KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, September 28, 2011

IBADAH DOA PENYEMBAHAN , 27 SEPTEMBER 2011


Tema: SUPAYA DISEBUT RUMAH DOA, YESUS MENYUCIKAN BAIT ALLAH

(seri 4)

Shalom
Selamat malam, Salam sejahtera, salam dalam kasih Kristus, kita kembali beribadah pada malam hari ini semua karena kemurahan Tuhan.

Kembali kita memeriksa Matius 21
Matius 21: 12-13
(21:12) Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati
(21:13) dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."

Setibanya Yesus di Yerusalem, kemudian Yesus masuk ke dalam Bait Allah, lalu melihat Bait Allah tidak sesuai dengan fungsinya, sebab Bait Allah rumah Tuhan disebut rumah doa bagi segala bangsa tetapi faktanya rumah Tuhan sudah menjadi sarang penyamun.
Sarang penyamun = tempat bersarangnya dosa.
Kita sebagai rumah Tuhan, biarlah disebut rumah doa bagi segala bangsa sesuai dengan kerinduan Tuhan.

Yesaya 56: 6-7
(56:6) Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama TUHAN dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,
(56:7) mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.

Di dalam rumah doa, ada 2 hal yang harus dipersembahkan:
1.    Mempersembahkan korban-korban bakaran kepada Tuhan

Saudaraku, saya mengajak saudara untuk memperhatikan korban bakaran pada Imamat 1: 1-17.
Dalam Imamat 1: 1-17, ada 3 hal yang harus dipersembahkan sebagai korban bakaran kepada Tuhan, yaitu:
1.      Lembu sapi
2.      Kambing domba
3.      Burung merpati / tekukur

Imamat 1: 3, 6-9
(1:3) Jikalau persembahannya merupakan korban bakaran dari lembu, haruslah ia mempersembahkan seekor jantan yang tidak bercela. Ia harus membawanya ke pintu Kemah Pertemuan, supaya TUHAN berkenan akan dia.
 (1:6) Kemudian haruslah ia menguliti korban bakaran itu dan memotong-motongnya menurut bagian-bagian tertentu.
(1:7) Anak-anak imam Harun haruslah menaruh api di atas mezbah dan menyusun kayu di atas api itu.
(1:8) Dan mereka harus mengatur potongan-potongan korban itu dan kepala serta lemaknya di atas kayu yang sedang menyala di atas mezbah.
(1:9) Tetapi isi perutnya dan betisnya haruslah dibasuh dengan air dan seluruhnya itu harus dibakar oleh imam di atas mezbah sebagai korban bakaran, sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN.

Korban bakaran ini dipersembahkan di atas mezbah, dengan proses:
1.    Mengatur potongan-potongan daging korban itu
= mempersembahkan TUBUH kepada Tuhan
Biarlah kita persembahkan tubuh kita ini sebagai persembahan yang HIDUP, KUDUS dan BERKENAN KEPADA TUHAN.

2.    Mengatur kepala di atas mezbah
= mempersembahkan JIWA kepada Tuhan
Jiwa = pikiran / akal budi
Bukan hanya saat ibadah kita mempersembahkan jiwa kepada Tuhan, tetapi di luar ibadah pun kita harus mempersembahkan jiwa / pikiran-pikiran yang sehat kepada Tuhan. Itu sebabnya jiwa harus dipersembahkan kepada Tuhan.

3.   Mengatur lemak di atas mezbah
= mempersembahkan ROH kita kepada Tuhan

Biarlah 3 hal ini kita atur di atas mezbah sebagai korban kepada Tuhan.
Kalau tidak mempersembahkan TUBUH JIWA ROH kepada Tuhan, kapan lagi kita mau menjadi rumah doa. Ini harus kita pikirkan dan sadari. Ayo, kembali kepada titik nol, berada di tempat yang rendah!

1 Tesalonika 5: 22-23
(5:22) Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.
(5:23) Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Biarlah kita mempersembahkan tubuh, jiwa, roh sebagai korban bakaran kepada Tuhan sehingga tubuh, jiwa, roh kita jauh dari kejahatan / tubuh, jiwa, roh tidak dipersembahkan kepada hal-hal yang tidak baik. Setiap hari, setiap saat kita harus menguduskan diri, mempersembahkan tubuh, jiwa, roh kita sebagai korban bakaran bagi Tuhan, sehingga tidak ada cacat di hadapan Tuhan pada kedatangan Nya yang kedua.

Selain mempersembahkan tubuh jiwa dan roh, ada juga yang lain, yang harus dipersembahkan di atas mezbah korban bakaran.
Imamat 1: 9
(1:9) Tetapi isi perutnya dan betisnya haruslah dibasuh dengan air dan seluruhnya itu harus dibakar oleh imam di atas mezbah sebagai korban bakaran, sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN.

Selain mempersembahkan tubuh jiwa dan roh, ada yang harus dipersembahkan juga yaitu
a.    Isi perutnya
Artinya: mempersembahkan manusia batiniah, yaitu manusia di dalam.
Hati kita harus dipersembahkan kepada Tuhan, dan itu bagus sekali.
Saudaraku, jangan dianggap sepele hati nurani / hati kecil, sebab itu juga harus dipersembahkan kepada Tuhan
Hati kecil adalah alarm yang terakhir. Orang yang keras hati, akan sulit untuk diubahkan.
Seringkali untuk mempertahankan diri, membela diri, hati nurani pun dilangkahi. Kalau seseorang tidak punya hati nurani, segala sesuatu yang dipersembahkan tidak ada yang berkenan, sebab itu saya katakan hati kecil adalah alarm yang terakhir.

b.   Betis ->  kehidupan / perbuatan / pengalaman hidup di luar = tampilan luar
Setiap gembala saat memberi makan domba-domba, pasti melihat tampilan luar / sikap domba-domba nya, saat mendengarkan firman Tuhan. Sebab itu, seorang gembala tidak akan pernah ragu untuk mengingatkan dombanya. Sebab, apa yang terlihat dari luar itu berasal dari dalam/ hati.

Inilah yang harus kita persembahkan yaitu tubuh, jiwa dan roh, juga manusia batiniah, yaitu manusia di dalam, itulah hati nurani / hati kecil dan tampilan luar / pengalaman hidup di luar.

Syarat untuk mempersembakan korban bakaran di atas mezbah
Imamat 1: 9
(1:9) Tetapi isi perutnya dan betisnya haruslah dibasuh dengan air dan seluruhnya itu harus dibakar oleh imam di atas mezbah sebagai korban bakaran, sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN.

Syaratnya: Terlebih dahulu isi perut dan betisnya dibasuh oleh air
Manusia batiniah dan tampilan luar, terlebih dahulu harus dibasuh oleh air sebelum dipersembahkan di atas mezbah sebagai korban bakaran

Ibrani 10: 22
(10:22) Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.

Hati nurani yang jahat dibasuh oleh air, juga tampilan luar harus dibasuh dengan air yang murni, bukan dengan air yang lain-lain.
Untuk membasuh hati nurani yang jahat dan tampilan luar harus dengan firman pengajaran. Sebab dengan firman pengajaran, segala sesuatu yang tersembunyi akan tersingkap.
Sebab sifat tabiat hanya bisa diubah oleh firman Tuhan, bukan oleh karena orang tua, psikiater, psikolog, dan lain lain tetapi manusia berubah oleh hanya karena  firman Kristus.

Efesus 5: 26-27
(5:26) untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
(5:27) supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

Air yang banyak itulah firman pengajaran, ayat demi ayat saling menjelaskan.
Kalau kita dibasuh oleh air yang murni itulah firman pengajaran yang rahasianya dibukakan, maka sidang jemaat ditempatkan di hadapan Tuhan dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu.
Mandi dengan air berarti membutuhkan air yang banyak, supaya seluruh tubuh bersih, tidak mungkin hanya dengan dua tiga gayung air, tetapi harus dengan air yang banyak, itulah firman pengajaran yang rahasianya dibukakan. Sebab dengan air yang sedikit / dua tiga gayung air, diumpamakan seperti dua tiga ayat, hanya bisa membersihkan sebagian kecil dari tubuh.

Wujud yang terlihat dalam kehidupan kita:
Ibrani 10: 22
(10:22) Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.

Wujudnya:
a.    Menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas
Tulus = tidak ada motivasi lain
Ikhlas = tidak mengaharapkan imbalan
Biarlah hati yang sudah disucikan ini, mengahadap Allah dengan hati yang tulus dan ikhlas
Jangan sampai melayani dengan tidak tulus ikhlas.

b.    Mengahadap Allah dengan keyakinan iman yang teguh
Iman yang teguh = iman yang tidak tergoyahkan
Roma 10: 6-8
(10:6) Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: "Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?", yaitu: untuk membawa Yesus turun,
(10:7) atau: "Siapakah akan turun ke jurang maut?", yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati.
(10:8) Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan.

Jadi, iman yang teguh = firman iman.
Tidak perlu bertanya “Siapakah akan naik ke sorga?” atau “Siapakah akan turun ke jurang maut?”. Tetapi firman iman adalah percaya walaupun tidak melihat bahwa Yesus, Tuhan dan Juruselamat, Dia Yesus yang telah mati dan bangkit, kemudian naik ke sorga dan turun kembali sebagai mempelai pria sorga untuk menjemput mempelai perempuan Nya.

Hasilnya:
Imamat 1: 9
(1:9) Tetapi isi perutnya dan betisnya haruslah dibasuh dengan air dan seluruhnya itu harus dibakar oleh imam di atas mezbah sebagai korban bakaran, sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN.

Setelah dipersembahkan di atas mezbah sebagai korban api-apain, hasilnya semua terbakar sampai hangus.
Itu sebabnya disebut korban bakaran, dan kalau tidak hangus, tidak akan mengeluarkan aroma di hadapan Tuhan

Ulangan 4: 24
(4:24) Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu.
Allah adalah api yang menghanguskan

Ibrani 12: 29
(12:29) Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.

Sama seperti Ulangan 4: 24, Allah adalah api yang menghanguskan.
Artinya saudaraku: biarlah kehidupan kita berapi-api, bernyala-nyala melayani Tuhan, sampai hangus, sebagaimana Yesus adalah api yang menghanguskan.
Sebab itu, kalau ada teguran-teguran dalam setiap ibadah, dengar-dengaran saja, jangan sampai mengeraskan hati, tetapi tetaplah sebagai korban bakaran yang hangus.

Yohanes 2: 16-17
(2:16) Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan."
(2:17) Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku."

Kalau memang kita mengasihi Tuhan, selalu berada di dalam rumah Tuhan, dan berkobar-kobar / bernyala-nyala melayani Tuhan sampai hangus.
Jadi korban bakaran, kesimpulannya adalah MENGASIHI / CINTA TUHAN.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI