KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Monday, July 21, 2014

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 19 JULI 2014


Tema:  STUDY YUSUF (Kejadian 37: 1-36, Kejadian 39)
(seri 78)                                         

Subtema:  MENJADI IMAMAT RAJANI KARENA BERPEGANG TEGUH PADA PERJANJIAN TUHAN

Shalom!
Selamat malam, salam sejahtera, salam dalam kasih sayang, kasih setia Tuhan yang abadi.
Oleh karena kemurahan hati Tuhan, kita diperkenankan untuk beribadah melayani Tuhan dalam ibadah Kaum Muda Remaja sebagaimana biasanya. Biarlah kiranya di hari-hari terakhir ini, kehidupan muda remaja semakin merasakan kemurahan Tuhan, lebih mengutamakan perkara rohani dari pada perkara lahiriah, sebab jika tidak demikian, tidak tertutup kemungkinan dunia dengan arus dan pengaruhnya menghanyutkan kehidupan muda remaja. Di hari-hari terakhir ini, Iblis/Setan gencar sekali melancarkan serangannya untuk menjatuhkan kehidupan muda remaja, secara khusus yang masih jauh dari Tuhan, yang hidup menurut hawa nafsu dan keinginan daging.

Kembali saya mengingatkan; dari kitab Kejadian 37, 39, dan seterusnya Yusuf berada dalam rencana Tuhan, dan Yusuf menyadari bahwa ia sedang berada dalam rencana Tuhan.
Sekalipun ia harus menerima perlakuan yang buruk dari saudara-saudaranya, namun Yusuf tidak membantah, melainkan tetap menuruti firman Tuhan, sebab ia menyadari bahwa dirinya berada di dalam rencana Allah yang besar.

Kita kembali memperhatikan PRIBADI YUSUF pada kitab Kejadian 39.
Kejadian 39: 4
(39:4) maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.

Yang harus kita perhatikan dari ayat 4 ini adalah: “kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf”, menunjukkan bahwa pelayanan Yusuf adalah pelayanan yang berkuasa = imamat yang rajani.

Wahyu 1: 5-6
(1:5) dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya --
(1:6) dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, -- bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

Lewat ibadah ini, Tuhan membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah = imamat rajani = pelayanan yang berkuasa.
Imamat rajani, berarti; pelayanan yang berkuasa terhadap dosa yang ditimbulkan oleh;
-      Daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya
-      Iblis/Setan itulah roh jahat dan roh najis
-      Arus dan pengaruh dunia yang begitu deras sekali yang dapat menghanyutkan/menenggelamkan kehidupan muda remaja, sampai akhirnya mati rohani.
Tuhan membuat kita menjadi suatu kerajaan, berarti; lewat pelayanan yang berkuasa di hadapan Tuhan, derajat kita diangkat setinggi-tingginya. Oleh sebab itu, biarlah kita melayani Tuhan dengan sistem Kerajaan Sorga.
Kerajaan Sorga bukan soal makan dan minum, bukan soal perkara-perkara lahiriah, melainkan soal kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus.
Barangsiapa melayani Tuhan dengan demikian; ia berkenan kepada Allah dan dihormati manusia.
Oleh sebab itu, mari kita junjung tinggi ibadah dan pelayanan yang Tuhan percayakan bagi kita sekaliannya.

Selanjutnya, bagian dari ayat 6 dikatakan: “bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.
Artinya; kemuliaan sang Raja terletak pada kuasanya, tidak ada raja yang tidak memiliki kuasa.
Kalau raja tidak memiliki kuasa, maka tidak terlihat kemuliaan sang raja.

Berkaitan dengan ayat ini, mari kita perhatikan ...
Wahyu 5: 9-10
(5:9) Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
(5:10) Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."

Setelah ditebus oleh darah Anak Domba, selanjutnya Yesus Kristus membuat mereka menjadi suatu kerajaan dan menjadi imam-imam bagi Allah, dan mereka memerintah sebagai raja di bumi.
Jadi, dalam hal ini, mereka memerintah bukan sebagai pemimpin tertinggi di dunia, memerintah bukan sebagai seseorang yang memiliki kedudukan/jabatan yang tinggi dalam suatu perusahaan/instansi, melainkan memerintah sebagai raja, inilah yang disebut imamat yang rajani.
Kalau memerintah sebagai seorang supervisior, atau kalau memerintah sebagai seorang manager, namun bukan berarti dia hidup dalam kesucian dan terlepas dari dosa = pelayanan yang tak berkuasa terhadap dosa.
Tetapi jika memerintah sebagai raja, berarti imamat yang rajani / pelayanan yang berkuasa; hidup dalam kebenaran dan kesucian.

Syarat untuk menjadi imamat rajani/pelayanan yang berkuasa.
Wahyu 1: 5
(1:5) dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya --

Yesus Kristus, Dia adalah Saksi yang setia. Selanjutnya dikatakan di sini: “berkuasa atas raja-raja bumi ini
Jadi, syarat untuk menjadi pelayan yang berkuasa adalah terlebih dahulu menjadi saksi yang setia.
Biarlah kehidupan muda remaja menjadi kehidupan yang setia dalam segala sesuatu, terlebih dalam ibadah pelayanan, sehingga menjadi raja-raja yang berkuasa atas bumi.

Wahyu 12: 10-11
(12:10) Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata:  "Sekarang telah tiba  keselamatan dan kuasa  dan pemerintahan Allah kita,  dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya,  karena telah dilemparkan ke bawah  pendakwa saudara-saudara kita,  yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
(12:11) Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba,  dan oleh perkataan kesaksian mereka.  Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.

Mengalahkan si pendakwa, yaitu Iblis/Setan:
-    Oleh darah Anak Domba à pengorbanan, satu di dalam penderitaan Kristus di tengah-tengah ibadah dan pelayanan kepada Tuhan.
-   Kesaksian yang tidak terbantahkan oleh manusia, setan sekalipun, yaitu karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.
Oleh karena kesaksian Yesus Kristus, semua musuh dikalahkan sampai musuh yang terakhir, yaitu maut, telah dikalahkan, dan kesaksian yang benar adalah kesaksian yang hidup tidak terbantahkan oleh siapapun.

Yesaya 11: 5
(11:5) Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

Tidak menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, sebagai gambarannya; seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang = saksi yang setia.
Kalau ikat pinggang terikat pada pinggang, maka keadaan kita benar di hadapan Tuhan, tidak terlihat segala ketelanjangan, kekurangan, kelemahan-kelemahan di hadapan Tuhan.

Yesaya 55: 3-4
(55:3) Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.
(55:4) Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa;

Tuhan mengikat perjanjian abadi menurut kasih setia yang teguh kepada Daud, selanjutnya Tuhan menjadikan Daud sebagai saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan memerintah bagi suku-suku bangsa.
Itu sebabnya di atas telah saya sampaikan; kehidupan muda remaja harus setia dalam perkara kecil, maupun perkara besar, setia dalam segala sesuatu, berpegang teguh pada firman Tuhan, supaya tetap menjadi raja-raja atas segala bangsa dan suku bangsa, tetap menjadi pelayan yang berkuasa/imamat yang tajani.

Lebih jauh kita memperhatikan mengenai perjanjianyang teguh.
Mazmur 89: 26-29
(89:26) Aku akan membuat tangannya menguasai laut, dan tangan kanannya menguasai sungai-sungai.
(89:27) Dia pun akan berseru kepada-Ku: 'Bapaku Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku.'
(89:28) Aku pun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi.
(89:29) Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia untuk selama-lamanya, dan perjanjian-Ku teguh bagi dia.

Tuhan menjadikan Daud sebagai anak sulung menjadi yang maha tinggi di antara raja-raja di bumi, sebab Daud memelihara kasih setia Tuhan yang abadi, kemudian ia berpegang teguh terhadap perjanjian Tuhan.
Sebagai seorang pelayan Tuhan; biarlah kiranya kehidupan muda remaja setia pada kebenaran, setia pada firman Tuhan, setia memikul tanggung jawab yang Tuhan berikan.
Jangan sampai kesetiaan berubah/bergeser hanya karena keinginan-keinginan daging, hanya karena perkara-perkara lahiriah, sebab hawa nafsu dan keinginan daging dari kehidupan muda remaja itu kuat sekali.

Itu sebabnya Yesus sendiri berkata kepada Simon Petrus dalam Yohanes 21: 18, “Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.
Mari kita perhatikan dua pernyataan Yesus kepada Simon Petrus yang sangat kontras sekali;
-      “ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki” = kebenaran diri sendiri karena hidup menurut hawa nafsu dan keinginan daging.
-      “jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki” = dewasa rohani (tua).
Itulah perbedaan antara kerohanian yang masih muda dengan kerohanian yang sudah dewasa (tua) sangat kontras sekali/berbanding terbalik.
Dahulu, sebelum firman pengajaran mempelai mendarah daging dalam kehidupan kita, hal ini sering terjadi; mengambil jalan masing-masing, sesuai dengan kehendak diri sendiri = kebenaran diri sendiri = tidak dengar-dengaran.
Berbeda dengan kehidupan yang dewasa rohani (sudah menjadi tua), selain mengulurkan tangan, dan orang lain mengikatnya dan membawa ke tempat yang tidak dikehendaki, dengan kata lain berada dalam rencana Allah.
Itu sebabnya tadi saya kakatakan; sebagai orang muda harus tetap setia dalam kebenaran.

1 Raja-Raja 2: 3-4
(2:3) Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju,
(2:4) dan supaya TUHAN menepati janji yang diucapkan-Nya tentang aku, yakni: Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup di hadapan-Ku dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel.

Jikalau Daud tetap berpegang teguh pada perjanjian firman Tuhan dengan segenap hati dan segenap jiwa, maka keturunannya tidak akan terputus dari takhta kerajaan Israel, artinya; tetap menjadi imamat yang rajani, menjadi pelayan yang berkuasa.
Daud menyampaikan pesan itu kepada Salomo, anaknya, yang akan meneruskan takhta kerajaan Israel, menjelang kematian Daud mendekat.
Daud tidak berpesan untuk menjaga harta yang ada dan yang lain-lain, tetapi pesan Daud kepada Salomo, supaya Salomo berpegang teguh pada perjanjian Tuhan yang abadi dengan setia, dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, perjanjian yang telah Tuhan buat kepada Daud.
Dan malam hari ini, tidak henti-hentinya saya berpesan supaya kita tetap setia beribadah kepada Tuhan, setia melayani Tuhan, setia memikul tanggung jawab di atas pundak kita masing-masing, sehingga firman Tuhan senantiasa mengingatkan kita pada segala jalan yang ditunjukkan-Nya, ketetapan-Nya, perintah-Nya, peraturan-Nya dan ketentuan yang ditetapkan-Nya, maka dengan demikian kita tetap menjadi imamat yang rajani.

Tindakan-tindakan yang harus diperhatikan supaya tetap berpegang teguh pada perjanjian Tuhan yang abadi.
1 Raja-Raja 2: 5-9
(2:5) Dan lagi engkau pun mengetahui apa yang dilakukan kepadaku oleh Yoab, anak Zeruya, apa yang dilakukannya kepada kedua panglima Israel, yakni Abner bin Ner dan Amasa bin Yeter. Ia membunuh mereka dan menumpahkan darah dalam zaman damai seakan-akan ada perang, sehingga sabuk pinggangnya dan kasut kakinya berlumuran darah.
(2:6) Maka bertindaklah dengan bijaksana dan janganlah biarkan yang ubanan itu turun dengan selamat ke dalam dunia orang mati.
(2:7) Tetapi kepada anak-anak Barzilai, orang Gilead itu, haruslah kautunjukkan kemurahan hati. Biarlah mereka termasuk golongan yang mendapat makanan dari mejamu, sebab mereka pun menunjukkan kesetiaannya dengan menyambut aku pada waktu aku melarikan diri dari depan kakakmu Absalom.
(2:8) Juga masih ada padamu Simei bin Gera, orang Benyamin, dari Bahurim. Dialah yang mengutuki aku dengan kutuk yang kejam pada waktu aku pergi ke Mahanaim, tetapi kemudian ia datang menyongsong aku di sungai Yordan dan aku telah bersumpah kepadanya demi TUHAN: Takkan kubunuh engkau dengan pedang!
(2:9) Sekarang janganlah bebaskan dia dari hukuman, sebab engkau seorang yang bijaksana dan tahu apa yang harus kaulakukan kepadanya untuk membuat yang ubanan itu turun dengan berdarah ke dalam dunia orang mati."

Ada 3 tindakan yang harus dituruti/dilakukan oleh Salomo sesuai dengan perintah Daud.
YANG PERTAMA: SALOMO HARUS MEMBINASAKAN YOAB.
Dengan alasan; Yoab telah membunuh 2 panglima Israel, yakni Abner bin Ner dan Amasa bin Yeter.

Mari kita perhatikan; KETIKA YOAB MEMBUNUH ABNER BIN NER.
2 Samuel 3: 24-27
(3:24) Kemudian pergilah Yoab kepada raja, katanya: "Apakah yang telah kauperbuat? Abner telah datang kepadamu; mengapa engkau membiarkannya begitu saja?
(3:25) Apakah engkau tidak kenal Abner bin Ner itu. Ia datang untuk memperdaya engkau dan untuk mengetahui gerak-gerikmu dan untuk mengetahui segala yang hendak kaulakukan."
(3:26) Sesudah itu keluarlah Yoab meninggalkan Daud dan menyuruh orang menyusul Abner, lalu mereka membawanya kembali dari perigi Sira tanpa diketahui Daud.
(3:27) Ketika Abner kembali ke Hebron, maka Yoab membawanya sebentar ke samping di tengah-tengah pintu gerbang itu, seakan-akan hendak berbicara dengan dia dengan diam-diam; kemudian ditikamnyalah dia di sana pada perutnya, sehingga mati, membalas darah Asael, adiknya.

Yoab membunuh Abner bin Ner tanpa sepengetahuan Daud, untuk membalas darah Asael, adiknya.
Pada saat Yoab membunuh Abner, ada 2 hal yang dia langkahi;
1.    Yoab membunuh Abner tanpa sepengetahuan dan tanpa seijin Daud.
2.    Yoab membunuh Abner karena membalas kejahatan dengan kejahatan = berada di bawah hukum Taurat

2 Samuel 3: 30
(3:30) Demikianlah Yoab dan Abisai, adiknya, membunuh Abner, karena ia telah membunuh Asael, adik mereka, di Gibeon dalam pertempuran.

Jelas sekali bahwa Yoab membunuh Abner karena ia telah membunuh Asael, adik Yoab = membalas kejahatan dengan kejahatan, menunjukkan bahwa Yoab berada di bawah hukum Taurat, yaitu tangan ganti tangan, mata ganti mata, gigi ganti gigi.

Mari kita perhatikan; KETIKA YOAB MEMBUNUH AMASA BIN YETER.
2 Samuel 20: 4-6
(20:4) Berkatalah raja kepada Amasa: "Kerahkanlah bagiku orang-orang Yehuda dalam tiga hari, kemudian menghadaplah lagi ke mari!"
(20:5) Lalu pergilah Amasa mengerahkan orang Yehuda, tetapi ia menunda-nunda tugas itu sampai melewati waktu yang ditetapkan raja baginya.
(20:6) Lalu berkatalah Daud kepada Abisai: "Sekarang Seba bin Bikri lebih berbahaya bagi kita dari pada Absalom; jadi engkau, bawalah orang-orang tuanmu ini dan kejarlah dia, supaya jangan ia mencapai kota yang berkubu, dan dengan demikian ia luput dari pada kita."

Daud memberi perintah kepada Amasa supaya ia mengerahkan orang Yehuda bagi Daud dalam 3 hari, maksudnya di sini; supaya orang Yehuda berpihak pada raja Daud.
Namun sayangnya, Amasa menunda-nunda waktu yang telah ditetapkan, yaitu dalam 3 hari.
3 hari à kuasa kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Biarlah kita segera masuk dalam pengalaman kematian dan kebangkitan Yesus Kristus tanpa ditunda-tunda, sebab ini merupakan perintah Yesus, sebagai Raja.

2 Samuel 20: 10-11
(20:10) Amasa tidak awas terhadap pedang yang ada di tangan Yoab itu; Yoab menikam pedang itu ke perutnya, sehingga isi perutnya tertumpah ke tanah. Tidak usah dia ditikamnya dua kali, sebab ia sudah mati. Lalu Yoab dan Abisai, adiknya, terus mengejar Seba bin Bikri.
(20:11) Dan seorang dari orang-orang Yoab tinggal berdiri di dekat mayat itu, sambil berkata: "Siapa yang suka kepada Yoab dan siapa yang memihak kepada Daud, baiklah mengikuti Yoab!"

Yoab membunuh Amasa tanpa seijin raja Daud, inilah resiko yang diterima oleh Amasa, karena menunda-nunda, lewat dari 3 hari, sebagai ketentuan sang raja.
Dengan membunuh Amasa tanpa seijin raja Daud, berarti Yoab berusaha untuk menggagalkan  rencana raja Daud, yaitu supaya orang-orang Yehuda mengerahkan perhatiannya kepada raja Daud, supaya dengan demikian kokohlah kerajaaan Israel di tangan Daud.
Berarti, Yoab menginginkan supaya Daud lengser dari singgasana, itu pun terbukti dari pernyataan salah seorang dari pengikut Yoab yang mengatakan: “Siapa yang suka kepada Yoab dan siapa yang memihak kepada Daud, baiklah mengikuti Yoab!” Di sini, orang-orang Yoab mulai membesar-besarkan Yoab.

Saya mengharapkan kehidupan muda remaja menjadi bijaksana, melihat situasi dalam ibadah dan pelayanan, apa yang patut kita kerjakan, biarlah itu dikerjakan, lebih dari pada itu jangan dikerjakan, jangan mendahului apa yang menjadi kehendak Tuhan.
Melayani sesuai dengan kepercayaan Tuhan, jangan sampai pada saat kita melayani melebihi apa yang dipercayakan oleh Tuhan / jangan membesar - besarkan diri.
Ingat tujuan kita melayani Tuhan; supaya takhta kerajaan (Allah bertakhta) tetap ada di tengah-tengah ibadah pelayanan ini, supaya kita menjadi imamat yang rajani, oleh karena kemuliaan Allah dinyatakan.

Berkaitan dengan ini; sesungguhnya Daud memerintahkan Yoab hanya untuk membunuh Seba bin Bikri, sesuai dengan perkataan Daud pada ayat 6, bahwa: “Sekarang Seba bin Bikri lebih berbahaya bagi kita dari pada Absalom; jadi engkau, bawalah orang-orang tuanmu ini dan kejarlah dia, supaya jangan ia mencapai kota yang berkubu, dan dengan demikian ia luput dari pada kita
Kubu pertahanan dan tanduk keselamatan itu adalah pribadi Yesus. Jadi, sebelum Seba mencapai itu, ia harus segera dibunuh, sebab apabila ia sudah mencapai kubu pertahanan itu, tidak seorang pun dapat membunuh Seba bin Bikri, sebab itu adalah kemurahan Tuhan/kasih karunia Tuhan.

2 Samuel 20: 14-16,18
(20:14) Seba telah melintasi daerah semua suku Israel menuju Abel-Bet-Maakha. Dan semua orang Bikri telah berkumpul dan mengikuti dia.
(20:15) Tetapi sampailah orang-orang Yoab, lalu mengepung dia di Abel-Bet-Maakha; mereka menimbun tanah menjadi tembok terhadap kota ini dan tembok ini merapat sampai ke tembok luar sedang seluruh rakyat yang bersama-sama dengan Yoab menggali tembok kota itu untuk meruntuhkannya.
(20:16) Lalu berserulah seorang perempuan bijaksana dari kota itu: "Dengar! Dengar! Katakanlah kepada Yoab: Mendekatlah ke mari, supaya aku berbicara dengan engkau."
(20:18) Kemudian berkatalah perempuan itu: "Dahulu biasa orang berkata begini: Baiklah orang minta petunjuk di Abel dan di Dan, apakah sudah dihapuskan

Yoab memang berencana untuk membunuh Seba bin Bikri sesuai dengan perintah raja Daud, tetapi ada hal-hal yang salah/keliru yang diperbuatnya, yaitu: menggali tembok kota itu untuk meruntuhkannya, itu menunjukkan bahwa; kesalahan Yoab semakin bertambah besar di hadapan Tuhan, sebab untuk melakukan apa yang hendak dia lakukan itu, terlebih dahulu orang minta petunjuk di Abel dan di Dan kepada yang telah ditetapkan oleh orang-orang yang setia di Israel, salah satunya adalah raja Daud, sebagaimana dengan apa yang kita baca dalam 1 Raja-Raja 2: 3-4.
Namun dalam hal ini Yoab tidak meminta petunjuk kepada yang telah ditetapkan oleh orang-orang yang setia di Israel (Ulangan 20:10), sehingga semakin menambah dosa di hadapan Tuhan.

Kita semua adalah kawanan domba Allah, berada dalam kandang penggembalaan, untuk selanjutnya tergembala dengan baik. Apabila kawanan domba tergembala dengan baik, berarti domba-domba harus mendengar dan mengikuti suara gembala.
Dahulu, sebelum saya melihat Yoab lebih jauh, saya hanya melihat dia sebagai orang yang loyal kepada Daud, sehingga ketika Daud memberi pesan supaya Salomo membunuh Yoab adalah suatu kekeliruan, karena Yoab telah mendedikasikan hidupnya pada Daud, ia tidak memusingkan soal-soal penghidupan.
Namun kenyataannya, semakin diberi kepercayaan, justru Yoab menyalahgunakan kepercayaan itu, sementara kepercayaan Daud bertambah-tambah kepada Yoab, pada saat Yoab semakin tua.
Seharusnya semakin tua, semakin bertambah dewasa; mengulurkan tangan, untuk diikat dan dibawa ke tempat yang tidak dikehendaki.

2 Samuel 20: 18-19
(20:18) Kemudian berkatalah perempuan itu: "Dahulu biasa orang berkata begini: Baiklah orang minta petunjuk di Abel dan di Dan, apakah sudah dihapuskan
(20:19) apa yang telah ditetapkan oleh orang-orang yang setia di Israel! Tetapi engkau ini berikhtiar membinasakan suatu kota, apalagi suatu kota induk di Israel. Mengapa engkau hendak menelan habis milik pusaka TUHAN?"

Menjatuhkan tembok kota Abel-Bet-Maakha, berarti; menelan habis milik pusaka Tuhan, yaitu ibadah pelayanan dan persepuluhan.

Sekarang kita melihat zaman/masa pada waktu Yoab membunuh Abner dan Amasa.
1 Raja-Raja 2: 5
(2:5) Dan lagi engkau pun mengetahui apa yang dilakukan kepadaku oleh Yoab, anak Zeruya, apa yang dilakukannya kepada kedua panglima Israel, yakni Abner bin Ner dan Amasa bin Yeter. Ia membunuh mereka dan menumpahkan darah dalam zaman damai seakan-akan ada perang, sehingga sabuk pinggangnya dan kasut kakinya berlumuran darah.

Yoab membunuh Abner bin Ner dan Amasa bin Yeter dalam zaman damai, bukan pada saat zaman perang.
Kerajaan Sorga itu bukan soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita.
Dalam zaman damai, berarti dalam zaman di mana Allah bertakhta, telah menunjukkan hadirat-Nya di tengah-tengah umat Israel = zaman kasih karunia/kemurahan.

Perlu untuk diketahui;
Mazmur 85: 11
(85:11) Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.

-      Kasih dan kesetiaan akan bertemu
-      Keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman
Berarti, apabila ada damai sejahtera, di situ terdapat keadilan.
Damai sejahtera dan keadilan adalah suatu hubungan yang mesra dan erat sekali
Berarti, apabila membunuh dalam zaman damai, menunjukkan bahwa di dalam diri Yoab tidak terdapat keadilan.
Dalam 1 Korintus 3: 15, membenci sesamanya = seorang pembunuh.

Pengkotbah 3: 8
(3:8) ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.

Ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci, itu sebabnya di sini juga dikatakan: ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.
Jadi, Yoab mengabaikan waktu yang sudah Tuhan tentukan, mengabaikan waktu damai = tidak menghargai kasih karunia Tuhan.

Sekali lagi saya katakan; kalau Tuhan sudah mengampuni, menyatakan kasih karunia-Nya, itu tidak perlu lagi diganggu gugat, maksudnya jangan mengungkit kesalahan orang lain, juga jangan mengulangi kesalahan yang pernah terjadi.

Akibat membunuh Abner dan Amasa:
Sabuk pinggangnya dan kasut kakinya ternodai oleh darah.
-   Ikat pinggang ternodai oleh darah, artinya; menyimpang dari kebenaran, menyimpang dari kesetiaan.
Ikat pinggang, artinya; tidak menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan.
-     Kasut kakinya ternodai oleh darah, artinya; di dalam pengikutan/perjalanan rohani di hadapan Tuhan tidak disertai dengan kerelaan hati.
Kasut, arti rohaninya; kerelaan untuk melayani Tuhan.

Ada 3 tindakan yang harus dituruti/dilakukan oleh Salomo sesuai dengan perintah Daud.
YANG KEDUA: SALOMO HARUS MENUNJUKKAN KEMURAHAN HATINYA KEPADA ANAK-ANAK BARZILAI, ORANG GILEAD ITU.

Alasan Daud:
2 Samuel 17: 26-29
(17:26) Lalu orang Israel dan Absalom berkemah di tanah Gilead.
(17:27) Ketika Daud tiba di Mahanaim, maka Sobi bin Nahas, dari Raba, kota bani Amon, dan Makhir bin Amiel, dari Lodebar, dan Barzilai, orang Gilead, dari Rogelim, membawa
(17:28) tempat tidur, pasu, periuk belanga, juga gandum, jelai, tepung, bertih gandum, kacang babi, kacang merah besar, kacang merah kecil,
(17:29) madu, dadih, kambing domba dan keju lembu bagi Daud dan bagi rakyat yang bersama-sama dengan dia, untuk dimakan, sebab kata mereka: "Rakyat ini tentu telah menjadi lapar, lelah dan haus di padang gurun."

Daud mengingat perbuatan baik Barzilai, orang Gilead itu, karena orang-orang Barzilai memberikan segala keperluan-keperluan yang dibutuhkan oleh Daud dan pengikut-pengikutnya selama ia berada di pengasingan.

Kita tidak perlu ragu untuk menunjukkan perbuatan-perbuatan baik kepada Tuhan, apalagi untuk pekerjaan-pekerjaan Tuhan.
Sebab seringkali kita lebih banyak berbuat yang tidak penting di luar Tuhan, tutup mata terhadap pekerjaan Tuhan, sesungguhnya itu adalah suatu kebodohan yang besar.
Seorang hamba Tuhan yang bertanggung jawab di hadapan Tuhan, persis seperti raja Daud yang sedang berada di pengasingan; menjauhkan diri dari kejahatan, berusaha melepaskan diri dari roh jahat dan roh najis, berusaha melepaskan diri dari keinginan daging, itu sebabnya sidang jemaat, terkhusus kaum muda remaja harus menghargai gembala sidang yang memberi pengajaran dua kali lipat.
Ingat; kita hidup dari kemurahan hati Tuhan, bukan dari siapa-siapa dan kepada siapa-siapa.

1 Raja-Raja 2: 7
(2:7) Tetapi kepada anak-anak Barzilai, orang Gilead itu, haruslah kautunjukkan kemurahan hati. Biarlah mereka termasuk golongan yang mendapat makanan dari mejamu, sebab mereka pun menunjukkan kesetiaannya dengan menyambut aku pada waktu aku melarikan diri dari depan kakakmu Absalom.

Barzilai dan anak-anaknya termasuk golongan yang mendapat makanan dari meja istana raja Salomo, di sinilah kemurahan hati raja Salomo kepada Barzilai dan anak-anaknya.
Apa yang kita tabur itu yang kita tuai, pepatah ini tepat ditujukan kepada Barzilai, karena ia telah menunjukkan perbuatan - perbuatan baik dihadapan raja Daud.

Kemurahan hati Tuhan telah ditunjukkan kepada kita; kita boleh duduk makan sehidangan di dalam kota raja besar/di tengah-tengah ibadah pelayanan yang Tuhan percayakan, menikmati firman Tuhan, firman pengajaran yang rahasianya dibukakan (makanan rohani), sampai kita benar-benar merasakan kemurahan hati Tuhan. 

Ada 2 kali suasana perjamuan:
1.   Suasana yang pertama; untuk masa sekarang ketika kita beribadah melayani Tuhan, di tengah-tengah ibadah kita dapat menikmati firman Tuhan sebagai makanan rohani.
2.     Suasana yang kedua; pada saat masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba yang sifatnya kekal.
Oleh sebab itu, biarlah kita menunjukkan kesetiaan kita seperti Barzilai, yang menunjukkan kesetiaannya kepada raja Daud ketika Daud berada di Mahanaim/pengasingan.

Ada 3 tindakan yang harus dituruti/dilakukan oleh Salomo sesuai dengan perintah Daud.
YANG KETIGA: SALOMO HARUS MEMBUNUH SIMEI.
Alasan Daud memerintahkan Salomo membunuh Simei; sebab Simei mengutuki Daud dengan kutuk yang kejam pada waktu Daud berada di Mahanaim.

Mari kita lihat peristiwa itu ...
2 Samuel 16: 5-11
(16:5) Ketika raja Daud telah sampai ke Bahurim, keluarlah dari sana seorang dari kaum keluarga Saul; ia bernama Simei bin Gera. Sambil mendekati raja, ia terus-menerus mengutuk.
(16:6) Daud dan semua pegawai raja Daud dilemparinya dengan batu, walaupun segenap tentara dan semua pahlawan berjalan di kiri kanannya.
(16:7) Beginilah perkataan Simei pada waktu ia mengutuk: "Enyahlah, enyahlah, engkau penumpah darah, orang dursila!
(16:8) TUHAN telah membalas kepadamu segala darah keluarga Saul, yang engkau gantikan menjadi raja, TUHAN telah menyerahkan kedudukan raja kepada anakmu Absalom. Sesungguhnya, engkau sekarang dirundung malang, karena engkau seorang penumpah darah."
(16:9) Lalu berkatalah Abisai, anak Zeruya, kepada raja: "Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkanlah aku menyeberang dan memenggal kepalanya."
(16:10) Tetapi kata raja: "Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?"
(16:11) Pula kata Daud kepada Abisai dan kepada semua pegawainya: "Sedangkan anak kandungku ingin mencabut nyawaku, terlebih lagi sekarang orang Benyamin ini! Biarkanlah dia dan biarlah ia mengutuk, sebab TUHAN yang telah berfirman kepadanya demikian.

Simei tidak henti-hentinya mengutuki raja Daud, ketika Daud dan para pahlawan-pahlawannya berada di pengasingan (Mahanaim), dengan alasan; ia tidak menerima kematian dari pada raja Saul, sementara Saul mati bukan karena Daud, Saul mati di medan perang dibunuh oleh orang Filistin.
Simei menuduh tanpa bukti / menuduh tanpa kebenaran  itu adalah kutuk yang kejam.

Sementara Daud menjadi raja, itu oleh karena pilihan Tuhan, sedangkan Saul menjadi raja atas permintaan Israel.
Sesungguhnya Simei tidak layak berbicara hal itu kepada Daud, sedangkan Daud saja melarang untuk mengutuki/mengusik orang yang diurapi. Dalam hal ini, siapa Simei, siapa raja Daud?
Tuhan mengenal Simei, Tuhan mengenal Daud, tetapi dalam hal ini Daud menyerahkan perkara ini kepada Tuhan, dan sekalipun Abisai meminta supaya Simei dibunuh, tetapi Daud tidak mengabulkan keinginan Abisai.

Dalam 2 Samuel 19: 16-23, pada akhirnya Daud mengampuni kesalahan Simei, tepatnya ketika Simei menyongsong Daud di sungai Yordan, yang walaupun Abisai berkata kepada Daud: “Bukankah Simei patut dihukum mati karena ia telah mengutuki orang yang diurapi TUHAN?”, tetapi pada waktu itu Daud berjanji kepada Tuhan tidak akan membunuh Simei, dengan satu alasan; ia telah menjadi raja atas Israel, MENUNJUKKAN BAHWA DAUD ADALAH IMAMAT YANG RAJANI, PELAYANAN YANG BERKUASA.

Inilah 3 tindakan yang harus dilakukan oleh Salomo supaya tergenapi apa yang dikatakan oleh Daud kepada Salomo, anaknya yaitu; supaya takhta kerajaan Israel tidak putus-putusnya dari keturunan Daud = tetap menjadi raja-raja, imam-imam bagi Allah = imamat rajani/pelayanan yang berkuasa.
Biarlah kita juga memperhatikan 3 hal ini supaya Tuhan tetap mempercayakan kita menjadi imam-imam, raja-raja bagi Allah.

Amsal 3: 1-4
(3:1) Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku,
(3:2) karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.
(3:3) Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,
(3:4) maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.

Nasihat firman Tuhan kepada saya dan saudara, yaitu;
-        Jangan melupakan ajaran Tuhan dan biarlah hati memelihara perintah Tuhan
Tujuannya; panjang umur, lanjut usia, serta sejahtera akan ditambahkan.
-   Janganlah kiranya meninggalkan kasih dan setia kemudian kalungkan itu pada leher sebagai perhiasan, selanjutnya dituliskan pada loh hati.
Tujuannya: mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia = dikenan oleh Tuhan dan dihormati manusia.

Amsal 3: 5-7
(3:5) Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
(3:6) Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
(3:7) Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;

Selanjutnya 4 hal yang harus kita perhatikan;
1.    Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hati
2.    Jangan bersandar pada pengertian sendiri
3.    Akuilah Dia dalam segala perbuatan dan kelakuan, maka Ia akan meluruskan jalan
4.    Jangan menganggap diri sendiri bijak, melainkan takutlah akan Tuhan dan jauhi kejahatan

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang


No comments:

Post a Comment