KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, April 20, 2016

IBADAH RAYA MINGGU 10 APRIL 2016

 Ibadah raya minggu 10 APRIL 2016

wahyu pasal empat”
(Seri 11 )

Subtema : LAUTAN KACA BAGAIKAN KRISTAL

Shalom...!
Selamat malam, salam sejahtera, salam dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus, oleh karena kasih-Nya kita dapat melangsungkan ibadah raya Minggu disertai kesaksian pada malam ini.

Kita kembali memperhatikan firman penggembalaan untuk ibadah raya Minggu dari Wahyu pasal 4.
Wahyu 4:6
(4:6) Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.

Kita memperhatikan bagian a dulu: “Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal.”
Lautan kaca bagaikan kristal berbicara tentang baptisan air, kalau dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena kepada kolam pembasuhan, sedangkan posisi dari kolam pembasuhan antara mezbah korban bakaran dan pintu kemah.

Efesus 5:26
(5:26) untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,

“Dikuduskan dengan air dan firman” arti rohani dari; baptisan air.
Berarti; orang yang mandi, supaya bersih dibutuhkan air yang banyak tidak cukup menggunakan dua tiga gayung air. Kalau mandi dengan dua tiga gayung air seseorang tidak akan pernah bersih.
Demikian juga dengan sidang jemaat tidak akan bersih jika dengan pemberitaan firman dua tiga ayat saja, harus dengan air firman yang limpah supaya kehidupan kita benar-benar bersih di hadapan Tuhan.

Kita lihat air yang banyak...
Wahyu 22:1
(22:1) Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

Persamaan dari lautan kaca bagaikan kristal; “sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.”
Sungai air kehidupan = air yang banyak.
Kemudian kita perhatikan pengertian dari mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.
-       Takhta Allah = Injil Kerajaan.
-       Takhta Anak Domba = cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.

Keterangan: INJIL KERAJAAN.
Perlu diketahui sebelum kita menerima Injil kerajaan terlebih dahulu menikmati Injil keselamatan.
Ibrani 6:1-2
(6:1) Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah,
(6:2) yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.

Asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus yaitu; percaya, bertobat dan dibaptis air = Injil keselamatan.
Ketika menerima Injil keselamatan banyak terjadi mujizat-mujiat, yang sakit sembuh, yang kerasukan Setan dilepaskan, lewat penumpangan tangan.
Dari Injil keselamatan selanjutnya harus beralih kepada perkembangannya yang penuh, yaitu; Injil kerajaan.
jangan bertahan di situ / jangan hanya percaya, bertobat dan dibaptis air, lalu mengulangi lagi kesalahan, harus beralih kepada perkembangannya yang penuh = Injil kerajaan.

Mari kita lihat injil kerajaan...
Ibrani 5:11-14
(5:11) Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
(5:12) Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
(5:13) Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
(5:14) Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

“Beralih kepada perkembangan yang penuh” artinya; beralih kepada Injil kerajaan= makanan keras.
Asas-asas pokok dari pernyataan Allah disebut dengan susu = Injil keselamatan, yang memerlukannya adalah kanak-kanak, sedangkan orang dewasa tidak membutuhkan susu, orang dewasa membutuhkan makanan keras, yaitu; Injil kerajaan.

Pertanyaannya: Kenapa orang dewasa memerlukan makanan keras?
Jawabnya: Karena orang dewasa memiliki panca indera yang terlatih, antara lain;
-       Mata yang terlatih = berada dalam terang.
-       Telinga yang terlatih = dengar-dengaran = taat = patuh pada ajaran yang benar.
Kalau dengar-dengaran tidak ada negosiasi untuk melakukan kehendak Allah. Kalau masih ada negosiasi itu namanya tidak dengar-dengaran.
-       Hidung yang terlatih = hidup dalam doa penyembahan.
Ukuran doa penyembahan; selama satu jam.
-       Mulut yang terlatih = bibir yang memuliakan Tuhan.
-       Kulit pipi yang terlatih = merasakan kasih Allah.
Kegunaan panca indera yang terlatih; sanggup membedakan antara yang baik dan yang jahat.
Jadi supaya panca indera itu tetap terlatih, harus tetapi diasah oleh makanan keras itulah Injil kerajaan.

1 Korintus 1:22-24
(1:22) Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,
(1:23) tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
(1:24) tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

Pemberitaan firman tentang salib Kristus = makanan keras.
Bagi orang Yahudi pemberitaan firman tentang salib adalah batu sandungan. Sedangkan, bagi orang Yunani adalah suatu kebodohan. Yunani = kafir.
Kenapa orang Yahudi tersandung terhadap pemberitaan firman tentang salib? Karena mereka hanya menghendaki tanda-tanda heran / mujizat-mujizat, itulah asas-asa pertama.
Kenapa orang Yunani / bangsa kafir menganggap pemberitaan firman tentang salib adalah suatu kebodohan? Karena ibadah mereka hanya sebatas mencari hikmat, persis seperti ahli Taurat mengerti firman Tuhan tetapi tidak menjadi pelaku, sehingga semua kegiatan-kegiatan dalam kandang penggembalaan (ibadah dan pelayanan) mereka anggap suatu kebodohan, alasannya menghabiskan waktu. Bagi dia lebih baik menuntut ilmu setinggi langit, dari pada tekun dalam tiga macam ibadah pokok.
Tetapi rasul Paulus tidak peduli, ia tetap memberitakan firman tentang salib, bukan firman yang ditambahkan dan firman yang dikurangkan.
Firman yang ditambahkan: Menyampaikan dua tiga ayat disertai dengan cerita isapan jempol, dongeng nenek-nenek tua, takhayul-takhayul, filsafat-filsafat kosong, silsilah-silsilah yang tiada putus.
Firman yang dikurangkan: Pemberitaan firman tentang salib diganti dengan dua hal, yaitu;
-       Teori kemakmuran, artinya; orang kaya tidak boleh miskin, harus kaya.
-       Tanda-tanda heran / mujizat-mujizat.
Hamba Tuhan yang seperti ini identik mengecilkan salib dan meninabobokan sidang jemaat.

Kita butuh Injil kerajaan itulah makanan keras = pemberitaan firman tentang salib Kristus, bukan firman yang ditambahkan dan yang dikurangkan, untuk mengasah panca indera supaya tetap terlatih, kegunaan dari panca indera yang terlatih adalah sanggup membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik (jahat).

Keterangan: cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.
2 Korintus 4:3-4
(4:3) Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
(4:4) yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus adalah; firman pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh Kudus, yaitu; pemberitaan firman pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel / pengajaran Tabernakel dalam terangnya mempelai.
Kita tentu patut bersyukur karena sejauh ini kita telah digembalakan oleh firman pengajaran yang rahasianya dibukakan dalam terangnya Roh Kudus, yaitu; firman pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel, yang pada akhirnya membawa kita masuk dalam pembangunan tubuh Kristus = masuk dalam pesta nikah Anak domba, menjadi pengantin Anak Domba sebagai sasaran akhir dari ibadah pelayanan kita di muka bumi ini.
Sasaran akhir pelayanan kita bukan menjadi kaya, kita datang telanjang, juga kembali kepada Tuhan dengan telanjang, tidak membawa apa-apa.

Lebih jauh mengenai cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus....
Mazmur 119:130
(119:130) Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.

Jikalau terjadi pembukaan rahasia firman;
-       “Memberi terang” = Menerangi kegelapan, yaitu; dosa yang terselubung.
Kegelapan adalah tempat yang paling efektif untuk menyembunyikan dosa.
-       Memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.”
Tujuannya; supaya tidak mengulangi kesalahan-kesalahan sebagai perbuatan bodoh.
Dahulu kita banyak melakukan kesalahan-kesalahan sebagai perbuatan bodoh, tetapi jikalau kita betul-betul menikmati firman pengajaran yang rahasianya dibukakan pasti berdampak positif kepada kita.

Tadi doa dari pada pemimpin pujian; Tuhan biarlah kiranya  hidup kami ke depan diterangi dan dosa masa lalu juga diterangi tidak mengejar kami.
Dosa masa lalu itu bagai sipendendam, dia akan terus mengejar sampai dendamnya itu terbalaskan. Kalau dosa masa lalu telah diselesaikan maka ke depan di terangi. Jadi, kerugian besar kalau menolak firman pengajaran yang rahasianya dibukakan = tidak mau beralih kepada perkembangannya yang penuh

Lebih jauh kita melihat...
Wahyu 5:2-3
(5:2) Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya: "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?"
(5:3) Tetapi tidak ada seorangpun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya.

Kalau tidak terjadi pembukaan rahasia firman Tuhan, maka kita tidak akan melihat isi hati Tuhan yang paling dalam. Sebaliknya, kalau pembukaan rahasia firman Tuhan dinyatakan = hati Tuhan dinyatakan kepada hati kita = hati bertemu hati. Mungkin saat ini kita tidak dapat melihat Tuhan secara gambang, tetapi kalau hati bertemu dengan hati, maka suatu kali kelak kita akan bertemu dengan Dia, melihat Dia, ini adalah kerinduan / tujuan hidup kita.
Kita beribadah bukan untuk setor muka, atau dilihat bapa gembala, atau supaya terlihat rohaniawan, kita beribadah supaya dapat melihat isi hati Tuhan yang paling dalam.

Wahyu 5:4
(5:4) Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorangpun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.

Kalau tidak terjadi pembukaan rahasia firman yang terjadi adalah; ratap tangis dan dukacita, air mata tidak dapat dibendung, karena masalah tidak dapat diselesaikan. Masalah atau dosa yang membuat air mata tidak dapat terbendung.
Kalau di dalam hidup seseorang atau dalam nikah banyak air mata, berarti di situ banyak masalah yang belum diselesaikan.

Wahyu 5:5
(5:5) Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."

Tetapi di sini kita perhatikan; “singa dari Yehuda berkuasa membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."
Artinya; terjadi pembukaan rahasia firman Tuhan, sehingga kita dapat melihat isi hati Tuhan yang paling dalam, berkuasa menghapus air mata dan menjadikan segala sesuatu baru.
Itulah cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, pendeknya, kita membutuhkan air yang banyak itu.
Yang membutuhkan air yang banyak adalah orang-orang dewasa, kalau bayi membutuhkan air susu cukup dengan segelas, tidak perlu air yang banyak.

Kuasa dari air yang banyak / baptisan air.
Wahyu 22:1
(22:1) Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

“Jernih bagaikan kristal.” Kristal = transparan = tampil apa adanya.
Orang yang tampil apa adanya adalah orang yang tulus, polos dan jujur.
Kalau seseorang transparan maka kita dapat melihat hatinya seperti tampilan luarnya.
Tulus, jujur dan polos adalah modal dasar seseorang sehingga ia berkobar-kobar dan bernyala-nyala / berapi-api untuk melayani Tuhan. Sebaliknya, kalau selubung masih menutupi hati, seseorang tidak akan bisa bernyala-nyala / berapi-api dalam melayani Tuhan.

Keluaran 3:1-3
(3:1) Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.
(3:2) Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
(3:3) Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"

Semak duri yang menyala tetapi tidak terbakar dan tidak  hangus, artinya; bernyala-nyala, berapi-api dan berkobar-kobar dalam melayani Tuhan dan itu adalah suatu penglihatan yang hebat di mata Tuhan.
Kalau saya melihat anak Tuhan sungguh-sungguh, bagi saya teramat lebih bagi Tuhan itu adalah suatu penglihatan yang hebat. Maka sayapun harus berkobar-kobar melayani Tuhan karena saya tahu itu adalah penglihatan yang hebat di mata Tuhan.

Keluaran 3:4
(3:4) Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."

Musa menyimpang untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu.
Menyimpang adalah tanda bahwa Musa tertarik untuk melayani Tuhan, hati yang meluap-luap, berapi-api.

Jangan menyimpang dari Tuhan lalu beralih ke dunia, tetapi Musa menyimpang dari jalan yang seharusnya itu karena tertarik melihat penglihatan yang hebat itu. Berarti; Musa memiliki kacamata rohani. Kalau seseorang memiliki kacamata dunia ia lebih tertarik untuk memeriksa semua yang ada dalam dunia, yaitu; keinginan mata, keinginan daging, dan keangkuhan hidup.
Jangan menyimpang dari Tuhan lalu memeriksa dunia, itu salah, keliru sebagai anak Tuhan.
Yang benar; Musa memiliki kacamata rohani, menyimpang dari dunia untuk memeriksa penglihatan yang hebat.

Saya merindukan hal itu bertahun-tahun, saudara tahu persis itu, saya ingin memperhatikan pekerjaan Tuhan ini karena saya tahu itu adalah suatu penglihatan yang hebat, supaya kita dibawa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Emas dan perak saya tidak punya, tetapi saya mempunyai kerinduan yang berapi-api untuk melayani Tuhan, sebab itu setelah saya dipanggil, dipilih saya berupaya menyimpang dari duniawi, saya beralih untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu.

Langkah-langkah untuk memiliki kacamata rohani/pandangan rohani.
Keluaran 3:1
(3:1) Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

Musa biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya.
Arti rohaninya adalah; tergembala dengan baik sudah menjadi tabiat / mendarah daging.
Kata “biasa di sini bukan rutinitas, tetapi itu sudah menjadi tabiat = mendarah daging, lebih suka satu hari di bait Allah dari pada beribu-ribu kali di tempat yang lain.

Hal yang senada dengan Daud, yaitu...
1 Sameul 17:34
(17:34) Tetapi Daud berkata kepada Saul: "Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya,

Daud terbiasa menggembalakan kambing domba ayahnya = tergembala itu sudah menjadi tabiat, tergembala itu sudah mendarah daging, tergembala itu sudah menjadi kesukaan dan kenikmatan, sehingga, kalau dia tidak beribadah gelisah setengah mati.

1 Samuel 17:12-15
(17:12) Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai. Isai mempunyai delapan anak laki-laki. Pada zaman Saul orang itu telah tua dan lanjut usianya.
(17:13) Ketiga anak Isai yang besar-besar telah pergi berperang mengikuti Saul; nama ketiga anaknya yang pergi berperang itu ialah Eliab, anak sulung, anak yang kedua ialah Abinadab, dan anak yang ketiga adalah Syama.
(17:14) Daudlah yang bungsu. Jadi ketiga anak yang besar-besar itu pergi mengikuti Saul.
(17:15) Tetapi Daud selalu pulang dari pada Saul untuk menggembalakan domba ayahnya di Betlehem.

“Daud selalu pulang dari Saul untuk menggembalakan kambing domba ayahnya di Betlehem.”
Artinya; Sesibuk-sibuknya kita di luar sana harus tetap kembali ke kandang penggembalaan, karena tergembala itu sudah menjadi tabiat / mendarah daging.

Kalau tergembala itu sudah menjadi tabiat, sekalipun tidak memiliki uang, ia akan tetap bahagia, sebab bagi dia tergembala adalah nafas hidup.
Sedangkan, ketiga abang dari pada Daud tetap tinggal bersama dengan Saul (di istana), menikmati seluruh fasilitas yang ada di dalam istana kerajaan, sebaliknya Daud tidak tergiur dengan itu, dia tetap kembali ke kandang penggembalaan.
Saya juga bersyukur kepada Tuhan, saudari Mita tetap ingat kandang penggembalaan, walaupun saat ini dia tinggal di Tanggerang, itu menandakan bahwa, tergembala sudah menjadi tabiat / mendarah daging.

Kelebihan kalau tergembala sudah menjadi tabiat.
1 Samuel 17:32
(17:32) Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu."

Sekalipun Daud masih muda, dia tidak tawar hati melihat musuh di depan.
Ada dua musuh utama:
1.     Goliat itulah adalah gambaran daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
2.     Singa gambaran dari Iblis Setan.
Justru ketika melihat dua musuh utama ini, apabila datang singa, beruang, ataupun goliat, dia tidak tawar hati. Apabila datang singa atau beruang menerkam seekor domba dari kawanan itu, maka ia mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan kawanan domba itu dari mulutnya.
Ada pemeliharaan Tuhan bagi mereka yang tergembala dengan sungguh-sungguh, dipelihara, dibela, dilindungi oleh Tuhan, sampai akhirnya diberkati oleh Tuhan dengan melimpah.
Ayo, tergembala dengan baik, dengan sungguh-sungguh, saya tidak bermaksud apa-apa, tetapi ini adalah kebenaran firman yang tidak terbantahkan oleh siapapun. Saya sudah nyatakan beberapa waktu yang lalu; satu dua minggu saja tidak beribadah, hati, pikiran sudah diracuni dan dicemari dengan banyak dosa, oleh sebab itu memang harus tergembala, tidak bisa tidak, tidak ada orang yang bisa berkata; saya hebat tanpa Tuhan, aku kuat tanpa tergembala.
Perhatikan; ketika kuat ia lemah, sebaliknya saat kita bermegah dalam kelemahan, kita kuat, kuasa Tuhan turun menaungi untuk memberi kekuatan. Ingat selalu firman ini, goreskan dalam hati dan taruh dalam pikiran.

Dampak positif bila tergembala sudah menjadi tabiat.
Keluaran 3:1
(3:1) Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

Sekali waktu akan diseberangkan ke gunung Horeb / gunung Tuhan. Untuk yang pertama kali Musa berjumpa dengan Allah di atas gunung Tuhan.
Kalau kita tergembala dengan sungguh-sungguh / tergembala sudah menjadi tabiat, suatu saat nanti kita akan diseberangkan ke gunung Tuhan dan bertemu dengan Dia.

Kembali kita melihat...
Keluaran 3:11-12
(3:11) Tetapi Musa berkata kepada Allah: "Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?"
(3:12) Lalu firman-Nya: "Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini."

Pertemuan yang pertama: Musa diutus untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir.
Lewat pertemuan yang pertama ini Tuhan menjanjikan kepada Musa bahwa ia akan kembali beribadah di atas gunung Tuhan, gunung Horeb (gunung Sinai).

Singkat cerita Musa telah membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dan sekarang kita lihat penggenapan dari ayat itu...
Keluaran 24:15-18
(24:15) Maka Musa mendaki gunung dan awan itu menutupinya.
(24:16 )Kemuliaan TUHAN diam di atas gunung Sinai, dan awan itu menutupinya enam hari lamanya; pada hari ketujuh dipanggil-Nyalah Musa dari tengah-tengah awan itu.
(24:17) Tampaknya kemuliaan TUHAN sebagai api yang menghanguskan di puncak gunung itu pada pemandangan orang Israel.
(24:18) Masuklah Musa ke tengah-tengah awan itu dengan mendaki gunung itu. Lalu tinggallah ia di atas gunung itu empat puluh hari dan empat puluh malam lamanya.
                                                             
Untuk kedua kali Musa bertemu dengan Allah di atas gunung Tuhan, gunung Horeb.

Pada saat Musa bertemu dengan Allah di atas gunung Tuhan, ada dua hal yang dia peroleh.
1.     Keluaran 24:12
(24:12) TUHAN berfirman kepada Musa: "Naiklah menghadap Aku, ke atas gunung, dan tinggallah di sana, maka Aku akan memberikan kepadamu loh batu, yakni hukum dan perintah, yang telah Kutuliskan untuk diajarkan kepada mereka."

Menerima dua loh batu yang berisikan 10 hukum Allah à kebenaran yang disertai dengan kasih.
Patutlah bangsa Israel bersyukur kepada Tuhan setelah menerima dua loh batu yang berisikan 10 hukum Allah.
Alasannya; ketika bangsa Israel jatuh dalam dosa penyembahan berhala mereka tertolong, sebab Musa ketika turun dari gunung Sinai melihat situasi bangsa Israel menyembah berhala / patung anak lembu emas tuangan, pada saat itu Musa sangat marah sehinga ia melemparkan dua loh batu dan pecah.
Dua loh batu yang dipecahkan oleh Musa à pribadi Yesus Kristus yang disalibkan.
Kebenaran disertai dengan kasih = kebenaran yang sejati à salib Kristus, itulah yang menolong kita.

2.     Keluaran 25:40
(25:40) Dan ingatlah, bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."

Menerima petunjuk dari Tuhan untuk mendirikan kemah suci / Tabernakel.
Lewat ibadah dan pelayanan kita di atas gunung Tuhan, kita dibawa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna = masuk dalam pesta nikah Anak Domba, dan menjadi pengantin perempuan.
Dan saat ini kita sedang dibangun dan diperbaiki, firman Allah yang kita terima untuk memperbaiki kehidupan kita, mendidik kelakuan kita dari kesalahan sesuai dengan kitab Timotius, untuk selanjutnya dibawa masuk dalam pesta Anak Domba, menjadi pengantin perempuan.

Itulah janji Tuhan kepada Musa, ketika pertemuan pertama di atas gunung Horeb, oleh sebab itu, saya sudah singgung di atas tadi, kalau sungguh-sungguh tergembala, bahkan menjadi tabiat, dua hal ini menjadi bagian kita yang sudah dijanjikan akan digenapi dan telah dialami dan diterima oleh Musa sendiri, dan alangkah ruginya kehidupan kita ini kalau tidak sungguh-sungguh, tergembala tidak mendarah daging.
Inilah dampak positif kalau tergembala dengan sungguh-sungguh / tergembala menjadi tabiat.

Jadi, persamaannya itu..
Wahyu 22:1
(22:1) Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

Sungai air kehidupan, air yang banyak, mengalir keluar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba dan saat ini kita telah menerima aliran sungai air kehidupan itu, semua karena kemurahan dari pada hati Tuhan.

Apa bukti kita sudah menerima air yang banyak itu?
Roma 6:1-4
(6:1) Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?
(6:2) Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
(6:3) Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
(6:4) Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Baptisan air adalah tanda dalam pengalaman kematian dan kebangkitan.
-       Kusa kematian; mengubur hidup yang lama.
-       Kuasa kebangkitan; hidup dalam hidup yang baru, yang lama sudah berlalu.

Saudaraku, berada dalam suasan kebangkitan = melayani Tuhan dalam kesucian.
Ada kebangkitan palsu, beribadah dan melayani tetapi tidak ada tanda dalam pengalaman kematian, kalau kematiannya benar (benar-benar mati), pasti kebangkitannya juga benar, inilah tanda kalau kita sudah masuk dalam baptisan air menerima air yang banyak itu, itulah Injil kerajaan dan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.
Tanda dalam pengalaman kematian ini daging betul-betul tidak bersuara. Lihat saja orang mati, biar diteriaki, difitnah, disoraki, daging tidak bersuara, diam saja. Ayo kita berdiam diri di hadapan Tuhan.

Kalau berdiam diri lihat posisinya...
Wahyu 4:6
(4:6) Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.

Posisi kita ketika berdiam diri, berada dihadapan takhta Anak Domba = menghadap takhta kasih karunia = melayani Tuhan.
Jadi, di hadapan takhta Anak Domba bukan hanya ada mezbah dupa, meja roti / pelita, tetapi juga lautan kaca.
Kalau kita berdiam diri tidak sibuk dengan dunia, menunjukkan bahwa posisi kita berada di hadapan takhta.

Mari kita lihat posisi ini...
1 Korintus 2:1
(10:1) Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.

Ada perlindungan dan pembelaan dari Tuhan itu jaminan dari baptisan air.
Itu sebabnya berdiam diri saja, jangan terlalu banyak mengandalkan kekuatan sendiri dan kekuatan manusia = bergantung pada kemurahan hati Tuhan.

1 Korintus 2:2
(10:2) Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.

Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua (bangsa Israel) telah dibaptis.

Bandingkan dengan..
Yohanes 1:16-17
(1:16) Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;
(1:17) sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.

Kalau kita menjadi pengikut Yesus Kristus kita mendapat kebenaran dan kasih karunia, Dialah gembala Agung.
Bangsa Israel telah digembalakan oleh Musa, mereka telah dibaptis air. Yesus telah menggembalakan kita supaya memperoleh kebenaran dan kasih karunia, berdiam diri saja, posisi kita tepat di hadapan takhta itu.
Berdiam diri saja; ada perlindungan, kebenaran menjadi bagian kita. Selain itu, kita hidup oleh karena kasih karunia / kemurahan hati Tuhan.
Kemurahan hati Tuhan lebih dari pada hidup dan lebih dari segala-galanya, rasul Paulus melayani Tuhan, oleh karena kasih karunia dan dia mampu melayani Tuhan, bukan oleh kekuatan tetapi oleh karena kasih karunia. Amin.

Tuhan YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

Pemberita firman oleh;
Gembala sidang; Pdt. Daniel u. Sitohang




No comments:

Post a Comment