KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Friday, July 18, 2014

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 16 JULI 2014

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 16 JULI 2014

TemaDARI KITAB KOLOSE
          (Seri 18)

Subtema: BERTEKUN DAN BERSABAR

Shalom!
Selamat malam, salam sejahtera, salam dalam kasih sayang dan kasih setia Tuhan yang abadi.
Oleh karena kemurahan hati Tuhan, kita boleh diperkenankan untuk melangsungkan Ibadah Doa Penyembahan pada malam hari ini.

Sebelum kita membawa diri kita masing-masing rendah di bawah kaki Tuhan, terlebih dahulu kita memperhatikan firman Tuhan, surat Paulus kepada sidang jemaat di Kolose.
Kolose 1: 11
(1:11) dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,

Oleh kuasa kemuliaan-Nya, yaitu kuasa salib, kita memperoleh kekuatan untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar.
Kita memang memerlukan/membutuhkan ketekunan dan kesabaran untuk mencapai garis akhir, tujuan hidup kita.

2 Timotius 4: 6-8
(4:6) Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.
(4:7) Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
(4:8) Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Rasul Paulus telah mencapai garis akhir, sehingga kepadanya dikaruniakan mahkota kebenaran, berarti; menjadi raja-raja, imam-imam bagi Allah di dalam Kerajaan Sorga.

Wahyu 22: 3-5
(22:3) Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
(22:4) dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.
(22:5) Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

Memerintah sebagai raja di dalam Kerajaan Sorga untuk selama-lamanya, berarti; beribadah dan melayani Tuhan di dalam Kerajaan Sorga untuk selama-lamanya.
Yang tertulis dalam ayat 3: “hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya.” Kalau ada ibadah, berarti ada pelayanan, itu sebabnya dalam ayat 5 dikatakan: “mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya”. Inilah garis akhir yang kita rindukan.

Jadi, kesimpulannya ...
Kita memerlukan 2 hal, yaitu;
YANG PERTAMA: KETEKUNAN
Ibrani 10: 36   
(10:36) Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.

Kita memerlukan ketekunan untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Allah supaya selanjutnya menerima apa yang dijanjikan Allah kepada saya dan saudara.

Ibrani 10: 37-39
(10:37) "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya.
(10:38) Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."
(10:39) Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.

Syarat untuk memperoleh apa yang dijanjikan Allah adalah jangan mengundurkan diri, sebab orang benar hidup oleh iman, apalagi mengingat kedatangan Tuhan sudah tidak lama lagi, dan kedatangan-Nya tidak ditunda-tunda.
Seperti yang tertulis dalam Ibrani 11: 16, “... mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi”, sebab kita memang pendatang di bumi.

Adapun ketekunan yang dimaksud adalah ...
Ibrani 10: 22-24
(10:22) Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.
(10:23) Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.
(10:24) Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.

1.    Tekun dalam Ibadah Pendalaman Alkitab, disertai dengan perjamuan suci.
Kuasa dari Ibadah Pendalaman Alkitab:
-      Hati kita dibersihkan/disucikan dari hati nurani yang jahat.
-      Tubuh dibasuh dengan air yang murni.
Berarti, Ibadah Pendalaman Alkitab menyucikan lahir dan batin manusia/luar dalam disucikan.
Apabila lahir batin telah disucikan, ciri-cirinya: menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas, berarti; sebelum hati nurani yang jahat disucikan dan tubuh belum dibasuh dengan air yang murni, hati seseorang tidak tulus ketika menghadap Allah lewat ibadah-ibadah yang Tuhan percayakan.
Kemudian, tekun dalam Ibadah Pendalaman Alkitab menghasilkan IMAN.

Roma 3:28
(3:28) Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.

Manusia dibenarkan karena iman, bukan karena ia melakukan hukum Taurat, maksudnya bukan karena hasil usaha seseorang.
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11: 1). Kesimpulannya, iman itu; percaya walaupun tidak melihat.

2.    Tekun dalam Ibadah Raya Minggu, disertai kesaksian.
Supaya terwujudnya kesaksian di tengah-tengah ibadah pelayanan yang Tuhan percayakan, mari kita lihat dalam ...
1 Korintus 12: 4-6
(12:4) Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.
(12:5) Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.
(12:6) Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

Ada rupa-rupa karunia, ada rupa-rupa pelayanan, ada berbagai-bagai perbuatan ajaib dari Allah, semua itu akan menjadi kesaksian.

1  Korintus 12: 11
(12:11) Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

Semuanya itu dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia-karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, dan itu adalah kesaksian di tengah-tengah ibadah pelayanan yang Tuhan percayakan.
Dalam ayat 8-10, terdapat 9 karunia-karunia Roh Kudus yang diberikan kepada tiap-tiap orang secara khusus.
Dengan adanya kesaksian itu, dapat menguatkan saudara-saudara yang seiman, satu dengan yang lain, bukan untuk menonjolkan diri.

1 Korintus 12: 28-29
(12:28) Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.
(12:29) Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat,

Setelah menerima karunia-karunia Roh Kudus, selanjutnya diberikan 5 jabatan, yaitu; jabatan rasul, jabatan nabi, pengajar/guru, penginjil (untuk mengadakan mujizat, yaitu menyembuhkan, dll), jabatan gembala.
Selanjutnya, bertekun mengerjakan pekerjaan Tuhan sesuai dengan jabatan-jabatan yang diperoleh, itu juga merupakan kesaksian di tengah-tengah ibadah dan pelayanan yang Tuhan percayakan.

Tekun dalam Ibadah Raya Minggu menghasilkan PENGHARAPAN.
Berarti, dengan tekun dalam Ibadah Raya Minggu kita memperoleh pengharapan, dan oleh pengharapan itu  kita menaruh harapan dalam Tuhan.
Selanjutnya di sini dikatakan: “... sebab Ia, yang menjanjikannya, setia”, berarti pengharapan kepada Allah tidak menjadi sia-sia dan tidak mengecewakan.

Roma 5: 4-5
(5:4) dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
(5:5) Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Pengharapan tidak mengecewakan, sebab kasih Allah telah dicurahkan dalam hati kita oleh karena pekerjaan Roh Kudus, yang telah dikaruniakan kepada kita.
Berarti, hidup dalam Roh, akan membawa, memimpin kita, dalam seluruh kebenaran firman Tuhan, bahkan lebih dalam lagi dibawa masuk untuk menikmati kemurahan – kemurahan Tuhan.

Bukti bahwa pengharapan itu tidak mengecewakan.
Ibrani 6: 18-20
(6:18) supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.
(6:19) Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,
(6:20) di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.

Selanjutnya, di sini dikatakan: “Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir.
Jadi, pengharapan = jangkar kapal, yang membawa kita, melabuhkan kita sampai ke belakang tabir, itulah Ruangan Maha Suci, gambaran dari Yerusalem yang baru = Kerajaan Sorga

3.    Tekun dalam Ibadah Doa Penyembahan
Menghasilkan KASIH.
Kegunaan kasih, sesuai dengan Ibrani 10: 24-25 adalah;
-      Saling memperhatikan, berarti; memperhatikan satu dengan yang lain, tidak egois, tidak mementingkan diri sendiri.
-      Saling mendorong, berarti; tidak membiarkan keadaan sesamanya terpuruk/ketinggalan.
Biasanya posisi orang yang mendorong selalu di belakang orang yang didorong.
-      Saling menasihati.
Firman Tuhan adalah nasihat yang baik. Berarti, saling menasihati = saling membagi firman dengan cara menunjukkan perbuatan – perbuatan yang benar dan yang adil.

Biarlah kita melakukan 3 perkara itu, bahkan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat, yang sudah tidak lama lagi datang.

Ketekunan dalam 3 macam ibadah utama, jikalau dikaitkan dengan pola Tabernakel, terkena pada 3 macam alat yang ada di dalam Ruangan Suci.
1.    Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci terkena pada meja roti sajian = penuh dengan FIRMAN ALLAH.
2.    Ibadah Raya Minggu disertai kesaksian terkena pada pelita emas = penuh dengan ROH KUDUS.
3.    Ibadah Doa Penyembahan terkena pada mezbah dupa = penuh dengan KASIH.

Sekarang kita perhatikan; KETEKUNAN RASUL-RASUL.
Kisah Para Rasul 2: 42
(2:42) Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
Bertekun dalam pengajaran rasul-rasul, berarti;
1.    Tekun dalam persekutuan, artinya; tekun dalam Ibadah Raya Minggu = persekutuan dengan Roh Kudus.
2.    Tekun dalam memecahkan roti, artinya; tekun dalam Ibadah Pendalaman Alkitab = menerima kebenaran firman Tuhan.
Roti yang dipecah – pecahkan = ayat demi ayat, pasal demi pasal firman Tuhan disampaikan.
3.    Tekun dalam berdoa, artinya; tekun dalam Ibadah Doa Penyembahan = hanyut dan tenggelam dalam kasih Allah.

Dampak positif tekun dalam pengajaran rasul-rasul.
1.    Kisah Para Rasul 2: 43-45
(2:43) Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.
(2:44) Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
(2:45) dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.

Kita perhatikan di sini; semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu berarti terwujudnya kesatuan tubuh Kristus.
Kemudian di dalam kesatuan itu ada RASA KEBERSAMAAN, berarti; saling berbagi, tidak egois / tidak mementingkan diri sendiri.

1 Korintus 12:14, 20
(12:14) Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.
(12:20) Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.

Tubuh terdiri dari banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh, berarti tiap – tiap anggota tidak boleh mementingkan diri sendiri dan tidak memikirkan diri sendiri.

Praktek tidak mementingkan diri sendiri;
1 Korintus 12:23-24
(12:23) Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus.
(12:24) Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus,

-      Anggota – anggota yang kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus.
-      Anggota – anggota yang tidak elok diberikan perhatian khusus.
-      Anggota – anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus.

1 Korintus 12:25
(12:25) supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.

Tujuan praktek di atas adalah; supaya tidak terjadi perpecahan dalam tubuh, melainkan saling memperhatikan.

2.    Kisah Para Rasul 2: 46
(2:46) Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,

-      Mereka berkumpul tiap – tiap hari dalam bait Allah, dengan bertekun dan dengan sehati.
-      Mereka memecahkan roti di rumah masing – masing secara bergilir dan makan bersama – sama dengan gembira dan dengan tulus hati.

3.    Kisah Para Rasul 2: 47
(2:47) sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
Selalu memuji Allah, berarti; beribadah hanya kepada Tuhan Allah yang hidup, tidak kepada yang lain, sehingga mereka disukai semua orang, sehingga tiap – tiap hari Tuhan menambahkan jumlah mereka.

Kita memerlukan 2 hal, yaitu;
YANG KEDUA: KESABARAN.
Amsal 14: 29
(14:29) Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.

Orang yang sabar besar pengertiannya, berbanding terbalik dengan orang yang cepat marah; membesarkan kebodohan.

Amsal 15: 18
(15:18) Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.

Orang yang sabar memadamkan perbantahan, sedangkan si pemarah membangkitkan pertengkaran.

Amsal 16: 32
(16:32) Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

-      Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan.
-      Orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota.

Pendeknya, milikilah kesabaran itu, orang yang sabar bukanlah orang yang lekas marah, dan biarlah kita semua sabar atas segala kekurangan satu sama lain.

2 Timotius 2: 23-24
(2:23) Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,
(2:24) sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar
Seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, harus ramah terhadap semua orang, kemudian, cakap mengajar dan SABAR. Hamba Tuhan = hamba kebenaran.
Hamba Tuhan tidak boleh lekas  marah, sehingga dengan demikian sedapat mungkin berusahalah untuk menghindari soal-soal yang dicari-cari, hal yang bodoh dan tidak layak, sebab perkara itu menimbulkan pertengkaran.
Soal-soal yang dicari-cari = perkara-perkara yang tidak ada kaitannya dengan: ibadah pelayanan, kebenaran, yaitu perkara-perkara di atas/rohani.
Biarlah kita hanya fokus memikirkan ibadah dan pelayanan, hindarilah soal-soal yang dicari-cari, tidak perlu mencari perkara-perkara yang di luar kebenaran firman Tuhan, apalagi mendukung/membela satu kelompok atau golongan, bahkan sampai gontok-gontokan, sementara kita tidak mendapat apa-apa dari apa yang telah kita perjuangkan itu.

Roma 12: 12
(12:12) Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

-      Bersukacitalah dalam pengharapan,
-      sabarlah dalam kesesakan,
-      dan bertekunlah dalam doa

Roma 12: 13-15
(12:13) Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!
(12:14) Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!
(12:15) Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!

Hal yang harus dikerjakan/diperbuat oleh seorang hamba Tuhan/pelayan kepada semua orang;
-      Membantu orang lain dalam kekurangan dan selalu memberi tumpangan = hidup dalam kebenaran FIRMAN TUHAN.
-      Memberkati orang yang menganiaya, tidak mengutuk = hidup dalam KASIH.
-      Bersukacita dengan orang yang besukacita, menangis dengan orang yang menangis = hidup dalam ROH KUDUS.
3 perkara tersebut dapat dilakukan oleh seorang hamba Tuhan apabila ia; SABAR dalam kesesakan dan BERTEKUN dalam doa.

Roma 12: 16
(12:16) Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!

-      “Sehati sepikir dalam hidup bersama”, berarti; tidak egois/tidak mementingkan diri sendiri, namun supaya hal ini terwujud, terlebih dahulu menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Kristus Yesus.
Dalam Filipi 2: 5-8 dikatakan: “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
-      “janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi”, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana, selanjutnya Rasul Paulus kembali menyatakan hal yang sama dalam suratan Roma 12: 3, “...Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing
-      Janganlah menganggap dirimu pandai di hadapan orang lain sehingga dengan demikian kita dapat menerima keadaan orang lain dalam segala sesuatu, serta mau menerima dan menghargai pendapat orang lain.
Inilah orang yang bertekun dan orang yang sabar.

Yakobus 5: 7
(5:7) Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.

Adapun kesabaran itu tidak berhenti sampai di sini, melainkan kesabaran itu sampai pada kedatangan Tuhan pada kali yang kedua sebagai Raja dan Mempelai Laki-Laki Sorga.
Orang yang sabar digambarkan seperti; PETANI, yang menantikan hasil yang berharga dari tanahnya.

-      Petani = penggarap-penggarap/pekerja-pekerja di ladang Allah à hamba-hamba Tuhan/pelayan-pelayan Tuhan untuk menggarap dan mengerjakan ladang Allah.

1 Korintus 3: 6-9
(3:6) Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
(3:7) Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
(3:8) Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.
(3:9) Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

Pekerjaan dari penggarap-penggarap ladang Allah adalah;
·         Menanam à firman Allah yang ditaburkan.
·         Menyiram à Roh Kudus yang membasahi.
Selanjutnya Tuhan yang akan memberikan pertumbuhan sampai nanti tanah itu menghasilkan.

-      Tanah à hati, sebagai ladang garapan Allah.
Dalam Matius 13: 4-7, ada 3 jenis tanah yang harus digarap;
1.    Tanah yang di pinggir jalan à orang yang mendengar firman itu tetapi tidak sampai mengertinya.
2.    Tanah yang berbatu-batu = tanah yang tipis, apabila benih ditaburkan segera bertumbuh tetapi tidak berakar, sehingga apabila matahari terbit, ia segera layu, artinya; segera menerima firman itu dengan gembira tetapi karena aniaya/penindasan karena firman, maka ia segera murtad/mengundurkan diri, sebab benih itu tidak berakar.
3.    Tanah yang ditumbuhi oleh semak duri, artinya; tipu daya kekayaan dan kekuatiran dunia menghimpit benih firman Tuhan.
Selanjutnya, setelah ladang itu digarap/dikerjakan, akan menjadi tanah yang subur/tanah yang baik, sebagaimana dalam Matius 13: 8, ia segera bertumbuh, berakar dan menghasilkan buah 100, 60, 30 kali lipat, apabila benih itu ditabur di tanah yang baik/subur.
Buah inilah yang dinanti-nantikan  oleh petani dan dialah yang pertama-tama menikmati hasil dari tanahnya, bukan orang lain.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment