KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, July 4, 2014

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 02 JULI 2014

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 02 JULI 2014

TeamDARI KITAB KOLOSE
          (Seri 17)

Subtema: PRAJURIT YANG SEDANG BERJUANG IKUT MENDERITA

Shalom!                                                                         
Selamat malam, salam sejahtera, salam dalam kasih sayang dan kasih setia Tuhan yang abadi.
Oleh karena kemurahan hati Tuhan, kita boleh diperkenankan untuk melangsungkan Ibadah Doa Penyembahan pada malam hari ini.

Sebelum kita membawa diri kita masing-masing rendah di bawah kaki Tuhan, terlebih dahulu kita memperhatikan firman Tuhan, surat Paulus kepada sidang jemaat di Kolose.
Kolose 1: 11
(1:11) dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,

Dari ayat 11 ini, kita akan memperhatikan secara khusus: “dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya
Pendeknya; kuat oleh kuasa kemuliaan-Nya. Kuasa kemuliaan-Nya à salib Kristus.
Pernyataan Rasul Paulus untuk “dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya” ini berasal dari pengalaman hidupnya, bukan semata-mata pernyataan kosong (slogan), bukan semata-mata hanya teori.

Sebagai pembuktian ...
2 Korintus 12: 10
(12:10) Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Kekuatan yang diperoleh oleh Rasul Paulus berasal dari kuasa salib = kuasa kemuliaan-Nya, sebab Rasul Paulus senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam kesesakan = bermegah di dalam kelemahan / sengsara salib. Itu sebabnya Rasul Paulus berkata; “jika aku lemah, maka aku kuat.”

2 Korintus 12: 9
(12:9) Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Justru dalam kelemahanlah kuasa Kristus menjadi sempurna di dalam diri seseorang. Itu sebabnya Rasul Paulus terlebih suka bermegah atas kelemahannya supaya kuasa Kristus turun menaunginya.
Jadi, salib adalah naungan / perlindungan yang memberi kelegaan/ketenangan jiwa, sesuai dengan Matius 11: 28-29.
Dalam 1 Korintus 1: 22-23, Rasul Paulus dengan tegas mengatakan kepada orang Yahudi dan orang Yunani (yang mewakili bangsa kafir), bahwa pemberitaan tentang salib Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.
Jadi, sekali lagi saya katakan; anak-anak Tuhan memperoleh kekuatan oleh kuasa kemuliaan, itulah kuasa salib.

2 Timotius 2: 1
(2:1) Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.

Disini Rasul Paulus menghimbau dan berkata: “jadilah kuat oleh kasih karunia”, yaitu salib Kristus = bermegah dalam kelemahan, supaya dengan demikian seseorang memperoleh kekuatan.

Kesimpulannya; kekuatan itu tidak datang dari harta, kekayaan, kedudukkan, jabatan, justru orang yang mengandalkan kekuatannya, maka seseorang jauh dari Tuhan sampai akhirnya terkutuk (Yeremia 17:5-6).

2 Timotius 2: 2
(2:2) Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.

Rasul Paulus berpesan kepada Timotius (anak rohaninya) supaya mempercayakan pemberitaan firman tentang salib Kristus kepada orang yang dipercayai.

Kesimpulannya: seorang hamba Tuhan adalah kepercayaan Tuhan dengan syarat; jikalau ia melayani dalam pemberitaan tentang salib Kristus.
Sebaliknya, seorang hamba Tuhan yang menambahkan dan mengurangkan firman Tuhan bukanlah kepercayaan Tuhan, sebab firman yang ditambahkan dan dikurangkan adalah ajaran sesat.
-      Ditambahkan, artinya; firman Tuhan yang disampaikan disertai dengan cerita-cerita isapan jempol, dongeng nenek-nenek tua, takhayul-takhayul.
-         Dikurangkan, artinya; pemberitaan firman tentang salib Kristus diganti dengan 2 hal, yaitu;
1.    Teori-teori kemakmuran/pemberitaan firman dengan berkat berkelimpahan = orang Kristen tidak boleh miskin harus kaya sampai berkelimpahan.
2.    Tanda-tanda heran/mujizat-mujizat, lebih mengutamakan perkara lahiriah = mengecilkan salib Kristus.

Kemudian, ada lagi ajaran yang menyesatkan, yaitu apabila seorang hamba Tuhan mengajarkan sidang jemaat dan berkata: cukup hanya percaya saja.
Sebagaimana dengan yang tertulis pada ...
Filipi 1: 29
(1:29) Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

Kalau seorang hamba Tuhan hanya mengajarkan cukup hanya percaya, itu juga merupakan ajaran sesat karena “dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia”, maka saya tandaskan malam hari ini; mengajarkan sidang jemaat cukup hanya percaya saja, itu adalah ajaran yang menyesatkan.

Ada 3 golongan yang ikut menderita (pikul salib).
2 Timotius 2: 3-6
(2:3) Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.
(2:4) Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.
(2:5) Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.
(2:6) Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.

YANG PERTAMA: PRAJURIT YANG SEDANG BERJUANG”
ADAPUN SALIB YANG DIPIKUL PRAJURIT: tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya.
Soal-soal penghidupan adalah soal makanan, minuman dan pakaian.
Banyak kali kita menerima dan mendengar pemberitaan firman Tuhan, termasuk salah satunya dalam hal kekuatiran, tetapi sekalipun pemberitaan itu telah disampaikan dengan baik dan benar, bahkan terjadi pembukaan rahasia firman Tuhan, namun ada kalanya pemberitaan itu terabaikan begitu saja, apa yang kita dengar dan kita terima terabaikan begitu saja.

Matius 6: 31
(6:31) Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

Firman Tuhan: jangan kuatir soal makanan, minuman dan pakaian.

Matius 6: 32
(6:32) Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Sesungguhnya Bapa di sorga tahu bahwa saya dan saudara memerlukan dan membutuhkan perkara-perkara tersebut.
Orang yang kuatir soal makan, minum dan pakaian adalah bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu antikris yang dikuasai oleh roh jual beli.

Matius 6: 33
(6:33) Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Yang terpenting di sini adalah terlebih dahulu mencari kerajaan Allah, yaitu perkara di atas, perkara rohani, itulah segala sesuatu yang berkaitan dengan ibadah dan pelayanan, kemudian kebenaran.
Kebenaran itu berguna untuk menguduskan kemudian kebenaran itu yang memerdekakan seseorang.
Sehingga dengan  terlebih dahulu mencari kerajaan surga dan kebenarannya, semua itu akan ditambahkan. Ditambahkan, berarti; segala sesuatu yang kurang dipenuhi oleh Tuhan baik secara jasmani maupun secara rohani.

Praktek mencari Kerajaan Sorga dan kebenarannya.
1.    Matius 6: 26
(6:26) Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

Burung di udara tidak menabur dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung namun dipelihara oleh Tuhan = tidak kuatir soal makan dan minum.
Supaya terlepas dari kekuatiran firman Allah mengatakan: “Pandanglah burung-burung di langit”, artinya; memandang perkara - perkara di atas itulah, perkara - perkara rohani, yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan ibadah dan pelayanan di atas muka bumi ini.
Memandang perkara di atas / perkara rohani berarti; tidak memikirkan perkara-perkara di bawah, di bumi = terlepas dari daya tarik bumi.

Perlu untuk diketahui; memandang burung, berarti; memandang dua sayapnya dan bulu-bulu yang menutupi seluruh daging, artinya; kehidupan yang terlepas dari daya tarik bumi tidak terlihat lagi tabiat-tabiat daging, dengan kata lain tidak hidup menurut hawa nafsu dan keinginan daging.
Berarti, kita dapat mengambil suatu kesimpulan, bahwa; daging dengan segala hawa nafsunya berkaitan dengan perkara-perkara di bawah/di bumi.
Dalam Wahyu 4: 6, terdapat 4 makhluk masing-masing bersayap 6 memberi arti rohani;  tabiat daging tidak terlihat   = tidak hidup menurut hawa nafsu dan keinginan daging.
Kemudian, 4 makhluk tersebut penuh dengan mata artinya hidup di dalam terang, sebab mata adalah pelita, sebagaimana dalam Injil Matius 6: 22 yang mengatakan: Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu.
Teranglah seluruh tubuh berarti seluruh anggota tubuh berada di dalam terang, dengan kata lain tidak menyembunyikan dosa di dalam kegelapan.
Hidup di dalam terang akan menjadi terang, kalau kita perhatikan dalam Efesus 5: 9, terang itu hanya berbuahkan: kebaikan, kebenaran dan keadilan.

2.    Matius 6: 28-29
(6:28) Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
(6:29) namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

Firman Tuhan: “Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal” = tidak kuatir soal pakaian.
Yang terpenting di sini adalah perhatikanlah bunga bakung di ladang, artinya; berada dan memperhatikan ladang Tuhan, berarti; bekerja melayani Tuhan.
Sesuai dengan pernyataan Rasul Paulus dalam 1 Korintus 3:9 berkata, bahwa; saya dan saudara adalah ladang Allah yang harus digarap dan dikerjakan, bekerja melayani Tuhan tidak boleh malas.
Kalau kita perhatikan  Amsal 24: 30-33, ladang si pemalas “ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah roboh”, tidak ada perlindungan, penjagaan dari Tuhan, sehingga mudah sekali dimasuki oleh binatang buas.

Kemudian, ciri dari si pemalas; "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring" = tidak ada aktivitas.
Memang, setiap orang yang bekerja, baik di dunia maupun di ladang Tuhan, pasti mengalami kelelahan dan keletihan, tetapi kalau memang kita mau memperhatikan ladang Tuhan; harus bekerja dan melayani Tuhan, justru dengan demikian, pemakaian Tuhan akan terlihat = keadaan baik.
Kalau kita mengikuti Tuhan, ikutlah Tuhan. kalau mengikuti dunia, ikutlah dunia.

Matius 6: 30
(6:30) Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

Selanjutnya, mereka yang bekerja di ladang Tuhan didandani, dihiasi oleh Tuhan.

Wahyu 21: 1-2
(21:1) Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi.
(21:2) Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.

Yerusalem yang baru turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
Jadi, kalau kita senantiasa bekerja, melayani Tuhan, maka pada waktu yang bersamaan, Tuhan sendiri akan mendandani, menghiasi saya dan saudara, dengan kata lain; menjadi mempelai wanita Tuhan yang siap dipertunangkan kepada satu laki – laki.

Firman pengajaran mempelai membawa kita masuk pada kegerakan yang besar, yaitu dibawa masuk dalam pembentukan tubuh Kristus yang sempurna, menjadi mempelai wanita sorga, itulah sasaran akhir dari ibadah pelayanan kita di bumi ini.
Jadi, jangan kuatir soal makan, minum dan pakaian, sebab kita sudah belajar dari 2 perkara, yaitu memandang burung di langit dan memperhatikan bunga di ladang.
Tentu kita semua merindu untuk menjadi mempelai wanita Tuhan, pada saat itu langit yang pertama dan bumi yang pertama tidak ada lagi, bahkan lautpun tidak ada lagi, selanjutnya semuanya menjadi baru, itulah keadaan mempelai wanita Tuhan.

Matius 6: 34
(6:34) Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Peringatan yang baik bagi orang-orang yang kuatir, yaitu: “janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri.
Hari ini mempunyai kesusahan dan kita harus memikul kesusahan hari ini, sedangkan kesusahan hari esok memiliki kesusahannya sendiri, dan itu tidak perlu dikuatirkan.
Tetapi orang yang kuatir terlalu jauh memikirkan hari esok, sedangkan kesusahan hari ini saja belum dapat ia pikul, sehingga menambah beban di atas pundaknya.
Jadi, yang benar: “Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” Jangan menambahkan beban dengan memikirkan kesusahan hari esok.

Matius 6:25
6:25. "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

-      Jangan kuatir akan hidupmu; berarti jangan kuatir akan apa yang hendak dimakan atau diminum, sebab hidup lebih penting dari makanan dan minuman.
-      Jangan kuatir akan tubuhmu; berarti jangan kuatir akan apa yang hendak dipakai, sebab tubuh lebih penting dari pakaian.

Matius 6: 27
(6:27) Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

Tidak seorangpun di dunia ini oleh karena  kekuatiranya dapat menambah sehasta jalan hidupnya, oleh sebab itu tidak perlu kuatir, percayakan diri kepada kuasa Tuhan, itulah salib Kristus, sebab Ia telah menanggung segala sesuatunya di atas kayu salib, selanjutnya memperoleh kekuatan.

Kita kembali memperhatikan ...
2 Timotius 2: 4
(2:4) Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

Tujuan prajurit memikul salib (tidak memusingkan diri dengan soal penghidupan) adalah supaya: ia berkenan kepada komandannya.
Kita semua adalah prajurit/laskar Kristus, Tuhanlah pemimpin perang kita, oleh sebab itu, sebagai prajurit/laskar Kristus harus memberi pertanggung-jawaban kepada Dia, sebagai pemimpin perang/komandan, dengan kata lain, berusaha untuk menyenangkan hati Tuhan, dengan cara tidak memusingkan dirinya dengan soal – soal penghidupannya.

Selanjutnya ...
Kolose 1: 11
(1:11) dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,

Kegunaan memperoleh kekuatan oleh kuasa kemulian-Nya adalah sanggup menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar.
Kita tidak akan sanggup menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar kalau saya dan saudara tidak memiliki kekuatan yang bersumber dari salib Kristus. salib Kristus adalah naungan kita, ketika kita lemah, kita kuat.
Kuasa salib Kristus adalah naungan yang teguh, kuasa salib Kristus adalah perlindungan yang teguh, kuasa salib Kristus memberi kelegaan dan ketenangan bagi jiwa.
Biarlah kita berlindung, bernaung dibalik salib Kristus, jangan berlindung, bernaung di bawah harta kekayaan, keududukan, jabatan dan segala perkara yang ada di bawah.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment