KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Tuesday, January 30, 2018

IBADAH DOA PENYEMBAHAN 03 JANUARI 2018

IBADAH DOA PENYEMBAHAN 03 JANUARI 2018
(Seri 136)

Tema: MEMBANGUN DIRINYA DALAM KASIH.

Shalom…
Selamat malam, salam sejahtera bagi kita sekaliannya oleh karena kemurahan Tuhan, kita diperkenankan untuk melangsungkan ibadah doa penyembahan di awal tahun 2018. Inilah ibadah sulung kita kepada Tuhan, kita beri yang terbaik kepada Tuhan.
Kiranya Tuhan menyatakan isi hati-Nya lewat pembukaan rahasia firman malam ini kepada kita, dan selanjutnya membawa kita masuk dan rendah di bawah kaki salib Tuhan.

Segera kita memperhatikan firman penggembalaan untuk ibadah doa penyembahan dari surat yang dikirim oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose.
Kolose 1:28
(1:28) Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.
Topik dari nasihat dan ajaran yang disampaikan Rasul Paulus kepada tiap-tiap orang adalah pribadi  Yesus Kristus yang disalibkan.

1 Korintus 1:23
(1:23) tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,

Rasul Paulus memberitakan tentang Kristus yang disalibkan, Rasul Paulus tidak memberitakan tentang yang lain-lain, tidak memberitakan perkara lahiriah, tidak memberitakan pelipat gandaan uang di dalam gereja (dalam rumah Tuhan).

Galatia 1:11-12
(1:11) Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.
(1:12) Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.

Perhatikan kalimat “Tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus”, artinya: apa yang didengar dan apa yang dilihat dari Tuhan itulah yang dia sampaikan.
Jadi, dia memiliki sifat yang tegas di dalam hal memberitakan pribadi Yesus yang disalibkan, jadi apa yang dilihat dari Tuhan dan didengar dari Tuhan itu yang dia sampaikan, dia tidak menyampaikan yang lain-lain.

Galatia 1:10
(1:10) Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

Rasul Paulus memberitakan Injil yaitu, pribadi Yesus Kristus yang disalibkan bukan untuk menyukakan hati manusia melainkan untuk menyukakan hati Tuhan.

Efesus 1:15-16
(1:15) Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,
(1:16) berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;

Rasul Paulus dipanggil oleh kasih karunia-Nya dan dipilih dari sejak kandungan untuk memberitakan Yesus yang disalibkan.
Rasul Paulus berkata;Sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia.” Kesimpulannya; Rasul Paulus berpadanan dengan panggilannya.

Efesus 4:1
(4:1) Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.

Orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu, artinya: melayani Tuhan disertai dengan pengorbanan. Dapat mengikuti iramanya Tuhan di tengah-tengah pelayanan ini.
Orang yang tidak dapat mengikuti irama di dalam melayani Tuhan = gong yang berkumandang dan canang yang bergemerincing, tidak ada nada tinggi dan rendah, yaitu; pengalaman Yesus Kristus di dalam kematian dan kebangkitan-Nya.

Efesus 4:2-6
(4:2) Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
(4:3) Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
(4:4) satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,
(4:5) satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,
(4:6) satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.


Bukti panggilan selaras dengan korban Kristus, yaitu:
1.     Hendaklah orang-orang yang dipanggil dan dipilih.”
      - Rendah hati, berarti baik perkataan, pikiran, perbuatan selalu di bawah, tidak di atas, tidak untuk menggurui.
      - Lemah lembut, berarti tidak berlaku kasar dan urakan.
      - Sabar, berarti menahan diri kepada keputusan yang tidak baik. 

Kolose 3:12-13
(3:12) Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
(3:13) Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

Bagian dari sabar itu mengampuni orang lain, yaitu; orang yang menaruh dendam, mengampuni orang yang menyakiti.

2.     Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
Jadi, saling membantu, saling memperhatikan, saling menopang, saling mendukung, itu adalah perbuatan kasih. Dan itu harus ditampilkan di tengah-tengah ibadah dan pelayanan ini di hadapan Tuhan, tidak boleh egois.

3.     Berusaha memelihara kesatuan roh oleh ikatan damai sejahtera.
Berarti, segala sesuatu yang kita kerjakan di hadapan Tuhan tidak boleh ada kepentingan pribadi, tidak boleh ada sesuatu yang tidak suci atau yang najis.
Itulah cara untuk memelihara kesatuan roh oleh ikatan damai sejahtera.

Tujuan memelihara kesatuan roh oleh ikatan damai sejahtera, menjadi:
-         Satu tubuh.
1 Korintus 12:12,14-16
(12:12) Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.
(12:14) Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.
(12:15) Andaikata kaki berkata: "Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
(12:16) Dan andaikata telinga berkata: "Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?

Tubuh itu satu tapi terdiri dari banyak anggota, misalnya ada kaki, tangan, telinga, mata, hidung, dan sebagainya.
Dan anggota-anggota tubuh itu berbeda-beda baik bentuknya, baik fungsinya berbeda-beda, tetapi sekalipun demikian tetap disebut tubuh.
Bentuk kaki dengan tangan tidak sama, fungsinya juga tidak sama, tapi itu semua disebut tubuh.
Tubuh itu satu tetapi terdiri dari banyak anggota, berbeda-beda namun tetap satu tubuh.

1 Korintus 12:17
(12:17) Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?

Andaikata, seluruh tubuh adalah mata dimanakah telinga?
Atau andaikata, seluruh tubuh adalah telinga dimanakah hidung?

Kesimpulannya; anggota-anggota tubuh yang berbeda-beda itu tidak boleh dikuasai oleh:
Roh egosentris.
- Tidak merasa diri lebih hebat, lebih mampu, lebih suci dari yang lain.
- Tidak boleh minder, harus tetap percaya diri.

1 Korintus 12:18
(12:18) Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.
Kita harus tahu bahwa Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus suatu tempat pada tubuh seperti yang dikehendaki-Nya.
Jadi, tempatnya tangan, kaki, dan anggota-anggota tubuh yang lain sudah ditentukan sesuai   kehendak-Nya.
Seandainya, mulut ada di kening dan mata di bawah, maka orang akan susah makan, susah minum, orang akan susah bertindak sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan.

1 Korintus 12:19
(12:19) Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh?

Andaikata semuanya (semua tubuh) adalah satu anggota dimanakah tubuh?
Kalau umpamanya tubuh itu semuanya mata, tidak terlihat anggota yang lain, maka anggota-anggota tubuh tidak boleh merasa diri lebih baik atau lebih diutamakan dari anggota-anggota tubuh yang lain.

1 Korintus 12:27
(12:27) Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.
Jadi, kesatuan dari anggota tubuh yang berbeda beda disebutlah itu tubuh Kristus.

1 Korintus 10:17
(10:17) Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.

Menjadi satu tubuh karena kita mendapat bagian dari roti yang satu itu.
Roti yang satu itu à kepada pribadi Yesus yang disalibkan.
Pendeknya, kita semua menjadi satu karena diikat oleh kasih Allah.
Anggota-anggota tubuh yang berbeda tidak bisa disatukan dengan pikiran manusia, kemampuan manusia, ilmu dan pengetahuan manusia, selain dengan kasih Allah.

Kita telah menikmati Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel yang akan membawa kita masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, menjadi pengantin perempuan mempelai Anak Domba, sebagai sasaran akhir dari ibadah dan pelayanan kita di atas muka bumi ini, artinya: makan dari roti yang satu itu adalah suatu kemurahan.

-         Satu roh.
1 Korintus 12:4
(12:4) Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.

Ada rupa-rupa karunia atau karunia yang berbeda-beda, tetapi satu Roh.
Karunia itu berbeda-beda tetapi sumbernya dari Roh yang satu dan yang sama.

1 Korintus 12:8-10
(12:8) Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.
(12:9) Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.
(12:10) Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.

Ada 9 karunia:
1.     Karunia untuk berkata-kata dengan hikmat.
2.     Karunia untuk berkata-kata dengan pengetahuan.
3.     Karunia iman.
4.     Karunia untuk menyembuhkan.
5.     Karunia untuk mengadakan mujizat.
6.     Karunia untuk bernubuat.
7.     Karunia untuk membedakan bermacam macam roh.
8.     Karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh.
9.     Karunia untuk menafsirkan bahasa roh.

1 Korintus 12:11
(12:11) Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

Sekalipun karunia yang diterima oleh hamba-hamba Tuhan itu berbeda-beda tetapi sumbernya dari Roh yang satu dan yang sama.
Sehingga tidak simpang siur, tidak menyilang (tidak cross), tidak sikut menyikut, tidak tumpang tindih, justru saling melengkapi satu dengan yang lain, karena bersumber dari Roh yang satu dan yang sama.
Tetapi kalau sumbernya dua apalagi banyak, di situ terjadi simpang siur, terjadi silang menyilang, terjadi cross, terjadi tumpang tindih, sampai akhirnya siku menyikut, merasa diri lebih baik dan lebih benar, lebih suci, lebih dewasa rohani dari yang lain.
Kita patut bersyukur karena kita mendapat suatu pelajaran yang baik, sebab topik dan nasihat dari Rasul Paulus adalah pribadi Yesus yang disalibkan (kita berpadanan pada panggilan), sampai akhirnya satu tubuh, satu roh dan satu dalam hal yang lain.

Andaikata kita menerima topik yang bukan tentang pribadi Yesus yang disalibkan, kita tidak akan satu tubuh, dan tidak akan satu roh (anggota-anggota tubuh terpisah).
Sekali lagi saya tandaskan, sekalipun karunia itu berbeda-beda tetapi sumbernya dari Roh yang satu dan yang sama, maka tidak simpang siur, tidak tumpang tindih, tidak cross, dan tidak akan sikut menyikut, ibadah dan pelayanan berjalan dengan baik.
Itulah yang harus kita perhatikan dengan baik, supaya ibadah dan pelayanan ini berjalan dengan baik dan mulus.

-         Satu Tuhan.
Bukti kita satu Tuhan yaitu; beribadah dan melayani kepada Tuhan yang sama, berarti terlepas dari berhala.
Bisa saja dalam satu rumah tidak satu Tuhan, yang satu sibuk jalan-jalan, yang satu sibuk beribadah kepada Tuhan, itu tidak satu Tuhan.

-         Satu iman.
Berarti, sudut pandang tidak berbeda beda, kalau suami, isteri berbeda pandangan, maka akan menimbulkan persoalan.
Misalnya, yang satu imannya kepada Tuhan dan yang lain imannya kepada harta atau segala perkara di bawah ini. Saya merindu supaya kita semua satu iman, iman kepada Pengajaran Mempelai dalam terang-Nya Tabernakel, supaya segala sesuatu yang kita perbuat selaras, dan seirama.

Saudaraku, banyak sekali contoh di dalam rumah tangga tidak satu iman, yang satu berkataCari dahulu kerajaan sorga”, yang satu berkata “Dari mana bisa beribadah jika tidak ada uang”, berbeda pandangan.

-         Satu baptisan.
Roma 6:3
(6:3) Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?

Baptisan Kristus adalah baptisan di dalam kematian-Nya.

Roma 6:5
(6:5) Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.

Jika kita menjadi satu dalam kematian-Nya, maka kita satu dalam kebangkitan-Nya.

Roma 6:10
(6:10) Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.

Kematian Kristus adalah kematian karena dosa, maka dosa tidak berkuasa lagi.
Kemudian, kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah, hidup dalam kebenaran.
Itulah baptisan Kristus, baptisan dalam kematian-Nya. Kalau satu di dalam kematian Kristus otomatis kita juga satu dalam kebangkitan-Nya.

-         Satu Allah.
Efesus 4:6
(4:6) satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

Satu Allah berarti;
-         Allah itu Bapa dari semua.
-         Allah yang di atas semua (Dia segala-galanya).
-         Allah oleh semua.
-         Allah di dalam semua.
Kalau satu dengan yang lain satu Allah, semuanya enak.
Berbeda dengan kalau kita di atas semua, kita oleh semua, kemudian saya di dalam semua, tidak akan bersatu.
Kalau betul-betul kita satu Allah;
-         Allah itu Bapa dari semua, jangan sampai di antara kita merasa jadi Bapa sebab hanya da satu Bapa dan Rabi.
-         Allah yang di atas semua (Dia segala-galanya), tidak ada yang lain. Supaya kita jangan berkata;Karena saya.”
Kemarin, kita sudah mengerjakan ibadah Natal PPT (Persekutuan Pengajaran Tabernakel), jangan sampai ada di antara kita mengatakan “Karena saya.”
-         Allah oleh semua.
Semua -> dari suku, kaum, bahasa dan bangsa.
Dari semua lapisan dan golongan (kaya, miskin, tua, muda, hamba dan orang merdeka).

-         Allah di dalam semua.

Dampak positif menerima ajaran dengan topik Yesus disalibkan.
Kolose 1:28
(1:28) Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.
Untuk memimpin setiap orang kepada kesempurnaan di dalam Kristus.

Efesus 4:15
(4:15) tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

Pertumbuhan rohani, mengarah kepada Kristus sebagai kepala, syaratnya: berpegang kepada kebenaran, yaitu pemberitaan firman tentang Kristus yang disalibkan.
Kalau berpegang kepada pemberitaan firman tentang Kristus yang disalibkan, maka selanjutnya akan bertumbuh di dalam segala hal, dalam setiap sendi-sendi kerohanian kita di hadapan Tuhan.

Jangan sampai ada pertumbuhan secara kuantitas, tetapi arah pelayanannya kepada yang lain, bukan kepada Kristus sebagai kepala, itu sudah salah.
Segala sesuatu yang bertambah-tambah harus mengarah kepada Kristus sebagai kepala.
Tatanan itu tidak boleh diubah, jangan sampai semakin kita mengerti firman tetapi kita gunakan untuk menggurui, itu salah.

Efesus 4:16
(4:16) Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, -- yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota -- menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Kalau pertumbuhan mengarah kepada Kristus, maka seluruh tubuh rapi tersusun dan diikat menjadi satu = membangun dirinya dalam kasih. Amin.

TUHAN YESUS KRISTUS SEBAGAI KEPALA DAN MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI KITA.

Pemberita firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang


No comments:

Post a Comment