KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, April 15, 2011

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB ,15 APRIL 2011

"Silahkan mengikuti Ibadah Pendalaman Alkitab dari kitab MALEAKHI dari pasal 1 - pasal 4(ayat demi ayat)"

Maleakhi 1: 3a
(1:3) Tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun."

Dengan mengasihi Yakub berarti Tuhan mengasihi Israel tetapi membenci Esau.
Sebetulnya, secara manusiawi ini tidak logis sebab Esau adalah anak pertama , yaitu milik Tuhan , tetapi justru Tuhan membenci Esau dan mengasihi Yakub.

Jikalau Tuhan membenci Esau, tentu Tuhan mempunyai alasan untuk itu.
Kejadian 25: 25-28
(25:25) Keluarlah yang pertama, warnanya merah, seluruh tubuhnya seperti jubah berbulu; sebab itu ia dinamai Esau.
(25:26) Sesudah itu keluarlah adiknya; tangannya memegang tumit Esau, sebab itu ia dinamai Yakub. Ishak berumur enam puluh tahun pada waktu mereka lahir.
(25:27) Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.
(25:28) Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub.

Esau memiliki sifat yaitu pandai berburu kemudian kesukaanya tinggal di padang.
Ini adalah pribadi Esau.
Jika dibandingkan dengan Yakub, sungguh jauh sekali perbandingannya. Itu sebabnya Tuhan mengasihi Yakub dan membenci Esau.

Keterangan:
KESUKAAN ESAU TINGGAL DI PADANG
Padang -> dunia
Berarti kalau tinggal di padang, artinya: mengasihi dunia serta segala sesuatu yang ada di dalamnya.

1 Yohanes 2: 15-16
(2:15) Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
(2:16) Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.

Mengasihi dunia serta segala sesuatu yang ada di dalamnya berarti tidak mengasihi Allah
Ada banyak hal di dalam dunia ini tapi secara khusus, ada 3 hal pokok di dalam dunia:
1.     keinginan daging
2.     keinginan mata
3.     keangkuhan hidup
Itulah pribadi Esau.

Akibat tinggal di padang:
Kejadian 25: 29-30
(25:29) Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
(25:30) Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.

Akibatnya adalah Esau mengalami kelelahan/Esau lelah.

Amsal 30: 1-3
(30:1) Perkataan Agur bin Yake dari Masa. Tutur kata orang itu: Aku berlelah-lelah, ya Allah, aku berlelah-lelah, sampai habis tenagaku.
(30:2) Sebab aku ini lebih bodoh dari pada orang lain, pengertian manusia tidak ada padaku.
(30:3) Juga tidak kupelajari hikmat, sehingga tidak dapat kukenal Yang Mahakudus.

Agur bin Yake dari Masa mengaku bahwa dia berlelah-lelah, mengalami kelelahan sehingga dia menjadi bodoh dan tidak memiliki hikmat.
Kalau orang mengalami kelelahan, ciri-cirinya:
a.    bodoh/ lebih bodoh dari orang lain = sebagai manusia tidak mempunyai pengertian
b.  tidak mempelajari hikmat sehingga tidak dapat mengenal Allah, itulah Firman Tuhan yang bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jahat
Kegunaan hikmat: dapat membedakan mana yang baik , mana yang jahat.

Karena Tuhan mengetahui kelelahan manusia, maka Tuhan membuat suatu hukum supaya manusia tidak mengalami kelelahan seperti Esau

Keluaran 20: 8-11
(20:8) Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
(20:9) enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
(20:10) tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
(20:11) Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Dalam 1 minggu ada 7 hari, Tuhan memberikan kepada manusia 6 hari untuk bekerja, untuk segala aktivitasnya tapi pada hari yang ke 7 adalah hari perhentian bagi Allah.

Ada 3 hal hari perhentian/sabat untuk Tuhan:
1.      Keluaran 16: 22-26
 (16:22) Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa.
(16:23) Lalu berkatalah Musa kepada mereka: "Inilah yang dimaksudkan TUHAN: Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi TUHAN; maka roti yang perlu kamu bakar, bakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah; dan segala kelebihannya biarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi."
(16:24) Mereka membiarkannya di tempatnya sampai keesokan harinya, seperti yang diperintahkan Musa; lalu tidaklah berbau busuk dan tidak ada ulat di dalamnya.
(16:25) Selanjutnya kata Musa: "Makanlah itu pada hari ini, sebab hari ini adalah sabat untuk TUHAN, pada hari ini tidaklah kamu mendapatnya di padang.
(16:26) Enam hari lamanya kamu memungutnya, tetapi pada hari yang ketujuh ada sabat; maka roti itu tidak ada pada hari itu."

Pada hari yang ke 7 manna tidak ada di padang.
6 hari bangsa Israel mengumpulkan manna, ditiap hari 1 orang 1 gomer secukupnya sesuai keperluan masing-masing tetapi pada hari yang ke 6, mereka mengumpulkan 2 gomer setiap orang maksudnya supaya pada hari yang ke 7 mereka tidak lagi mengumpulkan manna tapi untuk tinggal menikmati manna itu sendiri.
Inilah hari perhentian yang pertama.
Jadi, hari yang ke 7 mereka hanya tinggal makan , menikmati manna yang sudah dikumpulkan pada hari yang ke 6.
Manna -> Firman Tuhan sebagai makanan rohani yang harus kita nikmati.
Berarti , hari perhentian untuk Tuhan adalah makan manna = menikmati Firman Tuhan.
Dengan kata lain, saat kita menikmati Firman Tuhan itu adalah saat-saat kita masuk pada hari perhentian bagi Tuhan.

Yohanes 4: 33-34
(4:33) Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: "Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?"
(4:34) Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Makan manna yang turun dari surga, berarti:
a.   melakukan kehendak Allah, yaitu menanggung penderitaan di atas kayu salib
sebab ketika Yesus disalib , Yesus telah menggenapi seluruh kehendak Allah.
Inilah mana yang turun dari sorga

b.     menyelesaikan pekerjaan Allah = melayani Tuhan dengan setia

Inilah hari perhentian yang pertama


2.     Yesaya 28 : 11-13
(28:11) Sungguh, oleh orang-orang yang berlogat ganjil dan oleh orang-orang yang berbahasa asing akan berbicara kepada bangsa ini
(28:12) Dia yang telah berfirman kepada mereka: "Inilah tempat perhentian, berilah perhentian kepada orang yang lelah; inilah tempat peristirahatan!" Tetapi mereka tidak mau mendengarkan.
(28:13) Maka mereka akan mendengarkan firman TUHAN yang begini: "Harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini tambah itu!" supaya dalam berjalan mereka jatuh telentang, sehingga luka, tertangkap dan tertawan
.

Orang-orang yang berlogat ganjil/berbahasa asing = berbahasa Roh.
Jika seseorang berbahasa Roh, itu artinya dia dipenuhkan oleh Roh Kudus = memberi diri di pimpin Roh Kudus sepenuhnya.
Saat seseorang dipenuhkan Roh Kudus, itulah hari perhentian, tempat perhentian bagi Tuhan.
Biar kita memberi diri dipenuhkan Roh Kudus sepenuhnya, jangan setengah-setengah saat di rumah,di sekolah , di tempat kerja, di manapun komunitas kita berada, karena itulah hari perhentian bagi Tuhan.

Kalau Roh Kudus memimpin kehidupan kita pastilah jauh dari dosa, hidup dalam kekudusan.

Itulah hari perhentian bagi Tuhan, sabat bagi Tuhan.

Roma 8: 13-14
(8:13) Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
(8:14) Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Kalau kita hidup dalam pimpinan Roh Kudus maka Roh itu akan mematikan seluruh perbuatan-perbuatan daging dan orang yang dipimpin Roh Kudus adalah anak-anak Allah.

