KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Tuesday, May 3, 2011

IBADAH JUMAT AGUNG, 22 APRIL 2011

JUMAT, 22 APRIL 2011
IBADAH JUMAT AGUNG, 22 APRIL 2011
Yohanes 19: 28-30
(19:28) Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia -- supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci --: "Aku haus!"
(19:29) Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
(19:30) Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Sesudah Yesus meminum anggur asam, Yesus berkata “sudah selesai”, lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya
Kalau Yesus menyerahkan nyawa-Nya kepada Allah Bapa di sorga berarti Yesus telah mati di kayu salib.

Filipi 2: 7-8
(2:7) melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
(2:8) Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Kematian Yesus di kayu salib berarti adalah tanda ketaatan Yesus sebagai anak Allah kepada Allah Bapa di sorga.
Sebagai anak, taat kepada Bapa.
Taat = patuh pada ajaran yang benar = menggenapi seluruh kehendak Allah, seluruh Firman Allah, seluruh hukum Allah yang tertulis dalam kitab suci.

Kematian Yesus bukan seperti kematian seekor binatang yang di jalan sana, bukan kematian yang sia-sia, tetapi kematian Yesus adalah kematian yang berarti.
Yohanes 19: 28
(19:28) Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia -- supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci --: "Aku haus!"

Taat itu menggenapi seluruh kehendak Alllah yang tertulis dalam kitab suci.
Kalau hanya melayani, itu belum menggenapi seluruh kehendak Allah sekalipun berjerih lelah.
Tidak cukup hanya melayani, tetapi harus memuncak sampai kematian supaya menggenapi seluruh kehendak Allah, seluruh hukum Allah yang terulis dalam kitab suci.
Melayani saja tidak mau, bagaimana mau mati bersama dengan Kristus, oleh sebab itu perhatikanlah apa yang menjadi kehendak Allah dalam setiap ibadah pelayanan kita kepada Tuhan.
Kalau sudah mati, seluruh hukum Allah digenapi yang tertulis dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu

Ciri-ciri menggenapi seluruh hukum Allah yang tertulis dalam kitab suci:
Yohanes 19: 28
(19:28) Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia -- supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci --: "Aku haus!"

Cirinya: Yesus berkata “Aku haus”
Yesus harus haus , supaya dengan demikian tergenapi seluruh hukum Allah dalam diri Yesus, sehingga Yesuspun berkata, ‘Aku haus”.
Bersyukurlah kalau Yesus melakukan tindakan seperti ini.
Perkataan Yesus “Aku haus” adalah sesuatu yang luar biasa bagi kita
Kalau Yesus tidak berkata seperti itu, maka kita lah yang haus.

keadaan jika kita yang haus?
Keluaran 17: 1-7
(17:1) Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah TUHAN, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu.
(17:2) Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: "Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum." Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?"
(17:3) Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: "Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?"
(17:4) Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!"
(17:5) Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah.
(17:6) Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum." Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.
(17:7) Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?"

Kalau mengalami kehausan, yang terjadi adalah terjadi pertengkaran, seperti Israel bertengkar dengan Musa.
Kalau bertengkar dengan sesama apalagi bertengkar dengan hamba Tuhan / gembala = mencobai Tuhan.
Wujud mencobai Tuhan: tidak percaya, ragu pada keberadaan Yesus sebagai Tuhan
Berarti kalau seseorag mengalami haus akan kasih karunia Tuhan yang terjadi adalah pertengkaran = mencobai Tuhan, mencobai Tuhan wujudnya adalah ragu kepada Tuhan.

kesimpulan: persis seperti hidup di bwah hukum taurat. Satu dengan yang lain bertengkar,kejahatan dibalas dengan kejahatan, kemudian mencobai Tuhan(ragu atas keberadaan Tuhan).
Inilah keberadaan seseorang jika mengalami haus.
Seandainya Yesus tidak mengalami kehausan, kita yang menderita, oleh sebab itu kita patut bersyukur Yesus mengalami kehausan di atas kayu salib.

Yohanes 19: 28-30
(19:28) Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia -- supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci --: "Aku haus!"
(19:29) Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
(19:30) Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Setelah Yesus berkata haus, prajurit-prajurit memberikan anggur asam, dan Yesus meminum anggur asam itu..

Yesus meminum anggur asam
Yesaya 5: 1-2, 7
(5:1) Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur.
(5:2) Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam.
(5:7) Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.

Pengaharapan Allah kepada kita adalah supaya kita menghasilkan buah anggur yang manis. Tetapi ternyata menghasilkan buah anggur yang asam.
Sikap, perbuatan, dan tingkah laku asam-asam, sekalipun sudah dinasihati tetapi terus menerus menghasilkan buah yang asam.
Padahal Tuhan berharap supaya anggur menghasilkan buah anggur yang manis, yaitu keadilan dan kebenaran.

Sedangkan kelaliman dan keonaran, inilah anggur asam.
-Lalim membuat kita tidak adil
-Onar membuat hidup kita tidak benar di hadapan Tuhan

Kalau Yesus meminum anggur asam, Yesus telah menanggung segala kelemahan-kelemahan kita di atas kayu salib, termasuk menggenapi hukum taurat.
Kalau hati dan pikiran lalim, pasti yang terjadi adalah onar.

Kalau hidup di bawah hukum taurat, anggur yang dihasilkan ketika dicicipi adalah asam.
Kalau sudah bertengkar, ragu pada Tuhan, mencobai Tuhan , bagaikan anggur asam yang dicicipi.

Meminum anggur asam (kelaliman dan keonaran) bagaikan menggenapi seluruh hukum taurat.
Matius 5: 17
(5:17) "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Hukum taurat ada 10 dan tertulis dalam 2 loh batu.
10 hukum taurat bukan unttk dihapuskan/ditiadakan, tetapi untuk digenapi.

Keluaran 20: 1-17
(20:1) Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:
(20:2) "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.
(20:3) Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
(20:4) Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
(20:5) Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
(20:6) tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
(20:7) Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
(20:8) Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
(20:9) enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
(20:10) tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
(20:11) Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
(20:12) Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
(20:13) Jangan membunuh.
(20:14) Jangan berzinah.
(20:15) Jangan mencuri.
(20:16) Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
(20:17) Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu."

Inilah hukum pertama :
(20:3) Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

Inilah hukum kedua :
(20:4) Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.

Inilah hukum ketiga :
(20:7) Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.

Inilah hukum keempat :
(20:8) Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:

Hukum yang pertama sampai keempat tertulis pada loh batu yang pertama.

Inilah hukum kelima :
(20:12) Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Inilah hukum keenam :
(20:13) Jangan membunuh.
Membunuh = membenci sesama.
Jangan membunuh berarti jangan membenci sesama.

Inilah hukum ketujuh :
(20:14) Jangan berzinah.
Jangan berzinah di hati. Seperti alim tetapi matanya kemana-mana = zinah.

Inilah hukum kedelapan :
(20:15) Jangan mencuri.

Inilah hukum kesembilan :
(20:16) Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.

Inilah hukum kesepuluh :
(20:17) Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu."

Hukum yang kelima sampai kesepuluh , tertulis pada loh batu yang kedua.

Hargai kematian Yesus, jangan menganggap enteng Firman Tuhan.
Yesus bukan hanya melayani tetapi harus sampai pada kematian.

Bagaimana Tuhan menggenapi hukum taurat?
Hukum pertama sampai keempat , tertulis pada loh batu yang pertama, itu adalah kasih kepada Tuhan (vertikal)
Hukum kelima sampai sepuluh, tertulis pada loh batu yang kedua, itu adalah hubungan pada sesama = kasih kepada sesama ( horizontal)
Berarti, penggenapan hukum taurat, ada di dalam kasih.

Prakteknya: salib Kristus
1 Petrus 2: 19-20
(2:19) Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
(2:20) Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

Menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung itulah salib Kristus, kasih karunia.
Jadi, Yesus datang bukan untuk meniadakan 10 hukum taurat tetapi menggenapi dengan kasih karunia.

Menderita karena kesalahan itu adalah kebodohan.

Yohanes 19: 30
(19:30) Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Setelah hukum taurat sudah digenapi, Yesus berkata “sudah selesai”
Artinya:
a.

dosa jangan diulang lagi, jangan berbuat dosa lagi, jangan mengulangi kesalahan yang sama lagi.

b.
jangan lagi mengungkit-ungkit kesalahan orang lain
Kalau sudah mendengar Firman Tuhan,harus langsung dipraktekkan, bukan mengungkit kesalahan orang lain.


Kalau mengungkit dan mengulangi kesalahan = tidak menghargai pengorbanan Yesus.

Tandanya:
Yohanes 19: 30
(19:30) Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Tanda sehari-hari : ada ketundukkan
Istri harus tunduk kepada suami seperti jemaat tunduk kepada Kristus sebagai kepala dalam segala sesuatu.

Efesus 5: 22-24
(5:22) Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,
(5:23) karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
(5:24) Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.

Inilah kasih Kristus.
Tubuh tidak pernah menyelamatkan kepala tetapi kepala lah yang menyelamatkan tubuh, merawat dan memelihara.
Oleh sebab itu, tunduklah kepada Kristus dalam segala sesuatu.
Apa yang Tuhan mau, kita tunduk ,biarlah kita tunduk dengan sungguh-sungguh dalam segala sesuatu.
Kalau hukum taurat sudah digenapi, ada tanda ketundukkan maka semuanya menjadi tertib .


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA ,MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI