KAMI MENANTIKAN KESAKSIAN SAUDARA YANG MENIKMATI FIRMAN TUHAN

Terjemahan

Wednesday, November 14, 2012

IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 13 NOVEMBER 2012


IBADAH DOA PENYEMBAHAN, 13 NOVEMBER 2012

Tema:  HAL BERDOA
            (Seri 23)

Subtema: JADILAH KEHENDAK MU DI BUMI SEPERTI DI SORGA (Bagian I)

Shalom.
Selamat malam, salam sejahtera, salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Oleh karena kasih-Nya yang besar, kita boleh beribadah pada malam hari ini.

Kita kembali memeriksa Matius 6: 5-13, namun kita hanya membaca ayat 10 saja.
Matius 6: 10
(6:10) datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Dari pembacaan ayat 10 ini, dibagi menjadi 2 bagian.
YANG PERTAMA:
DATANGLAH KERAJAAN-MU
Mengenai bagian yang pertama ini, saya sudah sampaikan beberapa sesi, dan tentu kita sekalian diberkati, dan pada sesi yang terakhir yaitu pada minggu lalu, di mana anak-anak kecil mendapat bagian di dalam Kerajaan Sorga selanjutnya Yesus mendoakan dan meletakkan tangan-Nya ke atas anak-anak kecil tersebut.
Saudaraku, saya kira, mengenai datanglah kerajaan-Mu, cukup memberkati kita, oleh sebab itu, jangan biarkan firman itu berlalu begitu saja, supaya Kerajaan sorga benar-benar menjadi bagian kita sekalian, sehingga segala usaha kita di tengah-tengah ibadah pelayanan, pengorbanan dan perjuangan kita tidak menjadi sia-sia.
Biarlah kita menyambut Yesus seutuhnya tidak hanya bagian tertentu saja, sebab orang yang menyambut Yesus adalah orang yang mau menjadi kecil dan merendahkan diri serendah-rendahnya, sebab anak kecil itu polos, tulus, jujur, tampil apa adanya.
Kalau menyambut Yesus hanya bagian tertentu, misalnya beribadah hanya untuk mencari berkat-berkat lahiriah, melayani hanya untuk dilihat orang lain, beribadah melayani hanya untuk kepentingan-kepentingan saja.
Sekalipun ini hanya sebatas pernyataan, tetapi ini harus diperhatikan, supaya kesalahan-kesalahan tidak terulang-ulang lagi dalam ibadah, baik kesalahan yang tidak disengaja, maupun disengaja.
Saya banyak memperhatikan anak-anak Tuhan di luar kandang penggembalaan, mereka menyambut Yesus hanya pada bagian tertentu saja, ini adalah kesalahan besar. Tanpa disadari, mereka berada dalam kekeliruan, tetapi kita sudah banyak menerima firman Tuhan, lewat ibadah-ibadah yang Tuhan percayakan.

YANG KEDUA:
JADILAH KEHENDAK-MU
Bagian yang kedua ini adalah pemberitaan firman Tuhan yang pertama kali untuk malam ini, dan semoga mulai malam ini dan seterusnya kita diberkati.

Matius 26: 39, 42
(26:39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
(26:42) Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!"

Yesus harus meminum cawan Allah, berarti; jadilah kehendak Allah / kehendak Allah jadi di bumi seperti di sorga.
Minum cawan Allah, artinya; Yesus harus menanggung penderitaan di atas kayu salib, inilah kehendak Allah, dan kiranya itu terjadi dalam kehidupan kita.

Yesaya 53: 9-10
(53:9) Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
(53:10) Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.

Dengan matinya Yesus di kayu salib, kehendak Allah terlaksana = jadilah kehendak-Mu.
Berarti; Yesus telah menanggung penderitaan yang tidak harus Ia tanggung, , sebab Allah meremukkan Dia dengan kesakitan.

1 Petrus 2: 19-21
(2:19) Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
(2:20) Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.
(2:21) Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ditanggung itu adalah kasih karunia.
Kasih karunia = yang tidak layak menjadi layak = kemurahan Tuhan = orang berdosa mendapat pengampunan.
Kalau menderita pukulan karena dosa, itu bukanlah pujian.
Kemudian, anda jangan tertipu mengenai kehendak Allah yang disampaikan oleh hamba-hamba Tuhan, kehendak Allah cuma satu, yaitu; minum cawan Allah.

Mari kita perhatikan ayat yang sama...
Ibrani 10: 8-9
(10:8) Di atas Ia berkata: "Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya" --meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat--.
(10:9) Dan kemudian kata-Nya: "Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.
(10:10) Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

Mempersembahkan lembu sapi, kambing domba, walau dipersembahkan sesuai aturan-aturan menurut hukum Taurat, itu bukanlah kehendak Tuhan.
Kemudian, Tuhan tidak menghendaki binatang yang dipersembahkan, sebagai korban dan persembahan, baik sebagai korban bakaran maupun sebagai korban penghapus dosa.
Persembahan secara lahiriah, sekalipun jumlahnya banyak, itu bukanlah kehendak Tuhan.
Sekali lagi saya katakan, bahwa; kehendak Tuhan adalah minum cawan Allah = menanggung penderitaan yang tidak harus ditanggung = aniaya karena firman = sengsara salib.

Kuasa melakukan kehendak Allah.
Ibrani 10: 9
(10:9) Dan kemudian kata-Nya: "Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.
Kuasanya adalah menghapus yang pertama untuk menegakkan yang kedua.

1 Korintus 15: 45, 47
(15:45) Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.
(15:47) Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.

Manusia pertama (Adam pertama) disebut makhluk hidup, tetapi bukan berarti, memiliki hidup yang kekal.
Manusia kedua (Adam yang akhir) menjadi roh yang menghidupkan.

Lebih rinci mengenai; manusia pertama.
Roma 5: 12
(5:12) Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa

Dosa menjalar karena manusia pertama (Adam), yang berasal dari debu tanah.
Debu tanah -> hina karena dosa.
Kemudian, oleh dosa itu juga maut = upah dosa adalah maut.
Inilah yang dimaksud menghapus yang pertama.

Manusia pertama (Adam) berasal dari debu tanah; karena manusia pertama, dosa itu menjalar sampai sekarang dan oleh dosa itu mendatangkan maut.

Roma 5: 17
(5:17) Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.

Tetapi oleh karena manusia / Adam yang kedua, yaitu Yesus Kristus; manusia berdosa memperoleh kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, sehingga manusia menjadi hidup.
Manusia pertama menuju kepada kebinasaan, tetapi karena Adam yang kedua, itulah Yesus Kristus, maka;
-      Manusia memperoleh limpah kasih karunia,
-      Dan anugerah kebenaran.

Berarti benar;
-      makhluk yang pertama; hanyalah makhluk hidup,
-      sedangkan yang kedua; roh yang menghidupkan, itulah Yesus Kristus.

Kita patut bersyukur kepada Allah yang telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, yaitu Yesus, untuk melakukan kehendak Allah, sehingga setiap manusia yang memperoleh limpah kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup.
Barangkali kalau Yesus Anak Allah tidak melakukan kehendak Allah, apa jadinya dunia ini, kita semua pasti mengambil jalannya masing-masing, memakai aturan masing-masing, kemudian menjalankan kebenaran diri sendiri, sedangkan aturan / kebenaran  diri sendiri berbeda dengan aturan dan kebenaran orang lain, yang mengakibatkan terjadinya pertengkaran dan perselisihan, sehingga tidak dapat menjalankan hidup dengan benar = melakukan kehendak sendiri, bukan melakukan kehendak Allah.

1 Korintus 15: 46-48
(15:46) Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah.
(15:47) Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.
(15:48) Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga.

-      Manusia pertama, disebut manusia alamiah / jasmani, berasal dari debu tanah.
Debu tanah -> manusia hina karena dosa.
-      Sedangkan manusia yang kedua, disebut makhluk-makhluk sorgawi = Dia yang berasal dari sorga.

Berarti, anak-anak Tuhan yang limpah kasih karunia dan kebenaran yang dianugerahkan adalah anak-anak sorgawi.

Ciri-ciri ibadah manusia pertama, manusia yang berasal dari debu tanah.
Ibrani 9: 1
(9:1) Memang perjanjian yang pertama juga mempunyai peraturan-peraturan untuk ibadah dan untuk tempat kudus buatan tangan manusia.

Perjanjian yang pertama mempunyai peraturan-peraturan untuk ibadah dan untuk tempat kudus buatan tangan manusia.
Seperti yang dilakukan oleh para imam-imam yang melayani di Tabernakel; untuk memasuki ruangan suci, para imam harus mengikuti aturan-aturan yang berlaku, terlebih dahulu membasuh kaki, tangan dan juga mengikuti aturan-aturan yang lainnya.

Ibrani 9: 10
(9:10) karena semuanya itu, di samping makanan minuman dan pelbagai macam pembasuhan, hanyalah peraturan-peraturan untuk hidup insani, yang hanya berlaku sampai tibanya waktu pembaharuan.

Jadi, ciri-ciri ibadah manusia pertama; dilaksanakan menurut peraturan-peraturan untuk hidup insani / peraturan-peraturan manusia = ibadah lahiriah = lahiriahnya memuji Tuhan tetapi hatinya jauh dari Tuhan.
Bagaimana dengan kita saat ini, apakah ibadah kita hanya peraturan insani saja??? Beribadah karena disuruh datang oleh gembala???

Mari kita lihat; ibadah lahiriah.
Matius 15: 5-9
(15:7) Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:
(15:8) Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
(15:9) Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

Ibadah lahiriah, mulut memuji Tuhan tetapi hatinya jauh dari Tuhan.
Buktinya; dalam hati nuraninya masih menyimpan banyak hal-hal yang jahat.

Jadi kesimpulannya; manusia pertama, berada di bawah hukum Taurat, sebab ibadahnya dijalankan hanya menurut peraturan-peraturan manusia.

Jalan keluarnya.
Ibrani 10: 9
(10:9) Dan kemudian kata-Nya: "Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.

Yang pertama dihapuskan supaya menegakkan yang kedua.

Roma 8: 2-3
(8:2) Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
(8:3) Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,
(8:4) supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.

Hukum Taurat tidak berdaya terhadap dosa yang disebabkan daging dengan segala keinginannya. Tetapi Allah mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal dalam daging, yang serupa dengan daging manusia, di mana daging manusia telah dikuasai dosa, kemudian Allah menjatuhkan hukuman atas dosa, di dalam daging Yesus Kristus di atas kayu salib.
Berarti; yang pertama telah dihapuskan, maka yang kedua telah ditegakkan, itulah kasih karunia.
Yang kedua telah ditegakkan = menegakkan hukum kasih karunia.
Kasih karunia = kemurahan Tuhan = yang tidak layak menjadi layak = anugerah Allah yang besar = orang yang berdosa mendapat pengampunan (dosa-dosa ditutupi).

Banyak dosa yang kita perbuat, sengaja maupun tidak disengaja, termasuk dosa kejahatan yang tidak terlihat, di dalam hati dan pikiran, namun oleh karena kasih karunia, dosa kejahatan yang terlihat maupun yang tidak terlihat (di dalam) telah dihapuskan, karena kasih karunia tersebut; untung ada Yesus yang melakukan kehendak Allah.
Sekali lagi saya tambahkan, ternyata 10 hukum Taurat, tidak berdaya terhadap dosa yang ditimbulkan oleh hawa nafsu dan keinginan daging.

Sebetulnya, kita ini adalah orang yang harus dimurkai karena dosa, tetapi Yesus telah menegakkan yang kedua = menegakkan kasih karunia.

Ibrani 10: 10
(10:10) Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

Kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya, oleh persembahan tubuh Yesus Kristus = dikuduskan karena Yesus Kristus melakukan kehendak Allah = jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Yohanes 1: 14
(1:14) Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Saudaraku, kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya, sebagai Anak Tunggal Bapa, karena Dia sudah melakukan kehendak Bapa.

TUHAN YESUS KRISTUS KEPALA GEREJA, MEMPELAI PRIA SORGA MEMBERKATI
Pemberita firman:
Gembala Sidang; Pdt. Daniel U. Sitohang

No comments:

Post a Comment