KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Thursday, July 24, 2014

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 23 JULI 2014

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 23 JULI 2014

TeamDARI KITAB KOLOSE
          (Seri 19)

Subtema: PELAYANAN KUDUS DI DALAM KERAJAAN TERANG

Shalom!
Selamat malam, salam sejahtera, salam dalam kasih sayang dan kasih setia Tuhan yang abadi.
Oleh karena kemurahan hati Tuhan, kita boleh berada di dalam rumah Tuhan, beribadah melayani Tuhan, sekaligus mempersembahkan korban kepada Tuhan.

Sebelum kita membawa diri kita masing-masing rendah di bawah kaki Tuhan, terlebih dahulu kita memperhatikan firman Tuhan, surat Paulus kepada sidang jemaat di Kolose.
Kolose 1: 12
(1:12) dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.

Rasul Paulus mengucap syukur kepada Allah karena dalam pemandangannya, jemaat di Kolose berhak untuk mendapat bagian di dalam kerajaan terang.

Dan itu bisa diterima, kalau kita perhatikan pada ayat-ayat sebelumnya ...
Yang Pertama.
Kolose 1: 3-5
(1:3) Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu,
(1:4) karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus,
(1:5) oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil,

Oleh karena pemberitaan injil, maka jemaat di Kolose;
-      hidup oleh karena iman dalam Kristus Yesus,
Memang, orang benar hidup oleh karena iman, bukan karena hasil usaha, bukan karena kerja keras seseorang.
-      hidup di dalam kasih terhadap semua orang kudus,
Kasih berguna untuk menutupi banyak sekali dosa, menutupi segala kekurangan, kelemahan sesama.
-      hidup di dalam pengharapan yang disediakan bagi mereka, yaitu Kerajaan Sorga
Dalam Roma 5: 5 dikatakan: “pengharapan tidak mengecewakan”, sebab dalam Ibrani 10: 23 dikatakan: “Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia
intinya, mereka hidup dalam IMAN, KASIH, dan HARAP

Yang Kedua.
Kolose 1: 6
(1:6) yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya.

Selanjutnya, mereka mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya.
Kasih karunia Allah yang sebenarnya tidak berhenti hanya sebatas pemberitaan firman yang ditambahkan dan pemberitaan firman yang dikurangkan.
-    DITAMBAHKAN, artinya; firman Tuhan yang disertai dengan cerita-cerita isapan jempol, takhayul-takhayul dan dongeng nenek-nenek tua, dan sebagainya.
-      DIKURANGKAN, artinya; pemberitaan firman tentang salib diganti dengan 2 hal;
  1. Teori kemakmuran, artinya; pemberitaan firman tentang berkat berkelimpahan = orang Kristen harus kaya, tidak boleh miskin.
  2. Tanda-tanda heran, mujizat-mujizat dan sebagainya. Pemberitaan firman yang demikian = mengecilkan salib Kristus.
Pelayanan Yesus di dunia ini selama 3,5 tahun tidak berhenti hanya sebatas mengadakan mujizat, misalnya; menyembuhkan orang yang sakit, mengusir setan, dan sebagainya, namun pelayanan Yesus memuncak sampai mati bahkan sampai mati di atas kayu salib (Filipi 2: 8-9).

Yang Ketiga.
Kolose 1: 7-9
(1:7) Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia.
(1:8) Dialah juga yang telah menyatakan kepada kami kasihmu dalam Roh.
(1:9) Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,

Sampai pada akhirnya, Rasul Paulus berdoa kepada Tuhan supaya jemaat di Kolose menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, yang berguna untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna.
Semua itu diperoleh dari Tuhan lewat pelayanan dari Epafras, dan selanjutnya Epafras memberitahukan segala kemajuan yang dicapai oleh jemaat di Kolose kepada Rasul Paulus.

Itu sebabnya dalam Roma 10:14-15 dikatakan ...
(10:14) Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
(10:15) Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"

"Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"
Seperti itulah keadaan Epafras di hadapan jemaat Kolose, sampai pada akhirnya, mereka dapat berseru kepada Tuhan, karena mereka terlebih dahulu percaya, yang timbul dari pendengaran, mendengar tentang pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh seorang utusan, sampai pada akhirnya Rasul Paulus mengatakan: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”
Inilah yang dialami jemaat di Kolose, sampai akhirnya dalam pemandangan Rasul Paulus, jemaat di Kolose layak mendapat bagian dalam kerajaan terang.

Kalau kita perhatikan lebih jauh mengenai pernyataan Rasul Paulus tadi ...
Kolose 1: 12
(1:12) dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.

Kerajaan Sorga itu hanya disediakan bagi orang-orang kudus saja, berarti di pemandangan Rasul Paulus, jemaat Kolose ini adalah jemaat yang kudus.
Kalau dikaitkan dengan pola Tabernakel, jemaat di Kolose ini terkena pada mezbah dupa, menjadi kehidupan doa di hadapan Tuhan.

Wahyu 22: 3-5
(22:3) Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
(22:4) dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.
(22:5) Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

Kerajaan Sorga disebut kerajaaan terang karena malam tidak akan ada lagi di sana.
Karena di dalam kerajaan Sorga tidak ada malam, maka otomatis mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari.
Kalau manusia hidup di dunia ini, masih membutuhkan cahaya lampu dan cahaya matahari, karena dunia ini diliputi kegelapan, dan di dalam kegelapan, mereka tidak dapat berbuat apa-apa, seperti dalam 1 Yohanes 2: 11, “Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.
Mereka yang berada dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi, artinya; tidak ada aktivitas, tidak ada ibadah pelayanan, mereka itu adalah orang-orang yang membenci sesamanya.
Tetapi di sini kita melihat, mereka yang mendapat bagian di dalam kerajaan terang, tidak lagi membutuhkan cahaya lampu dan tidak memerlukan cahaya matahari. Apa artinya?? Maksudnya; mereka dapat beribadah dan melayani kepada Tuhan, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka.

Bukti bahwa malam tidak ada lagi di dalam Kerajaan Sorga adalah mereka memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya, itu merupakan aktivitas dari orang-orang kudus di hadapan Tuhan, berbanding terbalik dengan mereka yang berada di dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi.
Oleh sebab itu, selama kita di dunia ini, biarlah kita terus beraktivitas di hadapan Tuhan, melayani Tuhan tanda bahwa hati telah diterangi (hidup di dalam terang).
Memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya = raja – raja, imam-imam bagi Allah / imamat rajani = pelayanan yang berkuasa terhadap dosa.

Selanjutnya, kalau ada pelayanan, berarti ada ibadah ...
Wahyu 22: 3
(22:3) Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

Mereka beribadah kepada Tuhan dan melayani di tengah-tengah ibadah itu kepada Tuhan.

1 Petrus 2: 6-8
(2:6) Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."
(2:7) Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."
(2:8) Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.

Tukang-tukang bangunan itu tersandung karena mereka tidak taat kepada firman.
Tersandung itu sama seperti orang yang berjalan di dalam kegalapan, itulah tukang-tukang bangunan yang tidak menghargai salib Kristus, tidak menghargai ibadah dan pelayanan yang Tuhan percayakan, tidak menghargai segala sesuatu yang berkaitan dengan ibadah pelayanan.
Kalau kita lihat lebih jauh dalam 4 injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes), tukang-tukang bangunan à imam-imam kepala, ahli Taurat dan tua-tua.
Memang, yang menjadi musuh Tuhan, selain Herodes, justru adalah orang dalam, itulah imam-imam kepala, ahli Taurat , dan tua-tua orang Yahudi.
-      Imam–imam kepala à pelayan–pelayan yang melayani secara lahiriah.
-      Ahli-ahli Taurat à orang yang mengerti firman tetapi tidak menjadi pelaku firman.
-      Tua-tua à orang yang berpengaruh karena banyak pengalamannya, tetapi tidak dewasa rohani.
Itulah mereka yang berada dalam kegelapan.

Sekarang bandingkan dengan mereka yang telah diterangi hatinya, karena Tuhan telah menerangi hatinya.
1 Petrus 2: 9
(2:9) Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Setelah kita dipanggil dan keluar dari kegelapan, menjadi bangsa yang terpilih = imamat yang rajani = bangsa yang kudus = umat kepunyaan Allah sendiri, melayani Tuhan, yang selanjutnya bertujuan untuk: “memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia.”
Inilah hati yang telah diterangi oleh Allah, tidak membutuhkan cahaya lampu, tidak membutuhkan cahaya matahari, dan orang yang melayani Tuhan adalah orang yang tidak pernah tersandung dengan salib Kristus = sangkal diri, pikul salib.
Pikul salib, artinya; memikul segala sesuatu yang Tuhan berikan di atas pundak sebagai kebenaran yang sejati.
Tuhan telah memberikan tiga macam ibadah utama supaya tekun dalam ibadah pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci, tekun dalam ibadah raya minggu disertai kesaksian dan tekun di dalam ibadah doa penyembahan, kemudian, Tuhan mempercayakan tugas ibadah pelayanan di tengah – tengah ibadah pelayanan itu sendiri, kemudian, Tuhan juga memberikan firman pengajaran mempelai dan memberikan segala sesuatu yang berkaitan dengan ibadah pelayanan, semua itu harus dipukul di atas pundak, tidak boleh dilepaskan.

1 Petrus 2: 10
(2:10) kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Dahulu bukan umat Allah tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi sekarang telah beroleh belas kasihan.
Kita bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan telah memanggil kita, yang dahulu kita bukan siapa-siapa di hadapan Tuhan, berarti tidak berharga, tidak bernilai, tidak berarti = kotoran = sampah.

Tetapi oleh karena belas kasih-Nya, sesuai dengan Wahyu 1: 5-6 ...
Wahyu 1: 5
(1:5) dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya

Yesus mengasihi kita dengan bukti; Ia telah melepaskan kita dari dosa oleh pengorbanan-Nya di atas kayu salib, darah-Nya tercurah atas kita untuk membebaskan kita dari segala kutuk dosa kejahatan, kutuk dosa kenajisan.

Setelah dibebaskan oleh darah Anak Domba sebagai tanda belas kasih Tuhan ...
Wahyu 1: 6
(1:6) dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, -- bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

Tuhan Allah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, menunjukkan bahwa Tuhan mengangkat derajat kita setinggi-tigginya.
Yang dahulu bukan siapa-siapa, berada di dalam lumpur dosa yang begitu hina, setelah dibebaskan oleh darah Anak Domba, Ia membuat kita suatu kerajaan di atas bumi, kedudukan yang sangat tinggi.
Oleh sebab itu, ibadah dan pelayanan yang dipercayakan harus dijunjung tinggi, sehingga ibadah ini bukanlah hanya rutinitas, bukan hanya untuk menunjukkan kehebatan di mata manusia.

Wahyu 5: 9-10
(5:9) Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
(5:10) Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."

Setelah ditebus oleh darah Anak Domba, selanjutnya Yesus Kristus membuat mereka menjadi suatu kerajaan dan menjadi imam-imam bagi Allah, dan mereka memerintah sebagai raja di bumi.
Jadi, dalam hal ini, mereka memerintah bukan sebagai pemimpin tertinggi di dunia, memerintah bukan sebagai seseorang yang memiliki kedudukan/jabatan yang tinggi dalam suatu perusahaan/instansi, melainkan memerintah sebagai raja, inilah yang disebut imamat yang rajani = pelayanan yang berkuasa.
Kalau memerintah sebagai seorang supervisior, atau kalau memerintah sebagai seorang manager, namun bukan berarti dia hidup dalam kesucian dan terlepas dari dosa = pelayanan yang tak berkuasa terhadap dosa.
Tetapi jika memerintah sebagai raja, imamat yang rajani / pelayanan yang berkuasa; hidup dalam kebenaran dan kesucian = bebas dari dosa kejahatan dan dosa kenajisan, gambaran dari orang yang telah diterangi hatinya, berarti tidak tersandung dengan salib Kristus.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment