KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Thursday, October 6, 2016

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 30 SEPTEMBER

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 30 SEPTEMBER 2016

“KITAB MALEAKHI”

Subtema : MELAYANI TUHAN ADALAH KESEMPATAN EMAS.
Shalom...!
Selamat malam, salam sejahtera bagi kita sekaliannya, salam di dalam kasih Kristus dengan kasih sayang dan kasih setia-Nya yang abadi kita dimungkinkan untuk melangsungkan ibadah pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci. Biarlah kiranya kita dapat menikmati kemurahan hati Tuhan lewat pembukaan rahasia Firman Tuhan.

Segera kita memperhatikan Firman penggembalaan untuk Ibadah Pendalaman Alkitab dari kitab Maleakhi.
Maleakhi 4:1
(4:1) Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.

Terlebih dahulu kita memperhatikan kalimat: “Bahwa sesungguhnya hari itu datang.”
Ini berbicara tentang kedatangan Yesus Kristus untuk kali yang kedua, dimana Ia tampil sebagai Raja yang berkuasa untuk menghakimi semua bangsa = hari penghakiman.
Sebagai gambaran dari hari penghakiman itu: “Menyala seperti perapian”. Maka yang akan terbakar pada hari penghakiman itu adalah; jerami.
Jerami adalah: Batang padi/batang gandum yang kering sesudah dituai -> kerohanian yang kering-kering = tidak berbuah = tidak dapat berbuat baik.
Siapakah yang digambarkan dengan jerami? Yaitu: semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik.

Maleakhi 3:13-14
(3:13) Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?"
(3:14) Kamu berkata: "Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam?

Orang gegabah dan orang fasik berkata kurang ajar kepada Tuhan, adapun perkataan itu antara lain;
a. "Adalah sia-sia beribadah kepada Allah.”
b. “Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya?”
c.  Apakah untungnya berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan Tuhan semesta alam?”
    Kalau 3 perkara ini tersirat dalam hati sekalipun tidak terucap dari mulut itu menunjukkan bahwa dia adalah    
    orang gegabah dan orang fasik.
 
Sekarang kita akan melihat ORANG FASIK.
Maleakhi 3:15
(3:15) Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allahpun, mereka luput juga."

Paham orang fasik: “Bukan saja mujur orang- orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allahpun, mereka luput juga" = suka mencobai Tuhan.
Bangsa Israel seringkali mencobai Allah di padang gurun saat bangsa Israel mengalami kelaparan dan kehausan, demikian juga saat di dalam kesusahan seringkali seseorang mencobai Tuhan.

Mazmur 10:3
(10:3) Karena orang fasik memuji-muji keinginan hatinya, dan orang yang loba mengutuki dan menista TUHAN.

Orang fasik memuji-muji keinginan hatinya.
Orang yang suka memuji-muji keinginan hatinya akan mengutuki dan menista Allah persis seperti orang yang loba.
Sebaliknya, kalau seseorang memuji Tuhan maka ia akan menghakimi dosa termasuk cinta akan uang.
Loba = cinta uang = serakah = tamak, berarti tidak cinta Tuhan.

Mazmur 10:4
(10:4) Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas: "Allah tidak akan menuntut! Tidak ada Allah!", itulah seluruh pikirannya.

Kalimat: Allah tidak akan menuntut, tidak ada Allah! Itulah seluruh pemikiran orang fasik sehingga orang fasik tidak segan-segan mengutuki dan mencobai Allah.

Orang fasik dikaitkan dengan pribadi Saul.
1 Samuel 24:12-13
(24:12) Lihatlah dahulu, ayahku, lihatlah kiranya punca jubahmu dalam tanganku ini! Sebab dari kenyataan bahwa aku memotong punca jubahmu dengan tidak membunuh engkau, dapatlah kauketahui dan kaulihat, bahwa tanganku bersih dari pada kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau ini mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku.
(24:13) TUHAN kiranya menjadi hakim di antara aku dan engkau, TUHAN kiranya membalaskan aku kepadamu, tetapi tanganku tidak akan memukul engkau;

Pendeknya: Saul berusaha untuk mencabut nyawa/membunuh Daud.

1 Samuel 24:14
(24:14) seperti peribahasa orang tua-tua mengatakan: Dari orang fasik timbul kefasikan. Tetapi tanganku tidak akan memukul engkau.

Dari orang fasik timbul kefasikan, inilah perkataan yang ditujukan Daud kepada Saul menunjukkan bahwa Saul adalah orang fasik.
Kefasikan timbul dari orang fasik bukan timbul dari orang benar, dusta tidak berasal dari salib dan kebenaran tidak berasal dari dusta, maksudnya ialah orang fasik tidak akan dapat menutupi kefasikannya. Sepintar-pintarnya orang menutupi dosanya dia tidak bisa menahankannya sebelum ia berubah dari kefasikan itu.

Bukti-bukti kefasikan Saul:
Bukti kefasikan Saul yang pertama, yaitu: Saul memberanikan diri untuk mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan… 1 Samuel 13.
Sesungguhnya, mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan adalah tugas dari seorang Imam Besar bukan tugas seorang raja.
Bagian Tuhan ialah: Ia telah memberikan keselamatan kepada kita (gereja-Nya). Bagian kita adalah: mengerjakan keselamatan yang Tuhan berikan dengan takut dan gentar…. Filipi 2:12.
Jadi jangan mengambil apa yang menjadi bagian daripada Tuhan.

Bukti kefasikan Saul yang kedua/seri kefasikan Saul yang kedua:
Saul melangkahi titah Tuhan/ tidak melaksanakan Firman Tuhan (1 Samuel 15), sebab Saul membiarkan Agag, raja orang Amalek hidup dan mengambil jarahan yaitu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik (tambun).

Mari kita memperhatikan bukti kefasikan Saul yang kedua (bagian B)…
1 Samuel 15:10-11
(15:10) Lalu datanglah firman TUHAN kepada Samuel, demikian:
(15:11 )"Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku." Maka sakit hatilah Samuel dan ia berseru-seru kepada TUHAN semalam-malaman.

Tuhan memberitahukan kepada Samuel bahwa Saul melangkahi titah Tuhan/ tidak melaksanakan Firman Tuhan sebab Saul membiarkan Agag, raja orang Amalek hidup dan mengambil kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun. Menunjukkan bahwa Samuel memiliki hubungan yang begitu dekat/intim dengan Tuhan.
Kalau hubungan hamba Tuhan dekat dengan Tuhan maka semua akan diberitahukan oleh Tuhan. Begitupun dengan sidang jemaat, kalau sungguh-sungguh di dalam penyerahan diri, ia pasti menikmati pembukaan rahasia Firman Tuhan.
Oleh karena perkara itu, sehingga:
a.     Allah menyesal menjadikan Saul raja atas Israel.
b.     Samuel (sebagai seorang nabi)  sakit hati karena perkara ini.
Sakit hati Samuel menunjukkan dua hal, yaitu:
      -  Samuel berpihak kepada Tuhan = tidak berpihak kepada dosa, karena Samuel merasakan apa yang   
         dirasakan oleh Tuhan. Kalau hamba Tuhan melihat jemaat melakukan kesalahan yang fatal namun tidak    
         sakit hati menunjukkan bahwa dia tidak berpihak kepada Tuhan.
      -  Samuel adalah hamba Tuhan (nabi) yang bertanggung jawab atas pekerjaannya.
         Buktinya: Samuel berseru kepada Tuhan semalam-malaman.
         Kalau seorang hamba Tuhan tidak berseru-seru karena kesalahan umat Tuhan berarti dia adalah 
         hamba Tuhan yang tidak peduli dengan pekerjaan Tuhan.
         Kalau seorang imam melihat sesuatu yang tidak beres dan tidak tersentuh akan perkara itu   
         menunjukkan bahwa ia tidak berpihak kepada Tuhan.
                
 1 Samuel 15:12-13
(15:12) Lalu Samuel bangun pagi-pagi untuk bertemu dengan Saul, tetapi diberitahukan kepada Samuel, demikian: "Saul telah ke Karmel tadi dan telah didirikannya baginya suatu tanda peringatan; kemudian ia balik dan mengambil jurusan ke Gilgal."
(15:13) Ketika Samuel sampai kepada Saul, berkatalah Saul kepadanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN; aku telah melaksanakan firman TUHAN."

Setelah Tuhan memberitahukan perkara itu kepada Samuel, maka Samuel bangun pagi-pagi untuk bertemu dengan Saul, ketika melihat Samuel, Saul berkata: aku telah melaksanakan firman TUHAN. Sesungguhnya, Tuhan telah memberitahukan segala sesuatunya kepada nabi Samuel mengenai Saul.
Ketika kita melakukan kesalahan jangan merasa kita bisa untuk menutup-nutupi kesalahan itu, sekali waktu Tuhan akan perlihatkan segala sesuatunya, tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan.

1 Samuel 15:14-15
(15:14) Tetapi kata Samuel: "Kalau begitu apakah bunyi kambing domba, yang sampai ke telingaku, dan bunyi lembu-lembu yang kudengar itu?"
(15:15) Jawab Saul: "Semuanya itu dibawa dari pada orang Amalek, sebab rakyat menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu; tetapi selebihnya telah kami tumpas."

Tetapi Samuel menegur Saul, sebab Saul mengambil jarahan yaitu: kambing domba dan lembu sapi yang terbaik dan tambun. Namun Saul juga mempunyai alasan yaitu: untuk mempersembahkan sebagai korban kepada Tuhan.
Alasan Saul mengambil lembu-lembu dan kambing domba yang tambun untuk membenarkan diri sendiri.

1 Samuel 15:16-17
(15:16) Lalu berkatalah Samuel kepada Saul: "Sudahlah! Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang difirmankan TUHAN kepadaku tadi malam." Kata Saul kepadanya: "Katakanlah."
(15:17) Sesudah itu berkatalah Samuel: "Bukankah engkau, walaupun engkau kecil pada pemandanganmu sendiri, telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Dan bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel?

Perkataan Samuel: Sudahlah! Menunjukkan bahwa Tuhan tidak suka mendengarkan alasan-alasan yang sifatnya membenarkan diri sendiri.
Sesungguhnya, alasan-alasan itu tidaklah penting, yang terpenting adalah pemberitahuan Tuhan kepada Samuel, yaitu:
a.     Allah menjadikan Saul kepala atas 12 suku Israel walaupun Saul kecil pada pemandangannya sendiri = Tuhan
     melayakkan Saul menjadi kepala atas Bangsa Israel.
b.    Tuhan telah mengurapi Saul menjadi raja atas Israel berarti diperlengkapi dengan karunia-karunia Roh di
     tengah-tengah ibadah dan pelayanannya di hadapan Tuhan.

1 Samuel 15:1
(15:1) Berkatalah Samuel kepada Saul: "Aku telah diutus oleh TUHAN untuk mengurapi engkau menjadi raja atas Israel, umat-Nya; oleh sebab itu, dengarkanlah bunyi firman TUHAN.

Tujuan pengurapan: untuk mengerjakan pekerjaan yang telah dipercayakan oleh Tuhan.
Inilah yang terpenting yaitu: tanggung jawab kita kepada Tuhan bukan alasan-alasan untuk membenarkan diri.
Seorang imam yang diurapi dilihat dari sejauh mana ia bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dipercayakan oleh Tuhan. Pengurapan tidak bisa dipaksa-paksa dan tidak bisa dipelajari.

Tanggung jawab Saul kepada Tuhan:
1 Samuel 15:18-19
(15:18) TUHAN telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka.
(15:19) Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?"

Tanggung jawab Saul kepada Tuhan adalah: untuk menumpas habis orang Amalek, mulai dari rajanya sampai kepada rakyatnya bahkan sampai seluruh hewan-hewannya, namun Saul tidak melaksanakannya dengan sepenuh hati = tidak bertanggung jawab di hadapan Tuhan.

1 Samuel 15:20-21
(15:20) Lalu kata Saul kepada Samuel: "Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas.
(15:21) Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal."

Saul masih tetap membenarkan diri dengan berbagai-bagai alasan.
Kerugian orang yang suka beralasan adalah kalau satu kali seseorang lolos dalam menggunakan alasan maka ia akan lebih mudah beralasan untuk yang kedua kalinya sebab Setan telah mempersiapkan berkeranjang-keranjang alasan yang lebih tepat dan benar dari alasan yang pertama.

1 Samuel 15:22
(15:22) Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.

Karena Saul tetap membenarkan diri dengan berbagai-bagai alasan maka Samuel berkata dengan tegas, yaitu:
-   Mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan berarti dengar-dengaran lebih tinggi harganya  
    daripada korban sembelihan. Korban sembelihan menunjuk jiwa yang hancur dan hati yang patah dan remuk.
    Seorang imam akan lebih berharga dan bernilai tinggi kalau dia dengar-dengaran.
    Biar setengah mati pikul salib tapi suka membantah, maka semua tidak ada artinya.
-  Memperhatikan Firman Tuhan jauh lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.
   Lemak domba-domba jantan menunjuk kepada nyanyian/puji-pujian yang keluar dari mulut kepada Tuhan.

1 Samuel 15:23
(15:23) Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."

Melangkahi/ tidak melaksanakan Firman Tuhan adalah dosa pendurhakaan dan dosa kedegilan.
-     Pendurhakaan = pemberontakan kepada Allah.
Dosa pendurhakaan ini setara dengan dosa bertenung. Bertenung berarti mencari petunjuk-petunjuk kepada arwah-arwah, ketika ada masalah justru mencari petunjuk di luar kandang penggembalaan ini, maka itu setara dengan dosa bertenung (dikuasai roh tenung).
Setelah Roh Tuhan undur dari Saul dan setelah Samuel mati, Saul meminta petunjuk kepada arwah-arwah, jadi benarlah: dari orang fasik timbul kefasikan.
Roh pendurhakaan  = berani memberontak kepada Allah.
Prakteknya: berani melawan hamba Tuhan/Gembala sidang.
-     Kedegilan = kekerasan hati.
Keras hati setara dengan dosa penyembahan berhala dan mendirikan terafim/arca.
keras hati digambarkan seperti tanah yang berbatu-batu apabila benih ditaburkan hanya tumbuh sebentar saja, karena tidak berakar.
Hati-hati dengan kekerasan hati terlebih yang telah melayani Tuhan.

Dampak negatif melangkahi firman Tuhan.
Alkitab menolak/ melangkahi Firman Tuhan: Saulpun ditolak menjadi raja, inilah akhir hidup Saul.
Sesungguhnya, kalau  tidak dengar-dengaran dan tidak memperhatikan Firman Tuhan (menolak Firman Tuhan) sekalipun ia telah melayani Tuhan maka sejatinya dia telah ditolak oleh Tuhan.
Jadi hati-hati, mana imam yang melayani karena kehendak Tuhan dan mana imam yang melayani atas keinginannya sendiri?
Kalau orang melayani Tuhan karena keinginan sendiri atau karena kepentingan maka orang semacam ini tidak mau dengar-dengaran kepada gembalanya, dan orang yang semacam ini suka menggunakan alasan-alasan, untuk membenarkan dirinya.

Reaksi Saul setelah ditolak:
1 Samuel 15:24
15:24 Berkatalah Saul kepada Samuel: "Aku telah berdosa, sebab telah kulangkahi titah TUHAN dan perkataanmu; tetapi aku takut kepada rakyat, karena itu aku mengabulkan permintaan mereka.

Setelah mengetahui ia telah ditolak, Saul berkata: aku telah berdosa, berarti Saul mengakui dosa sebab ia telah melangkahi Firman Tuhan. Namun sayangnya, Saul mengakui dosanya setelah dia ditolak, berarti sudah terlambat/tidak ada lagi kesempatan.
Perlu untuk diketahui: Saul beralasan karena ia takut kepada rakyatnya = takut kepada manusia.
Sejatinya orang yang takut akan Tuhan pasti membenci dosa kejahatan termasuk  kecongkakan, keangkuhan Amsal 13.

Yeremia 17:5
17:5 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

Orang yang mengandalkan manusia/takut kepada manusia adalah orang yang terkutuk karena hatinya jauh dari Tuhan, sebab itu wajar saja kalau Tuhan menolak Saul sebagai kepala atas 12 suku Israel.
Orang yang terkutuk tidak layak untuk melayani Tuhan sebab itu kutuk dosa harus terlebih dahulu dipatahkan di atas kayu salib. Kalau seseorang menghargai salib maka kutuk nenek moyang akan dipatahkan. Orang yang terkutuk tidak menghargai salib sebab nas mengatakan: terkutuklah orang yang digantung di atas kayu salib.
Kita dapat mengetahui tabiat-tabiat orang tua yang turun kepada kita, kalau dosa itu turun dan dibiarkan di tengah-tengah ibadah dan pelayanan kita kepada Tuhan sebetulnya tidak layak untuk melayani Tuhan.

1 samuel 15:25
15:25 Maka sekarang, ampunilah kiranya dosaku; kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN."

Selanjutnya, Saul memohon kepada Tuhan (Samuel) agar dosanya diampuni.
Tujuan Saul memohon pengampunan kepada nabi Samuel:
-       Supaya Samuel bersama-sama dengan Saul artinya: supaya tetap berpegang kepada Firman para
     nabi yaitu Firman nubuatan yang disebut Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan, namun sayangnya
     Saul telah ditolak/Saul tidak menggunakan kesempatan emas, kesempatan emas hanya datang satu kali.
-        Supaya Saul sujud menyembah kepada Allah Yang Hidup.
Kesempatan Saul untuk menyembah kepada Tuhan telah tertutup. Kesempatan yang Tuhan berikan adalah kemurahan hati Tuhan/panjang Sabar-Nya Tuhan.
Tuhan masih bermurah hati kepada kita, Ia masih memperlihatkan panjang sabar-Nya kepada kita saat ini, sebagai kesempatan emas.

Sesungguhnya selagi Tuhan memberi kesempatan, 3 hal yang harus diperhatikan,  yaitu:
1.     Ada di dalam kegiatan-kegiatan Roh Kudus untuk mengerjakan pekerjaan Tuhan sesuai dengan kepercayaan Tuhan menunjuk kepada orang-orang yang diurapi, seperti Saul untuk mengerjakan pekerjaan yang dipercayakan oleh Tuhan terlebih dahulu, Saul harus diurapi Roh Kudus.
2.     Berpegang kepada Firman para nabi bagian dari Firman Pengajaran Mempelai dalam terang-Nya Tabernakel.
Dasar pemberitaan Firman  Pengajaran Mempelai ada dua, Yaitu: Firman para nabi dan Firman Kristus (para rasul) sesuai dengan Efesus 2:20-22.
3.     Sujud menyembah kepada Allah berarti membakar ukupan menunjuk kepada doa dari orang-orang kudus.

Kesimpulannya: Selagi Tuhan berikan kesempatan maka, gereja Tuhan harus: berpegang kepada Firman,  memberi diri dipimpin Roh Kudus, dan hidup dalam doa penyembahan = memiliki iman, harap, dan kasih.

1 Samuel 15:26
15:26 Tetapi jawab Samuel kepada Saul: "Aku tidak akan kembali bersama-sama dengan engkau, sebab engkau telah menolak firman TUHAN; sebab itu TUHAN telah menolak engkau, sebagai raja atas Israel."

Tuhan telah menolak Saul sebagai raja atas Israel artinya: tidak ada lagi kesempatan untuk mengerjakan tiga perkara seperti penguraian di atas, di hadapan Tuhan = tidak mendapat kesempatan untuk memperoleh keselamatan.
Iman, harap dan kasih dikaitkan dengan pola Tabernakel.
-       Iman terkena kepada daerah halaman berarti dibenarkan oleh korban Kristus.
-        Harap tekena kepada Ruangan Suci, berharap kepada yang tidak kelihatan di situ ada ketekunan, yaitu ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok sesuai dengan tiga alat di dalam Ruangan Suci,  yaitu:
       - Meja Roti Sajian menunjuk kepada ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci.
        -  Pelita Emas menunjuk kepada ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai kesaksian.
        -  Mezbah Dupa menunjuk kepada ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.
-       Kasih terkena kepada Ruangan Maha Suci, adalah gambaran dari Yerusalem yang baru, yaitu kota mempelai (panjang dan lebarnya sama/empat persegi).

Kesimpulannya, ditolak = tidak mendapat keselamatan lagi (sudah terlambat untuk bertobat).

Ciri-ciri seorang imam yang ditolak Tuhan…
1 Samuel 15:27
15:27 Ketika Samuel berpaling hendak pergi, maka Saul memegang punca jubah Samuel, tetapi terkoyak.

Ciri pertama seseorang yang ditolak sebagai raja: “Saul mengoyak punca jubah Samuel.”

Sejenak kita melihat punca jubah Imam Besar….
Keluaran 28:33-36
28:33 Pada ujung gamis itu haruslah kaubuat buah delima dari kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi, pada sekeliling ujung gamis itu, dan di antaranya berselang-seling giring-giring emas,
28:34 sehingga satu giring-giring emas dan satu buah delima selalu berselang-seling, pada ujung gamis itu.
28:35 Haruslah gamis itu dipakai Harun, apabila ia menyelenggarakan kebaktian, dan bunyinya harus kedengaran, apabila ia masuk ke dalam tempat kudus di hadapan TUHAN dan apabila ia keluar pula, supaya ia jangan mati.
28:36 Juga haruslah engkau membuat patam dari emas murni dan pada patam itu kauukirkanlah, diukirkan seperti meterai: Kudus bagi TUHAN.

Pada punca/ujung jubah Imam Besar tergantung satu giring-giring emas dan satu buah delima berselang-seling.

-  Buah delima tergantung pada punca jubah arti rohaninya: Gereja Tuhan bergantung kepada kebangkitan  
   Yesus Kristus.
   Baju Efod berbicara tentang kematian Yesus Kristus.
   Gamis baju efrod (warna biru) berbicara tentang kebangkitan Yesus Kristus.
   Suasana kebangkitan: melayani di dalam kekudusan/kesucian.
   Kalau melayani masih dalam bentuk yang lama/hidup lama berarti kebangkitan palsu sebab tidak satu dalam      kematian Yesus.
   Kalau satu dalam kematian Yesus (mengubur hidup lama) maka kita juga akan satu dalam kebangkitan Yesus  (hidup dalam hidup yang baru).
   Perlu untuk diketahui: di dalam buah delima terdapat banyak biji-biji -> kepada sel-sel/anggota-anggota tubuh Kristus.
   Kemudian, ada selaput-selaput seperti sekat-sekat yang memisahkan biji-biji tersebut namun menjadi satu di dalam buah delima tersebut ini menunjuk kepada kesatuan anggota-anggota tubuh Kristus yang berbeda-beda, inilah yang disebut kebangkitan tubuh.
   Kalau anggota yang berbeda-beda menjadi satu maka akan terlihat dengan jelas yaitu: sehati, sepikir, dan seperasaan.
   Apa yang menjadi milik kita menjadi milik bersama.
   Pada sisi luar buah delima terdapat gambaran seperti berbentuk mahkota menunjuk kepada raja-raja/orang-orang yang telah melayani Tuhan = suasana kebangkitan.

-  Giring-giring emas berbicara tentang kepenuhan Roh Kudus.
   Kepenuhan Roh Kudus yaitu berbahasa lidah/berbahasa asing atau berlogat ganjil, yang adalah tempat
   perhentian bagi orang yang lelah di hadapan Tuhan.
Sesungguhnya Tuhan sangat memperhatikan gereja-Nya baik dalam penderitaannya maupun dalam kesengsaraannya, itu sebabnya Tuhan sediakan hari perhentian.

Roma 8:9
(8:9) Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.

Orang yang penuh dengan Roh Kudus adalah milik Kristus.

Roma 8:26
(8:26) Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

Roh Tuhan akan membantu kita di dalam segala sesuatu bahkan dalam berdoapun Roh Kudus akan menaikkannya di hadapan Tuhan termasuk keluhan-keluhan yang tidak terucapkan naik ke hadirat Tuhan.
Ada kalanya oleh karena beratnya penderitaan sampai mulut tidak sanggup lagi berkata-kata tetapi Roh Kudus menaikkan bersama-sama dengan roh kita segala keluhan-keluhan yang tidak terucapkan sama seperti orang yang berbahasa lidah.

Jadi buah delima dan giring-giring betul-betul bergantung pada punca jubah Imam Besar, inilah yang dikoyakkan oleh Saul.
Maka inilah yang terkoyak dari diri Saul sehingga dia tidak pantas menjadi seorang raja.
Kalau anak Tuhan tidak saling mengerti satu dengan yang lain dan tidak mengerti pekerjaan Tuhan (buah delima) = kasih dan tidak hidup dalam pimpinan Roh (giring-giring) adalah ciri-ciri orang yang telah ditolak oleh Tuhan.

1 Samuel 15:27-28
(15:27) Ketika Samuel berpaling hendak pergi, maka Saul memegang punca jubah Samuel, tetapi terkoyak.
(15:28) Kemudian berkatalah Samuel kepadanya: "TUHAN telah mengoyakkan dari padamu jabatan raja atas Israel pada hari ini dan telah memberikannya kepada orang lain yang lebih baik dari padamu.

Imam yang ditolak itu terlihat dari ketika ia mengoyakkan punca jubah itu.
Apa tujuan kita datang kepada Tuhan? Apa motivasi kita beribadah kepada Tuhan? Untuk dilihat orang lain atau untuk cari pekerjaan, kalau tujuan kita yang lain-lain maka akan terlihat ciri-ciri ini.
Tuhan tidak pernah memilih Saul, kalau Saul menjadi raja itu karena undian/keinginan bangsa Israel namun sekalipun demikian Tuhan tetap memperlihatkan kemurahan-Nya, Saul diperlengkapi dengan Roh Kudus tetapi dengan syarat harus bertanggung jawab, tetapi semua itu diabaikan oleh Saul.

1 Samuel 15:29
(15:29) Lagi Sang Mulia dari Israel tidak berdusta dan Ia tidak tahu menyesal; sebab Ia bukan manusia yang harus menyesal."

Ketika Saul ditolak sebagai raja atas bangsa Israel Tuhan tidak menyesal, Tuhan akan menyesal ketika seseorang dijadikan imam tetapi melangkahi Firman (disinilah Tuhan menyesal), Tuhan tidak memakai perasaan manusia daging (Tuhan bukanlah manusia).
Penyesalan Tuhan adalah kalau kita diangkat menjadi seorang imam/pelayan Tuhan namun melangkahi Firman Tuhan.
Yang Tuhan inginkan, supaya seorang Imamat rajani mendengar dan melakukan firman Tuhan, sehingga  tidak kompromi terhadap dosa.

1 Samuel 15:30
(15:30) Tetapi kata Saul: "Aku telah berdosa; tetapi tunjukkanlah juga hormatmu kepadaku sekarang di depan para tua-tua bangsaku dan di depan orang Israel. Kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN, Allahmu."

Ciri yang kedua: Saul meminta agar dirinya dihormati oleh nabi Samuel = gila hormat.
Sidang jemaat hormat kepada gembala sidang yang memberi pengajaran itu bukanlah gila hormat melainkan Alkitabiah, tapi kalau sidang jemaat tidak dengar-dengaran karena merasa diri bisa itu adalah gila hormat, malu untuk dengar-dengaran/ tidak mau merendahkan diri adalah gila hormat.
Jadi kesimpulannya, kalau melayani tanpa dengar-dengaran = gila hormat.
Kalau ada dualisme yaitu Takhta Tuhan dan Takhta diri sendiri (egosentris) maka pekerjaan Tuhan akan berantakan.
Pendeknya : Saul gila hormat.
Tujuannya: supaya tua-tua dan rakyat Israel melihat bahwa Samuel menghormati Saul = tidak menghargai Firman Pengajaran yang rahasianya dibukakan, yaitu Firman para nabi.
Dua ciri ini melawan Trinitas dari Allah yaitu: TUHAN YESUS KRISTUS (kasih, iman dan harap).
Kesalahan Saul ini bukanlah kesalahan biasa, oleh sebab itu biarlah kita memperhatikan apa yang sudah kita terima pada saat ini, supaya pelayanan kita diakui oleh Tuhan (tidak ditolak).

1 Samuel 15:31-33
(15:31) Sesudah itu kembalilah Samuel mengikuti Saul. Dan Saul sujud menyembah kepada TUHAN.
(15:32) Lalu berkatalah Samuel: "Bawa ke mari Agag, raja Amalek itu." Dengan gembira Agag pergi kepadanya, sebab pikirnya: "Sesungguhnya, kepahitan maut telah lewat."
(15:33) Tetapi kata Samuel: "Seperti pedangmu membuat perempuan-perempuan kehilangan anak, demikianlah ibumu akan kehilangan anak di antara perempuan-perempuan." Sesudah itu Samuel mencincang Agag di hadapan TUHAN di Gilgal.

Kalimat : “Kembalilah Samuel mengikuti Saul…”
Samuel untuk sementara waktu kembali bersama-sama dengan Saul dengan satu tujuan, untuk membunuh Agag, raja orang Amalek, karena Agag masih ada di tangan Saul. Samuel menggenapi Firman Tuhan yaitu, untuk menghapuskan ingatan terhadap dosa Amalek di bawah kolong langit ini, dan Tuhan menandaskan: jangan lupa.
Biarlah kita menggenapi Firman Tuhan malam ini, yaitu jangan ada lagi dosa Amalek. Dosa Amalek ialah menghalangi jalan salib/menghalangi pembangunan tubuh Kristus yang sempurna untuk menjadi Mempelai Anak Domba.
Saat bangsa Israel di padang gurun orang Amalek mendatangi barisan paling belakang itulah orang yang letih lesu dan yang berbeban berat yaitu: menghabisi anak-anak dari ibunya.
Waktu acara GPT pada bulan 5 yang lalu saya mengikuti loka karya, dikatakan di situ kalau seorang bapak yang mati maka putuslah dua generasi, kalau pemuda yang dihabisi maka putuslah tiga generasi, tetapi kalau anak-anak yang dihabisi maka putuslah empat generasi.
Yang Tuhan mau kita semua beranak cucu/berkembang biak dan banyak jiwa-jiwa diselamatkan, dari generasi ke generasi.
Kalau Saul lupa terhadap perjanjian dengan Tuhan, tidak demikian dengan Samuel, dia menggenapi Firman Tuhan. Sekarang bagaimana dengan kita, mari kita perhatikan Firman Tuhan. Amin.
    
                                               TUHAN YESUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
                             
                                                                                                  Pemberitaan Firman oleh:
                                                                                             Gembala sidang: Daniel.U.Sitohang



No comments:

Post a Comment