KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Saturday, March 5, 2011

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 18 FEBRUARI 2011


IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 18 FEBRUARI 2011


Kitab Maleakhi dimulai dari pasal 1:1 .

Maleakhi 1: 1

(1:1) Ucapan ilahi. Firman TUHAN kepada Israel dengan perantaraan Maleakhi.


Bunyi dari pada Maleakhi 1: 1, dibagi menjadi 2 bagian:

Bagian Pertama: UCAPAN ILAHI
Ucapan ilahi, berarti; perkataan-perkataan yang diucapkan oleh Allah = perkataan-perkataan yang keluar dari mulut Allah.


Yesaya 55: 11

(55:11) demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.


Ucapan ilahi adalah perkataan yang keluar dari mulut Allah. Setiap perkataan yang keluar dari mulut Allah, itulah Firman Allah.

Bila Firman Allah menjadi nyata dalam kehidupan kita, itu tidak akan kembali dengan sia-sia kepada Allah. Jika Firman didengar dan seterusnya dilakukan, maka Firman menjadi daging.


Firman menjadi daging adalah:

-      jika Firman terlaksana dalam kehidupan kita, apa saja yang dikehendaki oleh Allah.
-      jika Firman berhasil dalam apa yang Tuhan suruhkan di dalam kehidupan anak-anak Tuhan.
Inilah yang disebut Firman tidak kembali dengan sia-sia.


Biarlah Firman Tuhan terlaksana dan berhasil dalam kehidupan kita sehingga ucapan ilahi tidak kembali dengan sia-sia.

Ucapan ilahi sudah tentu membuat kita bahagia. Ucapan ilahi = ucapan bahagia.


Ada 10 ucapan bahagia:

Matius 5: 1-2

(5:1) Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.

(5:2) Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:


Inilah 10 ucapan bahagia:

1.    Matius 5: 3

(5:3) "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.


Dalam ejaan lama, miskin = kecil = rendah hati.

Berarti, yang mengalami kebahagiaan adalah orang yang kecil, rendah hati, karena menerima ucapan ilahi / firman Tuhan.

Hasilnya; merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.


2.    Matius 5: 4

(5:4) Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.


Berdukacita = kehilangan sukacita = kehilangan nyawanya / tidak mempertahankan nyawanya karena salib Kristus.

Hasilnya; mereka akan dihibur.


3.    Matius 5: 5

(5:5) Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.


Lemah lembut datangnya dari memikul kuk, seperti Yesus, adalah pribadi yang lemah lembut (Matius 11: 29).

Hasilnya; mereka akan memiliki bumi.


4.    Matius 5: 6

(5:6) Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.


Lapar dan haus akan kebenaran;

-      Lapar, berarti; butuh firman Tuhan, sebagai makanan rohani.

-      Haus, berarti; rindu Roh Kudus, sebagai air minuman.

Hasilnya; mereka akan dipuaskan.


5.    Matius 5: 7

(5:7) Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.


Murah hatinya, berarti; memiliki hati yang mudah menerima segala sesuatu, walaupun menyakitkan hati.

Hasilnya; mereka akan beroleh kemurahan.


6.    Matius 5: 8

(5:8) Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.


Suci hatinya, berarti; hati tidak ternodai, tidak tercemari oleh dosa = tidak menyimpan dosa di dalam hati = dosa tidak mendapat tempat di dalam hati.

Hasilnya; mereka akan melihat Allah.


7.    Matius 5: 9

(5:9) Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.


Orang yang membawa damai adalah orang yang bersuasanakan kerajaan sorga.

Hasilnya; mereka akan disebut anak-anak Allah.


8.    Matius 5: 10

(5:10) Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.


Orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran = aniaya firman = sengsara salib = menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

Hasilnya; merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.


9.    Matius 5: 11

(5:11) Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.


10.  Matius 5: 12

(5:12) Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."


Ucapan ilahi ini, semuanya dimulai dengan 'berbahagia'.

Artinya; ucapan ilahi / perkataan yang keluar dari mulut Allah, akan membawa kita kepada kebahagiaan demi kebahagiaan selama kita mau mendengar ucapan ilahi.

Kerugian besar jika tidak mau mendengar ucapan ilahi, sebaliknya suatu kebahagiaan jika kita mau mendengar dan melakukan ucapan ilahi, terus menerus.


Yakobus 1: 22-25

(1:22) Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

(1:23) Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.

(1:24) Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.
(1:25) Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.


Jika mendengar dan melakukan ucapan ilahi maka akan berbahagia.


Wahyu 1: 2-3

(1:2) Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya.

(1:3) Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.


Orang yang membaca, mendengar dan menuruti ucapan ilahi, pastilah berbahagia.

Berarti; kebahagian dimulai dari membaca, mendengar dan menuruti ucapan ilahi.

Membaca ucapan ilahi saja, akan berbahagia; mendengar ucapan ilahi, akan lebih berbahagia; dan jika sampai melakukan ucapan ilahi, akan lebih berbahagia lagi.
Tetapi jika mendengar dan menuruti ucapan yang lain, kebahagiaannya semu dan berakhir sengsara.


Ciri-ciri orang yang berbahagia:

Yesaya 55: 12-13

(55:12) Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai; gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan.

(55:13) Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad, dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi TUHAN, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap.


Ciri-ciri orang yang berbahagia :

a.     Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar.
Arti rohaninya adalah; kehidupan yang suka menyakiti sesama akan berubah menjadi kehidupan yang berarti.

-      Semak duri adalah kehidupan yang berduri, yaitu kehidupan yang suka menyakiti sesama. 

-      Pohon sanobar dapat digunakan untuk alat musik dan untuk membangun bahtera

b.    Sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad

Arti rohaninya adalah; kehidupan yang suka menyakiti sesama, akan berubah menjadi kehidupan yang berarti.

-      Kecubung = pohon yang berduri gambaran dari kehidupan yang berduri, yaitu kehidupan yang suka menyakiti sesama.

-      Pohon murad adalah kehidupan yang berarti.


Kesimpulannya.
Ciri orang yang berbahagia adalah kehidupan yang sudah berubah dan berarti di hadapan Tuhan, kemudian perubahannya tidak semu / perubahan yang abadi, sampai dibawa masuk ke dalam Kerjaan Sorga, sebagai tanda kemahsyuran Allah.

Kehidupan yang berbahagia terjadi kepada siapa??

Yesaya 55: 12

(55:12) Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai; gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan.


Kehidupan yang berbahagia akan terjadi pada setiap pribadi lepas pribadi, juga setiap orang yang berbeban berat, yang mengalami persoalan demi persoalan, asal saja mau membaca,mendengar dan menuruti Firman Tuhan.


Bunyi dari pada Maleakhi 1: 1, dibagi menjadi 2 bagian:


Bagian Kedua: FIRMAN TUHAN KEPADA ISREL LEWAT PERANTARA MALEAKHI
Artinya adalah; ucapan ilahi / perkataan yang keluar dari mulut Allah (Firman yang keluar dari mulut Allah), itu ditujukan kepada bangsa Israel.

Berarti, Firman Allah tidak ada artinya jikalau tidak ada Israel, sebaliknya Israel tidak ada artinya bila tidak ada ucapan ilahi = pengajaran mempelai dengan pola terang Tabernakel.

Tabernakel / rumah Tuhan tidak akan ada artinya jika tidak ada ucapan ilahi / hukum Tuhan / firman Tuhan.


Keluaran 25: 10-11,16

(25:10) "Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya.

(25:11) Haruslah engkau menyalutnya dengan emas murni; dari dalam dan dari luar engkau harus menyalutnya dan di atasnya harus kaubuat bingkai emas sekelilingnya.

(25:16) Dalam tabut itu haruslah kautaruh loh hukum, yang akan Kuberikan kepadamu.


Hukum Allah diletakkan di dalam tabut perjanjian, artinya; manusia adalah tempatnya firman Tuhan.

Jadi, kita ada, supaya kita menjadi tempatnya Firman. Firman Tuhan ada, karena kita ada; dan kita ada, karena Firman ada.

Hidup ini tidak ada artinya di mata Tuhan jika tidak hidup sesuai Firman.


TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

Pemberita firman:
Gembala Sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang