KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Tuesday, May 24, 2011

IBADAH DOA PENYEMBAHAN , 24 MEI 2011


tema:
Ya Abba, Ya Bapa
(seri 7)



Roma 8: 15
(8:15) Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

Oleh Roh itu kita berseru “Ya Abba, Ya Bapa” kepada Allah.
“Ya Abba, Ya Bapa” adalah seruan dari anak- anak Tuhan kepada Allah sebagai Bapa yang baik.
Abba artinya: Bapa yang baik, yang memelihara anak-anak Nya
Banyak bapa di muka bumi ini tetapi hanya satu Bapa yang baik , Dialah Allah yang hidup, Allah yang berkuasa, Allah yang menciptakan langit dan bumi dan segala isinya.

Seruan “Ya Abba, Ya Bapa” yang keluar dari mulut anak-anak Tuhan, itu terjadi karena Roh Kudus lah yang menjadi motor penggeraknya, kalau tidak ada Roh Kudus, maka tidak akan bisa berseru “Ya Abba, Ya Bapa”

Roma 8: 6
(8:6) Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

Kalau hidup menurut keinginan daging, kondisi rohani kita menjadi mati.
Kalau mati, berarti kita tidak bisa berseru “Ya Abba,Ya Bapa” kepada Allah, sebagai Bapa yang baik, karena mulut orang mati tidak terbuka.
Tidak bisa berseu “Ya Abba, Ya Bapa” = tidak ada doa penyembahan kepada Tuhan
Jika hidup dalam doa penyembahan, maka hidup kita bukan milik kita lagi, tetapi Kristus lah yang ada dalam diri kita.

Kalau kita hidup di dalam urapan Roh Kudus/hidup menurut keingian Roh Kudus, ada seruan “Ya Abba, Ya Bapa”, maka kita akan diuntungkan, baik nikah rumah tangga, dan pribadi lepas pribadi, karena ada damai sejahtera, sebab damai sejahtera timbul bila ada doa penyembahan.

Mazmur 150: 1-6
(150:1) Haleluya! Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat!
(150:2) Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!
(150:3) Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi!
(150:4) Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling!
(150:5) Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang!
(150:6) Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!

Biarlah segala yang bernafas, memuji Tuhan, dengan kata lain  mulut kita berseru “Ya Abba, Ya Bapa”, seruan ini bukti bahwa kita memuji Tuhan dengan segenap jiwa.

Syaratnya:
1.     Mazmur 150: 1          
(150:1) Haleluya! Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat!

Syarat: Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya!
Artinya: memuji Tuhan dalam kekudusan, sebab Allah berada di tempat kudus

2.    Mazmur 150: 1
(150:1) Haleluya! Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat!

Syarat: Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat!
Artinya: memuji Tuhan dengan bersuasana kerajaan sorga = memuji Tuhan dalam suasana ibadah/saat beribadah
Saat beribadah di bumi = berada di sorga

Ciri-ciri orang yang berseru “Ya Abba, Ya Bapa”
Roma 8: 15-16
(8:15) Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
(8:16) Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Cirinya: kalau hidup di dalam Roh, maka tidak lagi hidup menurut keinginan daging = tidak lagi diperbudak oleh dosa = tidak hamba dosa

Ciri-ciri hidup menurut keinginan Roh
Roma 8: 15
(8:15) Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

Kalau kita budak dosa, akan menimbulkan ketakutan, menimbulkan rasa takut, tetapi kalau hidup menurut keinginan Roh, kita akan menjadi anak-anak Allah.

1 Yohanes 4: 18
(4:18) Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
Di dalam kasih tidak ada ketakutan, karena kasih yang sempurna melenyapkan rasa takut dalam diri anak Tuhan, dengan demikian, Roh Kudus membawa kita sampai kepada kasih yang sempurna.

Hasil jika ada seruan “Ya Abba, Ya Bapa” dari anak-anak Tuhan
Roma 8: 6b
(8:6) Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

Hasilnya: ada damai sejahtera untuk masa sekarang, dan damai sejahtera untuk di masa yang akan datang, secara khusus pada masa aniaya antikris, adalah puncak kesukaran tetapi damai sejahtera Allah tetap dan menjadi bagian dalam hidup kita.
Damai sejahtera di masa yang akan datang, terjadi karena kita mendapat sayap burung nasar sehingga mendapat perlindungan Tuhan, yaitu jauh dari si mata ular.

Filipi 4: 6-7
(4:6) Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
(4:7) Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Biarlah damai sejahtera Allah yang berkuasa atas pikiran kita, pada masa sekarang sampai masa yang akan datang (selama-selamanya)
Karena damai sejahtera Allah memelihara hati dan pikiran dalam Kristus Yesus.
Amin.


TUHAN YESUS MEMBERKATI