3.     Lukas 17: 34
(17:34) Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.

Tempat tidur -> tempat perhentian bagi Allah = tempat hubungan intim dangan Allah lewat doa penyembahan.
Berarti doa pnyembahan adalah hari perhentian, hari sabat bagi Allah.
Saat-saat kita menyembah, saat itulah hari perhentian bagi Tuhan.

Inilah hari perhentian bagi Tuhan.

Tujuan hari perhentian bagi Tuhan:
Keluaran 20: 8, 11
(20:8) Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: (20:11) Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Tujuan: supaya menguduskan diri di hadapan Tuhan = hidup dalam kekudusan = hati suci.
Itulah tujuan dari pada sabat, hari perhentian bagi Tuhan.
Tuhan tahu seperti apa manusia, begitu mengasihi dunia dan segala sesuatu yang ada dalamnya sampai akhirnya mengalami kelelahan, maka Tuhan membuat suatu hari perhentian bagi kita semua, agar kita menikmati Firman Tuhan, melakukan kehendak Allah, melayani dengan setia.

Matius 5: 8
(5:8) Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Kalau hati suci, akan mengalami kebahagiaan karena dapat bertemu dengan Allah setiap saat, setiap waktu, setiap hari.

Kejadian 25: 29-30
(25:29) Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
(25:30) Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.

Kalau Esau mengalami kelelahan itu artinya Esau tidak masuk pada hari perhentian maka sudah pasti tidak hidup dalam kekudusan/hati tidak suci.

Ibrani 4: 3-11
(4:3) Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: "Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku," sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan.
(4:4) Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: "Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya."
(4:5) Dan dalam nas itu kita baca: "Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."
(4:6) Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan mereka yang kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk karena ketidaktaatan mereka.
(4:7) Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu "hari ini", ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!"
(4:8) Sebab, andaikata Yosua telah membawa mereka masuk ke tempat perhentian, pasti Allah tidak akan berkata-kata kemudian tentang suatu hari lain.
(4:9) Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah.
(4:10) Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.
(4:11) Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.

Klau tidak masuk dalam hari perhentian itu adalah tanda ketidaktaatan kepada Allah
Tidak taat = tidak patuh pada ajaran yang benar, itulah Firman pengajaran yang rahasianya dibukakan.

Ciri-ciri ketidaktaatan:
Ibrani 4: 7
(4:7) Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu "hari ini", ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!"

Cirinya: mengeraskan hati di hadapan Allah, tidak memperdulikan suara Allah.

Itulah keberadaan dari pada Esau.

Jalan Keluar:
Imamat 21: 12
(21:12) Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

Jalan keluar: jangan keluar dari tempat kudus
Artinya: masuklah pada hari perhentian, yaitu;
1.     makan manna yang turun dari surga ,lewat ketekunan Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci
2.     memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus ,lewat ketekunan Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian
3.      hidup dalam doa pnyembahan, lewat ketekunan Ibadah Doa Penyembahan

Berarti harus tekun dalam 3 macam ibadah utama seperti yang di atas supaya sesuai dengan pola kerajaan surga (TABERNAKEL).
Itulah hari perhentian bagi Tuhan.

Hasilnya:
a.      Imamat 21: 12
(21:12) Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

minyak urapan ada di atas kepala = diurapi oleh kuasa Roh Kudus

b.     Keluaran 20: 11
(20:11) Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Hasilnya: Tuhan memberkati
-      Jika Tuhan memberkati, maka kita akan menikmati berkat-berkat yang ada dalam kitab Ulangan 28: 1-14
-    Jika kita diberkati maka kita juga akan menikmati berkat Abraham, Ishak, Yakub, yaitu berkat Bapa, Anak, dan Roh Kudus = berkat iman, harap, dan kasih.



TUHAN YESUS MEMBERKATI