IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 16 DESEMBER 2025
SURAT YUDAS
PASAL 1:11
(Seri: 1)
Subtema: JALAN YANG
DITEMPUH KAIN
Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh kemurahan
hati TUHAN, kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus
sehingga kita boleh datang menghadap Dia untuk mempersembahkan segala korban
dan mempersembahkannya di atas Mezbah lewat Ibadah Doa Penyembahan.
Dan kita rindu supaya pemberitaan Firman sebentar meneguhkan hati kita,
kita gunakan leher menundukkan kepala di ujung kaki salib TUHAN, tersungkur di
hadapan TUHAN, sujud menyembah kepada Dia.
Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang
turut bergabung lewat online atau live streaming atau video
internet baik dari Youtube, Facebook atau media sosial lainnya yang dapat
diakses atau dapat digunakan. Doa dan harapan kami dari tempat ini kiranya
damai sejahtera dari Sorga memenuhi hati kita masing-masing, damai sejahtera
itu akan memberi sukacita, bahagia saat kita duduk diam menikmati sabda ALLAH.
Mari secepatnya kita sambut Surat Yudas sebagai Firman penggembalaan
untuk Ibadah Doa Penyembahan dari Yudas 1:11,
kita memasuki ayat yang baru berarti berkat yang baru. Tetapi tetaplah berdoa
dalam Roh, mohonlah kemurahan dari pada TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu
meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.
Yudas 1:11
(1:11) Celakalah
mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena
mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka
binasa karena kedurhakaan seperti Korah.
Celakalah
mereka, antara lain:
1. Orang yang mengikuti jalan yang ditempuh Kain.
2. Orang yang menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam.
3. Orang yang mendurhaka seperti Korah.
Tentang: JALAN YANG DITEMPUH KAIN.
Kejadian 4:6
--- Perikop: "Kain dan Habel."
(4:6) Firman TUHAN
kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?
Kalau hati
panas, muka pasti muram, itu tidak bisa dipungkiri. Sepandai-pandainya
seseorang menyembunyikan panas hatinya, tetap akan terpancar dari mukanya
(wajahnya).
Jadi biasakan
rendah hati, tulus, tidak usah memaksakan kehendak sendiri untuk kepentingan
sendiri.
Di sini kita
melihat, Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu
muram?"
Pendeknya, TUHAN
melihat dan mengetahui segala sesuatu.
Dahulu
beberapa kali saya sampaikan, tentang: TUHAN melihat dan Maha tahu.
Ayo kita
semua dengan rendah hati menerima Firman TUHAN supaya kita diubahkan. Saat ini
kita sudah berada pada bulan terakhir di tahun ini, berarti kita akan memasuki
penghujung tahun, selanjutnya masuk pada tahun yang baru artinya berada pada
satu wadah yang baru, maka kita juga harus menjadi sesuatu yang baru di wadah
yang baru. Rohani harus semakin bertambah-tambah dan kedewasaan juga harus
semakin bertambah-tambah, kedatangan TUHAN sudah tidak lama lagi saudara.
Ayub 34:21-22
(34:21) Karena mata-Nya mengawasi jalan manusia, dan Ia
melihat segala langkahnya; (34:22) tidak ada kegelapan ataupun kelam kabut, di
mana orang-orang yang melakukan kejahatan dapat bersembunyi.
Mata TUHAN
mengawasi jalan manusia dan TUHAN juga melihat segala langkah manusia, semuanya
tidak luput dari pandangan (mata) TUHAN.
Perlu untuk
diketahui: Kegelapan atau kelam kabut tidak bisa dijadikan sebagai tempat untuk
menyembunyikan kejahatan manusia itu sendiri.
Ibrani 4:13
(4:13) Dan tidak
ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu
telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan
pertanggungan jawab.
Tidak ada
yang tersembunyi di hadapan ALLAH, sebab segala sesuatu telanjang dan segala
sesuatu terbuka di depan mata TUHAN, yang kepada TUHAN manusia harus memberi
pertanggungan jawab.
Kita bisa
menyembunyikan satu perkata (sesuatu) di depan mata manusia, tetapi di mata TUHAN
kita tidak bisa menutupi apa yang kita tutupi di depan mata manusia. Lagi pula
kepada TUHAN manusia harus memberi pertanggungan jawab.
Firman TUHAN
dalam Kejadian 4:6, itu adalah KOREKSI bagi Kain, sebab TUHAN berkata; "Mengapa hatimu panas dan mukamu
muram?
Kejadian 4:7
(4:7) Apakah
mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau
tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda
engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."
Sedangkan, Kejadian
4:7 adalah nasihat TUHAN bagi Kain. Sebab, di sini dikatakan: "Apakah
mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik?" Jadi nasihat
TUHAN supaya muka (wajah) Kain berseri maka Kain harus berbuat baik. Tetapi
jika Kain tidak berbuat baik, TUHAN juga berkata; “Dosa sudah
mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus
berkuasa atasnya.”
Pertanyaannya: Apakah Kain berkuasa atas
dosa atau apakah Kain mendengarkan nasihat Firman TUHAN?
Kejadian 4:8
(4:8) Kata Kain
kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka
ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.
Kain mengajak
Habel ke Padang, dan setibanya di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel lalu membunuh
Dia.
Singkat kata,
koreksi dan nasihat Firman ALLAH DIABAIKAN oleh Kain.
Saudara, sampai
pada saat malam ini TUHAN tidak berhenti untuk datang lewat Firman-Nya untuk
mengoreksi kita sekaliannya, sekaligus kita juga menerima saran dan nasihat-nasihat
Firman ALLAH dan itu sangat berguna supaya kita berkuasa atas dosa. Tetapi pada
Kejadian 4:8 kita melihat, koreksi dan nasihat Firman ALLAH ternyata
diabaikan oleh Kain, sebab pada akhirnya Kain membunuh Habel adiknya itu.
Ibrani 12:5
--- Perikop: "Nasihat supaya bertekun dalam iman."
(12:5) Dan sudah
lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak:
"Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan TUHAN, dan janganlah putus
asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
Nasihat
Firman ALLAH dinyatakan kepada kita itu karena panjang sabar TUHAN.
Oleh sebab
itu, sebagai anak-anak TUHAN, jangan kita anggap enteng terhadap didikan TUHAN
dan jangan putus asa apabila kita diperingatkan atau menerima koreksi-koreksi
dari Firman TUHAN.
Ibrani 12:6
(12:6) karena TUHAN
menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya
sebagai anak."
(12:7) Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah
memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar
oleh ayahnya?
-
Hajaran berlaku bagi orang yang dikasihi.
-
Koreksi berlaku bagi orang yang
diakui sebagai anak.
Itu sebabnya
pada ayat 7, Allah
memperlakukan kamu seperti anak, tidak ada anak yang tidak menerima nasihat dan koreksi
dari ayahnya, tidak dinasihati dan tidak dikoreksi oleh Firman TUHAN ALLAH.
Kebanyakan
dari antara kita semua adalah pribadi-pribadi yang sudah dilahirkan dari darah
dan air, itu tanda bahwa saudara adalah anak-anak rohani saya. Maka, kita
tempatkan diri di hadapan TUHAN dengan baik. Jangan keluar dari situ, supaya
jangan panas hati mu dan jangan muram muka mu. Kalau keluar dari situ, panas
hati mu, muka mu pasti muram.
Ayub 34:21
(34:21) Karena mata-Nya
mengawasi jalan manusia, dan Ia melihat segala langkahnya;
Mata TUHAN
mengawasi jalan manusia, kemudian TUHAN melihat segala langkah manusia.
Tujuannya: Supaya
manusia menempuh jalan TUHAN.
Kalau kita
menempuh jalan TUHAN maka kita tidak akan menempuh jalan yang ditempuh oleh
Kain.
Oleh sebab
itu, jangan anggap enteng terhadap didikan TUHAN dan jangan berputus
asa apabila koreksi datang kepada kita sekaliannya. Tujuannya adalah supaya
kita umat ketebusan-Nya, menempuh jalan yang ditempuh oleh TUHAN, maka dengan
demikian, kita tidak lagi menempuh jalan yang ditempuh oleh Kain.
Jadi
langkah-langkah kita dikoreksi oleh TUHAN, TUHAN melihat perjalanan hidup
rohani kita supaya kita menempuh jalan yang ditempuh oleh TUHAN.
Saudara, belum
pernah ada manusia naik ke Sorga dan kita tidak tahu jalan ke Sorga, maka kita
harus menempuh jalan yang sudah ditempuh oleh TUHAN sehingga nanti dimana TUHAN
berada, di situ pun nanti kita berada.
Persis
seperti jarak Tabut Perjanjian dengan Bangsa Israel ada 2000 (dua ribu) hasta,
dan bangsa Israel harus terus mengarahkan pandangannya kepada Tabut Perjanjian
yang dipikul oleh imam-imam yang memang orang Lewi.
Maksudnya
supaya kita mengetahui jalan yang harus kita tempuh.
2000 (dua
ribu) hasta -> Salib di Golgota.
2000 tahun
yang lalu Yesus telah menderita sengsara dan mati di atas kayu salib.
Jadi
pandangan kita tidak boleh luput dari sana. Maksudnya supaya kita mengetahui
jalan yang harus kita tempuh sebab jalan itu tidak pernah dilalui oleh siapa pun
juga kecuali oleh TUHAN Yesus Kristus.
Pendeknya, Kain
adalah seorang PEMBUNUH, inilah jalan yang ditempuh oleh Kain.
Sebetulnya
dalam Kejadian 4:6 sebelum dosa itu dilakukan ada koreksi datang kepada
Kain.
Kemudian,
dalam Kejadian 4:7 ada nasihat datang kepada Kain.
Namun, baik
koreksi maupun nasihat diabaikan oleh Kain, karena pada akhirnya Kain tetap menuruti
apa yang menjadi keinginan hati nya, keinginan dari pada dosa itu sendiri.
Itu sebabnya
saya katakan bahwa Kain adalah seorang pembunuh dan itulah jalan yang ditempuh
oleh Kain.
Tetapi kita
jangan menempuh jalan yang ditempuh oleh Kain. Kedatangan TUHAN sudah semakin
dekat, perhatikanlah itu baik-baik, jangan lagi sibuk di luar menantikan
kedatangan TUHAN supaya kita terpelihara, hati tetap terjaga oleh TUHAN.
1 Yohanes
3:11 --- Perikop: "Kasih terhadap saudara sebagai tanda hidup
baru."
(3:11) Sebab inilah
berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus
saling mengasihi; (3:12)
bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh
adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya
jahat dan perbuatan adiknya benar.
Kain membunuh
Habel adiknya, menunjukkan bahwa Kain berasal dari benih si JAHAT.
Pendeknya:
- Membunuh berasal dari benih si jahat.
- Kasih dan mengasihi adalah benih dari TUHAN.
Sebab inilah
berita yang telah kamu dengar dari mulanya bahwa kita harus saling mengasihi. Tetapi
Kain membunuh Habel adiknya menunjukkan bahwa Kain ini berasal dari benih si
jahat.
1 Yohanes
3:15
(3:15) Setiap orang
yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu
tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal
di dalam dirinya.
Membenci
sesamanya setara dengan seorang pembunuh manusia.
Siapa yang
pernah bahkan sering membunuh sesamanya di sini?
Jadi Kain ini
berasal dari benih si jahat tidak mungkin lagi tertolong.
Saudara,
jangan kita lahir dari benih si jahat karena kehidupan semacam ini tidak
mungkin tertolong.
Dari awal
(mulanya) kita terpanggil selanjutnya menyerahkan diri ke dalam tangan TUHAN serta
menyatakan diri sebagai satu kehidupan yang tergembala, kita sudah mendengar Firman
TUHAN supaya kita saling mengasihi. Koreksi demi koreksi Firman TUHAN datang,
saran demi saran, serta nasihat sudah TUHAN nyatakan, kalau dia berasal dari
benih si jahat maka dia tetap tidak akan tertolong sebab dia tidak akan pernah
mendengar koreksi dan nasihat Firman TUHAN.
Jadi singkat
kata, benih si jahat tidak akan mungkin tertolong, dan setan selalu memberi
sarana kepada dia supaya dia tetap menjadi benih si jahat, supaya dia tetap
jauh dari TUHAN, jauh dari ketekunan dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok, (supaya
dia tidak tergembala di hadapan TUHAN), setan punya sarana di situ supaya ia
tetap menjadi benih di jahat, entah lewat pasangan hidup, lewat pekerjaan,
lewat bisnis, lewat apa saja yang ada di dunia ini.
Oleh sebab
itu, mulai malam ini kita harus peka, saya juga sebagai orang tua harus peka,
kita semua harus peka. Pemuda harus peka, jangan karena pasangan hidup mu
engkau tinggalkan ketekunan dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok, karena pada
akhirnya Kain pun meninggalkan TUHAN pada ayat-ayat berikutnya di dalam
Kejadian itu.
Kejadian 4:14
(4:12) Apabila
engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil
sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di
bumi." (4:13) Kata Kain kepada TUHAN: "Hukumanku itu lebih
besar dari pada yang dapat kutanggung.(4:14)
Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi
dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka
barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku."
Kita sudah
melihat pada ayat 12-14, benih si jahat tidak mungkin tertolong lagi.
Dan pada akhirnya nanti dia mendapat pasangan hidup, perempuan di luar TUHAN
pada pasal berikutnya.
Jadi ini
harus menjadi pelajaran bagi orang tua. Jangan engkau berpikir untuk hidup
sesaat ini saja, engkau harus berpikir jauh ke depan. Untuk apa euforia
dan berhasil sesaat, tetapi identik dengan benih si jahat, tidak mungkin
dipulihkan, tidak mungkin tertolong.
Itu
pentingnya kita menyerahkan diri untuk digembalakan, di situ ada koreksi dan
nasihat yang terus menuntun langkah-langkah kita dan kalau kita mau, TUHAN yang
menuntun langkah-langkah kita untuk menempuh jalan yang TUHAN tempuh.
CIRI BENIH
SI JAHAT:
Kejadian 4:9
(4:9) Firman
TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku
tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?"
Setelah
membunuh Habel, Firman TUHAN datang kepada Kain: "Dimana Habel adikmu
itu?"
Sebetulnya, TUHAN
bertanya bukan karena TUHAN tidak tahu, tetapi TUHAN bertanya sebagai bukti bahwa
TUHAN masih menunggu keubahan dalam hidup Kain.
Sekarang
apakah Kain mau berubah? Coba kita melihat jawaban Kain terhadap pertanyaan
TUHAN.
Jawaban Kain
terhadap Firman ALLAH:
a. Aku tidak tahu.
b. Apakah aku penjaga adikku?
Ini adalah
jawaban yang tidak pantas, karena TUHANlah yang membentuk manusia dari seonggok
tanah liat dan TUHAN yang harus kita sembah. Tetapi di sini kita melihat, Kain
menjawab dengan tidak menunjukkan rasa hormat setinggi-tingginya kepada TUHAN.
Singkat kata:
Kain tidak mau mengakui dosanya padahal TUHAN sedang menunggu, TUHAN tahu dia
sudah berbuat dosa dan TUHAN masih menunggu pengakuan Kain, tetapi Kain tidak
mau mengakui dosanya.
Jadi ciri
dari benih si jahat adalah tidak mau mengakui dosa = tidak mau datang
kepada TUHAN = Tidak mau tergembala lagi = tidak mungkin tertolong.
Kalau dia mau
mengakui dosanya, ia pasti mau datang kepada TUHAN, tetapi di sini kita melihat
dia tidak mau mengakui dosanya. Inilah ciri dari benih si jahat.
Kalau saya
orang tua melihat anak jauh dari TUHAN karena pengaruh setan, dunia, dan oleh
daging dengan segala keinginannya, apakah saya masih sempat-sempatnya euforia
dengan segala sesuatu yang berasal dari dunia? Kalau saya orang tua saya harus
menangis sejadi-jadinya seperti saya juga berdoa untuk sidang jemaat supaya jemaat
TUHAN, sungguh-sungguh menyerahkan dirinya kepada TUHAN, tekun dalam 3 (tiga)
macam ibadah pokok.
Kedatangan
TUHAN sudah tidak lama lagi, kenapa masih sempat-sempatnya euforia
dengan dunia ini, saya tidak habis pikir. Bahkan mau menjauhkan diri dari
ketekunan 3 (tiga) macam ibadah pokok hanya karena bersosialisasi dengan dunia
ini, dimana akal sehat saudara? Hanya demi bersosialisasi dengan dunia ini,
saudara tinggalkan ketekunan dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok padahal
ketekunan dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok sudah harus menjadi harga mati.
1 Yohanes 1:8
(1:8) Jika kita
berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan
kebenaran tidak ada di dalam kita.
Dampak
negatif tidak mengakui dosa:
a.
Menipu
diri sendiri.
Biasanya
penipu menipu orang lain, ini yang ditipu adalah diri sendiri, lebih bodoh dari
orang yang bodoh.
b.
Kebenaran
tidak ada di dalam dirinya.
Jika
kebenaran tidak ada di dalam dirinya maka semua dosa akan dilakukan. Ini sama
seperti orang yang kehilangan hati nurani; tidak merasa tertuduh dan berdosa
sekalipun telah melakukan dosa dan kesalahan.
1 Yohanes
1:10
(1:10) Jika kita
berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi
pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.
Apabila
seseorang tidak mengakui dosanya:
a. Kita membuat Dia menjadi pendusta.
b. Firman TUHAN tidak ada di dalam dirinya.
Saudara, malam
ini kita datang, duduk dekat kaki TUHAN dan terus mendengar Firman ALLAH, dan kita
memerlukan Firman ALLAH sebagai makanan rohani kita, satu kali itu akan kita
butuhkan karena Firman itu memberi kekuatan.
1 Yohanes 1:9
(1:9) Jika kita
mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan
mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Sebetulnya, TUHAN
telah menunjukkan bahwa Dia setia dan adil kepada Kain.
Sebab,
sebelum Kain berbuat dosa koreksi dan nasihat sudah ada, namun semuanya
diabaikan oleh Kain. Akhirnya pada ayat 8, Kain berbuat dosa dan
membunuh Habel adiknya, namun sekalipun demikian TUHAN masih tetap menunjukkan bahwa
Dia setia dan adil, sebab pada ayat 9, TUHAN masih bertanya kepada Kain "Dimana
Habel, adikmu?" Pertanyaan ini menunjukkan bahwa TUHAN itu setia dan
adil, TUHAN sedang menunggu, apakah ada pengakuan terhadap dosa yang sudah
dilakukan, tetapi kenyataannya Kain tidak mau mengakui dosanya karena dia
berasal dari benih si jahat. Benih si jahat tidak mungkin tertolong lagi.
Singkat kata,
jika kita mengakui dosa, maka Dia adalah setia dan adil, sehingga Dia akan:
a. Mengampuni segala dosa kita.
b. Menyucikan kita dari segala kejahatan.
Alasan TUHAN
mengampuni dosa kita adalah karena TUHAN adalah setia dan adil.
Sekalipun
kita tidak setia namun TUHAN tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkali diri-Nya
dan janji-Nya, Dia tidak dapat menyangkali kehidupan kita bagian dari diri-Nya,
tidak dapat menyangkali apa yang sudah dijanjikan mulai dari Abraham sampai
kepada kita malam ini.
-
TUHAN
mengampuni segala dosa kita, sebab Yesus Kristus telah mempersembahkan korban
bakaran kepada Bapa di Sorga.
-
TUHAN
menyucikan kita dari segala kejahatan, sebab Yesus Kristus TUHAN kita telah
mempersembahkan korban keselamatan kepada Bapa di Sorga, sebab darah-Nya
yang suci berkuasa untuk membenarkan dan menyelamatkan kita dari dosa, pribadi
lepas pribadi.
Jadi korban
bakaran dan korban keselamatan adalah jaminan bagi kita sekaliannya untuk kita
datang beribadah, sehingga kita mempunyai keberanian untuk datang menghadap Dia
lewat ketekunan dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok dalam penggembalaan GPT
Betania Serang & Cilegon.
Kita kembali
membaca...
Kejadian 4:9
(4:9) Firman TUHAN
kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku
tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?"
Jawaban Kain
kepada TUHAN:
- “Aku tidak tahu!”
Jawaban ini menunjukkan bahwa Kain
sama sekali tidak menghargai korban bakaran dan korban keselamatan yang sudah
dipersembahkan Yesus Kristus, Anak ALLAH kepada Bapa di Sorga.
- “Apakah aku menjaga adikku?”
Jawaban ini menunjukkan bahwa Kain
tidak memiliki kasih ALLAH, sebab Kain berasal dari benih si jahat, tidak
mungkin mengalami pemulihan.
Berita dari
mulanya, mengasihi sesama (1 Yohanes 3:11), tetapi Kain tidak mau
mengasihi sesama.
Andaikata
seseorang benar-benar berani meninggalkan penggembalaan ini menunjukkan bahwa
dia berasal dari benih si jahat. Tetapi ada di antara kita masih bertahan, namun
ia hampir meninggalkan penggembalaan ini, tetapi bertahan. Andaikata dia berani
meninggalkan penggembalaan ini, jelas dia berasal dari benih si jahat, tidak
mungkin mengalami pemulihan lagi kecuali dibinasakan.
Saudara,
perhatikanlah kasih TUHAN ini kepada kita sekaliannya, jangan diabaikan, itu
berita dari mulanya.
Kejadian 4:10
4:10 Firman-Nya: "Apakah
yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.
Karena Kain
tidak mau mengakui dosanya maka TUHAN menunjukkan bahwa Kain telah membunuh
Habel adiknya itu, sebab darah Habel yang tertumpah itu berteriak kepada TUHAN
dari tanah.
Jalan Keluar
bagi kehidupan yang masih mendapatkan pertolongan, kita masih mendapat
kesempatan untuk dipulihkan dan ditolong oleh TUHAN asal kita mau mengakui dosa...
Ibrani 12:24
(12:24) dan kepada Yesus,
Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara
lebih kuat dari pada darah Habel.
Ketika Kain
menumpahkan darah Habel adiknya ke tanah, maka secara otomatis Habel telah
mengalami pemercikan darah.
Percikan
darah,
artinya: Sengsara tanpa dosa, tidak berbuat dosa, tetapi menderita sengsara.
Biasanya
sengsara derita terjadi karena dosa, tetapi di sini terjadi percikan darah
artinya sengsara tanpa dosa.
Jika sengsara
karena dosa itu hal yang lumrah, tetapi itu cara TUHAN untuk menyucikan kita.
Jadi Habel
ini mengalami percikan darah, menderita sengsara bukan karena dosa.
Pendeknya,
kita harus datang kepada Yesus, sebab Dia adalah pengantara, berarti Dia
adalah Imam Besar Agung yang telah mengerjakan penebusan dan pendamaian atas
dosa-dosa manusia.
Datang kepada
Yesus = Datang kepada darah pemercikan yang berbicara lebih kuat dari darah
Habel.
Tadi kita
sudah melihat, darah Habel berbicara kepada TUHAN dari tanah, berteriak
memberitahukan apa yang telah terjadi dan apa yang dilakukan oleh Kain. Tetapi
kita harus datang kepada Yesus, kita harus datang kepada Pengantara, Imam Besar
Agung, kita harus datang kepada darah pemercikan karena darah pemercikan
berbicara lebih kuat kepada Bapa dari pada darah Habel karena Yesus Pengantara,
Yesus Imam Besar Agung.
Perlu untuk
diketahui: Percikan darah adalah PENYUCIAN yang terakhir.
Imamat 16:14
(16:14) Lalu ia
harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan
jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian
itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.
Imam Besar
Agung mengadakan 7 (tujuh) kali percikan di atas Tutup Pendamaian dan di depan
Tabut Perjanjian, dengan darah lembu jantan maupun darah domba jantan.
Ø 7 (tujuh) kali percikan
darah di atas Tutup Pendamaian itu adalah sengsara yang dialami Yesus
sebagai Imam Besar Agung karena dosa-dosa umat-Nya.
Ø 7 (tujuh) kali percikan
darah di depan Tabut Perjanjian itu adalah sengsara sebagai penyucian
yang dialami gereja TUHAN untuk mencapai kesempurnaan sebagai Mempelai Wanita TUHAN.
Tabut Perjanjian berbicara soal:
1. Takhta ALLAH.
2. Hubungan nikah.
1 Petrus 1:2
(1:2) yaitu orang-orang
yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan
oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan
darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas
kamu.
Kehidupan yang dipilih sesuai rencana ALLAH, dikuduskan lewat kegiatan
Roh.
Jadi jangan tinggalkan ketekunan dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok,
sesudah dikuduskan, taatlah kepada Yesus Kristus. Dari ketaatan itu, di situlah
kita menerima percikan darah.
Apa percikan darah? Percikan darah adalah sengsara tanpa dosa. Tidak
berbuat apa-apa, tetapi menderita sengsara, tetapi jangan salah percikan darah
ini adalah penyucian yang terakhir supaya kita disempurnakan. Tanpa percikan
darah, tidak mungkin kita mengalami kesempurnaan.
Jadi kesempurnaan terjadi lewat penyucian yang terakhir, 7 (tujuh) kali
percikan darah.
Maka tidak usah bingung, mengapa saya diperlakukan begini dan begitu,
karena TUHAN hendak menyempurnakan saya dan saudara. TUHAN rindu menjadikan
kita Tabut Perjanjian yang sudah disalut oleh emas murni dari dalam dan dari
luar supaya kita layak masuk dalam Pesta Nikah Anak Domba, layak menjadi milik
kepunyaan-Nya sendiri.
Imamat 16:12
(16:12) Dan ia harus
mengambil perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN,
serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus,
lalu membawanya masuk ke belakang tabir.
Penyucian yang
terakhir / percikan darah ini sekaligus membawa kita sampai kepada DOA PENYEMBAHAN.
Jadi orang
yang mengalami percikan darah, mudah sekali tersungkur di kaki salib, sujud
menyembah kepada Dia, sebab wujud dari hubungan intim adalah doa penyembahan.
Saya sekalipun
masih dalam keadaan kesehatan terganggu (kurang Fit), tetapi saya sedang terus
berjuang. Kalau tidak bisa 3 jam paling tidak kuranglah 1 jam, karena saya tahu
ukuran kekuatan badan saya. Sampai hari ini saya lakukan hal itu di hadapan
TUHAN. Tetapi semoga wujud rohani penyembahan itu nampak yaitu; penyerahan diri
sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH, bukan lagi kepada
kepentingan-kepentingan diri sendiri.
Kalau masih
ada kaitannya dengan kepentingan sendiri / pikiran-pikiran daging, sekalipun
engkau berlutut, itu bukan penyembahan yang benar.
Tetapi
lihatlah, dimana ada percikan darah, di situ juga terjadi penyembahan –
penyerahan diri sepenuhnya untuk taat kepada kehendak ALLAH – karena itu adalah
wujud dari hubungan intim kita kepada TUHAN, Amin.
TUHAN
YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita
Firman:
Gembala
Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment