KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Saturday, April 23, 2011

Ibadah Kaum Muda Remaja, 23 April 2011 (seri 11 B)

“silahkan mengikuti Ibadah Muda Remaja tentang DAUD dalam 1 Samuel 16”

1 Samuel 16: 14-18
(16:14) Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN.
(16:15) Lalu berkatalah hamba-hamba Saul kepadanya: "Ketahuilah, roh jahat yang dari pada Allah mengganggu engkau;
(16:16) baiklah tuanku menitahkan hamba-hambamu yang di depanmu ini mencari seorang yang pandai main kecapi. Apabila roh jahat yang dari pada Allah itu hinggap padamu, haruslah ia main kecapi, maka engkau merasa nyaman."
(16:17) Berkatalah Saul kepada hamba-hambanya itu: "Carilah bagiku seorang yang dapat main kecapi dengan baik, dan bawalah dia kepadaku."
(16:18) Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: "Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia."

Daud dibawa ke istana raja untuk menghibur, menolong Saul dengan menggunakan kecapi karena saat itu Saul sedang diganggu oleh roh jahat karena roh Allah undur dari pada Saul.
Biarlah kehidupan kita dipakai oleh Tuhan untuk menghibur dan menolong orang-orang yang diganggu oleh roh jahat dengan menggunakan kecapi baik di rumah, di sekolah, di kampus, di tempat kerja, dimana saja.
Diganggu roh jahat bukan hanya karena kerasukan roh setan tetapi juga seperti mencuri yaitu diganggu oleh roh pencuru, berdusta yaitu diganggu oleh roh pendusta.

Biarlah kita tergembala dengan sungguh-sungguh sebagai syarat untuk menolong orang-orang yang diganggu oleh roh jahat , sperti Daud yang kembali untuk menggembalakan kambing domba.

Sepadat apapun kegiatan kita, harus tetap kembali kepada kandang penggembalaan, tekun dalam tiga macam ibadah, inilah tergembala dengan baik bukan hanya sebatas tergembala.

Ciri-ciri kehidupan yang menggunakan kecapi:
1 Samuel 16: 18
(16:18) Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: "Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia."

Tidaklah perlu kita mempromosikan diri, jika kita mau tergembala dengan sungguh-sungguh maka Tuhan yang akan menolong.

Inilah ciri kehidupan yang tergembala dengan sungguh-sungguh (menggunakan kecapi), yaitu:
1. seorang pahlawan yang gagah perkasa
2. seorang prajurit
3. pandai bicara
4. elok perawakannya
5. TUHAN menyertai dia

Keterangan:
TUHAN MENYERTAI DAUD
Kalau Tuhan menyertai Daud biarlah kehidupan kita juga mendapat penyertaan dari Tuhan, seperti Tuhan menyertai Daud.

Matius 28: 16-20
(28:16) Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
(28:17) Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
(28:18) Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
(28:19) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
(28:20) dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Murid-murid Yesus menerima amanat agung dari Yesus yaitu perintah untuk memberitakan injil.
Yesus juga berjanji kepada murid-murid Nya bahwa Yesus menyertai samapi akhir zaman (penyertaan Tuhan tanpa batas tidak hanya satu dua tahun).
Berarti, penyertaan Tuhan berlaku kepada anak-anak Tuhan yang menerima amanat agung yaitu perintah untuk memberitakan injil.
Kalau kita menerima amanat agung, ada penyertaan Tuhan
Oleh sebab itu, di hari-hari terakhir ini kehidupan muda mudi remaja tidak cukup datang ibadah saja tetapi harus meningkat sampai menerima amanat agung yaitu perintah untuk memberitakan injil supaya ada penyertaan Tuhan. Penyertaan Tuhan sampai pada akhir zaman.

Biarlah kehidupan muda-mudi remaja mau menerima amanat agung dan nyata dalam kehidupan kita , mau memberitakan injil supaya bangsa-bangsa menjadi murid Yesus.

Kalau hanya datang untuk mendengar Firman saja saat beribadah, itu bagus tetapi harus meningkat sampai menerima amanat agung dari Yesus yaitu perintah untuk memberitakan injil.
Oleh sebab itu, janganlah meremehkan dan tidak menghargai amanat agung dari Yesus yaitu perintah untuk memberitakan injil.

Yohanes 20: 14-15
(20:14) Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
(20:15) Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."
(20:16) Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.

Pagi-pagi buta Maria pergi ke kubur Yesus dan melihat Yesus sudah bangkit dari maut, berarti itu adalah suasana kebangkitan .
Kuasa kebangkitan ialah: hidup dalam hidup yang baru = hidup yang sudah dibaharui, yang lama sudah berlalu, hidup lama sudah dkubur dalam kematian Kristus.

Kalau menerima amanat agung dari Yesus ,yaitu perintah untuk memberitakan injil, maka terlebih dahulu kehidupan kita ini berada dalam suasana kebangkitan.
Saat Yesus menegor Maria, Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.
Kehidupan yang sudah bersuasanakan kebangkitan, ibarat seorang guru yang sedang memberitakan injil kepada muridnya.
Itu sebabnya Maria langsung memposisikan diri sebagai murid di hadapan Yesus , sebagai bukti Maria berkata “rabuni” artinya adalah guru.
Guru = mengajar = memberitakan injil

Memberitakan injil tidak harus berkotbah di atas mimbar, dan selalu membawa mimbar ke mana pun kita pergi, tetapi harus bersuasanakan kebangkitan, yaitu hidup dalam hidup yang baru atau hidup yang sudah dibaharui terus menerus dari sehari ke sehari, sehingga setiap gerak gerik maupun tingkah laku, mulai dari cara duduk, berdiri, berbicara, semuanya baik di lihat oleh orang lain , inilah yang disebut memberitakan injil (bersuasanakan kebangkitan).

Matius 28: 20
(28:20) dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Inilah perintah memberitakan injil , itu = mengajar untuk melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan oleh Yesus.

Ciri-ciri kehidupan yang sudah diperbaharui:
Filipi 4: 8-9
(4:8) Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
(4:9) Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu terima dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.


Cirinya ada 8: memikirkan semua yang baik , yaitu:
1.semua yang benar
2.semua yang mulia
3.semua yang adil
4.semua yang suci
5.semua yang manis
6.semua yang sedap didengar
7.semua yang disebut kebajikan
8.patut dipuji.

8 hal itu harus ada dalam pemikiran kita setiap hari.
Inilah ciri-ciri kehidupan yang sudah diperbaharui.

Ada 4 hal yang harus kita lakukan , yaitu:
1.lakukanlah apa yang telah kamu pelajari dari kebenaran Firman Tuhan
2.lakukanlah apa yang telah kamu terima dari Tuhan
3.lakukanlah apa yang telah kamu terima dalam setiap ibadah, setiap pemberitaan Firman Tuhan
4.lakukanlah apa yang telah kamu lihat , yaitu mujizat-mujizat yang terjadi

Dalam pemikiran kita ada 8 hal dan dalam hidup kita ada 4 hal, itulah yang harus kita lakukan dan perhatikan, maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai setiap kehidupan muda-mudi/remaja.

Zakharia 8: 20-23
(8:20) Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Masih akan datang lagi bangsa-bangsa dan penduduk banyak kota.
(8:21) Dan penduduk kota yang satu akan pergi kepada penduduk kota yang lain, mengatakan: Marilah kita pergi untuk melunakkan hati TUHAN dan mencari TUHAN semesta alam! Kami pun akan pergi!
(8:22) Jadi banyak bangsa dan suku-suku bangsa yang kuat akan datang mencari TUHAN semesta alam di Yerusalem dan melunakkan hati TUHAN."
(8:23) Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Pada waktu itu sepuluh orang dari berbagai-bagai bangsa dan bahasa akan memegang kuat-kuat punca jubah seorang Yahudi dengan berkata: Kami mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar, bahwa Allah menyertai kamu!"

Bagi kehidupan muda-mudi/remaja yang disertai Tuhan(dalam pemikirannya ada 8 hal dan melakukan 4 hal ), dengan sendirinya bangsa-bangsa yang kuat akan datang kepada kita dan memegang punca jubah dengan kuat-kuat = datang kepada kita untuk mencari Firman pengajaran
(Punca jubah = ujung pakaian).

Memegang punca jubah seorang Yahudi, artinya: kemana kita pergi, mereka juga turut pergi = apa yang kita lakukan , mereka juga turut melakukannya, termasuk beribadah dan melayani Tuhan juga mereka turut berinadah dan melayani Tuhan.

Sebagai kehidupan muda mudi/remaja, di hari-hari ini, itulah yang harus kita kerjakan di hadapan Tuhan.

Biarlah kita beribadah dan melayani Tuhan dalam suasana kebangkitan, baik di luar ibadah pun kita tetap bersuasanakan kebangkitan,sehingga kita dikenal sebagai anak-anak Tuhan dan hidup benar sesuai dengan Firman Tuhan di hadapan Tuhan dan sesama.

2 Korintus 3: 2-3
(3:2) Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.
(3:3) Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.

Kalau Firman Tuhan dituliskan dalam hati kita , bukan ditulis dengan tinta tetapi ditulis/dimeteraikan dengan Roh Kudus, itu artinya kita menjadi kitab yang tertulis , yang bisa dikenal dan dibaca oleh orang lain, inilah suasana kebangkitan .

Mazmur 23: 1-4
(23:1) Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
(23:2) Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
(23:3) Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
(23:4) Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Biarlah kita tergembala dengan sungguh-sungguh dalam kandang penggembalaan.
Kalau Tuhan beserta kita, kita tidak akan takut pada apa saja , justru kita terhibur oleh gada yang keras dan tongkat, itulah Firman Tuhan dan kuasa Roh Kudus.
Saat kita terpukul oleh gada yang keras, itu bukan lah sikasaan dari Tuhan melainkan penghiburan dari Tuhan.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA ,MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI