KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, September 16, 2011

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB , 16 SEPTEMBER 2011


Shalom
Selamat malam, Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus, kita bersyukur, kita boleh menikmati firman Tuhan malam ini
Dan biarlah firman itu, benar-benar kita nikmati sampai tergores dalam hati kita, sehngga kita menjadi surat pujian dan di dalam mulut kita ini ada firman Allah.

Kita kembali melihat Maleakhi 1: 8
Maleakhi 1: 8
(1:8) Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? firman TUHAN semesta alam.

Kejahatan dari imam-imam saat melayani di Bait Allah adalah membawa seekor binatang yang cacat untuk dipersembahkan kepada Tuhan, yaitu binatang yang BUTA, TIMPANG, dan SAKIT
Ini adalah perbuatan jahat, sehingga Allah menyatakan suatu perumpamaan “Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik?”, jelas sekali, apa yang dipersembahkan imam-imam tidak berkenan di hadapan Tuhan karena itu adalah perbuatan jahat.

Ulangan 17: 1
(17:1) Janganlah engkau mempersembahkan bagi TUHAN, Allahmu, lembu atau domba, yang ada cacatnya, atau sesuatu yang buruk; sebab yang demikian adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu."

Mempersembahkan binatang yang bercacat cela, dalam Maleakhi 1: 8 merupakan perbuatan jahat, tetapi dalam kitab Ulangan 17: 1 bukan lagi sebatas kejahatan tetapi sudah menjadi kekejian bagi Tuhan.
Perbuatan jahat misalnya berdusta dan mencuri, tetapi kekejian melebihi perbuatan jahat.

Ada 3 perbuatan yang setara dengan KEKEJIAN
1.    Amsal 28: 9
(28:9) Siapa memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian.
MEMALINGKAN TELINGA untuk tidak mendengarkan firman Tuhan, doa orang seperti ini adalah doa kekejian bagi Tuhan.

2.   Amsal 21: 27
(21:27) Korban orang fasik adalah kekejian, lebih-lebih kalau dipersembahkan dengan maksud jahat.

Korban orang fasik adalah kekejian
Fasik adalah dosa kesombongan. Jika melayani dengan kesombongan, pelayanan dan persembahannya itu adalah kekejian bagi Tuhan, apalagi yang dipersembahkan itu dengan maksud jahat.

3.   Amsal 11: 20
(11:20) Orang yang serong hatinya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang tak bercela, jalannya dikenan-Nya.

Beribadah melayani kepada Tuhan tetapi dengan hati yang serong, itu adalah kekejian bagi Tuhan.
Tetapi orang yang tanpa cacat cela, apa saja yang dipersembahkannya semua itu berkenan di hadapan Tuhan.

Imamat 22: 19-20
(22:19) maka supaya TUHAN berkenan akan kamu, haruslah persembahan itu tidak bercela dari lembu jantan, domba atau kambing.
(22:20) Segala yang bercacat badannya janganlah kamu persembahkan, karena dengan itu TUHAN tidak berkenan akan kamu.

Supaya apa yang kita persembahkan berkenan, biarlah kehidupan kita ini hari demi hari semakin hidup dalam pengudusan.

Imamat 22: 21-22
(22:21) Juga apabila seseorang mempersembahkan kepada TUHAN korban keselamatan sebagai pembayar nazar khusus atau sebagai korban sukarela dari lembu atau kambing domba, maka korban itu haruslah yang tidak bercela, supaya TUHAN berkenan akan dia, janganlah badannya bercacat sedikit pun.
(22:22) Binatang yang buta atau yang patah tulang, yang luka atau yang berbisul, yang berkedal atau yangberkurap, semuanya itu janganlah kamu persembahkan kepada TUHAN dan binatang yang demikian janganlah kamu taruh sebagai korban api-apian bagi TUHAN ke atas mezbah.

Binatang yang cacat, yaitu buta, timpang ,dan sakit, jangan dipersembahkan sebagai korban api-apian di atas mezbah bagi Tuhan, dan biarlah hari-hari ini, kita semakin berkenan di hadapan Tuhan karena hidup semakin suci.

Mempersembahkan korban persembahan sebagai korban api-apian kepada Tuhan dikaitkan dengan 7 hari raya orang Israel
‘HARI RAYA KELIMA / HARI RAYA PENIUPAN SERUNAI / HARI RAYA NAFIRI
Imamat 23: 23-25
(23:23) TUHAN berfirman kepada Musa:
(23:24) "Katakanlah kepada orang Israel, begini: Dalam bulan yang ketujuh, pada tanggal satu bulan itu, kamu harus mengadakan hari perhentian penuh yang diperingati dengan meniup serunai, yakni hari pertemuan kudus.
(23:25) Janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat dan kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN."

Hari raya yang kelima bagi umat Israel, yaitu HARI RAYA PENIUPAN SERUNAI = HARI RAYA PENIUPAN NAFIRI.
Saat merayakan Hari Raya Peniupan Serunai / Hari Raya Peniupan Nafiri, juga disertai dengan mempersembahkan korban api-apian kepada Tuhan.
Dalam Imamat 23: 23-25, tidak disebutkan dengan jelas seperti apa keadaan korban api-apian kepada Tuhan, dari binatang yang akan dipersembahkan itu.

Bilangan 29: 2
(29:2) Pada waktu itu haruslah kamu mengolah sebagai korban bakaran menjadi bau yang menyenangkan bagi TUHAN: seekor lembu jantan muda, seekor domba jantan, tujuh ekor domba berumur setahun yang tidak bercela;

Saat merayakan hari raya peniupan serunai / hari raya nafiri, juga disertai dengan mempersembahkan korban api-apian yang menyenangkaan hati Tuhan dari binatang yang tak bercacat cela.

Roma 12: 1
(12:1) Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Sebab itu biarlah dalam setiap kita beribadah merupakan suatu kesempatan bagi kita untuk mempersembahkan tubuh kita ini seutuhnya kepada Tuhan, sebagai persembahan yang HIDUP, yang KUDUS dan yang BERKENAN KEPADA ALLAH.
Dan biarlah itu terjadi.

Kembali kita melihat Hari Raya Peniupan Serunai / Hari Raya Nafiri
Imamat 23: 24
(23:24) "Katakanlah kepada orang Israel, begini: Dalam bulan yang ketujuh, pada tanggal satu bulan itu, kamu harus mengadakan hari perhentian penuh yang diperingati dengan meniup serunai, yakni hari pertemuan kudus.

Bangsa Israel harus merayakan Hari Raya Peniupan Seruani / Hari Raya Peniupan Nafiri, sebab itu harus ada perhentian penuh bagi Tuhan, sehingga bangsa Israel mendapat kesempatan untuk merayakan Hari Raya Peniupan Serunai.
Kalau bangsa Israel harus merayakan Hari Raya Nafiri, biarlah kita juga merayakan Hari Raya Peniupan Serunai / Hari Raya Peniupan Nafiri, sebab itu sudah menjadi suatu ketetapan turun temurun.

Bilangan 10: 1-2
(10:1) TUHAN berfirman kepada Musa:
(10:2) "Buatlah dua nafiri dari perak. Dari perak tempaan harus kaubuat itu, supaya dipergunakan untuk memanggil umat Israel dan untuk menyuruh laskar-laskarnya berangkat.

Merayakan HARI RAYA PENIUPAN SERUNAI / HARI RAYA PENIUPAN NAFIRI itu adalah SUARA PANGGILAN DARI ALLAH supaya bergerak maju, itu sebabnya bangsa Israel harus membuat dua nafiri, sehingga ketika dua nafiri itu ditiup berarti untuk memanggil umat Israel dan untuk menyuruh laskar-laskarnya berangkat.

Lebih terperinci dalam 1 Korintus 14: 8
1 Korintus 14: 8
(14:8) Atau, jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapakah yang menyiapkan diri untuk berperang?

Nafiri ditiup, itu adalah suara panggilan Allah sehingga kita bergerak maju seperti seorang laskar Kristus yang bergerak maju di medan perang, itu sebabnya bunyi nafiri harus mengeluarkan bunyi yang terang.
Nafiri -> firman Tuhan
Jadi firman Tuhan memanggil kita supaya kita maju bergerak, sehingga kita mengerti apa yang harus kita kerjakan. Sebab itu, kita patut bersyukur menikmati firman pengajaran yang rahasianya dibukakan, yang membuat kita bisa mengerti maksud Tuhan.

Sebagai contoh
Bilangan 10: 2-7
(10:2) "Buatlah dua nafiri dari perak. Dari perak tempaan harus kaubuat itu, supaya dipergunakan untuk memanggil umat Israel dan untuk menyuruh laskar-laskarnya berangkat.
(10:3) Apabila kedua nafiri itu ditiup, segenap umat itu harus berkumpul kepadamu di depan pintu Kemah Pertemuan.
(10:4) Jikalau hanya satu saja ditiup, maka para pemimpin, para kepala pasukan Israel harus berkumpul kepadamu.
(10:5) Apabila kamu meniup tanda semboyan, maka haruslah berangkat laskar-laskar yang berkemah di sebelah timur;
(10:6) apabila kamu meniup tanda semboyan kedua kalinya, maka haruslah berangkat laskar-laskar yang berkemah di sebelah selatan. Jadi tanda semboyan harus ditiup untuk menyuruh mereka berangkat;
(10:7) tetapi untuk menyuruh jemaah itu berkumpul kamu harus meniup saja tanpa memberi tanda semboyan.

·     Kalau dua nafiri ditiup, seluruh umat Israel berkumpul di hadapan Musa
·     Kalau hanya satu nafiri yang ditiup maka, seluruh pemimpin dan para laskar berkumpul di hadapan Musa
·     Kalau nafiri ditiup dengan tanda semboyan, maka yang berangkat adalah laskar-laskar yang berkemah di sebelah timur
·     Kalau ada tiupan nafiri dengan tanda semboyan kedua, maka yang bergerak maju adalah laskar-laskar yang berkemah di sebelah selatan
Jadi, nafiri haruslah ditiup supaya mengerti siapa yang maju bergerak dan apa yang harus kita kerjakan di hadapan Tuhan. Itulah panggilan sorgawi, sehingga kita bisa maju bergerak.
Biarlah  setiap kita mendengar firman Tuhan / panggilan Allah, kita bisa bergerak sesuai dengan apa yang Allah firmankan. Harus peka dengan pekerjaan Tuhan dan jangan sampai tidak mau tahu dengan pekerjaan Tuhan.

Lebih diteguhkan dalam Mazmur
Mazmur 50: 1
(50:1) Mazmur Asaf. Yang Mahakuasa, TUHAN Allah, berfirman dan memanggil bumi, dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya.

Tuhan Allah berfirman, itulah panggilan dari sorga, bagaikan tiupan nafiri dan tiupan dengan tanda semboyan, dari timur sampai barat, dari ujung bumi sampai ke ujung bumi, Allah berfirman memanggil seluruh umat manusia yang ada di muka bumi.

Yesaya 49: 1-2
(49:1) Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.
(49:2) Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-NyaIa telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.

Nabi Yesaya sudah mendengarkan tiupan nafiri dari sejak kandungan.
Dimanapun kita berada, sampai ujung bumi pun, harus mendengarkan suara panggilan / firman Tuhan.

Ciri-ciri kehidupan yang dipanggil / telinga yang mendegarkan suara nafiri
1.    Ia membuat mulutku sebagai pedang yang tajam
Mari kita lihat pedang yang tajam
Ibrani 4: 12
(4:12) Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan rohsendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Kalau mulut dibuat sebagai pedang yang tajam, berarti dalam mulut ada firman Allah yang HIDUP, yang KUAT, yang LEBIH TAJAM DARI PEDANG BERMATA DUA MANAPUN.

Kuasanya:
a.       menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh
b.      menusuk amat dalam sampai memisahkan sendi-sendi dan sumsum
c.       sanggup membedakan pertimbangan dan pemikiran hati
Artinya: sanggup menyelidiki, memisahkan dosa-dosa kejahatan yang tersembunyi sekalipun

Syarat mulut dibuat menjadi pedang yang tajam
Ulangan 30: 11-14
(30:11) "Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh.
(30:12) Tidak di langit tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?
(30:13) Juga tidak di seberang laut tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan menyeberang ke seberang laut untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?
(30:14) Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.

Inilah syaratnya: terlebih dahulu hati dikoreksi, bagai pedang yang tajam megoreksi jiwa dan rohmengoreksi sendi-sendi dan sumsum, dan sanggup membedakan pertimbangan dan pemikiran hati.
Kalau hati kita sudah disucikan oleh pedang, maka benar-benar perkataan kita ini berkuasa.

Wujud kalau mulut dibuat sebagai pedang yang tajam:
Berlindung dalam naungan tangan Nya
Artinya: tinggal di dalam kasih Allah
Tudung perlindungan bagaikan berada di bawah kepak sayap Allah, lewat doa penyembahan.

2.    Ia membuat aku menjadi anak panah yang runcing
Anak panah yang runcing -> ayat-ayat firman Tuhan

Kita lihat persamaannya dalam 2 Korintus 3
2 Korintus 3 : 1-3
(3:1) Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu?
(3:2) Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.
(3:3) Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidupbukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.

Kalau kita dibuat menjadi anak panah yang runcing = surat pujian = surat Kristus yang bisa dibaca, dikenal semua orang.
Kalau anak panah ditarik dan dilepaskan, anak panah itu bisa menancap dalam hati setiap orang yang membacanya asal kita menjadi surat pujian / surat Kristus yang bisa dibaca dan dikenal semua orang, bahwa di dalam loh-loh daging kita ini sudah ditulis firman Tuhan bukan dengan tinta, tetapi dimeteraikan dengan Roh Kudus pada loh-loh daging, yaitu hati manusia.
Sebab itu, setiap kita mendengar firman Tuhan, biarlah firman itu tergores dalam loh-loh daging, yaitu hati kita, walaupun sakit saat digoreskan, dengan demikian firman Allah tergores / tertulis dan menjadi surat pujian / surat Kristus.
Kalau kita mendengar firman, tidak sampai tergores, maka tidak akan sampai menghasilkan permata yang indah.

Wujudnya kalau menjadi anak panah yang runcing:
Menyembunyikan aku dalam tabung panah Nya
Artinya: hidup di dalam urapan Roh El Kudus
Tabung -> Roh El Kudus, tempat penyimpanan minyak

Hasilnya
Bilangan 10: 5-6
(10:5) Apabila kamu meniup tanda semboyan, maka haruslah berangkat laskar-laskar yang berkemah di sebelah timur;
(10:6) apabila kamu meniup tanda semboyan kedua kalinya, maka haruslah berangkat laskar-laskar yang berkemah di sebelah selatan. Jadi tanda semboyan harus ditiup untuk menyuruh mereka berangkat;

Biarlah MULUT KITA MENJADI PEDANG YANG TAJAM sehingga kita berlindung di bawah kepak sayap Allah, dan biarlah KITA MENJADI ANAK PANAH YANG RUNCING sehingga kita hidup dalam urapan Roh El Kudus, dengan demikian kita bagaikan LASKAR YANG BERKEMAH DI SEBELAH TIMUR dan LASKAR YANG BERKEMAH DI SEBELAH SELATAN yang siap maju untuk menghadapi musuh-musuh, yaitu iblis setan dengan kuasanya, dan daging dengan hawa nafsu dan keinginannya.

1 Petrus 5: 8-11
(5:8) Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
(5:9) Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.
(5:10) Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapimeneguhkanmenguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.
(5:11) Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Musuh membuat manusia menderita, miskin, melarat, hidup dengan beban berat, tetapi dengan pedang yang ada pada mulut dan menjadi anak panah yang runcing, maka Tuhan melengkapi, meneguhkan, menguatkan, sampai akhirnya mengalami kemenangan demi kemenangan, sehingga terbebas dari penderitaan.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI