KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Tuesday, April 26, 2011

IBADAH DOA PENYEMBAHAN , 26 APRIL 2011

tema:
Ya Abba, Ya Bapa
(seri 4)


Roma 8: 15
(8:15) Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

Oleh Roh itu kita bseru “Ya Abba, Ya Bapa” kepada Allah.
“Ya Abba, Ya Bapa” adalah seruan dari anak- anak Tuhan kepada Allah sebagai Bapa yang baik.
Abba artinya: Bapa yang baik , yang memelihara anak-anak Nya
Banyak bapa di muka bumi ini tetapi hanya satu Bapa yang baik , Dialah Allah yang hidup, Allah yang berkuasa, Allah yang menciptakan langit dan bumi dan segala isinya.
Itu sebabnya Yesus menegur ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi sebab ibadah pelayanan mereka adalah ibadah pelayanan yang lahiriah, hanya untuk menonjolkan diri.

Matius 23: 2, 9
(23:2) "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
(23:9) Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.


Hanya satu Bapa yang baik, yaitu Allah yang berada di dalam sorga.
Ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi, ibadah pelayanan mereka tidak berkenan kepada Tuhan karena ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi melayani ,yaitu mengajar tetapi tidak melakukannya , justru hanya untuk penonjolan diri sehingga ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi suka dipanggil “Bapa”, sehingga tidak mampu berseru ”Ya Abba, Ya Bapa”

Biarlah kita melayani dengan sungguh-sungguh , jangan seperti ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi supaya kita bisa menyebut/berseru , “Ya Abba, Ya Bapa”dan supaya pelayanan kita berkenan di hadapan Tuhan.
Kalau hidup sesuai dengan Firman , maka pelayanan kita dan segala sesuatu yang kita persembahkan berkenan di hadapan Tuhan.

Bukti bahwa Allah adalah Bapa yang baik:
Mazmur 103: 13
(103:13) Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia

Allah , Dialah Bapa yang baik, Dia sangat menyayangi dan mengasihi kita semua, terlebih kepada anak-anak Tuhan yang takut akan Tuhan, yaitu membenci segala kejahatan.

Buktinya:
Mazmur 103: 8-12
(103:8) TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
(103:9) Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.
(103:10) Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,
(103:11) tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;
(103:12) sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.


Buktinya :
Kalau manusia, sifatnya selalu melakukan dosa, tetapi Tuhan Allah sebagai Bapa yang baik, tidak menuntut atas dosa-dosa yang telah kita lakukan, dan tidak membalaskan setimpal dengan kesalahan kita seperti hukum taurat ,tetapi Tuhan limpah dengan kasih karunia, itulah kasih karunia.

Keterangan:
Mazmur 103: 11
(103:11) tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia

Ukuran kasih sayang dan kasih setia Tuhan, yaitu: setinggi langit di atas bumi
Artinya: kasih sayang dan kasih setia Tuhan tidak terbatas, melebihi kasih yang ada di bumi.

Mazmur 103: 12
(103:12) sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita

Ukuran dosa dijauhkan dari manusia: sejauh timur dari barat, dikaitkan dengan pola tabernakel dimulai dari pintu gerbang sampai kepada ruangan maha suci.
Artinya: dimulai dari percaya kepada Yesus , lalu dibenarkan, dikuduskan, disempurnakan.

Keterangan:
A.Dibenarkan -> halaman/pelataran
Kita yang jauh dari Tuhan kemudian percaya kepada Yesus -> pintu gerbang.
Berada di halaman , artinya: Tuhan yang membenarkan kita oleh darah anak domba Allah lewat pengorbanan Nya di atas kayu salib dan lewat kuasa kematian dan kebangkitan Nya
Di halaman ada 2 alat, yaitu:
1.Mezbah Korban Bakaran -> korban Kristus, pengorbanan Kristus di kayu salib
2.Kolam Pembasuhan -> kematian dan kebangkitan Kristus = baptisan air


B.Dikuduskan -> Ruangan suci
Dalam ruangan suci terdapat 3 macam alat:
1.meja roti sajian, artinya: dikuduskan oleh kuasa Firman Tuhan
2.pelita emas, artinya: dikuduskan oleh kuasa Roh Kudus
3.mezbah dupa, artinya: dikuduskan oleh kasih Allah, lewat doa penyembahan.


C.Disempurnakan -> Ruangan maha suci
Gereja Tuhan yang disempurnakan seperti tabut perjanjian yang disalut oleh emas ,luar dan dalam .
Artinya: tidak tampak lagi dosa-dosa yang diperbuat oleh daging sehingga sama mulia seperti Kristus sebagai kepala, dimana tutup pendamaian itu -> Kristus sebagai kepala, Kristus sebagai suami, sehingga tabut dan tutupnya sama


Alasan Tuhan Allah sebagai Bapa yang baik:
Mazmur 103: 14
(103:14) Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.

Kalau Allah adalah Bapa yang baik, alasannya adalah
a.
Allah tahu seperti apa manusia termasuk kekuatan kita, sebab kekuatan manusia tidak seberapa dan terbatas

b.
Allah ingat bahwa kita ini debu.
Debu artinya: manusia yang hina karena dosa.


jadi, kesimpulannya : Tuhan tahu dan Tuhan ingat anak-anak Nya
Inilah alasannya mengapa Tuhan Allah adalah Bapa yang baik bagi kita semua.

Syarat untuk menjadi anah-anak Allah:
Roma 8: 14, 16
(8:14) Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
(8:16) Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.


Syaratnya: memberi diri dipimpin oleh Roh Allah
Biarlah kita memberi diri dipimpin oleh Roh Allah sepenuhnya, jangan setengah-setengah, bukan hanya saat beridah tetapi juga di luar ibadah pun, memberi diri untuk dipimpin oleh Roh Allah, misalnya : di sekolah, di kampus, di tempat bekerja, di mana pun kita berada, sebab Tuhan yang menguji hati dan batin.
Biar kita selalu memberi diri diingatkan oleh Roh Kudus.

Roh Kudus dan roh yang kita miliki bersaksi, menunjukkan dan menampilkan bahwa kita adalah betul-betul anak Allah yang berseru “Ya Abba, Ya Bapa”.
Sebab itu kita tidak perlu menonjolkan diri karena nanti Roh Tuhan dan roh kita itu sendiri yang bersaksi.

Roma 8: 11
(8:11) Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

Kalau Roh Allah diam dalam diri kita semua, maka tubuh kita ini akan dihidupkan oleh Roh Allah itu sendiri = Roh Allah menghidupkan tubuh kita yang fana.
fana = hidup yang tidak kekal
kalau Roh Allah permanen dalam hidup kita , maka kita hidup dalam hidup yang kekal.
itulah yang disebut tubuh kita dihidupkan.

Tubuh yang dihidupkan seperti pengakuan Yesus terhadap diriNya sendiri.

Wahyu 1: 18
(1:18) dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Inilah hidup yang kekal : hidup, mati, hidup kembali, itulah pribadi Yesus Kristus.
Inilah tubuh yang fana dihidupkan kembali oleh Roh Allah

Hidup yang pertama :
hidup menurut keinginan daging = hidup di bawah hukum taurat = hidup dalam perhambaan dosa.
Itu sebabnya Yesus harus mati untuk menggenapi hukum taurat di dalam tubuh Yesus.
Setelah mati, Yesus bangkit, dan Dia hidup. Itulah hidup yang kedua.

Hidup yang kedua :
hidup di dalam kebenaran = hidup di dalam kasih karunia = hidup dalam pimpinan Roh Kudus .

Kalau kita memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus sampai permanen dalam diri kita ,maka kehidupan yang fana menjadi hidup yang kekal, seperti Yesus yang hidup, kemudian Dia harus menggenapi hukum taurat lewat kematianNya ,kemudian hidup kembali.

Hidup yang pertama:
Roma 5: 12-14
(5:12) Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.
(5:13) Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.
(5:14) Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang.


Sebetulnya dosa tidak diperhitungkan walaupun sebelumnya sudah ada dosa, tetapi dengan adanya hukum taurat, dosa semakin diperhitungkan kembali.

Oleh karena dosa Adam, maut telah menjalar sampai kepada mereka yang tidak berbuat dosa seperti dosa yang diperbuat oleh Adam. Inilah manusia yang pertama, hidup menurut keinginan daging = hidup di bawah hukum taurat.
Berarti hidup yang pertama (manusia pertama yaitu Adam) akan menuju kepada kebinasaan , atau hidup dalam tubuh yang fana/tidak kekal.

Hidup yang kedua:
Roma 5: 17-21
(5:17) Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.
(5:18) Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.
(5:19) Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.
(5:20) Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,
(5:21) supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.


Inilah hidup yang kedua yaitu pribadi Yesus.
Hidup yang kedua itu adalah hidup dalam kebenaran, hidup dalam kasih karunia.
Prakteknya: ada ketaatan, seperti Yesus yang taat kepada Allah Bapa.
Taat artinya: patuh pada ajaran yang benar.
Berarti kalau hidup yang kedua adalah hidup dalam kebenaran dan kasih karunia maka akan menuju kepada hidup yang kekal.

Biarlah kita sungguh-sungguh dipimpin oleh Roh Kudus karena kalau Roh Kudus itu permanen , Dia akan menghidupkan tubuh kita yang fana ,menjadi hidup dalam hidup yang kekal.

Sebelum mengerti Firman Tuhan itu bagaikan hidup yang pertama(manusia pertama yaitu Adam), tetapi setelah kita menerima kasih karunia itulah hidup yang kedua, hidup yang kekal.

Biarlah senantiasa kita selalu berseru “Ya Abba, Ya Bapa”


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA ,MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI