KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Saturday, March 26, 2011

IBADAH PENDALAMAN ALKITAB (25 MARET 2011)

"silahkan mengikuti Ibadah Pendalaman Alkitab dari kitab MALEAKHI dari pasal 1 - pasal 4(ayat demi ayat)"

Maleakhi 1: 2
(1:2) "Aku mengasihi kamu," firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?" "Bukankah Esau itu kakak Yakub?" demikianlah firman TUHAN. "Namun Aku mengasihi Yakub,

Tuhan mengasihi Israel namun Israel ragu (kurang percaya) terhadap kasih Tuhan karena mereka baru kembali dari pembuangan namun Tuhan tetap meyakinkan Israel, dengan mengasihi Yakub.
Jadi, Tuhan mengasihi Yakub = Tuhan mengasihi Israel.

Jikalau Tuhan mengasihi Yakub, tentu Tuhan memiliki alasannya , yaitu:
Kejadian 25: 25-27
(25:25) Keluarlah yang pertama, warnanya merah, seluruh tubuhnya seperti jubah berbulu; sebab itu ia dinamai Esau.
(25:26) Sesudah itu keluarlah adiknya; tangannya memegang tumit Esau, sebab itu ia dinamai Yakub. Ishak berumur enam puluh tahun pada waktu mereka lahir.
(25:27) Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.


Sifat Esau adalah berburu ,kesukaannya tinggal di padang sedangkan Yakub adalah seorang yang tenang dan suka tinggal di kemah.
Berarti alasan Tuhan mengasihi Yakub adalah karena sifat dan kesukaan Yakub, yaitu seorang yang tenang dan suka tinggal di kemah.

Keterangan:
YAKUB SUKA TINGGAL DI KEMAH
Kemah adalah bait Allah = rumah Tuhan (Tabernakel) = eklesia = tubuh Kristus

1 Korintus 3: 16
(3:16) Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

Jika tinggal di kemah berarti menjadi rumah Tuhan.
Rumah Tuhan adalah tempat Roh Allah berdiam, tempat Firman Allah berdiam, dan tempat kasih Allah berdiam.

1 Korintus 3: 17
(3:17) Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.

Binasa = mati (maut)
Bait Allah tidak boleh dibinasakan sebab Bait Allah itu kudus.

Roma 6: 23
(6:23) Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Jangan dibinasakan = jangan dijadikan dosa.
Jika Bait Allah jangan dibinasakan berarti Bait Allah jangan dijadikan dosa apalagi dosa secara sengaja dan dinikmati karena rumah Tuhan itu kudus.
Rumah Tuhan itu adalah kita, anak-anak Tuhan.

Pesan untuk Bait Allah jangan dibinasakan haruslah betul-betul diperhatikan supaya tidak dibinasakan , kematian yang kedua.

Penyebab rumah Tuhan dijadikan dosa:
Yohanes 2: 13-16
(2:13) Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.
(2:14) Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.
(2:15) Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.
(2:16) Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan."


Penyebab rumah Tuhan dijadikan dosa adalah rumah Tuhan menjadi tempat berjualan.
Tempat berjualan yaitu pasar. Berarti rumah Tuhan menjadi bau seperti pasar, artinya adalah jika rumah Tuhan dijadikan dosa maka itu sangat bau di hadapan Tuhan.

Tiga hal penyebab rumah Tuhan dijadikan dosa:
I.
Yohanes 2: 14
(2:14) Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.
Penyebabnya adalah
a.menjual lembu sapi
b.menjual kambing domba
c.menjual merpati


tiga jenis binatang ini dalam Perjanjian Lama digunakan sebagai korban persembahan untuk Allah, tetapi dalam Perjanjian Baru yang menjadi korban persembahan adalah Yesus di kayu salib.
Berarti , menjual lembu sapi, kambing domba dan merpati = menjual korban Kristus.

Sebenarnya korban itu adalah untuk menebus dosa kita tetapi jika korban Kristus dijual mau bagaimana lagi dosa ini ditebus.

Sebagai contoh:
1.
ESAU menjual hak kesulungan (dalam Perjanjian Lama)
Kejadian 25: 30-34
(25:30) Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.
(25:31) Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu."
(25:32) Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?"
(25:33) Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.
(25:34) Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.


Esau menjual hak kesulungan kepada Yakub adiknya.
Menjual hak kesulungan = memandang ringan hak kesulungan. Jika hak kesulungan dijunjung tinggi pastilah hak kesulungan tidak akan dijual.

Keluaran 4:22-23
(4:22) Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;
(4:23) sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung."


Setelah terjadi transaksi di rumah Tuhan yaitu Esau menjual hak kesulungan kepada Yakub adiknya sehingga Yakub menjadi anak sulung di hadapan Tuhan.
Hak kesulungan yang Tuhan percayakan kepada kita adalah ibadah pelayanan.
Jangan sampai ibadah pelayanan dianggap enteng(ringan) sebab ibadah pelayanan sebanding dengan darah Kristus.

Keluaran 12: 21-23

(12:21) Lalu Musa memanggil semua tua-tua Israel serta berkata kepada mereka: "Pergilah, ambillah kambing domba untuk kaummu dan sembelihlah anak domba Paskah.
(12:22) Kemudian kamu harus mengambil seikat hisop dan mencelupkannya dalam darah yang ada dalam sebuah pasu, dan darah itu kamu harus sapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu; seorang pun dari kamu tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi.
(12:23) Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi.


Ibadah pelayanan seharga dengan darah Kristus (korban Kristus).
Itu sebabnya bila Israel tidak boleh bebas dari Mesir , maka anak sulung dari orang Mesir mengalami kematian.

Sekecil apapun ibadah pelayanan haruslah dijunjung tinggi dan jangan disepelekan.


2.
YUDAS menjual hak kesulungan (dalam Perjanjian Baru)
Matius 26: 14
(26:14) Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
(26:15) Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.
(26:16) Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.


Yudas Iskariot salah satu dari 12 murid Yesus menjual Yesus kepada Imam-Imam kepala seharga 30 keping uang perak, ini = menjual korban Kristus.

Ciri-ciri orang yang menjual korban Kristus:
Yohanes 12: 3-5
(12:3) Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
(12:4)Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
(12:5) "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"


Yudas Iskariot menegor Yesus = mempersalahkan Yesus untuk membenarkan diri sendiri dan sifat tabiatnya.
Orang yang menjual korban Kristus akan menyalahkan sesama dan menyalahkan Tuhan untuk membenarkan diri sendiri dan sifat tabiatnya.

Sifat tabiat Yudas Iskariot:
Yohanes 12: 6
(12:6) Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

Sifat tabiat dari pada Yudas adalah suka mencuri uang milik Tuhan yaitu sepersepuluh dan juga merampas hak orang lain yaitu uang kas yang dipegangnya.

Mencuri milik Tuhan = cinta akan uang.
Jika cinta uang maka akan pintar sekali menyalahkan Tuhan , mengajari Tuhan.


II.
Yohanes 2: 14
(2:14) Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.

Penyebabnya adalah Tempat duduk berada di dalam Bait Suci.

Tempat duduk = tahta = kedudukan ataupun jabatan = kebenaran diri sendiri.

Ciri-ciri yang menonjol adalah egosentris atau keakuan = suka bermegah di hadapan Tuhan = tidak menyadari diri di hadapan Tuhan , mulai dari kalangan kecil sampai besar, tua muda, laki-laki perempuan.

sebagai contoh:

Yesaya 10: 15
(10:15) Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya, atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? seolah-olah gada menggerakkan orang yang mengangkatnya, dan seolah-olah tongkat mengangkat orangnya yang bukan kayu!

Kehidupan yang tidak menyadari diri, suka bermegah di hadapan Tuhan karena kedudukan, tahta dalam diri sendiri, seperti empat hal:
1.
KAPAK memegahkan diri terhadap orang yang memakainya
Setajam apapun kapak tidak akan bisa memotong kayu.

2.
GERGAJI membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya
Sebanyak apapun gerugi pada gergaji , tidak ada artinya jika tidak digunakan oleh yang empunya.

3.
GADA menggerakkan orang yang mengangkatnya
Gada tidak mungkin bisa bergerak jikalau tidak diangkat oleh orang yang mengangkatnya.

4.
TONGKAT mengangkat orangnya yang bukan kayu
Seolah-olah bisa mengangkat orang yang memegang tongkat itu.

Janganlah kita bermegah diri di hadapan Tuhan karena kita bukanlah apa-apa tanpa kemurahan Tuhan.

Kita ini adalah milik Tuhan penguasa alam semesta tetapi mengapa kita menyombongkan diri seperti kapak, gergaji, gada dan tongkat.

Akibat tidak menyadari diri:
Yesaya 10: 16
(10:16) Sebab itu Tuhan, TUHAN semesta alam, akan membuat orang-orangnya yang tegap menjadi kurus kering, dan segala kekayaannya akan dibakar habis, dengan api yang menyala-nyala.

Akibatnya adalah orang yang tegap menjadi kurus kering.
Artinya adalah orang yang merasa diri hebat dan kuat menjadi lesu tidak berdaya samapi tidak menghasilkan buah seperti kayu yang kering.

Yohanes 15: 5-6

(15:5) Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
(15:6) Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.


Jika ranting tidak melekat pada pokok anggur akan menjadi kering dan tidak menghasilkan buah.
Dibakar ke dalam api artinya adalah masuk ke dalam lautan api neraka = binasa.

Inilah akibat jika tidak menyadari diri yaitu yang tegap menjadi kurus kering samapai nantinya binasa , masuk ke dalam api neraka.


III.
Yohanes 2: 15
(2:15) Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.

Penyebabnya adalah meja-meja penukar uang berada di rumah Tuhan.

Meja -> hati.
Berarti jikalau meja-meja penukar uang berada di rumah Tuhan , artinya adalah hati dijadikan tempatnya uang.

lihat pola tabernakel:
di dalam ruangan suci terdapat meja yang di atasnya terdapat 2 tumpuk roti ,masing-masing terdiri dari 6 ketul roti, artinya ialah hati adalah tempatnya Firman Allah, mulai dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru(Kejadian sampai Wahyu).

Seharusnya hati menjadi tempatnya Firman, berakar dan berbuah, tetapi justru hati menjadi tempatnya uang.
Hati menjadi tempat uang = cinta akan uang.

1 Timotius 6: 10
(6:10) Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Jika benih Firman ditanam dalam hati, pastilah Firman akan berakar dalam hati , akan tetapi jika cinta akan uang berarti kejahatan berakan di dalam hati.

Akibat cinta uang:
a.
1 Timotius 6: 10
(6:10) Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

akibatnya adalah menyimpang dari iman = menyimpang dari kebenaran = kebenaran tidak ada dalam dirinya (tidak hidup sesuai Firman).

b.
Yesaya 29: 13
(29:13) Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,

akibatnya adalah mulut memuji Tuhan, memuliakan Tuhan tetapi hati jauh dari Tuhan = ibadah lahiriah = ibadah liturgi(perintah manusia yang dihafalkan).
Tangan mulut memuji Tuhan tetapi hantinya jauh dari Tuhan.

Demikianlah tiga hal ini terjadi dalam rumah Tuhan sehingga rumah Tuhan dijadikan dosa.

Yohanes 2: 16
(2:16) Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan."

Jika rumah Tuhan sudah dijadikan dosa oleh tiga hal tadi, maka kehidupan anak Tuhan yang disebut rumah Tuhan dikuasai roh jual beli.

Wahyu 13: 16-18
(13:16) Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
(13:17) dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
(13:18) Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.


Jikalau sudah dikuasai roh jual beli , maka di dahi dan tangan kanan ada tanda sebagai cap memterai dari antikris , yaitu 666.


Jalan keluarnya :
Kejadian 25: 27
(25:27) Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.

Biarlah kita selalu tinggal di kemah seperti Yakub.
Tinggal di kemah = selalu melayani Tuhan seperti burung pipit dan burung layang-layang.

Mazmur 84: 2-8
(84:2) Betapa disenangi tempat kediaman-Mu, ya TUHAN semesta alam!
(84:3) Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
(84:4) Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!
(84:5) Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. S e l a
(84:6) Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!

(84:7) Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.
(84:8) Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.

Di dalam rumah Tuhan ada 3 hal yang terjadi:
1.hati dan daging bersorak=sorai kepada Allah = memuji menyembah Tuhan.
2.berbahagia , mengalami kebahagiaan sukacita sorga.
3.lembah baka menjadi tempat yang bermata air = kematian berubah menjadi kehidupan.



TUHAN YESUS MEMBERKATI