KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, May 27, 2011

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 27 MEI 2011


"Silahkan mengikuti Ibadah Pendalaman Alkitab dari kitab MALEAKHI dari pasal 1 - pasal 4(ayat demi ayat)"

Maleakhi 1: 3a
(1:3) Tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun."

Dengan mengasihi Yakub berarti Tuhan mengasihi Israel tetapi membenci Esau.
Sebetulnya, secara manusiawi ini tidak logis sebab Esau adalah anak pertama, tetapi justru Tuhan membenci Esau dan mengasihi Yakub.

Jika Allah membenci Esau, tentu Allah mempunyai alasan-alasan sehingga Allah membenci Esau.

Kejadian 25: 29-34
(25:29) Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
(25:30) Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.
(25:31) Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu."
(25:32) Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?"
(25:33) Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.
(25:34) Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.


Esau menjual hak kesulungannya kepada Yakub, adiknya, karena Esau memandang ringan hak kesulungan.
Esau menjual hak kesulungan = memandang rendah/ringan hak kesulungan itu.

Keluaran 4: 22-23
(4:22) Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;
(4:23) sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung."

Setelah Esau menjual hak kesulungannya, di mata Tuhan , Yakub adalah anak sulung .

Hak kesulungan yang Tuhan percayakan adalah ibadah pelayanan.
Kalau Allah mengakui Yakub sebagai anak sulung, itu karena Yakub mau beribadah dan menghargai ibadah pelayanan yang Tuhan percayakan.
Oleh sebab itu biarlah kita beribadah kepada Tuhan, dan apa pun yang Tuhan percayakan, itu adalah hak kesulungan, bahkan sekecil apa pun yang Tuhan percayakan dalam ibadah pelayanan biarlah kita hargai dengan sungguh-sungguh.

Kalau tidak beribadah kepada Tuhan akan mengalami kematian seperti kematian anak sulung orang Mesir.

Menjual hak kesulungan berarti melepaskan berkat-berkat dari hak kesulungan itu sendiri
Kejadian 27: 27-29
(27:27) Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub, diberkatinyalah dia, katanya: "Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN.
(27:28) Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah.
(27:29) Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia."

Yakub diberkati dengan berkat hak kesulungan.
Ada 10 berkat-berkat dari hak kesulungan:
1.      Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit
2.      Tanah-tanah gemuk di bumi
3.      Gandum berlimpah-limpah
4.      Anggur berlimpah-limpah
5.      Bangsa-bangsa akan takluk
6.      Suku-suku bangsa akan sujud kepadamu
7.      Jadilah tuan atas saudara-saudaramu
8.      Anak-anak ibumu akan sujud kepadamu
9.      Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia
10.  Siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia

Dari 10 berkat hak kesulungan, ada 2 berkat yang utama:
Kejadian 27: 28, 38-39
(27:28) Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah.

2 hal di atas : embun dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi, adalah 2 berkat yang utama dari 10 berkat hak kesulungan .

(27:38) Kata Esau kepada ayahnya: "Hanya berkat yang satu itukah ada padamu, ya bapa? Berkatilah aku ini juga, ya bapa!" Dan dengan suara keras menangislah Esau.
(27:39) Lalu Ishak, ayahnya, menjawabnya: "Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dari langit di atas.

Orang-orang dunia mengalami tangisan-tangisan yang keras, itu karena mereka tidak menghargai hak kesulungan yang Tuhan percayakan, yaitu ibadah pelayanan.
Kalau menjual hak kesulungan = melepaskan berkat-berkat hak kesulungan itu sendiri

Karena 10 berkat itu sudah menjadi bagian dari Yakub, maka 2 berkat yang utama jauh dari Esau, yaitu:
I.      jauh dari tanah-tanah gemuk
II.     jauh dari embun dari langit di atas

Keterangan:
I.       Jauh dari tanah-tanah gemuk

Kalau Esau jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi = jauh dari tanah-tanah yang baik, yaitu tanah yang tidak diberkati oleh Tuhan.

Ada 3 jenis tanah yang tidak baik:
1.     Matius 13: 4
(13:4) Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
Tanah yang tidak baik, yaitu seperti tanah yang di pinggir jalan.
Artinya: (Matius 13: 18-19)
 (13:18) Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.
(13:19) Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.

Tanah yang di pinggir jalan, artinya: mendengar Firman tentang kerajaan sorga, tetapi tidak sampai mengerti.
Ini adalah suatu kerugian bagi kita, jika mendengar Firman tetapi tidak mau mengerti.
Sebab itu, kalau kita medengar Firman Tuhan, usahakan sampai mengerti
Kalau mendenga Firman tetapi tidak sampai mengerti, inilah contoh tanah yang jauh dari tanah-tanah gemuk.

Akibat tidak mengerti Firman Tuhan: si jahat merampas benih yang ditaburkan dalam hati orang itu

Yeremia 8: 4-7
(8:4) Engkau harus mengatakan kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN: Apabila orang jatuh, masakan ia tidak bangun kembali? Apabila orang berpaling, masakan ia tidak kembali?
(8:5) Mengapakah bangsa ini berpaling, berpaling terus-menerus? Mereka berpegang pada tipu, mereka menolak untuk kembali.
(8:6) Aku telah memperhatikan dan mendengarkan: mereka tidak berkata dengan jujur! Tidak ada yang menyesal karena kejahatannya dengan mengatakan: Apakah yang telah kulakukan ini! Sambil berlari semua mereka berpaling, seperti kuda yang menceburkan diri ke dalam pertempuran.
(8:7) Bahkan burung ranggung di udara mengetahui musimnya, burung tekukur, burung layang-layang dan burung bangau berpegang pada waktu kembalinya, tetapi umat-Ku tidak mengetahui hukum TUHAN.

Kalau tidak mengerti Firman Tuhan, si jahat akan merampas benih yang ditaburkan di dalam hati, sehingga yang terjadi adalah perbuatan-perbuatan jahat, tidak mau berdamai dengan Allah, jauh dari Tuhan/berpaling dari Tuhan, tidak menyesal walaupun berbuat jahat dan berpegang pada tipu muslihat dan tidak berkata dengan jujur.

Contoh:
Markus 10: 46-52
(10:46) Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.
(10:47) Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"
(10:48) Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!"
(10:49) Lalu Yesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau."
(10:50) Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus.
(10:51) Tanya Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!"
(10:52) Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

Inilah contoh pribadi kerohanian yang di pinggir jalan, seperti Bartimeus duduk di pinggir jalan.
Ciri-cirinya ada 2:
a.    Bartimeus seorang pengemis
Pengemis = peminta-minta
Artinya: berharap pada uluran tangan manusia
Kalau kita mengharapkan uluran tangan manusia, berarti tidak mengharapkan uluran tangan belas kasih Tuhan.
Sekalipun kita memiliki saudara yang memiliki harta kekayaan, jangan berharap padanya, tetapi biarlah kita menaruh harap kepada Tuhan.
b.    Bartimeus seorang yang buta
Buta, artinya: berada di dalam kegelapan dosa
1 Yohanes 2: 11
(2:11) Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.
Kalau hidup di dalam kegelapan, ia tidak tahu kemana ia harus pergi = tidak bisa mengikuti jejak Kristus/tidak tahu berbuat baik.

2.     Matius 13: 5
(13:5) Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
Tanah yang tidak baik, yaitu tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya/tanahnya tipis.

Matius 13: 20-21
(13:20) Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.
(13:21) Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.

Tanah yang berbatu-batu adalah mendengar Firman kemudian segera menerimanya dengan gembira, tetapi benih itu tidak berakar, sehingga tidak tahan lama(bertahan sebentar saja). Oleh sebab aniaya  karena Firman/ karena salib Kristus, orang itu segera murtad/berpaling dari Tuhan.

Contohnya: pribadi Petrus
Setip kali Yesus berbicara menyampaikan Firman Tuhan, Petrus cepat memberi respon dengan semangat yang berkobar-kobar, demikian juga dengan murid-murid yang lain. Tetapi, tidak satupun dari 12 murid yang mau pikul salib, tetapi justru orang lain yang memikul salib (Simon dari Kirene).

Tanah yang berbatu-batu = tanah hati yang keras
Yeremia 9: 12-14
(9:12) Siapakah orang yang begitu bijaksana, sehingga ia dapat mengerti hal ini, orang yang telah menerima firman dari mulut TUHAN, supaya ia dapat memberitahukannya? Apakah sebabnya negeri ini binasa, tandus seperti padang gurun sampai tidak ada orang yang melintasinya?
(9:13) Berfirmanlah TUHAN: "Oleh karena mereka meninggalkan Taurat-Ku yang telah Kuserahkan kepada mereka, dan oleh karena mereka tidak mendengarkan suara-Ku dan tidak mengikutinya,
(9:14) melainkan mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti para Baal seperti yang diajarkan kepada mereka oleh nenek moyang mereka.

Setelah mereka degil hati/keras hati, selanjutnya menyembah baal nenek moyang mereka.
Berarti, kekerasan hati = penyembahan berhala di mata Tuhan.
Berhala, artinya: sesuatu yang melebihi dari pada Tuhan.
Menyembah baal = penyembahan berhala

3.     Matius 13: 7
(13:7) Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.
Tanah yang tidak baik, yaitu tanah yang ditumbuhi dengan semak duri yang menghimpit benih yang ditaburkan.

Matius 13: 22
(13:22) Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

Tanah yang ditumbuhi semak duri adalah orang yang mendengarkan Firman Tuhan tetapi dikuasai dengan kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan yang menghimpit Firman itu, sehingga tidak berbuah.
Dalam hal ini, Firman tidak bertumbuh, berbuah karena dihimpit oleh 2 hal, yaitu kekuatiran dan tipu daya kekayaan.
Di dalam Tuhan, tidak ada kekuatiran, asal kita sungguh-sungguh, hidup suci, tidak turut dunia, hati kita murni kepada Tuhan, maka Tuhan akan memelihara kita.

Matius 6: 25-34
(6:25) "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
(6:26) Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
(6:27) Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
(6:31) Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
(6:32) Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
(6:33) Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
(6:34) Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Hidup lebih penting dari makanan dan tubuh lebih penting dari pakaian.
Apakah dengan kita kuatir, maka jalan kita bertambah satu hasta?  Itu tidak mungkin.

Kesusahan hari ini adalah cukup untuk hari ini, kesusuhan hari esok biarlah itu untuk hari esok.

Jalan keluar supaya tidak jauh dari tanah-tanah gemuk:
Matius 13: 10
(13:10) Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?"
(13:11) Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.
(13:12) Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

Jalan keluarnya: biarlah kita seperti 12 murid, yang menghargai Firman pengajaran, yang rahasianya dibukakan.
Kalau rahasia Firman Tuhan dibukakan, maka segala sesuatu yang tersembunyi di dalam hati akan tersingkap sekecil apapun itu.

Hasilnya:
Matius  25: 20-29
(25:20) Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
(25:21) Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
(25:22) Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.
(25:23) Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
(25:24) Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.
(25:25) Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!
(25:26) Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
(25:27) Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.
(25:28) Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.
(25:29) Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

Kita sudah memiliki Firman pengajaran yang rahasianya dibukakan biarlah kita menghargai firman pengajaran itu denga mantap, bagaikan hamba yang mempunyai 10 talenta kepadanya diberikan sehingga semakin berkelimpahan.
Biarlah kita semakin berkelimpahan di dalam Tuhan oleh karena Firman pengajaran yang benar yang rahasianya dibukakan (kabar mempelai).
Berbicara angka 10 -> 10 hukum Allah = Firman Allah = Firman pengajaran yang benar, yang rahasianya dibukakan

Matius 13: 12-13
(13:12) Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
(13:13) Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.

Biarlah kita menghargai Firman pengajaran, itu bagaikan mereka yang mempunyai 10 talenta yang semakin berkelimpahan.
Suatu kebodohan jika kita mempunyai Firman pengajaran namun tidak menghargai.


TUHAN YESUS MEMBERKATI