KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Monday, June 9, 2014

IBADAH RAYA MINGGU (IBADAH PENYERAHAN ANAK), 01 JUNI 2014

IBADAH RAYA MINGGU (IBADAH PENYERAHAN ANAK), 01 JUNI 2014

Tema:  JEMAAT DI FILADELFIA (dari Wahyu 3: 7-13)
            (Seri 05)

Subtema: KUNCI DAUD MEMBUKA PINTU KERAJAAN SORGA UNTUK ANAK-ANAK KECIL

Shalom!
Selamat malam, salam sejahtera, salam di dalam kasih sayang dan kasih setia Tuhan yang abadi.
Oleh karena kemurahan hati Tuhan, kita boleh berada di dalam rumah Tuhan, beribadah melayani Tuhan, sekaligus mempersembahkan korban kepada Tuhan.

Kita segera memperhatikan sidang jemaat di Filadelfia dari kitab Wahyu 3: 7-13.
Namun kita hanya akan membaca ayat 7 saja.
Wahyu 3: 7
(3:7) "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Yesus tampil sebagai “Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud” untuk menyelidiki, mengoreksi dan menyucikan dosa-dosa sidang jemaat di Filadelfia.

-      Penampilan Yesus yang pertama sebagai “Yang Kudus”, aktivitas-Nya adalah hidup dalam kesucian.
-      Penampilan Yesus yang kedua sebagai “Yang Benar”, aktivitas-Nya adalah hidup dalam kebenaran.
-      Penampilan Yesus yang ketiga sebagai “yang memegang kunci Daud

Sekarang kita melihat penampilan Yesus sebagai ...
Keterangan: YANG MEMEGANG KUNCI DAUD”
Kunci aktivitasnya adalah membuka dan menutup pintu. Di sini kita melihat bahwa Tuhan memegang kunci Daud.
Perlu diketahui; bagi anak-anak Tuhan, kunci Daud berfungsi untuk membuka pintu Kerajaan Sorga, sehingga dengan demikian, pintu maut tertutup bagi mereka.
Sesungguhnya Tuhan telah membuka pintu Kerajaan Sorga, sebab kunci Daud adalah kunci untuk membuka Kerajaan Sorga.
Kunci Daud ini dikaitkan dengan ANAK KECIL, sebab kita melangsungkan Ibadah Raya Minggu pada malam ini disertai penyerahan anak.

Matius 18: 1-4
(18:1) Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"
(18:2) Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
(18:3) lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
(18:4) Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

Barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil, pintu Kerajaan Sorga terbuka bagi dia.
Merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil, artinya; merendahkan diri dan mau dikecilkan.
Untuk merendahkan diri, semua orang bisa, namun untuk dikecilkan, belum tentu mau dan rela.

Kelebihan anak kecil;
-      Tidak mengerti untuk mempertahankan harga diri, sebab anak kecil itu polos dan lugu
-      Tidak berdaya = tidak dapat/tidak mampu mengandalkan diri sendiri, artinya; bergantung kepada uluran dua tangan Tuhan sebagai tanda kemurahan hati Tuhan

Tadi saya sudah awali, bahwa; kunci Daud, bagi anak-anak Tuhan fungsinya hanya untuk membuka pintu Kerajaan Sorga, sehingga bagi mereka, pintu maut tertutup.
Tetapi jikalau seseorang tidak mau bertobat dan menjadi seperti Anak kecil, pintu Kerajaan Sorga tertutup, sebaliknya pintu maut terbuka.

Biarlah kiranya kita mau bertobat terlebih dahulu, selanjutnya merendahkan diri menjadi seperti anak kecil.
Sebelum seseorang mengalami pertobatan lahir dan batin, ia tidak akan bisa menjadi seperti anak kecil.

Matius 18: 5
(18:5) Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."
Barangsiapa bertobat dan merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil, ia sedang menyambut pribadi Yesus Kristus di dalam hidupnya.
Kita sering menyambut tamu, menyambut sahabat, menyambut saudara, bila mereka mengunjungi kita di kediaman kita masing-masing. Ketika mereka berkunjung/datang, tentu terlebih dahulu kita membuka pintu bagi mereka, selanjutnya kita membawa mereka masuk ke dalam rumah (ruang tamu) dan mempersilahkan duduk dan selanjutnya memberi minum sebagai penghormatan.
Itu baru menyambut sesama manusia, lebih lagi jikalau menyambut pribadi Yesus Kristus, oleh sebab itu, mau tiadk mau harus bertobat dan merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil.

Matius 19: 13-14
(19:13) Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
(19:14) Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga."

Lebih diperjelas kembali; orang yang mau bertobat dan merendahkan diri, dan menjadi seperti anak kecil adalah orang yang empunya Kerajaan Sorga = pintu Kerajaan Sorga terbuka bagi mereka, berarti pintu maut tertutup.
Merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil tidak boleh dihalang-halangi oleh siapapun.
Saya sendiri, sebagai seorang hamba Tuhan yang menerima jabatan gembala, tidak boleh menghalang-halangi anak-anak Tuhan untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan lewat ibadah dan pelayanan.
Oleh sebab itu, ketika murid-murid Yesus menghalang-halangi anak-anak kecil datang kepada Yesus, Ia berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku.

Kehidupan yang merendahkan diri dan menjadi sama seperti anak kecil adalah kehidupan yang diberkati.
Letak berkatnya:
Matius 19: 15
(19:15) Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

Orang yang merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil mendapatkan/menerima uluran dua tangan Tuhan.
Uluran dua tangan Tuhan adalah tanda kemurahan hati Tuhan.

Mari kita lihat; sampai kapan anak kecil mendapat kemurahan?
Yesaya 46: 3-4
(46:3) "Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim.
(46:4) Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.
Sampai masa tua, rambut putih, Tuhan tetap menggendong orang-orang yang merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil.
Digendong, berarti; menerima uluran dua tangan Tuhan.

Untuk selanjutnya, ketika berada dalam gendongan dua tangan Tuhan, mengalami tiga perkara:
-      Menanggung mereka terus menerus
Yesus Kristus telah menanggung segala sesuatu, kebutuhan-kebutuhan saya dan saudara.
Tuhan telah menyediakan makanan rohani, itulah firman Tuhan dan menyediakan minuman rohani, itulah kuasa Roh Kudus, dan Tuhan memberikan pakaian, itulah kasih-Nya untuk menutupi dosa saya dan saudara.
-      Tuhan memikul.
Tuhan telah memikul dosa manusia di atas kayu salib, Dia harus menanggung penderitaan yang tidak harus Ia tanggung, itu adalah kasih karunia bagi manusia berdosa.
Tuhan menjangkau 1 domba yang tersesat, dan rela meninggalkan 99 domba untuk mencari 1 domba yang terhilang. 1 domba ini terhilang/tersesat di padang gurun, dan untuk kembali ke kandang penggembalaan, sangat sukar sekali, sebab tidak ada petunjuk jalan di sana, sehingga apabila ia berjalan kembali sangatlah susah, sebab tapak-tapak yang ia lalui segera ditutupi oleh tiupan angin.
Pada saat tersesat, domba itu ingin kembali, hanya bisa menangis dan menangis, tetapi ada satu gembala yang baik, mencari 1 domba yang terhilang, setelah menemukannya, domba itu diletakkan di atas bahu (Lukas 15: 4-5).
Tuhan memikul kesesatan saya dan saudara, dan kalau domba tersesat itu karena ia mengikuti kata hati masing-masing, tidak mendengar suara gembala.
Seseorang akan tersesat apabila ia mencari damai di dunia ini, sebab dunia ini tidak dapat memberi damai seperti yang diberikan oleh Tuhan, justru dunia ini menyesatkan, tetapi ada satu pribadi yang begitu mengasihi saya dan saudara supaya ada damai sejahtera dalam kehidupan saya dan saudara.
Kerajaan Sorga itu berbicara tentang kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
-      Menyelamatkan
Berarti, terlepas dari kebinasaan/kematian oleh kuasa kebangkitan Yesus Kristus.
Tantangan untuk menjadi sama seperti anak kecil adalah rasa gengsi, itu adalah tantangan yang utama. Gengsi bersumber dari kebenaran diri sendiri = kerajaan sendiri, yang masih dipertahankan.
Tidak perlu gengsi untuk merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil, oleh sebab itu, harus diawali dengan bertobat.

Selanjutnya dalam kesempatan yang lain, Salomo menceritakan tentang dua tangan Tuhan.
Amsal 3: 16
(3:16) Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.
-      Di TANGAN KANAN Tuhan ada umur panjang
Tangan kanan Tuhan memberi kemenangan, sebab tangan kanan Tuhan mengalahkan semua musuh yang membinasakan (Mazmur 16: 8-11, Kisah Para Rasul 2: 25-27, 35-36).
Intinya; tangan kanan Tuhan memberi kemenangan demi kemenangan, Dia menjadi Pembela bagi kita.
-      Di TANGAN KIRI Tuhan ada kekayaan dan kehormatan
·         Kekayaan adalah nilai tambah bagi mereka yang mencari Kerajaan Sorga (Matius 6: 33).
·         Sedangkan kehormatan diperoleh jikalau melayani Tuhan dengan sistim Kerajaan Sorga, berarti melayani Tuhan bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus, karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh mansuia (Roma 14: 17-18).

Keuntungan bila merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil.
Lukas 10: 38-39
(10:38) Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
(10:39) Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,

Bila seseorang mau merendahkan diri dan menjadi sama seperti anak kecil, keuntungannya: mampu mendengarkan firman Tuhan, seperti Maria duduk di dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya.
Duduk di bawah kaki Tuhan menunjukkan kerendahkan hati.
Jadi, kegunaan merendahkan diri: seseorang dimampukan untuk mendengarkan firman Tuhan.

Sesungguhnya kalau kita perhatikan di sini, yang membuka pintu untuk Yesus adalah Marta, tetapi yang mendengarkan firman Tuhan, dekat dengan Tuhan adalah Maria.
Kalau hanya sebatas membuka pintu, hanya melayani, tetapi tidak mau merendahkan diri, seseorang tidak akan mampu mendengarkan firman Tuhan, hanya sebagai orang yang sibuk, sibuk, sibuk dan sibuk saja.

Lukas 10: 40
(10:40) sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."

Marta hanya menyibukkan diri, dan orang semacam ini, tidak mau merendahkan diri untuk mendengarkan firman Tuhan, akhirnya Marta mempersalahkan Tuhan dan mempersalahkan Maria, itulah Marta = hanya bisa meratapi diri; serasa sudah paling menderita paling benar sekali.

Lukas 10: 41-42
(10:41) Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
(10:42) tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Sesungguhnya “hanya satu saja yang perlu”; duduk merendahkan diri di bawah kaki Tuhan dan terus mendengarkan firman Tuhan, itu saja yang penting.
Kalau masalah kesibukan/pekerjaan, itu adalah nomor 2 atau 3 atau 4 dan seterusnya.
Jangan sampai karena kesibukan/pekerjaan, saudara tidak mau merendahkan diri untuk mendengarkan firman Tuhan.

Jadi, pintu Kerajaan Sorga itu hanya berlaku bagi mereka yang mau merendahkan diri, oleh sebab itu, dengan tegas Yesus berkata: “hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya”, yaitu; merendahkan diri dihadapan Tuhan yang berguna untuk memberi kemampuan untuk mendengarkan firman Tuhan.
Kita semua tentu mau masuk dalam Kerajaan Sorga, oleh sebab itu, marilah kita bersama-sama memperhatikan firman malam hari ini untuk membawa diri kita semakin rendah dekat kaki Tuhan.

Sesungguhnya Daud sendiri adalah pribadi yang rendah hati. kalau kita perhatikan dalam kitab Mazmur, di situ dengan jelas dikatakan, bahwa ...
Mazmur 78: 69-72
(78:69) Ia membangun tempat kudus-Nya setinggi langit, laksana bumi yang didasarkan-Nya untuk selama-lamanya;
(78:70) dipilih-Nya Daud, hamba-Nya, diambil-Nya dia dari antara kandang-kandang kambing domba;
(78:71) dari tempat domba-domba yang menyusui didatangkan-Nya dia, untuk menggembalakan Yakub, umat-Nya, dan Israel, milik-Nya sendiri.
(78:72) Ia menggembalakan mereka dengan ketulusan hatinya, dan menuntun mereka dengan kecakapan tangannya.

Tuhan memilih Daud dan mengambilnya dari antara kandang-kandang kambing domba untuk dipercayakan suatu tugas, yaitu menggembalakan umat Israel sebagai kawanan domba Allah.
Daud adalah pirbadi yang rendah hati, dan mau menjadi sama seperti anak kecil. Sinonim anak kecil adalah tulus, polos, tampil apa adanya. Itu sebabnya Tuhan memilih Daud untuk menggembalakan Israel, sebagai kawanan domba Allah.

Dan proses pemilihan itu, bisa kita lihat dalam ...
1 Samuel 16: 1
(16:1) Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku."
Tuhan mengutus Samuel untuk memilih satu dari anak-anak Isai, sebab Tuhan telah menolak Saul untuk menjadi raja, menggembalakan umat Israel.

1 Samuel 16: 4-7
(16:4) Samuel berbuat seperti yang difirmankan TUHAN dan tibalah ia di kota Betlehem. Para tua-tua di kota itu datang mendapatkannya dengan gemetar dan berkata: "Adakah kedatanganmu ini membawa selamat?"
(16:5) Jawabnya: "Ya, benar! Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN. Kuduskanlah dirimu, dan datanglah dengan daku ke upacara pengorbanan ini." Kemudian ia menguduskan Isai dan anak-anaknya yang laki-laki dan mengundang mereka ke upacara pengorbanan itu.
(16:6) Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: "Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya."
(16:7) Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

Samuel melihat pribadi yang luar biasa, yang berdiri tegap, itulah Eliab, tetapi Tuhan segera berfirman kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati
Manusia hanya melihat apa yang dapat dilihat oleh matanya, tetapi Tuhan melihat hati yang tulus seperti anak kecil.

Semakin hari semakin mengerti kehendak Tuhan, saya belajar untuk tidak memandang muka di tengah-tengah ibadah dan pelayanan, biar tua, biar muda, semuanya sama, sebab saya mau belajar seperti cara Tuhan melihat; Tuhan melihat hati, bukan melihat apa yang dilihat oleh mata manusia.
Tuhan tidak melihat paras atau perawakan yang tinggi gambaran dari harta kekayaan yang banyak dan jabatan yang tinggi, tetapi Tuhan menembusi hati, melihat batin manusia.

Setelah anak pertama ditolak ...
1 Samuel 16: 8-10
(16:8) Lalu Isai memanggil Abinadab dan menyuruhnya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata: "Orang ini pun tidak dipilih TUHAN."
(16:9) Kemudian Isai menyuruh Syama lewat, tetapi Samuel berkata: "Orang ini pun tidak dipilih TUHAN."
(16:10) Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: "Semuanya ini tidak dipilih TUHAN."

Untuk yang pertama kali, Samuel salah menilai, tetapi untuk yang kedua kalinya, Samuel mulai mengerti apa yang menjadi keinginan hati Tuhan, dan akhirnya 7 anak laki-laki Isai tidak dipilih oleh Tuhan.

1 Samuel 16: 11-12
(16:11) Lalu Samuel berkata kepada Isai: "Inikah anakmu semuanya?" Jawabnya: "Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba." Kata Samuel kepada Isai: "Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari."
(16:12) Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia."

Tuhan memilih Daud dan segeralah Samuel mengurapi Daud, menjadi raja atas Israel untuk menggembalakan Israel kawanan domba Allah.
Ini adalah proses pemilihan itu; bukan yang dilihat manusia yang dilihat oleh Tuhan, manusia hanya melihat apa yang ada di depan matanya, tetapi Tuhan menembusi batin, menembusi hati manusia.

Tuhan berfirman kepada Samuel untuk mengurapi Daud menjadi raja atas bangas Israel, untuk menggembalakan kawanan domba Allah.
-      Ibrani 1:9
(1:9) Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu."

Pengurapan adalah tanda kesukaan bagi Allah, melebihi dari orang – orang lain.

-      Imamat 21:12
(21:12) Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

Pengurapan itu tanda bahwa seseorang dikhusukan bagi Allah.

-      Pengurapan adalah tanda bahwa seseorang adalah pemimpin, seperti belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur (Amsal 30:27).

Syarat untuk dipilih.
1 Samuel 16: 11
(16:11) Lalu Samuel berkata kepada Isai: "Inikah anakmu semuanya?" Jawabnya: "Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba." Kata Samuel kepada Isai: "Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari."

Ketika Samuel tiba di Betlehem, Daud sedang menggembalakan kambing domba, ayahnya (Isai).
Arti rohaninya; tergembala dengan baik dengan satu gembala dalam satu kandang penggembalaan.

Bukti bahwa Daud tergembala.
1 Samuel 17: 12-15
(17:12) Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai. Isai mempunyai delapan anak laki-laki. Pada zaman Saul orang itu telah tua dan lanjut usianya.
(17:13) Ketiga anak Isai yang besar-besar telah pergi berperang mengikuti Saul; nama ketiga anaknya yang pergi berperang itu ialah Eliab, anak sulung, anak yang kedua ialah Abinadab, dan anak yang ketiga adalah Syama.
(17:14) Daudlah yang bungsu. Jadi ketiga anak yang besar-besar itu pergi mengikuti Saul.
(17:15) Tetapi Daud selalu pulang dari pada Saul untuk menggembalakan domba ayahnya di Betlehem.

Sekalipun Daud berada diistana / kerajaan, mengabdikan diri kepada Saul, tetapi Daud selalu pulang untuk menggembalakan kambing domba ayahnya.
Berbeda dengan ketiga abangnya, mereka selalu mengikuti Saul berperang ke mana saja Saul berada, tetapi tidak dengan Daud; ia selalu mengingat dan mengutamakan untuk menggembalakan kambing domba ayanya Isai.

Kandang penggembalaan lebih utama dari pada segala sesuatu yang ada di dunia ini.
Secara logika, tinggal di istana jauh lebih baik, menikmati fasilitas yang ada di dalam istana, tetapi sekalipun demikian Daud tidak terpengaruh, tidak terlena dengan fasilitas yang ada di dalam di istana itu, Daud tetap kembali, dia tidak pernah melupakan kandang penggembalaan, sesibuk apapun, ia tidak pernah melupakan kandang penggembalaan.
Ini harus kita ketahui; di sini, dalam kandang penggembalaan kita diproses untuk menjadi pribadi yang merendahkan diri dan menjadi sama seperti anak kecil.

Daud menggembalakan kambing domba ayahnya di Betlehem.
Betlehem, artinya; rumah roti. Berarti, bila tergembala dengan baik dengan satu gembala dalam satu kandang penggembalaan, senantiasa mengikuti kebenaran firman Tuhan yang adalah roti hidup.
Ada 3 kali pemecahan roti:
-      Pemecahan roti yang pertama; Yesus memberi makan 5000 orang dengan 5 roti dan 2 ikan.
Pada saat pemecahan roti yang pertama, Yesus memerintahkan mereka untuk duduk di rumput.
Duduk di rumput à penggembalaan.
Berarti, pemecahan roti yang pertama bertujuan supaya saya dan saudara tergembala dengan baik dalam satu kandang dengan satu gembala, dalam kandang penggembalaan.
-      Pemecahan roti yang kedua; Yesus memberi makan 4000 orang dengan tujuh roti dan beberapa ikan.
Pada saat itu, Yesus memerintahkan 4000 orang untuk duduk di tanah.
Artinya; lewat pemecahan roti yang kedua, bertujuan untuk merendahkan diri serendah-rendahnya, mulai dari perkataan, sikap, tingkah laku, sudut pandang, gerak-gerik.
Kalau kita mampu merendahkan diri di hadapan Tuhan, selanjutnya kita akan saling merendahkan diri, satu dengan yang lain.
-      PEMECAHAN ROTI YANG KETIGA: PADA WAKTU YESUS DISALIBKAN
Artinya; mampu merendahkan diri serendah-rendahnya dan rela dikecilkan.
Semua orang bisa merendahkan diri, tetapi kalau dikecilkan, seseorang belum tentu mau.
Tetapi ini adalah puncak pemecahan roti, yaitu merendahkan diri serendah-rendahnya dan mampu dikecilkan.
·         Yesus diludahi.
Apa yang keluar dari dalam mulut, itulah yang menajiskan, berarti betul-betul Yesus direndahkan.
·         Kemudian, Dia dipukul dengan buluh.
Buluh yang terkulai tidak akan dipatahkan-Nya, tetapi buluh yang utuh (tidak terkulai) digunakan untuk memukul Yesus = merendahkan diri dan rela dikecilkan.
Yesus menanggung itu semua dari seluruh pihak, membuktikan bahwa Dia memberi diri untuk dikecilkan.

Berbeda dengan di dunia ...
Lukas 22: 24-26
(22:24) Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka.
(22:25) Yesus berkata kepada mereka: "Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung.
(22:26) Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.

Oleh karena merasa lebih besar, merasa paling hebat, terjadilah pertangkaran di antara 12 murid Yesus karena satu dengan yang lain berlomba-lomba menjadi yang terbesar menurut ukuran manusiawi.

Untuk ukuran dunia, proses untuk menjadi yang terbesar adalah;
-      Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka
-      orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung
Tetapi di dalam Tuhan tidaklah demikian, melainkan:
-      Yang terbesar hendaklah menjadi yang paling muda.
Muda, artinya; minim pengalaman, berarti mau diajar, bukan mengajar.
-      Pemimpin menjadi pelayan.
Artinya; melayani satu dengan yang lain, bukan memimpin. Mengutamakan ibadah dan pelayanan dari pada diri sendiri.
Saudaraku, kalau seseorang hendak menjadi pemimpin, layanilah Tuhan dengan sungguh-sungguh, dengan baik, kerjakanlah apa yang bisa dikerjakan tanpa menunggu perintah.
Kalau pengurapan Roh Kudus berlaku atas kita, maka saya dan saudara tidak perlu diajar oleh orang lain dan ajaran dari Roh Kudus tidak pernah salah, itulah tanda dari seoran pemimpin = hidup dalam pengurapan.

Daud tidak pernah meninggalkan kandang penggembalaan, sesibuk apapun di dalam istana kerajaan Saul, di dalam kandang penggembalaanlah seseorang dapat bertobat, merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil.
Di tengah-tengah kesibukan, kembalilah ke kandang penggembalaan untuk tekun dalam 3 macam ibadah utama, kembali kepada Allah, Dialah Gembala yang memelihara jiwa.

Ingat; Yesus tampil sebagai yang memegang kunci Daud untuk membuka pintu Kerajaan Sorga, sebab Daud telah dipilih menjadi raja.
Oleh sebab itu, biarlah kita merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil, dengan cara berada di dalam kandang penggembalaan.
Perhatikanlah firman Tuhan malam hari ini, sambutlah Yesus Kristus sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment