KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Tuesday, April 19, 2011

Ibadah Kaum Muda Remaja, 16 April 2011 (seri 11 A)

“silahkan mengikuti Ibadah Muda Remaja tentang DAUD dalam 1 Samuel 16”

1 Samuel 16: 14-18
(16:14) Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN.
(16:15) Lalu berkatalah hamba-hamba Saul kepadanya: "Ketahuilah, roh jahat yang dari pada Allah mengganggu engkau;
(16:16) baiklah tuanku menitahkan hamba-hambamu yang di depanmu ini mencari seorang yang pandai main kecapi. Apabila roh jahat yang dari pada Allah itu hinggap padamu, haruslah ia main kecapi, maka engkau merasa nyaman."
(16:17) Berkatalah Saul kepada hamba-hambanya itu: "Carilah bagiku seorang yang dapat main kecapi dengan baik, dan bawalah dia kepadaku."
(16:18) Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: "Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia."


Daud dibawa ke istana raja untuk menghibur, menolong Saul dengan menggunakan kecapi karena saat itu Saul sedang diganggu oleh roh jahat karena roh Allah undur dari pada Saul.
Biarlah kehidupan kita dipakai oleh Tuhan untuk menghibur dan menolong orang-orang yang diganggu oleh roh jahat dengan menggunakan kecapi baik di rumah, di sekolah, di kampus, di tempat kerja, dimana saja.
Diganggu roh jahat bukan hanya karena kerasukan roh setan tetapi juga seperti mencuri yaitu diganggu oleh roh pencuri, berdusta yaitu diganggu oleh roh pendusta.

Biarlah kita tergembala dengan sungguh-sungguh sebagai syarat untuk menolong orang-orang yang diganggu oleh roh jahat , sperti Daud yang kembali untuk menggembalakan kambing domba.

Sepadat apapun kegiatan kita, harus tetap kembali kepada kandang penggembalaan, tekun dalam tiga macam ibadah, inilah tergembala dengan baik bukan hanya sebatas tergembala.

Ciri-ciri kehidupan yang menggunakan kecapi:
1 Samuel 16: 18
(16:18) Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: "Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia."

Tidaklah perlu kita mempromosikan diri, jika kita mau tergembala dengan sungguh-sungguh maka Tuhan yang akan menolong.

Inilah ciri kehidupan yang tergembala dengan sungguh-sungguh (menggunakan kecapi), yaitu:
1. seorang pahlawan yang gagah perkasa
2. seorang prajurit
3. pandai bicara
4. elok perawakannya
5. TUHAN menyertai dia

Keterangan:
TUHAN MENYERTAI DAUD
Untuk menolong ,menghibur orang yang diganggu roh jahat harus disertai dengan penyertaan Tuhan.
Kalau tidak ada penyertaan Tuhan, tidak ada arti pelayanan kita di hadapan Tuhan. Biarlah kehidupan muda mudi kita mendapat penyertaan dari Tuhan.

Matius 28: 16-20
(28:16) Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
(28:17) Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
(28:18) Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
(28:19) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
(28:20) dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."


Murid-murid Yesus menerima amanat agung dari Yesus yaitu perintah untuk memberitakan injil, supaya semua bangsa dijadikan murid Nya.
Yesus juga berjanji kepada murid-murid Nya bahwa Yesus menyertai samapi akhir zaman (penyertaan Tuhan tanpa batas tidak hanya satu dua tahun).
Berarti, penyertaan Tuhan hanya berlaku kepada anak-anak Tuhan yang menerima amanat agung yaitu perintah untuk memberitakan injil.
Oleh sebab itu, di hari-hari ini , biarlah kehidupan muda mudi remaja tidak cukup hanya datang beribadah saja tetapi harus meningkat sampai menerima amanat agung yaitu perintah untuk memberitakan injil supaya ada penyertaan Tuhan sampai pada akhir zaman.

Yohanes 20: 13-16
(20:13) Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."
(20:14) Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
(20:15) Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."
(20:16) Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.


Pagi-pagi buta Maria pergi ke kubur Yesus dan melihat Yesus sudah bangkit dari maut, berarti itu adalah suasana kebangkitan .
Kuasa kebangkitan ialah: hidup dalam hidup yang baru = hidup yang sudah dibaharui, yang lama sudah berlalu, yang lama sudah dikubur dalam kematian Kristus.

Kalau menerima amanat agung Yesus ,yaitu perintah untuk memberitakan injil, maka terlebih dahulu kehidupan kita ini berada dalam suasana kebangkitan.
Saat Yesus menegor Maria, Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.
Kehidupan yang sudah bersuasanakan kebangkitan ibarat seorang guru yang sedang memberitakan injil kepada muridnya.
Itu sebabnya Maria langsung memposisikan diri sebagai murid di hadapan Yesus , sebagai bukti dia berkata “rabuni” artinya adalah guru.
Guru = memberitakan injil

Markus 12: 20-25
(12:20) Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan.
(12:21) Lalu yang kedua juga mengawini dia dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Demikian juga dengan yang ketiga.
(12:22) Dan begitulah seterusnya, ketujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itu pun mati.
(12:23) Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia."
(12:24) Jawab Yesus kepada mereka: "Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.
(12:25) Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.


Inilah suasana kebangkitan : hidup seperti malaikat di sorga = tidak kawin dan tidak dikawinkan.
Orang-orang saduki tidak percaya kebangkitan oleh sebab itu mereka hanya memikirkan hal-hal yang lahiriah, ibadah mereka pun lahiriah.
Sesungguhnya malaikat tidak mempunyai tubuh, yaitu darah, daging, dan tulang, artinya: tidak memikirkan hal-hal yang lahiriah = hidup rohani, tidak lagi memikirkan hal-hal yang sifatnya duniawi, itulah suasana kebangkitan.

dikaitkan dengan ceritera tentang semak duri dan Musa
Markus 12: 26-27
(12:26) Dan juga tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana bunyi firman Allah kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub?
(12:27) Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!"


Allah kita adalah Allah yang hidup ,artinya: Allah bagi orang-orang yang sudah bersuasanakan kebangkitan.
Kalau dikaitkan dengan ceritera tentang semak duri dan Musa Allah tidak mau menjadi Allah bagi orang yang mati tetapi mau menjadi Allah bagi orang-orang yang hidup , menjadi Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub.
Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub berarti memiliki kasih , iman dan harap.
- Allah Abraham -> Bapa = kasih
- Allah Ishak -> Yesus = iman
- Allah Yakub -> Roh Kudus = harap
Jadi Allah kita adalah Allah bagi orang yang hidup bukan Allah orang yang mati(yang bersuasanakan kebangkitan) yaitu yang memiliki: iman, harap, dan kasih.

Ciri-ciri bersuasana kebangkitan, dikaitkan dengan ceritera semak duri:
1.
Keluaran 3: 2-6
(3:2) Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
(3:3) Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"
(3:4) Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."
(3:5) Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."
(3:6) Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.


Cirinya: bernyala-nyala , berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan, dalam ibadah pelayanan apa saja, ibadah pelayanan sekecil apapun tetap giat, semangat, sebab kita melayani Allah yang hidup bukan allah yang mati .
Kalau melayani allah yang mati , berarti melayani yang mati juga, contoh allah yang mati : uang,kedudukan dan jabatan, kemuliaan ,dll.

Kalau bernyala-nyala, berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan itu adalah suatu penglihatan yang hebat di hadapan Tuhan

oleh sebab itu , biarlah kita bernyala-nyala, berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan.

2.
Matius 9: 16-17
(9:16) Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.
(9:17) Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."


Kantong kulit yang baru -> kehidupan yang baru = kehidupan yang sudah dibaharui = bersuasana kebangkitan
Kalau hidup sudah baru maka hati juga baru = hati suci
Ciri-ciri hati yang suci karena sudah dibaharui yaitu: seperti anggur baru diisikan ke dalam kantong kulit yang baru.
-Anggur baru -> kasih Allah/anugrah Allah yang selalu baru
Misalnya: Firman pengajaran yang rahasianya dibukakan
Berarti kalau hidup sudah dibaharui (hati suci) maka Firman Tuhan yang disampaikan yaitu Firman pengajaran yang rahasianya dibukakan mendapat tempat di dalam hati .

-Anggur baru -> kasih Allah yang selalu baru
Misalnya: Roh Kudus yang dicurahkan kepada kita
Berarti kalau hidup sudah dibaharui maka tidak lagi hidup menurut keinginan daging melainkan hidup menurut keinginan Roh Kudus.

--Anggur baru -> kasih Allah yang selalu baru
Misalnya: kasih Allah yang besar dan mulia
Berarti kalau hidup sudah dibaharui maka mampu mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budi dan kekuatan kita.

hasilnya:
Matius 9: 17d
(9:17) Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."

Anggur yang baru memelihara kantong kulit yang baru dan kantong kulit yang baru memelihara anggur yang baru.
Artinya: kasih karunia Tuhan yaitu Firman Allah, Roh Kudus, dan Kasih Allah yang besar dan mulia akan memelihara kehidupan setiap orang yang sudah dibaharui, sebaliknya kehidupan yang sudah dibaharui memelihara segala sesuatu yang Tuhan percayakan sebagai kasih karunia Allah.



TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA ,MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI