KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Tuesday, March 14, 2017

IBADAH RAYA MINGGU, 05 MARET 2017

IBADAH RAYA MINGGU, 05 MARET 2017
WAHYU PASAL ENAM
(Seri 13)

Tema: BANGSA KAFIR MENJADI ISRAEL ROHANI.

Shalom saudaraku.
Selamat malam, salam sejahtera bagi kita semua. Oleh karena kemurahan hati Tuhan kita dapat melangsungkan Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian.
Kita kembali memperhatikan firman penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu dari Wahyu 6: 6.

Wahyu 6: 6
(6:6) Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

Di tengah-tengah sulitnya untuk memperoleh firman Allah sebagai kebutuhan pokok sehari-hari, di sini kita melihat pesan penting untuk kita perhatikan, yaitu: “Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu.
Ada dua hal yang tidak boleh dirusakkan di sini, yaitu;
1.     Minyak.
2.     Anggur.
Dalam kitab Amos dengan jelas di situ dinyatakan, suatu kali nanti Tuhan akan mengirimkan kelaparan yang begitu hebat di negeri ini. Bukan kelaparan soal makanan, bukan kehausan soal minuman, tetapi soal mendengarkan firman Allah. Dalam keadaan situasi yang sulit seperti itu, pesan penting ini harus diperhatikan, yaitu; janganlah rusakkan minyak dan anggur itu.

Tentang; MINYAK.
Pada minggu yang lalu telah kita dengarkan pemaparannya yang dikaitkan dengan sepuluh gadis mengambil pelita dan menyongsong Mempelai Laki-Laki Sorga. Lima di antaranya bijaksana dan lima di antaranya bodoh.
5 gadis yang bijaksana membawa pelita sekaligus minyak dalam buli-buli sebagai persediaan. Itu tanda kebijaksanaan mereka.
Sedangkan 5 gadis yang bodoh membawa pelita tetapi tidak membawa minyak sebagai persediaan, itu perbuatan bodoh, sehingga akhirnya mereka ditolak.

Pelita itu terang, berbicara tentang tiga macam ibadah pokok yang kita jalankan berarti sama dengan tinggal dalam terang.
Tetapi perlu untuk diketahui, mana gereja Tuhan (gadis) yang bertanggung jawab dan mana gereja (gadis) yang tidak bertanggung jawab. Di situlah Tuhan melihat perbedaan orang yang beribadah dan sungguh-sungguh dalam menantikan Mempelai Laki-Laki Sorga dan gereja Tuhan yang tidak sungguh-sungguh menyongsong Mempelai Laki-Laki Sorga. Jadi, dilihat dari tanggung jawabnya.

Tiga macam ibadah pokok yang telah Tuhan percayakan adalah tanggung jawab yang harus kita jalankan bersama-sama. Jangan keluar dari tempat kudus, supaya jangan melanggar kekudusan tempat kudus Allah, supaya jangan mengotori hidup pribadi lepas pribadi, sehingga dengan demikian minyak urapan ada di atas kepala masing-masing. Jangan dirusak.
Di tengah-tengah kesulitan untuk memperoleh firman Allah sebagai kebutuhan pokok sehari-hari, minyak jangan dirusak. Itu yang memberi pertolongan untuk terus kita berjuang dalam mencari kebutuhan pokok sehari-hari, termasuk anggur tidak boleh dirusak.

Sekarang kita akan melihat tentang; ANGGUR.
Anggur itu berbicara tentang darah Yesus, darah salib Kristus yang menghasilkan kesukaan atau kebahagiaan.
Ada dua cara untuk mendapatkan anggur yang menghasilkan kesukaan ini, yaitu:
CARA YANG PERTAMA: Anggur yang merupakan hasil dari ladang...Matius 20:1-6/Matius 21:33-46.
Ladang anggur, berarti menghasilkan air anggur/buah anggur.
CARA YANG KEDUA: Anggur yang merupakan hasil dari keubahan.

Sekarang kita akan melihat; CARA YANG KEDUA: Anggur yang merupakan hasil dari keubahan.
Yohanes 2: 6-9
(2:6) Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
(2:7) Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan mereka pun mengisinya sampai penuh.
(2:8) Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu mereka pun membawanya.
(2:9) Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu -- dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya -- ia memanggil mempelai laki-laki,

6 tempayan diisi penuh dengan air dan akhirnya air menjadi angur, ini menunjuk kepada keubahan.
Berarti terjadi keubahan hidup dalam kehidupan pribadi lepas pribadi.
Syarat untuk mendapatkan air anggur: berada di dalam satu wadah, berada dalam satu tempat, itulah kandang penggembalaan sebagai tempayan rohani. Di situlah kita diisi terus menerus dengan air yang akan memberi kehidupan karena berkuasa untuk mengubahkan hidup.

Yohanes 4: 8-10
(4:8) Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.
(4:9) Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria).
(4:10) Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."

Yesus adalah sumber air hidup, sampai hari ini Dia berkuasa untuk memberi kita dengan air hidup itu, dan itulah yang dinyatakan Yesus kepada perempuan Samaria itu: “Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.

Perempuan Samaria itu gambaran dari bangsa kafir, sementara Samaria dengan Yahudi tidak bergaul, berarti ada gap, ada tembok pemisah.
Memang ada tembok pemisah antara bangsa kafir dengan bangsa Israel (orang Yahudi), itulah hukum Taurat (tetapi kita tidak fokus ke situ).

Sekarang kita lihat ayat 11-12, jawab perempuan itu ...
Yohanes 4: 11-12
(4:11) Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?
(4:12) Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?"

Perempuan Samaria belum mengenal pribadi Yesus yang adalah sumber air hidup.
Saya berharap kepada kemurahan hati Tuhan supaya tempat di mana kita tergembala menjadi sumber air hidup yang senantiasa membual-bual sampai akhirnya memberi hidup yang kekal, menjadi mata air dan memancar terus sampai kepada hidup yang kekal. Itu kerinduan saya, tentu kerinduan kita semua.
Kita berdoa, tidak ada yang mustahil supaya nanti kita bisa melihat air berubah menjadi anggur (keubahan hidup).
Kita boleh menikmati air anggur, mencicipi air anggur yang manis, dan Tuhan mencicipi air anggur manis dari kehidupan kita pribadi lepas pribadi.

Ada 3 pernyataan perempuan Samaria;
1.     Engkau tidak punya timba.
Banyak orang kristen beribadah hanya untuk mencari timba  bukan Tuhan, ini adalah sesuatu kekeliruaan.
Timba -> hamba Tuhan yang terkenal, yang sudah punya nama.
2.     Sumur ini amat dalam.
Seolah-olah sumur Yakub lebih dalam dari kasih Allah.
Sesungguhnya, kasih Allah lebih dalam dari lautan, bukan saja dari sumur Yakub.
3.     Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub?
Yesus lebih besar dari Yakub, Dia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan ajaib dari sejak dunia dijadikan.

Tiga hal pernyataan dari perempuan Samaria ini menunjukkan bahwa ia belum mengenal Tuhan yang berkuasa memberi hidup kekal, sebagai sumber air hidup.

Yohanes 4: 13
(4:13) Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
Jawab Yesus kepada perempuan Samaria: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi.
Haus lagi, berarti tanpa kepuasan. Orang yang tidak mengalami kepuasan akan terus berbuat dosa.
Beda kalau seseorang telah dipuaskan rasa dahaganya oleh air kehidupan, dia akan mengalami kebahagiaan. Orang yang tidak mengalami kepuasan akan terus menerus berbuat dosa.

Saya berharap lewat pemberitaan firman Allah dalam tiga macam ibadah pokok yang kita jalankan, rasa dahaga kita terus menerus dipuaskan, supaya kita jangan lagi mencari kepuasan ke sana, ke mari, termasuk kepada roh jahat, roh najis, terhadap daging dan keinginannya, termasuk kepada dunia dan arusnya, supaya kita tidak dikuasai dosa dan dosa.

Yohanes 4: 14-19
(4:14) tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."
(4:15) Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."
(4:16) Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."
(4:17) Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,
(4:18) sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."
(4:19) Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.

Di sini kita melihat, perempuan Samaria itu telah menerima air kehidupan, telah minum dari air kehidupan = perempuan Samaria itu telah diisi dengan air kehidupan, buktinya adalah; perempuan Samaria itu berkata kepada Yesus: “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.
Perempuan Samaria sebagai tempayan rohani telah diisi oleh air kehidupan, dengan kata lain ia telah minum dari air kehidupan, itu nyata dari pernyataannya kepada Yesus Kristus.

Dahulu sebelum ia minum air kehidupan, rasa dahaganya belum dipuaskan karena dia hanya minum air dari sumur Yakub. Buktinya apa? dia tidak cukup memiliki satu laki-laki, melainkan dengan lima laki-laki, bahkan laki-laki yang bersama dengan dia satu rumah, satu atap, itu bukan suaminya.
Namun setelah dia minum air kehidupan, dia mengakui kekurangannya, berarti rasa dahaganya telah dipuaskan.
Kalau seseorang susah mengakui kesalahan, orang yang seperti ini pasti ada keinginan untuk mengulangi kesalahan yang sama.
Maukah saudara mengakui segala kekurangan? Kejahatan, kenajisan, kemunafikan, kefasikan, dusta, termasuk merasa diri selalu benar, membela diri dan keras hati.
Kesalahan secara lahiriah mudah sekali dilihat tetapi kesalahan dalam batin juga harus diakui. Tetapi saya dengan sangat yakin sekali, kalau hidup kita ini diisi penuh dengan air hidup, saya yakin hidup yang lama pasti diubahkan. Rasa dahaga dipuaskan. Cukup Tuhan yang memberi kepuasan, tidak perlu roh jahat, roh najis, tidak perlu daging dengan hawa nafsunya, tidak perlu dunia dengan arusnya yang menghanyutkan dan menenggelamkan kerohanian sampai akhirnya membawa kepada kematian.

Dampak positif setelah diisi air hidup.
Yohanes 4: 28-30
(4:28) Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:
(4:29) "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?"
(4:30) Maka mereka pun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.

Perempuan Samaria meninggalkan tempayan yang lama, itu menunjukkan bahwa perempuan Samaria telah diubahkan oleh air dan menjadi anggur yang manis yang dapat dicicipi oleh orang-orang Samaria lewat ibadah pelayanannya, lewat kesaksian hidup yang telah diubahkan oleh air menjadi anggur yang manis.

Itu sebabnya saya tandaskan di atas tadi; dalam keadaan kesulitan untuk memperoleh makanan, firman Allah sebagai kebutuhan sehari-hari, jangan rusakkan anggur.
Belajar mulai dari sejak sekarang, supaya nanti apabila kita menghadapi keadaan yang susah untuk mendapatkan makanan dengan timbangan tertentu, jangan rusakkan anggur.
Jangan rusak kebahagiaan, kesukaan yang datang dari anggur yang adalah darah salib, sanggup mengubahkan duka menjadi suka dan ratap berubah menjadi tarian.
Kalau seseorang selalu berduka dalam melayani Tuhan, itu repot. Menderita karena pukulan, dia akan sangat sukar sekali menjalankan roda kehidupan rohaninya. Oleh sebab itu jangan rusakkan anggur, yang menghasilkan kesukaan.

Yohanes 4: 39-41
(4:39) Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat."
(4:40) Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Ia pun tinggal di situ dua hari lamanya.
(4:41) Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya,

Air anggur yang manis, telah dicicpi oleh orang-orang Samaria dan lebih banyak lagi orang Samaria mencicipi air anggur yang manis.
Bahkan orang-orang yang telah mencicipi air anggur yang manis itu meminta kepada Yesus supaya tinggal pada mereka selama 2 hari.
Mengapa tidak tiga hari saja supaya lebih lama? Tetapi orang-orang Samaria meminta supaya Yesus tinggal bersama-sama dengan mereka selama dua hari saja, itu sudah cukup.

Angka 2 -> firman dan Roh Kudus.
Itulah dua tangan Tuhan yang kuat, yang berkuasa menolong orang-orang Samaria, mendekat kepada Allah.
Seperti yang dialami oleh bangsa Israel, oleh dua tangan Tuhan yang kuat, mereka dibawa masuk ke tanah Kanaan, medekat kepada Allah.
Kemudian berbicara dua, kalau dikaitkan dengan binatang yang tidak haram, berarti berkuku belah dua dan bersela panjang juga yang memamah biak.
Berkuku belah dua dan bersela panjang -> firman Allah yang tertulis di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Firman Allah dalam Perjanjian Lama disebut dengan firman para nabi/firman nubuatan, yaitu firman Pengajaran yang rahasia-Nya dibukakan.
Tugas dari seorang nabi adalah bernubuat, berarti menyingkapkan segala rahasia yang terkandung di dalam hati.
Perjanjian Baru -> firman para rasul, firman yang diurapi atau disebut juga firman Kristus, yaitu: firman iman.
Kita dibenarkan oleh karena iman, bukan karena oleh hukum Taurat.

Memamah biak, berarti siang hari makan rumput, malam hari dikunyah kembali sampai memperoleh sari-sarinya, sampai firman itu mendarah daging. Itulah kerinduan dari orang-orang Samaria, sebab mereka telah mencicipi air anggur yang manis yang diperoleh lewat keubahan satu orang perempuan Samaria.
Keubahan yang dialami oleh satu orang perempuan Samaria telah dicicipi oleh orang-orang Samaria.

Bagaimana dengan kehidupan kita pribadi lepas pribadi? Bisakah kita menjadi air anggur yang manis yang dapat dicicipi dinikmati oleh orang lain?

Jangan sampai kita membawa suatu ketidakberesan di manapun kita berada, tetapi jadilah kehidupan yang telah diubahkan, sehingga pelayanan kita bisa dicicipi seperti air anggur yang manis, orang lain akhirnya mengenal Tuhan, orang lain percaya kepada Yesus. Orang Samaria akhirnya percaya bukan lagi kepada air anggur yang manis tetapi sampai kepada sumber dari air anggur yang manis.

Yohanes 4: 41-42
(4:41) Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya,
(4:42) dan mereka berkata kepada perempuan itu: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia."

Bukan hanya mencicipi air anggur yang manis lewat pelayanan satu orang perempuan Samaria, tetapi sampai kepada sumbernya buah anggur yang manis.
Yesus adalah pokok anggur, kitalah ranting-rantingnya sampai menyatu, melekat pada pokok anggur, berarti betul-betul anggur yang berbicara tentang darah sanggup mengubah kafir menjadi Israel rohani. Bukan hanya tubuhnya tetapi sampai kepada sel-sel darahnya. Ini suatu kemurahan yang tidak bisa bayangkan sebelumnya.
Siapa kita ini hanyalah bangsa kafir. Tabiat bangsa kafir persis seperti anjing dan babi.
Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya, artinya; kembali mengulangi kesalahan...2 Petrus 2:32. Tetapi kenyataannya bangsa kafir (anjing, babi) bisa berubah menjadi domba, Israel rohani. Haleluyah...

Jadi tidak hanya mencicipi buah anggur yang manis tetapi sampai kepada sumbernya, Yesus sumber air anggur, berarti kafir (Samaria), anjing, babi berubah menjadi domba, oleh anggur yang berbicara tentang darah yang menghasilkan kesukaan.
Bangsa kafir yang digambarkan seperti babi, anjing berubah menjadi domba, syaratnya asal kita mau menyerah/tidak keras hati.

Kita ini, dulu sebelum mengenal Pengajaran Mempelai, betul-betul seperti babi dan anjing, terus mengulangi kesalahan yang sama sampai malu melihat diri sendiri, sehingga timbul pernyataan di dalam hati apa mungkin bisa berubah. Tetapi perlu saya tandaskan, bukan hanya bisa berubah tetapi memuncak sampai kepada kesempurnaan.
Bukankah saudara berbahagia mendengar firman ini?

Roma 11: 25-26
(11:25) Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.
(11:26) Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.

Oleh karena ketegaran dari pada bangsa Israel, kafir menjadi Israel rohani. Anjing dan babi menjadi domba, menjadi anak-anak kerajaan.
Kita bukan minyak dan anggur. Bangsa Israel lah yang menjadi minyak dan anggur yang akan dipersembahkan kepada Tuhan apabila Ia datang pada kali yang kedua.
Yang menjadi anggur dan minyak, itulah Israel yang dipersembahkan kepada Tuhan pada saat Dia datang pada kali yang kedua. Tetapi puji Tuhan, kafir menjadi Israel rohani. Oleh ketegaran hati mereka (bangsa Israel) bangsa kafir mendapat kesempatan untuk masuk sebagai Israel rohani.

Bersyukurlah kepada Tuhan betapa hinanya dahulu, sampai kita tidak percaya diri.
Anggur dan minyak akan dipersembahkan kepada Dia pada saat Dia datang pada kali yang kedua, sebagai raja dan Mempelai Pria Sorga. Amin.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

Pemberita firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment