KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, March 9, 2011

MENGINGAT HARI PENGUBURAN YESUS LEWAT PERSEMBAHAN YANG BERBAU HARUM

IBADAH DOA PENYEMBAHAN (8 MARET 2011)

Yohanes 12: 1-8
(12:1) Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.
(12:2) Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
(12:3) Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
(12:4) Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
(12:5) "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
(12:6) Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

(12:7) Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
(12:8) Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."


Apa yang dilakukan Maria adalah untuk mengingat hari penguburan Yesus oleh karena kematian-Nya.
Biarlah juga kita membawa kematian Yesus dalam hidup kita ini, melakukan segala sesuatu pekerjaan dalam ibadah pelayanan untuk mengingat hari kematian Yesus atau untuk membawa kematian Yesus dalam hidup ini.

Terkadang ,kita melakukan aktivitas tetapi bukan untuk membawa kematian Yesus , sebab itu lewat peristiwa ini , kita semakin mengerti apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup ini.

2 Korintus 4: 10
(4:10) Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.

Ini pernyataan Rasul Paulus dalam ibadah pelayanannya , apa yang dia kerjakan senantiasa membawa kematian Yesus dalam hidupnya , dengan demikian, kehidupan Yesus menjadi nyata dalam kehidupan kita pribadi lepas pribadi.

Jadi, setiap mempersembahkan persembahan kepada Tuhan, biarlah dengan tujuan untuk membawa kematian Yesus dalam hidup kita
, dan kitapun patut bersyukur karena kehidupan kita ini adalah kehidupan yang rapuh , mudah rapuh atau pecah, bagaikan bejana tanah liat.

2 Korintus 4: 7
(4:7) Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.

Kita patut bersyukur bila kehidupan Yesus nyata dalam kehidupan kita, karena kehidupan kita bagaikan bejana tanah liat yang rapuh dan mudah hancur.
Bejana tanah liat menunjuk kepada kehidupan yang lemah.

Kita harus bersyukur jika menjadi satu dalam kematian dan kebangkitan Yesus sebab kita adalah kehidupan yang lemah. Tetapi , jika kita sudah satu dalam kematian dan kebangkitan Yesus dan menjadi harta bagi kita, maka kita akan memperoleh kekuatan dari Allah.


Sebagai bukti ...
2 Korintus 4: 8-9
(4:8) Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
(4:9) kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.


Inilah kekuatan yang melimpah dari Allah, yaitu:
1. ditindas namun tudak terjepit
2. habis akal namun tidak putus asa
3. dianiaya namun tidak ditinggalkan sendirian

Dalam pergumulan, Tuhan tetap bersama dengan kita sehingga kita tidak sendirian.
4. dihempaskan namun tidak binasa

Tidak ada harta lain yang kita miliki yang melebihi selain kematian Yesus dalam hidup kita, bagi orang yang lemah seperti bejana tanah liat.

Yohanes 12: 3
(12:3) Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

Apa yang dipersembahkan oleh Maria itu murni.
Arti murni adalah:
a. Tidak ada motivasi lain selain menyenangkan hati Tuhan
Biarlah kita dalam ibadah pelayanan ini, murni, tidak ada motivasi lain. Ini adalah persembahan yang menyenangkan hati Tuhan,
Jika ada motivasi lain, itu tidaklah murni, air mata yang dikeluarkan pun tidak murni dan tidak menyenangkan hati Tuhan.
Jika air mata yang dikeluarkan murni, itu akan menyenangkan hati Tuhan.
Biarlah di hari-hari terakhir ini, kita semakin murni di hadapan Tuhan , tanpa motivasi lain , itu sangat menyenangkan hati Tuhan.


b. Ada kebenaran tanpa ragi
1 Korintus 5: 8
(5:8) Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

Kemurnian itu adalah kebenaran
Saat kita beribadah itu adalah suasana pesta , berarti makan dan minum.
Menikmati dan mendengar Firman, itu adalah makanan rohani kita dan saat memberi diri dipimpin Roh Kudus adalah minuman rohani kita.
Ragi adalah kebusukan dan kejahatan.

Kita harus murni di hadapan Tuhan dalam segala sesuatu, bukan hanya saat beribadah pada Tuhan , supaya apa yang kita persembahkan berkenan di hadapan Tuhan.

Contoh ragi : keburukan dan kejahatan seperti yang ada pada diri Yudas Iskariot,

Yohanes 12: 5-6
(12:5) "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
(12:6) Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.


Ragi kebusukan yang ada pada diri Yudas Iskariot adalah seorang pencuri.
Mencuri milik Tuhan yaitu tidak mengembalikan sepersepuluh , tidak memberikan persembahan khusus, dan mengambil milik orang lain.
Itu adalah ragi kebusukan dan kejahatan dalam kehidupan Yudas Iskariot.
Itu sebabnya, biarlah kehidupan kita murni. Bila murni, pasti hidup benar tanpa ragi , tanpa kejahatan dan kebusukan.


Semuanya itu dibawa oleh Maria di kaki Yesus , dipersembahkan di kaki Yesus.
Biarlah kita bawa hidup kita di bawah kaki Tuhan.

Keluaran 30: 34-35
(30:34) Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ambillah wangi-wangian, yakni getah damar, kulit lokan dan getah rasamala, wangi-wangian itu serta kemenyan yang tulen, masing-masing sama banyaknya.
(30:35) Semuanya ini haruslah kaubuat menjadi ukupan, suatu campuran rempah-rempah, seperti buatan seorang tukang campur rempah-rempah, digarami, murni, kudus.


Persembahan ukupan wangi-wangian haruslah murni supaya menjadi persembahan yang berbau harum di hadapan Tuhan.

Roma 12: 1
(12:1) Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Seperti Maria mempersembahkan persembahan disertai kemurnian, kita pun harus mempersembahkan segala sesuatu dengan kemjurnian di hadapan Tuhan agar menjadi persembahan yang berkenan dan berbau harum di hadapan Tuhan.


TUHAN YESUS MEMBERKATI