KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Sunday, March 13, 2011

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 12 MARET 2011


IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 12 MARET 2011

Tema:  DAUD DIAMBIL DARI ANTARA KANDANG-KANDANG KAMBING DOMBA
(Seri 07)

Diganggu roh jahat, bukan hanya kerasukan setan tetapi juga karena mencuri, dikuasai roh pencuri. Oleh sebab itu, dibutuhkan orang yang dapat memainkan kecapi untuk menghibur, menolong orang-orang yang diganngu roh jahat.

Syarat anak Tuhan yang dipakai untuk menolong orang-orang yang diganggu roh jahat (memainkan kecapi):
1 Samuel 16: 18-19
(16:18) Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: "Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia."
(16:19) Kemudian Saul mengirim suruhan kepada Isai dengan pesan: "Suruhlah kepadaku anakmu Daud, yang ada pada kambing domba itu."


Syarat untuk dapat memainkan kecapi adalah berada di antara kambing domba.
Berada di antara kambing domba , artinya adalah kehidupan pemuda remaja yang tergembala dengan baik. Inilah syarat utama untuk dapat memainkan kecapi dan memang pribadi Daud adalah seorang pribadi yang tergembala.

SEBAGAI BUKTI
;
1 Samuel 17: 12-15
(17:12) Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai. Isai mempunyai delapan anak laki-laki. Pada zaman Saul orang itu telah tua dan lanjut usianya.
(17:13) Ketiga anak Isai yang besar-besar telah pergi berperang mengikuti Saul; nama ketiga anaknya yang pergi berperang itu ialah Eliab, anak sulung, anak yang kedua ialah Abinadab, dan anak yang ketiga adalah Syama.
(17:14) Daudlah yang bungsu. Jadi ketiga anak yang besar-besar itu pergi mengikuti Saul.
(17:15) Tetapi Daud selalu pulang dari pada Saul untuk menggembalakan domba ayahnya di Betlehem.


Inilah bukti bahwa Daud adalah pribadi pemuda remaja yang tergembala.
Ketiga kakaknya selalu mengikuti Saul tetapi Daud kembali mengembalakan kambing domba, artinya adalah sepadat apapun aktivitas, kegiatan kita, haruslah tetap kembali berada dalam kandang penggembalaan. Janganlah menggantikan ibadah dengan kesibukan pekerjaan maupun sekolah dan kuliah.

1 Samuel 16: 11
(16:11) Lalu Samuel berkata kepada Isai: "Inikah anakmu semuanya?" Jawabnya: "Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba." Kata Samuel kepada Isai: "Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari."

Sebelum diurapi menjadi raja atas Israel, Daud pun berada di antara kambing domba, menggembalakan kambing domba.
Biarlah kita tetap tergembala dengan baik.

Suasana dalam kandang penggembalaan:
-      Mazmur 23: 1
(23:1) Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Tuhan adalah gembala, dan kita adalah dombanya.
Ini adalah suasana dalam kandang penggembalaan yaitu tidak kekurangan aku. Tidak kekurangan baik dalam hal jasmani maupun hal rohani. Tidak kekurangan dalam hal jasmani artinya adalah selalu dicukupkan oleh Tuhan,sedangkan tidak kekurangan dalam hal rohani artinya adalah tidak ada lagi dosa dan kelemahan dan kekurangan dan pelanggaran yang nyata di hadapan Tuhan.

-      Mazmur 23: 2a
(23:2) Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Suasana dalam kandang penggembalaan adalah dibaringkan di padang rumput yang hijau.
Rumput adalah makanan domba-domba. Berarti, jika domba-domba tergembala artinya adalah diberi makan.
Makanan rohani kita adalah menikmati Firman Tuhan, sampai hidup benar di hadapan Tuhan.
Hidup benar adalah perkataan benar, sikap tingkah laku perbuatan benar, cara bersikap benar, segala sesuatu benar, di rumah benar, di sekolah benar, di kampus benar, di tempat kerja benar, di mana saja harus benar, terutama ibadah pelayanan haruslah benar, jangan salah-salah.

Ciri-ciri orang yang benar(yang menikmati Firman Tuhan) adalah berbaring (samadengan tidur), yang berarti tidak sibuk dengan segala urusan , kegiatan, aktivitas yang ada di dunia ini , apapun itu.
Jika hidup benar sesuai Firman , pasti tidak akan sibuk dan tidak memusingkan hal-hal yang lahiriah.

-      Mazmur 23: 2b
(23:2) Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Suasana dalam kandang penggembalaan adalah dibimbing atau dipimpin ke air yang tenang.
Dipimpin ke air yang tenang samadengan minum air, artinya adalah diurapi Roh Kudus. Jika memberi diri untuk diurapi Roh Kudus, maka daging tidaklah lagi bersuara, tidak hidup dalam hawa nafsu keinginan daging dan cirinya adalah tenang, pembawaannya tenang.

Setelah makan, itulah menikmati Firman Tuhan, haruslah minum, itulah memberi diri dipimpin Roh Kudus. Jika makan tetapi tidak minum, maka akan cekukan. Cekukan adalah suka menuduh dan menghakimi.
Cekukan berarti tidak tenang, oleh sebab itu haruslah minum agar tenang.

Wujud atau tampilan pribadi kita:
·       Mazmur 23: 3
(23:3) Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Inilah wiujud nyata dalam hidup kita adalah jiwa kita disegarkan(jiwa segar).

·       Mazmur 57: 9-10
(57:9) Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar!
(57:10) Aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan, aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa;


Inilah orang yang jiwanya disegarkan. Jiwa segar samadengan jiwa bangun , selalu bernyanyi , bermazmur memuji memuliakan Tuhan.
Jikalau jiwa tidak segar pasti selalu malas memuji Tuhan dan wajahnya pun tidak memancarkan sukacita.

·      Selalu dituntun ke jalan yang benar, karena nama Yesus telah dituliskan dan melekat di dahi sebagai gembala agung, bukan karena yang lain-lain.
Kita memuji Tuhan dan mau dipimpin Firman Tuhan , bukanlah karena yang lain tetapi karena nama Tuhan melekat di dahi kita.

Ciri-ciri yang memakai kecapi
.
1 Samuel 16: 18
(16:18) Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: "Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia."

Inilah lima ciri yang memakai kecapi:
1. seorang pahlawan yang gagah perkasa
2. seorang prajurit
3. pandai bicara
4. elok perawakannya
5. TUHAN menyertai dia

Keterangan:
DAUD SEORANG PAHLAWAN YANG GAGAH PERKASA

1 Samuel 17: 48-51
(17:48) Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu;
(17:49) lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah.
(17:50) Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.
(17:51) Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia. Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu. Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka.


Daud mengalahkan Goliat, pahlawan dari orang Filistin.

1 Samuel 17: 3-4
(17:3) Orang Filistin berdiri di bukit sebelah sini dan orang Israel berdiri di bukit sebelah sana, dan lembah ada di antara mereka.
(17:4) Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal.


Inilah tinggi Goliat.
Jadi Daud mengalahkan Goliat, pahlawan Filistin yang tingginya kurang lebih tiga meter(enam hasta), dan ini menunjukkan bahwa Daud adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa.

APA YANG MEMBUAT DAUD MENJADI SEORANG YANG GAGAH PERKASA?

1 Samuel 17: 45-46
(17:45) Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.
(17:46) Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah,


Yang membuat Daud menjadi seorang yang gagah perkasa adalah karena kerendahan hati.
Kegagahan bukanlah berasal dari manusia tetapi dari Tuhan.
Orang-orang yang lemah memperoleh kekuatan dari Tuhan asalkan mau merendahkan hati supaya menjadi barisan Tuhan
Perkuatlah barisan Tuhan dengan kerendahan hati dan mengandalkan nama Tuhan.

Goliat menunjuk kepada musuh dalam selimut yaitu daging. Itu berarti, musuh kita yang terbesar adalah daging.
Jika tidak berhati-hati dengan daging, kita akan celaka karena daging. Oleh sebab itu, daging jangan disayang-sayang, janganlah meninabobokan daging karena tidak ada yang dapat kita harapakan dari daging selain menimbulakan dosa dan dosa ,yang memiliki banyak keinginan.
Menuruti segala keinginan daging
= anjing.

1 Samuel 17: 43
(17:43) Orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?" Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud.

Seperti apa yang dikatakan orang Filistin sendiri, mereka memanglah anjing, oleh sebab itu Daud membawa tongkat.

Jikalau menuruti segala keinginan daging, pasti mengulang kesalahan yang lalu terus menerus, itulah anjing.

2 Petrus 2: 22
(2:22) Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

Inilah anjing, yang kembali ke muntahannya.
Kembali ke muntahan samadengan kembali mengulangi kesalahan yang lama terus menerus.

Ciri-ciri anjing:
-      1 Samuel 17: 43
(17:43) Orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?" Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud.

Cirinya adalah tidak mau tergembala.
Tongkat menunjuk kepada penggembalaan. Seorang gembala selalu membawa tongkat.
Seekor anjing tidaklah mau tergembala , walaupun sudah masuk ke dalam kandangnya tetap saja menggonggong (menggonggong samadengan tidak mau tergembala, tidak langsung menyerah).
Itulah anjing, kelihatannya tergembala tetapi tetap menggonggong.

Lain halnya dengan domba. Domba haruslah tersembelih dan tidak bersuara, tidak lagi mengikuti keinginan dagingnya, mau tergembala.

Yang dapat mengalahkan musuh dalam selimut, yaitu daging, hanyalah mereka yang merendahkan diri , yang cakap memegang kecapi, hanya orang yang gagah perkasa.
Biarlah kita menjadi pahlawan yang gagah perkasa di hadapan Tuhan.

-      1 Samuel 17: 26
(17:26) Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya: "Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?"

Ciri yang kedua adalah tidak bersunat.

Roma 2: 29
(2:29) Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.

Sunat ialah sunat dalam hati, itulah sunat rohani.

Lebih terperinci lagi mengenai sunat rohani ...
Kolose 2: 11
(2:11) Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,

Inilah sunat rohani yang terdiri dari penanggalan tubuh atas dosa, dosa di bagian mata, mulut, tangan, kaki , dan sebagainya. Semua itu tersembunyi di dalam hati, oleh sebab itu, hati haruslah disunat.

Praktek sunat hati
.
Kolose 2: 12-13
(2:12) karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.
(2:13) Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita,


Inilah prakteknya yaitu masuk dalam baptisan Kristus, itulah baptisan air, yaitu satu dalam kematian dan kebangkitan Kristus.
Kuasa kematian Kristus adalah mengubur hidup lama dan kuasa kebangkitan Kristus adalah hidup dalam hidup baru samadengan hidup dibaharui terus menerus sampai kedatangan Kristus yang kedua.


TUHAN YESUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang