KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Tuesday, April 19, 2011

IBADAH DOA PENYEMBAHAN , 19 APRIL 2011

Tema:
YA ABBA, YA BAPA
(seri 3)


Roma 8: 15-16
(8:15) Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
(8:16) Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.


Ya Abba, Ya Bapa adalah seruan dari anak-anak Tuhan kepada Alllah sebagai Bapa yang baik.
Abba artinya: Bapa yang baik, Bapa yang memelihara anak-anak Nya
Banyak bapa di dunia ini tapi hanya 1 Bapa yang baik , itulah Allah, Bapa kita yang berada di dalam kerajaan sorga

Syarat untuk menjadi anak-anak Allah:
Roma 8: 14
(8:14) Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Syarat: memberi diri dipimpin oleh Roh Allah dengan sepenuhnya
Kalau Roh Kudus yang memimpin kehidupan kita sepenuhnya maka daging tidak lagi bersuara, dengan kata lain tidsk lagi menuruti seluruh hawa nafsu dan keinginan daging itu sendiri
Banyak sekali keinginan daging yang bertolak belakang dengan keinginan Roh Allah
Jangan lagi menikmati apa yang menjadi keinginan daging karena itu adalah seteru Allah

Lebih terperinci lagi
Galatia 4: 6-7
(4:6) Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
(4:7) Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.


Kehidupan yang berseru kepada Allah sebagai Bapa yang baik ,Ya Abba Ya bapa, itu bukti bahwa kita bukan lagi hamba melainkan anak
Ya Abba Ya Bapa , adalah seruan dari anak bukan lagi hamba karena seorang hamba tidak bisa menyebutkan Bapa selain sebutan tuan.
Seruan yang keluar dari mulut anak pasti Bapa
Seruan yang keluar dari mulut hamba pasti tuan
Hamba = seseorang yang masih diperbudak dosa
Berarti selama seseorang masih diperbudak oleh dosa,dari mulutnya tidak mungkin keluar seruan Ya Abba Ya Bapa, tidak mungkin dapat memuji dan memuliakan Tuhan
Kita bisa berseru karena kita adalah anak-anak Allah
Kalau ada anak Tuhan yang bisa berseru Ya Abba Ya Bapa, tapi masih berada dalam lumpur dosa, itu adalah kemunafikan, seperti hidup padahal mati.

Berarti Ya Abba Ya Bapa, itu adalah seruan yang hanya keluar dari mulut anak-anak Allah bukan seruan dari orang-orang yang diperbudak oleh dosa.

Ulangan 6: 10-12
(6:10) Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu -- kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan;
(6:11) rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami -- dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang,
(6:12) maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.


Itu sebabnya Tuhan membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, dari rumah perbudakan dengan maksud tidak lagi berada dalam perhambaan/perbudakan dosa
Karena jika masih berada dalam perbudakan, tidak akan ada seruan Ya Abba Ya Bapa

Syarat setelah bebas dari perbudakan dosa:
Ulangan 6: 13
(6:13) Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah.

Syarat: harus takut akan Tuhan Allah

Amsal 8: 13
(8:13) Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

Takut akan Tuhan berarti membenci segala kejahatan

Ciri-ciri takut akan Tuhan:
1.
Ulangan 6: 14
(6:14) Janganlah kamu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa sekelilingmu,

Ciri-ciri:jangan mengikuti allah-allah lain
Arti rohani: tidak hidup dalam penyembahan berhala

Banyak sekali berhala-berhala di muka bumi ini, apa saja bisa menjadi berhala sebab berhala artinya segala sesuatu yang melebihi dari pada Tuhan.
Pekerjaan , perut, segala sesuatu yang kita miliki pun bisa menjadi berhala, kalau itu lebih utama dari pada Tuhan.


2.
Ulangan 6: 16
(6:16) Janganlah kamu mencobai TUHAN, Allahmu, seperti kamu mencobai Dia di Masa.

Ciri: janganlah mencobai Tuhan Allah

Keluaran 17: 1-7
(17:1) Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah TUHAN, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu.
(17:2) Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: "Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum." Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?"
(17:3) Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: "Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?"
(17:4) Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!"
(17:5) Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah.
(17:6) Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum." Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.
(17:7) Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?"


Bangsa Israel mencobai Tuhan Allah di Masa dan di Meriba.
Mencobai Tuhan = tidak mengakui keberadaan Tuhan
Sesuai dengan perkataan Israel "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?"
Seringkali ketika kita mengalami masalah,misalnya karena ekonomi ,penyakit, pekerjaan atau sesuatu hal yang kita harapkan taip belum terwujud, disini kita mulai ragu atas kebesaran, kasih sayang, kasih setia Tuhan.
Orang yang ragu = mencobai
Mencobai = ragu kepada Tuhan

Kalau seandainya bangsa Israel harus mengalami ujian karena haus tidak ada air saat berada di Masa dan Meriba, itu berarti seijin Tuhan sebab bangsa Israel adalah anak-anak Tuhan, anak-anak pilihan. Dan tidak mungkin anak-anak Tuhan dibiarkan begitu saja (diabaikan). Tapi bangsa Israel justru mencobai Tuhan , ragu kepada Tuhan.
Sesungguhnya saat bangsa Israel mangalami kahausan, seharusnya bangsa Israel berdiam diri saja, tidak perlu bersungut-sungut apalagi berbantah-bantah karena Tuhan pasti menolong dan memelihara dan juga jika bangsa Israel kehausan (tidak menjumpai air) itu seijin Tuhan dengan kata lain , Tuhan punya maksud yang baik supaya keadaan bangsa Israel lebih baik di hari esok.

Ulangan 8: 15-16
(8:15) dan yang memimpin engkau melalui padang gurun yang besar dan dahsyat itu, dengan ular-ular yang ganas serta kalajengkingnya dan tanahnya yang gersang, yang tidak ada air. Dia yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras,
(8:16) dan yang di padang gurun memberi engkau makan manna, yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu, supaya direndahkan-Nya hatimu dan dicobai-Nya engkau, hanya untuk berbuat baik kepadamu akhirnya.


Jadi maksud dan tujuan Tuhan kalau bangsa Israel diijinkan haus akan air, adalah untuk tujuan yang mulia ,yaitu supaya kita menjadi pribadi yang rendah hati/merendahkan diri di hadapan Tuhan sehingga menjadi pribadi/kehidupan yang lebih baik di kemudian hari.

Saat kita menghadapi cobaan, itu adalah seijin Tuhan , jangan tanya kepada Tuhan ,mengapa/kenapa begini dan begitu, tetapi seharusnya tanyalah diri kita sendiri, apakah kita ini sudah memposisikan diri rendah di hadapan Tuhan atau belum.
Biarlah kita membawa diri kita rendah di hadapan Tuhan.

Ulangan 8: 17-18
(8:17) Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.
(8:18) Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.


Jadi, cukup percaya selalu ingat Tuhan, kebaikan Tuhan ,kasih Tuhan yang sudah memberi kekuatan kepada kita sehingga lewat kejadian-kejadia yang kurang mengenakkan pada kita membuat kita semakin teguh kepada Tuhan atas janji-janji Tuhan

Ulangan 6: 16
(6:16) Janganlah kamu mencobai TUHAN, Allahmu, seperti kamu mencobai Dia di Masa.

Jangan mencobai Tuhan Allah, jangan ragu terhadap kebesaran janji-janji Allah, kasih sayang ,kasih setia Tuhan
Sebab kalau mencobai, itu adalah tanda sebagai anak-anak iblis, sebab kalau anak- Allah cukup berseru Ya Abba Ya Bapa, tapi kalau anak-anak iblis tidak ada seruan Ya Abba Ya Bapa

Matius 4: 1-2
(4:1) Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
(4:2) Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.


Si pencoba itu asalnya dari iblis
Brarti kalau ada seseorang yang mencobai / ragu akan keberadaan Tuhan, berarti dia adalah anak-anak iblis, sebab si pencoba adalah iblis

Ada 3 hal yang cobaan dari iblis:
1.
Matius 4: 3
(4:3) Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."

Cobaan dari iblis yang pertama kepada Yesus : memerintahkan batu-batu menjadi roti
Roti = makanan secara lahiriah (jasmani)
Berarti cobaan yang pertama dari iblis adalah soal-soal makanan , yang membuat perut kenyang supaya hidup.
Pemikiran yang seperti ini berarti sedang mengikuti cara-cara iblis ,dengan kata lain masuk dalam perangkap tipu daya iblis .

Seringkali karena soal makan dan minum, orang menyimpang dari kebenaran Firman
Banyak orang yang mengaku Kristen tetapi tidak tekun dalam ibadah.
Sama seperti bangsa Israel hanya soal haus saja sudah ragu kepada Tuhan, mencobai Tuhan.

Matius 4: 4
(4:4) Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Sesungguhnya manusia hidup bukan dari roti tapi hidup dari Firman yang keluar dari mulut Allah.
Sebab itu dalam setiap ibadah ,biarlah kita memperhatikan setiap Firman Allah yang disampaikan (perkataan-perkataan yang keluar dari mulut Allah), diperhatikan dengan sungguh-sungguh jangan sampai muak karena manusia bukan hidup dari roti saja (makanan jasmani/lahiriah) tetapi hidup dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.


2.
Matius 4: 5-6
(4:5) Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,
(4:6) lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."


Cobaan dari iblis yang kedua kepada Yesus: soal kesucian itu sebabnya iblis membawa Yesus ke kota suci dan menempatkan Yesus di bubungan Bait Allah, kemudian iblis berusaha menjatuhkan Yesus dari atas dengan alasan malaikat menatang dengan tangannya.
Kota suci -> hidup suci
Jangan bermain-main dengan kesucian dan jangan terjebak dengan tipu daya iblis setan karena malaikat tidak dapat menolong seseorang untuk tetap hidup dalam kesucian.

Sekalipun Yesus berkata “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” iblis belum pergi dan masih berusaha mencobai lagi dengan soal kesucian.
Seringkali soal kesucian ini dicobai dan alasan-alasan yang menolong/membela diri sebagai jalan keluar. Walaupun sepertinya ada jalan keluar, jangan bermain-main soal kesucin, sebab itu , hati-hati dalam kenajisan.
Semakin banyak beribadah melayani Tuhan , semakin sedikit kemungkinan untuk jatuh ke dalam berbagai-bagai dosa.

Matius 4: 7
(4:7) Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"

Jangan bermain-main dengan kesucian = jangan mencobai kesucian.
Kesucian itu jangan dipermainkan, kalau kita hidup dalam Tuhan, jangan menganggap remeh/rendah kesucian.


3.
Matius 4: 8-9
(4:8) Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
(4:9) dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."


Cobaan dari iblis yang ketiga kepada Yesus: sujud menyembah kepada iblis dengan alasan iblis akan memberikan kerajaan dunia dengan kemegahannya.
Menyembah iblis karena kerajaan dunia dengan kemegahannya = menyembah Allah yang mati = mempertuhankan harta kekayaan , kedudukan jabatan dan kemewaha-kemewahan yang lain.

Matius 4: 10
(4:10) Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"
Tuhan berkata "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"


Pada cobaan yang ketiga ini, iblis pun pergi lewat kuasa doa penyembahan kepada Allah.

Kita memiliki kebenaran bukan berarti iblis pergi dan hidup suci bukan berarti iblis pergi ,tetapi iblis pergi/enyah kalau hidup dalam doa penyembahan kepada Allah yang hidup, yaitu di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, bukan kepada yang lain-lain.

Sebab itu biarlah kita hidup dalam doa pnyembahan dan berseru “Ya Abba ,Ya Bapa” supaya lepas dari pencobaan dan tidak mencobai Tuhan sehingga di kemudian hari hidup kita lebih baik dan berkenan di hadapan Tuhan sehingga apapun yang kita persembahkan semuanya menyenangkan hati Tuhan .



TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA ,MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI