KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, April 24, 2013

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 23 APRIL 2013


IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 23 APRIL 2013

Tema:  HAL BERDOA (dari Matius 6: 5-13)
            (Seri 41)

Subtema: TUHAN MENGABULKAN DOA YANG MENGAMPUNI SESAMANYA (BAGIAN 3)

Shalom.
Selamat malam, salam sejahtera, salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kita patut bersyukur kepada Tuhan, oleh karena kemurahan-Nya kita berada di dalam rumah Tuhan, beribadah melayani Tuhan, juga setelah kita mendengar firman Tuhan, biarlah kita membawa diri kita rendah di bawah kaki Tuhan.

Segera kita memperhatikan firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari Matius 6: 5-13, namun kita hanya membaca ayat 12.
Matius 6: 12
(6:12) dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

Salah satu pokok doa yang harus kita naikkan kepada Tuhan adalah: “Ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.”
Artinya; mengampuni sesama / orang lain karena Tuhan sudah terlebih dahulu mengampuni kita = mengampuni karena diampuni.
Berarti, mengampuni itu tidak boleh dengan terpaksa, tidak boleh karena ada kepentingan-kepentingan, tidak boleh karena ada unsur-unsur lain, tidak boleh memandang muka.

Lebih jauh kita perhatikan dalam ayat 14-15 ...
Matius 6: 14-15
(6:14) Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
(6:15) Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Jelas di sini dikatakan, bahwa; kalau seseorang mengampuni kesalahan sesamanya, maka Bapa di sorga juga mengampuni kesalahannya, sebaliknya kalau seseorang tidak mengampuni kesalahan sesamanya, maka Bapa di sorga juga tidak mengampuni kesalahannya.

Demikian juga kita perhatikan dalam HAL BERDOA.
Markus 11: 25-26
(11:25) Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."
(11:26) [Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.]

Demikian halnya dalam hal berdoa; terlebih dahulu mengampuni sesama di dalam hati dengan pasti = terlebih dahulu membereskan hati dengan sesama, sehingga dengan demikian, doa-doa akan dikabulkan oleh Tuhan, sebab jikalau dosa diampuni = doa telah dikabulkan oleh Tuhan.

Markus 11: 24
(11:24) Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Kalau kita meminta apa saja, berdoa apa saja kepada Tuhan dengan hati yang percaya, maka kita telah menerimanya, dan Tuhan akan memberikannya.

Mari kita perhatikan; KELEBIHAN-KELEBIHAN ORANG YANG MENGAMPUNI SESAMANYA.
Setelah kita melihat kelebihan yang pertama pada minggu yang lalu (dalam IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 16 APRIL 2013), sekarang kita akan melihat kelebihan yang kedua.

Kelebihan-kelebihan orang yang mengampuni.
YANG KEDUA.
Markus 11: 23
(11:23) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.

Kelebihan yang kedua, yaitu; BERKUASA UNTUK MEMINDAHKAN GUNUNG, bahkan MENCAMPAKKANNYA KE DALAM LAUT.
Saudaraku, kalau seseorang dapat memindahkan gunung dan mencampakkannya ke dalam laut, berarti kuasanya sungguh sangat besar sekali.
Berarti, orang yang mengampuni sesamanya, memiliki kuasa yang sangat besar juga.

Berbicara mengenai GUNUNG, itu berbicara tentang pergumulan-pergumulan, kesusahan-kesusahan, kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh seseorang.

Yeremia 3: 6
(3:6) TUHAN berfirman kepadaku dalam zaman raja Yosia: "Sudahkah engkau melihat apa yang dilakukan Israel, perempuan murtad itu, bagaimana dia naik ke atas setiap bukit yang menjulang dan pergi ke bawah setiap pohon yang rimbun untuk bersundal di sana?

Di sini kita perhatikan, bahwa; ISRAEL SEDANG BERSUNDAL DI ATAS BUKIT YANG MENJULANG / DI ATAS BUKIT YANG TINGGI.
Artinya; hidup di dalam ketinggian hati / kesombongan.
Berada di atas bukit yang tinggi, berarti; hidup di dalam kesombongan = berada di dalam pergumulan, kesulitan dan kesusahan yang sangat besar.
Bukit yang menjulang / bukit yang tinggi = gunung yang tinggi.

Dan memang, orang yang sombong / tinggi hati, pasti berada dalam pergumulan yang besar, dan orang yang sombong tidak akan bisa menyelesaikan masalahnya, karena dengan ketinggian hatinya itu, ia tidak akan mengharapkan / tidak akan mengandalkan Tuhan.

Itu sebabnya, selain bersundal di atas bukit yang menjulang / tinggi, Israel juga BERADA DI BAWAH POHON YANG RIMBUN untuk bersundal di sana.
Ini menunjukkan, bahwa; ketika ia berada di atas bukit yang menjulang, ia tidak dapat menyelesaikan masalahnya, justru ia mencari ketenangan jiwa untuk menyelesaikan masalahnya, dengan cara menuruti hawa nafsu dan keinginan daging.
Sebab pohon yang rimbun -> manusia daging.

Mencari ketenangan jiwa dengan cara menuruti hawa nafsu dan keinginan daging untuk menyelesaikan masalah, itu bukanlah cara yang benar, itu tidak akan menyelesaikan masalah, namun justru menambah masalah, dan ini adalah tindakan yang keliru dari Israel (1 Yohanes 2: 18-19).
Itu sebabnya, Israel menerima julukan PEREMPUAN MURTAD. Murtad, berarti; mundur dari Tuhan = mundur dari ibadah pelayanan.

Kalau kita perhatikan ayat 11 ...
Yeremia 3: 11
(3:11) Dan TUHAN berfirman kepadaku: "Israel, perempuan murtad itu, membuktikan dirinya lebih benar dari pada Yehuda, perempuan yang tidak setia itu.

Israel merasa diri lebih benar dari Yehuda, saudara perempuannya.
Jadi, orang yang tidak dapat menyelesaikan masalahnya, adalah orang yang sombong, itulah orang yang merasa diri lebih benar.

Akibat berada di atas bukit yang menjulang.
Yeremia 3: 12
(3:12) Pergilah menyerukan perkataan-perkataan ini ke utara, katakanlah: Kembalilah, hai Israel, perempuan murtad, demikianlah firman TUHAN. Muka-Ku tidak akan muram terhadap kamu, sebab Aku ini murah hati, demikianlah firman TUHAN, tidak akan murka untuk selama-lamanya.

Akibatnya adalah posisi dari pada Israel BERADA DI SEBELAH UTARA.
Utara -> takhta dari pada Bintang Timur, putera Fajar, yang disebut Lucifer, itulah iblis setan, berarti; telah dikuasai roh jahat dan roh najis (Yesaya 14: 12-13).

Yeremia 3: 13
(3:13) Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa engkau telah mendurhaka terhadap TUHAN, Allahmu, telah melampiaskan cinta berahimu kepada orang-orang asing di bawah setiap pohon yang rimbun, dan tidak mendengarkan suara-Ku, demikianlah firman TUHAN."

Di sini kita perhatikan, bahwa; Tuhan menghimbau supaya Israel kembali kepada Tuhan, namun terlebih dahulu Israel harus MENGAKUI KESALAHANNYA DI HADAPAN TUHAN.
Mengakui kesalahan = melepaskan diri dari segala ikatan.
Kesalahan apapun yang diperbuat seseorang, baik itu kesalahan yang besar, kesalahan yang kecil, mulai dari dosa kejahatan maupun dosa kenajisan, kalau ia mengakuinya, berarti ia telah dilepaskan dari ikatan dosa tersebut.

Kita kembali memperhatikan Markus 11.
Markus 11: 23
(11:23) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.

Di sini kita perhatikan, bahwa; orang yang memiliki kuasa, dapat memindahkan gunung dan mencampakkan gunung itu ke dalam laut.

Mari kita perhatikan ...
Ada dua golongan yang harus dicampakkan ke dalam lautan api neraka, antara lain;
1.    GOLONGAN YANG PERTAMA: MEREKA YANG MENYESATKAN ANAK KECIL.
Matius 18: 6
(18:6) "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

Mereka yang menyesatkan anak kecil, yaitu;
-      Iblis setan, itulah roh jahat dan roh najis.
-      Nabi-nabi palsu.
-      Antikris.

2.    GOLONGAN YANG KEDUA: MEREKA SEMUA YANG MELAKUKAN KEJAHATAN.
Wahyu 21: 8
(21:8) Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Orang-orang yang melakukan delapan macam kejahatan, adalah;
-      orang-orang penakut,                         -    orang-orang sundal,
-      orang-orang yang tidak percaya,          -    tukang-tukang sihir,
-      orang-orang keji,                               -    penyembah-penyembah berhala,
-      orang-orang pembunuh,                      -    dan semua pendusta.
Mereka mendapat bagian di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang / mendapat bagian dalam kematian yang kedua.

Jadi, KUASA ITU PENTING, supaya dapat memindahkan gunung lalu mencampakkannya ke dalam lautan = melepaskan diri dari dosa dan kematian yang kedua.

Namun saudaraku, perlu kita perhatikan ...
Syarat untuk memindahkan gunung.
Matius 17: 20
(17:20) Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

Syarat untuk memindahkan bahkan mencampakkan gunung ke dalam lautan adalah terlebih dahulu MEMILIKI IMAN SEBESAR BIJI SESAWI saja.

Mari kita perhatikan; BIJI SESAWI.
Matius 13: 32
(13:32) Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya."

Iman yang dikaitkan dengan biji sesawi, itu adalah IMAN yang BERKUASA dan KUAT.
Sebab di sini dikatakan: sekalipun benih itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi kalau benih itu tumbuh, ia akan menjadi besar, bahkan menjadi pohon.

Kembali kita perhatikan ...
Matius 17: 20-21
(17:20) Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
(17:21) [Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.]"

Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan dan bagi kita sekalian, kalau memiliki iman yang dikaitkan dengan biji sesawi.

Namun, untuk memindahkan gunung itu, iman yang dikaitkan dengan biji sesawi, bekerja sama dengan dua hal.
YANG PERTAMA: DENGAN BERDOA.
1 Timotius 2: 1
(2:1) Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,

Sesuai dengan nasihat firman Tuhan;
-      pertama-tama menaikkan doa permohonan,
-      menaikkan doa syafaat,
-      menaikkan doa ucapan syukur,
-      hidup di dalam doa penyembahan.
Matius 26: 40-41
(26:40) Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?
(26:41) Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

Adapun doa penyembahan itu berlangsung selama satu jam, tujuannya; supaya seseorang jangan jatuh ke dalam pencobaan, sebab roh itu memang penurut tetapi daging itu lemah, artinya; setiap orang rindu untuk berbuat / melakukan sesuatu yang baik, tetapi dagingnya lemah untuk menghadapi cobaan.
Berarti, supaya tidak jatuh dalam pencobaan, hiduplah dalam doa penyembahan selama satu jam.

Dan memang, kalau kita perhatikan di sini; setelah Yesus melangsungkan doa penyembahan selama satu jam, selanjutnya Yesus harus MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH BAPA, yaitu MINUM DARI CAWAN ALLAH.
Meminum cawan Allah, artinya; Yesus harus menanggung penderitaan di atas kayu salib.
Itu sebabnya, setelah peristiwa di taman Getsemani, Yesus ditangkap dan diserahkan kepada Mahkamah Agama.

Jadi, kekuatan kita supaya mampu menghadapi pencobaan (yaitu minum cawan Allah) adalah menaikkan doa,  dimulai dari doa permohonan, doa syafaat, doa ucapan syukur, selanjutnya tingkatan yang teratas adalah doa penyembahan.

YANG KEDUA: DENGAN BERPUASA.
Matius 6: 16
(6:16) "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Berpuasa yang dikehendaki oleh Tuhan adalah berpuasa TANPA KEMUNAFIKAN.
Tanpa kemunafikan, berarti; tidak mengubah air mukanya, sebab memang, puasa itu tidak perlu diketahui oleh orang lain.

Kalau berpuasa disertai dengan kemunafikan, berarti ia mengubah air mukanya, dan dengan air mukanya itu, orang lain tahu bahwa ia sedang berpuasa, dan orang yang seperti ini tidak mendapat upah dari Tuhan, melainkan dari orang yang melihatnya saja.

Kalau kita perhatikan dalam Matius 15.
Matius 15: 7-9
(15:7) Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:
(15:8) Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
(15:9) Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

Ibadah yang dilangsungkan dengan kemunafikan, termasuk juga ibadah puasa di hadapan Tuhan, adalah ibadah / puasa yang sia-sia, sebab orang munafik itu; bibir memuji Tuhan tetapi hati jauh dari Tuhan = di luar terlihat baik, sepertinya rohaniawan / memuji Tuhan, tetapi hatinya jauh dari Tuhan, karena hatinya telah dikotori oleh segala jenis kejahatan.
Itu sebabnya di ayat 9 dikatakan: “Percuma mereka beribadah kepada-Ku”, termasuk ibadah puasa.

Jadi, melangsungkan puasa yang benar adalah tanpa kemunafikan, yaitu tanpa mengubah air muka, sebab muka yang muram pasti hatinya panas (Kejadian 4: 6). Muka muram, hati panas, tidak memancarkan kemuliaan Allah.

Bandingkan dengan; BERPUASA YANG DIKEHENDAKI OLEH TUHAN.
Matius 6: 17
(6:17) Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,

Berpuasa yang dikehendaki oleh Tuhan, yaitu;
YANG PETAMA: MEMINYAKI KEPALA.
Tidak semua orang suka meminyaki kepala atau rambutnya, seperti saya, tidak suka meminyaki rambut, apalagi kalau seseorang tidak memiliki rambut (botak), ia pasti tidak suka meminyaki rambut / kepalanya.
Tetapi di sini dikatakan: “... apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu ...

Mari kita perhatikan: SUPAYA MINYAK URAPAN ITU ADA DI ATAS KEPALA.
Imamat 21: 12
(21:12) Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

Supaya minyak urapan itu ada di atas kepala; JANGAN KELUAR DARI TEMPAT KUDUS.
Kalau dalam pola Tabernakel, terkena pada ruangan suci = tempat pengudusan = kandang penggembalaan.
Kalau seseorang berada di tempat kudus, berarti seseorang tidak melanggar kekudusan Allah, itu sebabnya minyak urapan ada di atas kepalanya, dan minyak urapan di atas kepala menandakan bahwa ia telah dikhususkan bagi Allah.

Sebagai seorang gembala sidang, saya tidak henti-hentinya mengatakan; tekunlah dalam tiga macam ibadah utama, sesuai dengan tiga macam alat yang ada di dalam tempat kudus.
1.    MEJA ROTI SAJIAN, artinya; tekun dalam Ibadah Pendalaman Alkitab, disertai dengan perjamuan suci.
2.    PELITA EMAS, artinya; tekun dalam Ibadah Raya Minggu, disertai dengan kesaksian.
3.    MEZBAH DUPA, artinya; tekun dalam Ibadah Doa Penyembahan.
Doa penyembahan, artinya; hanyut dan tenggelam di dalam kasih Allah.

Berpuasa yang dikehendaki oleh Tuhan, yaitu;
YANG KEDUA: MENCUCI MUKA.
Mencuci muka, artinya mencuci panca indra.
1.    MENCUCI KULIT / PIPI.
Artinya; mencuci / membasuh perasaan yang salah.
Sebab kulit / pipi -> perasaan.
Sedangkan perasaan yang salah = tidak tinggal dalam kasih Allah.
Kalau seseorang tinggal dalam kasih Allah, pasti perasaannya benar, tidak salah.

2.    MENCUCI MULUT / BIBIR.
Artinya; tidak terdapat lagi perkataan-perkataan dusta di dalam mulut = bibir lain, yakni bibir yang bersih.
Kalau seseorang tidak salah dalam perkataannya, ia sempurna di hadapan Allah, dan ia sanggup mengendalikan seluruh tubuhnya, sehingga seluruh anggota tubuhnya tidak berada dalam gelap.

3.    MENCUCI / MEMBASUH HIDUNG.
Hidung juga harus dibasuh / dicuci, supaya seseorang dapat melangsungkan / menaikkan doa penyembahan kepada Tuhan, sebab nafas hidup manusia adalah doa penyembahan.
Kalau hidung seseorang tersumbat / tidak bersih, seseorang tidak dapat bernafas, artinya; tidak dapat melangsungkan doa penyembahan.

4.    MENCUCI / MEMBASUH MATA.
Matius 6: 22-23
(6:22) Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;
(6:23) jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.

Kalau mata baik, maka teranglah seluruh tubuh.
Berarti, pandangan harus baik, supaya tidak memiliki pandangan yang salah. Dengan pandangan yang baik ini, maka seluruh tubuh pasti diterangi.
Namun, kalau selaput mata / daging (kelopak mata) menutupi mata, itu adalah pandangan yang tidak baik.
Jadi, pandangan yang baik itu adalah, di mana mata tidak ditutupi oleh kelopak / selaput daging = tidak memandang kepada perkara-perkara daging / perkara jasmani / perkara lahiriah, itulah pandangan yang baik.

5.    MENCUCI TELINGA.
Telinga adalah alat yang digunakan untuk mendengar suara Tuhan.
Telinga yang mendengar suara Tuhan = telinga yang dengar-dengaran.
Telinga yang dengar-dengaran adalah telinga dari seorang yang tergembala, seperti domba yang tergembala dengan baik dalam satu kandang, satu gembala, itulah telinga yang sudah dibasuh / dicuci (Yohanes 10: 3).

Biarlah kita semua mencuci muka, berarti membersihkan panca indra, itulah kulit / pipi, mulut, hidung, mata dan telinga, sehingga dengan demikian, gunung itu dapat dipindahkan bahkan dicampakkan ke dalam lautan.

Kembali kita baca Matius 6.
Matius 6: 18
(6:18) supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Dengan melangsungkan puasa tanpa kemunafikan, kemudian disertai meminyaki rambut / kepala, juga mencuci muka, maka Tuhan pun membalaskannya kepada saya dan saudara.
Jadi, apa saja yang kita minta, apa saja yang kita doakan, akan dibalaskan / dikabulkan oleh Tuhan.

Markus 11: 23
(11:23) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.

Di dalam Tuhan tidak ada yang mustahil, tidak ada yang harus kita bimbangkan, biarlah kita melangsungkan doa penyembahan malam hari ini, dan biarlah lewat doa penyembahan malam hari ini kita yakinkan diri, apa saja yang kita minta, kita telah menerimanya, asal saja tidak bimbang, sebab di dalam Tuhan tidak ada kebimbangan. Amin.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment