KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, December 9, 2016

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 30 NOVEMBER 2016

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 30 NOVEMBER 2016

“KITAB KOLOSE”
(SERI: 102)

Subtema: FIRMAN ALLAH ADALAH PELITA.

Shalom saudaraku!
Selamat malam, salam sejahtera bagi kita semua. Oleh karena kemurahan hati Tuhan, kita dimungkinkan untuk melangsungkan Ibadah Doa Penyembahan.

Sebelum kita tersungkur di bawah kaki salib Tuhan, terlebih dahulu kita memperhatikan firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari surat yang dikirim oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose.
Kolose 1: 21
(1:21) Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,

Kita perhatikan kalimat: “Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah”, ini menunjuk kepada :
1.     Bangsa kafir = orang-orang yang tidak bersunat.
2.     Orang fasik dengan segala perbuatan fasik mereka.
Mereka yang dahulu hidup jauh dari Allah memusuhi Allah dalam hati dan pikiran mereka dan itu nyata dalam setiap perbuatan-perbuatan mereka yang jahat.
Pendeknya, setiap melakukan perbuatan-perbuatan jahat menunjukkan bahwa seseorang masih hidup jauh dari Allah, sekalipun ia berada di tengah-tengah ibadah dan pelayanan.

Lebih jauh kita melihat orang yang dahulu hidup jauh dari Allah...
Efesus 2:1
(2:1) Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

Yang dahulu hidup jauh dari Allah; banyak melakukan pelanggaran juga banyak melakukan dosa, sedangkan upah dosa adalah maut.

Efesus 2:2-3
(2:2) Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
(2:3) Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.

Penyebab-penyebab terjadinya dosa:
1.     Mengikuti jalan dunia ini.
Menunjukkan bahwa dunia ini mempunyai arus yang sangat kuat untuk mempengaruhi dan menghanyutkan kerohanian anak-anak Tuhan, sampai mengalami kematian rohani sehingga anak-anak Tuhan tidak dapat menyenangkan hati Tuhan.
2.     Mentaati penguasa kerajaan angkasa.
Pertanyaannya: Siapakah mereka yang mentaati penguasa kerajaan angkasa?
Jawabnya: mereka adalah orang-orang yang dikuasai roh pendurhakaan.
Roh pendurhakaan, adalah: pemberontakan kepada Allah.
3.     Hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging.
Perlu untuk diketahui:
-       Hidup menurut keinginan daging memikirkan hal-hal yang dari daging, berarti; tidak memikirkan hal-hal yang dari roh, itulah perkara di atas, perkara rohani, yaitu ibadah dan pelayanan.
-         Hidup menurut keinginan daging menunjukkan bahwa seseorang masih berada di bawah hukum Taurat.
Hukum Taurat; “Mata ganti mata, gigi ganti gigi”, arti rohaninya ialah kejahatan dibalas dengan kejahatan = orang yang berbuat salah tidak luput dari penghukuman.
Orang yang berada di bawah hukum Taurat tidak kenal belas kasih/jauh dari kasih karunia, kemurahan hati Tuhan.
Kemudian, orang yang masih berada di bawah hukum Taurat, menjalankan ibadahnya hanya secara lahiriah, yaitu;  mulut memuji Tuhan tetapi hatinya jauh dari Tuhan = mempersembahkan tubuh jasmaninya kepada Tuhan tetapi manusia batiniahnya tidak dipersembahkan kepada Tuhan. Inilah ibadah yang sia-sia, ibadah yang tidak mengandung janji, baik untuk masa sekarang maupun untuk masa yang akan datang.
Efesus 2:11-12
(2:11) Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu -- sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia,
(2:12) bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.

Yang dahulu hidup jauh dari Allah, berarti: “Tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel, tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia” = binasa, berujung kepada kematian yang kekal.

Keterangan: TANPA PENGHARAPAN.
Tanpa pengharapan berarti: putus asa -> orang yang mudah goyah, tidak memiliki pendirian yang teguh, Dikaitkan dengan pribadi Ayub, hidup tanpa pengharapan setelah mendengar perkataan-perkataan dari ketiga sahabat-sahabatnya.

Sebagai bukti dari pihak Tuhan...
Ayub 42:7-8
(42:7) Setelah TUHAN mengucapkan firman itu kepada Ayub, maka firman TUHAN kepada Elifas, orang Téman: "Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.
(42:8) Oleh sebab itu, ambillah tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan dan pergilah kepada hamba-Ku Ayub, lalu persembahkanlah semuanya itu sebagai korban bakaran untuk dirimu, dan baiklah hamba-Ku Ayub meminta doa untuk kamu, karena hanya permintaannyalah yang akan Kuterima, supaya Aku tidak melakukan aniaya terhadap kamu, sebab kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub."

Ketiga sahabat-sahabat Ayub tidak berkata benar tentang Tuhan, dan inilah yang menyebabkan Ayub putus asa.
Adapun perkataan-perkataan ketiga sahabat-sahabat Ayub, di mulai dari Ayub 4-31.

Sebagai bukti dari pihak Elihu...
Ayub 32-9,13
(32:9) Bukan orang yang lanjut umurnya yang mempunyai hikmat, bukan orang yang sudah tua yang mengerti keadilan.
(32:13)Jangan berkata sekarang: Kami sudah mendapatkan hikmat; hanya Allah yang dapat mengalahkan dia, bukan manusia.

Sahabat-sahabat Ayub merasa mempunyai hikmat dan mengerti keadilan karena usia mereka sudah tua, sehingga leluasa berbicara kepada Ayub.
Lewat Pengajaran Mempelai dalam terang-Nya Tabernakel kita memiliki pengertian yang begitu dalam dan begitu luas, tetapi kalau tidak menjadi pelaku, tidak menjadi praktek, maka menjadi batu sandungan, membuat orang lain putus asa, baik lewat perkataan maupun lewat perbuatan.

Resiko mendengarkan Pengajaran Mempelai dalam terang-Nya Tabernakel apabila tidak menjadi pelaku, menjadi ahli Taurat. Karena firman Pengajaran Mempelai dalam terang-Nya Tabernakel ibarat obat (pil) yang dosisnya tinggi. Sebab kalau tidak menjadi pelaku nantinya kebal.
Inilah yang dikuatirkan dari orang yang menerima firman Pengajaran Mempelai dalam terang-Nya Tabernakel.
Tetapi sangat diuntungkan kalau kita mau menerimanya dengan segala kerendahan hati dan hidup di dalamnya.

Ayub 32:12
(32:12) Kepadamulah kupusatkan perhatianku, tetapi sesungguhnya, tiada seorang pun yang mengecam Ayub, tiada seorang pun di antara kamu menyanggah perkataannya.

Dalam percakapan itu, sahabat-sahabat Ayub mengecam Ayub. Mengecam berarti mengkritik dan mencela, tetapi tidak memberi jalan keluarnya.
Sementara Ayub mengalami pergumulan yang begitu berat (pasal 1-2), justru ketiga sahabat-sahabat Ayub mengecam, mengkritik.
Biasanya, bila seseorang memiliki pengertian, bertanggungjawab atas perkataannya. Tetapi kalau hanya mengkritik saja namun tidak dapat memberi jalan keluar, ini orang yang tidak disukai oleh Tuhan.
Saya merindu agar kita dapat pengertian yang benar tentang Ayub ini, kiranya Tuhan senantiasa memberi pengertian baru tentang Ayub kepada kita.
Ketiga sahabat Ayub berbicara tidak benar tentang Tuhan, bahkan mengecam Ayub, itu sebabnya Ayub putus asa dan berkata tanpa pengharapan sebanyak tujuh kali.

Perlu untuk diketahui: kalau seseorang mempunyai hikmat dan mengerti keadilan ia tidak akan mengecam, karena:
-         Hikmat  kegunaannya untuk membedakan antara yang baik dan yang jahat.
-         Keadilan kegunaannya  membela yang lemah = melepaskan seseorang dari kelemahan.
Tetapi ketiga sahabat-sahabat Ayub justru mengecam, sehingga Ayub menjadi putus asa/hidup tanpa pengaharapan.
Perkataan hidup tanpa pengharapan itu diucapkan sebanyak tujuh kali, antara lain:
1.     Ayub 7:6 “Hari-hariku berlalu lebih cepat dari pada torak, dan berakhir tanpa harapan.”
2.     Ayub 13:15 “Lihatlah, Ia hendak membunuh aku, tak ada harapan bagiku, namun aku hendak membela perilakuku di hadapan-Nya.”
3.     Ayub 14:19seperti batu-batu dikikis air, dan bumi dihanyutkan tanahnya oleh hujan lebat, demikianlah Kauhancurkan harapan manusia.”
4.     Ayub 17:15a maka di manakah harapanku?”
5.     Ayub 17:5bSiapakah yang melihat adanya harapan bagiku?”
6.     Ayub 19:10Ia membongkar aku di semua tempat, sehingga aku lenyap, dan seperti pohon harapanku dicabut-Nya.”
7.     Ayub 27:8 “Karena apakah harapan orang durhaka, kalau Allah menghabisinya, kalau Ia menuntut nyawanya?”
Pengakuan Ayub hidup tanpa pengharapan sebanyak tujuh kali dikaitkan dengan kaki dian emas (pelita emas).
Dalam kitab Ayub 17:15a, Ayub berkata: maka di manakah harapanku? Perkataan ini menunjukkan bahwa Ayub berada di dalam kegelapan, karena pernyataan Ayub yang keempat tepat pada kandilnya (pokoknya), yang menunjuk pada pribadi Yesus Kristus.
Tiga cabang pada sisi yang satu dan sisi yang lain -> pribadi anak-anak Tuhan, gereja Tuhan, sebab kita adalah ranting-ranting-Nya, Yesus Kristus adalah,  pokoknya.
Kalau seseorang putus asa pasti gelap mata. Sedangkan mata adalah pelita, dan kalau mata tidak baik maka gelaplah seluruh tubuh...Matius 6:22-23.

Ayub 3:4
(3:4) Biarlah hari itu menjadi kegelapan, janganlah kiranya Allah yang di atas menghiraukannya, dan janganlah cahaya terang menyinarinya.

Sampai pada akhirnya Ayub berkata; Biarlah hari kelahirannya menjadi kegelapan, Ayub tidak ingin dilahirkan ke dunia sebagai manusia, oleh karena sengsara dan penderitaan berat yang dialaminya.
Orang yang menginginkan kegelapan berarti, tidak menginginkan cahaya terang  menyinari hidupnya = tidak butuh perhatian Tuhan.

Ayub 3:5-9
(3:5) Biarlah kegelapan dan kekelaman menuntut hari itu, awan-gemawan menudunginya, dan gerhana matahari mengejutkannya.
(3:6) Malam itu -- biarlah dia dicekam oleh kegelapan; janganlah ia bersukaria pada hari-hari dalam setahun; janganlah ia termasuk bilangan bulan-bulan.
(3:7) Ya, biarlah pada malam itu tidak ada yang melahirkan, dan tidak terdengar suara kegirangan.
(3:8) Biarlah ia disumpahi oleh para pengutuk hari, oleh mereka yang pandai membangkitkan marah Lewiatan.
(3:9) Biarlah bintang-bintang senja menjadi gelap; biarlah ia menantikan terang yang tak kunjung datang, janganlah ia melihat merekahnya fajar,

Ayub lebih merindukan kegelapan dari pada benda-benda penerang di cakrawala, yaitu; matahari, bulan dan bintang. Pendeknya,  Ayub tidak butuh cahaya terang (perhatian Tuhan) oleh karena perkataan-perkataan yang tidak bertanggungjawab dari ketiga sahabat-sahabat Ayub.
Ayub lebih suka kematian, karena begitu berat penderitaan yang dialaminya. Maka tidak sedikit orang yang stres, depresi, dan akhirnya  bunuh diri. Jangan sampai hal ini terjadi, karena perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan kita maka orang lain putus asa.
Inilah yang ditimbulkan oleh karena perkataan-perkataan ketiga sahabat-sahabat Ayub, persis seperti perkataan dari tri tunggalnya Setan, yaitu: naga, antikris, dan nabi-nabi palsu.

Sekarang kita melihat tri tunggal Setan...
Yang pertama: ular naga.
Wahyu 12:15
(12:15) Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu

Ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu.
Tujuannya: untuk menghanyutkan mempelai perempuan Tuhan (gereja Tuhan).
Seringkali kita mendengar kata-kata manis dan kata-kata indah dari seorang hamba Tuhan sampai akhirnya sidang jemaat dibuai, terlena, terhanyut dalam setiap pemberitaan firman Tuhan, tetapi di dalamnya tidak ditegakkan salib Kristus.
Hati-hati perkataan manis dan indah di dengar telinga tetapi salib tidak ditegakkan = tong kosong nyaring bunyinya, artinya; menghanyutkan.
Hanyut, berarti terbawa arus, sampai pada akhirnya, lenyap, binasa.
Tandingan air sebesar sungai dari mulut naga, adalah; sungai air kehidupan...Wahyu 22:1.

Perbandingan dengan sungai air kehidupan.
Wahyu 22:1
(22:1) Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

Sungai air kehidupan jernih bagaikan kristal. Kristal = transparan, berarti tampil apa adanya, luar dan dalam  sama saja, tidak ada yang tersembunyi, tidak ada yang ditutup-tutupi dan tidak munafik. Itulah kuasa dari pada sungai air kehidupan, yang mengalir dari takhta Anak Domba dan dari takhta Allah.
Sungai air kehidupan -> cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, dan Injil kerajaan.

Cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus adalah firman Pengajaran yang rahasia-Nya dibukakan...2 Korintus 4:34.
Firman Pengajaran yang rahasia-Nya dibukakan, dalam terang-Nya Roh Kudus, berkuasa untuk menyingkapkan rahasia yang terkandung di dalam hati atau berkuasa menyingkapkan segala yang terselubung...2 Korintus 3:14-15.

Yang kedua; Antikris (binatang yang keluar dari dalam laut).
Wahyu 13:1,5
(13:1) Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
(13:5) Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.

Binatang yang keluar dari dalam laut -> pada antikris, kepada binatang itu diberi mulut yang penuh kesombongan dan hujat.

Wahyu 13:6
(13:6) Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.

Binatang yang keluar dari dalam laut itu membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga dengan kata-kata sombong.

Wahyu 13:2-4
(13:2) Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
(13:3) Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.
(13:4) Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: "Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?"

Penyebab mulut antikris penuh dengan kesombongan dan hujat; karena mujizat-mujizat yang mereka adakan.
Pada akhirnya pengikut-pengikutnya juga penuh dengan kata-kata sombong yang berkata: "Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?"
Karena mujizat kesembuhan yang diadakan oleh binatang yang keluar dari dalam laut (antikris) pengikut-pengikutnya juga menjadi sombong dan di mulut penuh dengan kata-kata hujat.
Kalau seseorang merasa diri bisa dan mampu = orang yang sombong. Karena tanpa disadari perkataannya nanti penuh dengan kata-kata hujat/kesombongan, seperti antikris; dikuasai roh jual beli (mamon/uang).
Kalau seseorang terikat dengan uang maka hidupnya akan diatur oleh uang, sehingga orang yang memiliki banyak uang tanpa disadari mulutnya penuh dengan kata sombong dan kata hujat.
Jadi, pengikut-pengikut dari antikris menjadi sombong karena uang dan mujizat-mujizat yang diadakan oleh antikris.
Kalau kita menyadari, bahwa segala yang ada pada kita; termasuk harta, kekayaan, uang, jabatan, itu semua berasal dari Tuhan, maka tidak ada alasan untuk bermegah. Hanya orang yang tidak menyadari diri bahwa hidup karena kemurahan Tuhan, menjadi sombong.

Yang ketiga: nabi-nabi palsu (binatang yang keluar dari dalam bumi).
Wahyu 13:11
(13:11) Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga.

Binatang yang keluar dari dalam bumi menunjuk nabi-nabi palsu, sebab kalau ia berbicara sama seperti seekor naga. Berarti penuh dengan kepalsuan, kata-kata dari mulutnya penuh dengan dusta.

Praktek kepalsuan dari nabi-nabi palsu:
1.     Menambahkan firman yang disampaikan.
Artinya, menyampaikan satu, dua ayat firman lalu disertai/ditambahkan dengan cerita-cerita isapan jempol, dongeng nenek-nenek tua, takhayul-takhayul, filsafat-filsafat kosong. Berarti firman Allah dijelaskan dengan sebuah cerita-cerita, untuk memberi suatu pengertian.
Dongeng dan cerita-cerita digunakan untuk menjelaskan firman Allah, itulah yang dilakukan oleh nabi-nabi palsu = dusta.
2.    Dikurangkan.
Artinya, pemberitaan firman tentang salib diganti dengan dua hal, yaitu:
-         Teori kemakmuran, artinya orang kristen tidak boleh miskin melainkan harus  kaya.
-         Pemberitaan tentang salib diganti dengan tanda-tanda heran/mujizat-mujizat, tetapi mengecilkan salib Yesus Kristus.
Kalau salib ditegakkan, maka akan nyata seluruh perbuatan-perbuatan kita dan segala kejahatan-kejahatan kita. Sebaliknya, kalau hanya mengadakan mujizat saja, hal itu tidak akan pernah menunjukkan kesalahan-kesalahan.

Kesimpulannya, tri tunggal Setan (ular naga, antikris, dan nabi-nabi palsu) pada dasarnya tidak berkata-kata benar tentang Tuhan, walaupun mereka berada di tengah-tengah pelayanan.
Persis seperti tiga sahabat Ayub, mereka mengaku memiliki hikmat dan mengerti keadilan tetapi justru mulut mereka mengecam.
Sahabat-sahabat Ayub berbicara tentang Tuhan, tetapi tidak benar, seperti tri tunggalnya Setan.

Wahyu 12, 13 sampai 16 -> dunia dalam kegelapan, karena benda-benda penerang, cakrawala (terang Allah) sudah menjadi milik mempelai perempuan-Nya. Maka mereka yang ada di dalam dunia berada dalam kegelapan, berarti binasa.
Dan Wahyu 18 -> penghukuman atas Babel berlangsung (tempatnya roh jahat dan roh najis).

Wahyu 12:1
12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Tiga benda penerang yang ada di cakrawala sudah menjadi miliknya Mempelai perempuan. Dan dunia dalam kegelapan oleh karena tri tunggalnya Setan .. Wahyu 12, 13-16.

Jalan keluarnya.
Jangan putus asa, kita harus mengerjakan apa yang dikerjakan oleh Abraham, dia bapa bagi banyak bangsa/ bapak orang beriman. Sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun dia tetap berharap dan percaya terhadap janji Tuhan.
Apapun yang terjadi jangan putus asa, dengar-dengaran saja, pasti berhasil.
Saya juga harus dengar-dengaran sebab kalau saya tidak dengar-dengaran maka saya tidak dapat menyampaikan firman dengan benar. Kalau domba berada dalam penggembalaan maka mendengar suara gembala dan mengikuti geraknya firman Pengajaran Mempelai, kemana saja kita dibawa.
Yang pasti, Pengajaran Mempelai membawa kita masuk dalam pesta nikah Anak Domba, sebagai sasaran akhir dari ibadah dan pelayanan di atas muka bumi.
Belajar dengar-dengaran kepada yang baik, sebab di situ letak keberhasilan dan tidak akan binasa.
Kalau seseorang kehilangan nyawa karena salib dia akan memperolehnya kembali, tetapi kalau dia binasa tanpa salib dengan apa dia menggantikan nyawanya?
Hati-hati dengan mulut ini. Seperti mulut dari tiga sahabat Ayub, beresiko tinggi, kaitannya sama dengan tri tunggal Setan, bahaya sekali, sampai menghanyutkan Ayub yang begitu saleh. Kalau Ayub bisa dihanyutkan, lalu kita ini siapa? Kalau tidak berpegang teguh kepada firman Pengajaran Mempelai dalam terang-Nya Tabernakel.

Keluaran 25:31-34
(25:31) "Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya -- dengan tombolnya dan kembangnya -- haruslah seiras dengan kandil itu.
(25:32) Enam cabang harus timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain.
(25:33) Tiga kelopak yang berupa bunga badam pada cabang yang satu -- dengan tombol dan kembangnya -- dan tiga kelopak yang serupa pada cabang yang lain -- dengan tombol dan kembangnya --; demikianlah juga kaubuat keenam cabang yang timbul dari kandil itu.
(25:34) Pada kandil itu sendiri harus ada empat kelopak berupa bunga badam -- dengan tombolnya dan kembangnya.

Kaki dian emas terdiri dari; batang dan 6 cabang, 3 cabang dari sisi yang satu, dan cabang dari sisi yang lain. Kemudian, setiap cabang terdiri dari 3 kelopak, tombol, bunga, berarti 3 cabang pada sisi yang satu ada 9 kelopak, tombol, dan bunga, juga 3 cabang pada sisi yang lain.
Sedangkan pada kandil (batang/pokok yang di tengah) terdapat 4 kelopak, tombol dan bunga, berarti semuanya berjumlah 12. Berarti, kelopak, tombol dan bunga semuanya berjumlah 27, juga 3 cabang sisi yang lain ada  27.
Kesimpulannya; kelopak, tombol dan bunga pada batang, dan 6 cabangnya berjumlah 66 -> jumlah kitab dalam Perjanjian lama-Perjanjian baru.
Angka 27 -> 27 kitab dalam Perjanjian Baru.
Lalu 27 + 12 = 39 -> 39 kitab Perjanjian Lama.
Perjanjian Lama 39 kitab, Perjanjian baru 27 berarti, total keseluruhannya terdapat 66 kitab.
Angka 9 -> 9 buah Roh Kudus dan 9 karunia-karunia Roh Kudus.

Mazmur 119:105
(119:105) Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

Jadi benar sekali bahwa, firman Tuhan adalah pelita bagi kaki kita masing-masing dan terang bagi jalan kita masing-masing, sekalipun jalan itu  jalan yang terjal, berbatu-batu dan jalan yang berliku-liku, sekalipun itu banyak rintangan dan sandungan, kita dapat lalui. Tidak ada seorang pun manusia yang sanggup menghadapi persoalannya dengan kekuatannya sendiri tanpa bersama dengan Tuhan.
Jangan lagi dengar perkataan yang indah tetapi menghanyutkan, jangan lagi dengar nabi-nabi palsu dan antikris, jangan lagi dengarkan firman yang sifatnya menambahkan dan mengurangkan, tetapi dengarlah firman salib Kristus walaupun mengoreksi dosa dan sakit bagi daging, tetapi itu pelita bagi kaki dan menerangi setiap jalan kita.
Jangan cepat tersinggung. Siapa lagi yang bisa mengangkat kita dari keterpurukkan karena dosa kejahatan, kenajisan, kalau bukan Tuhan Yesus?
Dimana saudaramu ketika engkau jatuh dalam kegelapan dosa?, dimana familymu ketika engkau jatuh dalam dosa kejahatan? Hanya Tuhan yang sanggup mengangkat engkau dan saya.

Keluaran 25:31
(25:31) "Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya -- dengan tombolnya dan kembangnya -- haruslah seiras dengan kandil itu.

“Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan”  kaki dian emas dan tujuh pelita yang menyala-nyala terbuat dari emas tempaan. Emas tempaan berarti; emas yang dipanaskan supaya mudah dipukul dan dibentuk. Demikian juga sidang jemaat harus mengalami proses sengsara untuk menjadi pelita dan menjadi terang di tengah-tengah dunia ini. Kita harus ditempa terlebih dahulu supaya tampil menjadi pelita.
Sepandai-pandainya  manusia bila menolak salib/tanpa proses salib, tidak akan bisa tampil menjadi terang.
Kaki dian emas itu juga dibuat dari emas murni. Emas murni -> kekayaan sorgawi yang terdapat pada pribadi Allah Tri Tunggal, terkhusus pada pribadi Allah Roh Kudus.

1 Petrus 4:12-13
(4:12) Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
(4:13) Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

Biarkanlah dirimu ditempa, jangan lari dari kenyataan hidup, jangan ambil jalan pintas, yaitu jalan Setan, supaya menjadi pelita emas (terang dunia).
Sehingga kita juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Tuhan Yesus menyatakan kemulian-Nya, dimana Ia tampil sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga untuk kedatangan-Nya yang kedua.

1 Petrus 4:14
(4:14) Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

Justru berbahagialah jika seseorang dinista karena nama Kristus, dan berbahagialah jika dianiaya karena firman, alasannya; sebab roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padanya. Sebab tidak mungkin roh kemuliaan  (Roh Allah) ada pada diri seseorang tanpa salib.
Maka untuk mendengar firman tentang salib, butuh kesabaran, supaya nyata kemuliaan pada diri kita masing-masing. Dan di situlah Roh Tuhan tanpa batas menguasai seseorang, nyatalah Kemuliaan-Nya. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang


No comments:

Post a Comment