KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, April 6, 2011

IBADAH DOA PENYEMBAHAN , 5 APRIL 2011

Tema:
YA ABBA, YA BAPA


Roma 8: 14-17
(8:14) Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
(8:15) Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
(8:16) Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
(8:17) Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.


‘Ya Abba, Ya Bapa’ ini adalah seruan dari anak-anak Allah kepada Allah di sorga sebagai Bapa yang baik.
Abba ,artinya Bapa yang baik.
Bapa yang baik pasti memelihara anaknya.
Banyak bapa di muka bumi ini tetapi hanya satu Bapa yang baik, yaitu Allah yang hidup.
Bapa yang baik yang memelihara anak-anak Nya ,itulah Abba.

Syarat untuk menjadi anak-anak dari Bapa yang baik(Bapa di sorga):
Roma 8: 14
(8:14) Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Syaratnya adalah memberi diri dipimpin oleh Roh Allah.
Berarti jikalau anak-anak Tuhan tidak dipimpin Roh Allah, maka dia bukanlah anak-anak Allah(bukan anak yang baik).

Ciri-ciri anak Tuhan yang dipimpin Roh Allah: tidak menerima roh perbudakan.
Artinya adalah terlepas dari perhambaan dosa = tidak lagi diperbudak oleh dosa, yaitu segala jenis dosa = terlepas dari segala bentuk dosa apapun.
Inilah ciri-ciri dari anak-anak dari Bapa yang baik, Bapa yang di sorga.

Bukti Allah adalah Abba (Bapa yang baik yang memelihara anak-anak Nya):
Matius 7: 7-11
(7:7) "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
(7:8) Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
(7:9) Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,
(7:10) atau memberi ular, jika ia meminta ikan?

(7:11) Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."


Buktinya adalah
1.
Abba memberikan jika anak-anak Nya meminta roti
Roti -> Firman Allah sebagai makanan rohani kita.
Biarlah Firman Allah kita nikmati setiap kali beribadah dengan sungguh-sungguh (dengan baik) dan jangan sampai kita tidak menikmati Firman Tuhan.

Yohanes 17: 17
(17:17) Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

Firman Mu adalah kebenaran.
Jadi, kalau kita mau hidup dalam kebenaran ,mari kita menikmati Firman Tuhan.
Ketika kita menikmati Firman Tuhan sebagai makanan rohani, saat itu juga kita dibenarkan sampai kehidupan ini dikuduskan.

Oleh sebab itu, saat kita meminta roti , Allah tidak akan memberikan batu kepada kita.
Batu -> kekerasan hati
Contoh keras hati:
Matius 13: 5
(13:5) Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.

Contohnya adalah tanah yang berbatu tidak banyak tanahnya = tanahnya tipis

Kerugian kalau tanah tipis:
Matius 13: 20
(13:20) Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.

Kerugiannya adalah dengan segera menerima Firman Tuhan dengan gembira tetapi Firman (benih) yang ditabur tidak berakar sehingga ketika ada penindasan/aniaya karena salib, orang itupun segera berubah = tidak tahan lama.

Kita haruslah bersyukur ketika kita meminta roti, Tuhan memberi roti bukanlah batu.


2.
Abba memberikan jika anak-anak Nya meminta ikan
Ikan -> jiwa
Kalau anak-anak Nya meminta ikan, maka Tuhan akan memberikan ikan yang terbaik.

Kita lihat ikan yang terbaik
Matius 13: 47-50
(13:47) "Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.
(13:48) Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.
(13:49) Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,
(13:50) lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.


Dalam perumpamaan tentang pukat ini, ikan yang baik itu dikumpulkan di dalam pasu.
Pasu adalah tempatnya makanan.
Berarti, untuk menjadi anak-anak Tuhan/pribadi yang baik di hadapan Tuhan, harus berada di tempat makanan ,yaitu tergembala dengan sungguh-sungguh (dengan baik).

Di luar penggembalaan tidak ada makanan sehingga tidak menjadi pribadi yang benar/baik di hadapan Tuhan, tetapi dalam penggembalaan ada makanan yang terus menerus kita nikmati.

Perbandingan dengan ikan yang tidak baik:
Matius 13: 48-50
(13:48) Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.
(13:49) Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,
(13:50) lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.


Berbeda dengan ikan yang baik, ikan yang tidak baik itu dibuang.
Artinya adalah pribadi seseorang yang tidak baik, tidak benar di mata Tuhan, akan dicampakkan ke dalam dapur api untuk selama-lamanya. Ini adalah kematian yang kedua.

Suasana dalam api neraka adalah terdapat ratapan dan kertakan gigi, artinya adalah penderitaan yang menyedihkan sekali untuk selama-lamanya.

Oleh sebab itu, saat kita meminta ikan, Allah tidak akan memberikan ular pada kita.
Ular -> iblis setan
Allah tidak memberikan ular berarti Allah tidak membiarkan anak-anak Nya menjadi anak-anak yang jahat, sebab kejahatan asalnya dari iblis setan.

Itu sebabnya Firman Tuhan harus kita nikmati dengan sungguh-sungguh, jangan sampai Firman itu tercecer begitu saja.
Jangan kita salahkan Tuhan kalau seseorang jauh dari Tuhan dan menjadi jahat.


Bukti anak-anak yang baik di hadapan Tuhan:
Roma 8: 15
(8:15) Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

Buktinya adalah ‘Ya Abba, Ya Bapa’.
Artinya adalah taat dengar-dengaran = patuh pada ajaran yang benar , yaitu Firman pengajaran yang rahasianya dibukakan.

Biarlah kita semua menjadi pribadi yang taat dengar-dengaran di hadapan Tuhan.

Contoh anak Tuhan yang baik:
1 Samuel 3: 2-8
(3:2) Pada suatu hari Eli, yang matanya mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya.
(3:3) Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah.
(3:4) Lalu TUHAN memanggil: "Samuel! Samuel!", dan ia menjawab: "Ya, bapa."
(3:5) Lalu berlarilah ia kepada Eli, serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil; tidurlah kembali." Lalu pergilah ia tidur.
(3:6) Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi. Samuel pun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali."
(3:7) Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya.
(3:8) Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Ia pun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Lalu mengertilah Eli, bahwa TUHANlah yang memanggil anak itu.


Saat Tuhan memanggil Samuel , Samuel selalu menjawab ‘Ya Bapa’.
3 kali Allah memanggil Samuel dan 3 kali pula Samuel menjawab dengan jawaban yang sama , yaitu ‘Ya Bapa’. Dalam pola tabernakel ;
1.
Ya Bapa yang pertama -> halaman
Artinya : taat dengar-dengaran kepada bapa jasmani

2.
Ya Bapa yang kedua -> ruangan suci ,adalah tempat penggembalaan
Artinya : taat dengar-dengaran kepada bapa rohani, yaitu gembala

3.
Ya Bapa yang ketiga -> ruangan maha suci
Artinya : taat dengar-dengaran kepada Bapa yang di sorga


Angka 3 -> mati dan bangkit
Kalau ukurannya tidak dengan ukuran mati dan bangkit, itu berarti belum taat dengar-dengaran.

Tidak ada satu kalipun ada kata-kata penolakkan dari pada Samuel.
Itu berarti , Samuel adalah pribadi yang taat dengar-dengaran sesuai dengan ukuran Tuhan, yaitu mati dan bangkit.

Inilah bukti seseorang menjadi anak Tuhan yang baik di hadapan Allah, Bapa yang baik.

Kita semua sudah dipanggil menjadi anak-anak Tuhan , oleh sebab itu ,biarlah kita menjadi pribadi yang taat dengar-dengaran.

Kalau Allah sudah membuktikan diri sebagai Bapa yang baik, biarlah juga kita membuktikan diri sebagai anak-anak Tuhan yang baik.


TUHAN YESUS MEMBERKATI