KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Sunday, August 17, 2014

IBADAH RAYA MINGGU, 17 AGUSTUS 2014

IBADAH RAYA MINGGU, 17 AGUSTUS 2014

Tema:  JEMAAT DI FILADELFIA (dari Wahyu 3: 7-13)
            (Seri 14)

Subtema: IMAMAT RAJANI, TERPUJI, TERNAMA DAN TERHORMAT

Shalom!
Selamat malam, salam sejahtera, salam di dalam kasih sayang dan kasih setia Tuhan yang abadi.
Oleh karena kemurahan hati Tuhan, kita boleh berada dalam rumah Tuhan untuk beribadah melayani, sekaligus mempersembahkan korban kepada Tuhan.
Kita bersyukur kepada Tuhan, karena kita beribadah di tempat yang Tuhan pilih, itulah gunung Sion. Dari sana keluar pengajaran, dan firman Tuhan dari Yerusalem.

Kita kembali memperhatikan sidang jemaat di Filadelfia dari kitab Wahyu 3: 7-13.
Sekarang kita membaca bagian dari ayat 9 ...
Wahyu 3: 9
(3:9) Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau.

Tuhan memerintahkan jemaah Iblis untuk datang dan tersungkur di depan kaki sidang jemaat di Filadelfia, sekaligus mengaku bahwa Tuhan mengasihi jemaat di Filadelfia.

Sekarang kita memperhatikan kesimpulan yang ketiga
Yesaya 43:4
(43:4) Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.

“Maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu”.
Tuhan memerintahkan suku-suku bangsa datang dan tersungkur didepan kaki sidang jemaat di Filadelfia, sebagai  ganti nyawa mereka.

Lebih jauh kita melihat suku-suku bangsa yang tersungkur dengan muka sampai ke tanah.
Yesaya 60:14
(60:14) Anak-anak orang-orang yang menindas engkau akan datang kepadamu dan tunduk, dan semua orang yang menista engkau akan sujud menyembah telapak kakimu; mereka akan menyebutkan engkau "kota TUHAN", "Sion, milik Yang Mahakudus, Allah Israel."

-      “Anak-anak orang-orang yang menindas engkau akan datang kepadamu dan tunduk”.
-      “Dan semua orang yang menista engkau akan sujud menyembah telapak kakimu”.
Kemudian mereka akan berkata; “engkau "kota TUHAN", "Sion, milik Yang Mahakudus, Allah Israel", menunjukkan bahwa Tuhan mengasihi Sion.

Yesaya 49:22-23
49:22 Beginilah firman Tuhan ALLAH: "Lihat, Aku akan mengangkat tangan-Ku sebagai tanda untuk bangsa-bangsa dan memasang panji-panji-Ku untuk suku-suku bangsa, maka mereka akan menggendong anak-anakmu laki-laki dan anak-anakmu perempuan akan didukung di atas bahunya.
49:23 Maka raja-raja akan menjadi pengasuhmu dan permaisuri-permaisuri mereka menjadi inangmu. Mereka akan sujud kepadamu dengan mukanya sampai ke tanah dan akan menjilat debu kakimu. Maka engkau akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, dan bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Aku tidak akan mendapat malu."

Tuhan akan mengangkat tangan-Nya dan memasang panji-panji-Nya untuk suku-suku bangsa/menyatakan kebesaran-Nya untuk suku-suku bangsa, sehingga; mereka akan sujud  dengan mukanya sampai ke tanah dan akan menjilat debu pada kaki.
Menjilat debu pada kaki artinya; mengakui bahwa Tuhan mengasihi Sion.

Pada saat suku-suku bangsa datang dan tersungkur ada 2 hal yang mereka perbuat;
-   Menggendong dan mendukung di atas bahu, berarti mereka turut mengambil bagian dalam pelayanan = terbeban dengan pekerjaan Tuhan/tidak tutup mata.
-      Kemudian raja-raja dan permaisuri-permaisuri menjadi inang dan  pengasuh, berarti mereka juga turut mendukung pelayanan yang Tuhan percayakan.

Saudaraku, kalau hal ini terjadi dalam kandang penggembalan ini, maka pekerjaan yang Tuhan percayakan kepada kita menjadi ringan. Saat ini Tuhan mempercayakan banyak pekerjaan kepada kita, salah satunya adalah mengasuh Buli-Buli Emas Berisi Manna baik media electronic ataupun media cetak, dan kita membutuhkan raja-raja dan permaisuri-permaisuri untuk mengasuh pekerjaan ini, bukan karena kita tidak mau mengerjakannya, tetapi supaya pekerjaan kita lebih ringan. Banyak pekerjaan yang akan kita kerjakan kalau Tuhan mengirimkan raja-raja dan permaisuri-permaisuri, dan biarlah ini terjadi jikalau Tuhan mengkehendaki.

Pertanyaannya; MENGAPA Tuhan memerintahkan bangsa-bangsa datang dan tersungkur?
Yesaya 53:10-12
(53:10) Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
(53:11) Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
(53:12) Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

Tuhan memberikan orang-orang besar sebagai rampasan, dan orang-orang kuat sebagai jarahan, sebagai ganti karena mereka tidak segan-segan menyerahkan nyawanya.

Matius 16:24-25
(16:24) Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
(16:25) Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Syarat untuk mengikuti Tuhan/melayani Tuhan; menyangkal dirinya dan memikul salibnya = rela kehilangan nyawanya.
-        Sangkal diri artinya; menyangkal segala sesuatu didalam diri sendri yaitu; merasa diri lebih benar, lebih baik, lebih bisa dari orang lain termasuk menyangkal harga diri.
-      Memikul salib artinya; memikul tanggung jawab yang Tuhan percayakan diatas pundak sebagai kebenaran yang sejati = tidak lalai untuk mempergunakan karunia-karunia yang dipercayakan oleh Tuhan.

2 Tesalonika 3:7
(3:7) Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu,

Rasul Paulus tidak lalai bekerja di hadapan Tuhan untuk melayani sidang jemaat di Tesalonika.
Selanjutnya di dalam 1 Timotius 4:14, rasul Paulus berpesan kepada Timotius supaya tidak lalai mempergunakan karunia-karunia yang telah diperolehnya.

Kembali kita membaca kitab Wahyu pasal 3.
Wahyu 3:8
(3:8) Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

Kekuatan sidang jemaat di Filadelfia tidak seberapa namun mereka menuruti firman Tuhan dan tidak menyangkal nama Tuhan.
Saudaraku, jemaat di Filadelfia adalah salah satu dari tujuh sidang jemaat yang di koreksi oleh Tuhan. Kemudian, kekurangan dari sidang jemaat di Filadelfia tidak terlalu mencolok dihadapan Tuhan, sehingga dengan tidak ragu-ragu Tuhan berkata ; “Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun”, sehingga pada ayat 9 Tuhan memerintahkan suku-suku bangsa datang dan tersungkur dengan muka sampai ke tanah, dan mengaku bahwa Tuhan mengasihi sidang jemaat di Filadelfia.

Jemaat Filadelfia tidak menyangkal nama Tuhan, berarti menyangkal diri sendiri dan memikul salibnya.

Dampak positif menyangkal diri dan memikul salibnya.
Yesaya 43:4
(43:4) Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.

Berharga dan mulia dimata Tuhan, sehingga Tuhan mengasihi Israel, berharga = harta kesayangan.
Jadi kalau Tuhan memberikan semua itu, tentu Tuhan mempunyai alasan; sebab Sion mulia dan berharga dimata Tuhan.

Keluaran 19:5-6
(19:5) Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.
(19:6) Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."

Bangsa Isreal menjadi harta kesayangan Tuhan (berharga) dari antara segala bangsa di bumi.
Sebagai bukti; Tuhan membuat mereka menjadi suatu kerajaan imam bagi Tuhan dan menjadi suatu bangsa yang kudus.
Jadi saudaraku, kalau melayani Tuhan didalam kekudusan akan berharga dimata Tuhan dan menjadi harta kesayangan bagi Tuhan, sebaliknya, kalau anak-anak Tuhan menjauhkan diri dari ibadah dan pelayanan itu artinya menjadikan diri tidak berharga (bukan harta kesayangan) bagi Tuhan.
Perhatikanlah hal ini dengan sungguh-sungguh.

Wahyu 5:10
(5:10) Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."

Tuhan membuat mereka menjadi suatu kerajaan dan imam-imam bagi Allah, selanjutnya memeritah sebagai raja di bumi, jadi bukan memerintah sebagai pemimpin (atasan) disebuah perusahaan, melainkan memerintah sebagai seorang raja dibumi, berarti; berkuasa atas dosa = imamat rajani (pelayanan yang berkuasa), bangsa yang kudus.
Seorang pimpinan, atasan disebuah perusahaan atau sebuah instansi belum tentu ia menjaga dirinya di dalam kekudusan.

Langka-langkah yang harus diperhatikan seorang imam untuk mempertahankan kesuciannya.
Yang pertama.
Ulangan 4:19-20
(4:19) dan juga supaya jangan engkau mengarahkan matamu ke langit, sehingga apabila engkau melihat matahari, bulan dan bintang, segenap tentara langit, engkau disesatkan untuk sujud menyembah dan beribadah kepada sekaliannya itu, yang justru diberikan TUHAN, Allahmu, kepada segala bangsa di seluruh kolong langit sebagai bagian mereka,
(4:20) sedangkan TUHAN telah mengambil kamu dan membawa kamu keluar dari dapur peleburan besi, dari Mesir, untuk menjadi umat milik-Nya sendiri, seperti yang terjadi sekarang ini.

Yang harus diperhatikan adalah jangan mengarahkan pandangan kepada perkara-perakara yang lahiriah.
Matahari, bulan dan bintang menunjukkan hal yang sifatnya lahiriah.
Lebih memperhatikan perkara-perkara lahiriah dari pada perkara-perkara rohani = penyembahan berhala.
Kemudian apabila beribadah dan menyembah kepada berhala maka seorang imam atau pelayan menjadi sesat/menyimpang dari kebenaran.
Menyembah dan beribadah kepada perkara-perkara lahiriah, sama seperti bangsa Israel ketika berada di Mesir oleh karena perbudakan yang berat/pekerjaan berat di Mesir, bangsa Israel tidak dapat beribadah dan berbakti kepada Tuhan Allah mereka (Keluaran 1:1-14), sehingga Mesir digambarkan seperti dapur peleburan besi.

1 Timotius 6:9
(6:9) Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

Mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam; pencobaan, jerat, ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa.
Sedangkan hawa nafsu dan keinginan daging, itu akan mencelakakan, menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

1 Timotius 6:10
(6:10) Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Akar segala kejahatan ialah cinta uang.
Kemudian, oleh karena memburu uang mereka;
-   Menyimpang dari iman, sedangkan orang benar hidup dari iman, bukan karena hasil usaha seseorang.
-      Menyiksa dirinya dalam berbagai-bagai duka = menderita karena pukulan, bukan karena sengsara salib.
Keadaan semacam ini sama halnya seperti yang dialami oleh bangsa Israel ketika mereka berada di Mesir, yang disebut api peleburan besi.

Kolose 3:1-3
(3:1) Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
(3:2) Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
(3:3) Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.

Kalau mencari perkara di atas, perkara rohani, yaitu; segala yang berkaitan dengan ibadah dan pelayanan itu karena kita telah dibangkitkan bersama dengan Kristus.
Dibangkitkan bersama dengan Kristus = bersuasanakan kebangkitan yaitu; beribadah, berbakti dan melayani Tuhan.

Filipi 4:5-6
(4:5) Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!
(4:6) Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Sesungguhnya seorang imam/pelayan Tuhan tidak perlu kuatir dengan perkara-perkara lahiriah, yang terpenting ialah; hendaklah kebaikan hati dari seorang imam harus diketahui semua orang, sebab hari Tuhan / kedatangan Tuhan sudah dekat.

Filipi 4:8
(4:8) Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Jadi akhirnya saudara-saudara, semua yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, disebut kebajikan dan patut dipuji itulah yang seharusnya dipikirkan oleh seorang imam/pelayan Tuhan, sehingga kebaikan hati seorang imam/pelayan Tuhan dilihat oleh semua orang.

Langka-langkah yang harus diperhatikan seorang imam untuk mempertahankan kesuciannya.
Yang kedua.
Ulangan 14:1-2
(14:1) "Kamulah anak-anak TUHAN, Allahmu; janganlah kamu menoreh-noreh dirimu ataupun menggundul rambut di atas dahimu karena kematian seseorang;
(14:2) sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, dan engkau dipilih TUHAN untuk menjadi umat kesayangan-Nya dari antara asegala bangsa yang di atas muka bumi."

-      Janganlah kamu menoreh-noreh dirimu”, memberi 2 arti, yaitu;
1.    JANGAN MENGOTORI DIRI.
Banyak hal yang membuat orang mengotori dirinya sendiri, dimulai dari pikiran yang tidak baik, perkataan yang tidak baik, pandangan mata yang tidak baik dan lain sebagainya. Persisi seperti tubuh yang dikotori, dicoreng, ditulis dan dibuat gambar-gambar yang disebut dengan tatto.
Jangan mengotori diri berarti; menjadi surat pujian, surat Kristus, yang dapat dikenal dan dibaca oleh orang lain, mulai dari perkataan, sikap, tingkah laku, cara berpikir, sudut pandang, dan gerak-gerik bahkan menjadi teladan dalam kesucian dan kesetiaan.
2.    JANGAN MERUSAK/MENYIKSA DIRI.
Saya teringat dengan nabi-nabi Baal yang 450 orang itu, dan 400 nabi-nabi Asyitoret/Asyera, ketika mereka mempersembahkan korban kepada allah mereka, dan tidak ada jawaban doa dari allah mereka, sehingga mereka menorah-noreh diri sampai mencucurkan darah (1 Raja – raja 18:28).
Hal yang serupa bisa terjadi di dalam kehidupan nyata saat ini yaitu ketika merasa bahwa doa-doa yang dipanjatkan itu tidak dikabulkan, selanjutnya seseorang menjadi jengkel dan penuh dengan amarah = menyiksa diri, terlebih menyiksa batin sendiri.

-      Jangan menggundul rambut diatas dahimu.”
1 Korintus 11:10
(11:10) Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.

Seorang perempuan harus memakai tanda wibawa dikepalanya.
Tanda wibawa = rambut panjang, ini menunjukkan ketundukkan seorang isteri kepada suaminya.

1 Petrus 3:3-5
(3:3) Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
(3:4) tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
(3:5) Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,

Seorang perempuan yang menaruh pengharapan kepada Allah, tunduk kepada suaminya.
Ketundukkan seorang isteri kepada suaminya adalah merupakan perhiasan manusia batiniah yang tersembunyi yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.

1 Petrus 3:6
(3:6) sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

Sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menjadikan Abraham tuan bagi Sara.
Pendeknya; ketundukkan Sara sebagai seorang isteri kepada Abraham ditunjukkan lewat 2 hal;
1.    Taat = patuh pada ajaran yang benar.
2.    Menjadi hamba bagi Abraham, berarti setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, maupun perkara yang besar.

1 Petrus 3:1-2
(3:1) Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,
(3:2) jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu.

Ketundukkan isteri kepada suami menjadikan kesaksian bagi mereka (perempuan-perempuan) yang tidak taat kepada firman.
Menjadi kesaksian berarti memenangkan jiwa tidak perlu lewat perkataan-perkataan, melainkan dengan kemurnian dan kesalehan.

Tanda wibawa di atas kepala itu penting, alasannya sesuai dengan 1 Korintus 11:10; perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.
Malaikat adalah pembantu bagi Tuhan.

1 Korintus 11:5
(11:5) Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.

Seorang perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala tidak bertudung; menghina kepalanya.
Berdoa, bernubuat (menyatakan firman Tuhan), tidak disertai dengan ketundukkan = menghina kepala.
Perhatikanlah ini, kalau seorang isteri tunduk kepada suaminya, maka suami sebagai kepala akan berdiri tegap, sebaliknya bila seorang isteri tidak tunduk kepada suaminya, maka suami sebagai kepala tidak akan berdiri dengan tegap/posisinya tidak berada pada tempatnya.

Saya teringat ketika berada di sekolah Alkitab, para guru/dosen yang mengajar, menganjurkan kepada perempuan-perempuan (mahasisiwi) harus menjadi isteri seorang hamba Tuhan, dan kalau sudah menjadi isteri, maka ia harus tunduk kepada suaminya, sebab ketundukannya kepada suaminya sebagai gembala maka sidang jemaat juga akan turut tunduk, sebaliknya kalau seorang isteri tidak tunduk kepada suaminya, maka sidang jemaat juga turut tidak tunduk kepada suaminya sebagai gembala.
Kepala/suami akan menjadi sangat hina dan tidak memiliki kepercayaan diri, bila memiliki seorang isteri yang tidak tunduk kepada suaminya.

Kejadian 2:20
(2:20) Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.

Adam tidak mendapati penolong yang sepadan dengan dia dari antara binatang yang diciptakan Tuhan.

Kejadian 2:21-22
(2:21) Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
(2:22) Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.

Akhirnya Tuhan mengambi salah satu dari tulang rusuk dari Adam, lalu membangunkan seorang perempuan untuk menjadi seorang penolong sepadan baginya.

Yesus Kristus adalah kepala dari tiap-tiap gereja dan menjadi suami, dan kitalah isterinya untuk menjadi penolong yang sepadan dengan Kristus sebagai kepala / sebagai suami, berhubung karena para malaikat.

1 Korintus 11:6-9
(11:6) Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.
(11:7) Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.
(11:8) Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki.
(11:9) Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki.

Ketundukkan seorang perempuan kepada suami cukup berasalan; sebab laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki, untuk menjadi penolong yang sepadan.
Kemudian, seorang laki-laki menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah, tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki (suaminya).

Inilah dua langkah yang harus kita perhatikan untuk menjadi seorang raja-raja dan imam-imam bagi Allah serta menjadi bangsa yang kudus.

Selanjutnya..
Ulangan 26:18-19
(26:18) Dan TUHAN telah menerima janji dari padamu pada hari ini, bahwa engkau akan menjadi umat kesayangan-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, dan bahwa engkau akan berpegang pada segala perintah-Nya,
(26:19) dan Ia pun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa yang telah dijadikan-Nya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan menjadi umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya."

Imamat rajani berharga dan menjadi harta kesayangan bagi Tuhan. Oleh sebab itu, jangan lagi menunda-nunda untuk segera melayani Tuhan di dalam kesiucian!

Sebagai bukti seorang imam/pelayan berharga dan menjadi harta kesayangan Tuhan ialah; Tuhan mengangkat di atas segala bangsa untuk menjadi; terpuji, ternama dan terhormat.

Jangan marah, kalau saya agak protect tentang kesucian dan kekudusan, tujuannya supaya tetap mengawasi diri dan mengawasi ajaran-ajaran yang kita terima, sehingga memiliki wibawa, yaitu; terpuji, ternama dan terhormat.
Selanjutnya Tuhan akan menyatakan kebesaran-Nya, sehingga memerintahkan suku-suku bangsa datang dan tersungkur serta menjilat debu pada kaki.
Tuhan mengirimkan raja-raja dan permaisuri-permaisuri sebagai pengasuh dan inang, Tuhan mengirimkan jiwa-jiwa yang kuat sebagai jarahan, mereka akan mendukung pelayanan yang Tuhan percayakan.

Kita kembali memperhatikan mengenai janji Allah pada ayat 19 tadi.
Adapun janji Allah itu ialah; “Ia pun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa yang telah dijadikan-Nya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan menjadi umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya."
Biarlah janji Allah ini digenapi di dalam kehidupan kita semua.

Ulangan 7:6-9
(7:6) Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya.
(7:7) Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa mana pun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu -- bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? --
(7:8) tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir.
(7:9) Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan,

Dan akhirnya kalau kita tetap melayani Tuhan, memerintah sebagai raja diatas bumi, menjadi bangsa yang kudus dan memperhatikan langkah-langkah tadi, Tuhan akan menolong banyak jiwa, bahkan kepada beribu-ribu keturunan.

Perlu untuk diketahui;
Tuhan melakukan semua itu, bukan karena gagah hebat dan keperkasaan, bukan karena kelebihan-kelebihan kita, namun oleh karena Tuhan mengasihi dengan kasih sayang dan kasih setia-Nya yang abadi, juga karena Ia memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkannya kepada nenek moyang Israel yaitu Abraham, Ishak dan Yakub. Amin.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment