KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, June 27, 2014

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 25 JUNI 2014

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 25 JUNI 2014

TeamDARI KITAB KOLOSE
          (Seri 16)

Subtema: BERPADANAN DENGAN PANGGILAN

Shalom!                                                                         
Selamat malam, salam sejahtera, salam dalam kasih sayang dan kasih setia Tuhan yang abadi.
Oleh karena kemurahan hati Tuhan, kita boleh diperkenankan untuk melangsungkan Ibadah Doa Penyembahan pada malam hari ini.

Sebelum kita membawa diri kita masing-masing rendah di bawah kaki Tuhan, terlebih dahulu kita memperhatikan firman Tuhan, surat Paulus kepada sidang jemaat di Kolose.
Kolose 1: 10
(1:10) sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,

Dari ayat 10 ini, kita akan memperhatikan secara khusus: "sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal...”, artinya; berpadanan dengan injil Kristus.
Memang setiap orang yang terpanggil, harus berpadanan dengan injil Kristus, supaya setiap orang yang terpanggil menjadi layak dan berkenan kepada-Nya dalam segala sesuatu.

Filipi 1: 27
(1:27) Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil,

Nasihat Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi, yaitu: hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus
Berbicara injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes), berarti berbicara tentang pribadi Yesus Kristus seutuhnya, mulai dari Ia turun sampai Ia naik kembali ke sorga.

Tanda bila seseorang berpadanan dengan injil Kristus.
Filipi 1: 29
(1:29) Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

Jadi ternyata, dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.
Inilah tanda bila seseorang berpadanan dengan injil Kristus.
Kemudian, kalau pemberitaan firman hanya sebatas cukup percaya, itu adalah ajaran yang tidak baik, dan di hari-hari terakhir ini banyak ajaran yang mengajarkan hanya cukup percaya kepada Tuhan.
Sebenarnya tidak hanya sampai di situ, sebab itu baru dasar/awal pengikutan kita kepada Tuhan, selanjutnya turut mengambil bagian dalam penderitaan Kristus, itulah puncaknya.

Sekali lagi saya katakan;
Menderita untuk Dia, maksudnya; turut mengambil bagian dalam penderitaan Kristus.

1 Petrus 4: 12-13
(4:12) Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
(4:13) Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

Jangan heran terhadap nyala api siksaan sebagai ujian, sebab setiap orang yang terpanggil tidak hanya percaya kepada Kristus tetapi juga turut mengambil bagian dalam penderitaan Kristus.

1 Petrus 4: 14
(4:14) Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

Sesungguhnya adalah kebahagiaan jika kita mengambil bagian dalam penderitaan Kristus, sebab Roh Kemuliaan, yaitu Roh Allah menjadi milik kita, menjadi bahagian yang tidak terpisahkan dari hidup kita.
Jadi, tidak ada lagi cara lain untuk memiliki Roh kemuliaan, Roh kudus itu.

Dalam pengikutan kita kepada Tuhan, tidak sedikit penderitaan yang kita alami, dengan kata lain banyak penderitaan yang kita alami. Kemudian, ukuran penderitaan itu kepada tiap-tiap orang hanya Tuhan yang tahu.
Ada kalanya kita kuat, ada kalanya kita lemah, tetapi saya mau katakan malam hari ini: tetaplah setia.
Mungkin saja malam hari ini kita seolah-olah tidak berdaya, tetapi kalau kita tetap setia, maka Tuhan akan memberi pertolongan kepada saya dan saudara, sampai betul-betul kita merasakan kebahagiaan di dalam penderitaan Kristus.

1 Petrus 4: 15-16
(4:14) Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.
(4:15) Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau.
(4:16) Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.

Selanjutnya, JANGAN MALU jikalau mengambil bagian di dalam penderitaan Kristus, justru kita harus berbahagia, sebab itulah kehidupan orang Kristen.
Menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung adalah kasih karunia, itu adalah kehidupan yang sejati, dan itulah kehidupan orang Kristen yang sejati.
Biarlah hal ini yang terjadi, jangan sampai mengalami penderitaan karena kesalahan/kebodohan.
Kesalahan/kebodohan yang dimaksud di sini antara lain;
-      pembunuh  = dosa membenci,
-      pencuri        = mengambil milik Tuhan dan merampas hak orang lain,
-      penjahat      = dikuasai roh jahat,
-      pengacau     = dikuasai roh pengacau, supaya keadaan menjadi kacau balau.

Sebagaimana pengalaman Rasul Paulus, kita kembali memperhatikan ...
Filipi 1: 30
(1:30) dalam pergumulan yang sama seperti yang dahulu kamu lihat padaku, dan yang sekarang kamu dengar tentang aku.

Rasul Paulus betul-betul berjuang, bergumul di tengah-tengah pelayanannya kepada Tuhan, dia banyak mengalami penderitaan, termasuk pergumulannya pada saat melayani jemaat di Filipi.

Mari kita lihat yang dimaksud dengan penderitaan Rasul Paulus tersebut ...
Kisah Para Rasul 16: 19-22
(16:19) Ketika tuan-tuan perempuan itu melihat, bahwa harapan mereka akan mendapat penghasilan lenyap, mereka menangkap Paulus dan Silas, lalu menyeret mereka ke pasar untuk menghadap penguasa.
(16:20) Setelah mereka membawa keduanya menghadap pembesar-pembesar kota itu, berkatalah mereka, katanya: "Orang-orang ini mengacau kota kita ini, karena mereka orang Yahudi,
(16:21) dan mereka mengajarkan adat istiadat, yang kita sebagai orang Rum tidak boleh menerimanya atau menurutinya."
(16:22) Juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka.

Rasul Paulus harus berjuang dalam pelayanan terhadap jemaat di Filipi, sebab ia ditentang oleh orang banyak, ditentang oleh pembesar-pembesar kota itu, karena ia berjuang dalam pemberitaan firman tentang salib Kristus sampai akhirnya pakaiannya dikoyakkan dari tubuhnya, dan Rasul Paulus juga harus didera dengan luar biasa.
Inilah yang dimaksud oleh Rasul Paulus dalam Filipi 1: 30 tadi.

Yesus terlebih dahulu didera oleh orang-orang Yahudi, Dia harus menanggung itu di atas kayu salib. Selanjutnya, pakaian-Nya ditanggalkan dan dikoyakkan menjadi 4 bagian.
4 bagian à 4 penjuru bumi, yaitu Timur, Barat, Utara, Selatan = Yesus menanggung dosa seluruh bumi.
Berarti, Yesus menanggung penderitaan di atas kayu salib untuk menanggung dosa saya dan saudara. dan imam-imam sebetulnya harus menjadi pendamaian; turut mengambil bagian dalam penderitaan Kristus, jangan sampai menjadi pengacau, pembunuh, pencuri, penjahat.

Kisah Para Rasul 16: 23-24
(16:23) Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh.
(16:24) Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.

Selanjutnya Rasul Paulus dijebloskan ke dalam penjara yang paling dalam (tengah) karena pedagang-pedagang dengan segala roh tenungnya itu tidak menghendaki pelayanan dari Rasul Paulus di kota Filipi, karena pelayanan Rasul Paulus menjadi penghambat/penghalang bagi pedagang-pedagang oleh karena roh tenung, sehingga Rasul Paulus harus dipenjarakan. Setelah mereka dijebloskan ke dalam penjara yang paling dalam, kaki mereka dibelenggu dalam pasungan yang kuat.
Penjara, berarti; keterbatasan, tidak ada kebebasan untuk melayani Tuhan.
Perlu untuk diketahui; roh tenung ini menghambat dan membatasi pelayanan.

Kisah Para Rasul 16: 25
(16:25) Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.

Nyali Rasul Paulus tidak menjadi surut/ciut, justru dalam penjara itu Rasul Paulus dan Silas berdoa dan menaikkan puji-pujian kepada Allah = hidup dalam doa penyembahan
Ini juga menjadi pelajaran yang baik bagi kita, terkhusus imam-imam, biarlah hati kita tidak surut untuk melayani Tuhan, kita terus berjuang memuji Tuhan, dan hidup di dalam doa.

Kuasa Doa:
Kisah Para Rasul 16: 26
(16:26) Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.

tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat”, artinya; terjadi kegerakan besar di bumi ini.
Saya mendambakan kegerakan Roh Kudus hujan akhir terjadi, kita semua dipakai dalam kegerakan yang besar ini, terkhusus dalam pembentukan tubuh Kristus yang sempurna, dari timur ke barat.

Kemudian, pada saat terjadi kegerakan di bumi; “sendi-sendi penjara itu goyah
Sendi-sendi apapun bisa kita taklukkan, dan sendi-sendi itu bisa goyah kalau kegerakan besar terjadi di bumi ini, bahkan musuh sekalipun bisa menjadi goyah, asal saja hati kita tidak surut, nyali kita tidak menjadi ciut, kita tetap berkobar-kobar melayani Tuhan.

Dalam perjalanan menuju Serang, saya merenung mengenai pergumulan. Dalam pikiran saya terbesit di mana saya tidak boleh menganggap pergumulan itu besar, melainkan tetap memandang salib Kristus.
Kalau kita betul-betul berjuang di tengah-tengah pelayanan, maka sendi-sendi musuh akan goyah.

Kemudian, pada saat itulah terjadi dua hal;
-      terbukalah semua pintu
= Tuhan membuka pintu kemurahan
-      terlepaslah belenggu
= ada kuasa kelepasan yang kita peroleh dari Tuhan di tengah-tengah ibadah pelayanan yang Tuhan percayakan, asal saja hati kita tidak menjadi surut, nyali kita tidak ciut, tetap mengambil bagian dalam penderitaan Kristus.

Kuasa pelayanan Rasul Paulus:
Kisah Para Rasul 16: 16-18
(16:16) Pada suatu kali ketika kami pergi ke tempat sembahyang itu, kami bertemu dengan seorang hamba perempuan yang mempunyai roh tenung; dengan tenungan-tenungannya tuan-tuannya memperoleh penghasilan besar.
(16:17) Ia mengikuti Paulus dan kami dari belakang sambil berseru, katanya: "Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan."
(16:18) Hal itu dilakukannya beberapa hari lamanya. Tetapi ketika Paulus tidak tahan lagi akan gangguan itu, ia berpaling dan berkata kepada roh itu: "Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini." Seketika itu juga keluarlah roh itu.

Rasul Paulus mengusir roh tenung dari hamba perempuan tersebut, sebab roh tenung itu mengganggu/menghambat pelayanan Rasul Paulus.
Roh tenung itu seolah-olah mendukung pelayanan, sebagaimana hamba perempuan itu berkata: “Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan”, tetapi sebetulnya itu cukup mengganggu, oleh sebab itu Rasul Paulus mengusir roh tenung dari hamba perempuan itu.

1 Samuel 15: 2-3
(15:2) Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir.
(15:3) Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai."

Firman Tuhan datang kepada raja Saul yaitu untuk;
-     menumpas habis orang Amalek, membunuh seluruh orang Amalek, baik laki-laki perempuan, tua     muda, bahkan anak-anak yang menyusui sekalipun,
-        selanjutnya semua yang ada, termasuk binatang yang dimiliki oleh orang Amalek.

1 Samuel 15: 18-19
(15:18) TUHAN telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka.
(15:19) Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?"

Raja Saul melangkahi firman Tuhan, Ia tidak mendengar dan tidak menuruti firman Tuhan.
Raja Saul tidak menumpas habis orang Amalek, mulai dari rajanya sampai rakyat jelata, juga tidak menumpas habis semua yang dipunyai orang Amalek termasuk seluruh binatang.

1 Samuel 15: 20-21
(15:20) Lalu kata Saul kepada Samuel: "Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas.
(15:21) Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal."

Alasan Saul kepada Samuel;
-      Telah membunuh semua orang Amalek tetapi membiarkan Agag, raja Amalek hidup
-     Semua binatang telah ditumpas tetapi membiarkan kambing domba dan lembu yang terbaik, dengan
alasan untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan.
Orang yang melangkahi firman Tuhan adalah orang yang suka mencari alasan dan pandai mencari alasan.

1 Samuel 15: 22
(15:22) Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.

Perlu untuk diketahui;
-      “Mendengarkan fiman Tuhan lebih baik dari korban sembelihan.”
Kita seringkali melayani dengan segala pengorbanan, penuh dengan jerih lelah, jerih payah, tetapi sangat disayangkan jika imam-imam yang melayani tidak dengar-dengaran.
Jadi, dengar-dengaran itu jauh lebih baik.
-      “Memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.”
Apabila lemak itu dibakar, akan mengeluarkan aroma yang berbau harum, tetapi itu tidak lebih baik dari pada memperhatikan firman Tuhan.

Jauh lebih baik bila saya dan saudara mendengar dan memperhatikan firman Tuhan dari korban sembelihan dan dari lemak domba-domba jantan.

1 Samuel 15: 23
(15:23) Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."

Menolak/melangkahi firman Tuhan merupakan pendurhakaan kepada Tuhan, dan ini harus diperhatikan baik-baik.
Sedangkan dosa mendurhaka setara dengan dosa tenung, inilah yang menjadi penghambat dalam ibadah dan pelayanan.

Dan pada akhirnya, Saul pun jatuh dalam dosa roh bertenung. Ia bertenung kepada hamba perempuan yang dapat memanggil arwah-arwah.
Setelah Saul ditolak menjadi raja atas Israel, maka atas seijin Tuhan roh jahat mengganggu Saul dan mengganggu jiwanya. Karena Saul merasa bahwa Tuhan tidak lagi berpihak kepadanya, akhirnya Saul meminta petunjuk kepada roh jahat iblis setan.
Seharusnya kita harus belajar mencari, meminta petunjuk kepada Tuhan dalam hal sekecil apapun, janganlah kita merasa lebih pintar.

Kemudian ...
Pendurhakaan disebut juga pemberontakan kepada Tuhan.
Tuhan tidak menghendaki pendurhakaan dan pemberontakan itu dalam kehidupan kita sekaliannya supaya tidak menghambat pelayanan dalam kandang penggembalaan.

Bilangan 16: 1-3
(16:1) Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang
(16:2) untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan.
(16:3) Maka mereka berkumpul mengerumuni Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: "Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?"

Korah memberontak kepada Musa dengan berani melawan Musa, hamba Allah yang dipilih untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir dan memimpin di padang gurun.
Untuk menjadi gembala, Musa sudah melewati proses yang luar biasa; 40 tahun di Mesir, 40 tahun di Midian, 40 tahun di padang gurun. Tetapi dengan mudahnya Korah memberontak melawan Musa.
Dipanggil menjadi hamba Tuhan selanjutnya menjadi gembala, membutuhkan proses yang panjang, oleh sebab itu, jangan dengan mudah kita memberontak kepada gembala, dengan mempengaruhi orang lain.
Di sini kita melihat; Korah mempengaruhi Datan dan Abiram, juga dua ratus lima puluh orang Israel, semuanya orang-orang yang kenamaan untuk memberontak melawan Musa.

Kemudian, APAKAH TUHAN BERPIHAK KEPADA KORAH?
Bilangan 16: 32-33
(16:32) dan bumi membuka mulutnya dan menelan mereka dengan seisi rumahnya dan dengan semua orang yang ada pada Korah dan dengan segala harta milik mereka.
(16:33) Demikianlah mereka dengan semua orang yang ada pada mereka turun hidup-hidup ke dunia orang mati; dan bumi menutupi mereka, sehingga mereka binasa dari tengah-tengah jemaah itu.

Bani Korah dan orang yang di sekitarnya termasuk anak dan isteri ditelan oleh bumi dengan hidup-hidup.
Saudaraku, hati-hati dengan pendurhakaan/pemberontaan, jangan berpihak ke sana, sebab salah berdiri saja, semua akan turut ditelan bumi.
Tuhan tidak suka dengan roh tenung, roh pendurhakaan/pemberontakan, oleh sebab itu, jangan turut-turut ke dalamnya!
Bumi membuka mulutnya à kehidupan yang kering-kering, tidak menghasilkan apa-apa.

Oleh sebab itu ...
Bilangan 16: 20-21, 26
(16:20) Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun:
(16:21) "Pisahkanlah dirimu dari tengah-tengah umat ini, supaya Kuhancurkan mereka dalam sekejap mata."
(16:26) Berkatalah ia kepada umat itu: "Baiklah kamu menjauh dari kemah orang-orang fasik ini dan janganlah kamu kena kepada sesuatu apa pun dari kepunyaan mereka, supaya kamu jangan mati lenyap oleh karena segala dosa mereka."

Tuhan berfirman kepada Musa untuk memisahkan diri dari bani Korah, sebab salah berdiri saja akan ditelan.
Jadi, jangan turut dengan segala pemberontakan, sebab itu merupakan dosa kefasikan.
Jangankan tabiat dengan segala kefasikannya, dengan harta bendanya saja tidak boleh mendekat.
Hal ini bertujuan supaya pelayanan ini tidak terhambat, Tuhan menjauhkan kita dari roh tenung yang setara dengan pendurhakaan/pemberontakan. Kiranya kita berpadanan dengan injil Kristus, jangan berpadanan dengan yang tidak baik.

Bagi orang batak juga ada istilah “padan.” Sesungguhnya, yang satu rumpun, ibaratnya seperti saya; Sitohang, Situmorang, Siringo-ringo, tetapi karena ada istilah padan, sekalipun tidak satu marga/rumpun, akan menjadi satu.
Biarlah kita berpadanan sesuai dengan panggilan kita, sebab kita dipanggil bukan hanya untuk percaya kepada Kristus saja, melainkan satu dengan penderitaan Kristus.
Sekali lagi; hati-hati, jangan salah berdiri! Kalau saudara tahu itu salah, jangan ikut berdiri di situ.

Efesus 4: 1
(4:1) Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.

Nasihat yang sama kepada jemaat di Efesus, yaitu supaya hidup orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
Panggilan kita dikaruniakan bukan saja percaya kepada Kristus, tetapi juga turut mengambil bagian dalam penderitaan Kristus.

Ciri-cirinya:
Efesus 4: 2-6
(4:2) Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
(4:3) Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
(4:4) satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,
(4:5) satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,
(4:6) satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

Cirinya;
1.    Selalu rendah hati, berarti; menempatkan diri di bawah, mulai dari perkataan, sikap, tingkah laku, cara berpikir, sudut pandang, gerak-gerik, dalam segala sesuatu selalu di bawah.
2.    Lemah lembut, berarti; tidak berlaku kasar.
3.    Sabar, berarti; berharap sesuatu yang baik dari Tuhan
4.    Menunjukkan kasih terlebih dalam saling membantu
Banyak hal yang harus kita bantu terlebih dalam kandang penggembalaan ini, tidak boleh tutup mata.
5.    Berusahalah memelihara kesatuan Roh dengan cara diikat oleh damai sejahtera.
Berarti, berusaha menciptakan damai sejahtera.
6.    Satu tubuh
Berarti, tidak mementingkan diri sendiri, tidak egois
7.    Satu Roh
Misalnya; berlainan karunia-karunia, tetapi sekalipun demikian dikerjakan oleh roh yang satu, yang sama = satu dengan yang lain saling mendukung dalam pelayanan
8.    Satu Tuhan, berarti; sekalipun pelayanan itu jenisnya banyak, namun kita hanya melayani Tuhan, bukan melayani perut, bukan melayani karena kepentingan-kepentingan.
9.    Satu iman.
Imam adalah segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Dengan satu iman, maka kita satu pengharapan.
10.  Satu baptisan.
Di hari-hari terakhir ini ada banyak sekali jenis baptisan; ada yang menggunakan bendera, ada yang dipercik, dan sebagainya, tetapi baptisan yang benar adalah baptisan yang dikerjakan oleh Yesus Kristus, yaitu; baptisan permandian/ditenggelamkan, sebagai tanda kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.
11.  Satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua

Intinya; jikalau kita berpadanan dengan panggilan itu, maka terlihat kesatuan tubuh Kristus. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, biarlah itu terjadi dalam kandang penggembalaan ini dengan anggota-anggota tubuh Kristus yang lain/di luar kandang penggembalaan ini. Amin.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment