KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Saturday, May 14, 2011

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB ,13 MEI 2011


"Silahkan mengikuti Ibadah Pendalaman Alkitab dari kitab MALEAKHI dari pasal 1 - pasal 4(ayat demi ayat)"
Maleakhi 1: 3a
(1:3) Tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun."

Dengan mengasihi Yakub berarti Tuhan mengasihi Israel tetapi membenci Esau.
Sebetulnya, secara manusiawi ini tidak logis sebab Esau adalah anak pertama, tetapi justru Tuhan membenci Esau dan mengasihi Yakub.

Jika Allah membenci Esau, tentu Allah mempunyai alasan-alasan sehingga Allah membenci Esau.

Kejadian 25: 29-34
(25:29) Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
(25:30) Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.
(25:31) Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu."
(25:32) Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?"
(25:33) Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.
(25:34) Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.


Esau menjual hak kesulungan kepada Yakub karena Esau memandang ringan hak kesulungan itu.
Esau menjual hak kesulungan = memandang rendah/ringan hak kesulungan

Ibrani 12: 15-16
(12:15) Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
(12:16) Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.

Menjual hak kesulungan = memandang ringan hak kesulungan.
Menjual hak kesulungan, seperti Esau menjual hak kesulungannya kepada Yakub, berarti tidak menghargai kasih karunia Allah = jauh dari kasih karunia. Orang seperti ini di hadapan Tuhan, disebut cabul/nafsu rendah.

Keluaran 4: 22-23
(4:22) Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;
(4:23) sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung."

Setelah Esau menjual hak kesulungannya, di mata Tuhan , Yakub adalah anak sulung .

Hak kesulungan yang Tuhan percayakan adalah ibadah pelayanan.
Kalau Allah mengakui Yakub sebagai anak sulung, itu karena Yakub mau beribadah dan menghargai ibadah pelayanan yang Tuhan percayakan.
Oleh sebab itu biarlah kita beribadah kepada Tuhan, dan apa pun yang Tuhan percayakan, itu adalah hak kesulungan, bahkan sekecil apa pun yang Tuhan percayakan dalam ibadah pelayanan biarlah kita hargai dengan sungguh-sungguh.

Kejadian 25: 30-34
(25:30) Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.
(25:31) Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu."
(25:32) Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?"
(25:33) Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.
(25:34) Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.


Esau menjual hak kesulungan hanya karena sepiring kacang merah, artinya: menggantikan ibadah pelayanan hanya karena sesuap nasi, itu sangatlah berbahaya sekali.
Jangan hanya karena sesuap nasi, sampai tidak beribadah, mengorbankan ibadah hanya karena sesuap nasi, itu berarti tidak menghargai ibadah pelayanan kepada Tuhan.

Akibatnya:
Ibrani 12: 17
(12:17) Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

Akibatnya: tidak mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki kelakuan, sekalipun harus mencucurkan air mata.

Oleh sebab itu, kesempatan yang ada, biarlah kita hargai dengan sungguh-sungguh, karena kesempatan hanya datang satu kali.

Kejadian 27: 37-40
(27:37) Lalu Ishak menjawab Esau, katanya: "Sesungguhnya telah kuangkat dia menjadi tuan atas engkau, dan segala saudaranya telah kuberikan kepadanya menjadi hambanya, dan telah kubekali dia dengan gandum dan anggur; maka kepadamu, apa lagi yang dapat kuperbuat, ya anakku?"
(27:38) Kata Esau kepada ayahnya: "Hanya berkat yang satu itukah ada padamu, ya bapa? Berkatilah aku ini juga, ya bapa!" Dan dengan suara keras menangislah Esau.
(27:39) Lalu Ishak, ayahnya, menjawabnya: "Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dari langit di atas.
(27:40) Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi hamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu."

Sekalipun dia harus meraung-raung dengan mencucurkan air mata, Esau tidak mendapat kesempatan untuk memperbaiki kelakuaannya.

Ratapan 1: 1-2
(1:1) Ah, betapa terpencilnya kota itu, yang dahulu ramai! Laksana seorang jandalah ia, yang dahulu agung di antara bangsa-bangsa. Yang dahulu ratu di antara kota-kota, sekarang menjadi jajahan.
(1:2) Pada malam hari tersedu-sedu ia menangis, air matanya bercucuran di pipi; dari semua kekasihnya, tak ada seorang pun yang menghibur dia. Semua temannya mengkhianatinya, mereka menjadi seterunya.

Mengeluarkan air mata, seperti janda yang setiap malam tersedu-sedu menangis.
Kalau kita jauh (terpisah karena sesuap nasi) dari Tuhan, sunyi sepilah hidup ini, laksana janda.

Di dalam kitab Matius terdapat 6 kali ratapan.
1.       Matius 8: 11-12
(8:11) Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,
(8:12) sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

Kalau tidak memiliki iman seperti iman yang dimiliki perwira di kapernaun  (tidak memiliki iman kepada Yesus), sekalipun duduk makan bersama-sama dengan Bapa Abraham, Isahak, Yakub, di dalam kerajaan sorga, orang seperti ini akan dilemparkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, dan di sanalah ada ratap tangis dan kertak gigi.
Duduk makan bersama dengan Abraham, Ishak, Yakub, di dalam kerajaan sorga, berarti menikmati Firman Tuhan sebagai makanan rohani saat beribadah.
Beribadah berarti menikmati kerajaan sorga.

2.      Matius 22: 11-13
(22:11) Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
(22:12) Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
(22:13) Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.

Yang akan mengalami ratap tangis dan kertak gigi adalah orang yang tidak mengenakan pakaian pesta.
Orang yang tidak berpakaian pesta -> golongan yang tidak dipilih. Golongan yang tidak dipilih = orang yang dipanggil pada perjamuan kawin tetapi tidak masuk dalam pilihan, karena tidak berpakaian pesta.
Pakaian pesta = pakaian yang baru/putih berkilau-kilauan.
Tidak berpakaian pesta berarti memakai pakaian yang buruk, pakaian yang lama = masih mempertahankan hidup yang lama.

3.       Matius 25: 26-30
(25:26) Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
(25:27) Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.
(25:28) Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.
(25:29) Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
(25:30) Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

Yang akan mengalami ratap tangis dan kertak gigi adalah hamba yang ketiga, yang dipercaya satu talenta, dialah hamba yang malas.
Malas = jahat, sebab itu haruslah rajin-rajin karena tidak ada ruginya kalau kita rajin, secara khusus dalam ibadah pelayanan, sekecil apa pun yang Tuhan percayakan.

4.      Matius 13: 38-42
(13:38) ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.
(13:39) Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.
(13:40) Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.
(13:41) Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.
(13:42) Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

Yang akan mengalami ratap tangis dan kertak gigi adalah benih ilalang.
Lalang itu akan dikumpulkan lalu diikat dan dibakar dalam api.
Lalang adalah gambaran dari mereka yang melakukan kejahatan.
Karena yang melakukan kejahatan adalah benih dari iblis setan.

5.       Matius 13: 47-50
(13:47) "Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.
(13:48) Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.
(13:49) Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,
(13:50) lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

Yang akan mengalami ratap tangis dan kertak gigi adalah orang jahat dicampakkan ke dalam dapur api, seperti ikan yang tidak baik.
Ikan yang baik dikumpulkan dalam pasu, tetapi ikan yang tidak baik dicampakkan/dibuang.
Pasu adalah tempat makanan, kalau berada di dalam pasu, seperti ikan yang baik, berada dalam kebenaran Firman Tuhan, berarti kalau tidak berada dalam kebenaran Firman, adalah orang jahat yang dicampakkan ke dalam dapur api, di sananlah terdapat ratapan dan kertak gigi.

6.      Matius 24: 48-51
(24:48) Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya:
(24:49) Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk,
(24:50) maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya,
(24:51) dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."

Yang akan mengalami ratap tangis dan kertak gigi adalah hamba yang jahat, dilemparkan ke dalam api neraka di sana terdapat ratapan dan kertak gigi.

Ciri-ciri hamba yang jahat:
Matius 24: 49
(24:49) Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk,

Cirinya adalah:
1.       Memukul hamba-hamba yang lain
Artinya: tidak mengasihi sesama, justru menyakiti
2.      Makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk
Artinya: hidup di dalam dosa seks, bersama-sama dengan orang-orang yang hidup di dalam kegelapan (orang-orang malam).

Esau menagis dengan keras/mengalami ratap tangis karena tidak mendapat kesempatan untuk memperbaiki kelakuan, seperti 6 kali ratap tangis di atas, tidak memperoleh kesempatan jika sudah berada di dalam kegelapan yang paling gelap, yaitu api neraka.
Oleh sebab itu, biarlah kita menghargai hak kesulungan, yaitu ibadah pelayanan yang Tuhan percayakan, selagi ada kesempatan.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA ,MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI