KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Monday, August 26, 2013

IBADAH RAYA MINGGU, 25 AGUSTUS 2013

IBADAH RAYA MINGGU, 25 AGUSTUS 2013

TEMA:   JEMAAT PERGAMUS (dari Wahyu 2: 12-17)
            (Seri 01)

Subtema: KUASA DARI PEDANG YANG TERHUNUS

Shalom!
Selamat malam, salam sejahtera, salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Kita patut bersyukur untuk malam ini karena Tuhan telah menghimpunkan kita di tempat ini, di dalam rumah Tuhan untuk beribadah melayani Tuhan, bukan untuk yang lain-lain.

Kita telah melihat keadaan sidang jemaat di Smirna, secara khusus dalam pemberitaan firman sebanyak 4 seri, dan pada minggu yang lalu adalah pemberitaan yang terakhir.
Tiba saatnya bagi kita untuk memperhatikan sidang jemaat di Pergamus, salah satu dari tujuh sidang jemaat yang ada di Asia kecil, segera kita memperhatikannya dalam Wahyu 2: 12-17, namun terlebih dahulu kita memperhatikan ayat 12.

Wahyu 2: 12
(2:12) "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua:

Yesus tampil dengan PEDANG YANG TAJAM DAN BERMATA DUA untuk mengoreksi sidang jemaat di Pergamus.
Setelah dikoreksi lewat pedang yang tajam itu, maka tampaklah keadaan dari sidang jemaat di Pergamus di hadapan Tuhan, mulai dari kelebihan sampai kekurangan dari pada sidang jemaat di Pergamus, semuanya jelas di mata Tuhan, tidak ada yang tersembunyi.

Pertama-tama kita akan melihat; KELEBIHAN DARI SIDANG JEMAAT DI PERGAMUS.
Wahyu 2: 13
(2:13) Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.

Ada 2 kelebihan sidang jemaat di Pergamus:
YANG PERTAMA: SIDANG JEMAAT DI PERGAMUS BERPEGANG TEGUH KEPADA NAMA TUHAN.
Berarti, berpegang kepada kepada nama Yesus.
Sebagai orang Kristen, sebagai pengikut Kristus, biarlah kiranya kita tetap berpegang teguh kepada nama Tuhan, tidak kepada nama yang lain,

Filipi 2: 9-10
(2:9) Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
(2:10) supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

Nama Yesus, nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit, segala yang ada di atas bumi, dan segala yang ada di bawah bumi, segala yang bernafas, semuanya bertekuk lutut kepada nama Yesus.

Lebih jauh kita perhatikan ...
Yesaya 45: 23-25
(45:23) Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa,
(45:24) sambil berkata: Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam TUHAN. Semua orang yang telah bangkit amarahnya terhadap Dia akan datang kepada-Nya dan mendapat malu,
(45:25) tetapi seluruh keturunan Israel akan nyata benar dan akan bermegah di dalam TUHAN."

Mereka yang bertekuk lutut di hadapan Tuhan mengaku sambil berkata, bahwa keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam Tuhan.
Itu sebabnya sidang jemaat di Pergamus terus berpegang kepada nama Tuhan, berarti berpegang kepada nama Yesus Kristus.

Ada 2 kelebihan sidang jemaat di Pergamus:
YANG KEDUA: SIDANG JEMAAT DI PERGAMUS TIDAK MENYANGKAL IMAN MEREKA KEPADA TUHAN, SEKALIPUN HARUS KEHILANGAN NYAWA.
Berarti, apa pun harganya harus dibayar, sekalipun harus kehilangan nyawa.

Matius 16: 24
(16:24) Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
(16:25) Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Mengikut Kristus, berarti; menyangkal diri dan memikul salib = menanggung penderitaan, bahkan rela bila harus kehilangan nyawa. Pendeknya; rela bayar harga untuk menjadi pengikut Kristus.
Barangsiapa kehilangan nyawanya karena Tuhan, ia akan memperolehnya kembali.

Seperti itulah sidang jemaat di Pergamus, sekalipun mereka harus kehilangan nyawa, namun mereka tidak menyangkal iman mereka kepada Tuhan.

Wahyu 2: 13
(2:13) Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.

Di sini kita melihat, keadaan / posisi sidang jemaat di Pergamus; mereka DIAM DI TEMPAT TAKHTA IBLIS.
Berarti, mereka berada di antara orang-orang munafik, berada di antara orang-orang fasik, berada di antara orang-orang yang melakukan dosa kejahatan = berada di antara manusia daging.
Berarti, takhta dari pada iblis setan adalah manusia daging.

2 Timotius 3: 2-4
(3:2) Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
(3:3) tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
(3:4) suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

Ada 18 dosa yang menunggangi manusia daging;
1.    Mencintai dirinya sendiri.
7.  Tidak tahu terima kasih.
13.Garang.
2.    Menjadi hamba uang.
8.  Tidak mempedulikan agama.
14.Tidak suka yang baik.
3.    Membual.
9.  Tidak tahu mengasihi.
15.Suka mengkhianat.
4.    Menyombongkan diri.
10.Tidak mau berdamai.
16.Tidak berpikir panjang.
5.    Pemfitnah.
11.Suka menjelekkan orang.
17.Berlagak tahu.
6.    Berontak terhadap orang tua.
12.Tidak dapat mengekang diri.
18.Lebih menuruti hawa nafsu.

Sidang jemaat di Pergamus berada di antara manusia daging, di mana manusia daging itu telah menjadi takhtanya iblis.

Sekarang, kita melihat; keadaan manusia daging yang penuh dengan kemunafikan, kefasikan, dosa kejahatan dan dosa kenajisan. Pendeknya; takhta iblis itu penuh dengan dosa kejahatan dan juga dosa kenajisan.

Titus 1: 15
(1:15) Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatu pun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis.

Bagi orang suci, semuanya suci, tetapi bagi orang najis, semuanya menjadi najis, mulai dari apa yang dipakai, seperti;
-      pakaian; lebih memilih yang transparan,
-      juga apa yang dipunya, seperti; HP, laptop, dan lain-lain, semuanya untuk roh najis,
-      juga sepatu yang kelihatan bagus, tetapi bagi orang najis itu bisa najis.
Tidak disangka bukan?? Bahkan sepatu yang berada di bawah kaki saja bisa menjadi najis, helm yang sepertinya menutupi kepala juga bisa najis.
Coba saja perhatikan hari-hari terakhir ini; wanita mencari sepatu yang memiliki high hills 30 cm, untuk apa? tentu untuk hal-hal yang najis.
Bayangkan seseorang bisa memiliki helm, pakaian atau apapun, tetapi itu untuk hal yang najis, sebab bagi orang najis, semuanya menjadi najis.
Sekalipun seseorang berada di dalam rumah, di sekolah, di kampus, di tempat bekerja, bagi orang najis, pasti segalanya najis.

Sebaliknya, bagi orang suci, semuanya suci. Dia memiliki pakaian, tentu berusaha mencari pakaian yang berkenan di hadapan Tuhan, tidak betah menggunakan pakaian yang sexy / tidak sopan.
Berarti, orang suci berbanding terbalik dengan orang yang najis.

Di situlah tempat sidang jemaat di Pergamus diam.
Selain diam di tempat takhta iblis ...
Wahyu 2: 13
(2:13) Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.

Selain itu, sidang jemaat di Pergamus harus MENGHADAPI ANCAMAN MAUT, sebab saksi-saksi Tuhan harus dibunuh di hadapan mereka, tetapi mereka kuat, karena;
-      sidang jemaat di Pergamus tetap berpegang kepada nama Tuhan, tidak nama yang lain.
-      sidang jemaat di Pergamus tidak menyangkal iman mereka kepada Tuhan.
Sungguh luar biasa kelebihan dari sidang jemaat di Pergamus ini.

Tetapi, rupa-rupanya dibalik kelebihan dari sidang jemaat di Pergamus ini terdapat juga KEKURANGAN-KEKURANGAN.
Wahyu 2: 14
(2:14) Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.

Setelah dikoreksi dengan pedang yang tajam, terlihat juga kelemahan / kekurangan dari sidang jemaat di Pergamus, yaitu; ADA BEBERAPA ORANG DI ANTARA SIDANG JEMAAT DI PERGAMUS YANG MENGANUT AJARAN BILEAM.
Oleh sebab itu, Tuhan berkata: “Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau”, berarti menganut ajaran Bileam merupakan kekurangan / kelemahan dari sidang jemaat di Pergamus.

Mari kita lihat; AJARAN BILEAM.
2 Petrus 2: 15
(2:15) Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.

Ajaran Bileam menawarkan upah dalam bentuk KEDUDUKAN, JABATAN, dan MATERI (keuangan) di tengah-tengah ibadah pelayanan yang Tuhan percayakan.
Ajaran ini sedang marak di dalam gereja-gereja; pemain musik, pemimpin pujian, singer, mereka semua menerima upah, masuk dalam gereja hanya untuk mengharapkan kedudukan dan jabatan, hanya itu yang dicari.
Sekali lagi saya katakan; ajaran Bileam, yaitu MENERIMA UPAH DI TENGAH-TENGAH PELAYANAN, dalam bentuk kedudukan, jabatan dan materi = menerima upah di tengah-tengah pelayanan.
Pendeknya; ajaran Bileam ini menggunakan KEKUATAN MAMON DI TENGAH-TENGAH PELAYANAN.

Matius 6: 24
(6:24) Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Tidak seorang pun manusia dapat mengabdi kepada Tuhan, juga mengabdi kepada Mamon = tidak bisa mengabdi kepada dua tuan, karena jika demikian ia akan membenci seorang dan mengasihi yang lain atau ia setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan kepada yang lain.

Kalau menerima ajaran Bileam, yaitu menerima upah di tengah-tengah pelayanan, otomatis kita tidak bisa mengasihi Tuhan dengan sepenuhnya, karena tujuan beribadah hanya untuk menerima upah dalam kedudukan / jabatan di suatu gereja.

Ada banyak hamba-hamba Tuhan yang cerdik, tetapi kurang tulus; ketika ia melihat / mengetahui seseorang yang baru datang ke gerejanya, ia segera mengangkatnya, dengan kata lain memberi suatu kedudukan untuk mengangkat orang tersebut.
Tetapi kalau kita menerima ajaran seperti ini, tidak mungkin kita bisa mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, kekuatan dan akal budi.

Matius 6: 23
(6:23) jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.

MATA JAHAT ada kaitannya dengan MENERIMA UPAH DI TENGAH-TENGAH PELAYANAN.
Mata jahat = buta. Buta, berarti berada dalam kegelapan dosa, dengan kata lain seluruh anggota tubuh dikuasai oleh kuasa kegelapan = tidak menjadi terang dunia = tidak menjadi kesaksian yang benar di hadapan Tuhan, walaupun mungkin terlihat menjadi kesaksian karena ia melayani.
Banyak orang Kristen tidak mengetahui motivasi seseorang melayani Tuhan, ia seperti terlihat suci dan benar tetapi sesungguhnya ia tidak menjadi kesaksian yang benar di hadapan Tuhan, itu adalah mata jahat / buta = berada dalam kegelapan dosa, dari ujung rambut sampai ujung kaki dikuasai oleh kuasa kegelapan, tidak ada satu anggota tubuh pun yang benar.

2 Petrus 2: 12
(2:15) Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.

Akhirnya, karena mata jahat, seluruh anggota tubuh dikuasai oleh kegelapan, maka tersesatlah mereka.
Kalau orang buta dibiarkan berjalan sendiri, ia akan tersesat; selain menabrak, ia pasti ditabrak, sehingga tidak sampai pada tujuan, itulah rumah Bapa di sorga, Yerusalem yang baru.

Mari kita lihat ...
Kesesatan dari sidang jemaat di Pergamus.
Wahyu 2: 14
(2:14) Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.

Kesesatan sidang jemaat di Pergamus oleh karena ajaran Bileam;
-      mereka makan persembahan berhala
-      berbuat zinah
itu adalah perbuatan yang sesat.

Mari kita lihat peristiwa yang sama dalam kitab Bilangan.
Bilangan 25: 1-2
(25:1) Sementara Israel tinggal di Sitim, mulailah bangsa itu berzinah dengan perempuan-perempuan Moab.
(25:2) Perempuan-perempuan ini mengajak bangsa itu ke korban sembelihan bagi allah mereka, lalu bangsa itu turut makan dari korban itu dan menyembah allah orang-orang itu.

-      BANGSA ISRAEL MAKAN PERSEMBAHAN BERHALA, itu juga disebut menyembah berhala.
Berhala adalah segala sesuatu yang melebihi dari Tuhan, apa pun itu bentuknya.
Contohnya;
·      oleh karena pekerjaan lalu seseorang jauh dari ibadah pelayanan, itu juga berhala.
·    Karena kegiatan-kegiatan yang lain lalu meninggalkan ibadah pelayanan, itu adalah penyembahan berhala.
Intinya; segala sesuatu yang melebihi Tuhan, itu adalah berhala.

Saya berkali-kali menyampaikan; kita telah membangun ibadah pelayanan ini dengan perjuangan, dibangun di atas korban Kristus, oleh sebab itu, jangan sampai ada kesesatan di dalamnya, sebab ibadah itu seharga darah Yesus.
Ketika bangsa Israel dibebaskan dari Mesir, itu karena darah anak domba paskah. Pada waktu senja, anak domba yang berumur satu tahun disembelih, dan selanjutnya pada malam hari bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, hanya dengan satu tujuan, yaitu supaya bangsa Israel dapat beribadah melayani kepada Tuhan di tanah Kanaan, sebab kalau terikat dengan pekerjaan, seseorang tidak bisa menyembah kepada Allah yang hidup.

-      Selain makan persembahan berhala, BANGSA ISRAEL BERZINAH DENGAN PEREMPUAN-PEREMPUAN MOAB.
Hati-hati saudaraku, di dalam gereja pun bisa terjadi perzinahan, dan banyak gereja yang hancur karena perzinahan.
Bagi laki-laki; memandang dan menginginkan seorang perempuan dalam hati, itu pun merupakan perzinahan, dan bagi wanita; jangan engkau suka memikat.
Segala sesuatu, segala perkara yang bukan untuk memuji Tuhan, biarlah itu dilepaskan, seperti setan yang dibakar di dalam api neraka.

Setelah kita melihat kekurangan-kekurangan dari sidang jemaat di Pergamus ini, dengan tegas Tuhan berkata, Tuhan menandaskan: “...Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau ...
Tuhan sangat berkeberatan jikalau kesesatan ini berlangsung, jikalau kekurangan-kekurangan ini berlangsung.

Saya tambahkan sedikit;
Keadaan dari sidang jemaat di Pergamus, mereka memiliki keyakinan iman yang teguh dan berpegang teguh kepada nama Tuhan, iblis setan tidak kehabisan taktik, setan tidak kehabisan akal; Setan menyusup kepada sidang jemaat di Pergamus, melalui ajaran sesat, itulah ajaran Bileam (yang tadi telah kita perhatikan), dan akhirnya oleh karena ajaran sesat ini, tersesatlah sidang jemaat di Pergamus seperti kesesatan bangsa Israel.

Namun sekalipun setan menyusup dengan ajaran sesat, malam ini Tuhan memberi solusi / jalan keluar bagi kita supaya tidak terlanjur-lanjur menerima ajaran Bileam sebagai kekurangan dari sidang jemaat di Pergamus.

Bilangan 22: 21-22
(22:21) Lalu bangunlah Bileam pada waktu pagi, dipelanainyalah keledainya yang betina, dan pergi bersama-sama dengan pemuka-pemuka Moab.
(22:22) Tetapi bangkitlah murka Allah ketika ia pergi, dan berdirilah Malaikat TUHAN di jalan sebagai lawannya. Bileam mengendarai keledainya yang betina dan dua orang bujangnya ada bersama-sama dengan dia.

Di sini kita melihat, bahwa BILEAM MENUNGGANGI KELEDAI.
Arti rohaninya; MENERIMA AJARAN BILEAM, itulah UPAH DI TENGAH-TENGAH PELAYANAN.
Itu tidak akan membawa kepada keselamatan, tetapi justru membuat seseorang tersesat.
Keledai adalah gambaran dari bangsa kafir.

Sekarang, kita bandingkan ketika YESUS MENUNGGANGI KELEDAI.
Matius 21: 5-9
(21:5) "Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda."
(21:7) Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesus pun naik ke atasnya.
(21:8) Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan.
(21:9) Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!"

Kita perhatikan di sini; Yesus menunggangi keledai dan dibawa masuk ke kota Yerusalem.
Yesus menunggangi keledai ini di dalam kemuliaan-Nya, dan dibawa masuk ke dalam kemuliaan-Nya juga, berarti keledai itu juga turut dipermuliakan.
Kalau Tuhan yang memakai kita, arahnya jelas, Tuhan memakai kita sampai ke dalam kemuliaan-Nya, yaitu Yerusalem baru, sedangkan ajaran Bielam tidak jelas arahnya, membuat gereja Tuhan tersesat.

Hati-hati, kalau seseorang melangsungkan hubungan, dan oleh karena hubungan itu ia meninggalkan ajaran yang benar, berarti ia menerima ajaran Bileam, sebab ajaran Bileam mengarah kepada roh najis.
Oleh sebab itu, biarlah kita memberi diri dipakai untuk melayani Tuhan, sampai kita dibawa ke dalam Yerusalem yang baru.

Cara untuk menghentikan ajaran sesat.
Bilangan 22: 23
(22:23) Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di tangan-Nya, menyimpanglah keledai itu dari jalan dan masuk ke ladang. Maka Bileam memukul keledai itu untuk memalingkannya kembali ke jalan.

Untuk menghentikan laju perjalanan dari ajaran sesat, hanya dengan PEDANG YANG TERHUNUS, seperti pedang di tangan malaikat, kemudian berdiri di jalan yang harus dilalui keledai yang ditunggangi oleh Bileam.
-      Malaikat -> gembala sidang.
-      Pedang -> firman Tuhan yang tajam.
Saudaraku, pedang yang terhunus itu akan menusuk amat dalam, sebab dia hidup dan kuat.

Ibrani 4: 12
(4:12) Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

-   PEDANG YANG TAJAM itu menusuk amat dalam sehingga MEMISAHKAN JIWA DAN ROH, SENDI DAN SUMSUM.
Berarti; menyucikan jiwa, roh dan tubuh manusia dari dosa kejahatan dan dari dosa kenajisan, termasuk yang disebabkan oleh ajaran Bileam.
Sendi-sendi dan sumsum = tubuh.

·     Tubuh yang melakukan dosa disucikan oleh pedang yang tajam, kalau saudara mau mendengar dan menerimanya malam ini.
·     Jiwa juga akan disucikan dari dosa, kalau saudara mau menerima firman Allah malam hari ini dengan segala kerendahan hati.
·      Juga roh akan disucikan dari segala dosa kejahatan dan kenajisan, termasuk dari ajaran Bileam.
Sebab manusia tidak bisa menyucikan tubuh jiwa rohnya dari segala dosa kejahatan, dosa kenajisan dan dari ajaran yang sesat, kalau bukan karena firman yang mengoreksi. Oleh sebab itu, ijinkanlah firman yang disebut pedang yang tajam itu terhunus menusuk amat dalam. Kalau roh manusia dikuasai oleh roh jahat dan roh najis, tidak satu pun manusia yang dapat melihat, tetapi firman Allah, itulah pedang yang terhunus menusuk amat dalam, menyucikan dosa dari roh manusia.

Bagaimana dengan kita malam ini, ketika kita melihat pedang yang terhunus itu, apakah kita masih tetap mempertahankan kebenaran diri sendiri, tidak segera menyerah / berhenti berbuat dosa karena pedang yang terhunus?
Pedang yang terhunus menghambat laju perjalanan ajaran Bileam, ijinkanlah itu terjadi pada malam hari.

-      PEDANG YANG TERHUNUS ITU JUGA MEMBEDAKAN PERTIMBANGAN DAN PIKIRAN HATI KITA.
Artinya; firman Allah sanggup menyucikan hati, pikiran dan pertimbangan kita dari dosa kenajisan, dari dosa kejahatan dan dari dosa yang disebabkan oleh ajaran Bileam.
Sebab siapa yang bisa melihat hati, pikiran dan pertimbangan-pertimbangan manusia? Hanya firman / pedang yang terhunus, ia menusuk amat dalam, oleh sebab itu, marilah kita merelakan diri dikoreksi oleh pedang yang tajam malam ini.

Nantikanlah kemuliaan yang akan Tuhan berikan, ijinkan Tuhan memakai saya dan saudara dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, untuk selanjutnya dibawa masuk ke Yerusalem, ke dalam kemuliaan-Nya. Kalau Yesus dielu-elukan di Yerusalem, keledai itu juga turut dimuliakan.
Jadilah pribadi yang dimuliakan oleh Tuhan. Barangsiapa melayani dengan sistem Kerajaan Sorga, dikenan oleh Allah dan dihormati manusia. Kalau saudara disukai karena terpikat dan memikat, tidak dikenan oleh Tuhan, dan itu bukan penghormatan manusia.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment