KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Monday, December 26, 2016

IBADAH RAYA MINGGU, 04 DESEMBER 2016

IBADAH RAYA MINGGU, 04 DESEMBER 2016
“WAHYU PASALENAM”
(Seri 06)

Subtema: MAHKOTA SEBAGAI TANDA KEMENANGAN.

Shalom...!
Selamat malam, salam sejahtera, salam di dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus, oleh karena kasih-Nya kita dapat melangsungkan Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian.

Segera kita memperhatikan firman penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu dari kitab Wahyu 6.
Wahyu 6:1
(6:1). Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: "Mari!"

Kembali saya mengingatkan kita semua tentang meterai yang pertama, yang telah dibuka oleh Anak Domba tersebut.
Pada saat pembukaan meterai yang pertama dibuka, maka Rasul Yohanes melihat ada seekor kuda putih, bukan yang lain-lain, misalnya, tempat-tempat hiburan seperti di dalam dunia ini yang sifatnya menyukakan daging, misalnya; mall, pantai, dan lain sebagainya. Rasul Yohanes hanya melihat kuda putih.
Kuda putih -> salah satu oknum dari Allah Trinitas, yaitu; Allah Roh Kudus dan kegiatannya .

Galatia 5:25
(5:25) Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

Saat ini kita berada dalam kegiatan rohani (hidup di dalam roh). Kalau kita hidup di dalam roh, baiklah memberi diri dipimpin oleh roh itu sendiri. Jangan sampai kita hidup di dalam roh (berada di dalam kegiatan rohani) tetapi tidak memberi diri dipimpin oleh roh, ini kesalahan besar.

Roma 8:2
(8:2)Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kita dalam Kristus.
Dimerdekakan artinya; bebas dari hukum dosa dan hukum maut. Upah dosa adalah maut.
Saya bahagia dan saya bersyukur kepada Tuhan, kita berada di dalam  kegiatan roh, buktinya, kita tekun dalam mengikuti tiga macam ibadah pokok, tetapi baiklah kita juga memberi diri dipimpin oleh roh.

Roma 7:5
(7:5) Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut.

Ketika kita masih berada di dalam kegiatan kuda asing, yaitu: hidup di dalam hawa  nafsu daging, maka dosa yang dirangsang oleh hukum Taurat berkuasa dalam anggota-anggota tubuh kita, dari ujung kepala sampai ujung kaki, semua dikuasai oleh dosa, sedangkan upah dosa adalah maut.

Roma 7:6
(7:6)Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.

Hidup dalam roh baiklah memberi diri dipimpin oleh roh, bebas dari hukum Taurat, yaitu; ibadah yang dijalankan secara lahiriah.
Bebas dari hukum Taurat, sama dengan bebas dari hukum dosa dan hukum maut.

Galatia 5:18
(5:18) Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

Jikalau kita memberi diri dipimpin oleh  roh, maka kita tidak akan hidup di bawah hukum Taurat. Bebas dan dimerdekakan dari hukum dosa dan hukum maut.

Hukum Taurat berarti; mata ganti mata dan gigi ganti gigi, arti rohaninya; kejahatan dibalas dengan kejahatan = orang yang berbuat salah tidak luput dari penghukuman. Berarti, tidak mengenal kasih karunia, tidak mengenal belas kasih dan jauh dari dari kemurahan hati Tuhan. Sedangkan kemurahan = kasih karunia, anugerah Allah dan yang tidak layak menjadi layak.

Jadi bersyukurlah karena kemurahan Tuhan kita, melihat kegitaan roh dan kita ada di dalamnya. Sebab tidak ada istilah kebetulan di dalam Tuhan.
Juga anak saya Bunga, bukan suatu kebetulan, tetapi Tuhan yang membawa dia ke tempat ini, supaya bebas dari hukum Taurat, termasuk; kutuk nenek moyang.
Tuhan mau menyatakan kasih karunia-Nya, sebab Tuhan mau mengasihi dia. Mungkin dia tidak mendapat kasih dari orang lain, tetapi Tuhan mau menyatakan kemurahan-Nya.
Saya kebalikan dari si Bunga, saya tidak mendapat kasih sayang dari seorang Ayah, tetapi saya bersyukur sekarang ini karena saya limpah kasih karunia.
Jangan berkecil hati, yang tidak memiliki Ayah dan juga yang tidak meiliki Ibu, sebab kita semua sedang berada di dalam kegiatan roh, tetapi tentunya berilah diri dipimpin, dan jangan lagi berada di dalam kegiatan kuda asing, yaitu, daging, dimana dosa yang dirangsang hukum Taurat berkuasa.
Dan jika seseorang berada dalam hukum Taurat, maka ibadahnya juga Taurat, yaitu; ibadah lahiriah, mulut memuji Tuhan, tetapi hatinya jauh dari Tuhan = mempersembahkan tubuh jasmaninya, tetapi manusia batiniahnya tidak dipersembahkan kepada Tuhan. Dan ini adalah ibadah yang tidak mengandung janji, sebab darah dan daging tidak mewarisi kerajaan sorga.
Pendeknya, kita ada di dalam kegiatan rohani untuk berkemenangan terhadap dosa dan hukum  maut.

Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat...Galatia 5:18.

Tanda kemenangan di dalam diri seseorang...
Wahyu 6:2
(6:2) Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

Si penunggang kuda putih memegang sebuah anak panah, dan ini adalah tanda kemenangan. Panah ini  menjadi senjata bagi Si penunggang kuda putih. Panah, berarti ada busurnya dan anak-anak panahnya.

Habakuk 3:8-9
(3:8 )Terhadap sungai-sungaikah, ya TUHAN, terhadap sungai-sungaikah murka-Mu bangkit? Atau terhadap lautkah amarah-Mu sehingga Engkau mengendarai kuda dan kereta kemenangan-Mu?
(3:9) Busur-Mu telah Kaubuka, telah Kauisi dengan anak panah. Sela Engkau membelah bumi menjadi sungai-sungai;

Tuhan sendiri yang mengendarai kuda, sekaligus kereta kemenangan-Nya.
Selanjutnya kita perhatikan, ada busur dan diisi dengan anak panah.

Busur berbicara tentang firman Allah yang tertulis pada Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yaitu di mulai dari kitab Kejadian dan diakhiri dengan kitab Wahyu, seluruhnya berjumlah 66 kitab.

Lebih jauh kita melihat anak-anak panahnya.
Habakuk 3:11
(3:11) Matahari, bulan berhenti di tempat kediamannya, karena cahaya anak-anak panah-Mu yang melayang laju, karena kilauan tombak-Mu yang berkilat.

Kalimat: “Matahari, bulan berhenti di tempat kediamannya, karena cahaya anak-anak panah-Mu yang melayang laju,maka matahari, bulan berhenti di tempat kediamannya.
Berarti, kalau ayat-ayat firman ini disampaikan maka hati kita diterangi dan seluruh kehidupan kita tentunya akan bercahaya, tidak ada lagi kegelapan.
Kalau matahari dan bulan, sirkulasinya adalah siang dan malam, ada terang dan ada malam = tanpa kepastian.

Yang pasti, kalau ayat firman diterangkan, Dia akan menerangi hati kita, tentu hidup kita bercahaya di tengah-tengah dunia yang gelap ini.

2 Timotius 4:2
(4:2) Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Baik, atau tidak baik waktunya, anak panah ini harus dilepaskan dari busurnya, melaju untuk menembusi seluruh sendi-sendi kehidupan kita semua, sehingga kesalahan itu dinyatakan.
Jadi, firman itu dinyatakan untuk menembusi dosa, dan saat dosa itu ditembusi sakit  bagi daging, tetapi perlu untuk diketahui, Dia yang melukai, Dia juga yang menyembuhkannya.
Ini persis seperti Urim dan Tumim, supaya nanti pada akhirnya kita betul-betul seperti kuda dan kereta kemenangan-Nya.
Kereta itu harta-Nya Tuhan, berarti; jantung hati-Nya Tuhan, seperti tutup dada seorang Imam Besar, di situ terdapat Urim dan Tumim. Imam Besar tugasnya untuk memperdamaikan dosa manusia menjadi pengantara, Allah dengan manusia.

Yesus adalah seorang Imam Besar Agung, Dia telah memperdamaikan dosa kita di atas kayu salib, Dia telah mempertaruhkan hidup-Nya bagi kita, supaya pada akhirnya kita menjadi jantung, hati Tuhan.

Zakharia 9:14
(9:14) TUHAN akan menampakkan diri kepada mereka, dan anak panah-Nya akan melayang keluar seperti kilat. Dan Tuhan ALLAH akan meniup sangkakala dan akan berjalan maju dalam angin badai dari selatan..

Dan anak panah-Nya akan melayang keluar seperti kilat,”  terang-Nya firman ini berkuasa untuk menerangi setiap hati, supaya kehidupan kita bercahaya dan kebenaran dari terang-Nya firman tidak bisa dibantahkan, seperti lajunya anak panah yang digambarkan seperti kilat.
Kalau kita sungguh-sungguh menerima firman Allah, dengan segala kerendahan hati, maka firman itu berkuasa menerangi hati kita, seperti anak panah yang melayang seperti kilat.

Sekarang kita akan memperhatikan mahkota.
Wahyu 6:2
(6:2 ) Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

Di dalam Perjanjian Lama, ada banyak sebutan mahkota, namun di dalam Perjanjian Baru juga ada mahkota.
Secara khusus dalam Perjanjian Baru ada lima mahkota, yaitu:
1.     Mahkota kebenaran.
2.     Mahkota kehidupan.
3.     Mahkota kemuliaan.
4.     Mahkota kebanggan.
5.     Mahkota abadi.

Sekarang kita akan memperhatikan mahkota ini satu persatu...
Keterangan: Mahkota kebenaran.
2 Timotius 4:8
(4:8) Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Sangat jelas di sini kita melihat pengakuan dari Rasul Paulus, bagi dia telah tersedia mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadanya oleh Tuhan.
Ketika Rasul Paulus menerima mahkota, itu merupakan keadilan dari Tuhan kepada Rasul Paulus.

Buktinya:
2 Timotius 4:6-7
(4:6)  Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.
(4:7) Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Sebab Rasul Paulus telah menyelesaikan pekerjaan itu sampai garis akhir.
Arti rohani garis akhir, yaitu:
1.     Sampai Tuhan datang untuk kali yang kedua.
2.     Sampai akhir hayat terlepas dari kandung badan (sampai mati).
Akhirilah pelayanan itu sampai garis akhir, dan itu sebabnya Tuhan mengaruniakan mahkota kebenaran, dan itu keadilan Tuhan. Bukan hanya kepada Rasul Paulus, tetapi juga kepada kita semua yang mau mengakhiri pertandingan/mengakhiri pelayanan sampai garis akhir.
Mengakhiri pertandingan sampai garis akhir, itu butuh pengorbanan, darahnya sudah dicurahkan. Bahkan di tengah ibadah dan pelayanan, dia disebut sebagai domba sembelihan, sebab ia tidak mau melepaskan dirinya dari kasih Allah, sekalipun menghadapi 7 perkara hebat...Roma 7:45.
Jadi, Tuhan adil, Tuhan memperhatikan sengsara kita di tengah ibadah dan pelayanan, nanti Tuhan karuniakan mahkota kebenaran itu.

Keterangan: Mahkota kehidupan.
Yakobus 1:12
(1:12) Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

Dikaruniakan mahkota kehidupan, dijanjikan kepada orang yang betul-betul mengasihi Dia.
Buktinya adalah, bertahan dalam pencobaan. Jangan tinggalkan ibadah dan pelayananmu karena pencobaan.

Sekalipun harus menghadapi ujian/cobaan silih berganti, tetaplah bertahan, sampai pada akhirnya kita menerima mahkota kehidupan itu, yaitu; orang yang mengasihi-Nya, dengan bukti tetap bertahan di dalam Tuhan saat menghadapi ujan dan cobaan.

Wahyu 2:8-10
(2:8 )"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali:
(2:9 )Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu -- namun engkau kaya -- dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.
(2:10) Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Tetaplah setia sampai mati, dan sampai akhirnya kita menerima mahkota kehidupan.
Jemaat di Smirna adalah jemaat yang banyak penderitaan, dia miskin, tetapi perhatian Tuhan tidak luput di jemaat Smirna. Mereka kaya dalam kemurahan, juga kaya dalam kebajikan, sekalipun mereka difitnah oleh jemaah Iblis.
Setia sampai mati, berarti, tetap bertahan sampai nanti Tuhan mengaruniakan mahkota kehiudupan.
Jangan berkecil hati karena kemiskinan dan kesusahan, karena Tuhan akan mengaruniakan mahkota kehidupan, Tuhan membela kita, sama seperti jemaat di Smirna.

Keterangan: Mahkota kemuliaan.
1 Petrus 5:2
(5:2)  Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

Banyak cara seorang hamba Tuhan yang telah menerima jabatan gembala memaksa domba-dombanya, dengan air sebesar sungai, dengan firman yang ditambahkan dan dikurangkan dan banyak cara-cara lain, itu adalah bentuk pemaksaan.
Tetapi kalau salib disampaikan, bukan pemaksaan. Terima, puji Tuhan, tidak terima ya terserah, tanggung sendiri.
Seringkali kita salah mengerti tentang pemaksaan ini, sebab salib bukan pemaksaan, walaupun sakit bagi daging. Pemanis, rayuan, dan lain sebagainya, itulah bentuk pemaksaan.

1 Petrus 5:3-4
(5:3) Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.
(5:4) Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

Tuhan akan mengaruniakan mahkota kemuliaan, mahkota yang tidak layu.

Saudaraku, ini terkhusus bagi gembala-gembala, hamba-hamba Tuhan imam-imam yang sudah melayani Tuhan, yang betul-betul bertanggungjawab atas tugas yang dipercayakan oleh Tuhan kepada dia, yang mau memikul salibnya, sehingga menjadi teladan, kepadanya akan dikaruniakan mahkota kemuliaan yang tidak akan dapat layu.
Kemuliaan, itulah mahkota yang tidak pernah layu, persis seperti pohon kehidupan yang tumbuh di sungai air kehidupan, daun-daunnya tidak pernah layu, tetap hijau dan bahkan bisa menjadi obat bagi bangsa-bangsa.

Keterangan: Mahkota kemegahannya.
 1 Tesalonika 2:19
(2:19 ) Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu?

Rasul Paulus berkata: “Siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu?”
Jadi mahkota kemegahan di sini adalah kebanggaan dari seorang hamba Tuhan terhadap yang dilayani, kalau pada akhirnya mendapatkan keselamatan dari pada Tuhan.
Seorang hamba Tuhan hanya bisa merasakan mahkota kemegahan itu, apabila pelayanannya itu berhasil.
Tetapi ukuran keberhasilan bukan dilihat dari banyak uang, melainkan bertanggungjawab terhadap seluruh sidang jemaat yang dilayani, sampai akhirnya memperoleh keselamatan.
Kalau seandainya, seorang gembala betul-betul mempertanggungjawabkan sidang jemaatnya, sampai memperoleh keselamatan dan untuk itu ia mempertaruhkan hidupnya di hadapan Tuhan, maka sidang jemaat jangan tersinggung. Sebab hanya itu mahkota kemegahan dari seorang gembala.

Hanya satu kebanggaan yang dapat dimegahkan setiap gembala, yaitu; pada saat ia mempertanggungjawabkan sidang jemaat itu di hadapan Tuhan sampai berhasil, baik jasmani maupun rohani.

1 Tesalonika 2:20
(2:20) Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami.

Kebangaan seorang hamba Tuhan atau seorang gembala, yaitu, kalau sidang jemaat itu tergembala dengan baik, berarti dengar-dengaran dan terus ikuti suara firman penggembalaan, itulah kebanggaan dari seorang gembala. Dan itu dengan tegas dinyatakan kepada jemaat di Tesalonika.
Tetapi kalau sidang jemaat tidak sungguh-sungguh di dalam Tuhan, tidak dengar-dengaran, tidak tergembala dengan baik, tidak mengikuti geraknya Pengajaran Mempelai, itu merusak, menyakiti, dan memilukan hati seorang gembala, itu bukan kebanggaan, dan gembala tidak dapat bermegah.
Hal yang senada dilontarkan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi...Filipi 4:1.

Filipi 4:1
(4:1) Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!

Di sini lebih ditandaskan, bahwa betul-betul sidang jemaat yang dilayani oleh seorang gembala sidang adalah mahkota kemegahannya dan sukacitanya, tidak ada yang lain.
Berarti, kalau sidang jemaat memberontak, di mana lagi kemegahan seorang hamba Tuhan (gembala sidang)?
Maka saya pun harus mengikuti apa yang dinyatakan Rasul Paulus, hal yang senada harus disampaikan. Oleh sebab itu berdirilah juga di dalam Tuhan, jangan mudah digoyahkan oleh pengaruh-pengaruh yang tidak suci dan jangan mau digoyahkan oleh pengaruh-pengaruh yang sifatnya lahiriah.

Keterangan: Mahkota abadi.
1 Korintus 9:25-27
(9:25 )Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
(9:26) Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.
(9:27) Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Rasul Paulus akhirnya juga menerima/memperoleh mahkota yang abadi.

Sebagai syaratnya.
1 Korintus 9:26-27
(9:26) Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.
(9:27) Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Kita perhatikan kalimat:
1.     “Aku tidak berlari tanpa tujuan.”
2.     “Aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.”

Jadi, ibadah dan pelayanan Rasul Paulus ini tepat  pada sasarannya. Melayani Tuhan tidak boleh sembarangan. Kalau yang lahiriah saja menerima mahkota yang fana, maka untuk hal yang rohani akan menerima mahkota yang abadi.

Tetapi dua hal yang yang harus kita perhatikan, yaitu:
Tidak berlari tanpa tujuan.
Kalau berlari tanpa tujuan tidak ada habis-habisnya, dan tujuan dia berlari tidak jelas. Tetapi kalau ia berlari ke depan ada tujuan, karena dia berlari ke depan untuk memperoleh mahkota yang abadi.

Bukan petinju sembarangan:
Dan dia juga bukan petinju sembarangan memukul, berarti kalau memukul tepat pada sasarannya.
Kalau firman Tuhan itu disampaikan tepat pada sasarannya, maka dosa-dosa itu akan hancur.
Maka otomatis hamba Tuhan pun tidak boleh sembarangan, betul-betul dalam tahbisan yang benar, Tuhan memakai dia dalam pimpinan roh, dalam kebenaran dan kasih. Kalau pukulan itu telak, musuh pun roboh.
Pelayanan seperti inilah yang kita nantikan dari seorang hamba Tuhan, supaya dosa hancur dan sumber dosa pun hancur.

Kalau seorang petinju tidak mempunyai bobot pukulan maka tidak ada artinya, dan musuh tidak kalah.
Jika seorang hamba Tuhan berada dalam dua hal tersebut, berarti dia berada dalam penguasaan diri, ada dalam tahbisan yang benar, berdiri di atas korban Kristus, tidak berdiri di atas daging, tidak berdiri di atas dasar yang lain.
Tandanya: melatih tubuh dan menguasai diri.
Dalam ayat lain, ada istilah melatih tubuh walaupun kegunaannya terbatas. Dalam ibadah juga, harus melatih diri dalam ibadah.

Latihlah dirimu! Tubuhmu juga dilatih, hal yang rohani dalam ibadah juga dilatih.

1 Timotius 4:8
(4:8 )Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

Juga latih diri dalam ibadah, karena  kalau kita terus melatih diri dalam ibadah, ibadah itu akan mengandung janji baik untuk masa sekarang ini, yaitu berkat-berkat pemeliharaan Tuhan terlihat (jasmani dan rohani), baik untuk hidup yang akan datang dan bahagia bersama Dia di kehidupan yang kekal. Itulah hasil kalau seseorang melatih diri dalam ibadah, mengandung janji.
Ibadah yang kita jalankan ini adalah ibadah yang mengandung janji, baik untuk:
-         Masa sekarang; dipelihara, dibela, diberkati.
-         Masa yang akan datang; bahagia bersama dengan Dia dalam kehidupan yang kekal. Amin.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang




No comments:

Post a Comment