KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Thursday, December 25, 2025

IBADAH RAYA MINGGU, 14 DESEMBER 2025

 


IBADAH RAYA MINGGU, 14 DESEMBER 2025

 

WAHYU 19:11

(Seri: 5)

 

Subtema: MATANYA BAGAIKAN NYALA API

 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung TUHAN yang kudus, sehingga kita boleh menghadap Dia lewat Ibadah Raya Minggu disertai dengan kesaksian dari zangkoor.

 

Saya juga tidak lupa menyapa anak-anak TUHAN, umat ketebusan TUHAN yang turut bergabung secara lewat online / live streaming / video internet baik dari Youtube, Facebook atau media sosial lainnya yang dapat digunakan atau diakses. Doa dan harapan kami dari tempat ini kiranya damai sejahteranya dan oleh damai sejahtera ada sukacita, bahagia saat kita duduk diam mendengarkan Sabda ALLAH.

 

Mari kita sambut KITAB WAHYU sebagai firman penggembalaan untuk Ibadah Raya Minggu. Namun, tetaplah berdoa dalam Roh, mohon kemurahan TUHAN, supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.

 

Wahyu 19:11 -- Perikop: “Firman ALLAH.”

(19:11) Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

 

Rasul Yohanes melihat Sorga terbuka.

Ketika Rasul Yohanes melihat Sorga terbuka, maka tampaklah: Seekor kuda putih.

Perlu untuk diketahui: Kegerakan kuda putih adalah suatu kegerakan rohani yang real atau nyata bukan ilusi atau fantasi.

 

Kemudian, adapun kegerakan kuda putih ditunggangi oleh Pribadi Yang Setia dan Yang Benar, itu berarti; kegerakan kuda putih ditunggangi oleh suatu aliran rohani yang sangat tinggi.

 

Soal pribadi yang setia dan yang benar ini, kita akan telusuri lebih dalam lagi di dalam…

Yesaya 11:5 -- Perikop: "Raja Damai yang akan datang."

(11:5) Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

 

Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, kehidupan semacam ini digambarkan seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

 

Mari kita liah “pelayanan yang berikat pinggang”…

Lukas 17:7-8 -- Perikop: "Tuan dan hamba."

(17:7) "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! (17:8) Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

 

Pelayanan yang berikat pinggang adalah pelayanan yang sanggup memuaskan hati tuannya.

 

Lukas 17:9-10

(17:9) Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? (17:10) Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.

 

Pelayanan yang memuaskan dari seorang hamba: tidak mengharapkan ucapan terimakasih atau tidak mengharapkan penghargaan dari tuannya (apresiasi). Memang masuk akal, kalau kita datang beribadah apalagi seorang imam, melayani di tengah-tengah ibadah untuk mengharapkan perhatian manusia atau apresiasi (penghargaan), maka ia tidak akan mungkin sanggup melayani TUHAN dengan pelayanan yang sifatnya memuaskan hati TUHAN.

 

Jadi sekali lagi disampaikan, pelayanan yang memuaskan dari seorang hamba: tidak mengharapkan ucapan terimakasih atau tidak mengharapkan penghargaan dari tuannya, sehingga dengan demikian, ia akan fokus untuk memuaskan hati tuannya.

 

Oleh sebab itu, seorang hamba hendaklah berkata:

a.       "Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna."

Sebaiknya seorang hamba memiliki pengertian seperti ini, tujuannya supaya dia memuaskan hati tuannya. Kalau seorang hamba merasa penting, merasa dibutuhkan atau merasa berguna, ia tidak akan pernah mampu memuaskan hati tuannya.

b.       "Kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan."

Itu berarti, sebagai seorang hamba dia sibuk melakukan kewajibannya, sehingga ia tidak sibuk menuntut hak. Sebaliknya, apabila seorang hamba sibuk menuntut hak maka ia akan lupa untuk melakukan kewajibannya.

Jika kita menyadari seorang imam / hamba, maka harus sibuk melakukan apa yang menjadi kewajiban kita, jangan sibuk menuntut hak.

 

Kita akan hubungkan hal ini dengan: perumpamaan tentang talenta.

Matius 25:14-15 -- Perikop: "Perumpamaan tentang talenta."

(25:14) "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. (25:15) Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.

 

Pertama-tama saya harus sampaikan, kedatangan TUHAN yang pertama ke dunia ini Ia datang menjadi manusia, Ia menderita sengsara dan mati di atas kayu salib. Dan oleh salib itu Ia mempercayakan harta yang indah atau harta rohani kepada hamba-hamba-Nya itulah hamba TUHAN, lalu Ia pergi ke luar negeri, berarti; meninggalkan bumi ini.

-      Hamba pertama: dipercaya 5 talenta.

-      Hamba kedua: dipercaya 2 talenta.

-      Hamba ketiga: dipercaya 1 talenta.

Sesuai dengan kesanggupan masing-masing. TUHAN tidak memaksa, tetapi kepercayaan itu sesuai dengan kesanggupan masing-masing. Jadi, jangan pernah ada yang merasa “dipaksa” dalam melayani TUHAN dan saya tidak pernah memaksa, supaya jangan ada kesaksian-kesaksian yang tidak baik di luar sana.

 

Matius 25:16-18

(25:16) Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. (25:17) Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. (25:18) Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya

 

Hamba yang pertama dan hamba yang kedua memperoleh laba masing-masing sesuai dengan jumlah talenta yang dipercaya oleh tuannya, sebab, talenta-talenta itu dijalankan / diusahakan / dikerjakan. Sedangkan, hamba yang ketiga menggali lobang dan mengubur satu talenta yang dipercayakan kepadanya di dalam tanah.

 

Sekarang kita melihat “persamaan dari hamba yang ketiga”.

Kejadian 27:15

(27:15) Kemudian Ribka mengambil pakaian yang indah kepunyaan Esau, anak sulungnya, pakaian yang disimpannya di rumah, lalu disuruhnyalah dikenakan oleh Yakub, anak bungsunya.

 

Sebagai anak sulung, kepada Esau dipercayakan jubah yang maha indah. Akan tetapi Esau menyimpannya di rumah, artinya: ibadah dan pelayanan itu tidak diusahakan / tidak dikerjakan / tidak dijalankan.

Jubah yang maha indah à Karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh El Kudus.

 

Saudara, kalau TUHAN sudah mempercayakan jubah yang Maha Indah, yakni; karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh Kudus, maka itu harus dijalankan / dikerjakan / diusahakan, tidak untuk disimpan.

 

1 Timotius 4:14

(4:14) Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.

 

Seorang hamba TUHAN tidak boleh lalai dalam mempergunakan karunia-karunia dan jabatan Roh El Kudus, itu berarti karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh El Kudus itu harus diusahakan / dikerjakan / dijalankan.

 

2 Timotius 1:14

(1:14) Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.

 

"Peliharalah harta yang indah" artinya; karunia-karunia dan jabatan Roh El Kudus harus diusahakan / dikerjakan / dijalankan, sehingga karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh El Kudus tetap terpelihara dengan baik.

 

Kejadian 2:15

(2:15) TUHAN ALLAH mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

 

TUHAN ALLAH menempatkan Adam dan Hawa dalam Taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

Oleh karena kemurahan TUHAN, kita ditempatkan di tengah-tengah ibadah dan pelayanan dalam penggembalaan GPT "Betania" Serang dan Cilegon. Tujuannya: supaya kita mengusahakan dan memelihara ketekunan 3 macam ibadah pokok

 

Taman Eden à Nikah (ibadah dan pelayanan). Jadi, nikah = ibadah dan ibadah = nikah. Maka, supaya nikah, karunia-karunia, jabatan-jabatan itu terpelihara, ibadah dan pelayanan terpelihara, maka, kita harus mengusahakan dan memelihara dengan baik. Ada hubungan simbiosis mutualisme di sini; kalau kita memelihara ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok, maka, ketekunan 3 macam ibadah pokok akan memelihara kita, baik ibadah maupun nikah kita.

 

Saudara, hubungan kita dengan TUHAN adalah hubungan dalam nikah sebagaimana dalam..

Efesus 5:32-33

(5:32) Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. (5:33) Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.

 

Jadi, hubungan kita dengan TUHAN ternyata hubungan dalam nikah yang suci, seperti nikah suami dan isteri.

Jadi, anak-anak TUHAN dimanapun berada, termasuk yang mengikuti pemberitaan Firman secara live streaming, harus mengerti; bahwasanya hubungan kita dengan TUHAN bukan hubungan sebatas datang beribadah, duduk, lalu pulang. Tetapi, hubungan kita dengan TUHAN adalah hubungan dalam nikah yang suci, berarti begitu erat, seperti seorang suami mengasihi isteri dan isteri juga tunduk kepada suami. Dan hal itu harus terpelihara / terjaga dengan baik, kalau kita tekun dalam tiga macam ibadah pokok.

 

Singkat kata, seorang hamba tidak boleh lalai dalam hal mempergunakan karunia dan jabatan Roh El Kudus, supaya ibadah pelayanan dan nikah-nikah di bumi tetap terpelihara. Itu sebabnya, kalau nikah mau dipelihara, nikah harus digembalakan.

 

Kita kembali membaca….

Matius 25:19

(25:19) Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.

 

Di atas tadi sudah saya katakan, Yesus datang pertama kali ke dunia ini menjadi manusia, lalu menderita sengsara, mati di kayu salib. Kemudian, lewat pengalaman kematian itu, Ia membawa segala harta rohani di Sorga dan mempercayakan harta rohani itu kepada semua hamba-hamba-Nya. Sesudah dipercayakan kepada hamba-hamba-Nya, ia pergi ke luar negeri, seperti TUHAN Yesus tinggalkan bumi ini.

 

Tetapi di sini kita melihat, TUHAN Yesus Kristus akan datang kembali ke dalam dunia ini untuk yang kedua kalinya dan pada saat itulah Ia mengadakan perhitungan kepada semua hamba-hamba TUHAN.

Jadi sebetulnya, seorang imam apalagi seorang hamba TUHAN harus memiliki pandangan nubuatan, memandang jauh ke depan, supaya ia memiliki ketegasan di dalam dirinya. Kalau tidak seperti itu, bagaimana nasib dari nikah-nikah di bumi ini? Tetapi, bukan saja seorang imam atau hamba TUHAN, tetapi kepada seluruh jemaat / umat ketebusan TUHAN harus memiliki pandangan nubuatan. Pada saat Yesus datang kali kedua, pada saat itu Ia akan mengadakan perhitungan bagi semua hamba TUHAN. Hamba TUHAN berarti; hamba kepada Firman, taat kepada Firman. Jadi, mengikuti TUHAN harus ada pandangan nubuatan, tidak boleh berpikir pendek.

 

Matius 25:20-23

(25:20) Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. (25:21) Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu (25:22) Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. (25:23) Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

 

Hamba yang pertama dan hamba kedua datang menghadap tuannya dengan membawa laba sesuai dengan jumlah talenta yang dipercayakan.

-      Hamba yang pertama dipercaya 5 talenta, memperoleh laba 5 talenta

-      Hamba yang kedua dipercaya 2 talenta, memperoleh laba 2 talenta

 

Lalu, tuan itu menyebut hamba yang pertama dan hamba yang kedua sebagai hamba yang benar dan setia. Sebab, hamba yang pertama dan hamba yang kedua setia dalam perkara yang kecil.

Saudara, kita semua harus setia dalam perkara yang kecil, sehingga ketika TUHAN datang untuk kedua kalinya dan mengadakan perhitungan, maka pada saat itu, kiranya kita membawa laba sesuai dengan talenta yang dipercayakan TUHAN.

 

Dampak positif menjadi hamba yang benar dan setia:

a.       Dipercayakan tanggung jawab dalam perkara yang besar.

Contoh:

-      Seorang pemuda, bila ia benar dan setia di hadapan TUHAN, maka satu kali ia akan menikah / mempunyai isteri, maka isterinya disebut tulang rusuk karena keduanya adalah satu bukan dua.

-      Demikian juga seorang perempuan apabila ia setia dan benar, maka kepadanya dipercayakan tanggung jawab yang lebih besar menjadi penopang bagi suaminya.

-      Juga, seorang hamba TUHAN apabila setia dan benar maka menjadi penopang dalam ibadah dan pelayanan

Itu hanya contoh kecil saja, masih banyak contoh-contoh yang lain.

 

b.       Masuklah dan turutilah dalam kebahagiaan tuannya.

Singkat kata, dibawa masuk dalam kerajaan Sorga dan bahagia bersama dengan Dia untuk selama-lamanya di dalam kerajaan Sorga.

 

Demikianlah keadaan apabila seorang hamba yang setia dan benar sama seperti Si Penunggang Kuda Putih, Ia adalah Pribadi Yang Setia dan Yang Benar.

 

Sekarang kita “bandingkan dengan hamba yang ketiga”…

Matius 25:24-25

(25:24) Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. (25:25) Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan

 

Hamba yang ketiga itu datang tanpa membawa hasil atau laba, menunjukkan bahwa hamba yang ketiga tidak menjalankan talenta itu sebab ia menyembunyikan satu talenta itu di dalam tanah.

 

Ciri-ciri seorang hamba tidak menjalankan talenta / mengubur talenta: menuduh tuannya sebagai manusia yang kejam.

Sebab, ia menganggap bahwa tuannya itu:

-      Menuai tanpa menabur.

-      Memungut tanpa menanam.

Ini adalah pemikiran yang sontoloyo, tidak mengerti apa-apa. Seperti apapun ibadah dan pelayanan yang kita jalankan, jangan pernah berkata; “enak di kamu, bukan enak di saya.”

 

Selanjutnya, hamba yang ketiga itu, mengembalikan satu talenta itu kepada tuannya.

Saudara, sebenarnya, talenta yang dipercayakan TUHAN kepada seorang hamba tidak untuk dikembalikan melainkan untuk dikembangkan atau dijalankan sebagai JAMINAN untuk membawa dia masuk dalam Kerajaan Sorga dan bahagia bersama dengan TUHAN di dalam Kerajaan Sorga. Yang dikembalikan atau yang diserahkan kepada TUHAN adalah hasil atau laba dari talenta yang dijalankan itu yaitu; jiwa-jiwa yang diselamatkan.

 

Saya adalah seorang pemimpin sidang jemaat, dipercayakan satu talenta, ini harus dijalankan / dikembangkan, supaya nanti memperoleh laba dan jiwa-jiwa di bawa kepada TUHAN. Jadi, kalau TUHAN sudah percayakan talenta entah itu satu, dua, tiga, empat, lima, perhatikan baik-baik, rawat dia baik-baik, itu cara TUHAN untuk menolong hamba-hamba TUHAN dan imam-imam yang melayani TUHAN sesuai dengan karunia-karunia, jabatan-jabatan yang dipercayakan, jangan dikembalikan. Seorang hamba / imam, jangan turun dari pelayanan, itu pemikiran yang bodoh.

Jadi, imam-imam yang masih bertahan, jangan lepaskan supaya jangan kita bodoh sama seperti hamba yang ketiga. Pada saat tuannya datang kembali ia tidak membawa laba, tidak membawa jiwa-jiwa, jangankan jiwa orang lain, jiwanya saja tidak selamat.

 

Matius 25:26

(25:26) Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?

 

Hamba yang ketiga disebut hamba yang jahat dan malas.

Pendeknya, si pemalas disebutlah orang jahat. Sebab, oleh kemalasan maka di situ akan terdapat kesalahan-kesalahan dan keteledoran-keteledoran sebagai kejahatan seorang hamba. Kesalahan dan keteledoran adalah perbuatan jahat, oleh sebab itu jangan malas. Orang malas pasti banyak kesalahan, orang malas pasti teledor. Jangan malas tetapi rajinlah berbuat baik (Titus 2:14).

 

Perlu untuk diketahui: Yesus telah menderita sengsara dan mati di atas kayu salib, bangkit pada hari ketiga, itu berarti;

-      Yesus telah menabur untuk menuai jiwa-jiwa di akhir zaman

-      Yesus telah menanam untuk memungut jiwa-jiwa di akhir zaman

Walaupun saya sebagai hamba dipercayakan oleh TUHAN untuk membawa jiwa-jiwa, tetapi yang pasti, Yesus telah menderita sengsara dan mati, lalu bangkit pada hari ketiga.

 

Yesus mengatakan “Jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?” Bukan karena membenarkan perkataan hamba yang ketiga, tetapi inilah pengertiannya. Saya adalah kaki tangan-Nya, membawa jiwa kepada Dia, tetapi saya sebagai hamba TUHAN jangan gagal paham lalu menuduh TUHAN sebagai seorang manusia yang kejam.

 

Jadi, sekali lagi saya sampaikan, Yesus telah menabur untuk menuai jiwa-jiwa di akhir zaman, Yesus telah menanam untuk memungut jiwa-jiwa di akhir zaman, dengan perantaraan: hamba-hamba TUHAN yang kepadanya dipercayakan talenta-talenta sesuai dengan kesanggupannya. Itu sebabnya saya katakan, meskipun saya kaki tangan TUHAN, saya tidak boleh menuduh TUHAN sebagai manusia yang kejam.

 

Praketkanya:

Yesaya 11:1-2

(11:1) Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. (11:2) Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;

 

Yesus Kristus adalah tunas yang keluar dari tunggul Isai. (Tunggul adalah batang pohon yang tersisa di tanah setelah ditebang). Sebagai tunas Ia akan berbuah, sebab pada-Nya ada tujuh Roh ALLAH yaitu; (1) Roh TUHAN, (2) Roh hikmat, (3) Roh pengertian, (4) Roh nasihat, (5) Roh keperkasaan, (6) Roh pengenalan, (7) Roh takut akan TUHAN.

 

Sekarang kita akan melihat tentang tujuh Roh tersebut lebih rinci, supaya kita tahu, apakah benar tunas itu berbuah karena 7 Roh ALLAH?

 

Wahyu 4:5

(4:5) Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh ALLAH.


Tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itulah ketujuh Roh ALLAH

 

Lebih rinci lagi…

Wahyu 5:6

(5:6) Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh ALLAH yang diutus ke seluruh bumi.

 

Yesus adalah Anak Domba ALLAH dan sekarang Ia duduk di takhta ALLAH, tetapi tanda penyembelihan itu ada. Jadi, saudara jangan kira bisa begitu saja masuk Sorga tanpa ada tanda penyembelihan, itu tidak mungkin. Maka, kalau di tengah ibadah dan pelayanan ini kita diajar oleh TUHAN untuk beribadah, melayani dan memikul salib sampai berdarah-darah, itu adalah meterai / tanda. Jadi, masuk Sorga itu ada tanda penyembelihan. Kalau Yesus saja ada tanda penyembelihan, kita juga sebagai pengikutnya harus ada dalam tanda penyembelihan. Hal ini sebagai tambahan saja, supaya saya dan saudara tidak perlu ragu lagi memikul salib sampai berdarah-darah, itu tanda penyembelihan. Jadi, darah Yesus itu meterai yang sangat kuat sekali

 

Anak Domba seperti telah disembelih: bermata tujuh itulah ketujuh Roh ALLAH yang diutus ke seluruh bumi.

 

Saudara, Wahyu 4:5 dan Wahyu 5:6, pengertiannya ada di dalam satu ayat dan kita akan temukan itu dalam…

Zakharia 4:2 -- Perikop: "Penglihatan kelima: Kandil emas yang berhiaskan dua pohon zaitun."

(4:2) Maka berkatalah ia kepadaku: "Apa yang engkau lihat?" Jawabku: "Aku melihat: tampak sebuah kandil, dari emas seluruhnya, dan tempat minyaknya di bagian atasnya; kandil itu ada tujuh pelitanya dan ada tujuh corot pada masing-masing pelita yang ada di bagian atasnya itu.

 

Kandil dengan tujuh pelita menyala di atasnya, inilah yang dilihat oleh Zakharia.

 

Mari kita lihat “arti rohaninya”….

Zakharia 4:10

(4:10) Sebab siapa yang memandang hina hari peristiwa-peristiwa yang kecil, mereka akan bersukaria melihat batu pilihan di tangan Zerubabel. Yang tujuh ini adalah mata TUHAN, yang menjelajah seluruh bumi."

 

Tujuh obor menyala-nyala seperti pelita emas itu adalah tujuh Roh ALLAH, mereka itu adalah hamba TUHAN yang diurapi yang diutus ke seluruh bumi, mereka itu adalah biji mata TUHAN, untuk menuai dan memungut jiwa-jiwa di akhir zaman ini.

Jadi, tujuh Roh ALLAH itu tidak mengambil jalannya masing-masing.

 

Saudara, kalau kita melayani TUHAN sebagai hamba yang setia dan benar, pasti menjadi biji mata TUHAN. Jangan dulu imam atau hamba TUHAN, sidang jemaat saja kalau melayani TUHAN dengan sungguh-sungguh, pasti biji mata TUHAN, pasti dipelihara TUHAN.

Saudara biji mata tidak akan pernah tersakiti, kotoran pun tidak akan dibiarkan masuk, karena itu risih di mata. Mulai dari sekarang, singkirkan pikiran-pikiran yang malas, bodoh, tidak mau tahu, tidak peduli dengan ibadah dan pelayanan, supaya kita menjadi tujuh mata TUHAN, tujuh Roh ALLAH yang diutus dan dipelihara, sehingga kita membawa jiwa-jiwa, atau paling tidak jiwa kita dibawa kepada TUHAN.

 

Jadi, sekali lagi saya sampaikan, tunas itu pasti berbuah, karena apa? Karena memiliki tujuh Roh ALLAH.

 

Zakharia 4:11-14

(4:11) Lalu berbicaralah aku kepadanya: "Apakah arti kedua pohon zaitun yang di sebelah kanan dan di sebelah kiri kandil ini?"  (4:12) Untuk kedua kalinya berbicaralah aku kepadanya: "Apakah arti kedua dahan pohon zaitun yang di samping kedua pipa emas yang menyalurkan cairan emas dari atasnya itu?" (4:13) Ia menjawab aku: "Tidakkah engkau tahu, apa arti semuanya ini?" Jawabku: "Tidak, tuanku!" (4:14) Lalu ia berkata: "Inilah kedua orang yang diurapi yang berdiri di dekat TUHAN seluruh bumi!"

 

Dua pohon zaitun yang terukir pada sisi kanan dan kiri kandil itu adalah pribadi Musa dan Elia, dia adalah ketujuh roh ALLAH, biji mata TUHAN, hamba TUHAN yang diurapi yang diutus ke seluruh bumi, karena dia berdiri dekat TUHAN. Kapan itu terjadi?

 

Wahyu 11:1 -- Perikop: "Dua saksi ALLAH."

(11:1) Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci ALLAH dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

 

Kepada dua saksi ALLAH diberikan kuasa untuk mengukur. Lalu yang diukur di sini adalah;

1.       Bait Suci ALLAH

Kalau dikaitkan dengan pola Tabernakel terkena kepada Ruangan Suci sampai dengan Ruangan Maha Suci.

Itulah sebabnya kita harus tekun dalam tiga macam ibadah pokok, sebab itu yang diukur. Apabila kita tekun dalam tiga macam ibadah pokok, Yesus Kristus tampil di tengah ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, memimpin ibadah-ibadah tersebut sampai kepada dua klimaks yaitu;

-      Sidang mempelai wanita TUHAN / gereja TUHAN yang sempurna

-      Doa penyembahan

Itulah Tabut Perjanjian yang ada di dalam Ruangan Maha Suci.

2.       Mezbah.

Di Tabernakel ada dua Mezbah;

-      Di Halaman, disebutlah itu Mezbah Korban Bakaran.

-      Di Ruangan Suci itulah Mezbah Dupa.

Saya kira yang diukur di sini adalah Mezbah Dupa. Pelayanan yang membawa dia sampai kepada penyembahan.

3.       Beribadah di dalamnya.

Berarti, kita harus beribadah menurut pola Tabernakel. Jadi, jangan beribadah menurut buatan tangan manusia.

 

Wahyu 11:2

(11:2) Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

 

Tetapi pelataran Bait Suci yang di sebelah luar à Halaman, itu akan diinjak-injak oleh antikris selama 42 bulan berarti; 3½ tahun.

Di Halaman hanya ada 2 (dua) alat:

1.       Mezbah Korban Bakaran à Bertobat

2.       Kolam Pembasuhan Tembaga à Baptisan dan mungkin juga penuh dengan Roh Kudus.

Tetapi itu masih daerah Halaman. Sesudah kita menerima asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus, selanjutnya; beralihlah kepada perkembangan sepenuhnya, berarti Ruangan Suci (Ibrani 6:1). Kalau tidak, Halaman akan diserahkan / diinjak-injak kepada antikris.

 

Jadi, saudara jangan tidak percaya kepada Pengajaran Mempelai dan Pengajaran Tabernakel. Ini pedang tajam, lebih tajam dari pedang bermata dua manapun, itu yang akan menyucikan kita bahkan memisahkan jiwa dan roh, sumsum dan sendi-sendi, bahkan sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati yang tidak dapat ditembusi oleh mata manusia, itulah penyucian terhadap perasaan yang terdalam (Ibrani 4:12).

 

Wahyu 11:3-4

(11:3) Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. (11:4) Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan TUHAN semesta alam.

 

Musa dan Elia diutus untuk bernubuat sambil berkabung.

Memang kita belum melihat ini adalah pribadi Musa dan Elia, tetapi tidak mengapa, nanti kita akan melihat dari bentuk pekerjaan mereka nanti kita akan melihat kedua pohon zaitun itu adalah Musa dan Elia.

 

-      BERKABUNG merupakan tanda kematian.

Hal itu berlangsung selama 1.260 hari atau selama antikris berkuasa di atas muka bumi ini. Dari sini kita bisa melihat, ternyata, pada saat antikris berkuasa masih ada kesaksian dari Sorga. Jaid, kalau di bumi korban sehari-hari telah dirampas oleh antikris, sehingga tidak ada lagi ibadah dan pelayanan, masih ada kesaksian dari langit (Sorga) dan itu kepentingannya adalah untuk menguatkan mereka yang tertinggal di Halaman, supaya mereka jangan binasa.

Sampai begitu rupa TUHAN menolong mereka yakni, gereja yang tertinggal. Sudah tertinggal pun masih diperhatikan TUHAN. Tetapi, sekalipun begitu, jangan kita bermain-main, tidak segampang itu kita tertolong, sebab siksaan yang terjadi sangat dahsyat.

 

-      Diutus untuk BERNUBUAT.

Nubuat terbesar adalah pembukaan rahasia Firman ALLAH, yaitu ayat menjelaskan ayat lain sampai terjadi pembukaan rahasia Firman ALLAH. Namun, pada saat antikris menjadi raja dan memerintah di atas dunia ini, maka korban sehari-hari tidak ada lagi di atas muka bumi ini, di situlah nanti Musa dan Elia BERNUBUAT.

 

Tetapi, yang dimaksud dengan roh nubuat adalah kesaksian Yesus. Jadi, kesaksian Yesus akan terus diceritakan dan ditulis dengan lengkap dalam 4 Injil:

·         Injil Matius: Yesus dari Sorga turun ke bumi dan menjadi manusia lewat proses kelahiran, dan Ia menjadi manusia lewat proses kelahiran yang ditaruh dalam palungan; menjadi makanan dan minuman bagi domba-domba yang digembalakan

·         Injil Markus: Dia menjadi hamba menderita sengsara dan mati di atas kayu salib untuk memperdamaikan dosa manusia

·         Injil Lukas: Penderitaan Yesus sebagai manusia

·         Injil Yohanes: menceritakan Yesus Anak ALLAH, Dialah Firman ALLAH yang kelak nanti menghakimi.

Itulah yang dimaksud dengan roh nubuat, itulah kesaksian Yesus.

 

Gereja yang tertinggal sedang berada dalam aniaya yang begitu besar / tekanan yang besar di injak-injak dalam aniaya antikris, karena itu, gereja yang tertinggal perlu dikuatkan, sebab ibadah tidak ada lagi di situ. Begitu besar perhatian TUHAN kepada manusia bahkan terhadap gereja yang tertinggal TUHAN tetap perhatikan, TUHAN tetap menyoroti mereka.

 

Dari sini kita melihat bahwa dua saksi ALLAH, mereka adalah: ketujuh Roh ALLAH yang diutus ke seluruh bumi jelas itu adalah: Musa dan Elia.

 

Wahyu 11:5-6

(11:5) Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, keluarlah api dari mulut mereka menghanguskan semua musuh mereka. Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, maka orang itu harus mati secara itu. (11:6) Mereka mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat; dan mereka mempunyai kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali mereka menghendakinya.

 

Dua saksi ALLAH jelas itu adalah Musa dan Elia, mereka itu adalah dua pohon zaitun, pelita emas, tujuh roh ALLAH yang diutus ke seluruh bumi, mereka adalah ketujuh mata ALLAH.

 

Wahyu 11:5-6, ini berbicara tentang kesaksian Musa dan Elia ditampilkan.

-      Kesaksian Elia: Berkuasa menutup langit selama tiga tahun enam bulan supaya jangan turun hujan. Kemudian ia berdoa, langit terbuka dan turunlah hujan.

 

Selengkapnya…

Yakobus 5:17

(5:17) Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. (5:18) Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya.

 

Itulah kesaksian Elia. Tetapi jangan salah, waktu langit tertutup dan hujan tidak turun, maka, otomatis terjadi kekeringan. Waktu kekeringan terjadi, lihatlah janda di Sarfat, bersama dengan satu anak, mereka hampir mati, digambarkan seperti ranting-ranting yang kering yang sesudah dikumpulkan akan dibakar, berarti habis. Tetapi, pada saat kekeringan itu terjadi, di situ Firman ALLAH dinyatakan, bagaikan segenggam tepung, kalau itu kita genggam, kita perhatikan sungguh-sungguh, maka, minyak dalam buli-bulipun tidak akan pernah habis. Pengurapan itu akan menguatkan kita sekalipun dalam aniaya antikris terjadi.

Jadi, gereja yang tertinggal pada saat itu akan sangat membutuhkan kesaksian yang datang dari langit, karena di bumi korban sehari-hari sudah dirampas.

 

-      Kesaksian Musa: Tongkat Musa memukul air menjadi darah, karena kekerasan hati dari Firaun (kekerasan hati manusia). TUHAN sudah berkemurahan dan menunjukkan panjang sabarnya, kalau tetap mengeraskan hati, maka kemurahan akan berbalik menjadi kutuk, dunia akan dipukul oleh tongkat itu sendiri.

Tongkat -> salib sebagai tanda kemurahan hati TUHAN kepada manusia.

 

Jadi saudara, tidak baik keras hati. Sebetulnya, yang menyegarkan jiwa adalah kalau kita rendah hati, mau turun ke bawah, di situ ada kelegaan, kelepasan dan kepuasaan.

 

Tongkat Musa berbicara soal salib -- salib bisa mengubah yang pahit menjadi manis. Tetapi, kalau kemurahan TUHAN tidak dihargai, maka tongkat itu akan memukul dunia, sehingga kemurahan berubah menjadi kutuk.

 

 

Wahyu 11:7

(11:7) Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka.

 

Gereja yang tertinggal akan dikuatkan sekalipun dalam aniaya yang dahsyat, bahkan leher dipenggal namun akan selamat tidak akan menyerahkan dirinya kepada antikris.

Inilah kesaksian yang setia dan benar, itulah ketujuh mata ALLAH, tujuh roh ALLAH diutus ke seluruh bumi

 

TUHAN mempercayakan kepada kita karunia-karunia dan jabatan-jabatan Roh Kudus; jangan disimpan, jangan dikubur dalam tanah, sebab itu adalah kesalahan yang fatal. Jubah yang maha indah jangan disimpan di rumah, supaya kita terpelihara. Maka, karunia dan jabatan Roh El Kudus harus dijalankan / diusahakan supaya memperoleh laba sesuai dengan talenta yang dipercayakan dan talenta itu dipercayakan untuk menolong imam-imam / hamba-hamba TUHAN. Jadi, talenta yang dipercayakan kepada hamba-hamba TUHAN, bukan untuk dikembalikan.

 

Akhirnya kita baca…

Lukas 12:35-37 -- Perikop: “Kewaspadaan”

(12:35) "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. (12:36) Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya. (12:37) Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.

 

Berikat pinggang, pelita tetap bernyala itu adalah suasana mempelai, suasana penantian, berarti menantikan kedatangan TUHAN kembali ke dunia ini, sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga. Amin.

 

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

No comments:

Post a Comment