan hidup kita ini seutuhnya kepada Tuhan.

Kembali kita melihat Hari Raya Buah Sulung
Imamat 23: 10
(23:10) "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila kamu sampai ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, dan kamu menuai hasilnya, maka kamu harus membawa seberkas hasil pertama dari penuaianmu kepada imam,

Ini sudah menjadi suatu ketetapan bagi umat Isarel, apabila bangsa Israel sampai ke tanah Kanaan, maka mereka harus membawa seberkas hasil pertama dari tuaian lalu dipersembahkan kepada Tuhan oleh imam.
Demikian juga, kalau kita sudah menikmati kemurahan Tuhan lewat ibadah pelayan kepada Tuhan di dalam kandang penggembalaan, biarlah kita selalu mempersembahkan buah sulung di hadapan Tuhan / merayakan hari raya buah sulung .
Itu sebabnya, hari raya buah sulung sangat menentukan sekali bagi pertumbuhan kerohanian saya dan saudara.

Contoh persembahan sulung:
Setiap ibadah yang pertama, pada tahun yang baru, itu juga harus ada persembahan sulung, di luar persembahan / kolekte yang lain.

Hasil pertama = hulu hasil = buah sulung di hadapan Tuhan

1 Korintus 15: 20-21, 23
(15:20) Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.
(15:21) Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.
(15:23) Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.

Kebangkitan Yesus Kristus adalah buah sulung.
Sebaliknya, merayakan hari raya buah sulung, berarti satu di dalam kebangkitan Yesus Kristus.

Kolose 2: 12
(2:12) karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.
Kebangkitan Yesus Kristus = baptisan air

Lebih rinci tentang baptisan air
Roma 6: 3-5
(6:3) Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
(6:4) Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
(6:5) Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.

Baptisan air adalah mengubur hidup lama, kemudian bangkit, hidup dalam hidup yang baru
Jadi, kuasa kebangkitan Yesus Kristus adalah hidup dalam hidup yang baru = hidup yang dibaharui

Kolose 3: 10
(3:10) dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
Hidup dalam hidup yang baru itulah manusia yang baru / mengenakan manusia baru.
Pembaharuan itu terus menerus berlangsung, baik saat ibadah maupun di luar ibadah, kita harus terus menerus dibaharui.
Biarlah kejadian demi kejadian yang kita alami, yaitu kejadian yang menyakitkan terjadi, supaya kita dibaharui terus menerus, dengan demikian kita bisa mengalami suasana kebangkitan.

Kalau tidak merayakan hari raya buah sulung, Tuhan tidak akan berkenan dalam kehidupan kita ini.
Biarlah pembaharuan itu terus menerus berlangsung dalam kehidupan kita, sampai kepada pembaharuan Yerusalem yang baru, yaitu langit, bumi yang lama sudah berlalu, bahkan laut pun tidak ada lagi.

Dikaitkan dengan Israel menyebrangi Laut Merah / laut Teberau, sebab itu adalah baptisan air bagi bangsa Israel
1 Korintus 10: 1-2
(10:1) Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.
(10:2) Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.

Ketika bangsa Israel yang mengikuti Musa, mereka menyebrangi laut Teberau itu adalah sebagai tanda baptisan air bagi bangsa Israel. Menyebrangi laut Teberau adalah kejadian ketiga bagi bangsa Israel.
-      Hari pertama
Pada waktu senja, merayakan Paskah.
-      Hari kedua
Merayakan hari raya roti tidak beragi.
-      Hari ketiga
Merayakan hari raya buah sulung

1 Korintus 10: 11
(10:11) Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.

Biarlah kita merayakan hari raya buah sulung, dan menjadi peringatan bagi kita di hari-hari terakhir ini, dimana Tuhan sudah tidak lama lagi datang.

Mari kita lihat saat bangsa Israel menyebragi laut Teberau
Keluaran 14: 17-18
(14:17) Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku.
(14:18) Maka orang Mesir akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku memperlihatkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda."

Kalau merayakan hari raya buah sulung, yaitu hidup dalam hidup yang baru, maka kemuliaan Allah dinyatakan dalam kehidupan saya dan saudara, yaitu terlepas dari :
-      Terlepas dari MESIR
Berarti terlepas dari dunia dan segala sesuatu yang ada di dalamnya
Dalam 1 Yohanes 2: 15-16, segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah keinginan daging, keiginan mata dan keangkuhan hidup.
-      Terlepas dari FIRAUN
Berarti, terlepas dari iblis setan, yaitu pengaruh dan kuasanya
-      Terlepas dari KERETANYA
Itulah kekuatan dan arus yang berasal dari dunia
-      Terlepas dari ORANG-ORANG YANG BERKUDA
Berarti terlepas dari daging, yaitu hawa nafsu dan keinginannya

Keluaran 14: 30
(14:30) Demikianlah pada hari itu TUHAN menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut.

Kita sudah benar-benar terlepas dari DUNIA, IBLIS SETAN, ARUS DUNIA, dan HAWA NAFSU DAGING, karena kita sudah merayakan hari raya buah sulung di hadapan Tuhan
Sebab itu, kalau sudah menikmati kemurahan Tuhan, lewat ibadah pelayanan yang Tuhan percayakan dalam kandang penggembalaan = bersuasana Kanaan, kita harus merayakan hari raya buah sulung di hadapan Tuhan, supaya TUHAN MENYATAKAN KEMULIAAN NYA.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang