KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, March 23, 2011

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 22 MARET 2011


IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 22 MARET 2011

Daniel 6: 7-10
(6:7) Kemudian bergegas-gegaslah para pejabat tinggi dan wakil raja itu menghadap raja serta berkata kepadanya: "Ya raja Darius, kekallah hidup tuanku!
(6:8) Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa.
(6:9) Oleh sebab itu, ya raja, keluarkanlah larangan itu dan buatlah suatu surat perintah yang tidak dapat diubah, menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali."
(6:10) Sebab itu raja Darius membuat surat perintah dengan larangan itu.

Pada jaman raja Darius , raja Media dan Persia, pada saat itu Daniel adalah salah satu orang yang dibuang dari suku Yehuda. Kemudian oleh karena kebaikan dan kemurahan Tuhan , Daniel pun diangkat menjadi wakil raja(salah satu dari tiga wakil raja).
Dengan kedudukan yang sangat tinggi sekali sebagai seorang pejabat tinggi , maka dua pejabat tinggi yang lain iri melihat Daniel sehingga oleh karena iri hati ini, maka mereka berusaha mencari kelemahan Daniel tetapi kelemahan itu tidak ditemukan.

DALAM HAL PEMERINTAHAN
Daniel 6: 5
(6:5) Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apa pun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.

Dalam diri Daniel, tidak didapati suatu kelalaian atau kesalahan sebagai pajabat tinggi karena Daniel adalah seorang yang setia.

Yesus pun sebagai anak Allah melaksanakan pekerjaan denga setia. Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan setia adalah tanda ketaatan kepada Tuhan , itu adalah pribadi Daniel.

Biarlah kehidupan kita menjadi kehidupan yang setia , baik yang kecil atau besar , terutama dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

Filipi 2: 6-8
(2:6) yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
(2:7) melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
(2:8) Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Yesus adalah Allah yang menjadi manusia, turun ke bumi dan meninggalkan segala sesuatu yang Dia punya sampai seisi sorga, kemudian sebagai manusia, Dia mengambil rupa menjadi seorang hamba dan tidak sampai di situ, bahkan setia sampai mati di kayu salib.

Kesetiaan itu adalah tanda ketaatan kepada Bapa.
Taat = patuh pada ajaran yang benar.

Ini ada kaitannya dengan doa penyembahan.

Filipi 2: 9
(2:9) Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

Itu sebabnya, Yesus anak Allah ditinggikan. Bukan hanya ditinggikan tetapi juga dikaruniakan nama di atas segala nama.

Daniel 6: 2-4
(6:2) Lalu berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan;
(6:3) membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan.
(6:4) Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.

Daniel melebihi para pejabat tinggi , itu artinya Daniel ditinggikan setinggi tingginya dari pejabat-pejabat yang lain.

Dalam hal pemerintahan (hal pemerintahan = hal lahiriah), Daniel setia menyelesaikan tugas yang diberikan/dipercayakan Tuhan dan tidak ada kesalahan.

DALAM HAL IBADAH
Daniel 6:6
(6:6) Maka berkatalah orang-orang itu: "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!"

Para pejabat tinggi yang lain mencari kesalahan Daniel dalam hal ibadahnya kepada Allah nya setelah tidak menemukan kesalahan dalam hal pemerintahannya.

Meskipun demikian tetapi Daniel tidak ditemukan kesalahan dalam hal ibadahnya.
Sebagai bukti:
Daniel 6: 11
(6:11) Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Daniel hidup dalam doa penyembahan kepada Tuhan tiga kali sehari, pagi siang dan malam.
Tidak ditemukan kesalahan pada Daniel dalam hal ibadahnya kepada Tuhan, Daniel tetap setia dan itu sudah menjadi kebiasaan.

Arah doa penyembahan dari Daniel mengarah ke Yerusalem.

Wahyu 21: 1-2
(21:1) Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi.
(21:2) Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.

Doa penyembahan yang mengarah kepada Yerusalem adalah doa yang membawa ke dalam kekudusan(membawa kepada hidup kudus) seperti Yerusalem yang baru, yang turun dari sorga.
Itulah penyembahan dari pada Daniel.

Hidup dalam kekudusan = berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
Semakin hidup dalam kekudusan , maka kehidupan kita semakin berhias untuk suami, bukan untuk yang lain. Suami adalah Kristus sebagai kepala. Biarlah penyembahan kita mengarah kepada Yerusalem baru(mengarah pada kekudusan).

Perhiasan secara rohani:
1 Petrus 3: 2-5
(3:2) jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu.
(3:3) Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
(3:4) tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
(3:5) Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,

Perempuan yang kudus perhiasannya adalah perhiasan manusia batiniah yang tersembunyi , yaitu yang berasal dari roh lemah lembut dan roh tentram , itulah perhiasan kita.
Seorang perempuan boleh berhias tetapi bukanlah perhiasan manusia jasmani(lahiriah) melainkan yang berkenan di hadapan Allah adalah perhiasan batiniah.
Ini adalah kehidupan yang sangat berharga di mata Tuhan karena selalu menaruh pengharapannya kepada Allah , bukan kepada yang lain-lain.

Perempuan yang tidak sesuai , tidak kudus , setiap ada penyembahan pasti menangis tetapi hanya untuk dilihat orang lain.

Doa penyembahan harus mengarah kepada Yerusalem Baru (mengarah kepada kekudusan) seperti pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.

Ciri-ciri doa yang mengarah pada kekudusan:
Daniel 6: 11
(6:11) Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Cirinya adalah berlutut kemudian memuji Allah setiap hari.
Berlutut = sikap rendah hati di hadapan Tuhan.
Ciri ini sudah menjadi kebiasaan dari pada Daniel.

Biarlah ini menjadi kebiasaan kita supaya manjadi ciri khas di hadapan Tuhan.

Daniel 6: 19
(6:19) Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman itu; ia tidak menyuruh datang penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur.

Jika hal itu menjadi kebiasaan di hadapan Tuhan , maka kita akan mendapat pembelaan dari Tuhan, seperti raja Darius berdoa semalam-malaman sambil berpuasa untuk Daniel.

Lukas 22: 31-32
(22:31) Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,
(22:32) tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."
Yesus berdoa untuk Petrus supaya terhindar dari pada tuntutan iblis setan.
Ini berarti ada pembelaan dari Yesus, dia Raja di atas segala Raja.

Kuasa doa yang mengarah pada kekudusan:
1.    Daniel 6: 22-23
(6:22) Lalu kata Daniel kepada raja: "Ya raja, kekallah hidupmu!
(6:23) Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan."

Inilah kuasanya yaitu Daniel terlepas dari mulut singa karena Allah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu.

1 Petrus 5: 8
(5:8) Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Singa adalah gambaran iblis setan yang berusaha mencari mangsa untuk ditelannya.
Tetapi jika doa penyembahan kita mengarah kepada kekudusan , pasti Tuhan akan mengutus malaikat-Nya untuk menjaga melindungi kita dari hari-hari yang jahat setiap saat dan setiap waktu.

2.    Daniel 6: 8, 12
(6:8) Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa.
(6:12) Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya.

Kuasanya adalah terlepas dari penyembahan berhala.
Daniel tidak turut menyembah raja Darius tidak seperti orang-orang lain, yaitu pejabat tinggi sampai terendah juga seluruh umat Israel, selama 30 hari sesuai undang undang yang dibuat.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita firman;
Gembala Sidang: Pdt. Daniel U. Sitohang