KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Sunday, March 25, 2012

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 24 MARET 2012

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 24 MARET 2012

Tema:  YUSUF
           (Seri 29)

Shalom!
Salam sejahtera, salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Oleh karena kasih-Nya, kita boleh beribadah sore hari ini.

Kita patut bersyukur, karena kita masih mendapat kemurahan Tuhan lewat firman-Nya, dari Kejadian 37: 1-11.
Sore ini, kita masih berada pada ayat ke 5, dan Tuhan sudah memberkati kita dengan limpah ruah pada ayat-ayat sebelumnya.

Kembali kita perhatikan Kejadian 37.
Kejadian 37: 5
(37:5) Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.

PADA SUATU KALI BERMIMPILAH YUSUF.

Mari kita lihat mengenai MIMPI.
Kisah Para Rasul 2: 17
(2:17) Akan terjadi pada hari-hari terakhir -- demikianlah firman Allah -- bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.

Sesuai dengan pernyataan Tuhan: di hari-hari terakhir, Tuhan akan mencurahkan Roh Kudus-Nya, sehingga;
1.    Anak laki-laki dan perempuan BERNUBUAT.
2.    Teruna-teruna, yaitu laki-laki muda mendapat PENGLIHATAN-PENGLIHATAN.
3.    Orang-orang tua mendapat MIMPI.
NUBUTAN, PENGLIHATAN-PENGLIHATAN, MIMPI, ketiga hal ini adalah SATU KESATUAN YANG TIDAK TERPISAHKAN.

Kita bandingkan dalam kitab Bilangan, sesuai dengan pernyataan Allah.
Bilangan 12: 6
(12:6) Lalu berfirmanlah Ia: "Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi.

3 hal dalam Kisah Para Rasul juga dinyatakan di dalam kitab Bilangan 12: 6.
Dalam Kisah Para Rasul disebut BERNUBUAT, sedangkan dalam kitab Bilangan ditulis / diawali dengan NABI.
Artinya; TUGAS NABI adalah BERNUBUAT.

Akan tetapi, SEORANG NABI YANG BERNUBUAT, tidak terlepas dari 2 karunia yang lain, yaitu KARUNIA PENGLIHATAN dan KARUNIA MIMPI, karena 3 hal tersebut saling terkait satu dengan yang lain.
-      KARUNIA PENGLIHATAN.
Untuk apa karunia penglihatan?
Jawabannya adalah TUHAN MENYATAKAN DIRI-NYA, lewat karunia penglihatan.
-      KARUNIA MIMPI.
Untuk apa karunia mimpi?
Jawabannya adalah TUHAN BERBICARA, lewat karunia mimpi.

Berarti, setiap nabi yang bernubuat TERLEBIH DAHULU MELIHAT KEBERADAAN TUHAN (itulah karunia penglihatan) dan MENDENGARKAN PERKATAAN TUHAN (lewat karunia mimpi).
-      Melihat keberadaan Tuhan = melihat pola terang Tabernakel / Bait Allah / tubuh Kristus.
-      Mendengarkan perkataan / pembicaraan Tuhan, lewat mimpi, sehingga dengan demikian, seorang nabi diteguhkan untuk bernubuat.

Tujuan nabi bernubuat
1 Korintus 14: 3-5
(14:3) Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.
(14:4) Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.
(14:5) Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.

Tujuan bernubuat adalah MEMBANGUN, MENASIHATI dan MENGHIBUR SIDANG JEMAAT. Itulah tujuan dari nabi bernubuat.
a.     KETERANGAN: MEMBANGUN.
Ketika kita mulai hancur terpuruk, saat itulah firman nubuatan membangun, sehingga Tuhan tidak membiarkan saya dan saudara terpuruk karena dosa = tidak tenggelam dalam kehancuran, seperti masa-masa pada zaman nabi Nuh.
b.    KETERANGAN: MENASIHATI.
Nasihat adalah ajaran yang baik.
Firman nubuatan / firman pengajaran menasihati saya dan saudara, kehidupan muda remaja, supaya tidak lagi sesat, baik dalam pemikiran, perbuatan, sikap, tingkah laku, sudut pandang gerak-gerik, tidak ada kekeliruan-kekeliruan lagi.
c.     KETERANGAN: MENGHIBUR.
Firman nubuatan menghibur saya dan saudara, saat kita mengalami kesusahan karena banyaknya penderitaan-penderitaan yang dialami.
Sekalipun seorang hamba Tuhan yang menyampaikan firman nubuatan tidak melucu, tetapi firman nubuatan sanggup menghibur kita semua.
Firman nubuatan memberi jalan keluar atas segala permasalahan yang kita hadapi, itu bagaikan hiburan yang tidak ada taranya.

Kita membutuhkan nasihat firman nubuatan; oleh sebab itu,  ibadah tidak boleh dikecilkan, sebab firman pengajaran sangat dibutuhkan untuk membangun, menasihati dan menghibur saya dan saudara.
Biarlah kita menghargai firman nubuatan, itulah firman pengajaran yang rahasianya dibukakan / pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel.

Syarat seorang nabi menyampaikan firman nubuatan.
Bilangan 12: 6
(12:6) Lalu berfirmanlah Ia: "Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi.

Seorang nabi yang bernubuat, terlebih dahulu melihat keberadaan Allah, di mana Allah menyatakan diri-Nya lewat karunia penglihatan, kemudian mendengarkan apa yang dibicarakan oleh Allah, lewat karunia mimpi.

Dari seri 10 sampai seri 28, kita sudah melihat nabi bernubuat dikaitkan dengan karunia penglihatan, yaitu melihat keberadaan Allah = melihat Tabernakel, dari timur sampai ke barat.

Sekarang kita melihat nabi yang bernubuat, dikaitkan dengan KARUNIA MIMPI = ALLAH BERBICARA.
KETERANGAN:
Nabi yang bernubuat; TERLEBIH DAHULU MENDENGARKAN APA YANG DIBICARAKAN OLEH ALLAH, itulah karunia mimpi.

Yeremia 23: 28
(23:28) Nabi yang beroleh mimpi, biarlah menceritakan mimpinya itu, dan nabi yang beroleh firman-Ku, biarlah menceritakan firman-Ku itu dengan benar! Apakah sangkut-paut jerami dengan gandum? demikianlah firman TUHAN.

Nabi yang memperoleh mimpi, harus menceritakan mimpinya itu = nabi yang memperoleh firman Tuhan, harus menyampaikan firman Tuhan dengan benar.
Menyampaikan firman Tuhan dengan benar, artinya; TIDAK MENAMBAHKAN dan TIDAK MENGURANGI FIRMAN TUHAN YANG DISAMPAIKAN.
Karunia mimpi = Allah berbicara, sedangkan perkataan-perkataan Allah adalah firman.

Wahyu 22: 18
(22:18) Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.

Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan / firman Tuhan, maka konsekuensinya; ALLAH AKAN MENAMBAHKAN KEPADANYA MALAPETAKA-MALAPETAKA YANG TERTULIS / YANG TERDAPAT DI DALAM KITAB WAHYU.

Oleh sebab itu, seorang hamba Tuhan TIDAK BOLEH MENAMBAHKAN FIRMAN TUHAN DISAAT MENYAMPAIKAN FIRMAN TUHAN.
Firman Tuhan yang ditambahkan, adalah firman Tuhan yang disampaikan / disertai dengan cerita-cerita isapan jempol, dongeng nenek-nenek tua, takhayul-takhayul dan sebagainya.
Oleh sebab itu, anak-anak Tuhan, terlebih kaum muda remaja, JANGAN MENYUKAI, JANGAN MENGINGINKAN, JANGAN MENGHARAPKAN PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN YANG DITAMBAH-TAMBAHKAN!!!

1 Timotius 1: 3-4
(1:3) Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain
(1:4) ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya, yang hanya menghasilkan persoalan belaka, dan bukan tertib hidup keselamatan yang diberikan Allah dalam iman.

Saudaraku, sesuai dengan nasihat Rasul Paulus kepada Timotius, agar jangan mengajarkan ajaran lain, yaitu SIBUK DENGAN DONGENG, SILSILAH YANG TIDAK PUTUS-PUTUSNYA dan CERITA-CERITA ISAPAN JEMPOL, karena pemberitaan firman yang disertai dengan ajaran lain, akan menghasilkan persoalan-persoalan belaka, sehingga hidup tidak tertib, termasuk ibadah pelayanan yang tidak tertib.
Inilah yang harus kita perhatikan di hari-hari terakhir ini.

Saya banyak melihat ibadah pelayanan yang tidak tertib, mulai dari;
-      Cara berpakaian yang tidak tertib; menggunakan celana levis, baju ketat.
-      Rambut gondrong, rambut yang dicat berwarna-warni.
Ini menunjukkan bahwa ajaran lain tidak membawa ketertiban dalam ibadah pelayanan = ibadah tidak berkuasa, tidak mengandung janji.

"Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka ALLAH AKAN MENAMBAHKAN KEPADANYA MALAPETAKA-MALAPETAKA yang tertulis di dalam kitab ini.”

2 Petrus 2: 2-3
(2:2) Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat.
(2:3) Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.

Hamba-hamba Tuhan yang menceritakan ajaran yang lain, yaitu pemberitaan firman Tuhan disertai dengan ceritera-ceritera isapan jempol, disebut GURU-GURU PALSU = NABI-NABI PALSU, dan mereka melayani dengan model seperti itu karena HAWA NAFSU, dengan tujuan MENCARI KEUNTUNGAN = melayani dengan motivasi-motivasi / kepentingan-kepentingan.
Kesimpulannya: melayani hanya untuk mencari uang.

Tetapi dengan jelas, suratan Petrus menyatakan; bagi guru-guru palsu, nabi-nabi palsu, yang mengajarkan ajaran firman Tuhan disertai dengan ceritera-ceritera isapan jempol, HUKUMAN TELAH LAMA TERSEDIA dan KEBINASAAN TIDAK AKAN TERTUNDA.

Kalau nabi palsu yang mengajarkan ajaran yang tidak sehat itu binasa, apalagi mereka yang mengikuti ajaran yang tidak sehat tersebut?? Tentu bagi mereka yang mengikuti ajaran yang tidak sehat akan turut binasa.
Untuk apa hidup tetapi akhirnya binasa, itu sama seperti binatang, yang hidup untuk disembelih.
Itu sebabnya, nabi-nabi palsu / guru-guru palsu disebut binatang, karena tidak berakal budi.

Sesuai dengan Wahyu 22: 18, ALLAH AKAN MENAMBAHKAN KEPADANYA MALAPETAKA-MALAPETAKA yang tertulis / yang terdapat di dalam kitab Wahyu.
Mari kita melihat 7 malapetaka-malapetaka yang tertulis / terdapat dalam kitab WAHYU 16.
1.    MALAPETAKA YANG PERTAMA.
Wahyu 16: 2
(16:2) Maka pergilah malaikat yang pertama dan ia menumpahkan cawannya ke atas bumi; maka timbullah bisul yang jahat dan yang berbahaya pada semua orang yang memakai tanda dari binatang itu dan yang menyembah patungnya.

Malapetaka yang pertama adalah TIMBULLAH BISUL YANG JAHAT dan YANG BERBAHAYA.
Bisul yang jahat dan berbahaya = penyakit tumor ganas / kanker.
Penyakit tumor ganas / kanker dimulai dengan bisul kecil, lalu menjadi bisul besar, dan sampai akhirnya bisul itu memecah kemudian menyebar ke semua syaraf-syaraf dalam tubuh. Ini adalah bisul yang berbahaya, bisul ganas yang tidak dapat disembuhkan.

SEDIKIT KESAKSIAN;
Bapak saya mati karena bisul yang berbahaya, yang disebut tumor ganas.
Tumor ganas dimulai dari tumor jinak, sampai akhirnya merenggut nyawa.
Tumor jinak dimulai dari bisul kecil di leher bagian kanan bapak saya, karena dibiarkan terus menerus, bisul yang kecil itu membesar, dan pecah-pecah, mengeluarkan air dan darah.
Jelas ini adalah malapetaka yang pertama yang diterima bapak saya, karena dia sudah menambahkan firman Tuhan. Mengapa? Karena suami isteri yang sudah diberkati, atau dipersatukan tidak boleh lagi berpisah dan menikah; kalau menikah lagi berarti menambahkan firman Tuhan.

2.    MALAPETAKA YANG KEDUA.
Wahyu 16: 3
(16:3) Dan malaikat yang kedua menumpahkan cawannya ke atas laut; maka airnya menjadi darah, seperti darah orang mati dan matilah segala yang bernyawa, yang hidup di dalam laut.

Malapetaka yang kedua adalah LAUT BERUBAH MENJADI DARAH, BAHKAN SEPERTI DARAH ORANG MATI.
Kalau laut menjadi darah, kita akan mengalami kerugian, yaitu segala yang bernyawa di dalam laut mati. Dengan demikian, kita tidak bisa menikmati / tidak bisa mengkonsumsi apa yang berasal dari dalam laut, termasuk ikan-ikanan.
Sementara banyak manusia menggantungkan hidupnya dari laut, bukan hanya nelayan, tetapi mereka yang mencari mutiara dari dasar laut, dan sebagainya.
Jika malapetaka yang kedua terjadi, sungguh membuat orang sengsara.

3.    MALAPETAKA YANG KETIGA.
Wahyu 16: 4
(16:4) Dan malaikat yang ketiga menumpahkan cawannya atas sungai-sungai dan mata-mata air, dan semuanya menjadi darah.

Malapetaka yang ketiga adalah AIR MENJADI DARAH.
Kalau air menjadi darah, manusia tidak dapat mengkomsumsi air putih. Berarti; manusia akan menuju kepada kebinasaan, karena tidak dapat mengkonsumsi air putih, seperti yang dialami orang-orang Mesir karena tulah yang pertama (air menjadi darah).
Selain itu, larangan yang keras tertulis dalam kitab Kisah Para Rasul 15: 29, seseorang tidak boleh  makan dan minum darah.

4.    MALAPETAKA YANG KEEMPAT.
Wahyu 16: 8-9
(16:8) Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api.
(16:9) Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.

Malapetaka yang keempat adalah MATAHARI MENJADI PANAS SAMPAI MENGHANGUSKAN MANUSIA.

Saya banyak mendengar berita, bahwa keadaan bumi saat ini sudah rusak. Selain terjadi pemanasan global / global warming, keadaan lapisan ozon yang berfungsi untuk menghalau cahaya matahari langsung, sudah semakin tipis. Ini sangat berbahaya sekali.
Kalau tidak ada lapisan ozon, sinar matahari langsung akan menimbulkan penyakit kulit.

Bagaimana nanti bila tiba waktunya malapetaka yang keempat ini?? Siapa yang bisa menahan panasnya matahari yang begitu dahsyat?? Tentu tidak ada.
Sekalipun manusia bersembunyi di balik batu, di bawah tanah, atau turun ke dalam laut, bahkan sampai bersembunyi di bulan, Tuhan akan tetap kejar, sampai firman ini tergenapi.
Oleh sebab itu, ijazah, kekuatan, harta kekayaan, tidak dapat kita andalkan untuk menghadapi ini semua.

5.    MALAPETAKA YANG KELIMA.
Wahyu 16: 10-11
(16:10) Dan malaikat yang kelima menumpahkan cawannya ke atas takhta binatang itu dan kerajaannya menjadi gelap, dan mereka menggigit lidah mereka karena kesakitan,
(16:11) dan mereka menghujat Allah yang di sorga karena kesakitan dan karena bisul mereka, tetapi mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan mereka.

Malapetaka yang kelima MENIMPA ATAS TAKHTA BINATANG ITU, DAN KERAJAANNYA MENJADI GELAP.
Takhta dari pada binatang dan kerajaannya = KERAJAAN ANTIKRIS, dimana IBLIS SETAN yang menjadi RAJA dan PEMIMPIN.
Berarti, bagi mereka yang mengikuti / memiliki nama bilangan itu di dahi dan di tangan mereka, juga akan ditimpa oleh malapetaka yang kelima ini.

Sampai akhirnya pasal 18, Babel dihancurkan, baru muncul kerajaan 1000 tahun damai.

6.    MALAPETAKA YANG KEENAM.
Wahyu 16: 12-14
(16:12) Dan malaikat yang keenam menumpahkan cawannya ke atas sungai yang besar, sungai Efrat, lalu keringlah airnya, supaya siaplah jalan bagi raja-raja yang datang dari sebelah timur.
(16:13) Dan aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis yang menyerupai katak.
(16:14) Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa.

Malapetaka yang keenam MENIMPA SUNGAI YANG BESAR, YAITU SUNGAI EFRAT.
Sungai efrat menggambarkan ajaran-ajaran palsu dari guru-guru palsu, nabi-nabi palsu, yang juga bersama dengan roh najis.
Jadi, ajaran palsu itu bersama-sama dengan roh najis, yang keluar dari mulut nabi-nabi palsu, bagaikan katak, sehingga menimbulkan kekacauan, bahkan ibadah pelayanan tidak lagi mengarah kepada Kristus sebagai kepala, melainkan hanya untuk memuaskan hawa nafsu daging, ini sama dengan penyembahan berhala, sedangkan di dalam penyembahan berhala terdapat roh najis.

NAGA, NABI PALSU dan ANTIKRIS adalah 3 oknum iblis setan. Inilah yang harus kita waspadai.
Jangan sampai kita tertipu, tidak semua pemberitaan firman Tuhan menggunakan ajaran yang sehat.
Kalau pemberitaan firman Tuhan dengan ceritera-ceritera isapan jempol, dongeng nenek-nenek tua, takhayul-takhayul, itu disertai dengan roh najis.

Tujuan terjadinya malapetaka yang keenam adalah supaya SUNGAI EFRAT MENJADI KERING SEHINGGA SIAPLAH JALAN BAGI RAJA-RAJA YANG DATANG DARI SEBELAH TIMUR, yaitu MEREKA YANG MENJADI IMAMAT RAJANI YANG MELAYANI SESUAI DENGAN POLA TABERNAKEL DARI TIMUR SAMPAI KE BARAT.
Dalam pola Tabernakel;
-      Timur -> pintu gerbang.
Artinya; percaya kepada Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat.
-      Barat -> Ruangan Maha Suci, gambaran dari Kerajaan Sorga.
Ruangan Maha Suci ukurannya empat persegi; panjang x lebar x tinggi = 10 x 10 x 10 = 1000 hasta.
1000 hasta -> kerajaan 1000 tahun damai.
Telah dipersiapkan jalan bagi kita yang sudah melayani Tuhan dengan menggunakan pola Tabernakel, dari timur sampai ke barat, setelah ajaran palsu kering oleh karena cawan murka Allah (malapetaka yang keenam).

Saya teringat dengan kisah Yesus Kristus:
Ketika Yesus Kristus menunggangi keledai muda untuk dibawa masuk ke dalam Yerusalem, orang-orang mempersiapkan jalan bagi Dia, dan berseru: “Hosana, bagi sang Raja!”.
Biarlah Tuhan memakai kehidupan muda remaja sebagai alat kemuliaan-Nya, sesuai dengan pola Tabernakel dari timur sampai ke barat, bagaikan keledai muda yang ditunggangi oleh Yesus.

Mari kita ucapkan puji syukur kepada Tuhan, karena akhirnya malapetaka yang keenam terjadi untuk mengeringkan sungai Efrat, dengan demikian, ajaran palsu lenyap. Selanjutnya, raja-raja dari timur, yaitu mereka yang melayani Tuhan dan menerima pengajaran mempelai dalam terangnya Tabernakel siap berjalan sampai ke barat, itulah kerajaan 1000 tahun damai.

7.    MALAPETAKA YANG KETUJUH.
Wahyu 16: 17-21
(16:17) Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: "Sudah terlaksana."
(16:18) Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu.
(16:19) Lalu terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya.
(16:20) Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung.
(16:21) Dan hujan es besar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia, dan manusia menghujat Allah karena malapetaka hujan es itu, sebab malapetaka itu sangat dahsyat.

Saudaraku, malapetaka yang ketujuh MENIMPA KOTA BABEL YANG BESAR, sehingga;
a.     semua pulau hilang lenyap,
b.    tidak ditemukan lagi gunung-gunung,
c.     hujan es besar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia
100 pon = 50 kilogram.
Kalau ini terjadi, bagaimana engkau bisa menghalau hujan es seberat 50 kg, yang akan membuat manusia menjadi seperti tape (hancur berkeping-keping)???

Kalau tidak kuat ditimpa hujan es seberat 50 kg, berkatalah: “Sungguh, saya tidak kuat, Tuhan. saya tidak akan menyia-nyiakan waktu yang Tuhan berikan dihari-hari terakhir ini”. Amin, saudaraku?!

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment