IBADAH PENDALAMAN ALKITAB, 18 DESEMBER 2025
KITAB MALEAKHI 2:15
(Seri: 19)
Subtema: KETURUNAN
ILAHI
Shalom.
Mula
pertama saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan yang oleh karena rahmat-Nya
kita sekaliannya dihimpunkan di atas gunung Tuhan yang kudus, sehingga kita
boleh datang menghadap Dia lewat Ibadah Pendalaman Alkitab yang disertai dengan
perjamuan suci.
Saya
juga tidak lupa untuk menyapa anak-anak Tuhan, umat ketebusan Tuhan, yang turut
bergabung lewat online / live streaming atau video internet, baik
dari Youtube maupun dari Facebook atau media sosial lainnya yang dapat
digunakan atau diakses. Kiranya Tuhan hadir di tengah-tengah kita, di
tengah-tengah perhimpunan ini membawa dan memberi damai sejahtera, memberi
sukacita saat kita duduk diam mendengarkan sabda Allah.
Mari
kita sambut STUDY MALEAKHI sebagai Firman penggembalaan untuk Ibadah
Pendalaman Alkitab disertai dengan perjamuan suci. Namun, tetaplah berdoa dalam
roh, mohon kemurahan dari pada Tuhan, supaya Firman yang dibukakan itu
meneguhkan setiap hati kita pribadi kita lepas pribadi.
Maleakhi
2:15
(2:15) Bukankah ALLAH
yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki
kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak
setia terhadap isteri dari masa mudanya.
"ALLAH yang esa menjadikan mereka daging dan
roh."
Kata
"mereka" à
Laki-laki dan perempuan, yakni Adam dan Hawa.
Kejadian
1:26-27
(1:26) Berfirmanlah
ALLAH: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,
supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan
atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap
di bumi." (1:27) Maka ALLAH menciptakan manusia itu menurut
gambar-Nya, menurut gambar ALLAH diciptakan-Nya dia; laki-laki dan
perempuan diciptakan-Nya mereka.
Allah
menjadikan laki-laki dan perempuan menurut gambar dan rupa Allah (teladan
Allah).
Kemudian
pada ayat 28 bagian a: “Allah memberkati mereka.”
Kata
“memberkati” merujuk kepada SALIB KRISTUS. Adapun kuasa salib adalah mempersatukan
dua hati yang berbeda atau mempersatukan laki-laki dan perempuan,
sebagaimana yang tertulis dalam Matius 19:5.
Matius
19:5
(19:5) Dan
firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu
dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Laki-laki
akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga
keduanya menjadi SATU DAGING.
Dari
sini kita dapat melihat bahwa laki-laki dan perempuan dipersatukan oleh Tuhan,
buktinya ada pada Kejadian 1:28a dikatakan bahwa: “Allah
memberkati mereka.”
Matius
19:6
(19:6) Demikianlah
mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah
dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
Apa
yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia.
Pengertian
umum dari ayat ini adalah kita harus saling mengasihi satu dengan yang lain
sekalipun berbeda suku, kaum, bahasa dan bangsa. Sebab, dari salib keluar KASIH
yang mempersatukan antara satu dengan yang lain.
Efesus
2:13
(2:13) Tetapi
sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah
menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
Yang
dahulu jauh sudah menjadi dekat oleh DARAH KRISTUS.
-
Jauh à Bangsa kafir.
-
Dekat à Bangsa Israel.
Bangsa
yang berbeda itulah kafir dan Israel bersatu hanya oleh karena darah salib
Kristus, bukan karena yang lain.
Memang
oleh karena yang lain bisa bersatu namun satu kali nanti bisa berpisah.
Efesus
2:14-16
(2:14) Karena
Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang
telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, (2:15) sebab dengan
mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala
perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru
di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, (2:16) dan
untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib,
dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu
Yang
mempersatukan dua hati yang berbeda adalah DARAH SALIB KRISTUS.
Oleh
salib Kristus, segala tembok yang menimbulkan perseteruan sudah dirobohkan, sehingga
dengan demikian dua hati yang berbeda sudah menjadi satu di dalam Kristus,
berarti kita semua baik kafir maupun Israel menjadi TUBUH KRISTUS. Maka,
apabila kita mendapat bagian dalam diri Yesus itu karena salib, sekalipun
berbeda suku, kaum, bahasa dan bangsa.
Itulah
kata “memberkati.” Jadi, berkat itu keluar dari salib, karena Tuhan yang
membawa berkat itu dari Sorga, itu sebabnya Dia harus menjadi manusia maksudnya
menderita sengsara dan mati di atas kayu salib.
Maleakhi
2:15
(2:15) Bukankah
Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki
kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah
orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
"Apakah yang dikehendaki kesatuan itu?" atau "apa yang dikehendaki oleh nikah?"
Jawabnya
adalah KETURUNAN ILAHI.
Jadi,
yang dikehendaki kesatuan atau nikah hanyalah satu yaitu keturunan
Ilahi, berarti menjadi manusia Ilahi sama seperti Henokh, Musa dan Elia
adalah 3 (tiga) pribadi yang disebut manusia Ilahi.
Kejadian
15:1-3 -- Perikop: "Perjanjian Allah dengan Abram; janji tentang
keturunannya."
(15:1) Kemudian
datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah
takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." (15:2) Abram
menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku,
karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi
rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." (15:3) Lagi kata Abram:
"Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku
nanti menjadi ahli warisku.
Tuhan
berkata kepada Abraham: : "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu;
upahmu akan sangat besar."
Ini
merupakan kata-kata penghiburan saat Abraham dalam kegelisahan atau kebingungan,
sebab dia belum memiliki anak yang disebut keturunannya. Maka, dalam pemikiran
Abraham salah seorang hambanya yang menjadi ahli warisnya. Namun, Tuhan datang
menghibur Abraham: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu ...”
Kata
“perisai” disini menunjukkan bahwa Abraham akan mendapatkan upah yang sangat
besar, tidak seperti pemikiran Abraham.
Kejadian
15:4
(15:4) Tetapi
datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi
ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli
warismu."
Tuhan
berkata kepada Abraham, yang menjadi ahli waris Abraham adalah anak
kandungnya sendiri, bukan salah seorang dari hambanya atau Eliezer, orang
Damsyik itu.
Adapun
anak kandung Abraham:
-
Dari Ketura 6 (enam) orang anak (Kejadian
25:1).
-
Dari Hagar (budaknya) 1 (satu) orang
anak (Kejadian 16:15-16).
-
Dari Sara 1 (satu) orang anak (Kejadian
21:1-3).
Itulah
seluruh anak kandung Abraham, lahir dari 3 (tiga) rahim perempuan. Akan tetapi,
yang dikehendaki dari kesatuan itu adalah KETURUNAN ILAHI, sekalipun itu adalah
anak kandung.
Jangankan
anak hamba, anak kandung sekalipun tidak semuanya yang disebut keturunan
Abraham / keturunan Ilahi.
Kejadian
21:10-11
(21:10) Berkatalah
Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya,
sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku
Ishak." (21:11) Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh
karena anaknya itu.
Sara
dengan tegas meminta kepada Abraham suaminya untuk mengusir Hagar hambanya
bersama dengan anak laki-lakinya, namun hal itu menyebalkan hati Abraham,
karena biar bagaimanapun juga Ismael adalah anak kandungnya.
Sepintas
apa yang dikatakan Sara kepada Abraham tidak masuk akal, sepertinya mengandung
unsur iri hati, benci, dan dengki, namun sesungguhnya tidak demikian.
Jika kita tidak mengerti rencana Tuhan, firman yang dibukakan itu bisa
menyakiti hati, tetapi apabila kita mengerti dan mengingat apa yang disampaikan
baik itu koreksi, saran ataupun nasihat firman itu dapat membangun rohani kita.
Sebab semakin rahasia firman dibukakan maka akan semakin menyingkapkan segala
rahasia tabir yang menutupi banyak kegelapan dosa, dan hal itu dapat menyakiti
hati apabila tidak paham terhadap rencana Allah. Sebagaimana dengan perkataan
Sara kepada Abraham, hal itu sempat menyebalkan hati Abraham. Namun, ingat:
Tuhan selalu tampil sebagai hakim yang adil di tengah-tengah nikah rumah
tangga.
Kejadian
21:12
(21:12) Tetapi Allah
berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan
budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau
mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal
dari Ishak.
Allah
tampil sebagai hakim di tengah-tengah nikah Abraham dan Sara, dan berkata:
-
“Janganlah sebal hatimu karena hal
anak dan budakmu itu.”
-
“Haruslah engkau mendengarkan
perkataan Sara.”
Karena apa yang dikatakan Sara itu
adalah perkataan Allah yang pernah ia dengar dari mulut Allah.
Jadi,
Abraham harus mendengarkan perkataan Sara, alasannya: Yang disebut
keturunan Abraham berasal dari ISHAK. Ishak inilah yang disebut sebagai
keturunan Ilahi dari semua anak kandung Abraham.
Isteri
harus menjadi penopang, namun apabila terkait dengan janji Allah maka kita
harus merendahkan diri di hadapan Tuhan yang memberi janji.
Roma
9:3-5 -- Perikop: "Pilihan atas Israel."
(9:3) Bahkan, aku
mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku
secara jasmani. (9:4) Sebab mereka adalah orang Israel, mereka
telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan
perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan
janji-janji. (9:5) Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan
Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia
adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin
Israel
secara jasmani telah diangkat menjadi anak Allah.
-
Mereka telah menerima; kemuliaan,
perjanjian-perjanjian, hukum Taurat, ibadah, janji-janji.
-
Mereka telah menurunkan Mesias dalam
keadaan manusia.
Mesias adalah Allah yang harus
dipuji sampai selama-lamanya. Sebab, Tuhan juga telah memelihara kehidupan kita
sampai saat ini dan Tuhan tidak membiarkan kita lepas dari perhatian-Nya. Kalau
Tuhan mau melepaskan kita dari perhatian-Nya sepersekian detik saja maka saat
itu juga kita tidak ada di bumi ini.
Roma
9:6-7
(9:6) Akan tetapi
firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari
Israel adalah orang Israel, (9:7) dan juga tidak semua yang terhitung
keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari
Ishak yang akan disebut keturunanmu.
Tidak
semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi yang
berasal dari Ishak yang akan disebut keturunan Abraham atau keturunan
Ilahi.
Pernyataan
ini tidak asal dinyatakan begitu saja.
Ibrani
11:17-19 -- Perikop: "Saksi-saksi iman."
(11:17) Karena iman
maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima
janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal, (11:18) walaupun
kepadanya telah dikatakan: "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang
akan disebut keturunanmu." (11:19) Karena ia berpikir, bahwa
Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati.
Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali
Kembali
dalam Ibrani dikatakan bahwa keturunan dari Ishak yang akan disebut keturunan
Abraham atau keturunan Ilahi. Pendeknya, Ishak adalah anak perjanjian, sebagai
anak perjanjian Ishak telah dipersembahkan kepada Allah diatas gunung Moria.
Roma
9:8
(9:8) Artinya:
bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak
perjanjian yang disebut keturunan yang benar.
“... Anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.”
Allah
sudah menjanjikan bahwa Abraham akan menjadi Bapa orang beriman dari segala
bangsa, namun Tuhan memerintahkan Abraham untuk mempersembahkan Ishak kepada
Allah di gunung Moria.
Namun,
sekalipun demikian pada Ibrani 11:9 Abraham berpikir: Allah sanggup
membangkitkan orang-orang dari antara orang mati. Berarti Abraham melakukan
sesuai dengan iman.
Kisah Ishak dipersembahkan sebagai
korban bakaran di gunung Moria ada dalam Kejadian 22.
Kejadian
22:1-2 -- Perikop: "Kepercayaan Abraham diuji."
(22:1) Setelah
semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya:
"Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan." (22:2) Firman-Nya:
"Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni
Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana
sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan
kepadamu."
Allah
memerintahkan supaya Abraham mempersembahkan Ishak, anak perjanjian itu,
sebagai korban bakaran kepada Allah di gunung Moria.
Sesungguhnya,
Ishak adalah anak tunggal Abraham dan sangat dikasihi. Namun, sekalipun
demikian Allah memerintahkan supaya Abraham untuk mempersembahkan Ishak sebagai
korban bakaran kepada Allah.
Inilah
anak perjanjian, mesti dipersembahkan kepada Allah sebagai korban bakaran,
supaya realita dari keturunan Ilahi terbukti yaitu bukan semua anak kandung
Abraham yang disebut keturunan Ilahi.
Kemudian,
terhadap Firman Allah, Abraham berkata: "YA, TUHAN." Artinya:
Abraham tidak memiliki keberanian untuk menolak perintah Allah, sebaliknya
Abraham yakin kepada perintah Allah. Demikian juga kita harus yakin dengan
setiap yang diperintahkan Allah.
Kita
akan memperhatikan terkait dengan perintah Allah yang akan dilakukan Abraham
dalam Ibrani 11:17.
Ibrani
11:17
(11:17) Karena iman
maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah
menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,
Abraham
telah menerima janji dari Allah, bahwasannya keturunannya nanti seperti bintang
di langit
Ayat
referensi: Kejadian 15:1-3.
Kejadian
15:4-6
(15:4) Tetapi
datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi
ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli
warismu." (15:5) Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman:
"Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat
menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya
nanti keturunanmu." (15:6) Lalu percayalah Abram kepada TUHAN,
maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran
Keturunan
Abraham seperti bintang di langit dan tidak dapat dihitung jumlahnya.
Tetapi,
Abraham dicobai yakni dia harus mempersembahkan Ishak anaknya itu sebagai
korban bakaran kepada Tuhan.
Namun,
disini Abraham rela mempersembahkan Ishak, anak tunggal yang dikasihinya,
sebagai korban bakaran kepada Tuhan, karena Abraham tahu persis Tuhan berkuasa
membangkitkan keturunan dari antara orang mati. Itu sebabnya, Abraham tidak
ragu melakukan apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya, sekalipun Ishak anak
tunggal dan anak yang dikasihi.
Ibrani
11:19
(11:19) Karena ia
berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari
antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya
kembali.
Abraham
yakin bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari
antara orang mati, seakan-akan ia telah menerimanya kembali. Abraham
adalah contoh orang tua yang baik.
Orang
tua seharusnya mendukung anaknya dan mempersembahkan anak sebagai korban
bakaran kepada Tuhan, untuk hal itu seharusnya orang tua tidak perlu takut dan
ragu, orang tua jangan dukung anak kandung untuk mencintai apa yang tidak
dicintai oleh Tuhan, apapun bentuknya. Oleh sebab itu, hai orang tua
bijaksanalah, hai anak-anak bijaksanalah. Kita harus menuruti apa yang
diperintahkan Tuhan meskipun itu tidak sesuai dengan akal pikiran, tidak sesuai
dengan akal sehat manusia.
Namun,
jika kita sudah mengerti kedalaman hati Tuhan maka niscaya perkataan kita akan
sama seperti perkataan dari Abraham.
Langit
dan bumi yang pertama akan berlalu, dan sudah terlihat di depan mata
penghancuran demi penghancuran mulai terjadi; gunung-gunung tidak ada lagi,
daratan atau pijakan tidak ada lagi, dan perlahan-lahan itu tampil di depan
mata. Maka, orang tua jangan ragu pada perintah Allah, mengertilah rencana
Tuhan sebelum kayu gelondongan menggeser hidup ke dalam maut.
Pemuda
memang harus menikah dan demikian juga pemudi, namun carilah pasangan yang
seimbang dan orang tua harus mendukung. Jangan mencari pasangan di luar Tuhan
sekalipun pekerjaannya bagus, gajinya besar, dia konglomerat, jangan bahagia
disitu sebab itu menjerumuskan apabila dia jauh dari Tuhan.
Namun,
kalau seorang pemudi atau pemuda mendapat pasangan yang seimbang dari Tuhan itu
adalah masa depanmu, sebab yang dikehendaki dari kesatuan adalah keturunan Ilahi.
Jika
pemuda dan pemudi mendapat pasangan yang tidak seimbang maka sekalipun dia
orang Kristen maka nikah itu tidak akan memperoleh keturunan ilahi. Jangan
hanya mencari euforia sesaat namun akhirnya binasa, namun milikilah pandangan
nubuatan, memandang jauh ke depan untuk bahagia bersama dengan Dia dalam
kekekalan.
Kejadian
22:3-4
(22:3) Keesokan
harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan
memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu
untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang
dikatakan Allah kepadanya. (22:4) Ketika pada hari ketiga
Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.
Berangkatlah
Abraham dan tiba di tanah Moria bersama dengan Ishak anak tunggal yang dikasihi
dan didampingi hamba-hambanya, menempuh 3 (tiga) hari perjalanan.
3
(tiga) hari à Pengalaman kematian dan
kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, dan hal itu harus menjadi perjalanan
rohani kita selama kita di bumi ini dan harus bertekun disitu.
Kemudian,
Abraham juga telah membelah kayu untuk korban bakaran itu.
Kayu
à Salib sebagai sarana untuk masuk dalam pengalaman
kematian dan kebangkitan.
Oleh
sebab itu, kita harus bertekun menyangkal diri dan memikul salibnya.
Kejadian
22:5-6
(22:5) Kata Abraham
kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini;
aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami
kembali kepadamu." (22:6) Lalu Abraham mengambil kayu untuk
korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang
di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya
berjalan bersama-sama.
Abraham
telah membawa:
1.
Api.
2.
Pisau.
3.
Kayu untuk korban bakaran yang
memang dipikul di atas bahu Ishak.
Jelas, bahwa Ishak adalah gambaran
dari anak tunggal Bapa, itulah pribadi Yesus Kristus yang sangat dikasihi.
-
API gambaran dari Roh El Kudus
dan sangat berguna membakar hati kita, sehingga nanti kita benar-benar
mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan
-
PISAU atau PEDANG à Firman Allah yang begitu tajam untuk mengadakan
penyucian terhadap hidup kita masing-masing. Ayat referensi: Ibrani
4:12.
Kejadian
22:7-8
(22:7) Lalu
berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham:
"Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan
kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?" (22:8)
Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban
bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan
bersama-sama
Ishak
bertanya kepada Abraham: "Disini sudah ada api dan kayu, tetapi
dimanakah anak domba untuk korban bakaran itu?" Jawab Abraham: "Allah
yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya."
Dari
pertanyaan Ishak kepada Abraham menunjukkan KETULUSAN dan KESUCIAN dari Ishak
dan hal itu terpancar dari hidupnya.
Akan
tetapi pada ayat 8, “... demikianlah keduanya berjalan bersama-sama”,
berarti ada kesamaan pemahaman atau pemikiran antara bapa dan anak.
Jadi
sekalipun kita berbeda suku, bahasa, marga, mestinya kita dalam satu
penggembalaan ini satu pemahaman supaya tidak ada yang tersakiti dan tidak ada
yang menyakiti. Apabila tidak sepaham maka pasti ada yang merasa tersakiti dan
ada yang menyakiti.
Saya
berterimakasih kepada Tuhan sampai sejauh ini kita semua sepemahaman sebab
Tuhan mempercayakan kepada kita kereta api itulah PPT dan kita telah
mengerjakannya, yang terakhir Kebaktian Natal PPT tanggal 3-4 Desember 2025 dan
oleh karena kemurahan Tuhan berjalan dengan baik. Perintah Tuhan “apa yang
didapat tanganmu, kerjakanlah nanti Tuhan menyertai.” Untuk pengertian ini kita
harus satu pemahaman. Jangan kita gerah dan gelisah, lebih baik hari ini kita sepertinya
disakiti dan dikuliti oleh penyucian pedang dari Roh Kudus, dari pada kelak gerah
di api neraka.
Kejadian
22:9
(22:9) Sampailah
mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan
mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya
itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
Disini
kita tidak melihat Ishak mulutnya terbuka, memberontak, dan menuduh ayahnya
melakukan yang bukan-bukan.
Saudara
bisa bayangkan, seorang ayah mengikat anaknya, mengikat tangannya dan kakinya
untuk selanjutnya dipersembahkan di atas mezbah bakaran, bukankah orang akan
berkata bahwa dia orang sinting dan bukankah anaknya akan memberontak dan
menuduh ayahnya dengan kata-kata yang tidak-tidak. Namun, mulut Ishak tetap
berdiam.
Dari
sini kita melihat jelas apa yang dikatakan Tuhan kepada Abraham yaitu yang
menjadi keturunan Ilahi adalah yang berasal dari Ishak.
Setibanya
di tempat yang dituju oleh Allah maka Abraham secepatnya mendirikan mezbah,
lalu;
-
Disusunnya kayu.
-
Diikatnya Ishak anaknya, lalu diletakkan di mezbah, di atas kayu api.
Sepertinya
perbuatan Abraham kepada Ishak sadis, diluar akal sehat.
Namun
sekalipun demikian, Ishak tidak memberontak dan tidak mempersalahkan ayahnya,
sedikitpun dia tidak berani menuduh yang bukan-bukan kepada Abraham.
Saya harap kita ada di tengah penggembalaan menjadi satu kehidupan yang
tergembala, jangan kita menuduh Tuhan yang bukan-bukan sekalipun kita diajar
untuk mempersembahkan korban bakaran baik lewat event-event antara lain;
Kebaktian Natal PPT, Kebaktian Paskah PPT yang akan dilaksanakan dalam empat
bulan ke depan. Kiranya kita jangan menuduh Tuhan yang bukan-bukan terhadap
kehidupan kita.
Yesaya
53:7
(53:7) Dia dianiaya,
tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti
anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di
depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
Dianiaya,
tetapi membiarkan dirinya ditindas dan tidak membuka mulutnya. Apa yang
disampaikan oleh nabi Yesaya adalah nubuatan dan hal itu telah dikerjakan Yesus
Kristus di atas kayu salib.
Dia
dianiaya, membiarkan diri ditindas menderita sengsara di atas kayu salib dan
tidak membuka mulutnya, ini adalah gambaran dari:
1.
Seperti anak domba yang dibawa ke
pembantaian.
2.
Seperti induk domba yang kelu di
depan orang-orang yang menggunting bulunya.
Baik
anak domba maupun induk domba sama-sama tidak membuka mulutnya; tidak ngomel,
tidak menggerutu, tidak marah, dan tidak mempersalahkan Tuhan lalu menuduh yang
bukan-bukan.
Mungkin
ada saja diantara kita yang pernah berkata “untuk apa saya disini?” Namun,
ketahuilah bahkan Tuhan mau mendidik kita sampai akhirnya kita dimampukan untuk
mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan, bukan yang lain-lain. Sebab, soal
penghidupan, soal makan minum terlalu kecil untuk Tuhan sebab Tuhan sanggup
memelihara kehidupan kita secara ajaib dan kita tidak akan kekurangan apapun
asalkan kita tahu mengucap syukur.
Ibadah
yang disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar ... 1 Timotius 6:6.
Jika tidak merasa cukup, maka seseorang akan merasakan bahwa ibadah itu
merugikan.
Kejadian
22:10
(22:10) Sesudah itu
Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih
anaknya
Dengan
tidak segan-segan Abraham mempersembahkan Ishak anak tunggal yang dikasihinya
sebagai korban bakaran.
Ini
adalah tindakan iman, sebagaimana dalam Ibrani 11:17-19, “...
Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati.”
Dalam
Yohanes 3:16 juga dikatakan “Begitu besar kasih Allah pada
dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal.” Jadi, ketika
Ishak anak tunggal Abraham dipersembahkan sebagai korban bakaran itu adalah
kasih. Maka, mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan adalah KASIH. Sementara,
korban curahan adalah korban keselamatan.
Memang
kita juga harus mempersembahkan korban bakaran yaitu mengasihi Tuhan dengan
segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap kekuatan. Korban
bakaran berarti semua hangus, binatang yang dipersembahkan sebagai korban
bakaran dari ujung kepala sampai ujung ekor semuanya hangus.
Yohanes
2:17
(2:17) Maka
teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu
menghanguskan Aku."
Sebagai
korban bakaran Yesus telah dihanguskan oleh api derita sengsara-Nya di
atas kayu salib (api mezbah korban bakaran), karena Dia mengasihi kita semua
seutuhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki-Nya.
Inilah
yang dimaksud keturunan Ilahi itulah yang dikehendaki dari kesatuan, berarti mengasihi
Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan. Jika dunia menolak
kita tidak apa-apa, asalkan jangan sampai Tuhan yang menolak kita. Adakalanya
jika link (relasi) kita sudah luas kita meninggalkan Tuhan dan menyatu dengan
dunia, hal itu terbalik, semestinya hubungan kita dengan Tuhan tidak terputus
dan tetap membawa korban dan persembahan. Persembahkanlah korban bakaran kepada
Tuhan, mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan
kekuatan.
Inilah
korban bakaran yang kita persembahkan supaya nyata kita keturunan Ilahi dari
Ishak, anak janji, gambaran dari pribadi Tuhan Yesus Kristus anak tunggal Bapa.
Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA
MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U.
Sitohang
No comments:
Post a Comment