KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Monday, June 11, 2018

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 09 MEI 2018




IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 09 MEI 2018

KITAB KOLOSE

(Seri: 127)

Subtema: “HENDAKLAH HIDUPMU TETAP DI DALAM DIA.”

Shalom saudaraku.
Selamat malam, salam sejahtera bagi kita sekaliannya, salam di dalam kasih-Nya Tuhan kita Yesus Kristus.
Oleh karena kemurahan hati Tuhan kita diperkenankan untuk melangsungkan Ibadah Doa Penyembahan dan sebelum kita tersungkur di kaki salib Tuhan, terlebih dahulu kita memperhatikan firman penggembalaan untuk Ibadah Doa Penyembahan dari surat yang dikirim oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose.
Saya juga tidak lupa menyapa umat Tuhan, anak-anak Tuhan, hamba-hamba Tuhan yang senantiasa mengikuti pemberitaan firman Tuhan lewat live streaming, video internet, youtube dimanapun anda berada kiranya Tuhan memberkati kita sekaliannya.

Kolose 2:6-7
(2:6) Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.
(2:7) Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Setelah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita maka dilanjutkan dengan empat tindakan, yaitu:
1.   Hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.
2.   Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia.
3.   Hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman
4.   Hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Keterangan: “HENDAKLAH HIDUPMU TETAP DI DALAM DIA.”
Berarti, tinggal di dalam Tuhan.
Kita kaitkan dengan pokok anggur yang benar.
Yohanes 15:1-4
(15:1) "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
(15:2) Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
(15:3) Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
(15:4) Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Tinggal di dalam Tuhan sama seperti ranting yang melekat pada pokok anggur, berarti ada suatu persekutuan yang indah dengan Tuhan.

Pertanyaanya; Mengapa harus tinggal di dalam Tuhan?
Yohanes 15:5-6
(15:5) Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
(15:6) Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Yesus adalah pokok anggur dan kita adalah ranting-ranting-Nya.
Di luar Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa sama seperti ranting menjadi kering, itulah sebabnya kita harus tetap tinggal di dalam Dia seperti ranting melekat pada pokok anggur.
Pokok anggur -> pribadi Yesus Kristus.
Ranting-ranting -> saya dan saudara, anak-anak Tuhan.

Tadi, pertanyaannya mengapa harus tinggal di dalam Tuhan?
Jawabnya; di luar Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa seperti ranting menjadi kering.

Yeremia 17:5-6
(17:5) Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
(17:6) Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.

Mengandalkan manusia dan kekuatannya sendiri dan yang hatinya jauh dari Tuhan ini adalah gambaran dari ranting yang tidak melekat pada pokok anggur sehingga menjadi kering-kering rohani.
Mengandalkan manusia dan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya jauh dari Tuhan.
Inilah gambaran dari ranting yang tidak melekat pada pokok anggur, menjadi kering-kering rohani, tidak berbuah.
Kerohanian yang kering-kering digambarkan seperti:
1.   Seperti semak bulus di padang belantara, artinya; tidak dapat berbuat apa-apa.
2.   Ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik, artinya; tidak akan mengalami pemulihan.
Di luar Tuhan tidak dapat mengubah hidupnya menjadi baik, tidak akan mengalami pemulihan, siapapun dia, sekalipun harta banyak, uang banyak, pendidikan tinggi, ia tidak akan bisa mengubah hidupnya sesuai dengan kehendak Tuhan.
3.   Ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.
Artinya; hidup tanpa kasih Allah.
Kalau seseorang hidup tanpa kasih Allah sama seperti tinggal di tengah keramaian = menyendiri di tengah keramaian.

Mazmur 118:8-9
(118:8) Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.
(118:9) Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan.

Sesungguhnya, lebih baik berlindung pada Tuhan dari pada percaya kepada manusia dan kekuatannya.
Kemudian, lebih baik berlindung pada Tuhan dari pada percaya kepada para bangsawan.
Para bangsawan berarti para pejabat tinggi yang duduk di pemerintahan, sekalipun berkuasa di bumi tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi untuk menyelamatkan jiwa.
Sebab itu lebih baik berlindung di dalam Tuhan, tinggal di dalam Tuhan seperti ranting yang melekat pada pokok anggur, (ada suatu persekutuan yang indah dengan Tuhan).

Mazmur 146:3-4
(146:3) Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan.
(146:4) Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya.

Juga jangan percaya kepada manusia dan kekuatannya sebab manusia dan kekuatannya tidak memberi jaminan keselamatan.

Barangkali Tuhan belum datang manusia telah tutup usia, tetapi kalau dia menghargai milik pusaka yang dipercayakan Tuhan (ibadah dan pelayanan) maka namanya akan ditegakkan di atas milik pusakanya.
Tapi berbeda dengan orang yang tidak mengandalkan Tuhan, yang hatinya jauh dari Tuhan, apabila nyawanya melayang ia kembali ke tanah, menjadi hina seperti tanah, tidak bisa berbuat apa-apa.
Sehingga pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnnya, sirnahlah segala rencana-rencana, keinginan-keinginan dan tujuan-tujuan.

Perikop Yesaya 31; “TUHANLAH PENOLONG YANG SATU-SATUNYA TIDAK ADA YANG LAIN.”
Berarti, kalimat judul ini memperjelas supaya saya dan saudara, jangan bergantung kepada manusia dan kekuatannya sekalipun dia adalah bangsawan, seorang yang berkuasa.
Kemudian kita lihat ayat 1 ...
Yesaya 31:1
(31:1) Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN.

Kuda-kuda di sini berbicara tentang kemampuan daging yang sangat diharapkan oleh manusia, misalnya; kepandaian, kekuatan dan harta kekayaan.

Yesaya 30:15-16
(30:15) Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,
(30:16) kamu berkata: "Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat," maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: "Kami mau mengendarai kuda tangkas," maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi.

Tinggal di dalam Tuhan bagaikan dua hal penting, yaitu:
1.   Dengan bertobat dan tinggal diam akan diselamatkan.
2.   Dalam tinggal tenang dan percaya disitulah letak kekuatan kita.

Sekarang, bandingkan dengan orang yang tidak tinggal di dalam Tuhan (mengandalkan manusia dan kekuatannya):
Mereka enggan dan berkata tentang dua perkara yaitu;
1.   Perkataan yang pertama; “Kami mau naik kuda dan lari cepat.”
Tetapi kenyataannya apabila tidak mengandalkan Tuhan; kamu akan lari dan lenyap, cepat-cepat binasa.
Itu kalau mengandalkan manusia daging dan kekuatanya, cepat-cepat tapi cepat binasa.
Maka saya himbau untuk kita semua belajar terus untuk dengar-dengaran, banyak dengar-dengaran itu kunci keberhasilan dalam segala perkara.
2.   Perkataan yang kedua; "Kami mau mengendarai kuda tangkas".
Tapi kenyataannya apabila tidak mengandalkan Tuhan; maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi.
Kalau kita merasa pandai masih ada yang lebih pandai, kemudian kalau kita merasa kuat dan hebat masih ada yang lebih kuat dan hebat dari kita. Itu rumusnya daging.
Pendeknya; daging tidak bisa diharapkan sebab di atas daging masih ada daging yang lain yang lebih hebat dan kuat. Ayo belajar dengar-dengaran saja supaya berhasil.
Kalau saudara menyadari bahwa firman saja yang benar segera bertobat dan tinggal diam akan diselamatkan, kemudian dalam tinggal tenang dan percaya disitulah letak kekuatan kita. Itu saja kuncinya.
Sekali lagi, jangan bergantung kepada daging (kuda-kuda), belajarlah mengandalkan Tuhan dalam segala hal.

Supaya jangan kita mengalami dua perkara tadi, yang tadinya mau naik kuda dan lari cepat justru cepat-cepat lenyap, kemudian yang tadinya mengendarai kuda tangkas justru para pengejar akan lebih tangkas lagi, supaya jangan kedua hal ini tidak terjadi pada kita segera kita perhatikan ...

Jalan keluar:
Yohanes 15:4-9
(15:4) Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
(15:5) Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
(15:6) Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
(15:7) Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
(15:8) Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."
(15:9) "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.

Tinggal di dalam Tuhan sama seperti ranting yang melekat pada pokok anggur, berarti ada suatu persekutuan yang indah dengan tiga perkara yaitu;
1.   Ia berbuah banyak.
Berbuah banyak -> ia tinggal di dalam Roh Allah dan berada di dalam kegiatan Roh.
Kalau berada dalam kegiatan Roh ia akan berbuah banyak seperti buah anggur yang  manis yang dapat dicicipi dan dapat dinikmati oleh Tuhan.
Bertahan saja, tetaplah berada dalam kegiatan roh supaya berbuah banyak, sebab ketika kita berada di dalam kegiatan roh di tengah-tengahnya kita membawa korban dan persembahan kepada Tuhan, bagaikan buah anggur yang manis dapat dicicipi, dapat dinikmati oleh Tuhan.
Ketika kita membawa korban dan persembahan kepada Tuhan berarti sangkal diri pikul salib, seperti Yesus mengalami pemerasan buah angur di atas kayu salib, sehingga kita dapat mencicipi  dan menikmati buah anggur yang manis.

2.   Tinggal di dalam firman-Nya = Firman menjadi daging.
Firman menjadi daging = firman iman.
Roma 10:4-7
(10:4) Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
(10:5) Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: "Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya."
(10:6) Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: "Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?", yaitu: untuk membawa Yesus turun,
(10:7) atau: "Siapakah akan turun ke jurang maut?", yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati.

Firman iman yakin dan percaya terhadap kuasa kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.
Turun dan naik –> kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

Saudaraku, kebangkitan itu adalah hasil dari pengalaman kematian, jadi sejauh mana pengalaman kematian sejauh itulah kebangkitan yang kita rasakan.
Tapi ada juga kebangkitan palsu, karena kematiannya palsu maka kebangkitannya juga palsu.
Melayani Tuhan tapi tidak di dalam kesucian = kebangkitan palsu, tidak di dalam penyerahan sungguh-sungguh, berarti tidak mengenakan pakaian pesta, itu kebangkitan palsu, karena kematiannya palsu.
Kuasa kematian Yesus, mengubur hidup lama.
Kuasa kebangkitan Yesus Kristus, hidup baru.

Roma 10:8
(10:8) Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan.

Firman iman itu dekat dengan kita, yaitu di dalam mulut dan di dalam hati.

Prakteknya ...
Roma 10:9
(10:9) Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

Jadi praktek firman iman adalah mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan.
Artinya; menyembah hanya kepada Allah yang hidup tidak menyembah yang lain.
Menyembah Allah yang hidup -> orang-orang yang terlepas dari penyembahan berhala.
Berhala artinya; segala sesuatu yang melebihi dari Tuhan.
Kalau kesibukan-kesibukan yang ada di muka bumi ini yang menjadi prioritas utama dari pada ibadah pelayanan itu juga berhala, ada juga berhala lain yaitu: kekerasan hati.
Jadi sekalipun seseorang tidak mendirikan patung dan arca di rumahnya masing-masing,  kalau dia keras hati maka dia sedang mendirikan berhala.
Sebab itu biarlah mulut mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan = terlepas dari berhala.

Kemudian, percaya dalam hati bahwa Allah telah membangkitakan dia dari antara orang mati.
Artinya; manusia batiniah telah dibaharui (telah mengalami pembaharuan manusia batiniah).
Yesus mengadakan banyak mujizat termasuk memberi makan 5000 orang dengan lima roti dan dua ikan, kemudian Yesus memberi makan 4000 orang laki-laki dengan tujuh roti dan beberapa ikan namun hati mereka belum dibaharui sekalipun banyak mujizat.
Termasuk Petrus ditolong ketika dia hendak tenggelam dan masih banyak lagi mujizat-mujizat yang lain, yang sakit disembuhkan, yang lumpuh dapat berjalan, yang buta dapat melihat, yang tuli dapat mendengar, tetapi hati mereka belum dibaharui, namun setelah Yesus mati di atas kayu salib, hari ketiga Ia bangkit, hati mereka dibaharui.
Sejak itulah Roh Kudus turun, Tuhan memakai murid-murid dengan luar biasa, mereka lebih taat kepada Tuhan dalam pemberitaan pengajaran salib dari pada kepada manusia, lebih baik mati dari pada mereka tidak taat kepada pengajaran salib.
Itu kebangkitkan Yesus, hati dibaharui.

2 Korintus 4:16
(4:16) Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

Ketika manusia batiniah dibaharui dari sehari ke sehari maka manusia lahiriah semakin merosot, perkara-perkara lahiriah bukan lagi menjadi prioritas utama.
Sebab itu tidak perlu tawar hati ketika mengalami penindasan, sangkal diri pikul salib ditengah pelayanan, tidak usah tawar hati, tidak usah kecut hati, tidak usah putus asa dan jangan terjebak dengan situasi kondisi keadaan yang ada, keluarlah dari sana.

Ulangan 30:12-14
(30:12) Tidak di langit tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?
(30:13) Juga tidak di seberang laut tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan menyeberang ke seberang laut untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?
(30:14) Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.

Firman itu sangat dekat yaitu, di mulut dan di hati untuk dilakukan, sehingga terlihat dua perkara, yaitu: menyembah Allah yang hidup dan dibaharui.
Kita kemballi memperhatikan ...
Yohanes 15:7
(15:7) Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Kalau orang Kristen masih hidup menurut hawa nafsu dan keinginan daging itu persis seperti manusia duniawi yang ada diluaran sana.
Jangan percaya kepada kuda-kuda di Mesir, bergantunglah kepada kemurahan hati Tuhan, percaya kepada kuasa kematian dan kebangkitan-Nya, jangan bergantung kepada pemikiran manusiawi.
Kalau firman itu sudah mendarah daging itulah yang disebut frman iman. Firman iman itu yakin dan percaya seratus persen kepada firman Allah berkuasa menyatakan yang tidak ada, yang mati dihidupkan.

Markus 11:23
(11:23) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.

Barangsiapa berkata kepada gunung ini: “Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Dengan yakin dan percaya bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, akan tercampak. ”
Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

3.   Tinggal di dalam kasih.
Yohanes 15:9
(15:9) "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.

Kasih Allah itu seperti Bapa mengasihi anak, seperti itulah Yesus mengasihi kita sekaliannnya.

Kita lihat dulu kasih Bapa ...
Yohanes 3:16
(3:16) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

“Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,”
Tujuannya; supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.
Kasih Bapa berarti telah mengaruniakan segala sesuatu yang paling berharga, bahkan segala sesuatu Ia karuniakan kepada kita semua.
Bukan barang second tapi yang paling berharga yang paling mulia itu yang dikaruniakan oleh Allah Bapa.

Kalau sudah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita, selanjutnya hendaklah tinggal di dalam Dia, dikaitkan dengan pokok anggur, yaitu: seperti ranting melekat pada pokok anggur, tinggal di dalam Roh, supaya berbuah banyak, yang kedua tinggal di dalam firman sampai menjadi iman, yang ketiga tinggal di dalam kasih Allah. Amin.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

Pemberita firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang