KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Thursday, December 18, 2025

KEBAKTIAN NATAL PERSEKUTUAN PENGAJARAN PEMBANGUNAN TABERNAKEL (PPT) SERANG SESI 3, 04 DESEMBER 2025

 


KEBAKTIAN NATAL PERSEKUTUAN PENGAJARAN PEMBANGUNAN TABERNAKEL (PPT) SERANG SESI 3, 04 DESEMBER 2025

 

Tema: YESUS SEBAGAI RAJA

 

Mula pertama saya mengucapkan puji syukur kepada TUHAN, oleh karena rahmat-Nya, kita dihimpunkan kembali untuk sesi ke 3 Kebaktian Natal Persekutuan Pengajaran Pembangunan Tabernakel (PPT), berarti kita sudah berada pada penghujung acara yang diselenggarakan 2 hari 3 kali kebaktian.

 

Pada sesi pertama, tentu saja kita sudah diberkati oleh TUHAN, kita sudah melihat silsilah Sang Raja dari Injil Matius ditarik dari asal mulanya Israel, berarti dari Abraham, lalu Daud, dan Salomo, kemudian turun sampai kepada Yusuf dan Maria, Yesus lahir. Tetapi injil Lukas menceritakan pribadi Yesus adalah Anak Manusia, jadi kalau Dia adalah Anak Manusia, silsilah itu ditarik dari mulanya manusia pertama itulah Adam, lalu turun sampai kepada Daud, tetapi tidak lagi melalui jalur Salomo, Dia sudah melalui jalur Natan. Saya kira masih jelas dalam ingatan kita pada Sesi Pertama.

 

Tetapi bagaimana Yesus mendapat bagian dari takhta Daud (menjadi raja atas Israel), maka hanya satu cara, tidak ada yang lain, yaitu; ibu Yesus Maria harus menikah dengan keturunan dari Salomo. Dan kita sudah mendapatkan banyak pengertian dari sesi pertama, kemudian Yesus adalah Raja yang menyelamatkan umat-Nya Israel sebab raja-raja sebelumnya gagal total, karena tidak taat, dan tidak setia.

 

Lalu kita lanjutkan pada sesi kedua, sungguh luar biasa, limpah kasih dan kemurahan TUHAN, 3 jam khusus Firman TUHAN, tidak dihitung coffee break dan pujian, limpah ruah kita boleh nikmati kemurahan TUHAN.  

Saya juga bersyukur banyak pengertian yang kita peroleh juga sidang jemaat GPT Betania, kita harus menunggu 7 (tujuh) hari dengan sabar, supaya nanti kita berada pada kekekalan; di situ nanti nampak penyembahan dan penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH. Itu sebabnya saya bermohonlah, tolong jangan digeser lagi pengertian ini; bukan untuk kepentingan saya, tetapi untuk jemaat yang kita layani, bermohonlah saya, jangan lagi ikut-ikutan dengan cara-cara yang tidak baik, saya kira tidak perlu, ikuti saja pola yang sudah ada ini. Jadi saya bermohon jangan ikuti keren-kerenan. Untuk apa ikuti bangsa lain tetapi rajanya lain, sehingga derajat ibadah itu tidak ada apa-apanya. Lebih baik Yesus Raja, derajatnya begitu tinggi sekali untuk mempermuliakan ibadah pelayanan, harkat martabat kita sebagai raja-raja di bumi yang diurapi TUHAN, nanti TUHAN angkat, TUHAN tolong.

 

Lagi pula langit dan bumi dengan segala isinya serta laut pun tidak lama lagi akan berlalu, itu pelajaran yang kami peroleh dari;

-       7 (tujuh) tahun kelimpahan dimulai dari tahun 2020 sampai tahun 2027, sesudah 7 (tujuh) tahun kelimpahan, menyusul

-       7 (tujuh) tahun kelaparan yang dahsyat, maka itu dimulai dari tahun 2028. 7 (tujuh) tahun kelaparan yang dahsyat dibagi dua:

Ø 3,5 (tiga setengah) tahun yang pertama, dimulai tahun 2028-2030.

Ø 3,5 (tiga setengah) tahun yang kedua, dimulai dari tahun 2030 sampai tahun 2033 jatuhnya tahun 2034, jadi tepatlah umur Yesus di bumi ini.

 

Saudara mungkin bertanya-tanya kepada saya dimana ayatnya? Ayatnya tidak tertulis, karena tidak ada yang menuliskannya; Anak pun tidak tahu hanya Bapa yang tahu. Tetapi ibadah ini harus sampai kepada tingkat ibadah tertinggi itulah doa penyembahan, supaya dengan demikian disebutlah itu berjaga-jaga.

Kita tidak tahu kapan TUHAN datang, tetapi kita harus berjaga-jaga, kemudian ibadah sampai kepada puncaknya doa penyembahan, mampu menghadapi puncak pencobaan, tepatnya pada saat antikris menjadi raja, memerintah seantero dunia yang memuncak pada 3,5 (tiga setengah) tahun yang kedua, di situ benar-benar korban sehari-hari sudah dirampas; itulah korban sembelihan dan korban santapan. Lain waktu kalau ada kesempatan, kalau memang TUHAN arahkan ke sana, kita akan pelajari korban sehari-hari. Itulah arti seminar.

Seminar artinya ada dalam suatu perhimpunan membahas satu topik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Jadi ini pun merupakan Persekutuan dalam bentuk seminar.

 

Puji nama TUHAN, bantu doa seberapa jauh Firman ALLAH kita terima, kiranya TUHAN juga menyatakan rahmat-Nya kepada kita malam ini, karena ini adalah malam terakhir.

 

Kita kembali membaca tema yang ada, tetapi tetaplah berdoa dalam roh, mohonlah kemurahan TUHAN supaya Firman yang dibukakan itu meneguhkan setiap hati kita pribadi lepas pribadi.

Saya juga tidak lupa menyapa saudara-saudari, Bapak/Ibu terkasih yang bergabung lewat online, live streaming, video, internet, baik dari Youtube, Facebook, dan media sosial lainnya, TUHAN memberkati saudara.

 

Mari kita kembali membahas tema yang ada di dalam Injil Matius 2:6.

Matius 2:6 --- Perikop: “Orang-orang Majus dari Timur.”

(2:6) Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."

 

Intinya, dari Betlehem Tanah Yehuda akan bangkit seorang pemimpin.

 

Terkait dengan pemimpin, kita baca ayat 4…

(2:4) Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.

 

Singkat kata, Yesus adalah Mesias.

Mesias artinya Pemimpin yang diurapi, dalam bahasa Yunani disebutlah Kristus.

Di dalam Alkitab ada tiga pemimpin yang diurapi;

1.    Nabi

2.    Imam.

3.    Raja.

Pendeknya, Yesus adalah nabi, Yesus adalah Imam ALLAH yang Maha Tinggi, Yesus adalah Raja.

 

Malam ini kita kembali membahas, tentang: Yesus sebAgai Raja.

 

Selanjutnya, kita akan melihat terkait Yesus sebagai Raja.

Subtema: “Saksi-saksi yang terbesar pada kelahiran Sang Raja.”

 

Matius 2:1-12 --- Perikop: “Orang-orang Majus dari Timur”

(2:1) Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem (2:2) dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." (2:3) Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. (2:4) Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. (2:5) Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: (2:6) Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." (2:7) Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang Majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. (2:8) Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia." (2:9) Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. (2:10) Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. (2:11) Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. (2:12) Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

 

Saksi-saksi yang terbesar yang datang mempersembahkan kesaksian yang terbesar pada lahirnya sang Raja jumlahnya ada 7 (tujuh):

-       SAKSI PERTAMA: Orang-orang Majus dari Timur (Ayat 1).

Gambaran dari tiga saksi yang terbesar dari perhimpunan Sorgawi.

-       SAKSI KEDUA: Bintang-Nya di Timur (Ayat 2).

Bintang itu suatu benda di langit, khusus diciptakan untuk tujuan lahirnya Sang Raja.

-       SAKSI KETIGA: Raja Herodes (Ayat 3).

Herodes ini adalah orang yang terbesar datang dari tanah Filistin, mamahnya orang Arab, tetapi dia menganut paham Yahudi ortodoks.

-       SAKSI KEEMPAT: Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat (Ayat 4).

Mereka ini adalah orang-orang terbesar dari bangsa Yahudi, mereka cendekiawan pada masa itu.

-       SAKSI KELIMA: Kitab nabi-nabi (Ayat 5-6).

Kenapa saya katakan kitab nabi-nabi? Sebab kitab nabi-nabi ini yang terutama dari kitab-kitab, sebab kesaksian Yesus adalah Roh nubuat (Wahyu 19:10)

-       SAKSI KEENAM: Yaitu pribadi Maria, yang tersuci dari antara semua perempuan yang suci (Ayat 11).

-       SAKSI KETUJUH: Yesus itu sendiri.

Yesus adalah pribadi yang terbesar diantara semua yang terbesar.

 

Ternyata kelahiran sang Raja ini bukan main-main / bukan kaleng-kaleng, tetapi kelahiran Yesus sang Raja disaksikan pribadi-pribadi yang terbesar.

 

Saudara, mungkin tidak percaya Yesus yang terbesar diantara semua yang terbesar. Kalau begitu mari kita perhatikan…

Keluaran 3:14

(3:14) Firman ALLAH kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."

 AKU ADALAH AKU,  berarti; TUHAN adalah: Alfa Omega.

AKULAH AKU, berarti; TUHAN adalah ALLAH yang Esa.

Inilah saksi yang terbesar. Dan itu juga ada dalam Wahyu pasal 1.

Aku adalah Aku itulah Yesus, yang terbesar dari antara semua saksi yang terbesar.

 

Apakah ada saksi yang lebih besar dari ketujuh saksi tersebut dan menjadi saksi ketika seseorang dilahirkan didunia ini? Jawabnya jelas “tidak ada.” Mau berapa banyak pejabat tinggi di dunia ini lahir, tidak ada saksi sama seperti tujuh saksi yang besar ini, bahkan presiden mana saja di muka bumi tidak ada seperti pada kelahiran Yesus Kristus.

 

Jadi sungguh luar biasa saudara, ini yang membuat kita kagum memiliki Raja di atas segala Raja, kita kagum kepada Dia.

Kekaguman kita bukan karena keren-kerenan, tetapi fakta yang mengatakan, fakta tidak dapat dibantah.

Oleh sebab itu layaklah TUHAN kita untuk disembah sebab Dia Raja di atas segala Raja dan Kerajaan-Nya tetap untuk selama-lamanya, kita rindu bersama dengan Dia di dalam Kerajaan kekal, bahagia bersama dengan Dia untuk selama-lamanya. Karena selama kita di bumi ini, selama kita mendiami kemah ini, banyak penderitaan. Mohon maaf suami yang mengasihi saja suka membuat isteri menderita. Pokoknya selama kita ada di dalam kemah tubuh ini, selama kita tinggal di bumi ini, banyak penderitaan.

 

Selanjutnya marilah kita melihat; Penghormatan ilahi kepada raja yang lahir itu dari sisi,

Saksi Pertama: ORANG-ORANG MAJUS DARI TIMUR.

Jadi dengan adanya saksi pertama ini, itu merupakan penghormatan ilahi kepada lahirnya sang Raja.

 

Matius 2:1-2 --- Perikop: “Orang-orang Majus dari Timur.”

(2:1) Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem (2:2) dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."

 

Tetapi lihatlah orang-orang Majus dari Timur itu, betul-betul mempersembahkan penghormatan Raja kepada Anak ALLAH, sebab mereka berkata; "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu?

Pengakuannya luar biasa, mereka tidak pernah menjadi rakyat-Nya, tetapi mereka datang dan berkata: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu?

 

Saudara, jika kita merenungkan perkataan dari orang-orang Majus ini, maka kita juga akan turut mempersembahkan penghormatan kepada Raja dengan suatu penyembahan yang lebih mendalam lagi dari hari-hari yang lalu seperti kesaksian Ibu Naomi tadi (hamba TUHAN peserta PPT). “Saya mau kurangi pelayanan, ternyata banyak melayani, tetapi tidak banyak menyembah dosa bertambah-tambah.” Banyak hamba TUHAN merasa kalau semakin banyak melayani maka akan semakin suci, oh tidak.

Kalau hamba TUHAN itu tidak mau menerima pengajaran dan tidak mau duduk di kaki salib (sujud menyembah) maka memperbanyak pelayanan (mezbah) akan semakin memperbanyak (menambah) dosanya… Hosea 8:11,12,14.

 

Ayo kita ubah semua cara-cara yang lama, bukan saya menggurui tetapi kita belajar terhadap Guru Agung, Dialah saudara terdekat, Dialah sanak kita, supaya nanti silsilah kita sampai kepada Tanah Air Sorgawi seperti Elimelekh, sudah hampir putus pengharapan, tetapi untung ada Rut, itu bimbingan ibu Naomi.

 

Sekarang kita bertanya-tanya;“Siapa gerangan orang-orang Majus ini? Mengapa dia sampai mempersembahkan penghormatan Raja begitu rupa, mereka bukan rakyatnya, tetapi mempersembahkan penghormatan raja begitu rupa?”

 

Menurut pengamatan saya, orang-orang telah menyelidiki tentang: orang-orang Majus dari abad ke abad siapakah orang-orang Majus tersebut. Namun sampai hari ini hasilnya nihil sehingga ada orang berkata; “Orang-orang Majus adalah orang Cina, Jepang dan Korea, karena alasannya datang dari Timur.

 

Ada juga yang lebih parah dan berkata bahwa orang-orang Majus adalah; ahli nujum, karena dikaitkan dengan perbintangan. Saudara, begitu jahatnya, bila dia kaitkan Yesus sang Raja dengan ahli nujum. Padahal sudah jelas saksi-saksi terbesar yang pertama adalah orang-orang Majus. Mereka datang mempersembahkan penghormatan Raja kepada Yesus yang lahir itu dengan kata-kata; “Dimana Dia Raja orang Yahudi itu.” Namun masih juga ada orang menganggap orang-orang Majus adalah ahli nujum berarti dia tidak menyelidiki ayat ini.   

 

Sekarang kita mungkin ada rasa penasaran, supaya kita juga jangan salah tafsir tentang orang Majus dan berkata orang Majus adalah; cina, jepang, dan korea serta bukan ahli nujum. Jawabnya sederhana saja, kalau diselidiki pasti jumpa di situ.

 

Mari kita baca dengan seksama di dalam…

Matius 2:1

(2:1) Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem.

 

Ternyata di sini dikatakan orang-orang Majus datang dari Timur.

 

Tetapi pengertian ini bisa dilengkapi pada ayat 2.

Matius 2:2

(2:2) dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."

 

Di sini kita melihat orang-orang Majus telah melihat bintang-Nya dari Timur.

Yang dimaksud dengan Timur di sini, bukan lah timur di atas muka bumi, melainkan terbitnya surya pagi (matahari pagi).

 

Lukas 1:78

(1:78) oleh rahmat dan belas kasihan dari ALLAH kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,

 

Terbitnya surya pagi adalah; tempat yang tinggi -> Takhta ALLAH / Tempat Kediaman ALLAH.

Jadi Timur di sini bukan melihat secara lahiriahnya, tetapi Timur secara rohani.

 

Itu sebabnya semua para peneliti, tidak bisa menemukan dari mana orang Majus ini, kecuali oleh karena Rahmat TUHAN dan belas kasihan TUHAN, Ia telah melawat kita, sehingga kita tahu surya pagi merupakan Takhta ALLAH dan tempat kediaman ALLAH, dari situlah orang-orang Majus tampil.

Jadi orang-orang Majus bukan ahli nujum, orang Majus bukan cina, jepang, korea, orang Majus datang dari Timur, yaitu terbitnya surya pagi itulah tempat kediaman ALLAH / takhta ALLAH.

Pengertian ini mohon jangan digeser lagi saudara, jangan ikut-ikutan dan berkata ahli nujum, nanti TUHAN marah, jangan ikut-ikutan sama seperti hamba TUHAN, dengan gelar Sarjana S3 yang saya sebutkan tadi, tadi banyak hamba TUHAN yang memberikan tepuk tangan / applause kepadanya dalam sebuah pelayanan natal beberapa tahun (15 tahun) yang lalu di kota Cilegon.

Inilah waktu yang tepat bagi kita, kita terobos dunia, TUHAN tidak lama lagi datang, sama-sama kita terobos dunia, kita nyatakan kebenaran ini, tanpa rasa takut.

 

Jadi jelas sekali, oleh rahmat dan belas kasihan ALLAH kita, dengan mana Ia akan melawat kita, dari mana? Dari takhta ALLAH, terbitnya surya pagi. Itulah saksi pertama; orang-orang Majus.

Ternyata Raja kita bukan raja biasa-biasa, melainkan Raja luar biasa dan kita dijadikan seperti putera Raja sebagaimana pujian yang kita angkat tadi.

 

Perlu untuk diketahui; sebelum kelahiran Yesus Kristus, ada 3 (tiga) orang secara jasmaniah / badaniah yang dipindahkan ke dunia terang, ke terbitnya surya pagi; yakni Takhta ALLAH, tempat Kediaman ALLAH.

Dua dari antara mereka diangkat tanpa melihat kematian, sedangkan yang ketiga dikuburkan oleh ALLAH sendiri dan dibangkitkan oleh penghulu malaikat.

Adapun nama-nama ke tiga orang tersebut antara lain;

1.         Pribadi Henokh. Henokh adalah keturunan ke tujuh dari Adam (Yudas 1:14).

Angka tujuh selalu berbicara angka sempurna, sedangkan angka enam adalah angka manusia (daging).

 

Kejadian 5:21-24

(5:21) Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah. (5:22) Dan Henokh hidup bergaul dengan ALLAH selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. (5:23) Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun. (5:24) Dan Henokh hidup bergaul dengan ALLAH, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh ALLAH.

 

Bergaul -> Penyembahan. Mengapa kita simpulkan penyembahan? Karena masih ada 2 (dua) pribadi yang lain dengan tabiat ALLAH Trinitas yang lain.

 

2.         Pribadi Musa. Musa adalah pribadi yang dikuburkan dan dibangkitkan oleh TUHAN, dialah yang menerima taurat, dialah yang menjadi pengantara perjanjian Lama. Dari pekerjaan ini jelas, dia adalah bayangan dari pribadi Yesus Kristus; dia mati lalu dibangkitkan oleh TUHAN itu juga. TUHAN yang menguburkan, TUHAN yang membangkitkan. Tetapi secara badaniah ini salah satu dari 3 (tiga) pribadi yang diangkat hidup-hidup sebelum Yesus lahir.

 

3.         Pribadi Elia.

2 Raja-raja 2:11

(2:11) Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.

 

Elia diangkat hidup-hidup dengan kereta api.

Elia adalah seorang nabi TUHAN penuh dengan kuasa; menutup langit dan membuka langit --- Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. (Yakobus 5:17)

 

Singkat kata, ketiga orang inilah yang dimaksud dengan orang-orang Majus dari Timur dan saksi-saksi Ilahi pada kelahiran TUHAN kita Yesus Kristus yang mempersembahkan penghormatan raja.

Jadi orang-orang Majus bukan jepang, cina, korea. Orang-orang Majus bukan juga ahli nujum; orang-orang Majus jelas 3 (tiga) pribadi yang diangkat hidup-hidup naik ke sorga, kembali ke terbit surya pagi, Takhta ALLAH, tempat Kediaman ALLAH.

Itulah baiknya TUHAN, Dia melawat kita malam ini, dengan pengertian yang sederhana untuk hidup, nikah, dan rumah tangga, serta untuk menolong ibadah dan pelayanan kita, serta menolong jemaat yang TUHAN percayakan. Tidak ada lagi berkira-kira atau tebak-tebakan. Jadi sudah jelas, orang-orang Majus yang datang dari Timur, ketiga orang ini adalah yang dimaksud dengan orang-orang Majus dari Timur dan saksi-saksi ilahi pada kelahiran TUHAN kita Yesus Kristus.

 

Demikian juga dengan; “kelahiran Ishak.”

Kita akan lihat, sebetulnya kelahiran Ishak juga merupakan nubuatan sebab diberitakan oleh tiga pribadi.

 

Kejadian 18:1-2 --- Perikop: “ALLAH mengulangi menjanjikan seorang anak laki-laki kepada Abraham”

(18:1) Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik. (18:2) Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah,

 

Kenapa saya katakan kisah Ishak ini adalah nubuatan? Karena Ishak adalah Anak Tunggal, yang dikasihi. Hanya ada dua anak tunggal, yang dikasihi, satu mewakili Perjanjian Lama, yaitu; Ishak, satu lagi mewakili Perjanjian Baru yaitu: Yesus Kristus.

 

Kejadian 18:10

(18:10) Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki." Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya.

 

Jadi untuk lahirnya Ishak, jelas diberitakan oleh 3 (tiga) pribadi dan 3 (tiga) pribadi itu pada ayat 1 adalah ALLAH sendiri.

Jadi tiga pribadi ini merupakan manifestasi daripada ALLAH itu sendiri.

 

Saya yakin berkata; tidak rugi kita datang dari tempat kita masing-masing, mungkin harus bayar harga. Tetapi segala sesuatu memang harus bayar harga untuk memperoleh yang terbaik dari TUHAN, untuk mendapatkan lawatan dari tempat yang Maha Tinggi, kita memang harus bayar harga. Dan saya pun harus tetap bayar harga, semua jemaat juga sama-sama kita bayar harga. Namanya Fellowship berarti mengambil bagian bersama.

 

Jadi Ishak adalah Anak Tunggal yang dikasihi, demikian juga Yesus adalah Anak Tunggal yang dikasihi.

 

Coba kita lihat ayatnya di dalam…

Kejadian 22:1-2

(22:1) Setelah semuanya itu ALLAH mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, TUHAN." (22:2) Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

 

Inilah yang mewakili perjanjian lama. Sekarang kita akan melihat; Anak Tunggal yang dikasihi yang mewakili Perjanjian Baru.  -- Karena begitu besar kasih ALLAH akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

ini yang tunggal (Yohanes 3:16).

 

Soal yang dikasihi ada…

Matius 17:5 --- Perikop: “Yesus dimuliakan di atas gunung.’’

(17:5) Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."

"Inilah Anak yang Kukasihi. Jadi Ishak ini bayangan dari Yesus Anak ALLAH Putera Raja, Anak Tunggal yang dikasihi.

 

Ishak ini adalah bayangan dari Yesus Anak ALLAH, putera Raja, Anak Tunggal yang dikasihi.

Ishak lahir dan diberitakan oleh tiga pribadi, manifestasi ALLAH karena pada Kejadian 18:1 TUHAN menampakkan diri, dan ayat 2 Abraham melihat tiga pribadi.

Jadi tiga pribadi ini merupakan manifestasi dari pada ALLAH, yang memberitakan lahirnya Ishak.

Maka tidak jauh berbeda dengan tiga saksi pertama yaitu; orang-orang Majus dari Timur, tetap datangnya dari terbitnya surya pagi, tidak ada yang bisa membantah ini lagi, siapapun dia. Kalau sampai ia membantah ini, saya berani mengatakan terlalu sombong dia. Tetapi kita belajar untuk terus merendahkan diri di hadapan TUHAN, untuk terus merasakan lawatan TUHAN.

 

Kemudian ketika ketiga orang tersebut memberitakan tentang kelahiran Ishak, maka Abraham dan Sara sangatlah senang hati.

 

Kita kembali membaca…

Kejadian 18:10

(18:10) Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki." Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya. (18:11) Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid. (18:12) Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?"

 

Sesungguhnya, Sara telah mati haid, sedangkan Abraham telah mati pucuk (lemah syahwat) karena umurnya sudah 100 (seratus) tahun, tetapi mereka senang mendengar berita lahirnya Ishak. Ini yang ditonjolkan oleh Yesus Kristus kepada orang cendekiawan, ahli-ahli taurat, dan orang-orang Farisi.

 

Yohanes 8:55-56

(8:55) padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya. (8:56) Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."

 

Yang ditonjolkan oleh Yesus Kristus kepada ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi ialah: Abraham bersukacita melihat hari TUHAN.

 

Lalu mendengar itu…

Yohanes 8:57-58

(8:57) Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?" (8:58) Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."

 

Ini yang ditonjolkan Yesus kepada orang cendekiawan supaya mulut mereka tertutup, ialah; sukacita yang dirasakan Abraham dan Sara.

 

Ayo masih kurang apalagi bukti-bukti yang sangat mendetail ini. Pokoknya TUHAN Yesus baik kepada kita semua, sekali Yesus tetaplah Yesus.

Tadi kita sudah melihat dengan terang benderang, bahwasanya tiga pribadi jelas datang dari terbitnya surya pagi, dari tempat kediaman ALLAH;  sebab 3 (tiga) pribadi tersebut, merupakan manifestasi dari ALLAH dan itu juga orang-orang Majus dari Timur.

 

Sekarang kita kembali memeriksa…

Matius 2:1-2

(2:1) Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem (2:2) dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."

 

Tujuan saksi-saksi yang pertama, yakni; orang-orang Majus yang datang dari Timur ke Yerusalem adalah; untuk menyembah Dia (Sang Raja), tidak ada yang lain.

Tidak dikatakan, “Kami mau beribadah di gereja itu, karena ada mujizat kesembuhan, tolong dong berikan mujizat memindahkan gunung.” Tidak. Orang-orang Majus datang ke Yerusalem hanya untuk menyembah sang Raja.

Ini yang harus ditonjolkan kepada jemaat, jangan kita ajarkan yang lahiriah-lahiriah, nampaknya fenomenal-fenomenal dan lain sebagainya, tetapi tidak sesuai dengan Pola Kerajaan Sorga.

 

Dan kita sudah tahu bahwasanya penyembahan adalah; penyerahan diri sepenuhnya untuk taat hanya kepada kehendak ALLAH.

Di sini memang mereka berkata, “kami datang untuk menyembah Dia." Tetapi prosesi penyembahan itu tidak diterangkan kepada kita secara terperinci, walaupun sebenarnya mereka mempraktekkan prosesi masuknya mereka ke dalam hadirat penyembahan itu, tetapi kita mau belajar dari injil Matius 26.

 

Proses untuk masuk dalam penyembahan yang dimaksud oleh orang-orang Majus;

Kita kaitkan dengan Pola Tabernakel, jangan bosan dengan Pola Tabernakel karena Yesus Kristus, adalah; Tabernakel sejati. Kita Tabernakel jasmani, tetapi satu kali akan dipindahkan ke Tabernakel sejati

 

Matius 26:36 --- Perikop: “Di taman Getsemani.’’

(26:36) Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa."

 

Singkat kata, Yesus membawa murid-murid  ke taman Getsemani. Setelah berada pada satu titik, Yesus berkata kepada murid-murid: “Duduklah di sini.” Bila dikaitkan dengan Pola Tabernakel, terkena pada daerah Halaman.

 

Matius 26:37

(26:37) Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, (26:38) lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."

 

Dari titik tersebut Yesus membawa 3 (tiga) murid; Yakobus, Petrus, dan Yohanes, lalu berada pada titik  kedua. Sesudah tiba di titik kedua, Yesus berkata kepada mereka: “Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”

 

Kalau dikaitkan dengan pola Tabernakel, titik kedua ini terkena pada Ruangan Suci.

 

 

-            Yakobus; berbicara tentang Iman; terkena kepada Meja Roti Sajian -> ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab yang disertai dengan Perjamuan Suci.

-            Petrus; berbicara soal Pengharapan; terkena kepada Pelita Emas -> ketekunan dalam Ibadah Raya Minggu disertai dengan Kesaksian Roh.

-            Yohanes; berbicara soal Kasih; terkena kepada Mezbah Dupa -> ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan sebagai nafas hidup.

 

Selanjutnya, Yesus berkata kepada mereka (3 murid); Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku." Artinya kalau kita tekun dalam tiga macam ibadah pokok di situ Yesus tampil sebagai Imam Besar Agung, memimpin ibadah-ibadah sampai kepada puncak ibadah, yakni; doa penyembahan. Penyembahan berarti berada dalam zona berjaga-jaga. Ini prosesi masuk pada penyembahan itu.

 

Lalu sesudah itu, dari titik kedua

Matius 26:39

(26:39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

 

Maka Ia maju sedikit -> bahwa Yesus adalah Imam Besar Agung. Dia yang memimpin ketekunan dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok sampai kepada puncak ibadah, yakni; doa penyembahan.

Kemudian, ketika Dia maju sedikit, Tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.

Saudara, Pola Tabernakel ini akurat sekali membawa hidup hamba TUHAN dan sidang jemaat yang dilayani sampai kepada satu titik yang TUHAN kehendaki sehingga dalam doa penyembahan di situ TUHAN berkata; “Berjaga-jagalah dengan Aku.”

 

Kalau ibadah hanya Pelita Emas, TUHAN tidak berkata berjaga-jagalah dengan Aku. Tetapi ketika sudah berada pada puncak ibadah, TUHAN berkata: “Berjaga-jagalah dengan Aku.”

-            Berjaga pertama karena kita tidak tahu kapan TUHAN datang, kedatangan TUHAN sama seperti pencuri di malam hari … (1 Tesalonika 5:1-2).

-            Berjaga kedua untuk menghadapi pencobaan yang memuncak pada saat antikris menjadi raja, memerintah seantero dunia selama 3,5 (tiga setengah) tahun.

Jadi pucak pencobaan hanya bisa dihadapi oleh puncak ibadah yakni, doa penyembahan. Puncak ibadah selalu berkemenangan, itulah yang dimaksud dengan berjaga-jaga.

 

Cara TUHAN begitu dahsyat dan hebat untuk memberitahukan kepada kita bagaimana orang-orang majus ini dalam prosesi penyembahan itu. Jadi dengan penyembahan ini asap kemenyan naik ke hadirat ALLAH, tembus ke hadirat ALLAH, shekhinah Glory dalam cahaya Kemuliaan ALLAH (Wahyu 8:3-4).

 

Itulah prosesi ketika orang-orang Majus dalam penyembahan yang lebih dalam lagi di hadirat ALLAH.

Saudara kita juga harus turut mempersembahkan penghormatan Raja kepada Dia, supaya penyembahan kita lebih dalam lagi dari hari-hari yang lalu.

 

Matius 26:40

(26:40) Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? (26:41) Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

 

Berjaga-jagalah dan berdoalah supaya jangan jatuh ke dalam pencobaan yang memuncak pada saat antikris menjadi Raja.

Inilah prosesi penyembahan saat orang-orang Majus datang dari Timur, dari terbitnya surya pagi; tempat kediaman ALLAH.

 

Lalu itu dibuktikan dari persembahan orang Majus

(2:11) Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

 

Tadi kita sudah melihat prosesi penyembahan itu.

Kemudian orang-orang Majus datang dengan mempersembahkan 3 (tiga) hal:

1.         Emas. Berbicara tentang kemurnian -> kepada Firman ALLAH; inilah persembahan dari Musa.

2.         Kemenyan -> kepada doa penyembahan; inilah persembahan dari Henokh.

3.         Mur -> Roh-El Kudus; inilah persembahan dari Elia.

Model penyembahan itu bisa dilihat dari persembahan yang mereka persembahkan.

 

Jadi semakin akurat sekali, tidak bisa melenceng antara ayat satu dengan ayat yang lain, justru semakin menguatkan hati kita. Jadi jelas sekali orang-orang Majus ini adalah manusia-manusia Ilahi.

 

Saudara kita sudah melihat bagaimana TUHAN mengajar kita dalam prosesi penyembahan itu.

Dari titik pertama; percaya, bertobat, dibaptis air, penuh Roh Kudus -> Halaman.

Lalu masuk pada titik kedua; “Tinggallah di sini”; artinya tekun dalam Tiga Macam Ibadah Pokok -> Ruangan Suci.

Di tengah-tengah ketekunan dalam 3 (tiga) macam ibadah pokok, Yesus tampil sebagai Imam Besar Agung; melayani, berdoa, memperdamaikan dosa, kemudian memimpin tiga macam ibadah pokok sampai kepada dua klimaks:

1.    Sidang Mempelai TUHAN; gereja sempurna -> Takhta ALLAH, bayangan dari Tabut Perjanjian.

2.    Penyembahan -> Tumpuan kaki TUHAN bayangan dari Cawan Pembakaran dari Emas.

 

Lalu “Ia maju sedikit” -> bahwa Yesus Imam Besar, telah mengalami perobekan daging… Matius 27:50-51, Ibrani 10:19-21.

Itulah prosesi penyembahan daripada orang-orang Majus.

 

Ayo mari kita mempersembahkan penghormatan Raja kepada Anak ALLAH supaya penyembahan kita lebih dalam lagi.

Kita turut mempersembahkan penghormatan Raja supaya kita lebih dalam lagi untuk menyembah Dia.  

Kita datang ke Yerusalem untuk menyembah Dia, bukan untuk aksi-aksi, bukan untuk pamer-pamer pelayanan, bukan supaya nampak keren-kerenan, tetapi kita datang untuk menyembah Dia. Itu yang harus diajarkan kepada seluruh sidang jemaat. Amin.

 

 

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI

 

Pemberita Firman:

Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

 

 

 

 

.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment