KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Thursday, August 28, 2014

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 27 AGUSTUS 2014

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 27 AGUSTUS 2014

TeamDARI KITAB KOLOSE
          (Seri 23)

Subtema: YANG SULUNG

Shalom!
Selamat malam, salam sejahtera, salam dalam kasih sayang dan kasih setia Tuhan yang abadi.
Oleh karena kemurahan Tuhan, kita bersyukur karena Tuhan masih memberi kesempatan kepada kita untuk melangsungkan Ibadah Doa Penyembahan malam hari ini.

Kita kembali memperhatikan surat Paulus kepada jemaat di KOLOSE.
Kolose 1: 15
(1:15) Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,

Keutamaan Kristus, antara lain; “IA ADALAH YANG SULUNG
Maksudnya; lebih utama dari segala yang diciptakan.

Ibrani 1: 5-6
(1:5) Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?" dan "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?"
(1:6) Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia."

Kristus, Anak Allah, lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat.
Berarti, Kristus adalah yang lebih utama dari segala yang diciptakan, sehingga kalau kita perhatikan di sini; semua malaikat Allah harus menyembah Dia.
Inilah keutamaan Kristus; Dialah yang sulung, artinya; yang utama dari segala yang diciptakan Allah.

Di sini kita melihat, Allah tidak berkata kepada malaikat: “Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?" dan "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?
Justru ketika Allah membawa Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia
Intinya; Kristus adalah yang sulung, yang lebih utama dari segala yang diciptakan.

1 Korintus 15: 20
(15:20) Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, dan Dialah yang sulung, yang pertama-tama bangkit dari antara orang-orang yang telah meninggal/mati.
Inilah salah satu keutamaan dari pada Kristus, dan tentu kita patut bersyukur sebab Dia telah bangkit sebagai yang sulung dari antara orang-orang mati.

Sebab pada ayat 21-22 ...
1 Korintus 15: 21-22
(15:21) Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.
(15:22) Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.

Sesungguhnya manusia telah jatuh dalam dosa oleh karena satu orang, itulah Adam.
Jadi, sekalipun manusia tidak berbuat dosa sama seperti yang diperbuat oleh Adam, namun manusia telah berdosa, itulah yang disebut dosa warisan/turunan.

Roma 5: 12, 14
(5:12) Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.
(5:14) Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang.

Dosa itu telah masuk ke dunia dan telah menjalar sampai saat ini, dan upah dosa adalah maut.
Jadi, dosa yang menjalar itu bersumber dari satu orang, itulah Adam, dan dosa itu menjalar sampai sekarang, berarti maut itupun menjalar sampai sekarang.

Namun, kita kembali memperhatikan ...
1 Korintus 15: 23
(15:23) Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.

Tetapi setiap orang akan dihidupkan kembali oleh karena kebangkitan Yesus Kristus.
Yang pertama-tama adalah mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya
Saudaraku, kita patut bersyukur kalau Yesus adalah yang paling utama dari segala yang diciptakan, Dialah yang sulung.

Wahyu 14: 1-5
(14:1) Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
(14:2) Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya.
(14:3) Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorang pun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu.
(14:4) Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.
(14:5) Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia 144000 orang yang telah ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba.
Kemudian, di dalam mulut mereka TIDAK TERDAPAT DUSTA dan mereka TIDAK BERCELA, inilah yang menjadi milik-Nya, pada waktu kedatangan-Nya.

Mari kita lihat: “DI DALAM MULUT MEREKA TIDAK TERDAPAT DUSTA
Kolose 3: 5-7
(3:5) Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,
(3:6) semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka].
(3:7) Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.

percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, keserakahan”, 5 perkara ini = penyembahan berhala.
Berhala adalah segala sesuatu yang melebihi Tuhan.

Kolose 3: 8-10
(3:8) Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.
(3:9) Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,
(3:10) dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

Marah, geram, kejahatan, fitnah, kata-kata kotor yang keluar dari mulut”, lima perkara ini setara dengan perkataan dusta.
Berarti, kalau di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta, menunjukkan bahwa mereka itu adalah manusia baru; terlepas dari berhala dan perkataan dusta, yaitu dosa masa lalu dan dosa sekarang/masa yang akan datang.
Sebab, kalau kita perhatikan dalam 1 Petrus 2: 22, dengan jelas dikatakan, bahwa; “Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.” Kesimpulannya, dusta adalah hasil dari dosa.
Jadi, seseorang akan terbebas dari dusta/tipu daya jikalau ia menjadi menjadi manusia baru/hidup baru/ciptaan baru.

Selain di mulut mereka tidak ada perkataan dusta, mereka “TIDAK BERCELA
Efesus 5: 26-27
(5:26) untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
(5:27) supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

Jemaat kudus tidak bercela karena disucikan, dikuduskan sesudah dimandikan dengan air dan firman.
Berarti, disucikan oleh firman yang limpah à pembukaan/penyingkapan rahasia firman Tuhan.
Orang yang mandi membutuhkan air yang banyak/limpah, kalau menggunakan air yang sedikit, maka tidak akan bersih, itulah firman pengajaran yang rahasianya dibukakan = firman pengajaran mempelai = cahaya Injil tentang Kemuliaan Kristus.
Tidak ada seorang pun manusia di muka bumi dapat membersihkan dirinya jika tidak menerima pembukaan rahasia firman Tuhan (2 Korintus 3:14/ 2 Korintus 4:2-4).
Oleh sebab itu, kita bersyukur dalam kandang penggembalaan ini disertai dengan pembukaan rahasia firman yang limpah, dan tanda syukur itu dibuktikan dengan kerendahan hati saat menerima pembukaan rahasia firman.

Kita kembali memperhatikan ...
Ibrani 1: 5-6
(1:5) Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?" dan "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?"
(1:6) Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia."

Perkataan: “Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?" dan "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?” hanya ditujukan kepada Kristus, Dialah yang sulung, yang utama dari segala yang diciptakan oleh Allah.

Mazmur 2: 7-9
(2:7) Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.
(2:8) Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.
(2:9) Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk."

Sebagai yang sulung, yang lebih utama dari segala yang diciptakan, maka apabila Ia meminta kepada Allah; bangsa-bangsa akan diberikan dan menjadi milik pusaka, kemudian ujung bumi menjadi kepunyaan-Nya.
Selanjutnya, yang menjadi milik kepunyaan-Nya itu akan diperlakukan dengan 2 hal;
1.    Diremukkan dengan gada besi
Mari kita lihat pengertian DIREMUKKAN.
Mazmur 51: 19
(51:19) Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk, merupakan korban sembelihan. Berarti diremukkan untuk menjadi korban sembelihan bagi Allah karena dipandang mulia oleh Allah.

Saat menjadi korban sembelihan ...
Yesaya 53: 7
(53:7) Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
Dianiaya tetapi membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya, digambarkan dalam 2 hal;
-      seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian,
-      seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya

Itulah keadaan domba sembelihan; tidak membuka mulutnya = tidak membiarkan daging bersuara = tidak menuruti hawa nafsu dan keinginan daging.

Matius 12:17-19
12:17 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
12:18 "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.
12:19 Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.

Keadaan Yesus Kristus sebagai hamba Tuhan; Ia tidak akan berbantah dan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya dijalan-jalan, artinya; tidak menuruti hawa nafsu dan keinginan daging = suara daging. Sebagai bukti; Ia tidak akan berbantah sama seperti domba sembelihan, ketika dianiaya tidak membuka mulutnya.
Selanjutnya dipilih, dikasihi, dikenan menunjukkan bahwa Yesus adalah hamba Tuhan (1 Petrus 2:9-10).

Dampak positif bila seorang hamba Tuhan tidak menuruti hawa nafsu dan keinginan daging;
Matius 12:20-21
12:20 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.
12:21 Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap."

Menjadikan firman itu menang, tergenapi kepada bangsa-bangsa, dan padanyalah bangsa-bansa akan berharap, yaitu; bangsa-bangsa yang digambarkan seperti buluh yang patah terkulai tidak diputuskannya, sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan.

Itulah pribadi Rasul Paulus di tengah-tengah pelayanannya kepada Tuhan, ia tidak mau dipisahkan dengan kasih Kristus, seperti yang tertulis dalam Roma 8: 35-36, “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."

2.    Memecahkan mereka seperti tembikar tukang priuk.
Yesaya 29: 16
(29:16) Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: "Bukan dia yang membuat aku"; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: "Ia tidak tahu apa-apa"?

Kehidupan manusia sama seperti tanah liat di tangan tukang periuk; dia melakukan/membentuk tanah liat sesuai dengan kehendaknya, dan tanah liat sebagai yang dibentuk, tidak berhak untuk keluar dari rencana Allah yang besar, tidak berhak untuk menantang rencana Allah di dalam dirinya.

Roma 9: 20-24
(9:20) Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?"
(9:21) Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?
(9:22) Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan –
(9:23) justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan,
(9:24) yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain,

Siapapun di antara manusia tidak berhak untuk membantah Allah. Apapun rencana Allah dalam kehidupan manusia, ia tidak dapat membantahnya. Sekalipun ketika Tuhan membentuk manusia itu rasanya sakit, tetapi Tuhan memiliki maksud yang mulia atas benda-benda ciptaannya itu, yaitu saya dan saudara, oleh sebab itu tidak ada satupun manusia yang berkata: “Mengapakah engkau membentuk aku demikian?
Perlu untuk diketahui; Dialah penjunan, kitalah tanah liat. Kita ada di tangan-Nya yang senantiasa membentuk kita sesuai dengan kehendak-Nya, dengan tujuan yang mulia, bukan tujuan yang membinasakan.

Justru di sini dikatakan: “Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan –justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan”.
Jadi sekali lagi saya katakan; cara Tuhan membentuk kita, tidak sesuai dengan keinginan manusia, namun sekalipun demikian; tidak seorang pun manusia dapat membantah cara Tuhan membentuk seseorang.
Tuhan mempersiapkan kita semua untuk tujuan yang mulia, bukan tujuan yang membinasakan.

Sekarang pertanyaannya; APAKAH DASARNYA SEHINGGA KRISTUS MEMPERLAKUKAN MANUSIA DENGAN 2 HAL DI ATAS?
Mazmur 2: 8
(2:8) Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.

Terlebih dahulu kita perhatikan pernyataan Allah kepada Kristus: “Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu
Allah akan memberikan bangsa-bangsa menjadi milik kepunyaan-Nya.

Cara untuk meminta bangsa-bangsa kepada Allah Bapa.
Yesaya 53: 10-12
(53:10) Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
(53:11) Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
(53:12) Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

Yesus telah menanggung penderitaan di atas kayu salib, sehingga Allah memberikan bangsa-bangsa, yaitu orang-orang besar sebagai rampasan dan orang-orang kuat sebagai jarahan.
Sehingga ketika kita diperlakukan dengan dua hal di atas tadi, kita tidak dapat menyangkalnya sebab Yesus telah terlebih dahulu menanggung penderitaan di atas kayu salib bagi saya dan saudara, Dia melakukan itu sebagai syarat untuk menerimanya dari Allah yaitu bangsa-bangsa / suku-suku bangsa yang sekaligus menjadi teladan bagi manusia.
Jadi, benar-benar Dialah yang sulung, yang utama dari segala yang diciptakan oleh Allah.
Entah apa jadinya manusia, kalau Yesus Kristus tidak menjadi yang sulung? Maka habislah kita semua.

Roma 5: 14-17
(5:14) Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang.
(5:15) Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.
(5:16) Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran.
(5:17) Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.

Oleh karena Satu Orang, kita memperoleh kasih karunia dengan limpah, dan kasih karunia yang dilimpahkan kepada manusia itu lebih besar dari segala-galanya, tidak berimbangan, sebab penghakiman akan satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

1 comment:

  1. Tuhan memberkati dan tambah2kan hikmat haleluya....

    ReplyDelete