KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Saturday, March 5, 2011

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 04 MARET 2011

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 04 MARET 2011


Maleakhi 1: 2A
(1:2) "Aku mengasihi kamu," firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?" "Bukankah Esau itu kakak Yakub?" demikianlah firman TUHAN. "Namun Aku mengasihi Yakub,

Allah berfirman, 'Aku mengasihi kamu', berarti; Allah mengasihi Yakub, umat Israel = Tuhan mengasihi Israel.

Pernyataan Tuhan Aku mengasihi kamubisa Tuhan buktikan, pada...
Yohanes 3: 16
(3:16) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Inilah kasih Allah; kasih Allah atas dunia dengan mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya dunia ini tidak binasa melainkan beroleh keselamatan.

Lebih terperinci lagi dalam ...
1 Yohanes 4: 9-10
(4:9) Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
(4:10) Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal supaya kita hidup oleh Nya, hidup yang kekal.
Kasih Allah artinya adalah; mengutus Anak-Nya yang tunggal sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita kepada Allah.
Jadi bukan kita yang mengasihi Allah, tetapi Allah yang mengasihi kita dengan mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal untuk memperdamaikan dosa kita di atas kayu salib.

Maleakhi 1: 2A
(1:2) "Aku mengasihi kamu," firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?" "Bukankah Esau itu kakak Yakub?" demikianlah firman TUHAN. "Namun Aku mengasihi Yakub,

Sekalipun Allah telah mengasihi manusia, tetapi Israel tidak percaya dengan kasih Allah = berada dalam keragu-raguan.
Alasannya adalah karena Israel baru saja kembali dari pembuangan (Pembuangan adalah jauh dari Tuhan).
Kalau semakin jauh dari Tuhan, maka akan semakin ragu, semakin tidak percaya kepada Tuhan.
Oleh sebab itu, jangan jauh dari Tuhan, jangan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah, tekunlah dalam 3 macam ibadah (Ibadah Pendalaman Alkitab, Ibadah Raya Minggu, Ibadah Doa Penyembahan).
Tetapi, oleh karena Salib Kristus, kita yang jauh bisa manjadi dekat.

Sekalipun bangsa Israel berada dalam keragu-raguan, Tuhan tetap meyakinkan umat Israel ...
Yesaya 49: 14-15
(49:14) Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
(49:15) Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

Sesuai dengan janji firman Tuhan; Aku tidak akan melupakan engkau.
Tuhan tidak akan melupakan kita = Tuhan mengasihi kita.
Berarti, Tuhan tidak akan melupakan saya dan saudara, Tuhan akan selalu mengasihi kita. Oleh sebab itu, kita tidak perlu dengan kasih Allah, seperti bangsa Israel yang tidak percaya dengan kasih Allah.
Saudara perlu mengetahui; jika kita mengalami masalah, itu bukan karena Tuhan tidak mengasihi kita, tetapi karena kitalah yang bermasalah.

Maleakhi 1: 2
(1:2) "Aku mengasihi kamu," firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?" "Bukankah Esau itu kakak Yakub?" demikianlah firman TUHAN. "Namun Aku mengasihi Yakub,

Akibat tidak percaya atau ragu bahwa Tuhan mengasihi (tidak percaya atas kasih Allah).
AKIBAT PERTAMA.

1 Yohanes 4: 7-8
(4:7) Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.
(4:8) Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Firman Tuhan berkata supaya kita saling mengasihi; mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama, tetapi jika tidak percaya kepada kasih Allah, akibatnya adalah; tidak lahir dari Allah dan tidak mengenal Allah = tidak dapat mengasihi sesama, sebab kasih itu berasal dari Allah.

Praktek tidak mengasihi sesama:
1 Yohanes 3: 16-17
(3:16) Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.
(3:17) Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?

Praktek tidak mengasihi sesama adalah menutup pintu hati terhadap sesama.
Jika pintu tertutup, maka tidak ada yang bisa masuk dan tidak ada yang bisa keluar.
Berarti, jika pintu hati tertutup;
-      dari dalam tidak dapat memberi (keluar).
Artinya; tidak mau diampuni.
-      dari luar tidak dapat menerima (masuk).
Artinya; tidak bisa menerima, memaafkan dan mengampuni kesalahan orang lain dan

Kesimpulannya.
Jika pintu hati tertutup, berarti; tidak mau berkorban terhadap sesame.

Akibat tidak percaya atau ragu bahwa Tuhan mengasihi (tidak percaya atas kasih Allah).
AKIBAT KEDUA.

1 Yohanes 4: 9-10
(4:9) Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
(4:10) Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Akibat tidak percaya atas kasih Allah adalah; hidup di dalam dosa dan tidak mau berdamai dengan Allah dan sesama.
Orang yang seperti ini = mengeraskan hati.

Ciri-ciri keras hati:
Matius 13: 5, 20-21
(13:5) Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
(13:20) Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.
(13:21) Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.

Hati yang keras, sama seperti tanah yang berbatu-batu; tidak banyak tanahnya (tanahnya tipis).
Tanah yang berbatu-batu (tanahnya tipis) adalah orang yang mendengar firman Tuhan itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi saat ada penindasan / ujian sedikit saja, ia tidak bisa tahan lama (kembali lagi berbuat kesalahan) karena Firman tidak berakar di hati.


Akibat tidak percaya atau ragu bahwa Tuhan mengasihi (tidak percaya atas kasih Allah).
AKIBAT KETIGA.

1 Yohanes 4: 17-18
(4:17) Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.
(4:18) Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Akibat tidak percaya atas kasih Allah adalah; hidup di dalam ketakutan (takut = tidak memiliki sikap pemberani).
Jika hidup dalam ketakutan terus menerus, maka kasih Allah akan hilang, lenyap.

Maleakhi 1: 2
(1:2) "Aku mengasihi kamu," firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?" "Bukankah Esau itu kakak Yakub?" demikianlah firman TUHAN. "Namun Aku mengasihi Yakub,

Pernyataan Allah kepada Israel diawali dengan "Aku mengasihi kamu" ,juga diakhiri dengan "Aku mengasihi kamu" , artinya adalah; dari awal sampai akhir Tuhan tetap mengasihi kita, Dialah alfa dan omega, yang tetap mengasihi kita.

Wahyu 1: 17-18
(1:17) Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
(1:18) dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Yesus Tuhan, Dialah alfa dan omega yang tetap mengasihi, Yang Awal dan Yang Akhir tetap mengasihi, tidak berubah, sehingga kita tidak perlu hidup dalam ketakutan, seperti Rasul Yohanes yang diyakinkan di pulau Patmos supaya tidak hidup dalam ketakutan.

Wujud kasih alfa dan omega:
WUJUD PERTAMA

Yesaya 49: 14-16
(49:14) Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
(49:15) Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
(49:16) Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

Inilah wujud kasih Allah, yaitu; Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku = dilukiskan pada telapak tangan Tuhan.
Artinya adalah; gambaran dan masa depan kita sudah ada di kedua telapak tangan Tuhan, teristimewa kepada mereka yang tidak percaya atas kasih Allah.

Sebagai contoh: imannya Tomas, yaitu melihat dulu, baru percaya.
Berarti, jika tidak melihat, tidak percaya.

Yohanes 20: 24-25
(20:24) Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.
(20:25) Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."

Inilah gambaran kehidupan anak Tuhan yang tidak percaya kasih Allah.
Luka di kedua telapak tangan dan luka di lambung Yesus  -> korban Kristus = kasih Kristus kepada dunia.

Bukti bahwa Tuhan tetap menyatakan kasih Nya pada kehidupan yang tidak percaya.
Yohanes 20: 26-28
(20:26) Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
(20:27) Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
(20:28) Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"

Tuhan menunjukkan kedua tangan yang terpaku kepada Tomas. Percaya kepada kedua telapak tangan yang terpaku, itulah kasih Allah.
"Lihatlah tanganku", berarti; masa depan kita sudah dilukiskan di kedua telapak tangan-Nya.

Hasil kasih Allah.
Yohanes 20: 26
(20:26) Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"

Hasilnya adalah ada damai sejahtera.
Jika mau tinggal dalam kasih Allah, akan membawa damai sejahtera (ada damai sejahtera).

Ciri-ciri kasih Allah: membawa damai sejahtera sampai menembusi pintu-pintu yang tertutup.
Artinya adalah; jika hidup dalam kasih Allah, maka akan membawa damai sejahtera dan menembusi hati yang tidak mau saling memaafkan / mengampuni.

Wujud kasih alfa dan omega:
WUJUD KEDUA

Yesaya 49: 16C
(49:16) Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

Bukti kasih Allah yang kedua adalah tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku = menjadi biji mata Tuhan.

Mazmur 17: 8
(17:8) Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

Dijadikan biji mata Tuhan, berarti; dipelihara, seperti berada di bawah naungan sayap Allah.

Ulangan 32: 10-12
(32:10) Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.
(32:11) Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya,
(32:12) demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.

Inilah naungan sayap Allah, yaitu; seperti rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anaknya, mengembangkan sayapnya, lalu didukung di atas sayapnya.
Artinya adalah; biji mata Tuhan tidak akan dibiarkan jatuh tergeletak, melainkan dijaga dan dipelihara.

Ciri-ciri biji mata Tuhan: digoncangbangkitkan.
Artinya adalah; mati bangkit bersama dengan Kristus = satu dalam kematian dan kebangkitan Kristus.
-      Kuasa kematian Kristus; mengubur hidup yang lama.
-      Kuasa kebangkitan Kristus; hidup dalam hidup yang baru.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman;
Gembala Sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang