KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Monday, May 2, 2011

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB ,29 APRIL 2011

"Silahkan mengikuti Ibadah Pendalaman Alkitab dari kitab MALEAKHI dari pasal 1 - pasal 4(ayat demi ayat)"

Maleakhi 1: 3a
(1:3) Tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun."

Dengan mengasihi Yakub berarti Tuhan mengasihi Israel tetapi membenci Esau.
Sebetulnya, secara manusiawi ini tidak logis sebab Esau adalah anak pertama , yaitu milik Tuhan , tetapi justru Tuhan membenci Esau dan mengasihi Yakub.

Roma 9: 12-16
(9:12) dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,"
(9:13) seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau."
(9:14) Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!
(9:15) Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati."
(9:16) Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.


Tuhan mengasihi Yakub tetapi membenci Esau.
Jika Tuhan mengasihi Yakub,tetapi membenci Esau, apakah Tuhan tidak adil? tentu mustahil Allah tidak adil.
Tuhan itu adil artinya tidak membeda-bedakan satu dengan yang lain, tetapi soal kemurahan itu kehendak Tuhan, bukan kehendak manusia, dengan kata lain, Tuhan menaruh belas kasih kepada siapa Dia menaruh belas kasih, Tuhan berkemurahan kepada siapa Dia mau berkemurahan, itu terserah Tuhan, manusia tidak berhak untuk menuntut.

Kejadian 25: 29-34
(25:29) Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
(25:30) Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.
(25:31) Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu."
(25:32) Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?"
(25:33) Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.
(25:34) Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.


Esau menjual hak kesulungan kepada Yakub karena Esau memandang ringan hak kesulungan itu.
Hak kesulungan adalah kasih karunia Tuhan kepada kita.
Ibadah pelayanan itu adalah hak kesulungan , apa saja yang Tuhan percayakan , itu adalah hak kesulungan.

Esau menjual hak kesulungan = Esau menganggap ringan kasih karunia Tuhan
= memandang rendah hak kesulungan

Keluaran 4: 22-23
(4:22) Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;
(4:23) sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung."


Setelah Esau menjual hak kesulungannya, di mata Tuhan , Yakub adalah anak sulung .

Hak kesulungan yang Tuhan percayakan kepada Yakub adalah ibadah pelayanan.

Tidak menghargai hak kesulungan, seperti bangsa Mesir, akan mengalami kematian anak-anak sulung, juga anak sulung dari setiap binatang orang Mesir.

Itu sebabnya , kalau ibadahnya hanya formalitas, rutinitas atau tidak sungguh-sungguh, itu berarti tidak menghargai hak kesulungan.

Kalau Allah mengakui Yakub sebagai anak sulung, itu karena Yakub mau beribadah dan menghargai ibadah pelayanan yang Tuhan percayakan.

Alasan Esau menjual hak kesulungannya:
Kejadian 25: 30-34
(25:30) Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.
(25:31) Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu."
(25:32) Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?"
(25:33) Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.
(25:34) Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.


Alasan Esau menjual hak kesulungannya adalah hanya karena sepiring kacang merah = hanya karena sesuap nasi, harus mengorbankan ibadah pelayanan.
Kalau hanya sepiring nasi/sesuap nasi meninggalkan ibadah pelayanan, itu berarti tidak menghargai ibadah pelayanan, menanggap ringan ibadah pelayanan yang Tuhan percayakan.

Sekecil apa saja yang Tuhan percayakan dalam ibadah pelayanan, biarlah kita menghargainya, menjunjung tinggi setinggi-tingginya ibadah pelayanan dan jangan dianggap ringan.

Ibrani 12: 15-16
(12:15) Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
(12:16) Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.


Menjual hak kesulungan hanya untuk sesuap nasi di hadapan Allah, disebut cabul = nafsu rendah = murahan.
Kalau murahan itu pasaran, dan di pasar itu, semuanya bau , tidak ada yang harum.
Oleh sebab itu, jika kita sungguh-sungguh beribadah di hadapan Tuhan, maka perbuatan kita tidaklah cabul di hadapan Tuhan, melainkan semakin ditinggikan oleh Tuhan, karena jika kita memuliakan Tuhan maka Tuhan akan memuliakan kita lewat ibadah pelayanan yang Tuhan percayakan.

Oleh sebab itu jangan jauh dari kasih karunia Allah, jangan jauh dari ibadah pelayanan, jangan gantikan ibadah pelayanan demi sesuap nasi.

1 Korintus 6: 12-13
(6:12) Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.
(6:13) Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.


Perut memang untuk makanan dan makanan untuk perut , tetapi keduanya akan dibinasakan.
Karena perut dan makanan , fana adanya.
Jangan sampai kita hidup cabul di hadapan Allah, hidup untuk Tuhan , Tuhan untuk hidup kita.

Ciri-ciri orang yang hidupnya cabul di hadapan Tuhan:
Yudas 1: 12
(1:12) Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali.

Kalau memiliki nafsu rendah, menjadi cabul di hadapan Tuhan, cirinya adalah hanya mementingkan diri sendiri, tidak peduli dengan sesama, tidak peduli dengan Tuhan (agama).
Itu sebabnya orang yang seperti ini bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin, bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali = tidak berarti di hadapan Tuhan = menuju kepada kebinasaan.

Praktek tidak peduli kepada agama:
1 Timotius 1: 9-10
(1:9) yakni dengan keinsafan bahwa hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan yang tak beragama, bagi pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya,
(1:10) bagi orang cabul dan pemburit, bagi penculik, bagi pendusta, bagi orang makan sumpah dan seterusnya segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran sehat


Orang yang cabul dan tidak beragama, hidupnya di bawah hukum taurat = hidup menurut keinginan daging = hidup di bawah perhambaan dosa.

Ciri-ciri orang yang beragama:
Keluaran 12: 1-2, 12-14
(12:1) Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir:
(12:2) "Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.
(12:12) Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN.
(12:13) Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.
(12:14) Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.


Kalau kita beribadah, beragama kepada Tuhan, maka ada tanda darah, di ambang atas dan di kedua tiang pintu.
Ambang atas dan kedua tiang pintu -> tubuh , jiwa, roh
Kesimpulan: kalau mengahargai ibadah dan beribadah kepada Tuhan, maka tubuh , jiwa, roh, ada tanda darah = tanda penebusan.
Hidup kita sudah ditebus , asal saja kita setia beribadah kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Wahyu 14: 1-5
(14:1) Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
(14:2) Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya.
(14:3) Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorang pun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu.
(14:4) Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.
(14:5) Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.


Tanda penebusan itu seperti 144.000 yang ditebus dari muka bumi ini sebagai anak-anak sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu sendiri.
Apakah ada salah satu diantara kita dari 144.000 itu?...

Kalau kita beribadah tentu ada maksud yang mulia dengan tujuan, yaitu menjadi anak-anak sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu sendiri.

Kalau dalam ibadah ada motivasi lain, dengan kata lain tidak mengarah kepada Kristus sebagai kepala, ibadah pelayanannya pasti salah-salah, tidak sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan/tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Biarlah ibadah pelayanan kita mengarah kepada Kristus sebagai kepala, supaya ada tanda darah.

Jika ibadah pelayanan kita tidak mengarah kepada Tuhan, segeralah kembali kepada Tuhan , supaya kita memiliki tanda darah.

Kuasa tanda darah:
Keluaran 12: 12-13,23
(12:12) Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN.
(12:13) Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.
(12:23) Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi.


Kuasanya adalah terlepas dari tulah kemusnahan, Tuhan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumah yaitu hidup kita untuk menulahi, sehingga tidak mengalami kematian rohani.

Sebaliknya, jika tidak ada tanda darah pada tubuh, jiwa, roh, berarti ada tanda yang lain pada tubuh, jiwa, roh.
Wahyu 13: 17-18
(13:17) dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
(13:18) Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.


Kalau tidak ada tanda darah, maka ada tanda lain, yaitu tanda 666 sebagai cap meterai dari antikris.
Keterangan:
-angka 6 -> tubuh
-angka 6 -> jiwa
-angka 6 -> roh
Jadi, pada tubuh jiwa, roh, dikuasai oleh daging, sebab angka 6 artinya angka kedagingan.

Jalan keluar:
Ibrani 10: 25
(10:25) Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Jalan keluarnya adalah jangan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah, terlebih 3 macam ibadah utama, yaitu Ibadah Pendalaman Alkitab, Ibadah Raya Minggu, dan Ibadah Doa Penyembahan, dan ibada-ibadah yang lain yang Tuhan percayakan .


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA ,MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI