KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Monday, February 20, 2017

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 11 FEBRUARI 2017


IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 11 FEBRUARI 2017

STUDY YUSUF
(Kejadian 41)
(Seri 110)

Subtema: MEMPERCAYAKAN HIDUP KEPADA FIRMAN NUBUATAN.

Shalom saudaraku.
Selamat malam, salam sejahtera bagi kita semua, salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Oleh karena kemurahan hati Tuhan, kita dimungkinkan kembali untuk melangsungkan ibadah kaum muda remaja sebagaimana biasanya.

Segera kita memperhatikan firman penggembalaan untuk Ibadah Kaum Muda Remaja dari Study Yusuf.
Kejadian 41: 15
(41:15) Berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Aku telah bermimpi, dan seorang pun tidak ada yang dapat mengartikannya, tetapi telah kudengar tentang engkau: hanya dengan mendengar mimpi saja engkau dapat mengartikannya."

Perkataan Firaun kepada Yusuf dibagi menjadi dua bagian.
BAGIAN PERTAMA: "AKU TELAH BERMIMPI, DAN SEORANG PUN TIDAK ADA YANG DAPAT MENGARTIKANNYA.
Kejadian 41: 8
(41:8) Pada waktu pagi gelisahlah hatinya, lalu disuruhnyalah memanggil semua ahli dan semua orang berilmu di Mesir. Firaun menceritakan mimpinya kepada mereka, tetapi seorang pun tidak ada yang dapat mengartikannya kepadanya.
Semua ahli dan semua orang berilmu di Mesir tidak dapat mengartikan mimpi Firaun.
Jadi tepat seperti yang disampaikan Firaun di atas tadi kepada Yusuf.

Persamaan bagian pertama perkataan Firaun kepada Yusuf.
Wahyu 5: 1-3
(5:1) Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.
(5:2) Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya: "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?"
(5:3) Tetapi tidak ada seorang pun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya.

Tidak seorang pun yang dapat membuka gulungan kitab dan ketujuh meterainya.
-       Baik yang di sorga -> para malaikat.
-       Baik yang di bumi -> para hamba-hamba Tuhan, yaitu baik rasul, nabi, penginjil, gembala dan guru, termasuk saya sendiri, tidak dapat membukakan rahasia firman dari diri saya sendiri.
-       Baik yang di bawah bumi -> Setan/roh-roh yang ada di alam berzah.

Bahkan pada ayat 2 dikatakan; “seorang malaikat yang gagah”, sekalipun gagah, tidak dapat membuka gulungan kitab dan ketujuh meterainya.
Malaikat -> hamba Tuhan yang mendapat jabatan gembala.
Jadi, segagah-gagahnya seorang gembala, tetap saja tidak dapat membukakan rahasia firman dari dirinya sendiri.

Wahyu 5: 4
(5:4) Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorang pun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.

Menangislah Yohanes dengan amat sedihnya karena tidak ada seorang pun yang sanggup membukakan gulungan kitab itu dan ketujuh meterainya.
Tangisan disini menunjukkan bahwa dosa masih berkuasa.
Pendeknya; kalau tidak terjadi pembukaan rahasia firman, maka yang suam tetap suam, yang jahat tetap jahat, yang najis tetap najis, yang fasik tetap fasik, tidak ada keubahan dalam hidupnya.

2 Korintus 3: 14
(3:14) Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya.
Tanpa penyingkapan rahasia firman, selubung itu masih tetap menyelubungi atau dosa yang disembunyikan itu belum dibongkar secara tuntas, maka kerugian yang terjadi: pikiran mereka telah menjadi tumpul, berarti; tidak dapat memikirkan perkara rohani.
Sekalipun seseorang cerdas, berilmu, bahkan memiliki keahlian, kalau ia tidak memikirkan perkara di atas = pikiran tumpul.

2 Petrus 1: 20
(1:20) Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,
Perlu untuk diketahui; nubuat-nubuat dalam kitab suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak manusia.
Tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, menurut kehendak seorang hamba Tuhan, sekalipun dia seorang malaikat yang gagah, terkenal.

2 Petrus 1: 21
(1:21) sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.
Tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus.
Terjadinya pembukaan rahasia firman, itu karena pekerjaan Roh Kudus, bukan pekerjaan manusia.
Berarti, di sini seorang hamba Tuhan dituntut untuk hidup di dalam Roh, hidup dalam pengurapan yang penuh dan memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus.

Galatia 5:25
(5:25) Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
Hidup dalam Roh berarti memberi diri dipimpin oleh Roh.
Hidup dalam Roh, artinya; berada dalam kegiatan Roh Kudus = ada di tengah-tengah ibadah dan pelayanan.
Jangan sampai kita ada di tengah-tengah ibadah dan pelayanan tetapi tidak memberi diri dipimpin Roh Kudus, ini suatu kekeliruan, tindakan yang salah.

Sebaiknya hati, pikiran, perasaan, baik tubuh, jiwa dan roh, dipimpin oleh Roh Tuhan.
Seorang imam, seorang pelayan, seorang anak Tuhan, atau seorang kaum muda yang sudah melayani, kalau tidak memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus; maka perkataannya salah, gerak-geriknya salah, perbuatannya salah, sikapnya salah, segala sesuatunya menjadi salah.
Jadi, tuntutannya bukan hanya kepada seorang hamba Tuhan tetapi juga kepada imam-imam, kaum muda remaja yang sudah melayani Tuhan.

Roma 8: 16
(8:16) Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
Roh Kudus dan roh manusia itu akan bersaksi bersama-sama, itulah sebabnya tadi di atas saya katakan; seorang hamba Tuhan harus hidup dalam Roh dan memberi diri pimpinan Roh, karena Roh itu akan bersaksi bersama-sama dengan roh manusia itu sendiri.
Roh manusia adalah motor penggerak dari tubuh. Jadi kalau roh manusia dikuasai oleh Roh Kudus, maka semua perkataannya (semua firman Allah yang keluar dari mulut seorang hamba Tuhan) adalah berasal dari kuasa Roh Kudus. Tidak ada lagi campuran dari perasaan manusia daging di situ.

Roma 8: 17
(8:17) Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Hidup dalam Roh ->orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah termasuk pembukaan rahasia firman Allah.

Kolose 2: 18
(2:18) Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi,
Di hari-hari terakhir ini banyak hamba-hamba Tuhan berkanjang atau berkeras hati pada penglihatan-penglihatan. Orang-orang yang seperti ini suka membesar-besarkan diri tanpa alasan karena mereka sesungguhnya berpikir secara duniawi. Sebetulnya ibadah yang mereka jalankan itu bukan kepada Tuhan, melainkan kepada malaikat-malaikat.

Oleh sebab itu, janganlah membiarkan kemenangan yang kita peroleh itu digagalkan oleh orang-orang yang berpura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat.
Siapakah mereka yang beribadah kepada malaikat? Yaitu mereka yang berkanjang pada penglihatan-penglihatan, berkeras hati kepada penglihatan-penglihatan, bukan lagi berdasar kepada pembukaan rahasia firman yang oleh dorongan Roh Kudus. Ini harus kita perhatikan dengan sungguh-sungguh.

Tetapi biarlah kita tetap dengan segala kerendahan hati berpegang teguh pada firman para nabi, firman Pengajaran yang rahasia-Nya dibukakan, lewat firman Pengajaran Mempelai dalam terang-Nya Tabernakel.
Silahkan orang mau beribadah ke mana, terserah mereka, namun jangan sampai kita terpengaruh, tetap berpegang pada Pengajaran Mempelai, sebab di hari terakhir akan terjadi hal yang seperti ini.

Perkataan Firaun kepada Yusuf dibagi menjadi dua bagian.
BAGIAN KEDUA: "TETAPI TELAH KUDENGAR TENTANG ENGKAU: HANYA DENGAN MENDENGAR MIMPI SAJA ENGKAU DAPAT MENGARTIKANNYA.
Artinya; Firaun tidak membutuhkan semua ahli dan semua orang berilmu di Mesir, Firaun hanya membutuhkan seorang nabi yang dapat mengartikan mimpi.
Bagaimana dengan kita? Masih tetap berkanjang pada pengertian sendiri, penglihatan-penglihatan atau kepada ilmu dan keahlian?
Kalau Firaun sendiri membutuhkan seorang nabi yang dapat mengartikan mimpi, lebih lagi kita, sebab kita sudah lama mengenal firman Pengajaran Mempelai dalam terang-Nya Tabernakel.
Saya sebetulnya tercengang melihat pribadi Firaun yang tidak mengenal seorang nabi, tetapi dia sangat membutuhkan firman para nabi. Sebelumnya dia tidak mengenal nabi Tuhan, tetapi yang luar biasanya dia merindukan dan membutuhkan seorang nabi. Bagaimana dengan kita?

Yeremia 23: 28
(23:28) Nabi yang beroleh mimpi, biarlah menceritakan mimpinya itu, dan nabi yang beroleh firman-Ku, biarlah menceritakan firman-Ku itu dengan benar! Apakah sangkut-paut jerami dengan gandum? demikianlah firman TUHAN.

Nabi yang beroleh mimpi, harus menceritakan mimpinya itu, dan nabi yang beroleh firman Tuhan, harus menceritakan firman Tuhan itu dengan benar, dengan jujur, berarti; tidak boleh ditambahkan, tidak boleh dikurangkan.

Saya merindu supaya kaum muda remaja Serang juga turut mendukung untuk menyebar luaskan, untuk membawa firman Pengajaran Mempelai dalam terang-Nya Tabernakel.
Kita yang sudah menerima pembukaan rahasia firman Tuhan, jangan ditahan-tahan, itu sebabnya saya katakan tadi; harus turut mendukung apa yang menjadi kerinduan Tuhan. Kita sudah dipercaya pembukaan rahasia firman, harus kita sebar luaskan, tidak boleh ditahan-tahan.
Dukungan itu lewat doa, tenaga, pikiran, waktu, bahkan materi (uang sekalipun).
Tadi siang baru saya terima informasi dari Sumatera, rencana acara KKR nanti diselenggarakan di tiga tempat sampai empat tempat, masing-masing dua kali ibadah persekutuan hamba-hamba Tuhan, jikalau Tuhan ijinkan, setelah nanti mengikuti acara Paskah di Surabaya. Bantu doa, dukung rencana ini.
Nabi yang beroleh mimpi harus menceritakan mimpinya. Nabi yang memiliki pembukaan rahasia firman, harus menyampaikan pembukaan rahasia firman, tidak boleh ditahan-tahan.

Alasan tidak boleh menahan-nahan pembukaan rahasia firman: karena jerami dengan gandum tidak ada sangkut pautnya, berarti gandum harus terpisah dengan jerami. inilah alasannya sehingga firman para nabi harus disampaikan dengan benar.

Sekarang kita akan melihat...
Keterangan: JERAMI.
Jerami -> kerohanian yang kering-kering.
Yohanes 15: 4-6
(15:4) Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
(15:5) Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
(15:6) Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Ranting yang kering adalah ranting yang tidak melekat pada pokok anggur, artinya; tidak ada persekutuan yang indah dengan Tuhan, sehingga kerohanian menjadi kering-kering, seperti ranting menjadi kering, tidak dapat berbuah atau tidak dapat berbuat apa-apa di hadapan Tuhan.
Pokok anggur yang benar, itulah pribadi Yesus Kristus, sedangkan ranting-rantingnya itulah gambaran dari kehidupan pemuda remaja.
Jadi, kalau tidak ada persekutuan yang indah dengan Tuhan; kerohanian menjadi kering-kering, tidak berbuah, tidak dapat berbuat apa-apa dihadapan Tuhan, itulah jerami -> kerohanian yang kering-kering.

Yeremia 17: 5-6
(17:5) Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
(17:6) Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.

Mengandalkan manusia dan kekuatannya dan yang hatinya jauh dari Tuhan, artinya; tidak ada persekutuan yang indah dengan Tuhan, sehingga kerohaniannya menjadi kering-kering.
Gambaran dari kerohanian yang kering, yaitu;
a.     Ia akan seperti semak bulus di padang belantara” -> kehidupan yang tidak berarti.
Saya pernah melihat dan mengenal seorang pribadi yang tidak berarti, hidupnya hanya berfoya-foya, hidup menurut hawa nafsu dan keinginan daging, setiap hari dalam tabiat-tabiat daging sampai akhirnya ditunggangi oleh perempuan kekejian, jatuh dalam dosa kenajisan, tidak lama kemudian Tuhan membunuh dia. Hati-hati, jadilah kehidupan yang berarti; berhikmat, bermarifat.
b.     “ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik” -> kehidupan yang tidak akan pernah mengalami pemulihan. Ini contoh dari orang yang keras hati, tidak mau diubahkan.
c.     - “Ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun”, berarti; tandus, gersang, kering-kering, tidak
   menghasilkan
   apa-apa. Jadi apapun yang dia kerjakan tidak menghasilkan apa-apa.
- “Di negeri padang asin yang tidak berpenduduk” -> hidup di dalam kesendirian, seperti orang yang hidup
   di tengah keramaian tanpa kasih Allah.

Praktek tanpa persekutuan dengan Tuhan.
Yeremia 17: 4
(17:4) Engkau terpaksa lepas tangan dari milik pusakamu yang telah Kuberikan kepadamu, dan Aku akan membuat engkau menjadi budak musuhmu di negeri yang tidak kaukenal, sebab dalam murka-Ku api telah mencetus yang akan menyala untuk selama-lamanya."
Terlebih dahulu kita perhatikan kalimat: “Terpaksa lepas tangan dari milik pusakamu”, artinya; terpaksa meninggalkan ibadah dan pelayanan karena sesuatu hal atau karena perkara lahiriah.
Pendeknya; jatuh dalam dosa penyembahan berhala.
Berhala adalah segala sesuatu yang melebihi Tuhan. Contohnya; terpaksa meninggalkan ibadah dan pelayanan karena karier, karena pekerjaan, karena kuliah demi IP yang tinggi, inilah yang disebut terpaksa meninggalkan ibadah pelayanan.

Akibat yang terjadi: menjadi budak musuh atas seijin Tuhan.
Ada dua musuh abadi, yaitu;
1.     Daging dengan segala tabiatnya.
2.     Iblis/Setan, yaitu roh jahat dan roh najis.

Tempat/keberadaan ketika diperbudak musuh: yaitu di negeri yang tidak dikenal, itu berarti berada di luar ibadah dan pelayanan.
Saudaraku, ibadah dan pelayanan ini adalah negeri yang Tuhan berikan kepada kita sebagai milik pusaka yang telah diwariskan oleh Tuhan kepada kita.
Berarti kalau seseorang berada di luar ibadah dan pelayanan, menunjukkan bahwa ia sedang diperbudak oleh dosa.
Tentu kita patut bersyukur, Tuhan mempercayakan ibadah dan pelayanan ini kepada kita sebagai milik pusaka yang harus kita pertahankan.
Kesimpulannya: di luar ibadah dan pelayanan adalah negeri yang tidak dikenal.

Ada dua kali bangsa Israel diperbudak oleh musuh.
YANG PERTAMA: DI MESIR.
Di Mesir, bangsa Israel diperbudak dengan kerja paksa.
Keluaran 1: 11-14
(1:11) Sebab itu pengawas-pengawas rodi ditempatkan atas mereka untuk menindas mereka dengan kerja paksa: mereka harus mendirikan bagi Firaun kota-kota perbekalan, yakni Pitom dan Raamses.
(1:12) Tetapi makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang mereka, sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu.
(1:13) Lalu dengan kejam orang Mesir memaksa orang Israel bekerja,
(1:14) dan memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan yang berat, yaitu mengerjakan tanah liat dan batu bata, dan berbagai-bagai pekerjaan di padang, ya segala pekerjaan yang dengan kejam dipaksakan orang Mesir kepada mereka itu.

Bangsa Israel ditindas dan diperbudak dengan kerja paksa sampai memahitkan hati mereka.
Perlu untuk diketahui; kalau seseorang diperbudak oleh dosa tanpa hari perhentian (ibadah pelayanan) akan memahitkan hidup seseorang.

Kemudian bangsa Israel dipaksa mengerjakan dua hal, yaitu;
1.     Tanah liat.
2.     Batu bata.

Sekarang kita lihat tentang; TANAH LIAT.
Tanah liat -> kehidupan manusia yang hina karena dosa kejahatan.
Jadi, setiap orang berbuat dosa, itu yang menyebabkan seseorang menjadi hina seperti debu tanah.

Kemudian kita melihat; BATU BATA.
Batu bata -> daging dengan segala tabiatnya.
Galatia 5: 19-21
(5:19) Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
(5:20) penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
(5:21) kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Ada 15 tabiat-tabiat daging, yaitu: (1) percabulan, (2) kecemaran, (3) hawa nafsu, (4) penyembahan berhala, (5) sihir, (6) perseteruan, (7) perselisihan, (8) iri hati, (9) amarah, (10) kepentingan diri sendiri, (11) percideraan, (12) roh pemecah,(13) kedengkian, (14) kemabukan, (15) pesta pora.
Setiap orang hidup dalam tabiat-tabiat daging, tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah, tidak berhak masuk dalam Kerajaan Sorga, sebab daging dan darah tidak mewarisi Kerajaan Sorga.

Keluaran 1: 14
(1:14) dan memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan yang berat, yaitu mengerjakan tanah liat dan batu bata, dan berbagai-bagai pekerjaan di padang, ya segala pekerjaan yang dengan kejam dipaksakan orang Mesir kepada mereka itu.
Selain mengerjakan tanah liat dan batu bata, juga mengerjakan berbagai-bagai pekerjaan di padang.
Padang -> dunia dengan isinya, yaitu; “Keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup.”
Itulah keadaan dari bangsa Israel ketika diperbudak di Mesir.

Ada dua kali bangsa Israel diperbudak oleh musuh.
YANG KEDUA:DI BABEL.
Bangsa Israel berada dalam penjajahan Babel.
Kita lihat terlebih dahulu tentang Babel ...
Wahyu 18: 2
(18:2) Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,
Babel adalah tempat roh jahat dan roh najis bersembunyi.
Perlu diketahui; Tuhan sangat membenci roh najis. Jangan menyukai apa yang dibenci oleh Tuhan supaya kita tidak turut dibenci Tuhan.
Kita harus berpikir jernih. Ada kalanya hati dan perasaan kita dihiasi oleh dosa kenajisan. Oleh sebab itu saya tandaskan, kita harus berpikir dengan jernih. Harus memiliki akal sehat.
Orang yang dikuasai roh najis pikirannya pendek karena akibat dari kenajisan ini akhirnya banyak terjadi kesalahan, kekeliruan, dan sebagainya, bahkan sampai menghambat pembangunan tubuh Kristus.

Kejadian 11: 4
(11:4) Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."
Di sini kita melihat ada dua rencana yaitu;
1.     Mendirikan bagi mereka sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit.
2.     Mereka mencari nama tujuannya supaya jangan terserak ke seluruh bumi.
Tetapi di sini kita melihat, dua rencana ini tidak melibatkan Tuhan di dalamnya, berarti mendahului kehendak Tuhan. Jadi dasar mereka membangun adalah karena kepentingan pribadi.

Kejadian 11: 5-9
(11:5) Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu,
(11:6) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.
(11:7) Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing."
(11:8) Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.
(11:9) Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

Namun kenyataannya Tuhan menggagalkan dua rencana ini.
Pembangunan menara Babel dihentikan dan dari situ mereka diserakkan Tuhan ke seluruh bumi.
Membuat suatu rencana tanpa melibatkan Tuhan, tidak akan ada artinya. Rencana manusia bukanlah rencana Tuhan. Ukuran rancangan Tuhan dengan rancangan manusia itu seperti bumi dengan langit, tidak ada ukurannya (tidak terukur).
Cara Tuhan untuk menggagalkan dua rencana ini, yaitu dengan mengacaukan bahasa mereka, sehingga antara yang satu dengan yang lain tidak saling memahami.

Saudaraku, sebaliknya di dalam Tuhan, kalau kita masuk dalam pembangunan tubuh Kristus; menjadi satu di dalam Dia. Tubuh itu satu namun terdiri dari banyak anggota, maka bahasa yang digunakan juga adalah satu, yaitu bahasa kasih.
Kalau bahasa itu, berbeda-beda, tidak saling memahami, tidak saling mengerti/tidak saling mengasihi.
Bahasa daging tidak akan bisa bertemu dengan bahasa daging, akhirnya menjadi kacau balau.

Dasar mereka untuk merencanakan dua hal itu.
Kejadian 11: 3
(11:3) Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan tér gala-gala sebagai tanah liat.
Dasar untuk membangun Babel yaitu;
1.     Batu bata menjadi batu.
Ini adalah suatu kekeliruan. Batu bata adalah batu bata dan batu bukanlah batu bata.
Batu bata -> daging dengan tabiat-tabiatnya, sedangkan batu -> pribadi Yesus Kristus yang disalibkan/korban Kristus...1 Korintus 3:10-11.
2.     Ter gala-gala sebagai tanah liat.
Bangunan tidak akan bisa rapi tersusun kalau tidak diikat oleh kasih Allah, namun di sini kita melihat yang menjadi pengikat dari bangunan itu adalah ter gala-gala menjadi tanah liat.
Tanah liat -> hina karena perbuatan dosa.
Ini adalah dasar yang salah untuk membangun sebuah kota.

Kemudian kita BANDINGKAN dengan ...
1 Korintus 3: 10-11
(3:10) Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.
(3:11) Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.

Tidak ada dasar lain, selain Yesus Kristus yang telah diletakkan sebagai dasar yang benar.
Kalau dasar kita melayani karena kepentingan pribadi, berarti batu bata menjadi batu.

Kesimpulannya; Mesir dan Babel adalah negeri yang tidak dikenal, sebab yang menjadi milik pusaka dari bangsa Israel adalah tanah Kanaan, tanah perjanjian, yang telah diwariskan Tuhan Allah kepada bangsa Israel, sebagai milik pusaka mereka.

Keterangan: GANDUM.
Mazmur 78: 24-25
(78:24) menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit;
(78:25) setiap orang telah makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah.

Tuhan menurunkan gandum dari langit kepada bangsa Israel selama 40 tahun di padang gurun, itu merupakan perbekalan yang berlimpah-limpah, berarti perbekalan yang tidak berkesudahan.

Yohanes 6: 33-35
(6:33) Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."
(6:34) Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa."
(6:35) Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Yesus adalah roti hidup, roti yang turun dari sorga untuk memberi makan dan minum orang yang lapar dan haus.
Jadi, roti yang turun dari sorga -> pribadi Yesus yang juga disebut gandum dari langit.

Supaya kita mengetahui bahwa itu merupakan perbekalan yang melimpah-limpah, lanjut kita membaca ayat 38.
Yohanes 6: 38
(6:38) Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
Yesus turun dari sorga untuk melakukan kehendak Allah Bapa, yang telah mengutus Dia.

Matius 26: 42
(26:42) Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!"

Yesus harus meminum cawan Allah, artinya; Yesus harus menanggung penderitaan yang tidak harus Ia tanggung di atas kayu salib, sehingga dengan demikian kehendak Allah terlaksana oleh-Nya, sehingga benarlah apa yang dikatakan Yesus Kristus kepada orang-orang Yahudi di atas tadi: “Aku datang untuk melakukan kehendak Allah Bapa”, oleh sebab itu Dia harus menanggung penderitaan di atas kayu salib, supaya kehendak Allah terlaksana oleh-Nya.

Wujud nyata bagi kita sekarang untuk melakukan kehendak Allah Bapa.
1 Korintus 11: 23-25
(11:23) Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti
(11:24) dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"
(11:25) Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!"

Jadi, inilah wujud dari pengorbanan Yesus di atas kayu salib, kita boleh menikmati tubuh-Nya yang adalah roti yang dipecah-pecahkan, dan minum darah-Nya yang dicurahkan bagi kita semua.
Dia telah melakukan kehendak Allah Bapa di atas kayu salib, supaya kita boleh menkmati tubuh dan darah-Nya.

Tentang ROTI YANG DIPECAH-PECAHKAN-> roti tanpa ragi, artinya; kehidupan Yesus tanpa dosa (ragi).
1 Korintus 5: 7-8
(5:7) Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
(5:8) Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

Berpesta bukan dengan ragi yang lama, bukan dengan ragi keburukan dan bukan dengan kejahatan, tetapi kemurnian dan kebenaran, sebab Anak Domba paskah telah disembelih -> roti yang dipecah-pecahkan yaitu, roti tanpa ragi.

Matius 27: 19-21
(27:19) Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: "Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam."
(27:20) Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.
(27:21) Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: "Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?" Kata mereka: "Barabas."

Orang-orang Yahudi menghendaki untuk melepaskan Barabas dan menyalibkan Yesus Kristus, menunjukkan bahwa orang-orang Yahudi berpesta dengan ragi yang lama, ragi keburukan dan kejahatan.

Matius 27: 22-23
(27:22) Kata Pilatus kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?" Mereka semua berseru: "Ia harus disalibkan!"
(27:23) Katanya: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Ia harus disalibkan!"

Ketika diselidiki di hadapan Pilatus, tidak satu pun kesalahan terdapat di dalam diri Yesus = roti tanpa ragi, namun orang-orang menghendaki supaya Dia disalibkan, sehingga, lewat penyaliban ini kita dapat menikmati roti tanpa ragi, tanpa keburukan, tanpa kejahatan.
Kesimpulannya, kebenaran dan kemurnian itu datang lewat salib Kristus.

Sekarang tentang DARAH YESUS.
1 Petrus 1: 18-19
(1:18) Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
(1:19) melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Kita telah ditebus dari cara hidup yang sia-sia, itulah dosa turunan, bukan dengan barang fana, bukan dengan perak atau emas, melainkan kita ditebus dengan darah yang mahal.

Kita melihat dulu sejenak; ukuran dari kemahalan darah Yesus.
Ukuran darah yang mahal adalah seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Yesaya 3: 7
(53:7) Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
Darah Yesus menjadi mahal karena darah itu sama seperti anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat, sebab ketika ia teraniaya, ia tetap membiarkan diri tertindas, tidak membuka mulutnya.
Kalau seseorang tidak salah dalam perkataannya, ia sempurna dalam seluruh kehidupannya.

Darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat, artinya: ketika dia ditindas, teraniaya, mulut tidak terbuka, tidak ada pembelaan terhadap dirinya = darah yang mahal.

Ibrani 9: 22
(9:22) Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.
Tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan.
Jadi darah-Nya tercurah untuk menebus dosa manusia.

Imamat 1: 5, 11, 15
(1:5) Kemudian haruslah ia menyembelih lembu itu di hadapan TUHAN, dan anak-anak Harun, imam-imam itu, harus mempersembahkan darah lembu itu dan menyiramkannya pada sekeliling mezbah yang di depan pintu Kemah Pertemuan.
(1:11) Haruslah ia menyembelihnya pada sisi mezbah sebelah utara di hadapan TUHAN, lalu haruslah anak-anak Harun, imam-imam itu, menyiramkan darahnya pada mezbah sekelilingnya.
(1:15) Imam harus membawanya ke mezbah, lalu memulas kepalanya dan membakarnya di atas mezbah. Darahnya harus ditekan ke luar pada dinding mezbah.
Korban bakaran terdiri dari lembu sapi, kambing domba dan burung merpati atau tekukur.
Setiap kali korban bakaran dipersembahkan kepada Tuhan, imam-imam harus menyiramkan darahnya itu pada sekeliling Mezbah Korban Bakaran -> darah Yesus yang tercurah untuk menebus dosa kita.

Sekarang kita akan melihat ...
Praktek dalam kehidupan sehari-hari.
Yohanes 12: 24
(12:24) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Praktek menikmati gandum dari langit adalah masuk dalam pengalaman kematian.
Pengalaman kematian, berarti; mengubur hidup yang lama = jatuh ke tanah.

Ciri-cirinya.
1 Korintus 15: 35-37
(15:35) Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: "Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?"
(15:36) Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu.
(15:37) Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain.

Ciri-ciri dalam pengalaman kematian: seperti biji gandum yang tidak berkulit = rela dikuliti.
Dikuliti, berarti; menanggung penderitaan yang tidak harus Ia tanggung, Ia yang benar dijadikan dosa, supaya manusia berdosa menjadi benar...1 Korintus 5: 19-21.

Dan peristiwa pengulitan yang pertama terjadi pada saat Adam dan Hawa jatuh dalam dosa karena melanggar hukum Allah, sehingga mereka menjadi telanjang, tetapi oleh karena kemurahan Tuhan, Tuhan menyembelih seekor binatang dan mengulitinya dan dari kulit binatang inilah Allah mengenakan pakaian kepada Adam dan Hawa supaya menutupi dosa dan ketelanjangan mereka.
Dia yang benar dijadikan dosa, supaya manusia berdosa dibenarkan.

Pada waktu dikuliti itu rasanya sakit sekali, tetapi kalau kita mampu atau rela dikuliti, orang yang berdosa dibenarkan/orang lain dibenarkan.
Inilah kerinduan saya untuk tetap bertahan di dalam Tuhan. Saya rindu supaya keluarga saya ditolong oleh Tuhan, sidang jemaat ditolong oleh Tuhan, kaum muda remaja ditolong oleh Tuhan.
Kalau gembala sidang tidak mau dikuliti maka sampai kapanpun sidang jemaat tidak pernah tertolong.
Sebagai suami, saya rindu menolong isteri saya. Sebagai bapa, saya rindu menolong anak saya. Sebagai gembala sidang, saya rindu menolong domba-dombanya. Baik kaum muda remaja, rindu untuk menolong sesamanya.
Inilah ciri saat seseorang masuk dalam pengalaman kematian; rela dikuliti.

Hasil yang dicapai ...
Yohanes 12: 24
(12:24) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Ketika Yesus mati di atas kayu salib dan dikubur, tiga hari kemudian Yesus bangkit dalam suasana kebangkitan ini menghasilkan buah yang banyak.
Di mulai dari 1 biji gandum yang telah mati: kemudian, menghasilkan buah yang pertama, yaitu: dua belas murid, buah yang kedua, 120 orang yang percaya di loteng Yerusalem, ditambah lagi menjadi 3000 orang yang percaya setelah Petrus berkotbah. Kemudian setelah itu sampai pada hari ini (sekarang), tidak terhitung lagi jumlahnya. Itu dari satu gandum yang mati.

Satu biji gandum -> pribadi Yesus, itulah pengalaman kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.
Dalam suasana kebangkitan, akhirnya berbuah-buah, dari 12 murid, kemudian 120 di loteng Yerusalem, kemudian 3000 orang setelah khotbah Petrus, dan sekarang tidak terhitung jumlahnya.
Jadi jangan diabaikan tentang gandum yang turun dari langit ini.

Saya masih ingat pada saat memulai pelayanan, begitu sakit, begitu menderita. Datang ke provinsi Banten tidak dimodali dengan perkara lahiriah. Datang dengan kosong, dengan tangan hampa. Kemudian melalui pengalaman kematian demi kematian, namun pada akhirnya terlihatlah buah-buah dari pelayanan, dari satu, dua, tiga, empat, seterusnya sampai sekarang berbuah-buah, terus bertambah-tambah.
Ada lagi buah yang lain, kepercayaan Tuhan bertambah-tambah, pemakaian Tuhan bertambah-tambah, baik jasmani baik hal yang rohani, terus semakin bertambah-tambah. Semakin kita memberi, semakin kita berkelimpahan, semakin kita berkorban, semakin berkelimpahan, berbuah-buah, tidak makin berkurang-kurang, justru semakin berbuah-buah.

Yohanes 12: 25-26
(12:25) Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.
(12:26) Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Biarlah kita mengikuti Tuhan dengan benar dan baik. Pengikutan yang benar; di mana Yesus berada, di situ kita berada. Ini pengikutan yang benar.
Berarti, harus sangkal diri, pikul salib atau rela kehilangan nyawa.

Dampak positf menikmati tubuh dan darah Yesus (gandum yang turun dari langit).
Yohanes 6: 54-58
(6:54) Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.
(6:55) Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.
(6:56) Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.
(6:57) Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.
(6:58) Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."

Dampak positifnya ada dua;
1.     Dibangkitkan pada akhir zaman (ayat 54).
2.     Ia tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam Dia (ayat 56).

Sekarang kita lihat tentang DIBANGKITKAN PADA AKHIR ZAMAN.
Yohanes 11: 24-25
(11:24) Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."
(11:25) Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,

Yesus adalah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada Dia, ia akan hidup, walaupun ia sudah mati.
Ia akan hidup, walaupun ia sudah mati -> orang yang sangkal diri dan pikul salibnya. Ini akan dibangkitkan pada akhir zaman. inilah yang dimaksud dengan kebangkitan itu, walaupun harus kehilangan nyawa oleh karena sangkal diri pikul salib, akan dibangkitkan pada akhir zaman. Ini berbicara tentang kebangkitan yang kedua.

Kebangkitan yang pertama; mereka teraniaya, leher mereka dipenggal karena mempertahankan Yesus Kristus dalam hidup mereka pada masa aniaya antikris 3.5 tahun, dan kebangkitan pertama akan berlaku atas mereka, yaitu menjadi raja di dalam kerajaan 1000 tahun damai.
Jadi, siapa rela kehilangan nyawa, ia akan dibangkitkan, pada kebangkitan yang pertama dan kebangkitan yang  kedua (akhir zaman). Inilah kuasa kebangkitan itu, akan memperoleh hidup.

Tentang SATU DI DALAM DIA DAN DIA DI DALAM KITA.
Yohanes 17: 21-23
(17:21) supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
(17:22) Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:
(17:23) Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Satu di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita, persis seperti Bapa dengan Anak, Anak dengan Bapa, sehingga lewat kesatuan ini kita menjadi sempurna. Kalau kita satu dalam Tuhan, Tuhan dalam kita, berarti menjadi sempurna. Juga satu dengan anggota tubuh yang lain, tidak terpisah-pisah = sempurna.
Orang yang satu di dalam Tuhan, Tuhan di dalam dia = tinggal di dalam kasih.
Jadi, kasih inilah yang mengikat antara tubuh dengan kepala dan antara tubuh dengan anggota tubuh yang lain. Itu yang mengikat sehingga kita menjadi satu dan sempurna.
Ketika kita satu di dalam Tuhan, di situlah Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya.

Yohanes 17: 10-11
(17:10) dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.
(17:11) Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.

Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya apabila anggota-anggota tubuh itu bersatu.
Dipermuliakan, berarti; nyata pemeliharaan Tuhan di dalam setiap anggota-anggota yang telah dipersatukan oleh Tuhan, ada pemeliharaan Tuhan.
Bukti bahwa Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya: kita dipelihara oleh Tuhan. Dipelihara, berarti; dilindungi, dibela, ditolong, bahkan dicukupkan oleh Tuhan.
Kiranya dapat dipahami dan Tuhan memberkati kita sekaliannya. Amin.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment