KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Thursday, March 17, 2011

BERDOA DAN BERJAGA-JAGA

IBADAH DOA PENYEMBAHAN (15 MARET 2011)

Matius 26: 36-44
(26:36) Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa."
(26:37) Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,
(26:38) lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."
(26:39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
(26:40) Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?
(26:41) Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."
(26:42) Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!"
(26:43) Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat.
(26:44) Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.


Detik detik terakhir menjelang Yesus hendak ditangkangkap dan selanjutnya diserahkan kepada Mahkamah Agama untuk dihakimi dengan menyalibkan Yesus.
Rencana ini sudah diketahui oleh Yesus oleh sebab itu Yesus menyadari jika hal itu terjadi maka Yesus merasa sedih dan gentar. Perasaan inilah yang dirasakan Yesus sebagai manusia biasa. Dialah Allah yang menjadi manusia.

Dalam segala sesuatu kita pun harus menyadari kekuatan kita sejauh mana, seperti Yesus yang menyadari bahwa rencana-rencana Allah harus terjadi sehingga Dia berkata “biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki”, ini membuktikan betapa beratnya beban yang harus Yesus hadapi.

(26:37) Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,

Sebagai manusia biasa, Yesus merasa sedih dan gentar , artinya adalah tidak merasa diri hebat, luar biasa dan kuat, oleh sebab itu detik-detik Yesus hendak ditangkap, Yesus membawa duabelas murid ke Taman Getsemani hanya untuk berdoa.

(26:38) lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."

Bukan hanya sedih dan gentar yang dirasakan Yesus tetapi Yesus pun merasakan perasaan seperti mau mati, karena beban berat yang harus diterima Nya.
Sedih, gentar, dan seperti mau mati adalah perasaan yang dirasakan oleh orang yang berbeban berat, beban sangat berlebihan.

Jikalau kita menyadari seperti apa kehidupan kita di hadapan Tuhan, kenajisan, kekurangan, kelemahan di hadapan Tuhan, biarlah kita membawa hidup ini rendah di bawah kaki Tuhan lewat doa penyembahan. Jika tidak menyadari hal itu, berarti kita merasa kuat.

(26:38) lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."
(26:39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."


Cawan menunjuk kepada penderitaan Kristus di atas kayu salib.
Yesus menyadari bahwa Ia harus mmikul beban yang sangat berat, sebab itu Yesus berdoa dan berjaga-jaga.
Kitapun harus berdoa dan berjaga-jaga karena kekuatan kita tidaklah seberapa , karena kita hidup penuh kekurangan , kelemahan dan kenajisan.
Ibadah pelayanan yang didasarkan pada kekuatan sendiri tidaklah akan berkuasa, tidak akan bertahan lama.
Dengan berdoa dan berjaga-jaga, kita bisa menguasai keinginan daging.

(26:39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
(26:41) Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan:roh memang penurut, tetapi daging lemah."


Jikalau kita berdoa dan berjaga-jaga itu karena kekuatan kita tidaklah seberapa , roh memang penurut tetapi daging lemah.
Roh memang penurut tetapi daging lemah , artinya adalah kita menghendaki segala sesuatu yang baik dalam hidup kita , tetapi kenyataannya dalam praktek sehari-hari tidak sesuai dengan apa yang kita kehendaki , justru jatuh dalam dosa karena daging ini lemah.
Karena daging lemah, itulah sebabnya kita harus bersungguh-sungguh berdoa dan berjaga-jaga lewat ibadah doa penyembahan.Tuhan berkata, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah".

Roh memang penurut tapi daging lemah , maka untuk mengantisipasi hal itu haruslah kita berdoa disertai dengan berjaga-jaga.

Praktek berjaga-jaga:
1 Tesalonika 5: 6
(5:6) Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.

Inilah praktek berjaga-jaga yaitu jangan tidur seperti orang lain.

1 Tesalonika 5: 7, 5
(5:7) Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam.
(5:5) karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.


Jika tidur berarti adalah anak-anak gelap , sebab kalau tidur pastilah pada waktu malam hari.
Malam menunjuk kepada kegelapan dosa.
Berarti tidur = hidup dalam gelapnya dosa.
Jadi, selain berdoa juga harus berjaga-jaga dan prakteknya adalah jangan tidur, tidak tinggal dalam gelapnya dosa.
Tidak tinggal dalam kegelapan dosa, artinya adalah hidup dalam terang, terangnya Allah, terang yang ajaib, tidak ada dosa yang tersembunyi sedikitpun.

Banyak dosa yang tersembunyi dalam gelapnya dosa pada malam hari, oleh sebab itu biarlah kita menjadi anak-anak terang (anak-anak siang), yang tidak tidur (tidak tinggal dalam kegelapan dosa), menjadi pribadi yang bening dan transparan, tidak ada dosa yang tersembunyi.

Janganlah tidur rohani, karena dosa kenajisan bukan hanya mengubah karakter yang baik menjadi buruk tetapi juga bisa membrangus (menyerang balik dengan kekerasan).
Oleh sebab itu, kita haus menyadari kekuatan, kekurangan, kelemahan kita seperti apa.

Kita adalah anak-anak terang bukan anak-anak kegelapan, semuanya jelas di hadapan Tuhan dengan praktek dalam kehidupan sehari-hari.

Matius 26: 40
(26:40) Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?

Sekalipun Peterus bersama Yesus berdoa, kenyataannya Petrus juga tertidur, inilah anak malam, bukan anak terang (anak siang) yang masih menyembunyikan dosa, belum ada pengakuan.

Tertidur rohani berarti masih banyak menyembuyikan dosa, belum ada pengakuan dengan sesama terlebih kepada Tuhan.

Akibat tidak berdoa dan berjaga-jaga:
Matius 26: 41
(26:41) Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

Akibatnya adalah jatuh ke dalam pencobaan.

Matius 26: 31-35
(26:31) Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai.
(26:32) Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea."
(26:33) Petrus menjawab-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak."
(26:34) Yesus berkata kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."
(26:35) Kata Petrus kepada-Nya: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau." Semua murid yang lain pun berkata demikian juga.


Dua kali Yesus menyatakan penderitaannya di atas kayu salib , tetapi dua kali juga Petrus merasa diri paling hebat.
Inilah roh yang penurut.

Matius 26: 69-75
(26:69) Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: "Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu."
(26:70) Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: "Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud."
(26:71) Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ: "Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu."
(26:72) Dan ia menyangkalnya pula dengan bersumpah: "Aku tidak kenal orang itu."
(26:73) Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata: "Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu."
(26:74) Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: "Aku tidak kenal orang itu." Dan pada saat itu berkokoklah ayam.
(26:75) Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: "Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.


Inilah daging lemah = jatuh ke dalam pencobaan(jatuh dalam dosa-dosa).

Supaya hal ini terhindar dari kehidupan kita , jalan keluarnya adalah:
Matius 26: 39, 42
(26:39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
(26:42) Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!"


"Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu”, sebanyak tiga kali Yesus berkata hal itu dalam doanya.
Ya Bapa Ku, artinya adalah taat setia dengar-dengaran kepada Bapa.
Penyebutan doa sebanyak tiga kali itu, dalam pola tabedrnakel terkena kepada:
1.halaman , menunjuk kepada dengar-dengaran kepada bapa jasmani.
2.ruangan suci, menunjuk kepada dengar-dengaran kepada bapa rohani, itulah gembala.
3.ruangan maha suci, menunjuk kepada dengar-dengaran kepada Bapa yang di Sorga.

Jikalau dengar-dengaran = patuh kepada ajaran yang benar, tidak ada penyangkalan.

Biarlah kita berdoa disertai berjaga-jaga supaya tidak jatuh ke dalam pencobaan dengan patuh kepada ajaran yang benar.


TUHAN YESUS MEMBERKATI