KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Sunday, July 13, 2014

IBADAH KAUM MUDA REMAJA, 05 JULI 2014



Tema:  STUDY YUSUF (Kejadian 37: 1-36, Kejadian 39)
(seri 77)                                         

Subtema:  BERKUASA DALAM PELAYANAN OLEH KARENA DARAH ANAK DOMBA

Shalom!
Selamat malam, salam sejahtera, salam dalam kasih sayang dan kasih setia Tuhan yang abadi.
Biarlah kiranya Tuhan memberkati kita lewat pembukaan rahasia firman Tuhan dari pribadi Yusuf.

Kita kembali memperhatikan PRIBADI YUSUF pada kitab Kejadian 39.
Kejadian 39: 4
(39:4) maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.

Bagian dari ayat 4 yang harus kita perhatikan adalah: “kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf”, menunjukkan bahwa pelayanan Yusuf adalah pelayanan yang berkuasa = imamat rajani.

Wahyu 1: 6
(1:6) dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, -- bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

Yesus Kristus menjadikan kita suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, suatu kedudukan yang sangat tinggi yang harus kita hargai, harus kita junjung tinggi, sebab kalau Tuhan mempercayakan kita suatu pelayanan di dalam rumah Tuhan, itu semua karena kemurahan Tuhan.

Menjadikan kita suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah = imamat rajani = pelayanan yang berkuasa.
Berarti, berkuasa atas dosa yang ditimbulkan oleh;
-      Daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya,
-      Iblis setan, itulah roh jahat dan roh najis,
-      Dunia dengan segala arus dan pengaruhnya yang menenggelamkan dan membawa pada kematian rohani.

Selanjutnya pada ayat 6 ini dikatakan: “bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya”, artinya; kemuliaan seorang raja terletak pada kuasanya, sebab kalau seorang raja tidak berkuasa, maka tidak terlihat kemuliaan sang raja.
Berarti, imamat rajani penuh dengan kemuliaan.

Wahyu 5: 9-10
(5:9) Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
(5:10) Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."

Sebagai imamat rajani selanjutnya memerintah sebagai raja di bumi.
Memerintah adalah tugas dari seorang pemerintah yang memiliki tanggung jawab di atas pundaknya, itulah raja-raja dan imam-imam bagi Allah.
Kalau memerintah, berarti dosa tidak memerintah, dosa tidak berkuasa.

Kemudian, di sini dikatakan, bahwa; sebelum Dia membuat kita suatu kerajaan, terlebih dahulu Yesus Kristus mengorbankan diri-Nya di atas kayu salib, darah-Nya tercurah atas kita, dan oleh darah-Nya yang mahal, Ia telah membeli dan menebus kita untuk dijadikan raja-raja, imam-imam bagi Allah.

Terlebih dahulu kita melihat; KEADAAN DOSA YANG TELAH DITEBUS.
1 Petrus 1: 18
(1:18) Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,

Oleh darah Anak Domba yang tak bernoda dan tak bercacat, kita telah ditebus dari cara hidup yang sia-sia/cara hidup yang lama, yaitu dosa warisan, itulah kutuk nenek moyang.
Perlu kita ketahui; kita ditebus bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas.

Kita patut bersyukur tentunya, karena Tuhan telah mati bagi kita di atas kayu salib, Dia mengorbankan diri-Nya, darah-Nya tercurah, supaya dengan demikian kita ditebus dari cara hidup yang sia-sia, cara hidup yang lama, itulah dosa warisan/dosa kutuk nenek moyang.
Karena begitu sukarnya dosa warisan itu terlepas, maka kita harus tekun beribadah dan melayani Tuhan.

Bukti bahwa Yesus telah berkorban.
Keluaran 12: 3-6
(12:3) Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.
(12:4) Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang.
(12:5) Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.
(12:6) Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.

Oleh karena anak domba paskah, bangsa Israel dibawa keluar dari Mesir, dari tanah perbudakan, untuk selanjutnya dibawa ke tanah perjanjian, itulah tanah Kanaan, suatu daerah yang luas dan baik, penuh dengan susu dan madu.

1 Korintus 5: 7-8
(5:7) Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
(5:8) Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

Oleh karena anak domba paskah telah disembelih, kita bebas dari dosa, yaitu ragi keburukan dan ragi kejahatan, termasuk 3 ragi lainnya, antara lain;
1.    Ragi orang Farisi, yaitu kemunafikan = di luar dan di dalam berbeda; di luar terlihat baik, di dalam penuh dengan kejahatan
2.    Ragi orang Saduki, yaitu tidak percaya adanya kebangkitan = mempertahankan hidup yang lama, secara khusus kawin dan mengawinkan = dikuasai dosa kenajisan.
3.    Ragi Herodes, yaitu membunuh = dosa membenci = tidak memiliki kasih.

Dampak positif bila dibebaskan dari ragi/dosa: berada dalam suasana pesta/berpesta untuk menikmati roti tidak beragi, yaitu kebenaran dan kemurnian.

Ada 2 kali suasana pesta.
SUASANA PESTA MASA SEKARANG.
Lukas 22: 30
(22:30) bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Duduk makan sehidangan dengan Allah lewat ibadah-ibadah yang Tuhan percayakan selama di bumi.
Sebagaimana ibadah kaum muda remaja malam hari ini, kita beribadah melayani Tuhan, kemudian di tengah-tengah ibadah ini kita boleh duduk makan sehidangan dengan Allah, menikmati pemberitaan firman Allah yang kita dengar sebagai makanan rohani.

Selanjutnya Yesus berkata: “kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel”.
Perkataan ini ada kaitannya dengan pelayan-pelayanan yang berkuasa = imamat rajani untuk menghakimi dosa yang ditimbulkan oleh daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya, iblis setan, itulah roh jahat dan roh najis, dunia dengan segala arus dan pengaruhnya yang menenggelamkan dan membawa pada kematian rohani, sehingga terciptalah keadilan dan kebenaran.
Sebab tugas hakim adalah untuk mendakwa dosa dan selanjutnya memberi keadilan dan kebenaran.

SUASANA PESTA MASA YANG AKAN DATANG.
Wahyu 19: 6-9
(19:6) Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
(19:7) Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
(19:8) Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]
(19:9) Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba, inilah suasana pesta yang kita rindukan, dan sekaligus suasana pesta yang kita tunggu-tunggu, bersanding dengan Mempelai Laki-Laki Sorga.
Kemudian, mereka yang masuk dalam perjamuan itu adalah mempelai perempuan, yang dikaruniakan jubah putih, berarti; dipercayakan ibadah dan pelayanan, sama seperti perkataan Yesus kepada 12 murid: “duduk di atas takhta (12 takhta) untuk menghakimi kedua belas suku Israel
Dengan demikian ada persamaan antara perjamuan makan pada masa sekarang dan perjamuan kawin Anak Domba pada masa yang akan datang. Ini merupakan kebahagiaan yang kekal.

1 Timotius 4: 7-8
(4:7) Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.
(4:8) Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

Ibadah itu berguna dalam segala hal karena ibadah itu mengandung janji, baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.
-      Masa sekarang; Tuhan pelihara hidup kita, Tuhan bela, Tuhan lindungi.
-   Masa yang akan datang; bahagia bersama dengan Dia di dalam Kerajaan Sorga, itulah kebahagiaan yang kekal yang menjadi bagian dari mempelai wanita Tuhan.

Oleh sebab itu, yang harus kita perhatikan adalah melatih diri untuk ibadah.
Orang yang terlatih dalam ibadah adalah orang yang menjauhi diri dari takhayul-takhayul dan dongeng nenek-nenek tua, dengan tujuan; kita dimampukan menerima firman pengajaran mempelai/firman pengajaran yang rahasianya dibukakan, yang berkuasa membawa kita masuk dalam pembentukan tubuh Kristus yang sempurna, itulah mempelai wanita Tuhan.

Keluaran 12: 3-6
(12:3) Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.
(12:4) Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang.
(12:5) Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.
(12:6) Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.

Syarat pada waktu penyembelihan anak domba paskah.
YANG PERTAMA: DIAMBIL PADA TANGGAL 10
Berbicara angka 10, berbicara mengenai 10 hukum Allah, itulah firman Allah, sebagai kebenaran.

Firman Allah itu berkuasa dalam kehidupan kita untuk;
1.    Yohanes 17: 17
(17:17) Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

Firman Allah adalah kebenaran, berkuasa untuk menguduskan saya dan saudara.

2.    Yohanes 8: 31-32
(8:31) Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku
(8:32) dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

Firman Allah itu adalah kebenaran yang berkuasa untuk memerdekakan setiap orang dari dosa.
Sedangkan yang mengetahui kebenaran yang memerdekakan itu adalah seorang murid.
Roh yang dimiliki oleh seorang murid adalah dengar-dengaran; mendengar dan melakukan = patuh pada ajaran yang benar/mau dan rela untuk selalu diajar. Sebaliknya, seorang guru adalah pengajar.

Yakobus 1: 25
(1:25) Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.

Hukum Allah/firman Allah itu betul-betul memerdekakan.
Kalau firman Allah betul-betul memerdekakan, biarlah kita menjadi pribadi yang dengar-dengaran, artinya mendengar dan melakukannya, supaya kita mengalami kebahagiaan.

Yakobus 2: 12
(2:12) Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang.

Oleh sebab itu, “Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang”, artinya; perkataan dan perlakuan tidak melebihi dari firman Tuhan sebagai kebenaran = terbebas dari kebenaran diri sendiri.

Syarat pada waktu penyembelihan anak domba paskah.
YANG KEDUA: ANAK DOMBA ITU HARUS JANTAN, HARUS BERUMUR SETAHUN
-      ANAK DOMBA HARUS JANTAN à pribadi Yesus Kristus sebagai Mempelai Laki-Laki Sorga.
Efesus 5: 23
(5:23) karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.

Yesus Kristus adalah Kepala, Mempelai Laki-Laki Sorga, Dialah yang berkuasa untuk menyelamatkan tubuh-Nya, yaitu mempelai perempuan/gereja Tuhan.

Ibrani 3: 5
(3:5) Dan Musa memang setia dalam segenap rumah Allah sebagai pelayan untuk memberi kesaksian tentang apa yang akan diberitakan kemudian,

Musa setia dalam segenap rumah Allah sebagai pelayan untuk memberi kesaksian tentang apa yang akan diberitakan kemudian, yaitu tentang Kerajaan Sorga.
Tabernakel/kemah yang didirikan oleh Musa (sesuai dengan contoh yang diberikan di atas gunung Sinai) adalah gambaran dari Kerajaan Sorga/miniatur Kerajaan Sorga.
  
Adapun Tabernakel yang dibangun oleh Musa menurut contoh dan model yang diperlihatkan Allah kepadanya di atas gunung Sinai;
TABERNAKEL ITU TERDIRI DARI 3 DAERAH:
DAERAH YANG PERTAMA adalah HALAMAN, di dalamnya terdapat 2 alat, yaitu;
1.    Mezbah korban bakaran
Arti rohaninya ialah salib, sedangkan yang menjadi korban-Nya adalah Kristus.
Mezbah korban bakaran à pertobatan.
Bertobat, artinya; berhenti berbuat dosa dan tidak mengulangi lagi, seperti 2 tangan 2 kaki yang terpaku, dari sanalah darah itu mengalir.
Jadi, darah yang mengalir itu adalah tanda pertobatan, dengan kata lain orang bertobat, ia rela berkorban.
2.    Kolam pembasuhan = baptisan air à pengalaman kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.
Kuasa kematian Yesus Kristus; mengubur hidup yang lama.
Kuasa kebangkitan Yesus Kristus; hidup dalam hidup yang baru.

DAERAH YANG KEDUA adalah RUANGAN SUCI (Kemah Pertemuan), di dalamnya terdapat 3 alat à ketekunan dalam 3 macam ibadah utama.
1.  Meja roti sajian à ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab disertai perjamuan suci.
Kegunaan dari Ibadah Pendalaman Alkitab; mendewasakan kerohanian anak-anak Tuhan.
2.   Pelita emas à ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai kesaksian.
Kegunaan dari Ibadah Raya Minggu; untuk mempertajam karunia-karunia Roh Kudus.
3.   Mezbah dupa à ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.
Kegunaan dari Ibadah Doa Penyembahan; naik ke hadirat Tuhan dan berjumpa di dalam kasih-Nya = hanyut dan tenggelam dalam kasih Allah.

DAERAH YANG KETIGA adalah RUANGAN MAHA SUCI, di dalamnya terdapat satu alat, yaitu Tabut Perjanjian.
Ini merupakan alat/benda yang terutama dan terpenting di dalam Tabernakel.
Tabut Perjanjian terdiri dari 2 bagian, yaitu;
1.   Tabut (peti) à sidang mempelai wanita Tuhan (gereja Tuhan)
Tabut (peti) dibuat dari kayu penaga yang telah disalut dari luar maupun dari dalam, artinya; tidak terlihat lagi daging dengan segala tabiatnya karena telah dilapisi dengan tabiat Ilahi.
2.   Tutup pendamaian dengan kedua kerub di atasnya à Allah Trinitas/Tritunggal di dalam Tuhan Yesus Kristus, sebagai Mempelai Pria Sorga.
TUTUP PENDAMAIAN à Allah Anak/Yesus.
KERUB YANG PERTAMA à Allah Bapa/Tuhan.
KERUB YANG KEDUA à Allah Roh Kudus/Kristus.
Arti rohani Tabut Perjanjian;
1.   Takhta Allah
2.   Hubungan nikah, antara Kristus sebagai Mempelai Pria Sorga, dengan sidang jemaat sebagai mempelai wanitanya berdasarkan kasih.

Selanjutnya kita akan melihat; PINTU YANG AKAN DILALUI UNTUK MASUK KE DALAM 3 DAERAH TADI.
Untuk memasuki daerah YANG PERTAMA, yaitu halaman, harus terlebih dahulu melalui PINTU GERBANG.
Arti rohani pintu gerbang adalah menerima = percaya kepada Yesus sebagai Kepala, lewat injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes

Yohanes 1: 12
(1:12) Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

Menerima Yesus Kristus, berarti; percaya dalam nama-Nya, sesuai dengan Kisah Para Rasul 4:12; "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." 
selanjutnya mereka yang percaya kepada-Nya, menerima kuasa dan diakui menjadi anak-anak Allah.

Untuk memasuki daerah YANG KEDUA, yaitu Ruangan Suci (Kemah Pertemuan) terlebih dahulu melalui PINTU KEMAH.
Arti rohani pintu kemah adalah dipenuhkan/dibaptis oleh Roh Kudus.
Sedangkan pintu kemah berfungsi untuk menjadi pembatas antara daerah halaman dengan ruangan suci, sebab daerah halaman itu masih berbau daging. Sedangkan mereka yang hidup menurut  tabiat daging berada dibawah hukum Taurat, berarti mata ganti mata, tangan ganti tangan, gigi ganti gigi, artinya; kejahatan dibalas dengan kejahatan = orang yang berbuat salah tidak luput dari hukuman.
Kemudian mereka yang masih berada di bawah hukum Taurat menjalankan ibadahnya secara lahiriah, dengan kata lain, ibadah yang dijalankan secara rutinitas / ibadah liturgis yang tidak mengandung janji dan kuasa.
Ibadah lahiriah / liturgis / rutinitas; mulut memuji Tuhan tetapi hatinya jauh dari Tuhan.

Untuk berada di daerah YANG KETIGA, yaitu Ruangan Maha Suci, terlebih dahulu melalui TIRAI/TABIR BAIT SUCI, berarti; terlebih dahulu tabir/tirai dirobek dari atas sampai ke bawah.
Arti rohaninya adalah; mengalami perobekan daging/penyaliban terhadap tubuh sepenuhnya (Matius 27: 50-51).

Ibrani 3: 6
(3:6) tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.

Kristus sebagai Kepala rumah Allah akan menyelamatkan tubuh-Nya, dengan syarat; jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.
Artinya; orang yang percaya dan berpegang teguh pada pengharapan adalah orang yang beribadah sesuai dengan pola Tabernakel/miniatur Kerajaan Sorga, sebagai gambaran dan bayangan dari apa yang ada dalam Kerajaan Sorga, sesuai dengan apa yang ditulis oleh Rasul Paulus dalam Ibrani 8: 5, “Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu.

-       BERUMUR SETAHUN à kedewasaan rohani.
Setahun = ukuran penuh = dewasa rohani.
Sekarang kita lihat; kelebihan dalam kedewasaan rohani.
1.   Ibrani 5: 14
(5:14) Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Kerohanian yang dewasa terbiasa dengan makanan keras, bahkan sangat menikmati makanan keras.
Makanan keras, antara lain;
  Firman Allah yang lebih tajam dari pedang bermata dua manapun yang berkuasa untuk;
·    memisahkan jiwa dan roh, artinya; menyucikan dosa dari dalam jiwa dan roh manusia.
·    memisahkan sendi-sendi dan sumsum, artinya; menyucikan dosa yang bersembunyi di celah-celah dan bersembunyi dibalik kekerasan hati, seperti sumsum dibalik tulang-tulang.
·    dapat membedakan pertimbangan dan pikiran hati, artinya; menyucikan dosa di dalam pertimbangan-pertimbangan manusia yang salah dan di dalam pikiran hati manusia yang salah.
  Pemberitaan firman tentang salib Kristus = penyucian lewat sengsara/aniaya karena firman yang dialami gereja Tuhan, sebab orang yang menderita badani berhenti berbuat dosa (1 Petrus 4: 1)
Menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung adalah kasih karunia.
  Firman yang murni, yang tidak ditambahkan dan tidak dikurangkan
·   Ditambahkan, artinya; firman Tuhan yang disertai dengan cerita-cerita isapan jempol, takhayul-takhayul dan dongeng nenek-nenek tua, dan sebagainya.
·    Dikurangkan, artinya; pemberitaan firman tentang salib diganti dengan 2 hal;
1.  Teori kemakmuran, artinya; pemberitaan firman tentang berkat berkelimpahan = orang Kristen harus kaya, tidak boleh miskin.
2.   Tanda-tanda heran, mujizat-mujizat dan sebagainya.
Pemberitaan firman yang demikian = mengecilkan salib Kristus.
Firman yang murni berarti ayat menjelaskan ayat, atau ayat yang satu menguatkan ayat yang lain sampai rahasianya dibukakan. Firman yang murni disebut juga firman para nabi (prophetic), juga disebut Firman yang diurapi (apostolic).
·   Prophetic, berarti; menyelidiki, mengoreksi dosa/firman yang menunjuk-nunjuk dosa, seperti seorang nabi yang sedang menunjuk-nunjuk dosa.
·   Apostolic, berarti; kuasa Allah untuk menyucikan dosa, lewat kuasa Roh Kudus yang mengahanguskan/membakar tabiat daging

Kemudian, orang yang dewasa secara rohani memiliki pancaindera yang terlatih, sehingga dengan demikian dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat.
Pancaindera yang terlatih, berarti; mata yang terlatih, telinga yang terlatih, mulut yang terlatih, hidung yang terlatih, kulit/pipi yang terlatih.

2.   Efesus 4: 13-14
(4:13) sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
(4:14) sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

Dewasa rohani, berarti tidak mudah diombang-ambingkan oleh angin-angin pengajaran palsu, yang bersumber dari nabi-nabi palsu dalam kelicikan mereka yang menyesatkan.

Efesus 4: 15
(4:15) tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

Berpegang teguh pada kebenaran di dalam kasih, selanjutnya bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus yang adalah Kepala = terwujudnya penyatuan antara tubuh dengan kepala.

3.  1 Korintus 2: 14-16
(2:13) Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.
(2:14) Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
(2:15) Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.
(2:16) Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

Dewasa rohani, berarti memiliki pikiran Kristus.
Kemudian, mereka yang memiliki pikiran Kristus itu memiliki kelebihan, yang berguna untuk membedakan antara yang baik dan yang jahat = dapat menimbang perkara.
-       Memiliki ajaran yang benar, yaitu hikmat dan pengertian
-   Menghargai karunia-karunia Roh Kudus dan menghargai ibadah pelayanan yang Tuhan percayakan, sebab ibadah pelayanan yang Tuhan percayakan merupakan tanggung jawab yang harus kita pikul di atas pundak.
Bagi manusia duniawi/kehidupan yang belum dewasa secara rohani, ibadah pelayanan merupakan kebodohan, tetapi saya tegaskan kembali; kalau Tuhan mempercayakan pekerjaan yang besar di tengah-tengah ibadah pelayanan ini kepada kita, bukan berarti Tuhan mau mempersulit atau memperberat saya dan saudara, melainkan tanda bahwa saya dan saudara mau menghargai ibadah dan pelayanan juga karunia-karunia Roh Kudus, sebagai upah yang besar.
-      Manusia rohani dapat menilai manusia yang belum dewasa rohani, sedangkan mereka yang belum dewasa rohani tidak dapat menilai pikiran Tuhan.
Kalau kehidupan muda remaja dewasa rohani dapat dengan mudah menghadapi mereka yang belum dewasa rohani, sehingga dapat dengan mudah menyikapi segala sesuatunya, dengan kata lain tidak mengikuti segala perbuatan-perbuatan yang kurang dewasa.

Syarat pada waktu penyembelihan anak domba paskah.
YANG KETIGA: ANAK DOMBA JANTAN YANG BERUMUR SETAHUN HARUS DIKURUNG SAMPAI HARI KE-14
Berarti ada 4 hari lamanya untuk diperiksa, diselidiki apakah layak atau tidak untuk selanjutnya disembelih.
4 hari à ...
1.    Diselidiki oleh hati nurani sendiri
Hati nurani manusia dapat mengetahui keberadaan diri sendiri, apakah kita layak di hadapan Tuhan atau tidak. Oleh sebab itu, hati nurani harus dipertahankan, sebab itu merupakan alarm terakhir.
Kalau seseorang tidak mempunyai hati nurani, berarti ia tidak mempunyai alarm. Kalau seseorang tidak mempunyai alarm, tidak ada lagi yang dapat mengingatkan, menasihati seseorang, sehingga ia tidak tahu apakah ia layak atau tidak layak di hadapan Tuhan, inilah yang disebut kebablasan.
2.    Diselidiki oleh dunia/orang-orang di sekitar kita
Orang bisa menilai kita mulai dari perkataan dan perlakuan/tabiat. Jadi, jangan heran dan jangan terkejut, kalau orang lain tiba-tiba tidak menyukai kita.
Biasanya, kalau seseorang masih mempertahankan kebenaran diri sendiri, ia tidak tahu bahwa ia bersalah, sehingga ketika orang lain bersikap kurang menghargainya, maka ia akan tersinggung.
Kalau seseorang didewasakan oleh firman pengajaran mempelai, maka ia akan cepat mengerti/memahami orang lain.
Kita tidak tahu keadaan kita seperti apa, sehingga tiba-tiba orang lain bisa marah/diam kepada kita, tetapi yang harus kita perhatikan adalah kita masing-masing harus intropeksi diri, jangan segera mempersalahkan orang lain.
Saya beri contoh; kalau saya dalam keadaan bermasalah, orang lain tidak tahu saya sedang bermasalah atau tidak, tetapi yang pasti, saya harus bersikap ramah baik dalam perkataan atau perlakuan.
Jadi, orang lain/dunia juga memeriksa kita, apakah kita layak/berkenan di hadapan Tuhan.
3.    Diselidiki oleh Iblis/Setan
Iblis setan paling mengetahui seseorang, sebagaimana dalam kisah Ayub, iblis memberitahukan keadaan Ayub kepada Tuhan, semuanya dijelaskan kepada Tuhan. itu sebabnya Iblis berupaya untuk menjatuhkan Ayub, tetapi puji Tuhan, Ayub tertolong, sebagaimana yang kita ketahui bahwa ujian yang pertama; dalam jangka waktu semalam ia kehilangan harta kekayaan dan juga 10 anaknya, namun Ayub tetap bertekun dalam kesalehan. Iblis pun kembali memberitahukan keadaan Ayub kepada Tuhan dengan tujuan untuk menjatuhkan, mencobai Ayub untuk yang kedua kali.
Ujian yang kedua atas seijin Tuhan kembali diterima Ayub, yaitu barah yang berbau busuk di sekujur tubuhnya dari batok kepala sampai ujung kaki, namun dia tetap bertekun dalam kesalehan, sampai isterinya jengkel oleh karena kesalehan Ayub.
Pada ujian yang kedua, Tuhan mengijinkan Iblis mencobai Ayub dengan catatan jangan mengambil jiwa Ayub.
Tetapi oleh karena kemurahan Tuhan, Ayub ditolong, diangkat dan diselamatkan.
Intinya di sini, bahwa Iblis/Setan mengetahui keadaan setiap orang.
4.    Diselidiki oleh Tuhan
Banyak ayat yang mengatakan bahwa Tuhan menguji hati dan batin manusia, dan tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan, Dia yang tahu apakah kita layak atau tidak.
Saudaraku, saya teringat ketika nabi Samuel hendak mengurapi Daud menjadi raja atas Israel (pengurapan yang pertama); yang terlebih dahulu tampil adalah Eliab, anak Ishak yang pertama.
Pada waktu melihat Eliab yang begitu gagah, hebat dan kuat, menurut Samuel, ia layak untuk menjadi raja, tetapi Tuhan tidak berkenan kepada Eliab, anak pertama Ishak, itu sebabnya Tuhan berkata kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." (1 Samuel 16: 7)
Itu sebabnya Tuhan memilih Daud, sebab Tuhan melihat hati Daud; seorang yang setia, yang rendah hati, yang tulus.
Dalam Mazmur 78: 70, 72, dikatakan: “dipilih-Nya Daud, hamba-Nya, diambil-Nya dia dari antara kandang-kandang kambing domba; Ia menggembalakan mereka dengan ketulusan hatinya, dan menuntun mereka dengan kecakapan tangannya.”  

Keluaran 12: 7
(12:7) Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya. 

Setelah hari ke-14, dengan kata lain setelah lulus dari pemeriksaan, maka domba jantan disembelih, berarti; jiwa hancur, hati patah dan remuk. Perlu untuk diketahui, keadaan orang yang demikian tidak dipandang hina, melainkan dipandang mulia oleh Tuhan.
Selanjutnya darahnya disapukan pada kedua tiang pintu dan ambang atas pintu, artinya; ada tanda darah pada tubuh, jiwa dan roh.
-      Ambang atas à tubuh.
-      Kedua tiang pintu à jiwa dan roh.
Kesimpulannya; tubuh, jiwa dan roh terlepas dari tabiat daging, yaitu hawa nafsu dan keinginannya.

Keluaran 12: 2
(12:2) "Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.

Dan itu merupakan bulan yang pertama tiap-tiap tahun = tahun baru = hidup yang baru, inilah syarat mutlak untuk menentukan bahwa seseorang menjadi ciptaan baru di dalam Kristus.
Oleh sebab itu, sekali lagi saya tandaskan; ingatlah syarat ketika anak domba paskah disembelih:
-      Diambil pada tanggal 10.
-      Harus jantan dan berumur setahun.
-      Dikurung pada hari ke-14 (diselidiki selama 4 hari).
Jadi, setelah ditebus oleh darah Anak Domba, kita menjadi ciptaan baru yang layak dan berkenan kepada Dia, selanjutnya Yesus Kristus membuat kita menjadi raja-raja, menjadi imam-imam bagi Allah, bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya, dan kita semua menjadi imamat rajani, kehidupan yang berharga.

1 Petrus 2: 9
(2:9) Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Sebagai bangsa yang terpilih, imamat rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah, selanjutnya bertujuan untuk memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, di mana Dia telah memanggil kita dari kegelapan kepada terang yang ajaib.

1 Petrus 2: 10
(2:10) kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Sekarang, kita “menjadi umat-Nya”, dan sekarang kita “beroleh belas kasihan”, berarti; menjadi umat-Nya oleh karena belas kasih.
Yusuf diberi kepercayaan, kuasa penuh untuk seisi rumah Potifar, ini merupakan pelayanan yang berkuasa, imamat yang rajani, tetapi langkah awal; Tuhan terlebih dahulu mengorbankan diri-Nya di atas kayu salib, darah-Nya tercurah atas kita, menebus kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia yang diwariskan (dosa kutuk nenek moyang), dan selanjutnya kita dijadikan raja-raja, imam-imam bagi Allah, Tuhan memberikan suatu kedudukan yang tinggi yang harus kita hormati dan junjung tinggi, berarti; tidak menyia-nyiakan kepercayaan Tuhan.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang


No comments:

Post a Comment