KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Sunday, September 9, 2012

IBADAH RAYA MINGGU, 09 SEPTEMBER 2012



IBADAH RAYA MINGGU, 09 SEPTEMBER 2012

Tema:  BELAS KASIHAN YESUS TERHADAP ORANG BANYAK
            (seri 15)

Subtema: KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT, BAGI MEREKA YANG SUDAH DISEMBUHKAN

Shalom!
Selamat malam, salam sejahtera, salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Tuhan masih berkemurahan bagi kita sampai malam hari ini, sehingga kita dipercaya untuk beribadah melayani Tuhan, semua karena kemurahan Tuhan tentunya. Biarlah kemurahan-kemurahan Tuhan nyata bagi kita malam ini, lewat pembukaan rahasia firman Tuhan.

Segera kita membuka Matius 9: 35-38, namun kita hanya membaca ayat 37 saja.
(9:37) Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.

Tuaian memang banyak tetapi pekerja sedikit = pekerjaan lebih banyak dari tenaga kerja, ini menunjukkan keadaan yang tidak seimbang, sehingga hasil pekerjaan tidak akan maksimal, sebab pekerja lebih sedikit dari pada pekerjaan yang ada.
Ini harus kita perhatikan dengan sungguh-sungguh.

Mari kita lihat kalau pekerjaan lebih sedikit dari pekerja.
2 Tawarikh 29: 32-33
(29:32) Jumlah korban bakaran yang dibawa jemaah ialah: lembu tujuh puluh ekordomba jantan seratus ekor dan domba muda dua ratus ekor. Semuanya sebagai korban bakaran bagi TUHAN.
(29:33) Persembahan-persembahan kudus terdiri dari: lembu sapi enam ratus ekor dan kambing domba tiga ribu ekor.

Korban bakaran yang dipersembahkan jemaah kepada Tuhan, ialah;
-      Lembu 70 ekor
-      Domba jantan 100 ekor
-      Domba muda 200 ekor

Kemudian, persembahan-persembahan kudus, terdiri dari;
-      Lembu sapi 600 ekor
-      Kambing domba 3000 ekor

Jumlah keseluruhan korban bakaran yang dipersembahkan kepada Tuhan adalah 3970 ekor, ini adalah jumlah yang sangat banyak.
Saudaraku, perlu kita ketahui; untuk mengerjakan 1 ekor lembu sapi, dibutuhkan tenaga kerja 3-4 orang, berarti; kalau korban bakaran yang dipersembahkan sebanyak 3970 ekor, dibutuhkan tenaga kerja ± 12000 orang.

Namun kita perhatikan ayat 34 ...
2 Tawarikh 29: 34
(29:34) Tetapi jumlah imam terlalu sedikit, sehingga mereka tidak sanggup menguliti semua korban bakaran. Oleh sebab itu saudara-saudara mereka, orang-orang Lewi, membantu mereka sampai pekerjaan itu selesai dan sampai para imam menguduskan dirinya. Sebab orang-orang Lewi itu lebih bersungguh-sungguh menguduskan dirinya dari pada para imam.

Kalau kita perhatikan di sini, jumlah imam terlalu sedikit = pekerjaan lebih banyak dari pekerja-pekerja yang ada, sehingga para imam tidak sanggup menguliti seluruh korban bakaran yang dipersembahkan kepada Tuhan.
Tetapi untung ada orang Lewi yang mengambil alih pekerjaan itu sampai selesai, bahkan sampai para imam selesai menguduskan diri mereka di hadapan Tuhan.

Jumlah yang sedikit, memberi arti rohani;
-      Tidak sungguh-sungguh menguduskan diri di hadapan Tuhan.
-      Tidak sungguh-sungguh menyerahkan diri kepada Tuhan.
-      Tidak sepenuh hati beribadah kepada Tuhan.

Imamat 1: 6
(1:6) Kemudian haruslah ia menguliti korban bakaran itu dan memotong-motongnya menurut bagian-bagian tertentu.

Korban bakaran yang dipersembahkan kepada Tuhan memang harus dikuliti, setelah dikuliti potongan-potongan dari daging korban bakaran itu dipersembahkan kepada Tuhan di atas Mezbah korban bakaran.
Berarti, kalau korban bakaran tidak terlebih dahulu dikuliti, korban bakaran tidak dipersembahkan kepada Tuhan.

Kejadian 3: 21
(3:21) Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

Setelah Adam dan isterinya jatuh ke dalam dosa, mereka menjadi telanjang di hadapan Tuhan. Untuk itulah Tuhan Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk Adam dan untuk isterinya, sehingga dosa ketelanjangan tertutupi.

Berarti, kalau para imam tidak sanggup menguliti seluruh korban bakaran, maka apa yang menjadi kerinduan Tuhan tidak terwujud, tidak tercapai.
Kerinduan Tuhan adalah supaya dosa ketelanjangan tertutupi.
Yesus sudah menjadi korban sembelihan karena kasih-Nya; Dia yang benar dijadikan dosa, supaya kita yang berdosa menjadi benar = dikuliti. Ini harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh.

Jalan keluarnya.
Matius 9: 38
(9:38) Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

Jalan keluarnya; meminta pekerja-pekerja kepada tuan yang empunya tuaian itu.

Saudaraku, tuaian memang banyak tetapi pekerja terlalu sedikit, ini harus diperhatikan.
Supaya Tuhan mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu, mau tidak mau kita harus meminta pekerja-pekerja kepada tuan yang empunya tuaian itu.
Tuan yang empunya tuaian adalah Tuhan Yesus Kristus.
Kalau kita meminta untuk kemuliaan Tuhan, pasti Tuhan akan memberikannya, sesuai Matius 7: 7 “mintalah maka akan diberikan-Nya kepada Mu”.

Namun untuk meminta pekerja-pekerja kepada tuan yang empunya tuaian itu, tidak sama seperti meminta sesuatu hal kepada seseorang.

Mari kita lihat ayat yang sama dalam ...
Lukas 10: 2-3
(10:2) Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.
(10:3) Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.

Saudaraku, cara meminta pekerja-pekerja kepada tuan yang empunya tuaian itu adalah: memberi diri untuk diutus, seperti Yesus Kristus mengutus 70 murid-murid yang lain.
Itulah caranya, jadi, tidak sama seperti meminta sesuatu hal kepada seseorang.

Oleh sebab itu, saya menghimbau dengan segala kerendahan hati, mintalah, berarti; berilah diri untuk diutus.

Mari kita lihat tindakan seorang utusan, di tengah-tengah pengutusannya.
TINDAKAN DI TENGAH-TENGAH PENGUTUSAN (Bagian II C)

Lukas 10: 9
(10:9) dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.

Setelah orang-orang disembuhkan, maka seorang utusan harus berkata “Kerajaan Allah sudah dekat padamu”.

Dikaitkan dengan kesembuhan seorang ahli Taurat.
Markus 12: 29-31
(12:29) Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
(12:30) Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
(12:31) Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."

Saudaraku, dalam ayat 29-31, Yesus menjawab orang-orang banyak dan berkata:
-      Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa”.
-      Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu”.
-      Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”.

Kemudian, mari kita perhatikan respon seorang ahli Taurat, setelah mendengarkan pernyataan Yesus Kristus.
Markus 12: 32-33
(12:32) Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
(12:33) Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."

Ahli Taurat membenarkan semua perkataan Yesus Kristus, menandakan bahwa ahli Taurat tersebut telah disembuhkan dari sakit penyakit yang dia derita.
-      Membenarkan perkataan Yesus Kristus = sepenuhnya menerima perkataan Yesus Kristus.
-      Perkataan yang keluar dari mulut Allah, itulah firman Tuhan (Yesaya 55: 11).

Apakah penyakit ahli Taurat tersebut?
Penyakit dari ahli Taurat adalah mengerti firman Tuhan tetapi tidak melakukannya (Matius 23: 1-2) .

Markus 12: 34
(12:34) Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

Kalau ahli Taurat tersebut menerima semua perkataan Yesus Kristus, berarti dia membenarkan perkataan Yesus Kristus, dengan demikian dia dibenarkan = disembuhkan dari sakit penyakit yang dia derita.

Yesus berkata kepada ahli Taurat, “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah” = “kerajaan Allah sudah dekat padamu”.
Ini menunjukkan bahwa; ahli Taurat telah disembuhkan dari sakit yang dia derita.

Bandingkan ketika seseorang tinggal dalam dosa kejahatan (menderita sakit penyakit)
Yesaya 59: 1-2
(59:1) Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
(59:2) tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Yang membuat Kerajaan Sorga jauh adalah dosa kejahatan.

Sehingga, dampak negatifnya ada 2:
1.   Tangan Tuhan tidak diulurkan.
= tanpa belas kasih.
Uluran tangan Tuhan adalah belas kasih, berarti; kalau Tuhan tidak mengulurkan kedua tangan-Nya = hidup tanpa belas kasih = hidup tanpa kasih karunia.
Kasih karunia = kemurahan Tuhan = anugrah Allah yang besar = yang tidak layak menjadi layak.
Berarti, kalau kedua tangan Tuhan tidak diulur, yang tidak layak tetap tidak layak = tetap dalam dosanya.
Saudaraku, hidup ini tidak ada artinya, jikalau tanpa belas kasih Tuhan, percayalah!

Matius 23: 1-3
(23:1) Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:
(23:2) "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
(23:3) Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.

Itulah keadaan ahli Taurat; mengerti firman Tuhan tetapi tidak melakukannya = melayani tetapi tidak menjadi contoh teladan.
Itu sebabnya, Yesus katakan; “turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka.
Itu artinya, ahli Taurat masih mengalami sakit rohani / belum mengalami kesembuhan.

Kalau melayani tetapi masih mengalami sakit rohani...
Matius 23: 23
(23:23) Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Ahli Taurat melayani tanpa belas kasih, karena mereka mengabaikan belas kasih.
Mereka mengembalikan sepersepuluh tetapi mengabaikan belas kasih = pelayanan tanpa belas kasih, berarti ibadah pelayanan tidak mengandung janji, tidak mengandung kuasa.
Sedangkan dalam Matius 12: 7, Yesus berkata; “yang Kukehendaki adalah belas kasih. Pelajarilah hal itu.
Oleh karena belas kasih, Matius pemungut cukai tertolong = disembuhkan dari sakit penyakit.

Itu sebabnya tadi saya katakan, apa arti pelayanan tanpa belas kasih Tuhan? Kita tidak dapat berbuat banyak bagi Tuhan, persis seperti ahli Taurat.
Saudaraku, ini sangat saya kuatirkan; kita sudah menerima firman pengajaran, kalau firman itu berlalu begitu saja, itu sangat disayangkan, sama seperti ahli Taurat; melayani tanpa belas kasih.

2.  Tuhan tidak mendengarkan doa.
Inilah yang akan terjadi kalau tetap tinggal dalam dosa kejahatan.

Banyak orang Kristen menaikkan doa permohonannya, menaikkan doa syukurnya, menaikkan doa syafaatnya.
Ketika doa yang dinaikkan itu tidak terjawab, dia marah, selanjutnya mempersalahkan Tuhan dan sesama, lalu berkata “mengapa begini Tuhan” dan “mengapa begitu Tuhan”, kemudian ia mengasihi dirinya dan berkata; “saya sudah beribadah dan melayani Tuhan, tetapi mengapa Tuhan, doa saya tidak dijawab?”. Ia ngomel, tanpa intropeksi diri.

Sama halnya dengan seseorang yang memalingkan telinga terhadap firman Tuhan, tetapi ia menaikkan doa kepada Tuhan, ini merupakan doa kekejian bagi Tuhan (Amsal 28: 9).
Sedangkan, doa kekejian adalah doa yang tidak berkenan = doa yang tidak didengarkan oleh Tuhan.

Demikianlah keadaan seseorang jika tinggal di dalam dosa kejahatan (belum mengalami kesembuhan).

Sekarang kembali memperhatikan injil Markus 12.
Bukti ahli Taurat telah disembuhkan.
Markus 12: 32
(12:32) Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.

Buktinya; ahli Taurat berkata “Allah itu esa, tidak ada yang lain”.
Artinya; mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap kekuatan.
Berarti; seseorang tidak boleh mengasihi Tuhan dengan setengah hati, setengah jiwa, setengah akal budi, setengah kekuatan, karena Allah itu esa.
Esa = tunggal = satu-satunya, tidak ada yang lain.
Kalau seandainya Allah itu ada dua, maka seseorang akan mengasihi Allah yang satu dengan separuh hati dan allah yang lain dengan separuh hati.

Tetapi Allah itu esa, oleh sebab itu, kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap kekuatan kita = tidak separuh hati.
Kalau seseorang mengasihi Allah dengan setengah hati, berarti ada allah yang lain. Ingat dan perhatikan dengan sungguh-sungguh!

Bagaimana dengan kita, masih adakah allah lain? Saya bukan untuk menguji seseorang. Andai saja ada di antara sidang jemaat sepenuh hati mengasihi Tuhan, sepenuh hati mengerjakan pekerjaan yang Tuhan percayakan / sepenuh hati mengerjakan pekerjaan sesuai dengan karunia jabatan yang Tuhan percayakan, ia patut mendapat penghargaan.

Kita tidak perlu ragu untuk mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati, sebab Tuhan adalah milik pusaka kita.
Tetapi yang harus kita kuatirkan dan ragukan, ketika seseorang masih tetap tinggal dalam dosa kejahatannya.

Sebagai contoh mengasihi dengan sepenuh hati.
Markus 12: 42-44
(12:42) Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.
(12:43) Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
(12:44) Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."

Contoh yang baik: janda yang miskin memberikan persembahan kepada Tuhan lebih banyak dari pada orang kaya, sebab;
-      Orang kaya memberi dari kelimpahan = memberi sebagian kecil dari kekayaannya.
-      tetapi janda miskin memberi dari kekurangan = memberi dari segala apa yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya, artinya; mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan kekuatan, tidak dengan setengah hati.

Saudaraku, janda miskin memberi dua peser, satu duit, inilah yang disebut mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan dengan segenap kekuatan.
-      Satu duit -> Allah yang esa = satu-satunya = tidak ada allah yang lain.
-      Dua peser -> kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama.

Saya kira, kalau memberi dari kelimpahan, semua orang mampu melakukannya, sekalipun nilai nominalnya banyak, itu tidak mengherankan. Tetapi kalau memberi dari kekurangan, tidak banyak orang mampu untuk melakukannya, ini perlu kita perhatikan.

Saudaraku, kita tidak perlu ragu atas kebenaran firman Tuhan pada malam ini, kalau yang lain Tuhan tolong, termasuk ahli Taurat, mengapa kita tidak?
Oleh sebab itu, tidak perlu kuatir, kesusahan hari ini cukup hari ini, kesusahan hari esok jangan dipikirkan hari ini.
Yang terpenting adalah; terlebih dahulu kita mengalami kesembuhan, supaya Kerajaan Allah itu dekat kepada kita.

Kesamaan antara ahli Taurat dan janda miskin.
Markus 12: 33
(12:33) Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."

Ada kesamaan antara janda miskin dengan ahli Taurat tersebut.
Ahli Taurat mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dan segenap pengertian, dan segenap kekuatannya, dan juga mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri.

Dampak positif bila disembuhkan dari sakit penyakit.
Markus 12: 34
(12:34) Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

Dampak positifnya; menjadi bijaksana, sebagaimana pernyataan Yesus Kristus.
Kalau seseorang disembuhkan dari sakit penyakit, ia menjadi orang yang bijaksana, tetapi kalau seseorang tetap berada dalam dosa yang sama / belum mengalami kesembuhan, berarti ia tetap dalam kebodohannya.

Saya masih ingat, betapa bodohnya saya di waktu yang lampau, sehingga tersesat dan terhilang, jauh dari Tuhan karena sakit rohani.
Semoga kita menjadi orang yang bijaksana, karena telah terjadi pemulihan bagi kita semua pada malam ini.

Mari kita lihat ORANG YANG BIJAKSANA.
Bagian Pertama.

Matius 7: 24
(7:24) "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

Orang yang bijaksana mendirikan rumahnya di atas batu.
Batu -> korban Kristus.
Berarti, mendirikan rumah di atas batu = berdiri di atas korban Kristus.
Orang yang berdiri di atas korban Kristus, berarti; ia tidak berdiri di atas kebenaran diri sendiri, tidak berdiri di atas yang lain-lain.

Sekarang mari kita perhatikan; kuasa bila berdiri di atas korban Kristus.
Matius 7: 25
(7:25) Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

Turunlah hujan, datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh = kokoh, sebab rumah itu didirikan di atas batu.
Rumah -> gereja Tuhan.

Kalau berdiri di atas korban Kristus, ada kekuatan, tidak rubuh, kokoh, untuk menghadapi 3 perkara, yaitu;
1.   Hujan turun / hujan dari atas
Hujan adalah gambaran dari penghulu di udara, yaitu roh jahat.

Efesus 6: 10-12
(6:10) Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
(6:11) Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
(6:12) karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Perjuangan kita bukan melawan darah daging, bukan melawan manusia, tetapi perjuangan kita melawan roh-roh jahat di udara.
Itu sebabnya, nasihat firman bagi kita; hendaklah kita kuat.
Kalau kita berdiri di atas korban Kristus, kita pasti kuat melawan penghulu di udara yang gelap, itulah roh-roh jahat di udara.

Efesus 6: 11
(6:11) Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

Menghadapi roh jahat di udara, berarti; mampu mengatasi tipu muslihat / tipu daya dari pada iblis setan.
Hati-hati, jangan sampai tubuh, jiwa dan roh kita diperdaya oleh roh-roh jahat, diperdaya oleh penghulu di udara yang gelap.

Saudaraku, roh jahat di udara memiliki tipu daya, sebab roh-roh jahat mengadakan segala sesuatu yang menyenangkan bagi daging manusia, apapun itu bentuknya.

Kita dapat melihat tipu daya iblis setan:
-      Dalam kitab Kejadian 3: 1-5, betapa liciknya ular itu, dengan tipu muslihatnya memperdaya Adam dan Hawa, dengan tawaran / iming-iming; Adam dan isterinya menjadi sama dengan Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.
-      Dalam Matius 4: 1-10, setelah Yesus berpuasa selama 40 hari 40 malam, laparlah Yesus, kemudian iblis setan berusaha memperdaya Yesus Kristus, dengan tipu muslihatnya tentang 3 hal, yaitu;
·         Iblis setan menawarkan roti dari batu, tetapi Yesus mematahkan tipu daya iblis setan dengan berkata “manusia hidup bukan dari roti saja melainkan dari setiap perkataan-perkataan yang keluar dari mulut Allah”.
·         Iblis membawa Yesus ke bubungan Bait Allah = tempat yang tinggi.
Artinya; iblis juga menawarkan posisi / jabatan yang sangat tinggi.
Namun akhirnya, iblis juga memerintahkan Yesus untuk menjatuhkan dirinya, ini juga merupakan tipu daya iblis setan, sebab posisi yang tinggi tidak memberi jaminan untuk hidup yang kekal.
·         Iblis membawa Yesus ke atas gunung yang sangat tinggi, dan menunjukkan / menawarkan kerajaan dunia dengan segala kemegahannya, dengan syarat harus menyembah kepada iblis, ini juga merupakan tipu daya iblis, namun Yesus berkata; “enyahlah iblis, sebab ada tertulis; engkau harus menyembah Tuhan Allahmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.”
Saudaraku, kita hanya menyembah Allah yang hidup, yaitu Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, bukan allah yang mati, yaitu emas dan perak yang berasal dari kerajaan dunia, dengan segala kemegahannya.

Saudaraku, Yesus telah mematahkan tipu muslihat iblis setan. Oleh sebab itu; kita juga jangan terperdaya oleh tipu muslihat iblis setan!
Kalau itu sesuatu yang terlarang, sesuatu yang tak suci, sesuatu yang tak benar, kemudian iblis melancarkan tipu muslihatnya, dengan memberi kesenangan-kesenangan untuk daging, saudara tidak perlu senang dan tidak perlu bangga.
Hati-hati! Jadilah bijaksana, karena kita semua sudah disembuhkan dari sakit penyakit. Dirikanlah rumah di atas batu!

Kalau di hari-hari yang lampau saudara pernah mengalami tipu daya iblis setan, segeralah minta ampun kepada Tuhan, berlutut, menangislah di hadapan Tuhan, malam hari ini. Kebenaran terletak pada firman, tidak perlu kita mengadu pada manusia.

2.  Datanglah banjir.
Banjir -> dosa kenajisan.

Kejadian 6: 1-3
(6:1) Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,
(6:2) maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
(6:3) Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."

Pada awalnya, anak-anak Allah hidup sesuai dengan kemauan Tuhan, hidup untuk menyenangkan hati Tuhan, namun pada akhirnya, anak-anak Allah jatuh dalam dosa kenajisan, sebab mereka mengambil perempuan untuk menjadi isteri, siapa saja yang disukai mereka = dosa kenajisan.

Kejadian 6: 9, 5-7
(6:9) Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.
(6:5) Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
(6:6) maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
(6:7) Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."

Akhirnya, Tuhan membinasakan manusia lewat banjir yang besar, itulah air bah, karena dosa kejahatan mereka telah sampai kepada Allah, secara khusus dosa kenajisan.

Saya melihat, di hari-hari terakhir ini, begitu luar biasanya banjir melanda dunia ini, tetapi yang mengherankan, banjir itu telah melanda banyak orang, tanpa pandang bulu, baik anak-anak, remaja, pemuda, sampai yang tertua, baik kaya maupun yang miskin, dilanda oleh dosa kenajisan.

Kejadian 6: 8
(6:8) Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

Kalau Nuh terlepas dari air bah, itu karena kasih karunia Tuhan.
Biarlah kita mendapat kasih karunia Tuhan, seperti Nuh, sehingga kita memperoleh kekuatan untuk menghadapi banjir yang besar, yang sedang melanda dunia ini.

3.   Angin melanda rumah itu.
Hati-hati, ini bukan angin sembarang angin, ini adalah angin yang luar biasa.

Efesus 4: 13-14
(4:13) sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
(4:14) sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

Saudaraku, angin di sini adalah angin ajaran-ajaran palsu, yang mengombang-ambingkan kerohanian yang masih kanak-kanak.
Tetapi kalau rumah didirikan di atas batu -> tingkat kerohanian yang dewasa, tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, maka dengan demikian rumah itu kuat.

Saya berani mengatakan, di hari-hari terakhir ini, banyak sekali ajaran palsu telah menyusup ke dalam gereja-gereja, namun gereja Tuhan tidak menyadarinya.
Kalau ibadah diganti dengan kesaksian artis-artis, saya berani katakan itu adalah ajaran palsu. Mereka yang beribadah hanya untuk melihat artis, inilah gambaran dari kerohanian yang masih kanak-kanak, yang mudah diombang-ambingkan oleh permainan palsu manusia, dalam kelicikan mereka yang menyesatkan.

Dalam 1 Petrus 1: 24-25, semua yang hidup seperti rumput, dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering dan bunga gugur, tetapi firman Allah tetap untuk selama-lamanya.
Saya harapkan, kita semua kuat di hari-hari ini, sebab akan banyak sekali ajaran-ajaran palsu yang digambarkan seperti rumput, dan kemuliaannya seperti bunga rumput = tidak kekal = menuju kebinasaan.

Mari kita lihat ORANG YANG BIJAKSANA.
Bagian Kedua.

Matius 25: 3-5
(25:3) Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
(25:4) sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.
(25:5) Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.

Pertama-tama saya memberitahukan; bahwa penyakit dari gereja Tuhan di akhir zaman adalah tertidur.
Tertidur -> kelemahan.

5 gadis yang bodoh dan 5 gadis yang bijaksana, sama-sama tertidur.
-      Tetapi yang menjadi kelebihan 5 gadis yang bijaksana adalah membawa pelita dan membawa minyak dalam buli-buli.
-      Sedangkan 5 gadis yang bodoh, hanya membawa pelitanya, tanpa minyak di dalam buli-buli.
Minyak dalam buli-buli, artinya; kehidupan yang dipenuhkan oleh Roh Kudus.

Sehingga kalau kita perhatikan di sini, ketika dalam kelemahan (tertidur), 5 gadis yang bijaksana tertolong oleh kuasa Roh Kudus, dan akhirnya masuk dalam perjamuan kawin, sedangkan 5 gadis yang bodoh, pintu kemurahan tertutup bagi mereka.

Imamat 21: 12
(21:12) Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

PESAN KHUSUS KEPADA PARA IMAM; tetaplah setia beribadah melayani Tuhan, tetap berada di tempat pengudusan, sebab minyak urapan Allah ada di atas kepalanya, itulah yang menjadi tanda meterai, yang menunjukkan bahwa kita adalah milik Tuhan.
Urapan Roh Kudus adalah meterai / tanda bahwa kita adalah milik Tuhan.

Oleh sebab itu, selagi pintu kemurahan masih terbuka untuk kita sekarang, biarlah kita tetap setia beribadah, setia melayani Tuhan, tergembala dengan baik dalam satu kandang satu gembala, di dalam kandang penggembalaan yang benar, di mana gembala bertanggung jawab atas domba-dombanya, memberi makan dan minum, memelihara, merawat dan mengasuh kawanan domba, sampai Tuhan datang untuk yang kedua kalinya, sebagai Raja, Mempelai Pria Sorga. Amin.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita firman:
Gembala Sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang