KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Sunday, April 17, 2016

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 8 APRIL 2016

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 8 APRIL 2016

“KITAB MALEAKHI”

Subtema : RAJA DI TENGAH LAUTAN

Shalom...!
Selamat malam, salam sejahtera bagi kita sekaliannya, salam dalam kasih Kristus dengan kasih sayang dan kasih setia-Nya yang abadi kita dimungkinkan untuk melangsungkan ibadah pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci.

Kita kembali memperhatikan firman penggembalaan untuk ibadah pendalaman Alkitab dari Maleakhi pasal 4.
Maleakhi 4:1
(4:1) Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.

Terlebih dahulu kita memperhatikan kalimat: “Bahwa sesungguhnya hari itu datang.”
Ini berbicara tentang kedatangan Yesus Kristus untuk kali yang kedua, dimana Ia tampil sebagai Raja yang berkuasa untuk menghakimi semua bangsa = hari penghakiman.
Sebagai gambaran dari hari penghakiman itu: “Menyala seperti perapian. Maka yang akan terbakar pada hari penghakiman itu adalah; jerami.
Jerami = batang padi / batang gandum yang kering sesudah dituai à kerohanian yang kering-kering = tidak berbuah = tidak dapat berbuat baik.

Yohanes 15:4-6
(15:4) Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
(15:5) Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
(15:6) Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Penyebab kerohanian menjadi kering-kering adalah; “hidup tanpa persekutuan dengan Tuhan” = jauh dari Tuhan = berada di luar Tuhan....“Seperti ranting tidak melekat pada pokok anggur dan menjadi kering, tidak menghasilkan buah.”
Tidak menghasilkan buah, artinya; tidak dapat berbuat apa-apa = tidak dapat berbuat baik = tidak dapat menyenangkan hati Tuhan.
Siapapun dia biar orang kaya miskin, pintar, bodoh, kalau jauh dari Tuhan dia tidak akan pernah bisa menghasilkan sesuatu yang baik.

Lebih jauh mengenai kerohanian yang kering-kering...
Yeremia 17:5-6
(17:5) Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
(17:6) Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.

Kerohanian yang kering-kering selalu mengandalkan manusia dan kekuatannya sendiri = bergantung pada kekuatannya dan manusia, berarti; tidak bergantung kepada kemurahan hati Tuhan.

Kerohanian yang kering-kering diumpamakan seperti tiga hal, yaitu;
1.     “Seperti semak bulus di padang belantara” = tanpa pemeliharaan Tuhan.
2.     “Tidak akan mengalami datangnya keadaan baik” = tidak mengalami pemulihan.
3.     a. “Ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun” = gersang, tandus, tidak menghasilkan apa-apa.
b. “Tinggal di negeri padang asin yang tidak berpenduduk” = hidup tanpa kasih Allah.
Tinggal di daerah tidak berpenduduk = hidup menyendiri. Kalau hidup seorang diri di tengah orang banyak = hidup tanpa kasih Allah.

Yeremia 17:4
(17:4) Engkau terpaksa lepas tangan dari milik pusakamu yang telah Kuberikan kepadamu, dan Aku akan membuat engkau menjadi budak musuhmu di negeri yang tidak kaukenal, sebab dalam murka-Ku api telah mencetus yang akan menyala untuk selama-lamanya."

“Lepas tangan dari milik pusaka yang dipercayakan oleh Tuhan.”
Artinya; tidak bertanggungjawab terhadap ibadah dan pelayanan = melepaskan diri dari ibadah dan pelayanan.
Milik pusaka à harta warisan itulah ibadah dan pelayanan.
Tuhan telah mewariskan ibadah dan pelayanan ini kepada kita sebagai milik pusaka yang harus dipertahankan, jangan lepaskan apapun alasannya.

Akibat lepas tangan dari milik pusaka: “Menjadi budak musuh atas seijin Tuhan.”
Ada 2 musuh utama / musuh abadi;
1.     Daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
Daging itu musuh dalam selimut karena daging tinggal bersama-sama dengan kita.
Jadi jangan biasakan hidup menurut keinginan daging. Karena setiap orang yang hidup menurut keinginan daging, hanya memikirkan hal-hal dari daging, tidak memikirkan hal-hal dari Roh. Tidak akan memikirkan kemajuan-kemajuan dalam kandang penggembalaan.
2.     Iblis / setan = roh jahat dan roh najis = penghulu di udara dengan segala tipu dayanya.
-       Roh jahat disebut juga serigala.
Pekerjaan serigala: Menerkam dan mencerai-beraikan kawanan domba sehingga kawanan domba tidak tergembala dengan baik... Yohanes 10:12.
-       Roh najis disebut juga dengan; burung.
Pekerjaan roh najis; menghambat pembangunan tubuh Kristus.

Pertanyaannya: Dimanakah tempat ketika diperbudak oleh musuh?
Jawabnya: “Di negeri yang tidak mereka kenal.”
Ada 2 kali bangsa Israel diperbudak musuh.
-       Selama 430 tahun di Mesir.
Bangsa Israel diperbudak dengan kerja paksa sampai memahitkan hati mereka.
Kalau seseorang diperbudak oleh dosa tanpa hari perhentian (sabat) maka yang akan terjadi adalah; capek hati / lelah hati sampai hati terasa pahit.
Itulah yang dialami bangsa Israel selama diperbudak di Mesir.
-       Selama 70 tahun di Babel.
Babel adalah tempatnya roh jahat dan roh najis bersembunyi.
Kesimpulannya; bangsa Israel diperbudak musuh di negeri yang tidak mereka kenal yaitu; Mesir dan Babel.

Tuhan menjanjikan suatu negeri kepada bangsa Israel itulah negeri Kanaan tujuannya; supaya mereka dapat beribadah dan melayani Tuhan.
Tempat kita beribadah dan melayani Tuhan sangat familiar, sangat kita kenal sekali, karena di luar ibadah dan pelayanan adalah tempat yang tidak kita kenal / asing bagi kita. Oleh sebab itu, kalau ada orang yang lebih suka di luar sana dari pada berada di negeri yang Tuhan janjikan, tanda bahwa ia sedang diperbudak musuh.
Kalau seseorang lebih mengenal dunia dan daerah kefasikan yaitu; tempat roh jahat dan roh najis, berarti; dapat dipastikan ia sedang diperbudak oleh musuh.  Itu sebabnya, Daud lebih suka satu hari dalam pelataran bait Allah dari pada beribu ribu hari di tempat lain.

Pertanyaannya: Siapakah yang digambarkan seperti jerami?
Jawabnya: “Orang gegabah dan semua orang yang berbuat fasik.”

Sejenak kita melihat orang yang gegabah...
Maleakhi 3:13-15
(3:13) Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?"
(3:14) Kamu berkata: "Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam?
(3:15) Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allahpun, mereka luput juga."

Orang gegabah berkata, antara lain;
a.     "Adalah sia-sia beribadah kepada Allah.”
b.      “Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya?”
c.     “Apakah untungnya berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan Tuhan semesta alam?”

Keterangan: “Apakah untungnya berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam?”
Arti rohaninya: Tidak ada untungnya menyesali kesalahan dan tidak ada untungnya bersedih hati karena dosa-dosa yang pernah terjadi.
Menyesal terhadap kesalahan cukup satu kali jangan berkali-kali, kalau berkali-kali menyesal berarti melakukan kesalahan berkali-kali, ini namanya orang bebal, tidak bisa diajar lagi.

Contoh berjalan dengan tidak memakai pakaian berkabung...
Matius 11:20-23
(11:20) Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:
(11:21) "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
(11:22) Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
(11:23) Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.

Yesus mengecam kota-kota yang tidak mau bertobat dan berkabung yaitu; Khorazim dan Betsaida.
Tidak mau bertobat dan berkabung = tidak mau menyesali kesalahan-kesalahan yang pernah mereka perbuat, sedangkan kota yang lain yaitu; Tirus dan Sidon sudah lama bertobat dan berkabung, sementara mujizat-mujizat yang pernah terjadi di Sidon dan Tirus juga terjadi di Khorazim dan Betsaida, bahkan lebih banyak.
Sebelum dipanggil dan dipilih oleh Tuhan saya adalah orang yang keras hati, sukar berjalan di jalan yang lurus sukar mengakui kesalahan, tetapi puji Tuhan saat ini kita diajar terus supaya berjalan dengan memakai pakaian kabung.

Di dalam Alkitab, saya tidak menemukan kekurangan atau kesalahan (kelemahan) yang mendasar dari Khorazim dan Betsaida, tetapi kita dapat melihat kesalahan dari Tirus dan biarlah kita juga mau bertobat karena mujizat Tuhan, seperti mereka. Kalau Tirus mau bertobat kenapa kita tidak?
Mujizat pertama: “Air Menjadi Anggur” dalam pesta nikah di negeri Kana.
Setelah 6 tempayan diisi air dan diberkati air itu berubah menjadi anggur.
Setelah kita diisi oleh firman pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel, seharusnya terjadi keubahan hidup, itu mujizat terbesar.
Mujizat kedua: “Seorang anak yang sakit dan sudah dekat dengan kematian, tetapi dihidupkan kembali oleh Tuhan.” ini juga terjadi di negeri Kana.

Jadi mujizat yang terbesar adalah mujizat yang pertama; air menjadi anggur, menunjuk kepada keubahan hidup, kita ini sebagai tempayan rohani telah diisi oleh firman pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel / firman pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh El-Kudus, kalau ditinjau dari sudut waktu seharusnya sudah menjadi pengajar = Tabernakel rohani.

Mengajar kalau dikaitkan dengan pola Tabernakel di situ terdapat tiga daerah, yaitu.
Daerah pertama: HALAMAN.
Pada halaman terdapat dua macam alat;
1.     Mezbah korban bakaran à pertobatan berarti; ada tanda darah.
2.     Kolam pembasuhan  à masuk dalam pengalaman kematian dan kebangkitan.
-       Kuasa kematian; mengubur hidup lama
-       Kuasa kebangkitan; hidup dalam hidup dalam hidup yang baru.
Kalau hal ini terjadi ini juga disebut pengajar-pengajar.
Kalau daging tidak bersuara, tanpa kita sadari kita ini sedang mengajari orang lain yang berada disekitar kita.

Daerah kedua: RUANGAN SUCI.
Pada ruangan suci terdapat tiga macam alat, yaitu;
1.     Meja roti sajian à ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci.
Kegunaan ibadah pendalaman Alkitab: Mendewasakan kita sampai puncaknya menjadi tua-tua.
2.     Pelita emas à ketekunan dalam ibadah raya minggu disertai kesaksian.
Kegunaan ibadah raya minggu: Mempertajam karunia-karunia dan jabatan-jabatan yang kita peroleh pribadi lepas pribadi.
3.     Mezbah dupa à ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.
Dalam ibadah inilah kita bertemu dengan Allah dalam kasih-Nya. bagaikan kemenyan yang dibakar asapnya naik di hadapan Tuhan.
Doa penyembahan berarti; penyerahan diri secara total / tidak setengah-setengah. Kalau penyerahan diri secara total tanpa disadari sebetulnya kita sedang mengajari orang yang di sekitar kita.

Daerah ketiga: ruangan maha suci.
Pada ruangan maha suci terdapat satu alat itulah; tabut perjanjian, alat yang paling utama.
Tabut perjanjian berbicara tentang dua hal, yaitu;
1.     Takhta Allah, di mana Allah berhadirat, memerintah dan berfirman.
2.     Hubungan nikah, di mana Yesus Kristus sebagai suami dan sidang jemaat sebagai mempelai wanita-Nya.
Ini berbicara hubungan berdasarkan kasih.
Kalau ada persekutuan yang indah antara tubuh dengan kepala maka di situlah terlihat kemuliaan Allah, maka dengan kemuliaan inilah kita menjadi kesaksian, mampu mengajar orang lain tanpa menggunakan mulut.

Mari kita lihat kesalahan / masa lalu yang diperbuat Tirus sebelum bertobat.
Yehezkiel 28:1-2
(28:1) Maka datanglah firman TUHAN kepadaku:
(28:2) "Hai anak manusia, katakanlah kepada raja Tirus: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena engkau menjadi tinggi hati, dan berkata: Aku adalah Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan. Padahal engkau adalah manusia, bukanlah Allah, walau hatimu menempatkan diri sama dengan Allah.

Raja Tirus menjadi tinggi hati (sombong).
Buktinya, ia berkata; “Aku adalah Allah!” Pernyataan dengan tanda seru menunjukan ketinggian hati = nada kesombongan. Kemudian dia juga berkata: “Aku duduk di takhta Allah.”
Ini adalah kesombongan dari raja Tirus, padahal dia manusia, bukan Allah, bukan siapa-siapa (lupa diri).
Lupa diri adalah penyebab sehingga seseorang menjadi tinggi hati.

Yehezkiel 28:3
(28:3 )Memang hikmatmu melebihi hikmat Daniel; tiada rahasia yang terlindung bagimu.

Raja Tirus memiliki hikmat yang melebihi dari Daniel sehingga tiada rahasia yang terlindung.
Pendeknya, kalau dia hamba Tuhan dia adalah seorang hamba Tuhan yang dipakai di dalam pembukaan rahasia firman, tetapi menjadi sombong.

Yehezkiel 28:4
(28:4) Dengan hikmatmu dan pengertianmu engkau memperoleh kekayaan. Emas dan perak kaukumpulkan dalam perbendaharaanmu.

Dengan hikmat akal budi dan pengertian itu raja Tirus memperoleh kekayaan, kemudian emas dan perak dia kumpulkan dalam perbendaharaannya.
Kalau seorang hamba Tuhan dipakai dalam segala hikmat yang luar biasa, di pakai dalam pembukaan rahasia firman Tuhan hanya untuk memperoleh kekayaan, kemudian emas perak dikumpulkan di dalam pembendaharaan, ini adalah perbuatan yang keliru, salah alamat.
Kalau melayani Tuhan hanya untuk mencari uang dia keliru, salah alamat, lebih baik jadi pengusaha saja, jangan mencari uang dalam pelayanan apalagi menjual hikmat. Maka, sidang jemaat juga harus peka dengan roh seperti ini, tetapi rupa-rupanya dihari-hari terakhir ini banyak sidang jemaat yang tidak peka dengan hal-hal yang seperti ini.

Saya kasihan sekali melihat kematian dari seorang hamba Tuhan, ribuan sidang jemaat berdoa supaya gembalanya dihidupkan kembali, ini buah yang keliru, karena pelayanannya keliru. Orang mati tidak perlu dihidupkan, itu haknya Tuhan, biar kita jungkir balik berdoa tidak ada artinya, jangan gunakan ayat ketika Elisa tidur di atas anak dari perempuan Sunem itu hangatlah tubuhnya lalu hidup, jangan gunakan ayat itu, kalau Tuhan tidak perintahkan, itu otoritasnya Tuhan, Tuhan yang menghidupkan dan juga yang mematikan (dalam kitab Kejadian). Ini adalah buah pelayanan dari gembala tersebut. Kalau bicara berkat, berkat dan berkat, berbicara tentang emas dan perak, di dengar, telinga dipertajam untuk itu, tetapi untuk salib tidak, jadinya keliru.
Karena sangkal diri dan pikul salib, ia akan memperoleh nyawa, tidak usah dihidupkan, dia sudah hidup. Tetapi sekalipun seorang memperoleh seisi dunia ini tetapi tidak sangkal diri dan pikul salib, dia akan kehilangan nyawanya.
Kita semua sudah diperlengkapi dengan segala hikmat, tetapi jangan asal gunakan. Tidak boleh sombong tetap rendah hati, banyak berdiam diri dan tahu malu saja, itu jalan keluar dan himbauan kepada Sidon dan akhirnya dia mau bertobat dengan dua himbauan itu.

Bandingkan dalam...
Maleakhi 3:10
(3:10) Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Membawa persembahan persepuluhan ke dalam rumah pembendaharaan tujuannya; supaya ada persediaan makanan. Tetapi kalau mengumpulkan emas dan perak dalam rumah pembendaharaan, itu keliru.
Jadi rumah pembendaharaan itu adalah tempat persediaan makanan.

Sejauh ini Tuhan sediakan makanan rohani bagi kita itulah firman pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok + kaum muda. Kenapa? Karena hampir 80% dari sidang jemaat mengembalikan sepersepuluh.
Jadi kalau sidang jemaat mengembalikan sepersepuluh, gembala sidang tertolong dalam pembukaan rahasia firman, dari kita untuk kita juga. Tetapi kalau saudara tidak mengembalikan sepersepuluh pasti jauh dari firman, tidak bisa menikmati kebenaran firman sebagai makanan rohani. Jadi kita harus kerja sama, jangan mengatai seorang hamba Tuhan mata duitan, kalau itu kebenaran, mengalah saja, jangan tahankan dirimu dan saya juga menyampaikan ini karena saya telah melakukannya di hadapan Tuhan dengan sejujur-jujurnya.
Inilah yang benar, kalau mengumpulkan emas dan perak dalam pembendaharaan ini yang keliru, salah.

Sepersepuluh kalau dikaitkan dengan 10 hukum Allah yang tetulis di dalam dua loh batu.
10 hukum di bagi menjadi dua bagian:
Hukum pertama sampai dengan hukum ke empat di tulis pada loh batu pertama = kasih kepada Tuhan.
Hukum ke lima sampai dengan ke sepuluh ditulis pada loh batu yang kedua = kasih kepada sesama.
Berarti inti dari sepuluh hukum hanya satu yaitu; kasih.
Jadi, kalau kita bawa persembahan persepuluhan dalam rumah pembendaharaan pasti Tuhan sediakan makanan.
Sejauh mana kita mengasihi Tuhan, sejauh itulah Tuhan menyediakan makanan di dalam rumah pembendaharaan.
Jadi ukuran makanan yang tersedia adalah sejauh mana kita mengasihi Tuhan. Kiranya kita sadar di situ.

Kita kembali memperhatikan...
Yehezkiel 28:5
(28:5) Karena engkau sangat pandai berdagang engkau memperbanyak kekayaanmu, dan karena itu engkau jadi sombong.

Raja Tirus memperbanyak kekayaannya dan oleh karena itu ia menjadi sombong dan tinggi hati.
Di sini kita melihat bahwa raja Tirus itu pandai berdagang.
Dagang = jual beli, sedangkan yang diperjual belikan adalah hikmat yang dia peroleh.
Melayani Tuhan dengan tujuan untuk memperbanyak kekayaan / mengumpulkan harta = menjual belikan firman Allah, sebab firman Allah itu adalah hikmat Allah.

Wahyu 13:16-18
(13:16) Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
(13:17) dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
(13:18) Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

Saya ingin perjelaskan bahwa; roh antikris adalah roh jual dan beli = dagang.
Tujuannya; untuk memperkaya diri sendiri.
Jadi kalau di dalam gereja ada roh jual beli, sebetulnya itu roh antikris, maka saya banyak sekali melihat di dalam gereja-gereja terjadi dagang / roh jual beli.
Yang salah dirohanikan semua, misalnya; menjual masakan, daging, apapun itu yang dimasak dari rumah, di bawa ke gereja, ke rumah Tuhan, lalu diperjual belikan, alasannya untuk mencari dana pembangunan, sebetulnya itu adalah roh antikris, tidak seperti itu cara Tuhan, seolah-olah Tuhan tidak punya cara untuk menyelesaikan perkara, seolah-olah Tuhan itu miskinnya minta ampun kita jual babi dan saksang dan lain sebagainya, ini aneh tetapi nyata.

Jangan terima tanda itu baik di dahi maupun di tangan kanan, jangan ada di dalam pemikiran dan perbuatan yang benar. Dahi à alam pemikiran. Tangan kanan à seluruh perbuatan yang benar.
Jangan sedikitpun itu ternodai, layani saja Tuhan sungguh-sungguh. Kalau kita bisa memberi dengan tangan kanan jangan dilihat tangan kiri.

Sekarang kita melihat...
Yohanes 2:13-16
(2:13) Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.
(2:14) Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.
(2:15) Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.
(2:16) Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan."

Di sini kita melihat; bait Allah menjadi tempat berjualan = bait Allah dikuasai oleh roh jual beli.
Di dalam bait Allah di dapati-Nya: ”Pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan burung merpati.”
Artinya; memperjual belikan korban Kristus.
Lembu sapi, kambing domba dan burung merpati à korban Kristus.

Saudaraku, Yudas dipercaya menjadi seorang bendahara, tetapi justru dia menyalah gunakan kepercayaan, oleh karena uang ia menjual Yesus Kristus dengan harga tiga puluh keping uang perak.
Kalau dalam perjanjian lama untuk mempersembahkan korban maka harus membawa lembu sapi, kambing domba kalalu dia orang miskin dia membawa burung merpati / tekukur. Inilah yang diperjual belikan dalam bait suci.
Jadi, menjual firman pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terang Roh Kudus = menjual korban Kristus. Yesus adalah firman Allah yang menjadi manusia.

Kalau seorang hamba Tuhan dalam pelayanan pemberitaan firman mengejar amplop, itu sama saja menjual korban Kristus dan yang seperti ini marak terjadi.
Sekali waktu saya pernah melayani di Jawa Tengah, setelah melayani saya langsung pulang tetapi rupanya saya dikejar oleh gembala sidang setempat, dia ambil kantong kolekte dan di taruh semua ke tas saya.
Jangan cari amplop, kalau dipercaya itu upah kita.... “upahku ialah jikalau aku dipercaya”... itu pernyataan dari rasul Paulus, sebab itu jangan lalai mempergunakan karunia-karunia dan jabatan-jabatan, apapun tugas pelayanan kita di dalam kandang penggembalaan.

Kalau di dalam rumah Tuhan terjadi roh jual beli, akan diikuti oleh 2 hal yang lain, yaitu;
a.     “Di dalam bait terdapat meja-meja penukar uang.”
Arti rohaninya; hati menjadi tempatnya uang = cinta uang. Meja à hati.
Kalau dikaitkan dengan pola tabernakel, hati terkena kepada meja roti sajian.
Di atas meja tersaji dua susun roti, masing-masing terdiri dari enam ketul roti, itulah yang benar; hati adalah tempatnya firman, maka kita dapat menyajikan kebenaran itu di hadapan para musuh.
Selama hati belum menjadi tempatnya firman sampai kapanpun kita tidak dapat menyajikan kebenaran dihadapan musuh.

1 Timotius 6:10
(6:10) Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

“Akar dari segala kejahatan adalah cinta uang.”
Jadi akar-akar dari segala kejahatan adalah apabila seseorang cinta uang, selama akar belum tercabut maka kejahatan akan terus berlangsung.

Perlu diketahui:
-       Oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman” = menyimpang dari kebenaran.
-       “Oleh karena uanglah beberapa orang menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”
Perhatikan; orang yang cinta akan uang, tanpa ia sadari ia sedang mengalami berbagai-bagai duka.

Saudaraku, saya bukan untuk mempersalahkan siapapun, saya hanya memberi contoh; andai saja adik saya tidak bekerja mengumpulkan minyak ilegal, barangkali penderitaannya tidak sehebat sekarang, justru karena pekerjaan itu penderitaannya menjadi banyak dan akhirnya tergenapilah firman Tuhan; menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Saya berkali-kali saya sampaikan kalau tergembala dengan baik, dipelihara oleh Tuhan / biji mata Tuhan. Mengapa....?
1 Timotius 6:6
(6:6) Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.

Karena ibadah kalau disertai dengan rasa cukup memberi keuntungan besar.
Rasa cukup berarti; ada syukur kepada Tuhan, tetapi kalau tidak ada rasa cukup yang ada persungutan bukan ucapan syukur. Dalam persungutan tidak ada keuntungan di situ, yang ada kerugian.

1 Timotius 6:7
(6:7) Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.

Perlu diketahui; kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak membawa apa-apa keluar = datang dengan telanjang, kembali juga dengan telanjang. Tuhan yang memberi, Tuhan juga yang mengambil, kehendak Tuhan yang jadi.

1 Timotius 6:8
(6:8) Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.

“Asal ada makanan dan pakaian cukuplah.” Itulah ibadah kalau disertai dengan rasa cukup.
Makanan rohani itulah firman Allah, kebenaran yang menguduskan seseorang.
Pakaian à kasih Allah yang sanggup menutupi banyak dosa.
Tuhan sudah menguduskan kita dengan kebenaran dan menutupi dosa kita dengan kasih-Nya, itu sudah lebih dari cukup.

Cukupkan saja diri dengan penghasilan, gunakan dua tangan untuk bekerja, tujuannya; supaya jangan mencuri miliknya Tuhan / sepersepuluh. Mencuri berarti tidak ada rasa syukur, tidak mencukupkan diri dengan gaji / penghasilan.

Kalau di dalam rumah Tuhan terjadi roh jual beli, akan diikuti oleh 2 hal yang lain, yaitu;
b.     “Kursi / tempat duduk” = takhta.
Ini menunjuk kepada harga diri yang masih dipertahankan.

Matius 2:1
(2:1) Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem

Ketika mendengar tentang  kelahiran Yesus Kristus (raja orang Yahudi), Herodes beserta seluruh Yerusalem terkejut.
Yang berkaitan dengan Yerusalem à imam-imam kepala dan ahli – ahli Taurat.
Yerusalem à ibadah dan pelayanan.
Kesimpulannya: Yang terkejut mendengarkan tentang kelahiran Yesus Kristus (raja orang Yahudi) itu adalah Herodes, imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat.

Terkejut adalah indikasi dari dua hal;
-       Adanya raja asing yang telah terlebih dahulu menguasai hati à harga diri.
Jadi sebelum Yesus lahir, raja Herodes telah menjadi raja.
Apabila seseorang masih mempertahankan harga diri, maka setiap kali pemberitaan firman para nabi disampaikan, ia akan terkejut.
-       Masih mempertahankan cara hidup yang lama.
Saya tidak tahu pengakuan saudara di hadapan Tuhan sudah clear atau belum. Tetapi kalau pengakuan hanya di mulut, dengan kata lain masih mempertahankan hidup lama maka setiap kali firman para nabi disampaikan, pasti orang itu terkejut tidak bisa tidak, bahkan tidak segan-segan menolak firman yang disampaikan.

Kalau masih terkejut berarti itu indikasi dari dua hal di atas tadi. Sesali diri malam ini, minta ampun kepada Tuhan, karena firman Tuhan tidak bermaksud menyakiti, justru membangun, menghibur dan menasihati kita.

Bukti bahwa masih mempertahankan harga diri dan cara hidup yang lama.
Matius 2:16
(2:16) Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.

Membunuh anak-anak berumur dua tahun ke bawah.
Jadi yang menjadi korban adalah kerohanian yang masih kanak-kanak.
Yang seperti itu terjadi karena harga diri masih dipertahankan dan cara hidup yang lama masih dipertahankan, yang lain menjadi korban.

Kemudian kalau kita perhatikan di sini, karena harga diri dan cara hidup yang lama masih dipertahankan; ”Herodes sangat marah.”
Amarahnya itu tidak bisa dikendalikan, justru amarah itu terus berapi-api, sehingga yang menjadi korban adalah kanak-kanak rohani. Yang seharusnya tidak dipersoalkan sebaliknya semakin diperbesar, ini amarah yang tidak terkendali.

Pertanyaannya: Di manakah takhta dari pada raja Tirus?
Yehezkiel 28:2
(28:2)"Hai anak manusia, katakanlah kepada raja Tirus: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena engkau menjadi tinggi hati, dan berkata: Aku adalah Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan. Padahal engkau adalah manusia, bukanlah Allah, walau hatimu menempatkan diri sama dengan Allah.

“Duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan.”

Kata laut kita lihat dalam...
Wahyu 13:1
(13:1) Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.

Binatang yang keluar dari dalam laut à antikris.
Jadi takhta dari pada antikris itu adalah di tengah lautan dunia ini.

Sekarang kita melihat tengah laut...
1 Yohanes 4:1-3
(4:1) Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
(4:2) Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,
(4:3) dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.

Perbandingan antara roh Allah dengan roh antikris.
-       Roh yang berasal dari Allah yaitu; setiap roh yang mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia = mengakui Yesus Kristus dan salibnya, inilah Roh yang berasal dari Allah.
Yesus datang ke dunia menjadi sama dengan manusia, supaya apa? Supaya dengan menjadi manusia ia dapat menanggung kesalahan manusia di dalam tubuh-Nya, di atas kayu salib.
Yesus datang bukan sebagai Allah, kalau Yesus datang sebagai Allah Ia tidak akan pernah menanggung penderitaan di atas kayu salib, tetapi Yesus datang sebagai manusia, supaya segala dosa tergenapi di dalam diri-Nya.

-       Sedangkan “Setiap roh yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah” = roh antikris.
Penyangkalan terhadap salib Kristus = antikris.

Penyangkalan Simon Petrus yang pertama terhadap salib: “pura-pura tidak tahu.” Kalau kita melihat pekerjaan Tuhan sebetulnya kita tahu, tetapi pura-pura tidak tahu itu adalah penyangkalan pertama terhadap salib.

Penyangkalan yang kedua: “bersumpah”, seharusnya kalau ya katakan ya kalau tidak katakan tidak apapun resikonya, lebih dari itu berasal dari Setan. Kemudian diikuti dengan perkataan; “aku tidak mengenal orang itu.” Seringkali kita menyangkal salib dan Kristus untuk menyelamatkan nyawa, tetapi pada akhirnya kehilangan nyawa.
Jangan pintar-pintar menghindari salib Kristus dan kebenaran firman, jangan pintar-pintar menghindari yang seharusnya kita tidak hindari, jangan pandai berdalih dan berkata; “aku tidak kenal orang itu.”

Penyangkalan Simon Petrus yang ketiga: “Mengutuki” kemudian diikuti dengan kata “sumpah” dan selanjutnya mengatakan; “aku tidak mengenal orang itu.”
Bahasa kutuk itu menunjukkan jati diri seseorang bahwa kutuk itu belum terputus dari dia. Kutuk itu terlepas di atas kayu salib.
Selain itu diikuti dengan kata “bersumpah” dan berkata; “aku tidak kenal orang itu” sampai akhirnya dia keluar dari halaman Bait Allah.
Dari penyangkalan yang pertama sampai dengan penyangkalan yang ketiga dia sudah ada di pintu gerbang dan hampir keluar, hanya karena kasih karunia dia tertolong akhirnya Petrus menangis. Malam ini kita harus menangis = menyesali diri karena kesalahan = bersedih karena dosa = berjalan dengan memakai pakaian kabung di hadapan Tuhan.

Kemudian...
1 Yohanes 4:4-6
(4:4) Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.
(4:5) Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka.
(4:6) Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan.

Keuntungan bila menerima firman tentang salib Kristus, adalah; Roh yang ada di dalam diri kita lebih besar dari pada Roh yang ada di dalam dunia . Seseorang tidak dapat berkata roh yang ada padamu lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia ini, kalau dia menolak salib Kristus.
Banyak orang Kristen salah kaprah, mereka berkata; roh yang ada padaku lebih besar dari pada roh yang ada di dunia ini, sementara pemberitaan firman tentang salib Kristus, dia tolak.
Yang membuat Roh kita berkuasa dari roh-roh yang ada di dunia ini karena kita menerima pemberitaan firman tentang salib Kristus, jadi jangan salah kaprah.

Tumit yesus telah meremukkan kepala ular 2016 tahun yang lalu di atas kayu salib, oleh sebab itu jangan tolak ajaran salib. Sedangkan roh antikris hanya berbicara soal atau perkara-perkara yang lahiriah saja. Nabi-nabi palsu fasih berbicara tentang dunia dan perkara-perkara lahiriah, itulah roh antikris.

Lebih jauh kita melihat binatang yang keluar dari dalam laut...
“...Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat...”  Wahyu 13:1.

Wahyu 17:3
(17:3 )Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.

Di sini kita melihat seekor binatang yang keluar dari dalam laut ditunggangi oleh perempuan kekejian, itulah babel, tempat roh jahat dan roh najis bersembunyi.

Wahyu 17:7-10
(17:7) Lalu kata malaikat itu kepadaku: "Mengapa engkau heran? Aku akan mengatakan kepadamu rahasia perempuan itu dan rahasia binatang yang memikulnya, binatang yang berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh itu.
(17:8) Adapun binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada, ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi.
(17:9) Yang penting di sini ialah akal yang mengandung hikmat: ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk,
(17:10) ketujuhnya adalah juga tujuh raja: lima di antaranya sudah jatuh, yang satu ada dan yang lain belum datang, dan jika ia datang, ia akan tinggal seketika saja.

Perhatikan; ketujuh kepala adalah ketujuh gunung.
Kalau kita berada di atas gunung Tuhan tentu menjadi kesaksian, tetapi di sini kita melihat binatang itu ditunggangi oleh perempuan kekejian. Kalau ditunggangi perempuan kekejian (wanita babel), ibu dari semua perempuan pelacur, walaupun kita ada di atas gunung Tuhan (beribadah dan melayani Tuhan), tidak akan menjadi kesaksian.
Berkepala tujuh = pemimpin-pemimpin yang sempurna seharusnya menjadi kesaksian, tetapi karena telah ditunggangi perempuan kekejian tidak menjadi kesaksian.

Wahyu 17:11-12
(17:11) Dan binatang yang pernah ada dan yang sekarang tidak ada itu, ia sendiri adalah raja kedelapan dan namun demikian satu dari ketujuh itu dan ia menuju kepada kebinasaan.
(17:12) Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu adalah sepuluh raja, yang belum mulai memerintah, tetapi satu jam lamanya mereka akan menerima kuasa sebagai raja, bersama-sama dengan binatang itu.

Sepuluh tanduk à sepuluh raja, untuk memerintah.
Mereka yang dipanggil dan dipilih telah ditebus oleh darah Anak Domba, selanjutnya dijadikan raja-raja dan imam-imam bagi Allah untuk selanjutnya memerintah di atas muka bumi ini. Tetapi kalau ditunggangi perempuan kekejian, tidak mungkin memerintah di bumi (kesaksian di atas muka bumi ini), sebaliknya, diperintah oleh dosa. Itulah sepuluh tanduk.

Inilah kondisi dari Tirus; raja di tengah laut. Apa artinya menjadi raja di tengah laut kalau tidak menjadi kesaksian / tidak bertobat. Lautan ini kita punya dan kita berkuasa, apa artinya kalau tidak menjadi kesaksian = hidup tanpa arti.
Semakin dalam kita mengerti firman, kita di tuntut banyak, jangan jadikan ini sebagai pengetahuan. Tetapi tidak perlu kita takut. Kalau kita banyak dengar firman berarti banyak diproses untuk menuju kesempurnaan.  Kalau mengerti sedikit, berarti kebenarannya sedikit. Semakin kita mengerti berarti semakin dituntut untuk melakukannya.

Jalan keluarnya.
Yohanes 2:16
(2:16) Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan."

Pendeknya, Yesus menyucikan orang-orang yang berjualan di bait suci.
Tubuh kita ini bait Allah, beri diri disucikan. Jangan lagi ditunggangi oleh perempuan kekejian, itu tidak ada artinya.
Beri diri disucikan supaya segala sesuatu tidak menjadi sia-sia.

Praktek menyucikan diri.
Yohanes 2:17
(2:17) Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku."

"Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku" = mempersembahkan korban bakaran.

Imamat 6:8-9
(6:8) TUHAN berfirman kepada Musa:
(6:9) "Perintahkanlah kepada Harun dan anak-anaknya: Inilah hukum tentang korban bakaran. Korban bakaran itu haruslah tinggal di atas perapian di atas mezbah semalam-malaman sampai pagi, dan api mezbah haruslah dipelihara menyala di atasnya.

Potongan-potongan daging korban bakaran itu dibiarkan di atas perapian mezbah korban bakaran semalam-malaman sampai pagi, berarti; sampai hangus.
Jadi cinta untuk rumah Tuhan menghanguskan aku.
Hangus berarti; daging tidak bersuara lagi, itulah korban bakaran, kasih kepada Allah.
Selama daging masih bersuara, seseorang tidak mampu mengasihi Tuhan. Itu praktek penyucian terhadap bait suci.

Saya baru sadar kenapa Setan berupaya menggagalkan pemberitaan tentang Tirus ini, rupanya setan tidak suka penyucian terjadi terhadap bait suci dengan praktek; daging tidak boleh bersuara lagi, (tidak boleh bersungut-sungut).

Tanda terjadinya penyucian.
Yohanes 2:18-19
(2:18) Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?"
(2:19) Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."

Terjadi perombakan/ keubahan hidup lewat pengalaman kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.
Tiga hari berbicara tentang kuasa kematian dan kebangkitan.
-     Kuasa kematian: Mengubur hidup lama.
-     Kuasa kebangkitan: Hidup dalam hidup yang baru.

Kalau kematiannya benar, pasti kebangkitannya benar, kalau kematiannya tidak benar pasti kebangktiannya palsu, itulah orang-orang yang melayani tanpa kesucian.

Ayo rombak bait suci, tetapi bagi orang Yahudi tidak percaya.
Yohanes 2:20-21
(2:20) Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"
(2:21) Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

Yang harus kita rombak malam ini adalah bait Allah yang dibangun selama 46 tahun à hukum Taurat.
Hukum Taurat; “tangan ganti tangan, mata ganti mata, gigi ganti gigi.”
Artinya; kejahatan dibalas dengan kejahatan = orang yang bersalah tidak luput dari hukuman.
Berarti, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus (tiga hari) adalah kasih karunia.

Roma 8:3-4
(8:3) Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,
(8:4) supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.

Kematian Yesus adalah kasih karunia bagi kita, sehingga tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yaitu; tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh. Amin.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

Pemberita firman;
Gembala sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang



No comments:

Post a Comment