KEBAKTIAN NATAL SEKOLAH MINGGU, PAK, & KAUM MUDA REMAJA
17 DESEMBER 2025
Tema: YESUS
SEBAGAI RAJA (Matius 2:6)
Shalom.
Selamat malam bagi kita semua, salam sejahtera di dalam
kasih-Nya TUHAN kita Yesus Kristus, yang telah memungkinkan kita untuk datang
menghadap Dia lewat Natal Sekolah Minggu digabung dengan Pendidikan Agama
Kristen (PAK), dan Kaum Muda Remaja. Kita bersyukur TUHAN berikan umur panjang,
nafas kehidupan, kesehatan bagi kita semua sehingga dengan tubuh yang sehat
kita datang menghadap TUHAN dan merayakan Natal, satu tahun sudah berlalu kita
sama-sama merayakan Natal dan tahun ini kita kembali datang menghadap TUHAN
merayakan Natal yang sama semua karena kemurahan TUHAN. Kiranya pujian dan
persembahan yang dinaikkan kepada TUHAN, betul-betul menyenangkan hati TUHAN,
bahkan teramat lebih cara kita duduk diam untuk mendengarkan Firman TUHAN, itu
juga merupakan korban persembahan kita nanti kepada TUHAN.
Tetap berdoa dan memohon kemurahan TUHAN supaya Firman yang
dibukakan meneguhkan hati kita pribadi lepas pribadi.
Malam ini kita kembali untuk menerima / mengikuti tema yang
ada dari Matius 2:6.
Matius 2:6
(2:6) Dan engkau Betlehem,
tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka
yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin,
yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."
Dari Betlehem, tanah Yehuda akan bangkit seorang pemimpin,
yang akan menggembalakan umat Israel.
Ayat ini jelas menceritakan tentang pribadi TUHAN Yesus.
Sebab, Yesus Kristus adalah Gembala Agung dan Gembala yang baik.
Kita akan buktikan bahwa Yesus Kristus adalah Gembala Agung dan
Gembala yang baik di dalam…
Yohanes 10:11-13
(10:11) Akulah gembala yang baik. Gembala
yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; (10:12) sedangkan
seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba
itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari,
sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. (10:13)
Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu
Yesus adalah Gembala Agung juga Gembala yang baik.
Tanda Yesus adalah Gembala yang baik
ialah: Menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya.
Yesus gembala Agung, kita adalah domba-domba-Nya. Jadi Yesus
telah menyerahkan nyawa-Nya di atas kayu salib bagi kita karena kita adalah
domba-domba-Nya. Kita butuh gembala yang baik, kita butuh gembala yang suka
menyerahkan diri-Nya untuk pekerjaan TUHAN.
Namun, ada juga gembala yang lain itulah GEMBALA UPAHAN.
Berarti, menjadi gembala hanya untuk mencari upah atau
mencari keuntungan.
Keuntungan yang dimaksud di sini bisa dalam bentuk uang,
bisa juga bentuk popularitas (menjadi hamba TUHAN yang terkenal). Terkenal itu
tidak salah, tetapi tidak menjadi tujuan. Kalau tujuannya menjadi gembala yang
terkenal berarti ini yang disebut gembala upahan.
Tanda gembala upahan adalah: Tidak
memperhatikan domba-domba.
Bayangkan kalau domba dalam keadaan sakit lalu gembala tidak
memperhatikannya, apa yang dirasakan domba? Domba akan tetap merasakan sakit.
Sehingga apabila serigala datang ia LARI meninggalkan
domba-dombanya, dan pada saat itu serigala akan menerkam dan mencerai-beraikan
domba-domba. Ketika diterkam dan dicerai-beraikan, domba-domba menjadi liar.
Inilah kerugian apabila domba memiliki gembala upahan.
Keadaan domba liar di dalam…
Ayub 39:8-11
(39:8) Siapakah
yang mengumbar keledai liar, atau siapakah yang membuka tali tambatan
keledai jalang? (39:9) Kepadanya telah Kuberikan tanah dataran
sebagai tempat kediamannya dan padang masin sebagai tempat tinggalnya. (39:10)
Ia menertawakan keramaian kota, tidak mendengarkan teriak si
penggiring; (39:11) ia menjelajah gunung-gunung padang rumputnya,
dan mencari apa saja yang hijau
Tanda domba-domba liar (tidak tergembala) ada 3 (tiga):
1. Ia
menertawakan keramaian kota.
Artinya: Mengecilkan atau merendahkan ibadah dan pelayanan,
tidak menghargai ibadah dan pelayanan.
2. Tidak
mendengarkan teriak si penggiring.
Artinya: Tidak mendengar suara gembala.
Saudara, Firman Pengajaran yang murni dan benar adalah
gembala yang akan menggembalakan kita semua, tetapi kalau dia sudah liar, dia
tidak akan mau mendengarkan teriak si penggiring, tidak akan mau mendengarkan
suara gembala.
3. Ia
menjelajah gunung-gunung padang rumputnya.
Artinya: Berada di semua tempat peribadatan, alasannya mencari
apa saja yang hijau itulah Firman TUHAN.
Nanti dia berada di gereja A, kemudian masuk di gereja B,
masuk di gereja C, semua dimasuki. Nampaknya seperti rohani, tetapi sebetulnya
itu sudah liar, semestinya mantap dalam satu kandang penggembalaan.
Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena gembala upahan, tidak
bertanggung jawab.
Tempat bagi domba-domba yang liar (tidak tergembala):
Yang Pertama: Tanah dataran.
Tanah Dataran = Tidak bergunung dan tidak berlembah.
Kita akan melihat arti rohani tanah dataran…
Ulangan 11:10-11
(11:10) Sebab
negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, bukanlah negeri seperti tanah
Mesir, dari mana kamu keluar, yang setelah ditabur dengan benih harus
kauairi dengan jerih payah, seakan-akan kebun sayur (11:11) Tetapi
negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung
dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari
langit;
Bergunung dan berlembah
berarti mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit, berarti hidup dari kemurahan
TUHAN. Tidak mungkin lagi kebun anggur diairi dengan mengambil air ke bawah
lalu diairi ke atas.
Sebaliknya, tanah Mesir adalah tanah dataran, setelah
ditabur dengan benih, lalu diairi dengan jerih payah, seakan-akan kebun sayur.
Inilah tanah dataran; mengandalkan kekuatan, itu
tempat bagi domba-domba yang tidak tergembala, sangat-sangat memprihatinkan
keadaan domba-domba semacam ini.
Ini ulah siapa? Jelas ini adalah ulah dari gembala upahan
(gembala yang tidak bertanggung jawab), akhirnya domba-domba itu berada di
tanah dataran, artinya; mengandalkan kekuatannya. Tidak lagi mengandalkan TUHAN,
tidak lagi menaruh harap kepada TUHAN.
Tempat bagi domba-domba yang liar (tidak tergembala):
Yang Kedua: Padang masin.
Yeremia 17:5-6
(17:5) Beginilah
firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang
mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! (17:6)
Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami
datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di
negeri padang asin yang tidak berpenduduk
Padang Masin arti
rohaninya: Tidak akan mengalami datangnya keadaan baik atau tidak akan mengalami
pemulihan.
Inilah tempat kedua yang disediakan bagi domba-domba yang
liar (tidak tergembala).
Jadi anak-anak ku yang sekolah minggu di Serang,
sungguh-sungguh lah sekolah minggu setiap hari Sabtu, kemudian anak-anak ku
Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang di Cilegon, sungguh-sungguh ikuti
Pendidikan Agama Kristen setiap hari Rabu, jangan suka absen-absen, demikian
juga yang di Merak, jangan suka absen-absen supaya tempat mu nanti bukan di
Tanah Dataran dan bukan di Padang Masin.
-
Tanah Dataran : mengandalkan
kekuatan sendiri, seakan-akan kebun sayur setelah ditabur dengan benih disiram
dengan jerih payah.
-
Padang Masin : tidak akan mengalami
datangnya keadaan baik.
Singkat kata: Jika berada di TANAH DATARAN dan berada di
PADANG MASIN = Sesat dan terhilang.
Anak-anak ku sekalian, jangan sampai sesat dan terhilang karena
kedatangan TUHAN sudah tidak lama lagi.
Lihat keadaan di Sumatera sudah luluh lantah, sebentar saja
hujan turun seijin TUHAN, langsung menghabiskan banyak nyawa bahkan ratusan
nyawa, baik di Sumatera Utara, Sumatera Barat, maupun Aceh, lalu
digadang-gadang megathrust akan menimpa pulau Jawa. Mengapa kalian tidak
sungguh-sungguh mengikut TUHAN? Sudah kuat menghadapi megathrust nanti?
Diajar untuk sungguh-sungguh PAK tidak mau, diajar untuk sungguh-sungguh
sekolah minggu tidak mau. Apakah sudah kuat menghadapi megathrust?
Sedangkan longsong sedikit saja sudah membinasakan, apalagi megathrust,
tingginya 40 meter, rumah-rumah mewah yang tingginya 5 meter pun habis nanti.
Jadi bagaimana cara kita tertolong? Ya sungguh-sungguh,
hanya Firman TUHAN ini yang menjadi kekuatan kita, bukan cita-cita mu menjadi
seorang doktor atau seorang apapun. Puji TUHAN kalau engkau mendapat gelar
doktor, tetapi doktor mu itu tidak bisa menjamin masa depan mu. Masa depan mu,
pertolongan mu, pengharapan mu hanya dari TUHAN. Itu sebabnya, jangan menjadi
domba yang liar, nanti tempatnya di Tanah Dataran dan di Padang Masin.
Ini yang dihabisi nanti.
Sebab itu Om Daniel tidak mau menjadi gembala upahan, yang
benar harus disampaikan supaya anak-anak ku bersiap sedia lalu sampaikan kepada
orang tua, “banyak berdoa dan mendengar Firman”, sampaikanlah bahwasanya
tidak lama lagi TUHAN datang.
Tidak salah engkau bersekolah, tetapi persiapkan diri mu
menghadapi kedatangan TUHAN. Kalau engkau jarang mendengar Firman semacam ini,
ini saatnya (waktunya) bagi mu mendengar Firman semacam ini, bersyukur,
berterima kasih kepada TUHAN.
Dunia ini akan hancur, diganti dengan langit dan bumi yang
baru (Wahyu 21:1).
Jadi tidak selamanya bumi ini bertahan, satu kali akan
hancur diganti dengan langit bumi yang baru. Itu pentingnya mendengar Firman
setiap kali kita Natal, bukan hanya joget-joget. Ini bukan untuk
menakut-nakuti, tetapi supaya anak-anak ku yang mengikuti PAK, jangan percuma,
bukan hanya mendapat nilai, tetapi bagaimana jiwa mu masuk sorga, papa mama mu
selamat, adik kaka mu selamat, seisi rumah mu selamat, bukan hanya diberkati di
bumi, tetapi yang terpenting selamat ditolong TUHAN sampai ke Sorga, yang
menolong kita hanya Firman TUHAN, bukan cerita dongeng-dongeng, lucu-lucu dari
hamba TUHAN, tidak. Om tidak mau kalian ada di tanah dataran dan di padang
masin.
Jalan
Keluar:
Yohanes 10:11
(10:11) Akulah
gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi
domba-dombanya;
Yesus adalah Gembala yang baik.
Tanda Yesus Gembala yang baik: Yesus menyerahkan nyawa bagi
domba-domba-Nya = Menggembalakan domba-domba dengan KASIH, kalau kita
bandingan dengan Yohanes 15:13 -- Tidak ada kasih yang
lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk
sahabat-sahabatnya.--
Maka kita juga dengan kasih bergaul dengan domba-domba yang
lain, dengan kasih hormat kepada orang tua, dengan kasih menghormati gembala
dua kali lipat, dengan kasih menghormati guru sekolah minggu, dengan kasih
menghormati guru agama.
Lebih jauh kita melihat menggembalakan domba-domba dengan
kasih di dalam…
Yesaya 40:11
(40:10)
Lihat, itu TUHAN ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia
berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia,
dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. (40:11) Seperti
seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya
dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk
domba dituntun-Nya dengan hati-hati.
Menggembalakan domba dengan kasih, berarti: menghimpunkan
domba-domba dengan tangan-Nya.
Maksudnya ialah:
- Anak-anak
domba dipangku-Nya.
- Induk
domba dituntun-Nya dengan hati-hati.
Hati-hati = Tidak asal-asalan (tidak sembarangan), berarti sebagai
gembala ia menunjukkan satu tanggung jawab.
Menyampaikan Firman TUHAN dengan baik, itulah Firman ALLAH yang
datang dari Sorga, hasil pergumulannya semalam-malaman disampaikan dengan
baik-baik. Firman tidak disampaikan dengan asal-asalan, tidak hanya cerita
dongeng, lucu-lucu.
Kalau hanya menyampaikan cerita dongeng dan lucu-lucu, itu
namanya tidak hati-hati, tidak tahu itu jurang maut atau jalan keselamatan.
Jadi Firman TUHAN yang menuntun -- Firman-Mu
itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku (Mazmur 109:105).
Pengajaran
Firman itu yang menggembalakan. Firman itu harus disampaikan dengan
baik, itu namanya dituntun dengan hati-hati; supaya jangan terpeleset, jangan
terperosok, jangan jatuh ke lobang yaitu jurang maut.
Yehezkiel 34:11
(34:11) Sebab
beginilah firman TUHAN ALLAH: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan
domba-domba-Ku dan akan mencarinya.
Yesus adalah Gembala yang baik, Ia menggembalakan
domba-domba dengan kasih, berarti:
- Memperhatikan
domba-domba-Nya.
- Mencari
yang hilang.
Itu namanya menggembalakan domba dengan kasih, domba-domba
diperhatikan.
Yehezkiel 34:12
(34:12) Seperti
seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari
kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku dan Aku akan menyelamatkan
mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan
hari kegelapan.
Gembala yang baik mencari dan menyelamatkan domba-domba dari
segala tempat.
Tadi sudah disinggung domba liar (tidak sungguh-sungguh), diterkam
serigala, tempatnya di tanah dataran dan di padang masin; itukan harus dicari
untuk diselamatkan dari segala tempat.
Yehezkiel 34:13
(34:13) Aku akan
membawa mereka keluar dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan mereka dari
negeri-negeri dan membawa mereka ke tanahnya; Aku akan menggembalakan mereka
di atas gunung-gunung Israel, di alur-alur sungainya dan di semua tempat
kediaman orang di tanah itu.
Sesudah ditemukan domba-domba dikumpulkan untuk digembalakan
di atas gunung-gunung Israel.
Kita lihat gunung-gunung Israel di dalam…
Yesaya 40:9
(40:9) Hai Sion,
pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem,
pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu,
jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu ALLAHmu!"
Gunung-gunung Israel adalah gunung yang tinggi.
Gunung-gunung Israel jika dikaitkan dengan Tabernakel
terkena pada RUANGAN SUCI di dalamnya ada 3 (tiga) alat:
1. Meja
Roti Sajian = Ibadah Pendalaman Alkitab disertai Perjamuan Suci.
2. Pelita
Emas = Ibadah Raya Minggu disertai kesaksian Roh.
3. Mezbah
Dupa = Ibadah Doa Penyembahan.
Jadi tidak boleh berada di gunung-gunung walaupun alasannya
mencari Firman. Harus satu tempat, tetapi modelnya 3 (tiga) macam ibadah pokok,
itulah gunung-gunung Israel.
Kalau kita berada di gunung TUHAN yang tinggi, pasti selamat.
Kenapa tidak selamat? Karena dia tidak berada di gunung yang tinggi, tetapi
berada di lembah maut, malas beribadah di gunung Israel.
Tetapi kalau kita tekun dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok;
-
Ibadah Pendalaman Alkitab.
-
Ibadah Raya Minggu.
-
Ibadah Doa Penyembahan.
Pendeknya berada di gunung-gunung Israel, datang pun longsor
selamat, datang pun megathrust selamat.
Jadi pulang dari sini, sampaikan kabar baik ini kepada Papa Mama
mu; “Pah kita harus berada di gunung Israel. Apa gunung Israel?” Lalu
jawablah; “Gunung Israel itu adalah Ibadah Pendalaman Alkitab, Ibadah Raya
Minggu, Ibadah Doa Penyembahan. Ternyata tidak cukup Ibadah Raya Minggu (Ibadah
Pelita Emas), harus tekun dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok, itu namanya
gunung-gunung Israel.”
Jadi kita harus berada di gunung-gunung Israel supaya kita
selamat. Bukan karena rumah mu ada tiga lantai, kemudian ada gunung meletus
lalu menjadi selamat, tidak. Setinggi apapun rumah mu, itu tidak bisa menolong
mu. Mutlak harus berada di atas gunung-gunung Israel.
Anak-anak ku semua adalah Israel rohani, jasmaninya di tanah
Kanaan, tetapi oleh karena kemurahan TUHAN kita menjadi Israel rohani. Jadi di
gunung-gunung Israel kita dikumpulkan TUHAN, di situ kita digembalakan oleh
gembala yang penuh kasih, di situ TUHAN menghimpunkan dan menyelamatkan kita
semua.
Siapa yang bersyukur dan berterimakasih kepada TUHAN malam
ini setelah tahu gunung-gunung Israel?
Mulai sekarang beribadahlah di gunung-gunung Israel, jangan
beribadah di gunung lain, tidak jelas.
Sampaikan ini kepada orang tua mu, “Harus di gunung
Israel loh Mak, mulai sekarang cari gunung Israel yang benar.”
Kalau orang tua bertanya; “Dimana gunung Israel?”
Jawablah; “Kita tidak perlu ke Israel, cari yang pakai pola Tabernakel saja
supaya jelas ibadah kita.”
Dampak positif beribadah di gunung-gunung Israel: TUHAN
membawa kita ke gunung yang lebih tinggi itulah DOA PENYEMBAHAN.
Mari kita melihat gunung yang lebih tinggi di dalam…
Ibrani 9:1-4 --- Perikop: "Tempat kudus di bumi dan di sorga."
(9:1)
Memang perjanjian yang pertama juga mempunyai peraturan-peraturan untuk ibadah
dan untuk tempat kudus buatan tangan manusia. (9:2) Sebab ada dipersiapkan suatu kemah, yaitu bagian yang paling
depan dan di situ terdapat kaki dian dan meja dengan roti sajian. Bagian ini
disebut tempat yang kudus. (9:3) Di
belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang
maha kudus. (9:4) Di situ
terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian,
yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan
buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh
batu yang bertuliskan perjanjian,
Tabernakel
dibangun oleh Musa, tetapi ketika Paulus diangkat ke tingkat yang ke tiga
(Ruangan Maha Suci), dia tidak hanya melihat Tabut perjanjian, ternyata
masih ada satu alat lagi itulah Mezbah Pembakaran Ukupan Emas.
Inilah
gunung yang lebih tinggi. Tetapi untuk sampai ke gunung yang lebih tinggi,
dimulai dari ketekunan 3 (tiga) macam ibadah pokok, lalu di tengah-tengah
ibadah tersebut Yesus tampil sebagai Imam Besar, memimpin rohani kita sampai ke
Ruangan Maha Suci, di situ ada 2 (dua) alat:
-
Tabut
perjanjian -> Mempelai TUHAN.
-
Mezbah
Pembakaran Ukupan dari emas -> Doa Penyembahan.
Jadi
tidak cukup hanya berada pada gunung Pelita Emas (Ibadah Raya Minggu), harus tekun 3 (tiga) macam ibadah pokok supaya sampai kepada
puncaknya gunung yaitu:
1. Mezbah
Pembakaran Ukupan itulah doa penyembahan.
2. Tabut
Perjanjian itulah Mempelai TUHAN.
Mungkin anak-anak ku masih bertanya-tanya; apa yang
disampaikan om Daniel? Tetapi doa dan harapan Om Daniel kalian anak-anak ku,
pelajarilah Firman TUHAN lebih dalam supaya mengerti. Karena selama ini saya
tahu, khotbah dalam bentuk cerita-cerita, khotbahnya berkat keberkatan,
mujizat-mujizat, itu saja saban hari, tetapi tidak tahu dimana gunungnya TUHAN,
bukan mengecilkan. Padahal umat Israel diselamatkan di gunung Israel, bukan
karena engkau sembuh dari sakit mu oleh mujizat itu. Kita perlu mujizat, tetapi
yang jauh lebih penting ada di gunung-gunung Israel, itulah; Tabut Perjanjian
dan Mezbah Pembakaran Ukupan dari Emas.
Jadi kalau hanya berbicara diberkati, mujizat, itu belum
gunungnya TUHAN, belum selamat, sakitnya baru sembuh.
Tetapi perlu untuk diketahui; biar sejuta kali mujizat
terjadi kalau belum berada di gunungnya TUHAN, tidak selamat.
Biar pergi ke gunung Slamet kalau tidak berada di gunungnya
Israel, juga tidak selamat.
Jadi semua harus berada di gunungnya Israel. Gunung itu
berawal dari 3 (tiga) macam ibadah pokok dalam Ruangan Suci sampai nanti TUHAN Imam
Besar Agung memimpin ibadah kita sampai pada gunung yang lebih tinggi itulah
doa penyembahan dan Mempelai Wanita TUHAN.
Wahyu 21:9-11 --- Perikop: “ Yerusalem yang baru”
(21:9) Maka
datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh
dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya:
"Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan,
mempelai Anak Domba." (21:10) Lalu, di dalam roh ia membawa aku
ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku
kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari ALLAH. (21:11)
Kota itu penuh dengan kemuliaan ALLAH dan cahayanya sama seperti permata
yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal
Ayat 9: Pengantin perempuan Mempelai Anak
Domba.
Ayat 10: disebut jadi gunung besar lagi
tinggi itulah Tabut Perjanjian.
Mempelai TUHAN itulah gunungnya TUHAN.
Kalau hanya mencari mujizat-mujizat di tengah-tengah ibadah
pelayanan, belum selamat walaupun engkau berada di gunung Slamet. Harus sampai
ke gunung yang lebih tinggi menjadi Mempelai TUHAN.
Anak-anak ku harus menjadi gunungnya TUHAN berarti harus
menjadi mempelai-Nya TUHAN.
Mempelai TUHAN bercahaya kemuliaan ALLAH, sama seperti
permata Yaspis, jernih seperti Kristal.
Kristal berarti transparan = luar dalam sama = tidak ada
yang ditutup-tutupi = tidak ada lagi dusta dan kemunafikan.
Kalau masih suka berdusta, belum permata Yaspis, belum
Kristal, belum Mempelai TUHAN, belum gunungnya TUHAN, tidak layak masuk dalam
pesta nikah Anak Domba.
Jadi pilih mana, mau beribadah di atas gunung Israel atau di
gunung lain? Jujurlah dengan hati nurani, carilah gunung Israel.
Jangan heran-heran dengan mujizat, jangan heran dengan
berkat-berkat, lebih heran kalau kelak engkau menjadi Mempelai TUHAN, bercahaya
kemuliaan ALLAH sama seperti permata Yaspis, jernih seperti Kristal.
Apa bukti kita dikatakan gunung sion, mempelai TUHAN? Buktinya
adalah suka Doa Penyembahan, Mezbah Pembakaran Ukupan. Apa tanda Mempelai Perempuan?
Ada doa penyembahan. Dalam doa penyembahan ada bahasa asing / bahasa lidah /
nyanyian yang tidak dapat dipelajari, itulah yang disebut hubungan intim.
Mempelai Perempuan dan Mempelai laki-laki bersatu lewat doa penyembahan
disertai bahasa lidah.
Doa dan harapan saya semua kelak menjadi gunungnya TUHAN,
wujudnya doa penyembahan; “Haleluya.”
Ternyata Yesus adalah gembala yang baik. Gembala yang baik;
memberikan nyawa bagi domba-dombanya = menggembalakan dengan kasih. Yang hilang
dicari, yang hilang diperhatikan, dikumpulkan, diselamatkan di gunung Israel.
Biar banjir datang membawa kayu gelondongan kita selamat
karena kita berada di gunung Israel.
Doa dan harapan saya kita semua berada di gunung Israel,
kita semua menjadi Mempelai TUHAN yang sudah dikristalkan, tidak lagi mencuri,
tidak lagi berdusta, sudah mulai jujur. Itulah yang disebut jernih seperti
Kristal. Amin.
TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA
MEMBERKATI
Pemberita Firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang
No comments:
Post a Comment